25 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 7

Rico Waas Pimpin Apel Pasca Idulftri 1447 H, Ajak ASN Tancap Gas Bangun Kota dan Tingkatan Pelayanan

APEL: Wali Kota Medan Rico Wass saat pimpin Apel pasca Idulfitri.
APEL: Wali Kota Medan Rico Wass saat pimpin Apel pasca Idulfitri.

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin apel perdana pasca libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Kantor Wali Kota Medan, Rabu (25/3/26).

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk kembali fokus bekerja dan “tancap gas” dalam melayani masyarakat serta membangun Kota Medan ke arah yang lebih baik.

Apel yang dihadiri Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman dan segenap Pimpinan Perangkat Daerah, Camat, Lurah, hingga jajaran direksi perusahaan daerah ini menjadi momentum awal untuk mengembalikan ritme kerja setelah bulan Ramadan dan libur Lebaran.

“Apel pagi hari ini memiliki makna lebih dari sekadar rutinitas. Ini adalah momentum untuk menata kembali ritme kerja, menegaskan tanggung jawab, serta menyelaraskan arah pengabdian kita kepada masyarakat,” kata Rico Waas.

Mengawali arahannya, Rico Waas juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh jajaran Pemko Medan, seraya mengajak menjadikan semangat Ramadan sebagai kekuatan moral dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Rico Waas juga menyampaikan visi pembangunan Kota Medan ke depan, yakni mewujudkan Medan Berdaya yang inklusif, maju, dan berkelanjutan melalui semangat Transformasi Medan Satu Data.

Menurut Rico Waas, pembangunan kota harus dilakukan secara terarah, berbasis data, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Ke depan, setiap kebijakan tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan, tetapi harus berbasis data dan riset agar tepat sasaran,” tegasnya.

Selanjutnya Rico Waas juga menekankan sejumlah prioritas pembangunan, di antaranya penguatan identitas kota berbasis budaya dan multikulturalisme, pemerataan pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kualitas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis digital.

Selain itu, Rico Waas memberi perhatian khusus pada penataan kota, kebersihan lingkungan, serta kedisiplinan masyarakat dalam menaati aturan. Ia meminta camat, lurah, dan perangkat daerah memastikan kebersihan wilayah hingga ke tingkat lingkungan terkecil.

“Kota ini harus bersih, tertib, dan teratur. Tidak hanya di pusat kota, tetapi juga hingga ke wilayah pinggiran. Hal ini sejalan dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui gerakan ASTRI”, ujar Rico Waas.

Di sektor fasilitas publik, Rico Waas mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat aset yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Ia juga menyoroti perlunya peningkatan penerangan jalan di kawasan rawan guna mencegah kecelakaan dan tindak kejahatan. Termasuk mengaktifkan 2.001 poskamling di seluruh wilayah Kota Medan.

“Saya ingin di tahun ini seluruh poskamling di 2.001 lingkungan aktif agar siskamling dapat berjalan,” ucap Rico Waas.

Sementara itu, dalam bidang sosial, Pemko Medan tahun ini menargetkan tambahan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10.000 warga. Rico Waas menegaskan bantuan tersebut harus tepat sasaran dan berbasis data.

Tak hanya itu, Rico Waas juga menyoroti persoalan kesehatan, khususnya masih ditemukannya kasus gizi buruk di Kota Medan.

Dirinya meminta seluruh jajaran kewilayahan aktif melakukan pendataan dan penanganan cepat terhadap kasus serupa.
“Tidak boleh ada lagi anak dengan gizi buruk di kota ini. Jika ditemukan, segera laporkan dan bawa ke fasilitas kesehatan untuk ditangani,” tegas Rico Waas.

Di sisi lain, Rico Waas juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, serta pemanfaatan platform digital agar pelaku usaha lokal dapat naik kelas.

Di akhir sambutannya, Rico Waas menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan ada lagi pungli, jangan ada pelayanan yang berbelit. Kita harus bekerja dengan tulus, ikhlas, dan penuh integritas,” pesan Rico Waas

Rico Waas juga mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai titik awal semangat baru dalam membangun Kota Medan.

“Libur sudah selesai, mari kita tancap gas. Selesaikan pekerjaan yang tertunda dan bersama-sama kita perbaiki Kota Medan yang kita cintai,” pungkas Rico Waas.

Usai apel, Wali Kota Medan Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap bersama Sekda bersalaman dan saling memaafkan dengan Pimpinan Perangkat Daerah serta Camat dan Lurah, dan seluruh ASN. Kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi dan halal bihalal. (map/ila)

Salat Idulfitri 1447 H, Rico Waas Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Bangun Medan untuk Semua

SALAT: Wali Kota Medan Rico Tri Putri Bayu Wass bersama jamaah saat Salat Idulfitri.
SALAT: Wali Kota Medan Rico Tri Putri Bayu Wass bersama jamaah saat Salat Idulfitri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar Pemko Medan di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (21/3/2026).

Ribuan masyarakat memadati lokasi sejak pagi hari untuk menunaikan ibadah sekaligus merayakan hari kemenangan bersama.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir bersama Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekretaris Daerah Wiriya Alrahman, Ketua TP PKK Kota Medan Ny. Airin Rico Waas, serta istri Wakil Wali Kota Medan Ny. Martinijal Zakiyuddin Harahap serta Ketua Dharmawanita Kota Medan Ny Ismiralda Wiriya Alrahman serta Tokoh masyarakat dan Tokoh agama.

Kehadiran jajaran Pemko Medan di tengah masyarakat menambah hangatnya suasana Idulfitri yang penuh makna.

Pada pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H ini bertindak sebagai Khatib Ir. H. Tifatul Sembiring dan Imam salat Adnan Tumangger, Spd.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam membangun kota. Dengan semangat Medan untuk Semua, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan di berbagai sektor.

“Idulfitri ini menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali bersatu, memperkuat kebersamaan, dan bersama-sama membangun Kota Medan yang kita cintai,” kata Rico Waas.

Rico Waas menyadari bahwa Kota Medan yang majemuk membutuhkan pendekatan yang tidak sederhana dalam menyatukan berbagai elemen masyarakat. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan dan pendekatan yang tepat kepada setiap kelompok.

“Semua elemen harus dirangkul satu per satu dengan cara komunikasi yang berbeda-beda. Kita paham Medan ini sangat majemuk, jadi tidak bisa sekali jalan langsung selesai. Ini butuh proses terus-menerus,” jelas Rico Waas

Lebih lanjut, Rico Waas juga memaknai Idulfitri sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi dan otokritik, khususnya dalam upaya pembangunan kota. Ia menyinggung peristiwa banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Medan sebagai pengingat penting bagi semua pihak.

“Kita baru saja melewati bencana. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih memperhatikan lingkungan dan sesama. Pembangunan infrastruktur harus diperkuat agar masyarakat lebih berdaya dan kota kita semakin tangguh ke depan,” ujar Rico Waas

Menurut Rico Waas pembangunan yang dilakukan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Dengan demikian, hasil pembangunan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh warga.

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda, khususnya Gen Z di Kota Medan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif serta memanfaatkan teknologi secara bijak.

Orang nomor satu di Pemko Medan ini juga menyoroti tiga hal utama yang harus dihindari generasi muda, yakni penyalahgunaan narkoba, praktik judi, serta penggunaan teknologi yang tidak produktif.

“Kita yang harus mengendalikan teknologi, jangan sampai kita yang dikendalikan. Gunakan gadget untuk hal-hal yang produktif, untuk berusaha dan membangun masa depan, bukan sekadar menjadi penonton,” jelas Rico Waas.

Terkait hari raya Idulfitri, Rico Waas berharap semangat Idulfitri yang sarat dengan nilai kebersamaan, keikhlasan, dan saling memaafkan dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat hari raya.

Dirinya optimistis, dengan dukungan dan kolaborasi seluruh masyarakat, Kota Medan dapat terus berkembang menjadi kota yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.

“Semoga semangat Idulfitri ini terus kita bawa dalam setiap langkah kita membangun Medan, menjadikan kota ini rumah yang nyaman untuk semua,” pungkasnya.

Sebelumnya dalam tausyiah yang disampaikan Khatib Ir H Tifatul Sembiring menyampaikan pada hari ini dengan berhati kita meninggalkan bulan suci Ramadan nan penuh berkah. Di mana Allah SWT pada hari-harinya telah mencurahkan rahmah, memberikan kucuran magrifahnya serta membebaskan manusia dari siksaan api neraka.

“Mudah-mudahan segala perjuangan amal ibadah kita, rukuk kita sujud kita, qiyam kita diterima Allah SWT. Semakin Taqarrub kita kepada Allah SWT serta memberikan buah ibadah yang dijanjikan itu derajat Taqwa”, katanya.

Di momentum Idulfitri 1447 H, Tifatul Sembiring berharap Allah SWT dapat menjauhkan kita dari musibah. Mengingat belakangan ini banyak musibah yang menimpa negeri yang kita cintai.

“Semoga kita semua rakyat di negeri tercinta Indonesia ini dijauhkan dari segala macam musibah dan bencana,” ucapnya. (map/ila)

Selamatkan Hutan Lindung: Sinergi Multi-Pihak Larang Penanaman Sawit di Perhutanan Sosial Mariah Nagur

SERDANG BEDAGAI – Upaya menjaga integritas hutan lindung kembali diperkuat melalui langkah preventif dan edukatif. Kelompok Tani Hutan (KTH) Lestari Hutan bersama Yayasan Conservation Development Forest (CDF), WALHI Sumatera Utara, dan KPH Wilayah II Pematangsiantar melakukan pemasangan plang imbauan larangan penanaman kelapa sawit di Desa Mariah Nagur, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai pada 10-12 Maret 2026.

Langkah tegas ini diambil menyusul temuan analisis citra satelit yang mengidentifikasi adanya aktivitas penanaman sawit seluas 30 hektare dari total 690 hektare area Perhutanan Sosial di kawasan tersebut. Padahal, status lahan tersebut merupakan hutan lindung yang berfungsi vital sebagai penyangga kehidupan dan pengatur tata air.

Dalam rapat koordinasi di Kantor Balai Desa Mariah Nagur, KPH Wilayah II Pematangsiantar menegaskan bahwa seluruh area harus dikelola sesuai prinsip kelestarian. Tanaman kelapa sawit yang telah terlanjur ditanam wajib dibersihkan secara bertahap. Sebagai gantinya, masyarakat didorong mengoptimalkan tanaman hutan kayu atau Multipurpose Tree Species (MPTS) yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjaga fungsi ekologis.

“Pendirian plang ini adalah simbol komitmen bersama. Dengan penanda yang jelas, pengawasan aktivitas lahan akan lebih efektif,” ujar Drs. Mardan Saragih, Ketua Yayasan CDF Sumatera Utara.

Menyadari pentingnya aspek kesejahteraan, lembaga pendamping tidak hanya memberikan larangan, tetapi juga solusi nyata. Fritz Octo, Direktur Eksekutif CDF, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama WALHI Sumut telah memfasilitasi bantuan 10.000 bibit pohon karet dari PTPN 4 Gunung Para.

“Kami berkomitmen membantu proses transisi ini. Penggantian sawit ke tanaman hutan akan didukung dengan bantuan bibit dari berbagai instansi rehabilitasi hutan agar ekonomi masyarakat tetap terjaga,” tegas Fritz.

Pemerintah desa turut dilibatkan untuk melakukan sosialisasi langsung kepada anggota KTH yang terdampak. Pemasangan plang di titik strategis diharapkan menjadi pengingat visual agar tidak ada lagi aktivitas yang menyalahi aturan.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa program Perhutanan Sosial dapat berjalan beriringan antara kelestarian alam dan kesejahteraan warga, selama pengawasan dan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan. (rel/adz)

THR Spesial dari Telkomsel di Hari Raya Idulfitri

Telkomsel menghadirkan Program THR sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia dengan hadiah utama berupa satu unit motor New Honda Beat Streat yang dapat diikuti pelanggan mulai 14 – 28 Maret 2026 melalui pembelian paket di Aplikasi MyTelkomsel atau by.U.
Telkomsel menghadirkan Program THR sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia dengan hadiah utama berupa satu unit motor New Honda Beat Streat yang dapat diikuti pelanggan mulai 14 – 28 Maret 2026 melalui pembelian paket di Aplikasi MyTelkomsel atau by.U.

Medan – Telkomsel menghadirkan Tebar Hadiah Lebaran (THR) bagi pelanggan SIMPATI dan by.U yang berada di Wilayah Sumatera. Program ini memberikan kesempatan kepada pelanggan untuk mendapatkan beragam hadiah menarik hanya dengan belanja paket sebanyak-banyaknya melalui Aplikasi MyTelkomsel atau by.U.

Program THR merupakan bentuk apresiasi Telkomsel kepada pelanggan setia dengan hadiah utama berupa satu unit motor New Honda Beat Streat. Tak hanya itu, pelanggan juga berkesempatan mendapatkan hadiah lainnya, seperti smartphone, kamera, smart watchearphone, serta saldo e-wallet ratusan ribu rupiah. Program ini dapat diikuti pelanggan mulai 14 – 28 Maret 2026.

General Manager Consumer Business Growth and Channel Partnership Area Sumatera Telkomsel, Fachrul Rizzal, mengatakan, “Program Tebar Hadiah Lebaran memberikan kesempatan kepada pelanggan setia kami untuk mendapatkan tambahan THR dari Telkomsel di Hari Raya Idulfitri sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas pelanggan.”

Untuk mengikuti program ini, pelanggan cukup membeli paket dengan akumulasi transaksi minimal Rp1.000.000. Pengumuman pemenang akan dilakukan melalui Instagram @telkomselsumatera dan dihubungi langsung melalui call center resmi 188 paling lambat 30 hari setelah program berakhir. Seluruh hadiah tidak dapat ditukar dengan uang tunai atau pun produk lainnya.

“Ke depannya kami akan konsisten menghadirkan beragam program menarik dan berharap Telkomsel dapat selalu memenuhi kebutuhan komunikasi digital pelanggan di Sumatera,” tutup Fachrul.(rel)

Rutan Sidikalang Gencarkan Razia Blok Hunian, Petugas Sita Pisau Rakitan hingga Botol Kaca

FOTO BERSAMA: Kepala KPR Rutan Kelas IIB Sidikalang Brema Barus, foto bersama tim dan anggota TNI usai melakukan razia di Rutan itu, Sabtu (14/3) malam.SUMUT POS/istimewa.
FOTO BERSAMA: Kepala KPR Rutan Kelas IIB Sidikalang Brema Barus, foto bersama tim dan anggota TNI usai melakukan razia di Rutan itu, Sabtu (14/3) malam.SUMUT POS/istimewa.

DAIRI – Rumah Tahanan Negara Rutan Kelas IIB Sidikalang terus memperketat pengawasan terhadap warga binaan dengan menggelar razia insidentil di sejumlah kamar hunian. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap peredaran barang terlarang serta potensi praktik pungutan liar di dalam rutan.

Razia gabungan yang melibatkan petugas rutan dan unsur Tentara Nasional Indonesia tersebut dilaksanakan pada Sabtu (14/3) malam. Tim yang terdiri dari 17 personel menyisir sejumlah kamar hunian warga binaan di Blok Imam Bonjol secara teliti.

Kepala Rutan Sidikalang, Loviga Sembiring, melalui Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Brema Barus, mengatakan razia ini merupakan bagian dari langkah preventif untuk menjaga keamanan dan integritas pelayanan di lingkungan rutan.

Menurut Brema, kegiatan tersebut juga merupakan implementasi dari 13 program akselerasi yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia dalam memperkuat pengawasan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

“Tim yang berjumlah 17 orang melakukan penggeledahan terhadap kamar hunian nomor 16 hingga 23 di Blok Imam Bonjol secara teliti,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa razia yang dilakukan bukan sekadar rutinitas keamanan, tetapi merupakan langkah nyata untuk memastikan tidak ada barang terlarang maupun fasilitas yang disalahgunakan oleh warga binaan.

“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang bersih dan transparan. Razia gabungan ini adalah bukti nyata bahwa tidak ada ruang bagi barang ilegal maupun praktik pungli di Rutan Sidikalang,” tegas Brema.

Dari hasil penggeledahan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam kamar hunian warga binaan. Barang-barang yang disita di antaranya enam pisau rakitan, dua pisau cukur, satu gunting, delapan botol kaca, delapan mancis, dua sendok besi, serta sejumlah barang lain seperti penggaris besi, jarum, dan kartu remi.

Seluruh barang temuan tersebut langsung didata oleh petugas sebelum akhirnya dimusnahkan di tempat guna mencegah potensi penyalahgunaan di kemudian hari.

Brema menambahkan, sinergi antara pihak rutan dan TNI diharapkan mampu memperkuat sistem pengamanan serta menutup celah yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal di dalam rutan.

“Kerja sama ini penting untuk memutus potensi gangguan keamanan serta menjaga marwah institusi pemasyarakatan dari segala bentuk penyimpangan,” pungkasnya. (rud/ila)

Pelindo Regional 1 Salurkan 5.815 Paket Sembako

SALURKAN: Pelindo Regional 1 menyalurkan paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pelabuhan di wilayah kerjanya, Senin (16/3/2026).
SALURKAN: Pelindo Regional 1 menyalurkan paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pelabuhan di wilayah kerjanya, Senin (16/3/2026).

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 1 menyalurkan ribuan paket bantuan sembako kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pelabuhan di wilayah kerjanya, Senin (16/3/2026).

Secara keseluruhan, sebanyak 5.815 paket sembako didistribusikan kepada warga sebagai bagian dari program kepedulian sosial perusahaan.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan implementasi dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo Regional 1 yang bertujuan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang berada di sekitar area operasional pelabuhan.

Wilayah penerima bantuan meliputi sejumlah daerah yang berada dalam cakupan operasional Pelindo Regional 1, yakni Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau Daratan, dan Aceh. Proses distribusi dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan berbagai pihak agar bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1 Fadillah Haryono, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat di sekitar pelabuhan.

Menurutnya, kehadiran perusahaan di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada kegiatan operasional pelabuhan, tetapi juga harus memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial di sekitarnya.

“Melalui penyaluran ribuan paket sembako ini, kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Pelindo dan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas pelabuhan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa program sosial seperti ini akan terus dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi nyata perusahaan bagi masyarakat serta sebagai upaya memperkuat sinergi antara Pelindo Regional 1 dengan lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan tersebut, Pelindo Regional 1 berharap dapat terus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasionalnya.(san/ila)

Rico Waas Lantik Empat Pejabat Tinggi Pratama

LANTIK: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melantik empat Pejabat Tinggi Pratama.
LANTIK: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melantik empat Pejabat Tinggi Pratama.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan empat Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota, Jumat (13/3/2026).

Dalam arahannya, Rico Waas menekankan agar jabatan yang diemban dijalani dengan ikhlas karena tantangan ke depan akan semakin berat. “Embanlah jabatan ini dengan seikhlas hati dan setulus hati. Tanggung jawab yang diemban tidak hanya kepada pemerintah, tetapi juga kepada masyarakat dan kepada Tuhan,” kata Rico Waas dalam arahannya kepada para pejabat yang dilantik.

Pelantikan tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Wiriya Alrahman.

Empat pejabat yang dilantik yakni Rasyid Ridho Nasution, S.STP sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Medan.

Kemudian Hendra Ridho Gunawan Siregar, AP, M.Si dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan. Sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Medan.

Selanjutnya Wandro Abadi Agnellus Malau

dilantik sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan setelah sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) pada dinas tersebut.

Sementara itu, Ahmad Untung Lubis resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan setelah sebelumnya juga menjabat sebagai pelaksana tugas pada dinas yang sama.

Rico Waas mengatakan pelantikan tersebut dilakukan karena kebutuhan percepatan pembangunan di Kota Medan melalui dinas-dinas yang dipimpin para pejabat tersebut.

Menurutnya, peningkatan jabatan juga berarti peningkatan tanggung jawab yang tidak sederhana. Para pejabat diminta menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Secara khusus kepada Kepala DPMPTSP yang baru dilantik, Rico Waas menegaskan pentingnya meningkatkan profesionalitas dalam pengelolaan investasi dan pelayanan perizinan di Kota Medan.

“Tahun lalu nilai investasi kita cukup besar. Kalau tahun ini tidak mencapai target, tentu ada yang perlu dievaluasi dalam pola kerja. Investasi akan terus datang, tetapi bagaimana kita mengelolanya dengan baik itu menjadi tanggung jawab DPMPTSP,” ujarnya.

Kepada Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan, Rico Waas meminta agar segera memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM serta sektor perdagangan dan industri di Kota Medan.

Ia juga menyinggung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu tugas penting bagi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan. Program tersebut, kata Rico Waas, harus dapat dilaksanakan dengan baik di Kota Medan sekaligus memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan.

Sementara kepada Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Rico Waas menegaskan bahwa tugas yang diemban membutuhkan kesiapsiagaan tinggi karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.

Di akhir arahannya, Rico Waas kembali mengingatkan para pejabat yang dilantik agar tidak menyalahgunakan jabatan, termasuk menjadikannya sebagai sarana mencari keuntungan pribadi.

“Ingat sumpah dan janji jabatan saudara-saudara semua. Jangan jadikan jabatan untuk mencari keuntungan untuk diri sendiri. Pertanggungjawaban bukan hanya di dunia, tetapi juga kepada Tuhan,” pesannya. (map/ila)