Home Blog Page 5994

PSMS Medan Berada di Grup Neraka

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Para pemain PSMS memprotes wasit saat bersua Persib Bandung di Stadion Teladan pada 5 Juni lalu. Terjadi pelemparan botol dan masuknya suporter ke lapangan sehingga PSMS mendapat sanksi.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Para pemain PSMS memprotes wasit saat bersua Persib Bandung di Stadion Teladan pada 5 Juni lalu. Terjadi pelemparan botol dan masuknya suporter ke lapangan sehingga PSMS mendapat sanksi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan U-16 kurang beruntung pada undian fase frup Liga-1 U-16 Tahun 2018. Pasalnya, mereka tergabung tergabung dalam grup neraka.

Tim besutan Reswandi ini berada di grup A bersama Sriwijaya FC U-16, Persija U-16, Persib Bandung U-16, Bhayangkara U-16 dan PS Tira U-16.

Dilansir dari situs resmi PSSI, setiap grup ada enam tim yang akan bermain dua kali kandang dan dua kali tandang, yang berarti di setiap grup bisa main 20 kali dalam tiga bulan.

Pelatih PSMS U-16, Reswandi membenarkan timnya berada di grup A.

Namun, dia ogah memikirkan lawan lainnya yang disebut berada dalam satu grup panas.

“Biasa saja, karena ini setiap tim Liga 1 harus mengirimkan U-16-nya jadi mau enggak mau jauh hari sudah tahu peluang bakal bertemu tim-tim kuat seperti Persib, Bhayangkara, Persija juga,” ungkapnya kepada Pojoksumut.com, Senin (3/9/2018).

Dia menjelaskan, sejauh ini persiapan timnya sudah hampir 100 persen. “Tim sudah siap, dan siap saja siapa lawannya,” tegasnya.

Namun, dia akui mantan bek PSMS Medan bahwa sejauh ini rilis jadwal resmi belum keluar. “Setahu kita main mulai tanggal 16 September. Tapi jadwal belum ada, tanggal 6 kita akan ikut technical meeting lagi bersama konstestan lainnya,” ungkapnya. (nin)

Tergelincir saat Buang Air Kecil, Hanyut di Parit

Parit besar Tembung di mana Jhon Tarigan tergelincir saat buang air kecil dan hanyut terbawa arus.
Parit besar Tembung di mana Jhon Tarigan tergelincir saat buang air kecil dan hanyut terbawa arus.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Seorang pria bernama Jhon Tarigan, 52, warga Tembung, Deli Serdang, paruh baya hanyut dan tenggelam terbawa derasnya arus parit besar, Senin malam (3/9).

Kejadiannya persis di parit samping Kantor Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Medan, saat hujan mengguyur kota Medan

“Tadi malam sekitar pukul 21.30 WIB, seorang warga dilaporkan tenggelam di parit di Jalan Pasar Merah, Medan,” kata Camat Medan Denai, Candra, Selasa (4/9).

Hingga kini, korban yang di ketahui bernama Jhon Tarigan, 52, warga Tembung, Deli Serdang, masih belum di temukan.

“Kita bersama dengan tim Basarnas sudah melakukan pencarian malam itu, namun tidak di temukan. Hari ini pencarian akan dilanjutkan,” sebutnya.

Masih kata Candra, korban terjerembab dan masuk ke parit sedalam 4 meter dalam kondisi air meluap dan arus deras setelah hujan lebat yang terjadi di Medan tadi malam.

“Korban bersama rekannya mau pulang ke rumahnya di Tembung, tapi karena hujan deras mereka berteduh di warung. Kemudian korban kebelet buang air kecil. Diduga terpeleset saat buang air di parit tersebut,” jelas Candra.

Proses pencarian terus dilakukan, diduga tubuh korban terbawa arus hingga ke Sungai Denai. “Pencarian akan difokuskan ke Sungai Denai,” ungkapnya. (fir)

Batal Lawan Warriors, Butler Utamakan Uji Coba Internal

Pelatih PSMS Medan, Peter Butler.
Pelatih PSMS Medan, Peter Butler.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelatih Kepala PSMS, Peter James Butler mengatakan akan melakukan uji coba internal setelah laga persahabatan lawan klub Singapura Warriors FC dibatalkan PSSI.

“Ya sedikit kecewa, karena saya harus mengubah agenda. Saya tidak tahu kenapa laga itu batal. Tapi saya hormat dengan keputusan itu,” ujar Butler usai memimpin skuadnya latihan di Stadion Teladan, Senin (3/9/2018) sore.

Saat ini, pelatih asal Inggris tersebut belum tahu apakah akan menggelar uji coba dengan tim lain jelang lawan PSIS (12/9/2018).

“Dan apa lebih penting saya sudah kasih tanggal mungkin minggu ini, Rabu, Kamis, atau Sabtu, saya tunggu manajemen. Minggu saya tidak mau karena ada persiapan lawan PSIS,” ungkapnya.

Pelatih asal Inggris tersebut mengatakan tidak akan ambil pusing, jika nantinya laga uji coba lawan tim lain tidak terealisasi. Kadang, menurutnya uji coba internal dalam timnya sendiri lebih baik.

“Waktu singkat dengan intensitas tinggi, kadang lebih baik organisasi di uji coba internal. Tidak masalah, saya bukan pelatih yang sering mengeluh kita harus mengerti situasi. Mungkin masalah finansial atau logistik saya tidak tahu. Tapi lebih penting, tetap semangat, bangkit, dengan attitude dan positive mindset,” ungkapnya. (nin)

Sugianto jadi Pelatih PSMS U-15

David Maulana saat memperkuat PSMS U-15. David dipanggil seleksi Timnas.
David Maulana saat memperkuat PSMS U-15. David dipanggil seleksi Timnas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Eks pemain PSMS era 90-an, Sugianto resmi ditunjuk sebagai pelatih PSMS U-15. Sugianto akan didampingi Puspom (eks pemain Persija) dan Irwin Ramadhana (eks kiper PSMS era 2000-an) sebagai pelatih kiper.

Direktur Teknik PSMS, Abdul Rahman Gurning menerangkan penunjukan Sugianto sebagai pelatih kepala PSMS U-15 ini dilalukan guna melatih skuat muda PSMS yang akan menjalani kompetisi Piala Suratin 2018.

”Ya, kami bersama jajaran manajemen PSMS Medan telah menunjuk jajaran pelatih PSMS U-15, penunjukan sigianto yang merupakan mantan pemain PSMS medan ini diharapkan mampu membangun skuat junior yang terbaik,” ujarnya Selasa (4/9/2018).

Sementara itu, Direktur Pembinaan PSMS Medan Sunardi A, menambahkan tiga nama yang ditunjuk sebagai pelatih U-15 ini sudah menjalani proses pengodokan.

Dia mengatakan sebelumnya ada sekira tujuh nama yang masuk daftar, namun setelah hasil rapat bersama jajaran manajemen, Sugianto dinilai tepat untuk melatih skuad junior PSMS.

Sementara itu, Sugianto yang dipercaya mengaku sangat bangga atas penunjukan dirinya beserta para asisten pelatih.

Sebagai mantan pemain yang dibesarkan oleh PSMS, dirinya mengaku harus menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

“Ini merupakan hal yang sangat luar biasa bagi saya, sebagai mantan pemain yang pernah dibesarkan oleh PSMS, saya wajib menerima tawaran untuk melatih PSMS U-15. InsyaAllah saya dapat mengemban amanah yang telah diberikan ke saya,” pungkasnya.

Sekum PSMS, Julius Raja menambahkan manajemen menyetujui nama Sugianto karena telah melalui penilaian yang tepat.

“Dari beberapa nama yang masuk, Sugianto sudah berpengalaman di tim junior dan telah punya SSB juga. Semoga PSMS U-15 di tangan beliau bisa berbuat banyak,” ujarnya. (rel/nin)

Stroke, Warga Pangururan Nekat Gantung Diri

Jenazah Marlon Simarmata. Ia mengakhiri hidup dengan gantung diri.
Jenazah Marlon Simarmata. Ia mengakhiri hidup dengan gantung diri.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Marlon S, 50, warga desa Tanjung Bunga Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri.

Dia ditemukan tergantung di lantai dua rumah kakak kandungnya, di Simpang Aek Rangat kelurahan Siogung ogung Pangururan, Samosir, Selasa (4/9/2018) pagi.

Kapolsek Pangururan, AKP K Simanjuntak SH membenarkan telah ditemukan seorang pria tewas gantung diri menggunakan seutas tali plastik berwarna biru di lantai dua rumah kakak kandung korban.

“Kejadian tersebut diketahui berkat laporan warga, dan seketika itu kita langsung turun ke TKP sekira pukul 08.30 Wib dan langsung melakukan olah TKP,” ujar K Simanjuntak.

Dari keterangan kakak kandung korban, Retina S, korban sudah mengeluh sehari sebelum kejadian.

Korban mengeluh akibat sakit stroke yang dideritanya, dan malam itu juga, korban dibawa ke rumah sakit. Sekira Pukul 24.00 Wib, korban dan kakaknya pulang dari rumah sakit.

“Tadi pagi, sekira pukul 07.00 Wib, korban ditinggal pergi kakak kandungnya mau belanja ke pasar.

Selanjutnya, ada salah seorang pekerja proyek Tano Ponggol melihat ada orang tergantung di lantai dua di rumah milik Mula Tua N, suami Retina.

Pekerja tersebut langsung memberitahukannya kepada kakak korban.

Kakak korban pun langsung naik ke lantai dua rumahnya. Ternyata benar, kalau adiknya telah tewas dalam kondisi tergantung.

Selanjutnya jenazah Marlon S dibawa ke Rumah Sakit Dr. Hadrianus Sinaga untuk dilakukan autopsi dengan disaksikan kakak kandung korban Retina boru Simarmata. (ana/MS/JPG)

Peluncuran Aplikasi e-Babinsa

Manajemen Telkomsel Sumatera beserta tim kodam berfoto bersama di booth layanan Telkomsel yang dilaksanakan di Lanud Soewondo Medan.
Manajemen Telkomsel Sumatera beserta tim kodam berfoto bersama di booth layanan Telkomsel yang dilaksanakan di Lanud Soewondo Medan.

Medan – Telkomsel mendukung penuh Kodim 0201/BS untuk mengamankan wilayah serta mendorong pembangunan daerah dan kemajuan sosial ekonomi dengan diluncurkannya aplikasi e-Babinsa.

Melalui penandatangan kerjasama Telkomsel dan Kodim 0201/BS atas aplikasi e-Babinsa, masyarakat luas dapat langsung melaporkan segala bentuk pelanggaran yang terjadi di lingkungan sekitar melalui aplikasi ini. Sejumlah layanan yang tersedia yakni layanan pengaduan, fasilitas umum, Babinsa, Respond, Siskamling dan juga layanan call center. Aktivasi dapat dilakukan dengan mendaftarkan diri berupa nama, alamat email, alamat tempat tinggal serta nomor telepon.

Executive Vice President Telkomsel, Paulus Djatmiko mengatakan “kerjasama ini merupakan salah satu wujud dari komitmen Telkomsel untuk mendukung Kodim 0201/BS peduli terhadap kemananan masyakarat sekitar melalui penerapan Teknologi digital dengan aplikasi e-Babinsa serta Launcing NSP Mars Babinsa. Kegiatan ini juga akan diikuti oleh 7500 orang untuk memecahkan rekor senam maumere.

Banyak sekali fitur yang tersedia pada aplikasi e-Babinsa mulai dari informasi Babinsa, Layanan Pengaduan Masyarakat, Upload foto/video, informasi fasilitas umum, siskamling, dan info call center. Dengan hadirnya e-Babinsa, masyarakat dapat melaporkan segala bentuk jenis pengaduan baik untuk pengamanan maupun saran serta masukan setelah di submit di aplikasi dan masuk ke Babinsa terdekat untuk kemudian dilakukan penanganan.

Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan masyarakat dapat dengan mudah terintegrasi dengan Babinsa untuk memastikan bahwa seluruh pelaporan akan ditindaklanjuti secara cepat sehingga terciptanya keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. ***

Djaniko Girsang Jabat Ketua PN Medan

Djaniko Girsang menjabat sebagai Ketua PN Medan, menggantikan Marsudin Nainggolan.
Djaniko Girsang menjabat sebagai Ketua PN Medan, menggantikan Marsudin Nainggolan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Negeri (PN) Medan akan mendapat pimpinan baru setelah peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (28/8) lalu. Djaniko Girsang akan dilantik Mahkamah Agung RI sebagai Ketua PN Medan besok, Rabu (5/9).

Djaniko menggantikan posisi Marsudin Nainggolan yang sempat ditangkap KPK bersama sejumlah hakim dan panitera beberapa waktu lalu. Namun, Marsudin dibebaskan karena tidak terbukti bersalah. “Sesuai jadwal yang sudah ditentukan, besok hari Rabu tanggal 5 September 2018 akan digelar pelantikan serta sertijab ketua PN Medan,” kata Humas PN Medan Djamaluddin kepada wartawan, Senin (3/9).

Djamaluddin mengatakan, Marsuddin yang sebelumnya sempat dipromosikan menjadi hakim tinggi Pengadilan Tinggi Denpasar, akhirnya dimutasi menjadi hakim yudisial di MA. Menurutnya, jadwal pelantikan tersebut sebenarnya sudah direncanakan sebelum peristiwa OTT KPK beberapa waktu lalu. “Jadwal tersebut memang jauh sebelum peristiwa itu terjadi, memang sudah direncanakan. Jadi tidak ada kaitannya dengan peristiwa itu,” terangnya.

Sedangkan jabatan Wakil Ketua PN Medan yang sebelumnya dijabat Wahyu Prasetyo Wibowo, digantikan oleh Abdul Aziz SH. Namun acara pelantikan sekaligus sertijab waka PN Medan tersebut direncanakan setelah pelantikan ketua PN Medan selesai dilaksanakan.

Djamaluddin juga menjelaskan, Marsuddin Nainggolan, Wahyu Prasetyo Wibowo dan Sontan Merauke Sinaga dimutasi ke Mahkamah Agung. Di sana, ketiganya menjabat sebagai hakim yudisial pada Badan Peradilan Umum (Badilum) MA.

Sebelumnya, Merry Purba dan Helpandi ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK melakukan OTT terhadap delapan orang di PN Medan. Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan empat hakim masing-masing Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan dan Wakil Ketua Wahyu Prasetyo Wibowo, Hakim Ad Hoc Sontan Merauke Sinaga dan Merry Sinaga. Juga seorang Panitera Pengganti Helpandi bersama dua pihak swasta yang turut jadi tersangka yaitu Tamin Sukardi dan Hadi Setiawan.

Merry dan Helpandi diduga menerima suap SGD 280.000 atau Rp3 miliar lebih. Suap yang diberikan kepada Merry diduga untuk memengaruhi putusan hakim kasus korupsi dengan terpidana Tamin Sukardi.

Pada sidang putusan yang digelar Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (27/8), Tamin Sukardi divonis 6 tahun penjara, denda Rp 500 juta, subsidair 6 bulan penjara dan membayar uang pengganti Rp132 miliar lebih. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa, yakni 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair 6 bulan penjara dan uang pengganti Rp132 miliar lebih. (dvs)

Tugas Awal Edy-Ijeck Suksesi MTQN

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Nurhajizah Marpaung SH MH saat meninjau lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional (MTQN) ke XXVII tahun 2018.
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Nurhajizah Marpaung SH MH saat meninjau lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional (MTQN) ke XXVII tahun 2018.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelantikan Gubenur dan Wakil Gubernur Sumut terpilih ini dipercepat dari jadwal yang beredar sebelumnya, yakni pada 17 dan 27 September 2018. Meski begitu, anggota DPRD Sumut Ikrimah Hamidy menyambut baik dipercepatnya pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih ini.  “Hal ini membuat persiapan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut defenitif semakin memadai,” ujar Ikrimah kepada wartawan, Senin (3/9).

Khusus untuk tugas mendesak dan event nasional di Sumut, Ikrimah mengatakan, pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran tingkat Nasional (MTQN) ke-27/2018 dinilai relatif sepi pemberitaan. Sehingga menurutnya, harus ada langkah serius dalam mempersiapkan agenda yang akan menjadi kebanggaan Sumut ini.

“Setahu saya, Pak Edy Rahmayadi juga secara informal juga terus memantau persiapan. Walaupun beliau tidak dalam kapasitas megambil kebijakan apa-apa,” sebutnya.

Ikrimah juga mengatakan, dalam APBD Sumut 2018, anggaran pelaksanaan MTQN ke-27/2018  sudah disetujui biayanya. Di mana sudah dikerjakan sebagian. Sehingga dirinya berharap faktor pendukung lainnya segera dikoordinasikan Pemprov Sumut. “Seperti dengan Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang, khususnya terkait dukungan fasilitas lain seperti hotel-hotel. Misalnya seperti memberi potongan harga dan fasilitas lain,” sebutnya.

Politisi PKS ini juga berharap ada penekanan terhadap penataan kawasan sekitar lokasi pelaksanaan MTQN agar tidak terkesan kumuh, macet dan kotor. “Kita berharap, Pak Edy dan Pak Ijeck dapat bekerja dengan baik sehingga janji janji kampanyenya dapat terealisir maksimal,” sebutnya.

Hal senada diharapkan Anggota DPRD Sumut Juliski Simorangkir. Dirinya menyampaikan selamat kepada Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah yang akan dilantik besok di Jakarta oleh Presiden RI Joko Widodo. Dengan begitu, harapan seluruh masyarakat adalah agar pemimpin baru nantinya dapat membawa kebaikan bagi pembangunan Sumatera Utara ke depan. “Ya kita berharap visi misi mereka bisa diwujudkan untuk kepentingan seluruh masyarakat. Karena itu kita harus mendukung program pembangunan yang akan dijalankan,” sebut Juliski.

Dirinya pun menekankan, dalam hal mendukung Gubernur-Wakil Gubernur terpilih, tidak perlu ada lagi cerita kontestasi pada Pilkada. Sebab masa kampanye dan persaingan politik sudah selesai. Kini keduanya adalah milik selruh rakyat Sumut, bukan sebahagian. “Mereka (Edy dan Musa) adalah Gubernur-Wakil Gubernur seluruh masyarakat Sumut. Kita harus mendukung program pembangunan yang dijalankan untuk semuanya,” pungkasnya. (bal)

Pemerintah & Dunia Usaha Sepakat Kembangkan Danau Toba

BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT PO BATU HODA: Batu Hoda atau batu kuda, dipercaya adalah kuda betina yang menjelma menjadi batu.
BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT PO
BATU HODA: Batu Hoda atau batu kuda, dipercaya adalah kuda betina yang menjelma menjadi batu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) sekawasan Danau Toba dan dunia industri/usaha sepakat mengembangkan pariwisata Danau Toba. Pengembangan infrastruktur transportasi merupakan salah satu yang menjadi prioritas.

Hal itu terwujud dalam Penandatanganan Kesepakatan Bersama Kerjasama (MoU) Penyelenggaraan Transportasi di Kawasan Danau Toba dan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Vokasi pada SMK Pariwisata, Senin (3/9) di Hotel Aryaduta Medan.

Kesepakatan ditandatangani oleh Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Drs Eko Subowo MBA, Bupati Karo Terkelin Brahmana, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput) Drs Mauliate Simorangkir, Wakil Bupati Humbang Hasundutan Saut Parlindungan Simamora, Wakil Bupati Dairi  Irwansyah Pasi, Wakil Bupati Simalungun Amran Sinaga, mewakili Bupati Pakpak Bharat dan Bupati Toba Samosir, serta mewakili dunia usaha.

Pada kesempatan tersebut telah dicapai kesepakatan bersama, yaitu pengembangan transportasi untuk mendukung konektifitas baik udara, danau maupun darat, guna mendukung destinasi wisata prioritas Danau Toba.

Selanjutnya adalah kesepakatan bersama mengenai pendidikan vokasi untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM). “Karena kita ketahui pariwisata itu memanfaatkan sumber daya alam, yang pengembangannya melalui infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM),” ujar Pj Gubsu Eko Subowo.

Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantuan dan Kerjasama Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Sugiarto SE MSi menyampaikan, pertemuan pembahasan pengembangan pariwisata Danau Toba ini adalah pertemuan ke empat.  Tiga kali di provinsi dan satu kali di Danau Toba untuk menunjang program prioritas wisata nasional yang salah satunya adalah Danau Toba.

“Pada hari ini ditandatangani dua kesepakatan bersama. Yaitu perjanjian kerjasama transportasi dan perjanjian kerjasama pembinaan pengembangan pendidikan vokasi pada sekolah menengah kejuruan bidang pariwisata berbasis kompetensi selaras dan sesuai dengan dunia usaha pariwisata di kawasan Danau Toba,” ujar Sugiarto.  (rel)

KKP: Aktivitas KJA Dihentikan Dua Bulan

Foto: Edi Saragih/Metro Siantar/SMG Para petani mengevakuasi ribuan bangkai ikan mas mati yang dipelihara warga di Keramba Jaring Apung, di perairan Pangururan, Danau Roba, 2 Agustus 2018.
Foto: Edi Saragih/Metro Siantar/SMG
Para petani mengevakuasi ribuan bangkai ikan mas mati yang dipelihara warga di Keramba Jaring Apung, di perairan Pangururan, Danau Roba, 2 Agustus 2018.

DANAU TOBA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerjunkan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Ikan dan Lingkungan. Upaya itu dilakukan untuk menindaklanjuti kasus kematian massal ikan di danau Toba, yakni di kelurahan Pintu Sona Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.

Anggota Tim Satgas KKP Ahmad Jauhari menjelaskan, hasil monitoring kualitas perairan dan investigasi di lapangan setidaknya ada tiga dugaan sementara penyebab kematian massal ikan tersebut. Pertama, terjadinya penurunan suplai oksigen bagi ikan, kedua, kepadatan ikan dalam KJA yang terlalu tinggi, dan ketiga, lokasi KJA terlalu dangkal sementara dasar perairan merupakan lumpur.

Menurutnya, turunnya suplai oksigen disebabkan oleh terjadinya upwelling (umbalan) yang dipicu oleh cuaca yang cukup ekstrim dan berakibat adanya perbedaan suhu yang mencolok antara air permukaan dan suhu air di bawahnya. Inilah yang mengakibatkan terjadinya pergerakan masa air dari bawah ke permukaan.

“Cuaca ekstrim telah memicu upwelling. Jadi, pergerakan massa air secara vertical ini membawa nutrient dan partikel-partikel dari dasar perairan ke permukaan, dan ini menyebabkan pasokan oksigen untuk ikan menjadi berkurang, apalagi lokasi KJA cukup dangkal dan sustratnya berlumpur,” ucap Jauhari.

Di samping itu, pihaknya melihat, ternyata kepadatan ikan dalam KJA juga terlalu tinggi, sehingga sangat mengganggu sirkulasi oksigen.

Tim Satgas juga merekomendasikan agar untuk sementara waktu aktivitas KJA dihentikan terlebih dahulu sekitar dua bulan, agar perairan bisa me-recovery kondisinya seperti semula. “Ya paling tidak dua bulan ke depan. Kami imbau masyarakat menghentikan sementara waktu aktivitas budidayanya, hingga perairan kembali stabil,” pungkasnya.

Sebelumnya, KKP menerjunkan Tim Satgas Penanganan Penyakit Ikan dan Lingkungan, untuk menindaklanjuti kasus kematian massal ikan di danau Toba. Tim Satgas yang diwakili para ahli perikanan budidaya pada Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Jambi dan Balai Karantina Ikan Medan ini, bertugas untuk mengidentifikasi sekaligus memetakan penyebab teknis dan sumber dampak atas kematian massal ikan. Sekaligus memberikan arahan untuk menentukan langkah-langkah yang bisa diambil.

Kasus kematian massal ikan terjadi di keramba jaring apung milik sekitar 18 kepala keluarga. Total jumlah ikan mati diperkirakan mencapai 180 ton dengan, taksiran kerugian diperkirakan mencapai Rp5 miliar.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. Slamet menyatakan bahwa kasus upwelling di perairan umum merupakan hal yang terjadi secara periodik, khususnya pada kondisi cuaca ekstrim.

Untuk itu, menurutnya perlu upaya yang sifatnya preventif sehingga kejadian serupa tidak menimbulkan efek kerugian ekonomi yang lebih besar.

“Kasus up-welling di perairan umum ini, secara periodic selalu terjadi, dan menjadi siklus tahunan, terlebih dipicu oleh kondisi cuaca ekstrim. Karakteristiknya sama di hampir seluruh perairan umum,” kata Slamet.

KKP menurut Slamet, -menerus mengimbau masyarakat untuk melakukan pengelolaan budidaya secara bertanggung jawab. Misalnya menerapkan manajemen pakan yang lebih efisien, sumber pakan yang sedikit mengandung phosphor, pengaturan kepadatan tebar, pengaturan jadwal budidaya hingga pengaturan jumlah KJA yang disesuaikan dengan daya dukung lingkungan yang ada.

Di sisi lain, masalah perairan umum ini tidak bisa dilihat secara parsial tapi harus holistik. Begitupun dengan penyelesaiannya harus komprehensif. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas lingkungan perairan. Oleh karenanya, ia menghimbau semua pihak bisa duduk bareng mencari solusi yang sifatnya jangka panjang.

Dari aspek legalitas, Slamet juga menggarisbawahi bahwa aktivitas usaha budidaya ikan di Perairan Danau Toba telah diatur dalam berbagai regulasi, di antaranya tertuang dalam Peraturan Presiden No. 81 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya yang membolehkan kegiatan budidaya ikan sepanjang dapat dikendalikan dan dilakukan pada zona budidaya perikanan.