BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Pembangunan preservasi Jalan Desa Panjang menuju Desa Petatal yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 sebesar Rp19.610.481.434 masih dalam pengerjaan. Namun ada upaya oknum tertentu yang diduga mengambil keuntungan pribadi.
Salah satu contoh kondisi jalan di Dusun 3 Desa Gunungrante Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara.
Menuru J Silalahi, Tokoh Masyarakat Desa Panjang mengungkapkan oknum kades berinisial ADM diduga telah membangun pagar tembok rumah hingga melewati parit jalan.
”Oknum kades tersebut telah membangun pagar rumah diduga melewati parit ruas jalan yang saat ini tengah dikerjakan di Dusun 3,” ujar Silalahi, Kamis (26/3).
Ia bahkan menduga pembangunan pagar rumah tersebut tanpa dilengkapi dengan persetujuan bangunan gedung (PBG) dari Dinas PMPTSP Kabupaten Batubara.
Aktivis masyarakat menyesalkan sikap oknum kades selaku pejabat publik yang justru membuat contoh tidak baik.
Terkait hal itu, Silalahi meminta Bupati Batubara Baharuddin Siagian, Ketua DPRD Batubara Safi’i, Kadis PMPTSP dan Sat Pol PP Batubara agar menegur oknum kades tersebut.
”Saya juga meminta pejabat terkait agar segera memerintahkan pembongkaran pagar tembok yang dibangun hingga diatas lening jalan,” pintanya.
Apa yang dilakukan oknum kades dengan mempertontonkan pembangunan pagar tembok yang menyalahi ketentuan dikhawatirkan Silalahi akan diikuti warga lainnya.(lib/azw)
Oknum Kades Diduga Bangun Pagar Rumah Bermasalah

Pemerintah Kabupaten Nisel Peringati Hari Jadi ke-22, Sokhiatulo: Momen Bersejarah bagi Masyarakat

NISEL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias Selatan (Nisel) melaksanakan acara peringati hari jadi ke-2 Kabupaten Nisel 2025 di Lapangan Orurusa, Kecamatan Teluk Dalam. Senin (28/7). Pada acara tersebut diselingi berbagai tarian tiap kecamatan serta pelepasan 22 ekor burung merpati oleh Forkompinda sebagai tanda hari jadi Kabupaten Nisel.
Bupati Nisel, Sokhiatulo Laia dan Wakil Bupati Nisel Ir Yusuf Nache ST MM bersama-sama menyampaikan sambutan secara bergantian dalam rangka memperingati hari jadi Nisel.
Sokhiatulo Laia dalam sambutannya, menyampaikan bahwa perayaan hari jadi Kabupaten Nisel di Tahun 2025 merupakan momentum bersejarah bagi kehidupan seluruh masyarakat Kabupaten Nisel
Sebagaimana diketahui, pemekaran Kabupaten Nisel merupakan wujud hasil peran para orangtua terdahulu sesuai dengan sejarah singkat Kabupaten Nisel disampaikan oleh Ketua Umum Bamuspernis.
”Betapa susahnya perjuangan yang dilaksanakan oleh pejuang Kabupaten Nisel pada masa itu. Kita sebagai warga dan bangsa yang baik kita patut berterimakasih kepada pejuang-pejuang pemekaran Kabupaten Nisel yang bersatu padu dalam wadah Bamuspernis,” ucap Sokhiatulo Laia.
Sementara, Wakil Bupati Nisel Ir Yusuf Nache ST MM mengucapkan terima kasih kepada forum kepala daerah (Forkada) se- Kepulauan Nias, forum komunika pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Nisel dan seluruh undangan yang telah hadir untuk merayakan hari ulang tahun Kabupaten Nisel.
”Melalui momentum berbahagia ini kami mengajak kita semua ‘Talabu Ta’ehaogo Mbanuada, Nias Selatan Rumah Kita’ agar terwujud masyarakat Nisel yang Adil Makmur, Berdaya Saing, Inovatif, Berkelanjutan dan Lestari Berkeadaban dalam berbagai aspek kehidupan sosial,” harap Yusuf Nache.
Lebih lanjut, Yusuf Nache mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah bersusah payah untuk mempersiapkan acara yang cukup sederhana ini.
“Semoga semangat juang ini tetap kita pertahankan, baik dalam tugas sehari – hari terlebih-lebih dalam pelayanan masyarakat (publik),” tuturnya.
”Sekali lagi kami menyampaikan, kami mengajak seluruh masyarakat Nias Selatan agar tidak melupakan sejarah perjuangan Kabupaten Nisel, seraya bersujud dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kiranya segala cita-cita dan harapan kita diberkati oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tuturnya.
Pada acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Nias Barat, mantan Wakil Bupati Nisel, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Nisel, Forkopimda Kabupaten Nias Selatan, Ketua Umum/Pengurus Dan Segenap Anggota BPP Bamuspernis, Sekda Nisel, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Nisel, Ketua Dharma Wanita Persatuan & Seluruh Organisasi Wanita se Kabupaten Nisel, Pimpinan Lembaga dan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN/BUMD, Pimpinan Bank dan Perguruan Tinggi di Nisel, pimpinan partai politik, tokoh masyarakat/agama/adat, tokoh wanita, insan pers, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan/Kepemudaan dan Masyarakat Nisel. (eri/azw)
Lansia Tewas di Kamar Mandi Rumah

TEBINGTINGGI-Warga Kota Tebingtinggi digegerkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang meninggal dunia di dalam kamar mandi rumahnya, Kamis malam (26/3). Korban tewas diduga akibat penyakit yang dieritanya.
Peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga Lingkungan III Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Tebingtinggi kota, Gang Hidayah 02 atau yang biasa di kenal Gang Becek.
Menurut kepala lingkungan (kepling) setempat dan jiran tetangga mengatakan korban diketahui bernama Abdul Somad (71), yang sehari-hari tinggal seorang diri di rumahnya.
Saat berada di lokasi, warga sekitar membenarkan bahwa korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya. Kecurigaan muncul karena Abdul Somad, yang biasanya beraktivitas seperti biasa, tidak terlihat selama dua hari terakhir.
“Kami merasa heran, biasanya Pak Somad terlihat beraktivitas, tapi sudah dua hari ini tidak pernah terlihat,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga kemudian berupaya memanggil korban, namun tidak mendapat respons. Karena khawatir, mereka akhirnya berinisiatif membuka pintu rumah yang terkuci dari dalam dan sepakat mendobrak pintu rumah untuk memastikan kondisi korban.
Warga dibuat terkejut saat memasuki rumah dan mencium aroma tidak sedap. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam kamar mandi yang terkunci dari dalam.
Korban ditemukan tanpa busana dalam posisi telentang, dengan kondisi tubuh yang telah membengkak dan mulai membusuk.
Peristiwa tersebut langsung ditangani pihak Polsek Padanghulu AKP Rudi Asman, bersama Piket Pawas Iptu Thomson Simanjuntak. Mereka langsung ke lokasi kejadian bersama personel untuk melakukan penanganan awal.
Petugas kemudian melakukan pengamanan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) serta menggelar olah TKP bersama Tim Inafis Polres Tebingtinggi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit seperti asam urat, sakit pinggang, dan katarak. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat terjatuh di kamar mandi. Saat ini, Polres Tebingtinggi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian korban. (mag-3/azw)
Penguatan Sektor Perikanan Tangkap, DKP Sumut Kembangkan di Empat Daerah

MEDAN- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong penguatan sektor perikanan tangkap melalui program strategis daerah yang berfokus pada pengembangan kawasan komoditas unggulan hingga ke tahap hilirisasi.
Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan hasil tangkapan nelayan dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumatera Utara Supriyanto, menjelaskan bahwa program ini telah disusun sebagai bagian dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) hingga tahun 2029.
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak lagi sebatas pada penangkapan ikan, melainkan mencakup seluruh rantai produksi hingga produk akhir.
“Program ini kita rancang sampai ke hilir. Jadi bukan hanya nelayan menangkap ikan, tapi bagaimana hasil tangkapan itu bisa diolah, dikembangkan, dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Supriyanto saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos, Jumat (27/3/2026).
Dalam program tersebut, pemerintah menetapkan beberapa komoditas unggulan yang akan dikembangkan di sejumlah wilayah pesisir. Untuk komoditas ikan teri, pengembangan difokuskan di Kabupaten Asahan, Kota Tanjung Balai, dan Kabupaten Batubara. Sementara itu, komoditas ikan asin akan dikembangkan di Kota Sibolga.
Berbagai bentuk bantuan disiapkan untuk mendukung pengembangan tersebut. Untuk pengolahan ikan teri, pemerintah akan memberikan bantuan berupa alat pengering dan peralatan produksi. Sedangkan di Sibolga, bantuan difokuskan pada pembangunan rumah pengasapan ikan asin guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
Selain itu, bantuan utama juga mencakup sarana penangkapan ikan seperti kapal berukuran 5 Gross Tonnage (GT), alat tangkap, serta mesin kapal. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi nelayan secara signifikan.
“Untuk nelayan, kita bantu kapal, alat tangkap, dan mesin. Sementara untuk hilirisasi, kita siapkan alat pengolahan seperti pengering ikan teri dan rumah asap untuk ikan asin,” kata Supriyanto.
Supriyanto menambahkan, penentuan lokasi penerima bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota setempat. Sejumlah wilayah yang telah diusulkan antara lain Batu Mare, Tanjung Mare, serta Sibolga yang saat ini juga tengah mengalami tekanan ekonomi.
Menurut Supriyanto, permintaan bantuan kapal 5 GT dari nelayan di Sibolga menjadi salah satu prioritas, mengingat kapal tersebut dinilai lebih produktif dibandingkan perahu tradisional.
“Di Sibolga itu mereka minta kapal 5 GT, karena hasil tangkapannya jauh lebih besar dibandingkan sampan. Ini tentu kita pertimbangkan sebagai upaya meningkatkan pendapatan nelayan,” jelasnya.
Program ini juga diarahkan untuk membantu kelompok nelayan yang terdampak bencana maupun tekanan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir. Setidaknya lima kelompok nelayan di wilayah Asahan, Tanjung Balai, Batubara, dan Sibolga menjadi sasaran awal penerima manfaat.
Pemerintah berharap, melalui bantuan yang diberikan, para nelayan dapat segera pulih sekaligus meningkatkan taraf ekonomi mereka secara berkelanjutan. “Harapan kita, kelompok nelayan ini bisa bangkit, produksi meningkat, dan pendapatan mereka juga ikut naik,” ungkap Supriyanto.
Terkait proses pelaksanaan, Supriyanto menyebutkan bahwa pengadaan kapal diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima bulan. Ia memastikan bahwa informasi lebih rinci mengenai jadwal dan teknis pelaksanaan akan disampaikan dalam waktu dekat.
Dengan pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara optimistis sektor perikanan tangkap dapat menjadi salah satu pilar penggerak ekonomi daerah, khususnya di wilayah pesisir.(san/ila)
NT Corp Akan Bangun PLTMH di Dairi, Serahkan 5.000 Bibit Pohon Produktif

DAIRI-Pemerintah Kabupaten Dairi menerima dukungan pembangunan dari NT Corp berupa rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan penanaman 5.000 bibit pohon produktif.
Bupati Vickner Sinaga menyambut kunjungan Presiden Komisaris NT Corp, Nurdin Tampubolon, di Pendopo Bupati, Jumat (27/3/2026). Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Pemkab Dairi, termasuk Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala dan Sekretaris Daerah Surung Charles Bantjin.
Dalam pertemuan itu, Vickner memastikan NT Corp akan membangun satu hingga dua PLTMH di Dairi untuk mendukung ketersediaan energi berkelanjutan di wilayah tersebut.
Selain itu, Nurdin Tampubolon menyerahkan 5.000 bibit pohon produktif yang akan ditanam dan dirawat di berbagai lokasi di Dairi. “Kehadiran NT Corp di Dairi merupakan dukungan nyata bagi pembangunan daerah. Semoga ini membawa dampak positif bagi masyarakat,” kata Vickner.
Nurdin menyampaikan bahwa kunjungannya bukan sekadar wisata, tetapi ingin melihat potensi Dairi lebih dekat dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan. “Kami ingin mendukung kemajuan Dairi, terutama melalui pengembangan energi dan lingkungan,” ujarnya.
NT Corp sendiri merupakan kelompok usaha yang bergerak di berbagai sektor, termasuk perkebunan kelapa sawit, media, properti, energi, nikel, dan teknologi, dengan beberapa anak usaha seperti PT BUM dan Nusantara TV.
Pemkab Dairi optimistis dukungan NT Corp akan mempercepat pembangunan energi berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (rud/ila)
Kisah Arika, Korban Kecelakaan di Padangtualang, Dari Melawan Penyakit hingga Rencana Pernikahan

Suasana duka menyelimuti Dusun I Tambusai, Desa Besilam, Kecamatan Padangtualang. Rumah sederhana milik Rustam Efendi dipadati warga yang datang silih berganti. Mereka ingin mengantar kepergian Arika Sahfitri (24), perempuan muda yang tutup usia dalam kecelakaan tragis di Jalan Padangtualang–Tanjungpura.
Teddy Akbari, Langkat
Isak tangis tak terbendung saat jenazah Arika diberangkatkan usai Salat Jumat. Ia dimakamkan di Perkampungan Babussalam, berdampingan dengan pusara sang ibu, Rahmah, yang telah lebih dulu berpulang pada 2008 silam.
Bagi Rustam, kepergian anak keduanya itu meninggalkan duka mendalam baginya. Di matanya, Arika adalah sosok pejuang perempuan yang sejak kecil sudah ditempa ujian hidup. “Kenangan anak saya ini terlalu banyak. Waktu masih sekolah dasar, dia pernah sakit parah sampai mengeluarkan banyak darah. Saya sangat cemas waktu itu,” ujar Rustam dengan suara bergetar, Jumat (27/3/2026).
Namun takdir kala itu masih memberi waktu. Arika perlahan sembuh, kembali tumbuh, dan melanjutkan hidup seperti anak-anak lainnya. Meski begitu, ujian tak sepenuhnya pergi. Saat mulai bekerja, ia kembali diuji dengan penyakit usus buntu yang sempat membuat keluarganya kembali diliputi kekhawatiran.“Waktu itu dia kerja, tiba-tiba sakit lagi. Saya benar-benar sedih dan kewalahan,” kenangnya.
Di balik semua perjuangan itu, Arika ternyata tengah menata masa depan. Ia sempat mengutarakan niat untuk menikah di tahun 2026. Bahkan, rencana itu disusunnya dengan menunggu sang kakak lebih dulu menikah setelah Lebaran. “Dia bilang, setelah kakaknya menikah, baru dia menyusul. Itu terakhir kali dia cerita sama saya,” kata Rustam lirih.
Sosok laki-laki yang disebut-sebut akan menjadi pendamping hidupnya adalah Rizki Setiawan (25), yang juga menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Meski belum ada pembicaraan resmi antar keluarga, niat itu telah tumbuh di antara keduanya. Namun, rencana itu kini tinggal kenangan.
Bagi Rustam, kepergian Arika tidak ada berfirasat apapun. Sama halnya waktu kepergian ibunya wafat pada 2008 silam. “Ibunya meninggal Tahun 2008 tepat 12 Idulfitri, sedangkan Arika 7 Idulfitri. Memang Arika yang sering ingat sama ibunya,” katanya.
Peristiwa nahas terjadi Kamis siang (26/3/2026). Arika dan Rizki berboncengan mengendarai sepeda motor menuju undangan temannya di Lubuk Tapah. Saat itu, Rustam tengah menunaikan Salat Zuhur di masjid kampung.
Sebuah pesan singkat menjadi kenangan terakhir yang ditinggalkan Arika. “Dia sempat kirim SMS, bilang kunci rumah dititipkan. Itu saja,” tutur Rustam.
Tak lama setelahnya, kabar duka datang. Dari keluarga di samping rumah, ia mendapat informasi bahwa anaknya mengalami kecelakaan. Dengan langkah tergesa, ia menuju lokasi kejadian di kawasan Bukit Rejo.
Sampai di lokasi, tubuh Arika telah terbaring kaku di jalan. Rustam bahkan tak sempat memastikan sendiri, karena warga sudah lebih dulu mengenali identitas putrinya melalui KTP yang ditemukan di tempat kejadian. “Perasaan saya hancur. Tidak ada firasat apa pun sebelumnya,” ucapnya pelan.
Kecelakaan itu sendiri melibatkan sepeda motor yang ditumpangi korban dengan sebuah dump truk dan mobil dari arah berlawanan. Berdasarkan keterangan Budi Sihotang, peristiwa terjadi saat korban diduga hendak mendahului truk di jalan sempit dan berkelok. Ruang gerak yang terbatas membuat sepeda motor kehilangan kendali, hingga akhirnya kedua korban terjatuh dan terlindas ban truk.
“Karena jalan yang sempit, tidak ada ruang gerak yang cukup untuk untuk sepeda motor Honda Beat bergerak, sehingga pada saat sudah berada di samping kanan dump truk, sepeda motor Honda Beat oleng ke kiri dan bersentuhan dengan bagian samping kanan dum truk,” kata Budi.
Rizki sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Ia lebih dulu dimakamkan pada Kamis malam. Sementara Arika mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian. Kepergian keduanya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar yang mengenal mereka sebagai pribadi baik. (*)
Pemko Gelar Tepung Tawar 223 Peserta Manasik Haji di Binjai

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Binjai menggelar tepung tawar dan manasik haji yang diikuti sebanyak 233 peserta. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Umar Baki, Kamis (26/3/2026). Tujuan dari kegiatan ini untuk memantapkan kesiapan fisik dan mental para jamaah sebelum bertolak ke tanah suci.
Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi menyatakan, ibadah haji merupakan kehormatan besar yang menuntut kesiapan menyeluruh dari pada jamaah. Kesiapan dimaksud baik dari sisi pemahaman maupun kondisi kesehatan.
Orang nomor dua di Pemko Binjai yang karib disapa Jiji itu menyebut, manasik haji merupakan sarana penting dalam memberikan edukasi terkait regulasi dan tata cara pelaksanaan ibadah haji secara komprehensif.
Fokus utama kegiatan ini adalah membentuk jamaah yang mandiri, sehingga mampu menjalankan seluruh rangkaian rukun haji dengan khusyuk tanpa kendala teknis di lapangan. Dari Kota Binjai, sebanyak 223 calon jamaah haji yang akan berangkat dengan pendampingan enam petugas profesional.
Seluruh jamaah asal Binjai dipastikan tergabung dalam Kloter 1, yang dinilai memberikan kemudahan dalam koordinasi keberangkatan.
Sebagai bentuk perhatian dan tradisi khas, Pemko Binjai juga membekali para jamaah dengan makanan khas daerah, seperti bumbu pecal, sambal teri kacang, dan permen jahe.
Bekal tersebut diharapkan dapat membantu menjaga selera makan sekaligus stamina jamaah selama berada di Arab Saudi. “Menu lokal ini disiapkan sebagai penawar rindu akan kampung halaman. Kami berharap bekal ini dapat meningkatkan selera makan jamaah sehingga kesehatan mereka tetap terjaga selama menjalankan ibadah,” kata Jiji.
Dia juga berpesan agar seluruh jamaah senantiasa meluruskan niat, menjaga kekompakan, serta mematuhi arahan petugas pembimbing. “Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kekuatan hingga kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” pungkasnya. (ted/ila)
Promo Spesial Pre-Order Samsung Galaxy S26 Series Dapat Telkomsel Halo

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel menghadirkan promo pre-order Samsung Galaxy S26 Series dengan bundling spesial Halo+ untuk 12 bulan. Penawaran ini memberikan kesempatan kepada pelanggan Telkomsel untuk mendapatkan kuota internet 53GB dan kuota eSIM 8 GB per bulan selama 12 bulan, serta gratis langganan premium layanan digital, seperti Disney+, Vidio, WeTV, dan lainnya. Promo dapat diikuti pelanggan hingga 31 Maret 2026.
Vice President Consumer Business Area Sumatera Telkomsel, Saki H. Bramono, mengatakan, “Promo spesial pre-order Samsung Galaxy S26 Series ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki smartphone tipe terbaru dan keuntungan layanan komunikasi digital maksimal dengan harga terjangkau.”
Semua varian Samsung Galaxy S26 Series sudah dapat menggunakan eSIM Telkomsel. Keuntungan penggunaan eSIM pada Samsung seri terbaru ini dapat mengaktifkan 2 nomor sekaligus dalam 1 smartphone. Samsung Galaxy S26 Series pun sudah bisa digunakan di jaringan 5G Telkomsel.
Promo pre-order berlaku untuk produk Samsung Galaxy S26 Ultra, Samsung Galaxy S26+, dan Samsung Galaxy S26. Penawaran bisa didapatkan secara offline melalui outlet Erafone, Digiplus, BliBli, Samsung Store, dan Planet Gadget. Informasi selengkapnya dapat diakses melalui www.telkomsel.com/bundling/
Hangatnya Pelayanan di KUA Medan Perjuangan: Menghapus Kakunya Birokrasi dengan Sajian Kue Lebaran
MEDAN, SumutPos.co– Ada yang berbeda di ruang tunggu Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan, Kamis (26/03). Alih-alih disambut dengan wajah kaku di balik tumpukan berkas, warga yang datang justru disambut dengan senyuman hangat dan deretan stoples berisi aneka kue khas Idulfitri yang menggugah selera.
Suasana pasca-libur Lebaran yang biasanya identik dengan ketegangan administrasi dan antrean yang membosankan, disulap oleh instansi di bawah naungan Kementerian Agama ini menjadi momen silaturahmi yang penuh kehangatan.
Kepala KUA Medan Perjuangan, H. Ramlan, MA, mengungkapkan, langkah ini bukanlah sekadar basa-basi seremonial. Di balik sajian nastar dan putri salju yang tersusun rapi, terdapat filosofi pelayanan yang mendalam: memanusiakan manusia.
“Kami ingin memecahkan stigma bahwa kantor pemerintahan itu kaku dan menegangkan. Sebaliknya, kami ingin setiap tamu merasa seperti sedang berkunjung ke rumah kerabat sendiri,” ujar Ramlan sembari menyapa warga yang baru masuk.
Pria yang dikenal progresif ini tampak duduk bersahaja di sela kesibukannya. Sesekali ia mempersilakan warga mencicipi kudapan yang tersedia sebelum mereka mulai mengurus keperluan administratif.
Bagi Ramlan, pelayanan publik bukan hanya soal dokumen, melainkan tentang menyentuh sisi kemanusiaan..“Menyajikan kue Lebaran adalah cara sederhana kami agar masyarakat merasa lebih dekat. Kami ingin membangun kedekatan emosional, sehingga tidak ada lagi rasa sungkan atau canggung saat berurusan di sini,” tambahnya dengan nada rendah hati.
Visi yang diusung Ramlan sangat jelas: menjadikan KUA tempat yang nyaman, ramah, dan inklusif. Ia menegaskan bahwa setiap warga—tanpa memandang status atau tujuan kedatangannya—berhak mendapatkan perlakuan yang memuliakan. Kue-kue di atas meja itu adalah simbol bahwa pintu KUA Medan Perjuangan terbuka lebar bagi siapa saja.
Misi “manis” ini pun dijalankan dengan kompak oleh seluruh staf. Mereka tidak hanya sigap memeriksa kelengkapan dokumen pernikahan atau memberikan konsultasi keagamaan, tetapi juga luwes dalam menjamu warga. Sinergi inilah yang membuat atmosfer kantor terasa lebih hidup dan humanis.
Respon masyarakat pun sangat positif. Fatma, seorang calon pengantin yang sedang mengurus berkas pernikahan, mengaku terkejut sekaligus terkesan. “Sajian kue Lebaran ini sangat inspiratif. Saya melihat KUA hari ini adalah wajah instansi pemerintah yang dekat dan melekat kepada masyarakat. Saya berharap layanan seperti ini tidak hanya ada di momen Lebaran saja,” ungkap Fatma yang awalnya datang dengan raut wajah serius namun perlahan mencair setelah ditawari penganan kecil.
Ramlan meyakini bahwa lingkungan yang nyaman akan membuat komunikasi antara petugas dan warga berjalan lebih efektif. Masalah-masalah pelik yang dikonsultasikan warga pun diharapkan dapat diselesaikan dengan kepala dingin karena diawali dengan suasana santai.
Sore itu, KUA Medan Perjuangan memberikan pelajaran berharga bagi dunia birokrasi: bahwa profesionalisme kerja bisa berjalan beriringan dengan kehangatan tradisi. Sebuah stoples kue mungkin terlihat sederhana, namun di sana tersimpan pesan besar tentang melayani dengan hati, menjadikan urusan pemerintahan terasa jauh lebih manis dan membumi. (omi/adz)
Wali Kota Medan Targetkan Perbaikan Total 31 Faskes Dalam Waktu Dekat
MEDAN – Komitmen Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan semakin nyata.
Ia mengungkapkan Pemko Medan akan melakukan pembangunan ulang dan revitalisasi terhadap puluhan Puskesmas dan Puskesmas Pembantu yang ada di Kota Medan.
Hal tersebut disampaikan Rico Waas usai meninjau Puskesmas Rengas Pulau di Jalan Marelan V Pasar II Barat, Kec. Medan Marelan, Kamis (26/3/2026).
Dalam kunjungannya itu, Rico Waas didampingi Kadis PKP2R Kota Medan John Ester Lase, Plt Kadis Kesehatan Kota Medan Surya Syahputra, Sekretaris Dinas Kominfo Kota Medan Budi Hariono, Kabag Prokopim Arafat Syam, Camat Medan Marelan Zulkifli S Pulungan, serta Kepala UPT Puskesmas Rengas Pulau, dr. Voidance Bakara.
Saat meninjau satu persatu ruangan, Rico Waas mendapati sejumlah fasilitas yang membutuhkan perbaikan. Selain ruangan yang sempit, sebagian plafon juga sudah ada yang rusak.
Untuk itu, Rico Waas memastikan Puskesmas Rengas Pulau ini menjadi salah satu prioritas utama untuk dibangun ulang. Apalagi Dirinya mengungkapkan bahwa wilayah tersebut memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, sehingga membutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni, efektif dan efiien.
“Kami memastikan Puskesmas Rengas Pulau ini layak untuk dibangun ulang, nanti akan kami sesuaikan dengan ukurannya. Rencananya dalam satu atau dua bulan ke depan, proses pengerjaan sudah bisa dimulai,” kata Rico Waas.
Tidak hanya di Medan Marelan, proyek besar yang akan merubah wajah baru dunia kesehatan di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu rencananya akan dilakukan di 31 fasilitas kesehatan.
“Perbaikan total akan kita lakukan, tiga Puskesmas akan dibangun ulang, ada di Medan Tuntungan, Medan Marelan dan Medan Timur, sedangkan 28 lainnya akan dilakukan revitalisasi termasuk Puskesmas Pembantu,” ujar Rico Waas.
Rico Waas juga menegaskan bahwa inti dari perbaikan fasilitas pelayanan kesehatan ini adalah peningkatan kualitas dari pelayanan kesehatan itu sendiri.
“Jangan sampai gedungnya sudah bagus, tapi pelayanannya masih minimal. Artinya pelayanan harus maksimal. Kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa dunia kesehatan kita mau berubah menjadi lebih baik, karena ini adalah wajah kesehatan yang mengena langsung ke masyarakat,” tegasnya seraya menambahkan jangan ada lagi masyarakat yang tertunda atau ditolak saat membutuhkan bantuan medis di Puskesmas. (map/ila)



