Home Blog Page 6043

Cewek 13 Tahun Tewas Dicekoki Pil Dextro

SEMASA HIDUP: HAS diabadikan semasa hidupnya.
SEMASA HIDUP: HAS diabadikan semasa hidupnya.

HAS, seorang remaja putri di Kota Padangsidimpuan tewas usai minum obat-obatan yang diberikan oleh temannya. Korban mengaku dipaksa temannya minum puluhan pil dextromethorphan hingga overdosis.

HAS sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan, Jumat (10/8). Namun, nyawanya tidak tertolong.

Korban akhirnya dimakamkan di TPU Muslim Jalan Imam Bonjol, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (11/8). “Sebelum meninggal, adiknya pergi bersama teman lelakinya berinisial S. Saat itulah korban mengaku dirinya dicekoki obat-obatan pil dextromethorphan. Bahkan, korban mengaku dipaksa mengonsumsi hingga 30 butir pil,” ungkap kakak korban, Wike.

Setelah minum puluhan pil itu, teman lelakinya mengantarkan korban ke rumah teman korban di daerah Sigalangan, Kota Padangsidimpuan. Kondisinya juga sudah memburuk. Keluarga korban akhirnya menjemput korban yang sudah dalam kondisi lemas dan menggigil.

“Waktu kami jemput, dia sudah kedinginan. Kata mamak temannya, dia sakit, jatuh dari motor. Tapi, ayah tidak percaya, dia pikir dia dipukul. Dia bilang ke ayah, dia dikasih teman laki-lakinya pil anjing (dextro). Ada mungkin 30 butir dikasih,” kata Wike.

Keluarga juga mendapat informasi dari orang tua teman korban bahwa korban tengah hamil dua bulan. Diduga, teman lelaki korban sengaja mencecokinya dengan pil dextro untuk menggugurkan janin di kandungannya.

“Yang bilang adik saya hamil dua bulan uwak itu, tapi enggak tahu kenapa teman laki-lakinya itu nyuruh dia minum pil itu,” kata Wike.

Sebelumnya, keluarga dan sanak saudara meratapi kepergian anak keempat dari 8 bersaudara buah hati pasangan AH dan LW Boru Batubara yang sudah bercerai.

“Selama ini, dia (korban) tinggal sama ayahnya di Padangmatinggi, kami sudah bercerai,” ungkap LW, ibu kandung korban yang tinggal di Desa Sidadi, Batang Angkola, Tapsel.

Cerita LW, putrinya diketahui mengonsumsi pil dextro kurang lebih sebanyak 30 butir. Keterangan itu didapatnya dari beberapa teman sepermainan putrinya yang tinggal di daerah Sigalangan, Batang Angkola.

“Malam Rabu kemarin (Selasa Malam), dia dibawa temannya ke Sigalangan dan sempat tinggal di sana. Soalnya, kata temannya dia takut mau pulang ke rumah atau ke rumah saya,” ujar LW berlinang air mata sambil menggendong anaknya yang masih bayi di RSUD Kota Padangsidimpuan.

Rupanya, cerita LW, kata teman putrinya, setelah memakan puluhan butir pil yang diakuinya Pil Dextro, korban merasakan sakit di bagian dada. Nafasnya kemudian sesak dan terus gelisah.

Hal itu kemudian diberitahukan teman putrinya kepada Kakak Korban Wike yang tinggal di Aek Tampang, Kota Padangsidimpuan. Mendapat kabar itu, putrinya pun dijemput dan dibawa ke rumah ayah mereka di Padangmatinggi.

“Mungkin karena dia takut mau pulang ke mana, jadi dibawa ke tempat kawannya. Baru setelah itu dikasih tahu sama kakaknya, dan dijemput ke Sigalangan,” terang ibu korban.

Rabu (8/8) malam, korban dijemput kakaknya dan dibawa ke rumah ayah mereka. Di sana, kata LW, kondisi putrinya semakin parah. Kemudian dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan.

“Baru Jumat malam ini saya dapat kabar, anak saya sudah meninggal,” tukasnya sedih.

Mirisnya, sejak LW dan suaminya bercerai, HAS putrinya tidak lagi melanjutkan sekolah. Bahkan, kegiatan sehari-hari putrinya pun tidak diketahuinya pasti. “Putus sekolah, tidak sekolah lagi, hanya SD,” ungkapnya.

Sementara, Kapolres Padangsidimpuan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hilman Wijaya mengatakan, sudah meminta keterangan dari empat saksi yang mengetahui kematian HAS.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas mendapat informasi sebelum tewas, korban sudah tiga hari tidak pulang ke rumahnya. Korban juga dicecoki pil dextromethorphan.

Namun, untuk memastikan apakah kematian warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Padangsidimpuan tersebut karena overdosis atau tidak, polisi mengalami kesulitan. Pasalnya, pihak keluarga tidak bersedia jenazah korban diautopsi. “Keluarga menolak otopsi dilakukan terhadap jasad korban,” kata Hilman Wijaya.

Dari penelusuran METRO TABAGSEL (Grup Sumut Pos), lewat akun FB yang diduga milik korban atas nama Fan S, korban sempat memposting dua bungkus plastik putih berisi puluhan butir obat berwarna kuning dan putih. Bahkan, korban juga pernah melakukan “Live” (Siaran Langsung) sambil meneguk obat tersebut.

Setelah korban meninggal, beberapa akun-akun lain yang diyakini teman-teman korban tampak memenuhi berandanya dan mengucapkan duka cita.(yza/inc/smg/ala)

Kakek Waruwu Cabuli Remaja di Atas Motor

ADITIA LAOLI/SUMUT POS DITAHAN: Faonaso Waruwu alias Ama Gadedi ditahan karena mencabuli remaja di atas sepeda motor yang sedang berjalan.
ADITIA LAOLI/SUMUT POS
DITAHAN: Faonaso Waruwu alias Ama Gadedi ditahan karena mencabuli remaja di atas sepeda motor yang sedang berjalan.

NIAS–Tempat tak jadi soal bagi Faonaso Waruwu alias Ama Gadedi (56) untuk melampiaskan libidonya. Di atas sepeda motor yang sedang berjalan, bandot tua itu nekat mencabuli SW (14).

“Peristiwa ini terjadi Sabtu 14 April 2018 sekira pukul 10.00 WIB,” ujar Ps Paur Subbag Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo kepada wartawan di Mapolres Nias, Senin (13/8).

Saat itu, korban bersama temannya menuju pekan Onohada di Kecamatan Hiliserangkai Kabupaten Nias.

Korban yang masih duduk dibangku SMP, tanpa sengaja bertemu dengan tersangka yang mengendarai sepeda motor.

Kemudian, tersangka menawarkan untuk mengantar korban. Walau sempat menolak, korban akhirnya bersedia dibonceng tersangka setelah dibujuk.

“Didalam perjalanan, korban sempat meminta diturunkan di depan rumah temannya. Namun, tersangka tak menghiraukan dan terus melajukan sepeda motornya sambil melakukan cabul terhadap korban,” tutur Restu.

“Pelaku meraba paha kiri dan memegang payudara korban sebelah kiri. Usaha korban menghindar dari tangan tersangka membuatnya terjatuh dari sepeda motor tersangka,” sambungnya.

Melihat korban terjatuh dari sepeda motor, tersangka bukannya memberikan pertolongan. Dia malah pergi meninggalkan korban begitu saja. Beruntung ada yang melihat, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Botombawo.

“Laporan kita terima pada tanggal 14 April 2018 dan telah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Namun terkendala pemeriksaan psikiater yang berdomisili di Medan, yang mana baru terealisasi pada awal Agustus kemarin,” tukas Restu.

Hasil pemeriksaan psikiater, tersangka memiliki kelainan orientasi seksual (Pedofilia).

“Itu makanya penangkapan sekaligus penahanan terhadap tersangka baru dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2018,” ungkap Restu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka harus menahan pengap sel Rumah Tahanan Polres Nias.(mag-5/ala)

Main Bola Untuk Hidup Sehat, Riang dan Gembira

BERSAMA: Arifin Saleh Siregar berfoto bersama tim sepakbola sebelum memulai latihan.
BERSAMA: Arifin Saleh Siregar berfoto bersama tim sepakbola sebelum memulai latihan.

Awalnya, dirinya bercita-cita untuk menjadi pesepakbola. Seiring bertambahnya usia, mimpi untuk mencari rezeki di ‘rumput hijau’ pun berubah.

Walaupupun begitu, cita-cita tersebut tidak hilang, sebaliknya menjadi hobi yang sering dilakukannya hingga kini oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Arifin Saleh Siregar, bermain si ‘kulit bundar’ itu membuat hidupnya riang gembira, dan sehat.

Walau sudah sibuk dengan kegiatannya, tetapi Arifin tidak pernah lupa untuk menyalurkan hobinya ini. Setidaknya, dua kali seminggu dirinya akan bermain bola. Untuk sepakbola ini, Arifin tidak melihat lapangan, kadang dia bermain futsal, kadang dia bermain di lapangan berumput.

“Hobi itu terbawa-bawa sampai kuliah S-1, S,2, dan S-3 di USU. Bahkan sampai sekarang dengan usia saya sudah kepala empat,” ujarnya.

Ada alas an kenapa dirinya sangat menyenangi kegiatan ini, yang pertama karena bisa merasakan manfaat, seperti kesehatan dan mengusir stress, dan kedua hobinya ini tidak perlu mengeluarkan uang terlalu banyak. Dan ketiga, silaturahim tetap terjaga, malah akan menambah pertemanan, terutama bagi mereka yang menyukai sepakbola.

Setiap pekannya, Ia bermain Futsal dilakukan di Lapangan FISIP UMSU atau tempat lainnya, sedangkan main bola lapangan besar setiap Minggu pagi di Lapangan FISIP USU.

“Tapi kalau ada yang ngajak, apalagi old crack, sesibuk apa pun pekerjaan itu akan kita tinggalkan,” kata pria ngefans berat dengan Barcelona itu.

Bagi mantan redaktur Harian Sumut Pos ini, sensasi yang dirasakan saat bermain bola sangat terasa, terutama suasana kekeluarga, sangat dirasakan. Meski latihan rutin dilakukan hanya untuk mencari keringat dan menjadi tubuh lebih segar. Tidak heran, dirinya bersama teman-teman sering tertawa saat bermain bola karena sering muncul adegan-adegan yang lucu.

Selain itu, emosi juga tertata di sana. Dan yang paling penting, adalah kita mengenal diri kita sendiri, karena dalam sepakbola sangat penting, mengelola stamina, kesabaran, menjaga ego, hingga membangu kerja sama.

“Bola ini cuma untuk hepi-hepi saja. Menyalurkan hobi. Tapi kalau waktu bisa diulang dan boleh memilih mau jadi apa, Saya akan pilih jadi pemain bola dan setelah itu jadi pelatih,” tutur Arifin.

Di sisi lain, hobi bola ini. Ia menilai membuatnya kenal dengan banyak orang, dari mahasiswa, pemuda, hingga pejabat. Hobi bola menjadi bagian membangun modal sosial (social capital), berupa pergaulan dan jaringan.

“Saya sangat menidolakan Leonel Messi dan David Beckham. Selain karena kualita dan gaya mainnya, mungkin karena posisi di lapangan juga sama dengan saya,” katanya tersenyum sembari menambahkan untuk pemain nasional idolanya Zulkarnain Lubis dan Bambang Pamungkas.

Arifin memiliki pengetahuan cukup luas tentang bola itu, ia sangat menyukai Barcelona. Karena, Barca bukan sekadar klub bola saja.”Di sana ada wujud perlawanan terhadap ketidakdilan dan semangat antistatus quo terhadap kondisi yang terjadi,” tandas Arifin.(gus/ram)

11 Pasangan Mesum Terjaring Razia

IST/SUMUT POS RAZIA: Petugas Satpol PP Asahan merazia pasangan mesum di salah satu hotel di Kota Kisaran.
IST/SUMUT POS
RAZIA: Petugas Satpol PP Asahan merazia pasangan mesum di salah satu hotel di Kota Kisaran.

Sebanyak 11 pasangan di luar nikah terjaring razia Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Asahan.

Pasangan-pasangan mesum itu diamankan dari sejumlah hotel dan kos-kosan yang ada di seputaran kota, Minggu (12/8) sekira Pukul 01.00 WIB.

Kepala Satpol PP Kabupaten Asahan, Isa Harahap mengatakan, kegiatan razia ini rutin dilakukan oleh Satpol PP Pemkab Asahan.

“Artinya, Satpol PP Asahan terus melakukan razia di lokasi hotel dan tempat kos-kosan yang ada di Kabupaten Asahan,” kata Isa.

Isa menjelaskan, kos-kosan dan penginapan yang dirazia ada di dua kecamatan. Keduanya masing-masing, Kota Kisaran Timur dan Kota Kisaran Barat.

Hasilnya, 11 pasangan yang bukan suami istri kedapatan sedang memadu kasih.

“Tiga pasangan terjaring dari salah satu penginapan di Jalan Ciptomangunkusumo Kisaran.

asangan lainnya dari beberapa rumah kos,” jabar Isa.

Selain 11 pasangan mesum, petugas juga mengamankan 4 orang tanpa identitas dari salah satu penginapan.

“Semua yang terjaring razia selanjutnya diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Asahan untuk didata serta pembinaan mental spiritual yang telah disediakan oleh Dinsos Asahan. Selanjutnya akan dikembalikan kepada keluarga masing-masing,” pungkasnya.(omi/ala)

Diterjang Angin, Rumah Pengungsi Segera Diperbaiki

KARO-Cuaca ekstrem berupa kemarau panjang dan angin kencang, menyebabkan kerusakan di berbagai wilayah Tanah Karo. Selain menyababkan papan reklame, kanopi, dan pepohonan rubuh di Kota Berastagi, angin kencang juga menyebabkan kerusakan atap rumah warga yang menetap di perdesaan.

Simacem di Siosar, menjadi satu desa di Tanah Karo yang mengalami kerusakan paling parah. Sebagai bentuk kepedulian antar sesama, Dandim 0205/TK Letkol Inf Taufik Rizal Batubara, bersama Bupati Karo Terkelin Brahmana, BPBD Martin Sitepu, dan Bapebbda Nasip Sianturi, melakukan peninjauan ke lokasi, Senin (13/8) siang.

Dalam kunjungan tersebut, Letkol Inf Taufik Rizal Batubara mengaku, sudah memerintahkan personelnya untuk merenovasi puluhan rumah warga yang rusak.

“Saya pastikan dalam 4 hari ke depan, semua kerusakan rumah yang disebabkan angin ini akan diperbaiki. Saya bertanggung jawab selaku Dansatgas Gunung Sinabung, karena warga di sini statusnya pengungsi,” jelas Taufik.

Taufik juga mengimbau warga untuk lebih berhati-hati. “Kalau angin kecang begini janganlah terlalu dekat-dekat dengan kayu. Siapa tahu nanti kayu tersebut bisa tumbang,” katanya.

Di tempat sama, Bupati Karo, Terkelin Brahmana mengatakan, rumah yang terkena angin puting beliung ini, sesegera mungkin langsung diperbaiki.

“Karena tidak mungkin warga berlarut larut dibiarkan begini. Tadi sudah saya perintahkan kepada Dandim, karena beliau selaku Dansatgas Gunung Sinabung. Kemungkinan besar, besok (hari ini, red) langsung dikerjakan.

Jadi untuk mengantisipasi agar hal serupa tidak terulang lagi, mengingat di puncak Siosar ini angin begitu kencang, saya akan koordinasikan dengan DPMD, kepala desa, serta masyarakat, agar bagaimana nanti bagusnya supaya hal tersebut tidak terulang lagi,” harapnya. (deo/saz)

Kepala Putus karena Ditarik Binatang Buas

Kasus pembunuhan Pelda (Purn) Rusdianto Barus, pensiunan TNI AU yang tewas dengan kepala terpisah di Kutalimbaru sudah terungkap. Pelakunya merupakan rekan korban berburu tupai, Pery Ginting (31)
Kasubdit III/Umum, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan, tim gabungan Inafis, Subdit III/Umum Polda Sumut, Polres Binjai dan Polsek Kutalimbaru sangat bekerja keras untuk kasus ini.

“Keberhasilan mengungkap kasus itu berawal dari tim identifikasi (Inafis) mengetahui identitas korban melalui sidik jarinya,” ungkap Maringan kepada wartawan, Senin (13/8).

Menurut Maringan, kondisi korban yang sudah membusuk menyulitkan proses identifikasi. Sisa dua jari korban dimaksimalkan untuk dasar penyelidikan menggunakan cuka dan air panas.

“Terungkapnya identitas korban juga dikuatkan keterangan keluarganya yang mengenali pakaian dalamnya,” kata mantan Kapolsek Percut Seituan tersebut.

Selanjutnya, tim gabungan coba menyelidiki kebiasaan serta orang terdekat korban sebelum pembunuhan itu terjadi.

Hasilnya, diketahui korban memiliki kegemaran berburu tupai dan selama dua bulan belakangan kerap bersama tersangka.

Biasanya, perburuan tupai itu dilakukan korban di kawasan Binjai Selatan. Sedangkan tersangka sering berburu di sekitar tempat kejadian perkara.

“Kita mendatangi rumah korban di Sari Rejo, Medan Polonia dan tempatnya biasa berburu. Kita mengetahui dua bulan belakangan ini, korban selalu berburu bersama tersangka,” ungkap Maringan.

Maringan menerangkan, aksi pembunuhan itu memang sudah direncanakan tersangka. Rencana itu dipicu ketertarikan untuk menguasai harta benda korban.

Tersangka tergiur melihat uang sekira Rp4 juta yang dilihatnya ketika korban membayar minumannya di sebuah warung di Binjai.

Setelah itu, tersangka mengasah parang miliknya untuk digunakan menghabisi korban. Tersangka yang masih lajang itu merencanakan mengeksekusi korban di tempat kejadian perkara (TKP) yang situasinya sudah dikenalinya.

Tapi, tersangka salah perkiraan. Karena pada waktu kejadian, korban tidak membawa uangnya seperti yang dilihat semula.

Sehingga tersangka hanya bisa merampas handphone (HP), sepeda motor, serta dompet korban.

“Tersangka sudah merencanakannya, hanya karena ingin menguasai harta benda korbannya,” terangnya.

Kepada penyidik, tersangka mengakui perbuatannya. Namun, dia membantah telah memenggal kepala korban hingga terpisah dari tubuhnya.

Kuat dugaan, kepala korban ditemukan sekira 15 meter dari tubuhnya karena ditarik atau diseret binatang buas.

“Tersangka mengaku hanya 2 kali menebas korban dan kepalanya tidak putus. Dugaan kita dan berdasarkan kondisi kaki korban yang ditemukan bekas gigitan binatang, kepala korban terputus karena ditarik (binatang),” sebut Maringan.

Tersangka dijerat pasal 340 juncto pasal 338 KUHPidana, tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun.

Sebelum ditemukan tewas, korban telah dilaporkan istrinya hilang ke Mapolsek Medan Baru pada 1 Agustus lalu. Korban dilaporkan keluar rumah sejak 22 Juli lalu.

Sebelumnya, pensiunan TNI AU Lanud Soewondo, Pelda (Purn) Rusdianto Barus ditemukan tewas mengenaskan dengan kepala terpisah di perkebunan Namorubejulu, Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.(man/ala)

12 Preman Penjaga Lahan PTPN II Diamankan 9 Ditahan, 3 Dilepas

ARAHAN: Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak memberikan pengarahan kepada 12 preman di Mapolres Binjai, Senin (13/8).
ARAHAN: Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak memberikan pengarahan kepada 12 preman di Mapolres Binjai, Senin (13/8).

Petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai mengamankan 12 orang preman di lokasi kebun PTPN II, Pasar IV, Desa Kwala Mencirim, Sei Bingai, Langkat, Senin (13/8). Mereka diamankan melalui Operasi Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD).

Polisi menduga, premanisme itu akan bentrok fisik dengan masyarakat penggarap. Kapolres Binjai, AKBP Donald Simanjuntak mengingatkan agar para preman tersebut tidak mengulangi perbuatannya. Pasalnya, pengamanan kebun itu bukan tugas dari premanisme. Melainkan tugas dari Polri.

Menurut Donald, para premanisme tersebut akan ditindak tegas dan terukur sesuai SOP. “Mereka diamankan agar tidak melebar situasi Kamtibmas di Wilkum Polres Binjai sehingga Jahtanras Polres Binjai melakukan pengamanan terhadap premanisme,” ujar Donald.

Dari jumlah 12 premanisme itu, 9 preman ditahan. Diantaranya, Rinaldi (43) warga Dusun Ringga Mani, Desa Gunung Ambat, Sei Bingai; Samsul Ginting (36) warga Dusun Manggusta, Desa Gunung Ambat, Sei Bingai; Agus Syahputra (25) warga Desa Balai Kasih, Kuala; Kliwon (30) warga Desa Gunung Ambat, Sei Bingai;

Muati Sembiring (49) warga Dusun Lau Gunung, Desa Gunung Ambat, Sei Bingai; Swasta Hartanta Perangin-angin (42) warga Dusun VII Kutambaru, Desa Namuukur Utara, Sei Bingai; Pani Kristoper (20) Desa Bandar Meriah, Sei Bingai; M Taher (41) warga Desa Namuukur Utara, Sei Bingai dan Surya Muslizar Ginting (51) warga Desa Namuukur Utara, Sei Bingai.

Dari tangan mereka, barang bukti yang diamankan polisi ada 10 bilah golok atau parang, 1 pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, 12 unit sepedamotor dan 1 unit Daihatsu Taft GT.

“Terhadap 9 preman disangkakan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 (Undang-undang darurat) dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara,” tandasnya.

Sementara, ada tiga preman yang tidak ditahan. Mereka tidak ditahan lantaran tidak ditemukan membawa senjata tajam. Itu diketahui polisi berdasarkan hasil pemeriksaan dan pembinaan yang dilakukan petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai.

Mereka masing-masing, Ari Sitepu (25) warga Desa Namuukur Utara, Sei Bingai; Zainal Abidin (30) warga Dusun 6, Desa Namuukur Utara, Sei Bingai dan Jefrianto (34) warga Pasar 6, Sei Bingai.(ted/ala)

Polytron Raih Dua Penghargaan

ist/Sumut Pos PIAGAM: Chief Commercial Officer Polytron, Tekno Wibowo menunjukkan dua piagam penghargaan dari SQ 2018.
ist/Sumut Pos
PIAGAM: Chief Commercial Officer Polytron, Tekno Wibowo menunjukkan dua piagam penghargaan dari SQ 2018.

Terpercaya, andal dan memuaskan adalah simbol yang utama dalam kepuasan pelayanan terhadap pelanggan. Hal tersebut tentu saja dapat tercapai jika dilakukan dengan sunguh-sungguh. Belum lama ini di Jakarta, Polytron meraih dua penghargaan atas kualitas pelayanan yaitu Service Quality Award 2018 untuk kategori Home Appliances dan Home Entertainment.

Penghargaan yang diterima untuk kategori servis atau pelayanan ini adalah penghargaan tahunan yang diselenggarakan oleh majalah Marketing. Survei dilakukan dengan jumlah responden lebih dari 5000 orang yang tersebar di beberapa kota, yaitu Jakarta, Semarang, Surabaya dan Medan.

Polytron selalu membenahi pelayanannya di segala bidang, mulai dari produk inovasi hingga after sales. Pada pelayanan after sales-nya kini telah mencapai lebih dari 60 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.

Untuk layanan pendaftaran garansi dan permintaan kunjungan, Polytron juga memberikan kemudahan dengan membuka layanan melalui whatsap di nomor 085321005100. Sehingga memudahkan konsumen untuk mendaftarkan garansinya dan berkomunikasi dengan tim teknisi.

Komitmen Polytron adalah memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggan, sehingga garansi lima tahun untuk TV LED makin diperluas. Saat ini layanan garansi lima tahun diberikan untuk televisi LED Polytron hingga berukuran 50 inci, yaitu mulai dari ukuran 20 inci, 22 inci, 24 inci, 32 inci, 39 inci, 43 inci, dan 50 inci.

Garansi ini meliputi garansi panel/layar, garansi spare part/suku cadang, garansi jasa perbaikan, garansi remote control, dan garansi karena petir. Dan untuk produk tertentu, Polytron juga memberikan kemudahan dimana perbaikan ringan dapat ditunggu dengan waktu pengerjaan/perbaikannya kisaran 30 hingga 60 menit.

Polytron sangat jeli melihat pasar AC di Indonesia, sehingga Polytron juga mengkampanyekan “Garansi Lebih Cepat Dingin atau Uang Kembali” hingga akhir tahun 2018 dalam program AC Neuva Ice.

AC premium milik Polytron ini didesain sesuai dengan iklim tropis di Indonesia yang cenderung panas, karena dibekali teknologi High Efficiency Cooling Engine yang mampu mencapai suhu 18°C dalam waktu tujuh menit, yaitu proses pendinginan yang lebih cepat dari AC biasa.

Untuk penanganan AC secara umum, Polytron juga menerapkan layanan kunjungan kerumah dengan waktu 1 x 24 jam setelah pengaduan diterima, pelayanan ini diterapkan untuk wilayah tertentu di kota-kota besar di Indonesia.

Sedangkan untuk mesin cuci twin tube seri Primadona Samba, baru-baru ini Polytron juga melayangkan garansi tiga tahun untuk garansi spare part/komponen dan jasa perbaikannya.

Tekno Wibowo selaku Chief Commercial Officer Polytron menyampaikan harapannya bahwa Polytron harus mampu bersaing di pasar dan harus memiliki daya saing kuat dengan memajukan pelayanan. Tentu hal ini dapat tercapai jika didukung oleh sumber daya yang memiliki jiwa pelayanan dan infrastruktur yang mendukung. (rel/ram)

Residivis Sabu Masuk Lagi

TEBINGTINGGI-Baru keluar penjara dua bulan, Beryandi alias Bery (40) sudah harus masuk lagi dengan kasus yang sama. Warga Jalan Amal, Lingkungan III, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi ditangkap saat menunggu pembeli.

Personel Satuan Narkoba Polres Tebingtinggi menangkap Bery dari rumahnya, Minggu (5/8) sekira pukul 00.40 WIB. Dari tangan residivis itu, petugas mengamankan sabu seberat 10,26 gram dan 1 unit handphone merk Samsung.

“Ya benar. Sedang kita proses,” ujar Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi Iptu J Nainggolan didampingi Kanit Narkoba Iptu W Silitonga, Senin (13/8).

Kepada polisi, Bery mengaku sabu tersebut didapatnya dari Ijal (narapidana Lapas Aceh Bireuen).

“Kata tersangka akan dipakainya sendiri,” ujar Nainggolan.

Namun menurut Nainggolan, pengakuan tersangka itu merupakan alibi untuk mengelabui petugas.

“Semua akan dibuktikan di pengadilan nanti,” tegasnya.

Tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) Subs 112 ayat (1) UU RI tahun 2009 tentang narkotika. (ian/ala)

Buka Tabungan Dapat Asuransi Kesehatan

ist BERSAMA: Karyawan Maybank saat peluncuran program MySaveR. Dalam program ini, membuka tabungan di Maybank akan mendapatkan asuransi kesehatan.
ist
BERSAMA: Karyawan Maybank saat peluncuran program MySaveR. Dalam program ini, membuka tabungan di Maybank akan mendapatkan asuransi kesehatan.

JAKARTA- PT Bank Maybank Indonesia Tbk meluncurkan MySaveR yang merupakan program tabungan berhadiah gratis asuransi kesehatan.

Dari program tersebut, Maybank berharap terjadi pertumbuhan nasabah sekitar 15 persen dan volume tabungan naik sepuluh persen.

”Untuk tabungan, kami targetkan Rp 5 triliun,” kata Director Community Financial Services Maybank Indonesia Jenny Wiriyanto di Jakarta, Rabu (8/8).

Dengan mengikuti program tersebut, nasabah akan memperoleh manfaat asuransi kesehatan selama satu tahun, melalui tiga jenis manfaat perlindungan.

Yaitu, berupa rawat jalan, rawat inap, serta manfaat tambahan membantu dan melindungi biaya kesehatan keluarga.

”Selama penerima kartu asuransi merupakan nasabah Maybank dengan usia 65 tahun ke bawah,” terang Jenny.

Perencana keuangan Aidil Akbar Madjid menerangkan, biaya rumah sakit sangat mahal.

Karena itu, pemerintah mengeluarkan BPJS. Dia menilai, untuk memproteksi diri, diperlukan asuransi.

”Kita menjadi negara maju, negara maju di mana pun semua akses kesehatannya mahal. Produk tersebut sesuai dengan financial planning,” tambah Aidil. (nis/c25/oki/jpnn/ram)