Home Blog Page 5997

Korban Penculikan Debora Togatorop Ditemukan di Parapat

istimewa BERSAMA: Korban dan perwakilan keluarga, diabadikan bersama Kapolsek Parapat AKP Raymond Hutagalung, Minggu (2/9).
istimewa
BERSAMA: Korban dan perwakilan keluarga, diabadikan bersama Kapolsek Parapat AKP Raymond Hutagalung, Minggu (2/9).

PARAPAT-Debora Togatorop (10), anak perempuan yang mengaku diculik seorang pria di Jalan Simeru, Pematangsiantar, sekira pukul 14.00 WIB, Minggu (2/9) berhasil ditemukan personel Polsek Parapat, di Dusun Adian Padang, Nagori Sipangan Bolon Induk, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon-bolon, Minggu (2/9) sore.

Debora yang masih duduk di kelas 5 SD ini, ditemukan personel Polsek Parapat sedang berjalan di pinggir jalan, sekitar rumah lokalisasi, sambil menangis.

“Setelah diamati, ternyata anak itu sesuai ciri-cirinya dengan laporan anak hilang. Anggota saya pun akhirnya membawanya ke Mapolsek Parapat untuk diamankan,” ungkap Kapolsek Parapat AKP Raymond Hutagalung.

Dari hasil investigasi terhadap Debora, akhirnya terungkap modus yang dilakukan pelaku dengan menjanjikan korban untuk mengambil satu unit laptop yang dikirim orangtua korban di rumah pelaku. Pelaku pun membawa korban dari jalan Marihat menggunakan sepeda motor, hingga tiba di lokasi ditemukannya, korban pun ditinggalkan sendirian.

Dari keterangan korban, po-lisi berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Diduga kuat seorang pria paru baya dengan ciri-ciri, umur sekitar 50 tahun, tinggi sekitar 164 centimeter, kulit sawo matang, berbadan kurus, rambut gelombang pendek, menggunakan motor matic dengan helm pecah. Hingga kini kepolisian masih melacak keberadaan pelaku.

Usai diinterogasi, korban pun akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga. (ana/esa/spg/saz)

Pernah Buka Praktik Pengobatan Tradisional

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Bakal Calon Legislatif Kota Binjai 2019, Zainal Abiddin Nasution menilai, berkarir di bidang politik merupakan sebuah panggilan untuk menolong masyarakat banyak. Prinsip itu yang dijadikannya sebagai motivasi untuk terjun ke dunia politik.

Berbincang santai di kediamannya, Jalan Berastagi, Binjai Selatan, pria yang akrab disapa Ki Ageng ini bercerita tentang kisah hidupnya dari nol. Awal kehidupannya terbilang susah. Dia bahkan sampai mengunyah beras jagung.

Kesulitan ekonomi itu membuatnya tahu hingga merasakan bagaimana realita pahit masyarakat yang tergolong kelas bawah.

“Saya dulu orang susah, makan beras jagung pun pernah dirasakan. Bahkan pernah juga saya makan harus ambil kelapa orang buat dijual agar bisa makan. Dari ini juga, saya kenal banyak orang susah. Bisa kita merasakan pahitnya kehidupan mereka, apalagi kalau sudah sakit,” kenang pria yang mengemban amanah sebagai Wakil Ketua DPD Gema Hanura Sumut ini.

Zainal pun mulanya tak ada terlintas dipikirannya untuk sibuk dalam bidang politik. Pria yang penah merantau ke sejumlah daerah itu juga sempat membuka praktik pengobatan tradisional berbagai jenis penyakit pada tahun 2005 sampai 2014 lalu.

Dari keseharian menolong orang itulah, Ki Ageng dapat mengetahui langsung bagaimana masyarakat yang melewati kehidupan sehari-harinya dengan keadaan terhimpit dan tak mampu lagi berobat ke rumah sakit atau ?secara medis sudah tidak terobati.

Dia juga banyak bertemu dengan warga Kota Rambutan yang berkehidupan di gubuk dengan sejumalah keterbatasan. Sejak sadar hal itulah, Ki Ageng terpanggil untuk berpolitik. (ted/azw)
“Sejak mengobati dan menolang orang kurang mampu, saya melihat langsung bahwa banyak orang wajib ditolong lantaran mereka enggak tahu lagi mencari pertolongan ke mana.

Berangkat dari inilah, saya terpanggil nolong orang dengan masuk ke kancah politik, struktur pemerintahan,” ujar Bacaleg dari Partai Hanura yang bertarung di Dapil Binjai Selatan ini.

Ayah yang dikaruniai dua orang putri ?melanjutkan, bahwa pengalaman buka praktik pengobatan tradisonal menjadi pelajar berharga. Mulai banyak kenal orang yang berasal dari berbagai kalangan, berkelakuan baik dan jahat hingga pejabat serta masyarakat tidak mampu.

i Ageng pun sebelumnya pernah gabung dalam organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa dengan mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Garda Bangsa pada tahun 2000 hingga 2004.

Tak hanya buka praktik pengobatan tradisional, Ki Ageng juga pernah menggeluti profesi jurnalis. Karenanya, bagi Ki Ageng, itu menjadi sebuah modal untuk membenahi sistem pemerintahan hingga kebijakan-kebijakan yang lahir kedepannya.

“Politik itu amanah. Kalau diizinkan dan diridhoi, saya siap mempertanggungjawabkan kepada Allah dan masyarakat. Harapannya, politik dapat semakin banyak menolong masyarakat,” tandasnya. (ted/azw)

Suket Tak Berlaku Lagi untuk Memilih

Surat Keterangan pemilih-Ilustrasi.
Surat Keterangan pemilih-Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penggunaan surat keterangan (suket) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) tidak berlaku lagi untuk memilih di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ketentuan tersebut merujuk Undang-Undang No 7 Tahun 2018, para pemilih harus menggunakan KTP elektronik (e-KTP). Hal ini dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera
Utara, Mulia Banurea,
Senin (3/9).

Menurutnya, pihaknya kata dia dalam pemilu mendatang tidak akan memfasilitasi para pemilih yang ingin menggunakan hak pilihnya dengan suket. Ia mengamini bahwa terjadi penambahan jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 dibanding saat Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018.

Di mana setelah rapat pleno rekapitulasi dan penetapan DPT Pemilu 2019 tingkat Sumut kemarin, mengalami penambahan sebanyak 373.681 jiwa dari jumlah DPT Pilgubsu yakni 9.052.529 jiwa.

“Ya, kita sudah tetapkan DPT Pemilu 2019 sebanyak 9.426.210 jiwa. Angka tersebut bertambah 370.000 lebih bila dibandingkan dengan DPT Pilgubsu kemarin,” katanya.

Komisioner KPU Sumut Divisi Bidang Data dan Perencanaan, Nazir Salim Manik menjelaskan, penambahan jumlah pemilih pada DPT Pemilu 2019 didasari dengan adanya peningkatan jumlah pemilih pemula.

“Pemilih pemula tersebut bisa dikategorikan yakni anak-anak yang baru beranjak berusia 18 tahun keatas atau aparat TNI/Polri yang sudah pensiun per Agustus 2018 sehingga memiliki hak untuk memilih,” terangnya.

Atas itu, ia berharap agar partisipasi pemilih pada perhelatan Pemilu 2019 dapat meningkat lebih baik dibandingkan perhelatan Pilgubsu 2018 yang lalu. Pihaknya juga mengharapkan sinergitas stakeholder terkait dalam hal jumlah pemilih tambahan pada DPT Pemilu 2019, sebelum pelaksanaan pemilu 7 April mendatang.

Diketahui, penetapan DPT tersebut dituangkan dalam Berita Acara (BA) No : 510/PL.01.2-BA/12/Prov/VIII/2018 tentang Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT pada Pemilu 2019 yang digelar sejak Jumat (31/8) hingga Sabtu malam di Hotel Emerald Garden Medan.

Sesuai jumlah DPT itu, adapun pemilih laki-laki sebanyak 4.667.956 jiwa. Sedangkan pemilih perempuan sebanyak 4.758.264 jiwa. Jumlah tersebut tersebar di 33 kabupaten/kota, 444 kecamatan, 6110 desa/kelurahan dan 41.992 Tempat Pemungutan Suara (TPS) se Sumut.

“Berita acara tersebut juga disampaikan ke KPU RI, Bawaslu Sumut, peserta Pemilu tingkat daerah di Sumut dan perangkat pemerintahan,” imbuh Nazir.

Menanggapi angka DPT tersebut, Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Dame Tobing meminta agar KPU mencermati juga soal pemilih tambahan. Seperti pemilih yang berada di lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan serta pemilih pemula. Sebab hal itu sempat menjadi perdebatan pada Pilgubsu lalu. (prn/azw)

Sepekan Medan Bergilir Padam Listrik

Petugas teknisi PLN Area Medan mengecek trafo untuk kesiapan pasokan listrik jelang Idul Fitri.
Petugas teknisi PLN Area Medan mengecek trafo untuk kesiapan pasokan listrik jelang Idul Fitri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam sepekan ini, beberapa wilayah di Kota Medan akan mendapatkan pemadaman listrik bergilir. Sebab, PT PLN (Persero) Area Medan kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik.

Manager PT PLN Area Medan, Lelan Hasibuan mengatakan, pemeliharaan sekaligus pemadaman listrik dimulai sejak Sabtu (1/9) lalu hingga Kamis (6/9).

Pemadaman dimulai pada Sabtu tersebut di wilayah Ra-yon Medan Labuhan dan Rayon Medan Baru, di mana pemadaman dimulai pukul 09.00 WIB. Kemudian, pada Senin (3/9), pemeliharaan dilakukan di Rayon Medan Selatan, pemadaman dimulai pukul 09.00 WIB. Selanjutnya, hari ini, Kamis (4/9), pemeliharaan sekaligus pemadaman dilakukan di Rayon Helvetia, rayon Medan Kota, Rayon Medan Baru serta Rayon Labuhan.

Adapun lokasi pemadaman hari ini di Rayon Helvetia yakni, di Gaperta, Gaperta Komplek Kodam, Klambir V, Jalan Pembangunan, Jalan Gaperta Ujung, Jalan Asrama, Jalan Bakti, Jalan Cempaka, Jalan Setia, Jalan Imam Sehati, Jalan Setia Budi Helvetia, Jalan Sumarsono, Jalan Permasyarakatan, Jalan Gunung Sinembah, Jalan Pondok Surya, Jalan Karya 2, Jalan Karya 5, Jalan Karya 7, Jalan Baru, Jalan Tanjung Permai.

“Pemadaman dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB,” papar Lelan. Kemudian di Rayon Medan Kota, pemadaman di daerah Jalan Mesjid Raya, Jalan Katamso, Jalan Meriam, Jalan Misbah, RS Marta Friska, Kompleks Multatuli, Jalan Multatuli Pizza Hurt, Komplek Kitsu, JalanSakti Lubis, Dinas PU Bina Marga, Jalan Pintu Air, Jalan Gelombang, Jalan Puri, Jalan Mahkamah, Jalan Pegadaian, Jalan Sisingamangaraja. “Pemadaman mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB,” papar Lelan lagi.

Untuk Rayon Medan Baru, pemadaman di wilayah Jalan Jamin Ginting, Jalan DR Mansyur, USU, Jalan Setiabudi, Mako Brimob, Sei padang, Jalan Sei Asahan, Jalan Iskandar Muda. “Pemadaman dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Sedangkan di Rayon Labuhan, pemadaman di wilayah Pondok Seng Pasar 10, di mana pemadaman terjadi mulai 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB,” paparnya.

Selanjutnya, kata Lelan, Rabu (5/9), pemeliharaandi Rayon Medan Selatan, Medan Kota, Rayon Sunggal dan Rayon Johor. Untuk Rayon Medan Selatan dan Medan Kota, pemadaman di Jalan Thamrin, Jalan Sumatra, Jalan Wahidin, Jalan Merbabu, Jalan Kalianda, Jalan Asia, Jalan Gandi, Jalan Tembaga, Jalan Amplas, Jalan STM, Jalan Sakti Lubis, Jalan Teladan Barat, Jalan HM Joni, Jalan PON, Jalan Brigjen katamso, Jalan Ir H Juanda, Hotel Delta, Jalan Alfalah, Jalan Brigjen Hamid, Sekolah Harapan Mandiri, Suzuya, Jalan Pasar Senen, Jalan Sakti Lubis, Jalan pelangi, Maju Bersama, Perum Katamso Vista, Perum Katamso Istana Prima. “Pemadaman mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB,” papar Lelan lagi. Masih di hari yang sama, pemadaman juga di Rayon Sunggal yakni di Jalan Budi Luhur, mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Kemudian, di Rayon Johor yakni di Jalan Karya Jaya, Jalan Adi Sucipto, Jalan Karang Sari, dan Batalion Paskhas. “Pemadaman dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Kemudian, pemeliharaan dilakukan pada Kamis (6/9) di Rayon Sunggal. “Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas pemadaman ini,” kata Lelan. (ila)

Harga Kios Harus Dikaji Lagi

Foto: M IDRIS/Sumut Pos Pedagang gedung baru Pasar Marelan sedang berjualan, kemarin.
Foto: M IDRIS/Sumut Pos
Pedagang gedung baru Pasar Marelan sedang berjualan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Ikatan Pedagang Pasar Marelan (IPPM) mendesak agar Pemko Medan melakukan kajian ulang terhadap meja dan kios di Pasar Marelan. Sebab, harga yang ditetapkan belum bisa dijalankan oleh PD Pasar di Pasar Marelan. Selain itu perlu dilakukan pengundian ulang terhadap pedagang yang sudah berjualan di lantai 1.

“Kami cuma minta, harga yang ditetapkan sekda untuk dijalankan, undi ulang semua meja, prioritaskan pedagang yang belum dapat meja. Lihatlah, banyak pedagang yang tidak dapat meja, karena banyak yang disewakan oleh oknum yang punya jahat meja,” ujar Ketua IPPM P br Nainggolan.

Hal yang sama dikatakan salah seorang pedagang Pasar Marelan. Wanita penjual sayur di pasar Marelan ini mengaku, sejak proses pembangunan gedung baru Pasar Marelan, pedagang tidak pernah menyetujui kesepakatan yang diminta oleh Pengurus Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM) untuk membangun lapak dan kios.

Alasannya, harga lapak dan kios yang ditetapkan P3TM lebih besar harganya, sehingga sebahagian pedagang menolak. Bahkan, setelah dibangun, banyak orang luar dan oknum tertentu yang menguasai lapak dan kios di Pasar Marelan.”Masih banyak pedagang yang tidak mendapat tempat, karena harga yang ditetapkan Sekda tidak dijalankan oleh P3TM. Sehingga, P3TM tetap mengutip uang meja mencapai Rp13 juta hingga Rp15 juta. Padahal satu meja dari ketetapan Sekda adalah Rp5,7 juta,” terang wanita berusia 47 tahun ini.

Tak hanya itu, meja – meja kini dikuasai oleh oknum tertentu untuk dijadikan ajang bisnis. “Kami pedagang, cuma minta agar lapak dan kios itu diberikan kepada pedagang yang memang haknya, karena banyak kali meja siluman punya oknum tertentu yang disewakan. Itu semua kerjaan dari Pengurus Pedagang Pasar Tradisional Marelan (P3TM),” bebernya.

Ia berharap kepada Wali Kota Medan, untuk membuka pikirannya agar mengecek dan meninjau kembali lapak dan meja yang dimiliki orang – orang tertentu untuk kepentingan bisnis.

“Silahkan lah cek, banyak meja yang disewakan, itu meja dijadikan bisnis untuk mengambil keuntungan dari orang – orang tertentu. Semoga, dengan adanya OTT kemarin, dapat terbongkar keburukan yang terjadi di Pasar Marelan,” harap pedagang di pelataran Pasar Marelan ini.

Sementara itu, Sementara itu, Kacab III PD Pasar, Ismail Pardede menampik tudingan adanya meja milik oknum tertentu, karena seluruh pedagang yang berjualan sedang dilakukan verifikasi oleh tim independen yang sedang berlangsung. Sehingga, bagi pedagang yang tidak berjualan punya lapak, akan segera dievaluasi, begitu juga dengan pedagang yang bukan punya haknya, akan dievaluasi.

“Kita tidak bisa main – main menjalankan pasar, yang jelas tim independen yang melakukan verifikasi, kalau nanti ada yang menyalah, mereka yang akan mengevaluasi, menurut saya, apa yang dikatakan pedagang tidak benar,” kata Ismail Pardede. (fac/ila)

Jepang Bersiap Hadapi Topan Terkuat Sejak 1993

AFP / JIJI PRESS Warga Jepang berjalan di tengah angin kencang dan hujan deras saat Topan Jongari menerjang Tokyo pada akhir Juli 2018.
AFP / JIJI PRESS
Warga Jepang berjalan di tengah angin kencang dan hujan deras saat Topan Jongari menerjang Tokyo pada akhir Juli 2018.

TOKYO, SUMUTPOS.CO – Jepang tengah bersiap untuk menghadapi terjangan topan paling kuat dalam kurun waktu 25 tahun terakhir, memicu peringatan akan angin kencang, banjir, hingga tanah longsor.

Topan Jebi yang menurut pantauan Badan Prakiraan Cuaca sedang bergerak ke arah barat daya diperkirakan bakal mencapai wilayah Jepang barat pada Selasa (4/9/2018) siang. Jika angin topan tersebut mempertahankan kekuataannya saat ini yakni 216 kilometer per jam, maka para pakar memperkirakan Topan Jebi akan menjadi topan kategori sangat kuat pertama yang mencapai Jepang sejak 1993.

Badan Prakiraan Cuaca Jepang telah mengeluarkan peringatan dini yang disiarkan televisi untuk kemungkinan terjadinya tanah longsor, banjir dan angin kencang, serta gelombang tinggi, kilat dan tornado.

“Ada kemungkinan bahwa topan (Jebi) akan tiba di wilayah daratan dengan tetap pada kekuatannya yang ekstrem,” kata Kepala Badan Prakiraan Cuaca, Ryuta Kurora, dilansir AFP. Angin topan tersebut pada Senin (3/9/2018) masih berada di wilayah perairan Pasifik di sebelah timur Pulau Okinawa. adan Prakiraan Cuaca memprediksi, topan akan menerjang di atas wilayah sekitar Osaka hingga Kyoto sebelum kemudian berlalu menuju Laut Timur.

Bersiap menghadapi terjangan angin topan, pebisnis regional bereaksi dengan cepat, perusahaan kereta api dan taman hiburan Universal Studio Jepang di Osaka telah mengumumkan tidak beroperasi pada hari Selasa (4/9/2018). Topan Jebi memiliki lintasan yang hampir mirip dengan Topan Cimaron, yang melanda daratan Jepang pada 23 Agustus lalu dan sempat mempengaruhi layanan transportasi.

Meski demikian, dengan antisipasi yang dilakukan kerusakan maupun korban cedera dapat diminimalisir. Dengan Jepang yang saat ini memasuki musim angin topan, cukup sering diterjang angin topan besar selama musim panas hingga musim gugur.

Topan Jebi akan menjadi gelombang cuaca terkini yang menerjang Jepang, yang sebelumnya juga sempat diterjang gelombang panas dan mematikan. (Agni/KPS)

Inilah 9 Negara Tanpa Raihan Medali AG 2018

INASGOC/CHARLIE Pesepak bola Indonesia Irfan Jaya (kiri) mencoba merebut bola dari pemain Palestina Amed Qatmish (tengah) pada pada babak penyisihan sepakbola Grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot Bekasi, Selasa (15/08/2018).
INASGOC/CHARLIE
Pesepak bola Indonesia Irfan Jaya (kiri) mencoba merebut bola dari pemain Palestina Amed Qatmish (tengah) pada pada babak penyisihan sepakbola Grup A Asian Games 2018 di Stadion Patriot Bekasi, Selasa (15/08/2018).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Gelaran Asian Games 2018 telah usai yang ditandai dengan upacara penutupan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (2/9/2018). Asian Games 2018 kali ini diikuti oleh 46 peserta, termasuk kontingen Korea Bersatu, dan mempertandingkan 40 cabang olahraga.

Namun, dari 46 kontingen tersebut, ada sembilan negara yang harus pulang dengan tangan kosong atau tanpa meraih sekeping pun medali.

Adapun sembilan negara tersebut adalah Banglades, Bhutan, Brunei, Maladewa, Oman, Palestina, Sri Lanka, Timor Leste, dan Yaman. Pada Pesta Olahraga Benua Asia ke-18 itu, Banglades menurunkan 117 atlet pada 14 cabang olahraga. Kemudian, Bhutan membawa 24 atlet, Brunei dengan 15 atlet, sedangkan Maladewa menurunkan 106 atlet.

Adapun Palestina dan Oman menurunkan masing-masing 46 atlet pada Asian Games 2018, sedangkan Sri Lanka menurunkan 172 atlet. Sementara itu, Timor Leste menurunkan 67 atlet dan Yaman menurunkan 37 atlet.

Adapun China menjadi juara umum setelah mengoleksi 132 medali emas, 92 medali perak, dan 65 medali perunggu. Perolehan medali tersebut membuat China unggul atas Jepang dan Korea Selatan yang berada di peringkat kedua dan ketiga. Adapun Indonesia selaku tuan rumah berada di peringkat keempat dengan perolehan 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu. (Samsul Ngarifin)

DPRD Deliserdang Anggarkan Rp500 Juta

LUBUKPAKAM-Rapat kerja (raker) anggota DPRD Deliserdang yang beragendakan pembahasan laporan pertanggungjawaban selama tahun 2018, serta penyusunan program kerja tahun 2019 digelar di Hotel Simalem Resort, Kabupaten Karo. Raker yang dijadwalkan selama tiga hari inipun diakui menelan biaya Rp500 jutaan.

“Iya raker selama 3 hari, berangkat Senin (3/9) dan Rabu (5/9) kembali. Raker itu dibuat sekali setahun, dan sudah diatur dalam tata tertib dewan sesuai dengan PP nomor 12 tahun 2018 untuk membahas laporan pertanggungjawaban yang dikerjakan selama tahun 2018 dan menyusun program kerja tahun 2019,” ungkap Sekwan DPRD Deliserdang Drs Rahmad MAP melalui Kabag Humas H Buyung Nasution, Minggu (2/9) di Lubukpakam.

Disebutkannya, raker tersebut juga nantinya akan mengundang Bupati Deliserdang Ashari Tambunan, dan dihadiri seluruh anggota DPRD Deliserdang serta staf Sekretariat Dewan yang berhubungan dengan tugas pokok fungsi (tupoksi) raker.

Dijelaskan Buyung, nantinya dalam raker akan dibahas persoalan rencana kerja dan laporan pertanggungjawaban seluruh alat kelengkapan seperti Badan Anggaran, Badan Musyawarah (Banmus), Komisi-Komisi dan Badan Kehormatan Dewan (BKD).

Selanjutnya, pembahasan pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP), kunjungan ke lapangan dan membahas surat-surat masuk.

Diakui Buyung, biaya yang akan dihabiskan dalam raker DPRD Deliserdang nantinya sebesar Rp500 juta. “sekitar Rp500 jutaan budgetnya. Dana Rp500 jutaan itu sudah dianggarkan setiap tahun dalam APBD Deliserdang. Jadi memang tiap tahun seperti ini, tahun lalu kita buat raker di Hotel Pardede yang ada di Parapat,”pungkasnya. (btr/han)

Ruth Terima Beasiswa dari Anggota DPR RI Delia Pratiwi Sitepu

Teddy Akbari/sumut pos SERAHKAN:Rizky Yunanda Sitepu, Bacaleg DPRD Sumut menyerahkan beasiswa kepada Ruth Cheline Purba.
Teddy Akbari/sumut pos
SERAHKAN:Rizky Yunanda Sitepu, Bacaleg DPRD Sumut menyerahkan beasiswa kepada Ruth Cheline Purba.

BINJAI-Prestasi Ruth Cheline br Purba yang terpilih untuk keduakali menjadi pengibar bendera tingkat nasional di Istana Negara, mendapat apresiasi dengan menerima beasiswa sebesar Rp10 juta dari anggota DPR RI, Delia Pratiwi br Sitepu.

Beasiswa itu langsung diserahkan Ketua AMPG Partai Golkar Kabupaten Langkat, H Rizky Yunanda Sitepu di kediaman Ruth, Jalan Gunung Bendahara, Binjai Selatan, Sabtu (1/9).

Melalui Rizky, anggota DPR RI Delia Pratiwi pun meminta Ruth untuk tetap menjaga nama baik sekolahnya, SMA Negeri 2 Binjai dan Kota Rambutan. Sebab, prestasinya dapat menjadi contoh bagi semua pelajar.

Dikatakan Delia, Ruth merupakan aset berharga yang dimiliki Sumatera Utara, khususnya Kota Binjai. “Belajar yang serius, jauhi pergaulan bebas dan narkoba. Sebab, semua itu akan merusak masa depan. Bergaul tanpa batas jelas tidak baik bagi wanita. Bahkan, narkoba juga banyak menyasar ke kalangan wanita. Ini betul-betul harus dihindari. Jaga marwah keluarga,” pesan Delia diwakili Rizky. Delia Pratiwi pun berharap beasiswa yang diberikan untuk dipergunakan keperluan sekolah.

Sementara itu, ayah Ruth, Aiptu Nelson Purba yang menyambut kedatangan Rizky Sitepu mengucapkan terimakasih atas beasiswa tersebut. Diakui Nelson, kedatangan Rizky yang merupakan Bakal Calon Legislatif DPRD Sumut ini, layaknya sebuah kejutan. “Bahkan (beasiswa) ini enggak terbayangkan sebelumnya kalau dari Ibu Delia,” ujar Nelson.

Ditambahkan Nelson, beasiswa yang diberikan tersebut nantinya akan dipergunakan untuk kepentingan biaya pendidikan Ruth. “Karena tinggal beberapa bulan lagi akan ujian akhir,” sambung Nelson.

Menerima beasiswa tersebut, Ruth Cheline Purba mengaku terharu, karena masih ada sosok wakil rakyat DPR RI yang peduli dengannya. “Ini menunjukkan Ibu Delia sosok tokoh muda milenial yang menghargai sebuah prestasi,” tandas pelajar kelas XII di SMAN 2 Binjai yang bercita-cita masuk Akademi Kepolisian RI. (ted/han)

AKBP Safwan Khayat: Desa Marindal II Darurat Narkoba

Diva Suwanda/Sumut Pos SERAHKAN: Kepala BNNK Deliserdang AKBP Safwan Khayat disaksikan Kepala Desa Marindal II, Jufri Antono menyerahkan baju Satgas Anti Narkoba kepada Ketua Satgas, Surya Wijaya usai dilantik, di Lapangan Bola Desa Marindal II.
Diva Suwanda/Sumut Pos
SERAHKAN: Kepala BNNK Deliserdang AKBP Safwan Khayat disaksikan Kepala Desa Marindal II, Jufri Antono menyerahkan baju Satgas Anti Narkoba kepada Ketua Satgas, Surya Wijaya usai dilantik, di Lapangan Bola Desa Marindal II.

DELI SERDANG:Maraknya peredaran narkoba di Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, kian memprihatinkan dan diyakini menjadi ancaman masif jangka panjang.

Atas inisiatif bersama warga yang sudah resah, Kepala Desa Marindal II melantik Satgas Relawan Anti Narkoba dengan jumlah 35 orang, di Lapangan Bola, Jalan Balai Desa, Desa Marindal II, Kabupaten Deliserdang, Minggu (2/9) pagi.

Satgas ini diketuai Surya Wijaya, dengan Sekretarisnya Rabaniah Damanik dan Susi Situmorang sebagai bendahara.

Hadir dalam pelantikan itu Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (Ka BNNK) Deliserdang, AKBP Safwan Khayat dan Kepala Desa Marindal II, Jufri Antono.

Kepala Desa Marindal II mengatakan, keberadan narkoba di desanya sudah sangat meresahkan. Hal tersebut diketahui dari banyaknya keluhan para orangtua, yang anaknya melakukan intimidasi bila tidak diberi uang untuk membeli narkoba.

“Kami dari perangkat desa sering mendapat pengaduan dan komplain bahwa lingkungan kami sudah parah, banyak narkoba. Tapi ketika diberi saran untuk bergerak, mereka sepertinya tidak siap. Karena memang kekuatan belum dibangun, makanya kebersamaan hari ini untuk membangun kekuatan untuk bergerak melawan narkoba,” ungkap Jufri.

Menurutnya, Satgas Anti Narkoba Desa Marindal II yang telah dibentuk untuk ke depan akan benar-benar bekerja dalam menjaga lingkungan. “Kami siap memfasilitasi baik dari back up di lapangan dan anggaran. Mari kita jaga keluarga kita, kawan kita dari pengaruh buruk narkoba. Seperti kita ketahui narkoba di daerah ini sudah sangat menyebar,” terangnya.

Ia mengatakan, tidak akan terjadi pembangunan di desa, bila masyarakatnya telah terkontaminasi narkoba. “Kita mau membangun desa ini, tapi kalau narkoba merajalela, saya yakin pembangunan ke arah yang baik tidak akan terlaksana. Masyarakat sini pun sudah merasakan dampak keberadaan narkoba itu,” katanya.

Sementara itu, Ka BNNK Deliserdang, AKBP Drs Safwan Khayat M Hum sangat mengapresiasi terbentuknya Satgas Anti Narkoba di Desa Marindal II.

Dikatakan Safwan, Desa Marindal II merupakan salahsatu basis peredaran narkoba. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Deliserdang, Kodim dan Polsek Pancurbatu untuk aktif menggelar kegiatan, sosialisasi dan penindakan tempat-tempat yang menjadi lapak narkoba.

“Saya baru sebulan menjabat, pada dasarnya ada banyak lokasi yang menjadi basis peredaran narkoba di Deliserdang, kita selesaikan satu-satu dengan fokus di satu daerah, salahsatunya ini Desa Marindal II,” tegasnya.

Sebelumnya, sebanyak 35 anggota Satgas Anti Narkoba Desa Marindal II yang tergabung dari seluruh unsur organisasi menggelar jalan bersama dengan menempelkan stiker berisi ajakan melawan narkoba, sembari meneriaki titik-titik yang menjadi basis peredaran narkoba.(dvs/han)