Home Blog Page 6024

CCAI Sembelih 111 Ekor Hewan kurban

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Menyambut Lebaran Idul Adha 1439 H, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) menyembelih sebanyak 111 hewan kurban di sekitar pabrik dan sales office di seluruh Indonesia.

Penyerahan hewan kurban terdiri dari 18 ekor sapi dan 93 ekor kambing, dilakukan masing – masing operasional CCAI di berbagai daerah.

Program kurban dilakukan CCAI sebagai pilar bisnis yang beroperasi sejak tahun 1992, secara rutin melakukan kegiatan kurban setiap tahunnya.

” Kami bersyukur dapat merayakan bersama sama dengan masyarakat dan stakholder, bisa memperkuat silaturrahmi untuk bisa berbagi dengan cara berkurban. Kegiatan dilakukan secara menyeluruh di wilayah operasional dan sales office. CCAI,” ujar Kristy Nelwan, Head Of Communication, Coca- Cola Amatil Indonesia.

Untuk wilayah Medan, CCAI menyerahkan sebanyak 2 ekor sapi dan 7 ekor kambing yang diserahkan langsung oleh Dwi Hardjono, General Manager CCAI didampingin Ahmad Nasoha, Corporate Affairs Executive CCAI.

Penyerahan hewan kurban diterima perwakilan masyarakat, Salman yang merupakan Kepala Lingkungan VII berlangsung di Mesjid Jamik Martubung, Kel. Besar, ?Kec. Medan Labuhan.

” Kami warga sekitar pabrik CCAI mengucapkan terima kasih kepada CCAI, karena setiap tahun memberikan bantuan hewan kurban kepada masayarakat sekitar pabrik CCAI,” kata Salman

Sementara itu, ? Ahmad Nasoha mengatakan, CCAI terus memberikan dukungan rutin pada hari besar keagamaan, juga senantiasa berusaha mendukung pemgembangan masyarakat sekitar pabrik melalui berbagai inisiatif seperti bantuan pendidikan bagi anak-anak berprestasi.

“Kita terus melakukan kegiatan sosial di tengah masyarakat di sekitar pabrik CCAI. Ada kegiatan yang kita lakukan seperti pelayanan poliknik umu, program Coca-Cola Forest , serta pengembangan bibit muda sepak bola melalui Coke Kicks,” jelas Ahmad Nasoha. (fac/ram)

Kebugaran PSMS Menurun

LATIHAN: Skuad PSMS berlatih di Stadion Kebun Bunga, Kamis (23/8). (foto : sutan siregar/sumutpos)
LATIHAN:
Skuad PSMS berlatih di
Stadion Kebun Bunga,
Kamis (23/8). (foto : sutan siregar/sumutpos)

SUMUTPOS.CO – PSMS menggelar latihan perdana di Stadion Kebun Bunga, Kamis (23/8). Seperti diprediksi sebelumnya latihan perdana ini belum komplet.

Enam pemain absen, selain itu pelatih PSMS, Peter Butler juga memang belum memimpin latihan perdana. “Yang jelas ini program dari coach Butler. Sejauh ini apa yang kita lakukan dari beliau. dan kita melihat kebugaran anak-anak setelah kembali liburan,” kata Asisten Pelatih, Suharto AD.

Suharto mengakui memang pasca libur lebih dari sepekan, kebugaran pemain menurun. Itu karena memang pemain tidak berlatih bersama meskipun mendapat PR berlatih sendiri.

“Memang tidak terlalu bagus. Terlihat menurun. Tapi itu yang akan coba kita tingkatkan beberapa hari ke depan,” bebernya.

Untuk pemain yang absen, Suharto juga mengatakan, para pemain tersebut akan segera bergabung dalam waktu dekat. “Ada enam pemain absen. Semua sudah ada izinnya ke pelatih. Dika persiapan menikah, Frets pesawat delay, Firza di timnas, Lobo masih sakit. Tapi kami harapkan segera gabung,” tambahnya.

Suharto juga mengatakan akan menyelipkan jadwal uji coba di sela-sela intensitas latihan. Namun baru akan dilakukan setelah Butler kembali. “Ke depannya akan ada. Untuk sementara sambil menunggu beliau pulang kita masih fokus ke kebugaran,” ucap pelatih yang baru ikut kursus lisensi A AFC itu.

Program sepekan ke depan menurut Suharto memang masih fokus pada mengembalikan kondisi fisik pemain. Namun dia juga akan menyelipkan beberapa latihan taktik.

“Sembari meningkatkan kebugaran yang ada. Kita juga masih meningkatkan bagaimana strategi bermain,” kata pelatih berkepala plontos itu.

PSMS masih punya waktu lebih dua pekan untuk mempersiapkan duel lawan PSIS Semarang di Stadion Teladan pada 12 September mendatang. (don)

Dewan Dakwah Islamiyah Sumut Dirikan ADI

BERSAMA: Direktur Akademi Dakwah Indonesia (ADI), Chairul Azhar bersama para undangan pada Malam Galadiner Peluncuran Akademi Dakwah Indonesia di Jalan Pemuda Medan.
BERSAMA: Direktur Akademi Dakwah Indonesia (ADI), Chairul Azhar bersama para undangan
pada Malam Galadiner Peluncuran Akademi Dakwah Indonesia di Jalan Pemuda Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami banyak persoalan. Musibah dan bencana datang silih berganti. Jika mengacu pada penjelasan Allah SWT dalam Surah Al Isra’ ayat 58, sangat boleh jadi ini disebabkan karena kemungkaran dan kemaksiatan yang terjadi karena bukan hanya sebatas tumbuh dan berkembang, tetapi ditumbuhkan dan dikembangkan.

Demikian diungkapkan H Chairul Azhar SSi, MSi, selaku Direktur Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia pada Malam Galadiner Peluncuran Akademi Dakwah Indonesia di Restoran JM Bariani Jalan Pemuda Medan.

Dijelaskannya, sepanjang sejarah gerakkan penyelamatan yang pernah berhasil menyelamatkan umat manusia dari kehancuran adalah melalui Gerakkan Dakwah, karena Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia secara Nasional mencanangkan “Selamatkan Indonesia dengan Dakwah”.

Senada dengan apa yang diungkapkan Direktur ADI, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Sumatera Utara H Ahmad Husein dalam sambutannya menyatakan, dengan kesadaran bahwa unsur gerakkan dakwah itu adalah da’i, maka Dewan Dakwah di tingkat Nasional maupun Provinsi mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID), serta Akademi Da’wah (ADI) pada tingkat Kabupaten/Kota sebagai lembaga non formal sebagai wahana untuk menyiapkan da’i penerus risalah yang akan bertugas nantinya menyelesaikan seluruh kewajiban pendidikan di daerah – daerah pedalaman atau pinggiran kota di seluruh Indonesia, terkhusus Sumatera Utara.

Sementara itu, Dr H Zamaskhari Hasballah Lc, MA selaku Wakil Direktur Akademi Dakwah Indonesia Sumatera Utara menjelaskan, pada angkatan pertama mahasiswa yang diterima hanya dua puluh orang. Masa perkuliahan dilakukan selama dua tahun dengan bobot SKS sejumlah 91 SKS dengan sisitem pendidikan adalah berasrama dan mahasiswanya berasal dari pondok pesantren terbaik yang diseleksi secara profesional. Pelaksanaan kegiatan sepenuhnya di Kampus Pesantren Al Manar, Jalan Karya Bakti Medan.

Ir H Heri Batangari Nasution MPsi selaku Bendahara Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang juga merupakan Direktur Air Limbah PDAM Tirtanadi Provinsi Sumut, kepada wartawan mengatakan, pembiayaan Akedemi Dakwah Indonesia ini sepenuhnya dari donatur yang dikelola Laznas Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang secara badan hukum di tingkat provinsi telah disahkan oleh Kantor Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara serta pada tingkat nasional melalui keputusan menteri Agama RI. Bagi masyarakat muslim khususnya yang berada di Sumatera Utra yang ingin membantu program ini dapat berhubungan dengan Laznas Provinsi Sumatera pada alamat kantor Jalan Brigjend Katamso Nomor 325 Medan.

Kegiatan malam gala dinner ini dihadiri para tokoh diantaranya Prof Dr ret nart Efendi Delux Putra, Prof Hari Agusnar, dr Delphi SpM, Ir H Asrul Hasan MM, dr Delyuzar Haris, H Zailani (Kakanwil BSM Sumatera) dan tamu lainnya. “Alhamdulilah telah ada sepuluh orangtua asuh yang berkomitmen mendanai program ini. Bagi masyarakat yang berkeiginan untuk membantu dapat mentransfer bantuan melalui Bank Syariah Mandiri an ADI Sumut nomor rekening 7766008881,” tutup Heri Batangari.(rel/adz/ram)

Kebanggaan dari Spiderwoman

HARU: Ekspresi Aries Susanti usai menyumbangkan emas cabor panjat tebing
HARU:
Ekspresi
Aries
Susanti usai
menyumbangkan
emas
cabor panjat
tebing

SUMUTPOS.CO – Indonesia kembali menambah koleksi emasnya memasuki hari kelima Asian Games 2018. Emas itu datang dari cabang olahraga panjat tebing. Sang pahlawan adalah Aries Susanti Rahayu yang dijuluki Spiderwoman Indonesia.

Bertanding di venue panjat tebing Jakabaring Sport City, Palembang, Kamis (23/8), Aries Susanti Rahayu meraih medali emas dari nomor women’s speed setelah mencatatkan waktu 07:61 detik dalam pertandingan final. Ia berhasil mengalahkan rekannya sesama Indonesia, Puji Lestari, yang mencatatkan waktu 07:98 detik di babak final. Puji pun meraih perak.

Sebelumnya, di babak semifinal, Aries terlebih dahulu mampu mengalahkan rivalnya asal China, Son Yiling, dengan catatan waktu 07:68 detik, berbanding 07:80 detik. Sementara, di babak 16 besar, Aries memperoleh torehan waktu 08:19 detik dan 08:09 detik di babak delapan besar.

“Rasanya tidak bisa diungkapkan kata-kata ya, senang banget karena All Indonesia Final,” kata Aries seusai pertandingan di Arena Sport Climbing, Jakabaring Sports City, Palembang, Kamis (23/8).

Aries dan Puji bahagia ketika keduanya bisa bertemu di final. Keduanya sadar siapa pun yang meraih medali emas pada akhirnya Indonesia pemenangnya. “Kami biasa aja ya karena siapa pun pemenangnya kami tetap Indonesia,” kata Puji.

Puji sendiri menyingkirkan He Cuilian asal China. Puji mencatatkan waktu 07:84 detik, sementara sang lawan kalah cepat setelah mencatatkan waktu 07:94 detik.

Ini kali kedua Aries mengharumkan nama Indonesia. Sebelumnya dia juga meraih emas pada nomor speed di Kejuaraan Dunia IFSC di Chongqing, Tiongkok, Mei lalu.

Selain itu di hari yang sama cabor panjat tebing meraih perunggu yang diraih oleh Aspar di kategori speed perorangan putra. Medali emas di nomor ini diraih atlet Iran, Reza Ali Pour. Sedangkan, medali perak direbut Zhong Qixin dari Tiongkok.

Peluang Indonesia di nomor putra Asian Games 2018 ini, sebenarnya sangat besar. Pasalnya, selain Aspar atlet andalan Indonesia lainnya Sabri juga berhasil melaju ke putaran terakhir setelah sukses menyingkirkan satu per satu lawannya di ronde-ronde sebelumnya. Namun, keduanya gagal di ronde-ronde akhir.

Di babak perempat final Aspar meraih catatan waktu 05.79, lebih cepat dari pemanjat asal Korsel Lee Seungbeom. Sedangkan, Sabri mencatat 06.08 mengungguli Amir Maimuratov.

Namun, di semifinal Aspar dan Sabri kalah cepat dari lawannya. Di babak ini Aspar menorehkan catatan waktu 05.64 kalah satu detik dari Zhong Qixin (Tiongkok). Setelah itu, Sabri pun bersaing dengan Reza Ali Pour. (bbs/don)

Kejatisu Banding, Kuasa Hukum Terdakwa Beber Fakta

MENANGIS: Meiliana menangis mendengar vonis 18 bulan penjara yang dijatuhkan majelis hakim kepadanya, Selasa (21/8) lalu.

 

MENANGIS: Meiliana menangis mendengar vonis 18 bulan penjara yang dijatuhkan majelis hakim kepadanya,
Selasa (21/8) lalu.

SUMUTPOS.CO – Meiliana (44), terdakwa kasus dugaan penistaan agama berujung ricuh di Tanjungbalai telah divonis 18 bulan penjara, kemarin (21/8). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan banding atas putusan tersebut.

“UNTUK saat ini, masih berpikir-pikir. Tapi, endingnya pastinya kita banding. Namun, kita tunggu salinan putusan dari PN Medan kita terima,” ungkap Sumanggar kepada Sumut Pos, Kamis (23/8) siang.

Saat ini, JPU sudah mempersiapkan langkah kedepannya untuk mengawal kasus ini ditingkat Pengadilan Tinggi (PT) Medan. Termasuk, penyusunan memory banding.

“Masih ada 14 hari kedepannya. Pastinya, kita melakukan banding untuk mengawal kasus ini banding di PT Medan,” tutur mantan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Binjai itu.

Banding tersebut menurut Sumanggar, untuk menyikapi sikap disampaikan tim penasehat hukum terdakwa yang melakukan banding atas hukuman 18 bulan penjara.

Dalam amar putusan hakim, terdakwa merupakan pemicu kerusuhan bernuansa SARA di Tanjungbalai dua tahun lalu.

“Terdakwa terbukti melanggar Pasal 156 KUHPidana,” ujar Ketua Majelis Hakim, Wahyu Prasetyo Wibowo dalam sidang putusan, Selasa (21/8).

Putusan itu, sesuai atau sama dengan tuntutan JPU Anggia Y Kesuma.

Terpisah, kuasa hukum Meiliana, Ranto Sibarani SH mengatakan, selama ini mereka diam dan berusaha tidak menuliskan apa pun terkait perkara ini.

“Namun setelah jatuh vonis, kami merasa perlu buka suara. Sebab, medsos bukan lah tempat yang tepat membuktikan kebenaran,” ujar Ranto dalam keterangan tertulisnya.

Ranto kemudian menjelaskan duduk perkara menurut Meiliana. Tanggal 22 Juli 2016,

Meiliana belanja ke tetangganya. Jamaknya ibu-ibu belanja, Meiliana sedikit curhat kepada pemilik warung (hanya mereka berdua).

“Kak, sekarang suara masjid agak keras ya, dulu tidak begitu keras,” kata Ranto seperti yang diakui Meiliana dan dibenarkan saksi di persidangan.

Namun, kemudian pemilik warung menyampaikan curhatan Meiliana kepada saudaranya. Saudaranya menyampaikan kepada bapaknya.

“Bapaknya menyampaikan kepada orang lainnya lagi. Akhirnya tersebar isu bahwa ada “orang melarang Adzan” merujuk kepada ibu Meiliana,” ujar Ranto.

Isu tersebut menyebar luas. Seperti biasa, medsos bekerja dengan cepat.

“Massa menelan mentah-mentah isu tadi, akhirnya massa marah pada tanggal 29 Juli 2016,” jabar Ranto.

Dalam persidangan, kata Ranto, seorang saksi mengaku ada orang yang tidak dikenalnya menelepon dirinya untuk melakukan aksi karena ada yang melarang adzan.

“Kita tidak tahu siapa yang menelpon, dan berapa orang yang ditelepon untuk menciptakan kegaduhan,” tukas Ranto.

Kemudian, tanggal 29 Juli 2016, beberapa orang mendatangi rumah Meiliana. Mereka mempertanyakan kebenaran isu “ada yang melarang Adzan”.

Saat itu, orang-orang semakin ramai mendatangi rumah Meiliana. Rumah Meiliana kemudian dilempari, dirusak dan dibakar.

“Tidak hanya itu, massa yang marah juga membakar puluhan rumah. Termasuk rumah ibadah umat Budha di Tanjungbalai,” beber Ranto.

Singkat cerita, 30 Mei 2018, Kejaksaan Negeri Tanjungbalai mengeluarkan surat perintah menahan Meiliana. Jaksa mendakwa Meiliana, melanggar pasal 156 subsidair pasal 156a Huruf (a) KUHPidana.

“Jaksa mendakwa perbuatan pidana Meiliana dilakukan pada tanggal 29 Juli 2016. Padahal pada tanggal tersebut, Meiliana lah yang menjadi korban tindak pidana dari orang-orang yang beramai-ramai menyatroni rumahnya, mengintimidasi, merusak rumahnya, membakar rumahnya dan melempari rumahnya,” tegas Ranto.

Jaksa kemudian menjadikan surat pernyataan dari orang lain dan fatwa MUI Provinsi Sumut sebagai alat bukti Meiliana melakukan perbuatan yang dituduhkan.

“Surat pernyataan tersebut dengan rinci menguraikan ucapan Meiliana pada tanggal 29 Juli 2016. Meskipun tidak pernah ada rekaman/video yang membuktikan kebenaran surat pernyataan tersebut adalah sama dengan yang diucapkan Meiliana,” tukas Ranto.

Dalam persidangan, kata Ranto, Jaksa Anggia Y Kesuma SH dkk tidak pernah membuktikan kebenaran dakwaannya. Selain itu, jaksa tidak dapat menghadirkan rekaman suara atau video yang bisa membuat terang tindak pidana yang dilakukan oleh Meiliana.

“Jaksa malah menyebutkan dalam tuntutannya, bahwa barang bukti yang mereka buat adalah toa dan amplifier yang tidak pernah diperlihatkan di muka sidang. Padahal, barang bukti tersebut tidak sedikitpun menunjukkan apalagi membuktikan Meiliana mengucapkan apa yang dituduhkan,” beber Meiliana.

Selain itu, ahli bahasa yang dihadirkan jaksa dan yang dihadirkan oleh penasehat hukum telah menerangkan, bahwa rekaman suara adalah suatu hal yang lazim diperdengarkan. Tujuannya untuk menguji kebenaran ucapan seseorang dengan apa yang sudah dituliskan.

“Terkait unsur sengaja di muka umum pun kami anggap tidak terpenuhi. Karena umum tersebutlah yang mendatangi rumah ibu Meiliana pada tanggal 29 Juli 2016,” tutur Ranto.

“Terkait penodaan, keterangan ahli agama Islam, bapak Rumadi Ahmad menjelaskan, bahwa respon terhadap adzan tidak dapat dianggap sebagai respon terhadap ajaran agama. Karena itu tidak dapat dianggap sebagai penodaan terhadap agama itu sendiri,” sambungnya.

Hal ini juga panjang lebar telah diterangkan Rumadi dilaman facebooknya. Tim juga menghadirkan ahli hukum pidana Dr Sri Wiyanti dan ahli Bahasa Dr Mitsuhito Solin.

“Semoga informasi tersebut membantu kita memahami perkara ibu Meiliana,” pungkasnya.(gus/bbs/ala)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bank Indonesia Mengajar di MIS Peduli Umat

BERSAMA: Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumut, Hilman Tisnawan dan rombongan foto bersama para pengurus dan para siswa MIS Peduli Umat. (foto : bagus /sumutpos)
BERSAMA: Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumut, Hilman Tisnawan dan rombongan foto bersama para pengurus dan para siswa MIS Peduli Umat. (foto : bagus /sumutpos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun BI dan HUT ke-73 RI. Kantor Perwakilan Bank Indonesi (BI) Provinsi Sumut menggelar kegiatan ‘Bank Indonesia Mengajar’ untuk memberikan pemahaman tentang tugas BI seutuhnya. Kegiatan ini dselenggarakan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Peduli Umat, Desa Rumah Sumbul, Kecamatan STM Hulu, Kabupten Deliserdang, Kamis (23/8).

Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumut, Hilman Tisnawan dihadapan ratusan pelajar tersebut memperkenalkan Bank Indonesia serta fungsi dan tugasnya dalam pembangunan perekonomian negara Indonesia, mulai memperkenalkan apa itu BI, uang, uang elektronik hingga masalah inflasi.

“Melalui kegiatan Bank Indonesia Mengajar ini, kita ingin seluruh lapisan masyarakat mengetahui dan memahami apa yang menjadi tugas dan fungsi BI, sehingga diharapkan BI ke depan bisa lebih mudah melaksanakan tugas-tugasnya,” ujarnya.

Disadarinya, meskipun sosialisasi tentang BI sudah dilakukan berulang kali kepada masyarakat. Tapi, masih banyak yang belum mengenal BI dan apa tugas dan fungsinya. Oleh karena itu, pihaknya bertekad untuk terus menyebar luaskan tentang BI kepada masyarakat luas dari berbagai golongan.

Selain memperkenalkan BI, pihaknya juga mengenalkan istilah inflasi. Karena inflasi itu lebih banyak dipengaruhi oleh ekspektasi masyarakat. Kemudian bagaimana merawat uang dengan baik dan benar.

“Ini tugas kami, agar bisa mendekatkan diri ke masyarakat. Kami sengaja memilih tempat-tempat yang lebih jauh dari pusat keramaian, kita ingin menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskannya, kegiatan ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia, dan untuk KPwBI Sumut, ini merupakan kegiatan yang ketiga dan akan dilakukan secara terus-menerus. Kegiatan ini bukan hanya ke sekolah tetapi juga ke lingkungan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun inflasi juga tinggi, itu tidak baik. Harusnya ekonomi tumbuh tinggi dan harga stabil. Kemudian menyadarkan masyarakat terhadap rupiah, jangan sampai masyarakat lebih cinta uang asing ketimbang uang Indonesia,” pungkasnya.

Kegiatan Bank Indonesia Mengajar tersebut dipimpin langsung Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumut, Hilman Tisnawan didampingi Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Sumut Kusnadi. Rombongan diterima Ketua Yayasan Peduli Ummat, Armansyah dan Direktur MIS Peduli Umat, Halimahtussakdiah, para pengurus dan para guru.

Sementara itu, Ketua Yayasan Peduli Umat Armansyah sangat menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran pihak BI yang melakukan kegiatan Bank Indonesia Mengajar di sekolah yang menaungi sekitar 300-an siswa tersebut.

“Kami sangat berterimakasih banyak kepada BI karena telah banyak mensupport MIS Peduli Ummat, khususnya dalam pemberian tanah wakaf untuk perluasan pembangunan sekolah. Kita berharap ke depannya BI tidak berhenti untuk terus mensupport MIS Peduli Umat,” pungkasnya.(gus/ram)

Tipikor Poldasu Geledah Kantor BPPRD Medan

DIGELEDAH:Kantor BPPRD Kota Medan yang digeledah DIGELEDAH:Kantor BPPRD Kota Medan yang digeledah(foto: agusman/sumutpos)
DIGELEDAH:Kantor BPPRD Kota Medan yang digeledah DIGELEDAH:Kantor BPPRD Kota Medan yang digeledah(foto: agusman/sumutpos)

SUMUTPOS.CO – Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut, dikabarkan melakukan penggeledahan pada kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan, di Jalan AH Nasution No 32 Medan, Kamis (23/8).Kuat dugaan, penggeledahan tersebut berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua oknum pegawai BP2RD Kota Medan.

Saat Sumut Pos menyambangi BPPRD Kota Medan, suasana di lantai 1-3 Kantor Dispenda Medan sudah sepi. Beberapa pegawai terlihat sudah banyak yang pulang untuk meninggalkan kantor. Suasana penggeledahan yang diduga OTT seperti kabar yang beredar tidak ada terlihat terjadi. Bahkan terkesan seolah-olah seperti ditutup-tutupi.

Tak lama setelahnya saat ditanya, salah seorang Sekuriti yang berada di pos parkiran Kantor BPPRD, membenarkan bahwa siang sekitar pukul 13.30 WIB sehabis salat dzuhur, ada datang petugas Krimsus dari Polda Sumut.”Tadi ada datang bang habis Salat Zuhur, tapi nggak lama. Setelah itu langsung balik,” katanya.

Tak mau hanya mendapatkan informasi dari satu sumber, kemudian Sumut Pos bertanya pada Sekuriti yang berada di dalam Kantor BPPRD diketahui bernama Sunardi, ia juga membenarkan adanya petugas kepolisian yang datang.”Iya ada tadi datang sekitar jam 15.00 WIB, tapi nggak lama habis itu mereka pergi,” ucapnya.

Pria bertubuh kecil ini enggan berkomentar jauh, saat ditanya apa saja yang dibawa oleh petugas Tipikor Polda Sumut.”Enggak boleh taulah,” katanya singkat sambil membalikkan badan.

Sementara itu, Kasubdit III/Tipikor AKBP Doni Sembiring yang coba dikonfirmasi via telepon seluler, belum ada keterangan resmi tentang penggeledahan yang terjadi di Kantor Dispenda tersebut

Terpisah, penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut segera memanggil Kepala Dinas (Kadis) BP2RD Medan, Zulkarnain dan saksi lainnya.”Secepatnya yang bersangkutan (maksudnya Kadis BP2RD Medan) kita panggil untuk diperiksa sebagai saksi,” kata Pelaksana Harian (Lakhar) Kabid Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Kamis (23/8).

Menurut Nainggolan, keterangan Zulkarnain sangat dibutuhkan penyidik untuk mengetahui aliran dana dari aksi kejahatan yang dilakukan anggotanya yang terjaring OTT. Bisa saja Zulkarnain ikut menikmati atau menerima setoran dari tersangka.

Nainggolan menyebut, Kadis BP2RD Kota Medan Zulkarnain akan dipanggil dan diperiksa dalam status awal sebagai saksi.”Namun, perlu diketahui setiap saksi yang diperiksa, statusnya bisa naik menjadi tersangka,” ujar Nainggolan.

Sebelumnya, Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Toga H Panjaitan mengatakan, pihaknya segera memeriksa Kadis BP2RD Medan.”Dalam minggu-minggu ini juga kita periksa Kadis (BP2RD Kota Medan), namun masih sebagai saksi,” ujarnya, Selasa (21/8).

Selain itu, Toga menyebut penyidik juga akan meminta keterangan terhadap kepala UPT terkait bagaimana dua pegawai dengan status honor bisa bertindak di atas wewenang mereka.

Toga menjelaskan, dalam penangkapan yang dilakukan pihaknya ditetapkan tiga tersangka, yakni dua pegawai UPT BP2RD Kota Medan DE dan MH dan pengusaha Ayam Penyet Ria, RC.

“Keduanya merupakan pegawai honor. Mereka melakukan pengutipan liar dengan mendatangi perusahaan Ayam Penyet Ria di Sun Plaza, kemudian melakukan negosiasi, supaya tidak melakukan wajib pajak yang seharusnya dibayarkan 10 persen dari pendapatannya,” jelas Toga.”Ketiga tersangka kita kenakan pasal 12 a subsider pasal 11 dan pasal 5 UU no 31 tahub 1999 tentang tindak pidana,” pungkasnya. (man/ila)

 

Teks foto: Kantor Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan, yang digeledah Tipikor Polda Sumut, Kamis (23/8).

 

Tersangka, 2 Pejabat Pemkab Karo Masih Bebas

DIKORUPSI: Tugu Mejuah-juah yang terletak di Berastagi, Karo dikorupsi pembuatannya oleh beberapa pejabat Pemkab Karo.
DIKORUPSI: Tugu Mejuah-juah yang terletak di Berastagi, Karo dikorupsi pembuatannya oleh
beberapa pejabat Pemkab Karo.

SUMUTPOS.CO – Meski telah berstatus sebagai tersangka korupsi, hingga kini penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karo belum juga menjebloskan dua pejabat Pemkab Karo ke penjara. Alhasil, kedua tersangka korupsi pembangunan Tugu Mejuah-juah Berastagi berinisial CT dan RT itu, masih bebas berkeliaran.

KEDUANYA juga masih berdinas sebagai Kepala Dinas Perkim dan Kepala Bidang di Dinas Kebersihan Karo. Kasi Pidsus Kejari Karo, Dapod Manurung SH berdalih belum melakukan penahanan karena masih harus meminta keterangan saksi ahli.
“Kami masih harus memeriksa saksi ahli dari BPK dan tekhnik sipil USU,” katanya kepada Sumut Pos, Kamis (23/8) sore.

Setelah memeriksa saksi ahli kata Dapod, pihaknya baru akan memanggil dan memeriksa para tersangka. Dalam pemeriksaan itu, nanti baru ditetapkan apakah tersangka ditahan atau tidak.

Seperti diketahui, CT dan RT adalah dua dari empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Dua tersangka lain masing-masing RHS dan EPS.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah pihak Kejari Karo menerima hasil audit kerugian negara dari BPK RI kurang lebih Rp605 juta.

“Penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara atau ekspose di kantor Kejari Karo pada tanggal 31 Juli 2018. Hasil audit BPK ditemukan dugaan kerugian negara dalam kasus ini sebesar kurang lebih Rp650 juta,” tegas Dapod, Rabu (15/8) sore.

Dikatakan Dapod, ke empat tersangka itu mempunyai peran masing-masing. CT selaku Pengguna Anggaran, RT selaku Pejabat Pembuat Komitmen, RHS selaku direktur perusahaan (rekanan) dan Ir. EPS selaku pelaksana kegiatan.

Kasus ini sebelumnya sempat terkesan dibiarkan berlarut karena lambatnya hasil audit dari BPK RI soal jumlah kerugian negara.
Padahal, penyidik sudah melakukan gelar perkara (expose) di gedung Kantor BPK Perwakilan Provinsi Sumut pada 15 Desember 2017 lalu.

Seperti diketahui, ada dugaan korupsi pembangunan Tugu Mejuah-Juah pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Karo. Pagu anggarannya sebesar Rp679.573.000 yang ditampung dalam APBD Karo Tahun Anggaran 2016.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan Pemkab Karo Tahun Anggaran 2016, BPK RI menemukan kekurangan volume yang mengakibatkan potensi kerugian negara Rp571.720.387. Kemudian jaminan pelaksanaan belum dibayar sebesar Rp33.978.650 dan denda belum dibayar ke kas daerah Rp33.978.650.
Pekerjaan pembangunan Tugu Mejuah-Juah dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2016, dengan masa kerja 50 hari. Terhitung mulai 31 Oktober hingga 17 Desember 2016.(deo/ala)

New Honda HR-V dan Brio Dipamerkan di Medan

PAMER: New Honda HR-V dan All New Honda Brio dipamerkan di Atrium Centre Point Medan, baru-baru ini.(foto: M Idris/sumutpos)
PAMER: New Honda HR-V dan All New Honda Brio dipamerkan di Atrium Centre Point Medan, baru-baru ini.(foto: M Idris/sumutpos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sukses memperkenalkan produk terbarunya diperhelatan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) baru-baru ini, PT Honda Prospect Motor kini memperkenalkan dua produk teranyarnya sekaligus di Medan. Adalah New Honda HR-V dan All New Honda Brio, yang diharapkan menjadi pilihan masyarakat saat menentukan untuk memiliki kendaraan pribadi.

Kepala Cabang IDK I Medan, Abror mengungkapkan, New Honda HR-V hadir dengan tampilan yang semakin tangguh dan menawan serta dilengkapi dengan fitur yang lebih lengkap. “Hadirnya produk baru ini, kami lebih optimis target penjualan sampai tutup tahun 2018 dapat tercapai,” ungkap Abror didampingi Supervisor Honda Arista, Peter dan perwakilan dari Honda SM Raja, Zein disela-sela pameran yang digelar di Atrium Centre Point Medan, baru-baru ini.

Diutarakan Abror, menilik bagian eksterior, New Honda HR-V memiliki desain baru pada Front Grille yang membuatnya semakin gagah. Kemudian kehadiran New Full LED Headlight with LED Daytime Running Light dengan penerangan maksimal membuat tampilan New Honda HR-V menjadi semakin elegan, serta adanya New LED Fog Lamp menambah visibilitas saat berkendara di kondisi berkabut.

“Kini New Honda HR-V juga dilengkapi dengan 17 inch Alloy Wheel Design dan Shark Fin Antenna yang menambah kesan agresif. Di dalam kabin, New Honda HR-V saat ini juga disegarkan dengan kehadiran New 8 Inch Floating Capacitive Touchscreen Display Audio, yang dilengkapi dengan berbagai format musik dan audio melalui media seperti AM/FM Radio, AUX-in Port, USB Port, Bluetooth dan Miracast atau Mirroring yang kompatibel untuk Android,” papar Abror sembari menyebutkan Honda HR-V dibanderol mulai Rp306.750.000 hingga Rp422.250.000 per unit.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk semester I tahun 2018 peningkatan penjualan Honda mencapai 20 persen. Oleh karena itu, harapannya pada semester II dapat terus meningkatkan di atas 20-30 persen. “Meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini cenderung melemah, diprediksi pengaruhnya terhadap penjualan tidak terlalu signifikan. Namun demikian, tetap pengaruhnya pasti ada,” ujarnya.

Supervisor Honda Arista, Peter melanjutkan, untuk All New Honda Brio hadir dengan desain baru yang semakin sporty, dimensi lebih besar serta penambahan fitur-fitur lainnya yang dirancang khusus untuk konsumen di Indonesia.

“All New Honda Brio merupakan generasi kedua dari Honda Brio dan dikembangkan untuk meningkatkan seluruh aspek dari generasi sebelumnya berdasarkan kebutuhan dari konsumen. Untuk itu, keluaran terbaru ini semakin menjadikan All New Brio terdepan di kelasnya,” kata Peter.

Ia menuturkan, perubahan yang terjadi pada All New Brio menekankan di sisi desain yang semakin dinamis dan sporty, dimensi lebih besar serta ruang kabin dan bagasi yang semakin lapang sekaligus fungsional.

“Di samping itu, All New Honda Brio tetap mempertahankan berbagai fitur yang menjadi keunggulannya seperti mesin i-VTEC 1.2 liter dengan tenaga terbesar di kelasnya, performa berkendara yang menyenangkan dan hemat bahan bakat serta standar keselamatan yang tinggi,” jabarnya.

Dia menambahkan, All New Honda Brio menerapkan tampilan yang kokoh pada bagian depan serta diperkuat dengan garis berkarakter yang menyambungkan Front Grille ke Headlights untuk kesan yang premium sekaligus sporty. (ris/ram)

Teks foto:
New Honda HR-V dan All New Honda Brio dipamerkan di Atrium Centre Point Medan, baru-baru ini. (M IDRIS)

Telkomsel Serahkan Lebih dari 700 Ekor Hewan Kurban

HEWAN: Direktur Network Bob Apriawan saat menyerahkan hewan kurban di Jakarta, (20/8).(foto: ist/sumutpos)
HEWAN: Direktur Network Bob Apriawan saat menyerahkan hewan
kurban di Jakarta, (20/8).(foto: ist/sumutpos)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pada Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1439 Hijriyah Tahun 2018, Telkomsel memberikan bantuan hewan kurban sejumlah 740 ekor, yang terdiri dari 118 ekor sapi dan 622 ekor kambing. Hewan kurban tersebut akan disampaikan kepada lebih dari 42.000 penerima manfaat di ratusan titik di berbagai wilayah Indonesia.

Direktur Network Telkomsel Bob Apriawan mengatakan, Telkomsel menyerahkan bantuan hewan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat, terutama di sekitar daerah beroperasinya Telkomsel.

“Dalam mewujudkan komitmen sebagai perusahaan yang peduli terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar, kami berupaya untuk memberi kemanfaatan lebih di antaranya dengan menyerahkan hewan kurban ini kepada masyarakat yang berhak dan membutuhkan,” ujarnya.

Bob menambahkan, bantuan yang diberikan merupakan bukti bahwa Telkomsel selalu menerapkan good corporate citizenship dalam setiap gerak operasional bisnisnya. “Kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen dan kepedulian Telkomsel untuk masyarakat Indonesia yang membutuhkan, serta sebagai ungkapan rasa syukur kami atas kinerja yang telah dicapai hingga saat ini. Semoga bantuan yang berasal dari sumbangsih perusahaan dan karyawan Telkomsel di seluruh Indonesia ini menjadi berkah, bermanfaat bagi semua pihak, dan berkesinambungan,” jelas Bob.

Pada Idul Adha tahun ini, sebanyak lebih dari 42.000 paket hewan kurban didistribusikan oleh Telkomsel kepada golongan masyarakat yang membutuhkan dan berhak menerima di berbagai wilayah. Secara keseluruhan, jumlah paket hewan kurban Telkomsel yang didistribusikan untuk tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu, seiring dengan makin luasnya cakupan wilayah operasional dan komitmen Telkomsel untuk mewujudkan kepedulian kepada masyarakat Indonesia. (rel)