Home Blog Page 5996

Amran, Pengidap Tumor di Wajah Jalani Proses Pengobatan

BERKUNJUNG: Tim PSP Foundation saat berkunjung ke kediaman Amran, kemarin.
BERKUNJUNG:
Tim PSP Foundation saat berkunjung ke kediaman Amran, kemarin.

Amran (56), warga Dusun II, Desa Perbarakan, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara kini bisa sedikit lega. Pasalnya pria yang menderita tumor di wajah tersebut, kini telah mendapat perawatan.

Ya, keinginannya untuk mendapat pengobatan menyentuh nurani Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Prananda Surya Paloh dan sejumlah kader partai yang mengusung restorasi itu.

Melalui Prananda Surya Paloh (PSP) Foundation Prananda mengirimkan timnya untuk bertemu dan membawa ayah tiga anak yang sehari-harinya menarik becak itu mendapatkan perobatan.

“Saya mendapatkan laporan dari tim, tanpa pikir panjang saya minta tim untuk langsung mendatangi kediaman Amran. Dia saudara kita yang membutuhkan bantuan,” ujar Prananda, Senin (3/9).

Prananda mengungkapkan, akan berupaya membantu Amran semaksimal mungkin hingga kondisinya membaik.

Pertemuan dengan Amran pun berlangsung di kediamannya, Jumat (31/8). Tim PSP Foundation hadir diwakili oleh Ketua Yayasan PSP Foundation, Gandi Manurung dan dr Tuahman Purba. Mereka bertemu dan mendengar keluh kesah Amran.

“Sangat memprihatinkan sekali kondisinya. Dengan kondisi seperti itu, dia masih menarik becak. Yang lebih mengharukan, hasil dari menarik becak digunakan untuk beli obat, jadi bukan untuk makan,” ungkap dr Tuahman.

Obat yang dibeli pun ternyata bukan obat yang dianjurkan dokter, melainkan obat seperti panadol. “Dia mengeluh tumornya berdenyut, hidung tersumbat sebelah kiri, kalau malam enggak bisa tidur karena kesakitan,” tambahnya.

Saat ini, Amran tengah mendapatkan perawatan di RS Sari Mutiara Lubukpakam. “Saya sudah bilang terang-terangan ke beliau bahwa, kita tidak bisa langsung selesaikan masalah ini. Tapi kita pulihkan keadaan umumnya. Biar dia bisa tidur,” paparnya.

Setelah itu, saat kondisi umum Amran membaik, ia akan dibawa konsultasi ke spesialis bedah onkologi, di Rumah Sakit Sari Mutiara Medan. “Saat ini kondisinya sudah lumayan, dia sudah bisa tidur. Langkah kita selanjutnya, akan kita periksa tumornya dimana, lalu kita kemoterapi.

Baru nanti kita putuskan operasi atau tidak,” terang dr Tuahman.

Sementara itu, Ketua Yayasan PSP Foundation, Gandi Manurung berharap apa yang mereka lakukan dapat meringankan beban dan penderitaan yang menimpa Amran. “Amran merupakan warga yang patut kita bantu. Semoga proses pengobatannya berjalan dengan lancar,” ujar Gandi.

Ia pun mendoakan agar Amran segera sembuh dan dapat menjalani aktivitasnya untuk menafkahi keluarganya. (dek/han)

Honorer Damkar Nyambi Kurir Sabu

Foto :ADI LAOLI/SUMUT POS DIAMANKAN: HST menunjukkan sabu miliknya saat diamankan di Sat Narkoba Polres Nias.
Foto :ADI LAOLI/SUMUT POS
DIAMANKAN: HST menunjukkan sabu miliknya saat diamankan di Sat Narkoba Polres Nias.

GUNUNGSITOLI–Sat Res Narkoba Polres Nias mengamankan seorang oknum honorer di Dinas Pemadam Kebakaran Pemko Gunungsitoli atas kepemilikan sabu sabu.

Honorer tersebut berinisial HST (31) warga Dusun 1 Desa Hilina’a, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli. Ia ditangkap usai bertransaksi di depan rumah makan Family, Jalan Pancasila, Desa Mudik, Kecamatan Gunungsitoli, Jumat (31/8) sekira pukul 20.00 WIB.

Kepada penyidik, HST mengaku barang haram mirip kristal tersebut diperolehnya seharga Rp300 ribu untuk diantar kepada seorang pembeli. “Satu jam sebelum penangkapan, personel mendapat informasi dari seseorang yang mengatakan, bahwa akan ada transaksi Narkoba di sekitar Jalan Pancasila, dari pengakuannya, HST ini adalah honorer Damkar”,ungkap Kasat Narkoba Polres Nias, Iptu Soni kepada Sumut Pos, Minggu (2/9).

Saat personel tiba di lokasi, lanjut Iptu Soni, melihat HST di depan Rumah Makan Family dengan gerak-gerik yang mencurigakan hingga dilakukan penangkapan.

“Pada saat digeledah, petugas menemukan satu plastik kecil berisikan butiran menyerupai kristal yang diduga sabu dari genggaman tangan kiri tersangka. Setelah ditimbang, beratnya 0,15 gram”,terang Soni.

Berdasarkan barang bukti tersebut, tersangka HST telah dijebloskan ke Rumah Tahanan Polres Nias, guna pemeriksaan lebih lanjut. (mag-5/han)

Perbaikan Jalan dan Drainase Jangan Asal Jadi

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DRAINASE: Pekerja sedang melebarkan drainase di salah satu wilayah di Kota Medan. Suasana RSU Pirngadi Medan. Hingga saat ini honorer di rumah sakit ini belum dibayarkan gajinya. Jalan Prof. HM. Yamin Medan, Jumat (31/8) Beberapa pegawai honore yang bekerja di RS Pirngadi Medan mengundurkan diri karena gaji belum di bayar.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DRAINASE: Pekerja sedang melebarkan drainase di salah satu wilayah di Kota Medan.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan melalui kontraktor mulai melakukan perbaikan terhadap infrastruktur di Kota Medan, baik ruas jalan maupun drainse yang telah selesai tahap lelang. Namun begitu, pengerjaan proyek tersebut diharapkan dapat dilakukan secara professional atau jangan asal jadi agar infrastruktur di Kota Medan menjadi lebih baik.

Anggota Komisi D DPRD Medan, Sahat Simbolon mengatakan, memang ada sebagian jalan dan drainase pengerjaannya mulai dilakukan. Untuk itu, kontraktor yang mengerjakan diharapkan dapat bekerja secara profesional.

“Perbaikan infrastruktur jangan asal jadi saja. Artinya, harus dikerjakan benar-benar sehingga hasilnya maksimal dan tidak membuang-buang anggaran,” ungkapnya, kemarin.

Menurut anggota dewan dari Fraksi Partai Gerindra ini, diminta kepada Dinas PU Medan memprioritaskan perbaikan infrastruktur yang memang butuh perbaikan.

Sebab, banyak jalan maupun drainase yang memang layak diperbaiki tetapi belum menjadi prioritas.

“Dinas PU Medan harus punya skala prioritas perbaikan infrastruktur. Jangan infrastruktur yang masih layak malah diperbaiki, itu namanya pemborosan,”kata Sahat.

Diutarakan dia, selain membuat skala prioritas, pengerjaan perbaikan harus mempunyai kajian dan survei lapangan terlebih dahulu. Sebab, ada salah satu pengerjaan drainase yang diduga tidak dapat diselesaikan.

“Seperti di Medan Tembung, ada drainase yang sulit menembus ke parit di Jalan Pancing. Hal itu diketahui dari keterangan subkontraktor yang ada di sana. Tentu akibat pengerjaan drainase itu air menjadi tergenang dan jangan sampai diulang lagi,” bebernya.

Sahat menuturkan, ruas Jalan Amir Hamzah seputaran Denai serta yang lainnya membutuhkan perbaikan. Pasalnya, ruas jalan di kawasan tersebut sudah banyak berlubang dan dikeluhkan warga.

Sementara, Anggota Komisi D DPRD Medan lainnya Paul Mei Simanjuntak mengatakan hal senada. Kata Paul, pengaspalan harus dilakukan terhadap jalan rusak bukan diprioritas yang masih bagus atau layak.

“Perbaikan jalan dan drainase yang dilakukan jangan asal-asalan, sehingga tidak bertahan lama. Paling tidak, ketahanannya lebih dari satu atau dua tahun. Dengan begitu, dapat menghemat anggaran dan bisa dialihkan ke yang lain dalam skala prioritas,” ujarnya. (ris/ila)

Tiga Penjudi Leng Diciduk

SOPIAN/SUMUT POS DIBOYONG:Petugas Mapolres Tebingtinggi ketika menggiring ketiga pelaku judi kartu joker.
SOPIAN/SUMUT POS
DIBOYONG:Petugas Mapolres Tebingtinggi ketika menggiring ketiga pelaku judi kartu joker.

TEBINGTINGGI-Sat Narkoba Polres Tebingtinggi meringkus 3 pria yang tengah asik berjudi di sebuah gubuk, di Dusun I, Desa Pane, Pondok Genteng, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sergai.

Tiga pelaku yang diamankan adalah JS alias Giok (40) dan DH alias Dedi (28), keduanya warga Dusun I, Desa Pane, Pondok Genteng, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sergai, serta TP alias Yogi (22) warga Jalan Abdul Hamid, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi.

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi Iptu J Nainggolan mengatakan, ketiga tersangka diciduk pada Jumat (31/8) sekira pukul 17.00 WIB, dengan barang bukti dua set kartu joker, uang tunai Rp220 ribu dan satu buah spanduk rokok.

Kepada ketiga pelaku, lanjut J Nainggolan, dikenakan pasal 303 ayat 1 ke- 1e dan ayat 3 dari KUHP Subs Pasal 303 Bis ayat 1 ke-1, ke-2 dari KUHP.

Kepada petugas, ketiga tersangka mengaku bermain kartu joker leng usai pulang bekerja di perkebunan. “Sekali sekali main judi kartu joker, itupun sesudah pulang kerja,”ujar ketiganya. (ian/han)

PT Jaya Agung Mutiara Membandel

FACHRIL/SUMUT POS KIOS: Pembangunan 90 kios di lahan PT KAI Belawan tanpa mendirikan plang Izin Mendirikan Bangunan sehingga dinilai ilegal.
FACHRIL/SUMUT POS
KIOS: Pembangunan 90 kios di lahan PT KAI Belawan tanpa mendirikan plang Izin Mendirikan Bangunan sehingga dinilai ilegal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meskipun tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB), sebanyak 90 kios milik PT Jaya Agung Mutiara di lahan PT KAI Belawan, Jalan Stasiun, KecamatanMedan Belawan, terus berlanjut, Senin (3/9).

Pantauan di lapangan, aktivitas pengecoran yang biasanya berlangsung terang – terangan di depan kios kini para pekerja berlangsung di belakang bangunan kios yang sudah berdiri.

Secara perlahan, para pekerja mendirikan pondasi banguna dari belakang kios. Terkesan, PT Jaya Agung Mutiara sengaja mengkelabui Pemko Medan agar tidak terpantau secara umum.

Proyek pembangunan yang selama ini diawasi OKP, seakan memberikan jaminan kepada pekerja yang akan terus mendirikan kios di lahan perusahaan BUMN tersebut.Hingga masalah ini menjadi perbincangan di masyarakat umum, pihak Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (PKP2R) dan Satpol PP Kota Medan belum melakukan tindakan terhadap bangunan tersebut.”Kemarin PKP2R berjanji akan menurunkan timnya untuk menertibkan bangunan tersebut. Namun sampai sekarang belum ada yang turun ke lapangan, “ kata Faisal, warga sekitar proyek.

Apabila pembangunan itu terus berlanjut, terkesan ada oknum tertentu di Pemko Medan yang telah membikingi pembangunan 90 kios itu, oleh karena itu, kios itu tetap berdiri walaupun tidak ada izin. “Kita lihat saja, bangunan sudah berdiri lebih dari 10 unit. Pasti ada yang bekingi, makanya tidak dibongkar. Ini perlu kita curigai, bila dalam waktu dekat ini tidak dibongkar juga, pasti sudah ada oknum yang menerima sesuatu untuk membekingi,” oceh Faisal.

Sebelumnya, Camat Medan Belawan, Ahmad SP mengaku, pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi untuk mengurus izin bangunan itu, mengenai keluar atau tidaknya izin itu, pihaknya belum mengetahui.”Sampai saat ini, saya belum tahu, apa izinnya sudah keluar. Yang jelas, rekomendasi sudah kita keluarkan,” ungkap Ahmad. (fac/ila)

Jurtul Togel Diringkus

DIAPIT: Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi Iptu J Nainggolan dan Kanit Resum Iptu Agus Arianto mengapit tersangka saat diamankan.
DIAPIT: Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi Iptu J Nainggolan dan Kanit Resum Iptu Agus Arianto mengapit tersangka saat diamankan.

TEBINGTINGGI-Personel Satreskrim Polres Tebingtinggi meringkus GN alias Gundan (36), atas tuduhan menjajahkan toto gelap di sebuah warkop tak jauh dari kediamannya di Dusun II, Desa Gelam Sei Sarimah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Kasubbag Humas Iptu J Nainggolan didampingi Kanit Resum Iptu Agus Arianto mengatakan, tersangka ditangkap pada Sabtu (1/9) sekira pukul 21.00 WIB.

Berawal saat petugas menerima adanya laporan masyarakat yang menyebutkan, tersangka menjadikan warkop milik Parno, sebagai tempat menjual toto gelap jenis KIM.

Saat dilakukan penyelidikan, lanjut J Nainggolan, tersangka dipergoki tengah menulis pesanan angka tebakan judi di secarik kertas.

Dari hasil interogasi, ayah 3 anak tersebut mengaku baru seminggu menjual togel dengan upah 10 persen dari penjualan. “Dari omset perhari yang hanya berkisar antara Rp 100 hingga Rp 200 ribu itu, aku hanya menerima upah antara Rp 10 hingga Rp 20 ribu permalamnya,”akunya.

Kepada petugas, Gundan mengaku hasil penjualannya disetor kepada pria berinisial Ijun.

Berdasarkan barang bukti berupa 1 lembar kertas putih berisi nomor tebakan judi, 1 buah pulpen beserta uang tunai sebesar Rp 84.000 ribu, Gundan dijerat Pasal 303 ayat 1 ke 1e, 2e, dan ke 3e dari KUHPidana. (ian/han)

PNS Sumut, Dewan Sebut Profesi Guru jadi Prioritas

CPNS Guru-ilustrasi
CPNS Guru-ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kebutuhan akan tenaga PNS di daerah menjadi wacana dari pemerintah pusat untuk membuka formasi calon pegawai Negeri sipil (CPNS) di tahun ini berdasarkan kebutuhan. Namun untuk prioritas, kalangan dewan menyebutkan bahwa penerimaan bagi profesi guru harus dikedepankan.

Ketua Komisi A DPRD Sumut HM Nezar Djoeli mengatakan bahwa kebutuhan akan tenaga PNS di Sumatera Utara sebaiknya segera dijawab dengan membuka seleksi CPNS. Hal ini untuk menambah jumlah tenaga ASN khususnya di lingkungan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov). Mengingat jumlah pensiunan sejak beberapa tahun terakhir diberlakukan moratorium, juga sudah cukup banyak.

“Kalau kebutuhan saya kira di Sumut membutuhkan tanah PNS. Karena kan beebrapa tahun ini sudah berapa banyak yang pensiun. Sedangkan penerimaan tidak ada,” ujar Nezar.

Dirinya juga mengatakan bahwa antara kebutuhan yang biasanya diajukan pemerintah daerah dengan keputusan dari pusat tidak sama. Dicontohkan Nezar seperti saat ini, jumlah yang dibutuhkan berkisar ratusan orang sampai tingkat kabupaten/kota. Namun katanya, yang dibuka hanya beberapa saja.

“Sebenarnya banyak kebutuhan kita, tetapi katanya cuma 9 orang yang dibuka. Makanya yang diusulkan banyak, yang disetujui seidkit,” katanya.

Pun begitu lanjut Nezar, dirinya melihat bahwa kebutuhan yang prioritas bagi Sumut adalah keberadaan guru khususnya tingkat SMA yang menjadi kewenangan Pemrov. Sebab hingga kini, ribuan tenaga pengajar di daerah berstatus non PNS atau honor, masih menyisakan tanda tanya perihal keberlanjutan status dan honor.

“Tugas mereka (guru) itu kan mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi profesi guru itu penting, seharusnya itu jadi prioritas pemerintah untuk menjawab kebutuhan tenaga pengajar kita,” sebutnya.

Karena itu katanya, pemerintah sebaiknya mengakomodir keberadaan para tenaga pengajar yang masih berstatus honor atau kontrak tersebut. Sehingga jika formasi CPNS dibuka, harusnya yang menjadi prioritas adalah guru. Dengan demikian, untuk honor kategori K2 lanjutnya, bisa dibuka.

“Kalau yang belasan ribu guru honorer itu bisa diakomodir, tentu pemerintah tak perlu keluar biaya besar untuk membuka formasi lagi,” pungkasnya. (bal/ila)

Polda Sumut Tangkap 10 Pukat Trawl

DIAMANKAN: Personel Ditpolair Polda Sumut, mengamankan sejumlah kapal dengan pukat trawl, di sejumlah lokasi perairan, Senin (3/9).
DIAMANKAN: Personel Ditpolair Polda Sumut, mengamankan sejumlah kapal dengan pukat trawl, di sejumlah lokasi perairan, Senin (3/9).

Dalam kurun waktu 2 hari, 10 unit perahu pukat trawl berhasil diamankan Dit Polair Polda Sumatera Utara (Sumut), dari 3 lokasi perairan terpisah, pada Rabu (29/8) dan Minggu (2/9).

Pelaksana Harian (Lakhar) Kabid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, ke-10 perahu pukat trawl tersebut diamankan dari peraiaran Percut Seituan, Deliserdang, perairan Pantai Datuk, Batubara, dan perairan Pantailabu, Deliserdang, karena melanggar pasal 84 dan 85, UU Perikanan.

“Penangkapan ini sebagai tindak lanjut terhadap rujukan Kapolda Sumut pada 29 Agustus 2018 lalu, untuk melakukan penertiban dan penangkapan terhadap nelayan yang menggunakan pukat trawl,” ungkap Nainggolan, Senin (3/9).

Nainggolan memaparkan, di peraiaran Percut Seituan, penangkapan dilakukan pada Rabu (29/8) sekira pukul 16.00 WIB. Saat itu, petugas mengamankan 4 unit kapal jaring pukat hela dasar (pair trawls) ditarik 2 kapal dengan kapasitas < 5 GT, dengan 4 nahkoda dan 4 anak buah kapal (ABK). “Saat ini ke-4 nahkodanya sudah ditahan,” bebernya.

Kemudian, di perairan Pantai Datuk, Nainggolan menyebutkan, penangkapan dilakukan pada Minggu (2/9) sekira pukul 02.00 WIB. Dalam penangkapan ini, diamankan 2 unit perahu menggunakan jaring pukat hela dasar berpapan (otter trawls) dengan kapasitas < 5 GT, dengan jumlah 2 nahkoda dan 3 orang ABK.

Sebelumnya, lanjut Nainggolan, pada hari yang sama penangkapan juga dilakukan di perairan Pantailabu, sekira pukul 21.00 WIB. Saat itu, petugas mengamankan 4 unit perahu menggunakan otter trawls dengan kapasitas < 5 GT, yang memiliki 4 orang nahkoda dan 6 orang ABK. “Untuk 2 kasus ini, status hukumnya masih dalam proses,” jelasnya.

Sementara itu, sebanyak 6 unit kapal alat tangkap pukat trawl diamankan dari perairan terpisah oleh petugas Ditpolair Polda Sumut, Senin (3/9). Masing-masing kapal yang diamankan, yakni KM Tunas Baru, KM Sekawan II, KM Permata II, KM Setia II, KM Setia III, dan KM tanpa nama.

Kasubdit Gakkum Ditpolair Polda Sumut, AKBP Nagari Siahaan mengatakan, penangkapan ke 6 kapal dengan alat tangkap terlarang, diamankan dari lokasi terpisah di perairan pantai barat Sumut.

Awalnya, mereka mengamankan KM Tunas Baru dan KM tanpa nama di perairan Pagurawa, Kabupaten Batubara. Dan 4 unit kapal lainnya, seperti KM Sekawan II, KM Permata II, KM Setia II, dan KM Setia III, di perairan Pantailabu, Deliserdang. “Seluruh kapal, para awak dan barang bukti, sudah diboyong ke Dermaga Ditpolair, di Belawan,” pungkasnya. (man/fac/saz)

BPKAD ‘Sembunyikan’ Data Realisasi PAD

Foto: Triadi Wibowo/Sumut pos pengamat anggaran, Elfenda Ananda.
Foto: Triadi Wibowo/Sumut pos
pengamat anggaran, Elfenda Ananda.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprovsu terkesan ‘menyembunyikan’ data realisasi pendapatan asli daerah (PAD) pada tahun anggaran 2018-2019.

Hal ini terlihat dari sikap yang tidak kooperatif Kepala BPKAD Setdaprovsu, Agus Tripriyono saat wartawan berupaya menanyakan data tersebut, pada Senin (3/9). “Coba ditanyakan sama kepala badan. Saya gak bisa kasih begitu saja. Mesti ada izin dari beliau,” kata Kabag Perbendaharaan dan Kas Daerah BPKAD Setdaprovsu, Daswar Purba saat dikonfirmasi.

Sebelumnya, Daswar yang ditemui langsung persis di depan ruangannya lantai II Kantor Gubsu, Jumat (31/8) sore, juga menolak memberikan data dimaksud. Ia mengatakan, sebaiknya ditanya kepada Sekretaris BPKAD, Raja Indra Saleh. “Sama saya tidak ada datanya. Tanya ke Pak Indra aja, di sekretariat pasti ada itu,” tuturnya.

Raja Indra Saleh ketika ditemui mengaku tidak memegang data tersebut. Ia menegaskan tidak akan mungkin jika data tersebut memang ada samanya, tidak disampaikan kepada awak media.

“Harusnya di Bagian Perben dan Kas Daerah. Sebab di sini (BPKAD) biasa ada soal realisasi PAD dari sektor belanja daerah. Atau bisa juga ditanya ke Dispenda (kini BPPRD, Red) untuk realisasi pendapatan daerah,” katanya.

Ironinya, ketika hal ini ditanyakan wartawan kepada Agus Tripriyono, tidak mendapat respon kooperatif. Berulangkali coba dihubungi ke nomor selulernya, ia tidak mau mengangkat sambungan telepon. Begitupun ketika coba dikonfirmasi via layanan WhatsApp, Agus cuma membaca pesan tersebut tanpa mau membalas.

Pengamat Anggaran Elfenda Ananda menyayangkan tertutupnya BPKAD Setdaprovsu atas data realisasi PAD kepada publik. Menurutnya data tersebut bukan hal yang mesti dirahasiakan karena menyangkut anggaran yang bersumber dari pajak masyarakat. “Aneh namanya itu, masa pejabat bersangkutan tidak mau memberikan data tersebut. Mesti kita pertanyakan apa alasan mereka tidak memberikannya kepada wartawan. Masyarakat perlu mengetahui realisasi PAD dari APBD karena uang itu uang rakyat,” ujarnya.

yang dikumpulkan dan dikelola Pemprovsu itu merupakan uang masyarakat. “Bisa saja pejabat bersangkutan dilaporkan ke KIP atas tidak transparannya menyampaikan informasi publik,” katanya.

Mental pejabat seperti Agus Tripriyono ini, menurut dia, perlu mendapat atensi khusus Gubsu dan Wagubsu terpilih setelah dilantik nantinya. “Saya kira perlu dievaluasi. Untuk hal-hal seperti ini harusnya disampaikan saja. Biar publik juga tahu kemana saja penggunaan APBD dan sejauh mana penyerapannya. Disitu juga yang menjadi tolak ukur keberhasilan sebuah pemerintahan dalam hal mengelola anggaran,” pungkasnya. (prn/ila)

Dirjen PAUD Tinjau Lokasi HAI Tingkat Nasional

TINJAU: Dirjen PAUD Harris Iskandar dan Bupati Deliserdang meninjau Lokasi Hari Aksara Internasional (HAI)Tingkat Nasional di alun-alun Pemkab Deliserdang.
TINJAU:
Dirjen PAUD Harris Iskandar dan Bupati Deliserdang meninjau Lokasi Hari Aksara Internasional (HAI)Tingkat Nasional di alun-alun Pemkab Deliserdang.

LUBUKPAKAM-Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar bersama Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan meninjau persiapan Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Tingkat Nasional yang dipusatkan di Alun-alun Pemkab, Sabtu (1/9) siang.

Bupati dan Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat bersama para pejabat dari Kementerian Pendidikan diantaranya Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Abdul Kahar serta beberapa pejabat Pemkab Deliserdang langsung mengecek kesiapan mulai dari panggung utama, tenda acara, stand pameran, Gedung Balairung, Museum Deliserdang hingga tempat Media Center yang berlokasi di Mes Pemda.

Sebelum melakukan pengecekkan di lokasi acara, Bupati Ashari Tambunan dan Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar mengadakan rapat evaluasi dan koordinasi di Meeting Room Plaza Prime Hotel, Jalan Bandara Kualanamu dengan panitia terkait baik itu dari unsur Pemkab Deliserdang dan dari Kementerian Pendidikan untuk mematangkan persiapan pelaksanaan Peringatan HAI Tingkat Nasional yang dimulai dari 6-9 September 2018 mendatang.

Dalam rapat tersebut, Plt Kadis Pendidikan Deliserdang Hj Miska Gewasari memaparkan kesiapan Kabupaten Deliserdang sebagai tempat pelaksanaan Peringatan Hari Aksara Internasional Tingkat Nasional yang dipusatkan di Kabupaten Deliserdang.

Bupati Ashari Tambunan menyampaikan, bahwa bagi Kabupaten Deliserdang ini suatu kebanggaan yang sangat luar biasa, karena Kabupaten Deliserdang dipercaya sebagai tempat dilaksanakannya Peringatan HAI Tingkat Nasional.

“Karenanya saya atas nama masyarakat Deli Serdang menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemerintah pusat karena dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan peringatan HAI tingkat Nasional Tahun 2018, sehingga dalam pelaksanaan HAI Tingkat Nasional ini semua diupayakan dengan sebaik-baiknya dan sukses untuk menampilkan yang terbaik, “ucap Ashari Tambunan.

Sementara Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar dalam rapat itu sangat yakin dengan kesiapan Kabupaten Deli Serdang dibawah kepemimpinan Bupati H Ashari Tambunan yang sangat bersungguh sungguh mensukseskan acara Peringatan Hari Aksara Internasional Tingkat Nasional ini.

Dipilihnya Kabupaten Deliserdang sebagai tempat puncak acara Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Tingkat Nasional ini tidak terlepas dari komitmen Kabupaten Deli Serdang dalam memajukan dunia Pendidikan, “kata Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar. (btr/han)