Home Blog Page 6066

Pemeriksaan Berkas Bacaleg Tebingtinggi Belum Rampung

Anggota Komisioner KPU Tebingtinggi Wal Ashri. (Sopian/Sumut Pos)
Anggota Komisioner KPU Tebingtinggi Wal Ashri. (Sopian/Sumut Pos)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tebingtinggi Devisi Teknis sampai, Selasa (7/8) masih melakukan pemeriksaan verifikasi berkas bakal calon legislatif (bacaleg) Kota Tebingtinggi. Ada 316 calon dari 15 Partai Politik (Parpol) peserta pemilu yang bertarung untuk memperebutkan 25 kursi di DPRD Kota Tebingtinggi pada Pemilihan Umum tahun 2019.

Anggota Komisioner KPU Kota Tebingtinggi Devisi Teknis Wal Ashri didampingi Buckhori di ruangan kerja Kantor Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Rumah Sakit Umum menyatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan berkas Bacaleg. Memang dalam pemeriksaan belum ada dipastikan lulus atau tidaknya berkas bacaleg. “Kita masih melakukan verifikasi berkas bacaleg,” terangnya.

Kata Wal Ashri, untuk dua anggota DPRD yang pindah partai politik (parpol), Samsul Bahri dari PKPI mendaftar bacaleg ke PAN dan Edi Saputra dari PKPI mendaftar bacaleg ke Partai Hanura sudah melengkapi surat pengunduran dirinya dari Parpol yang bersangkutan.

Selama verifikasi berkas oleh KPU, terkait kesalahan penulisan nama bacaleg tidak sesuai dengan KTP dengan ijazah. Bacaleg bersangkutan sudah melengkapi dengan memberikan surat keterangan dari pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tebingtinggi. “Jika dibilang, verifikasi berkas hampir rampung 100 persen,”jelasnya.

Untuk tahapan selanjutnya pihak KPU Kota Tebingtinggi akan mengumumkan daftar caleg sementara (DCS) melalui media, baliho, papan pengumuman di kelurahan. Masyarakat dipersilakan memberi tanggalan terkait DCS.

Apa bila masyarakat keberatan dengan bacaleg tertentu, KPU akan menerima laporannya dan bacaleg bisa dianggap tak memenuhi syarat, setelah dilakukan koreksi terlebih dahulu. (ian/azw)

Parma Boyong Tiga Pemain Inter

Parma kembali meramaikan pentas Serie A di musim 2018-2019. Setelah dipaksa degradasi pada musim 2014-2015 karena bangkrut, Parma akhirnya kembali menanjak dari Serie D menuju kompetisi kasta tertinggi di Italia tersebut.

Sebagai persaiapan untuk mengarungi persaingan, Parma berbenah dengan mendatangkan pemain-pemain baru. Setidaknya sudah ada 11 nama yang berhasil direkrut dan tiga di antara mereka berasal dari Inter Milan.

Menurut laporan Caliomercato, Parma harus mengeluarkan 1,5 juta euro untuk menebus Jonathan Biabiany dari kubu I Nerazzurri. Gelandang kebangsaan Prancis itu bukanlah orang baru di skuad Parma. Biabiany pernah memperkuat Gialloblu dari 2011-2014.

Saat itu Biabiany berstatus sebagai pemain pinjaman. Namun ketika Parma bangkrut, sang pemain terpaksa pulang ke Inter dan ia dipinjamkan lagi ke Sparta Praha pada musim 2017-2018.

Selain Biabiany, Parma juga mendatangkan Federico Dimarco serta Alessandro Bastoni. Keduanya didatangkan dari Inter dengan status pinjaman selama semusim.

Selain dua nama tersebut, Parma juga meminjam Luigi Sepe (Napoli) dan Amato Ciciretti (Benevento). Selain itu mereka sukses mendatangkan tujuh pemain lainnya secara gratis yakni Bruno Alves (Rangers), Giuseppe Carriero (Casertana), Emanuelle Matino (Latina), Massimo Gobbi (Chievo), Luca Rigoni (Genoa), dan Cristian Galano (Bari). (bep/jpc/don)

Hanura Sumut Tunggu Balasan Pusat

BERIKAN: Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Utara H Kodrat Syah memberikan perlengkapan topi dan baju kepada Ketua DPC Partai Hanura Kota Tebingtinggi Ogamota Hulu SH di RM Pondok Bagelen Jalan Deblot Sundoro Kota Tebingtinggi.
BERIKAN: Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Utara H Kodrat Syah memberikan perlengkapan topi dan baju kepada Ketua DPC Partai Hanura Kota Tebingtinggi Ogamota Hulu SH di RM Pondok Bagelen Jalan Deblot Sundoro Kota Tebingtinggi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Hati Nurani Rakyat Sumatera Utara (Hanura Sumut) masih menunggu jawaban dari pimpinan pusat soal pengajuan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Sumut yang tersangkut masalah hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nama Rinawati Sianturi yang telah ditahan pun telah diusulkan untuk diganti.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sumut Edison Sianturi mengatakan, pihaknya telah mengi-rimkan usulan untuk dilakukan segera proses PAW anggota DPRD Sumut periode 2014-2019. Hal itu sudah disampaikan mereka kurang lebih sebulan lalu ke pusat. Saat ini pihaknya menunggu ins-truksi atau keputusan dari atasannya di Jakarta.

“Sudah kita sampaikan ke pusat usulannya. Sekarang menunggu putusan pusat. Kalau sudah ada, kita akan segera proses PAW-nya,” ujar Edison, Rabu (8/8).

Dikatakan Edison, bahwa nama Rinawati Sianturi yang tersangkut masalah hukum terkait periode DPRD 2009-2014. Namun saat ini, nama anggota DPRD Sumut tersebut masih berstatus sebagai perwakilan dari Partai Persatuan Rakyat Nasional (PPRN). Sehingga masalah dimaksud menurutnya, tidak terkait Hanura.

“Walaupun begitu, masalah yang menimpanya kan berpengaruh pada keterwakilan kita di DPRD Sumut,” sebutnya.

Selain mengusulkan PAW kata Edison, mereka juga sudah menyiapkan nama pengganti yang belum dibuka. Tetapi proses itu belum bisa berjalan menunggu keputusan dari pusat.

“Ya kita berharap bisa segera ada jawaban keputusan pergantian. Karena semakin cepat, proses pergantian bisa dilakukan dan anggota dewan kita bisa aktif bekerja sampai akhir periode,” pungkasnya. (bal/azw)

5 Mahasiswa Farmasi Asing Orientasi di RS USU

MEDAN- Sebanyak 5 mahasiswa asal luar negeri mengikuti program Internship Students Exchange Program 2018 di Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (USU) yang difasilitasi oleh Fakultas Farmasi.

Kegiatan ini menjadi kali keduanya dilaksanakan di mana sebelumnya pada tahun 2018 juga sudah dilaksanakan dengan peserta tujuh mahasiswa yang berasal dari Malaysia dan 2 mahasiswa dari Perancis. Sementara di tahun ini dihadiri 2 orang dari Mesir seorang dari Belanda, seorang orang dari Maroko dan seorang lag dari Malaysia.

Acara yang berlangsung Kamis (2/8) kemarin dihadiri Wakil Dekan I Fakultas Farmasi Dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan MSi Apt dan perwakilan mahasiswa Fakultas Farmasi USU yang diketuai oleh Rony Abdi Syahputa. Rombongan disambut Direktur Diklat Penelitian dan Kerja Sama RS USU dr Sake Juli Martina, SpFK.

Dalam pertemuan itu beberapa materi yang dibahas antara lain tentang profil dan tata tertib di RS USU, mutu dan keselamatan pasien oleh komite mutu, kemudian pencegahan dan pengendalian infeksi oleh Komite PPI, penggunaan APAR dan jalur evakuasi, pengenalan kewaspadaan obat yang perlu diketahui.

Wakil Dekan I Fakultas Farmasi dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan MSi Apt dalam sambutannya menyebut orientasi itu dilaksanakan untuk lebih mendekatkan para mahasiswa mengetahui sistem dan mekanisme tugas yang nantinya akan dapat diterapkan di dunia pekerjaan.

Direktur Diklat Penelitian dan Kerja Sama RS USU dr Sake Juli Martina SpFK dalam sambutannya mewakili Direktur Utama RS USU Dr dr Syah Mirsya Warli SpU (K) menyatakan program orientasi RS USU merupakan program rutin dan wajib diikuti oleh setiap peserta didik atau staf sebelum melakukan kegiatan belajar ataupun bekerja di RS USU.

“Kegiatan Orientasi ini sangat penting agar setiap orang yang beraktivitas di RS USU memahami visi, misi, kebijakan, dan peraturan yang berlaku di RS USU sehingga dapat bersama-sama mewujudkan visi dan misi RS serta mematuhi segala peraturan yang berlaku di dalamnya,” ungkapnya.

RS USU sebagai salahsatu Greenbuilding pertama di USU yang didesain dengan mempertimbangkan penghematan energi dan ramah lingkunga, rumah sakit itu memiliki 17 poliklinik di antaranya Poli Anak, Bedah, Kebidanan dan Kandungan, Penyakit Dalam, THT, Mata, Syaraf, Kulit Kelamin, Jantung, Rehabilitasi Medis, Bedah Syaraf, Orthopedi, Bedah Anak, Tumbuh Kembang, Psikiatri Kesehatan Jiwa, Paru, dan Anasthesi.

“RS USU juga mulai mengembangkan pelayanan-pelayanan subspesialistik seperti gatroenterohepatologi, nefrologi, hemato oncology, geriatri dan lain-lain,” sebutnya.

Sementara terkait bidang pendidikan dan penelitian dr Sake Juli Martina SpFK menyatakan bahwa RS USU saat ini sudah memfasilitasi kegiatan akademik baik untuk proses belajar-mengajar maupun penelitian bagi peserta didik dari seluruh rumpun ilmu kesehatan yang ada di USU (Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat dan Psikologi). (dvs/azw)

Sosok Capres-Cawapres Pengaruhi Suara Partai

Anggota DPR-RI, Gus Irawan Pasaribu.
Anggota DPR-RI, Gus Irawan Pasaribu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepopuleran sosok calon pre-siden (capres) pada setiap pemilihan umum (Pemilu) berbanding lurus dengan perolehan kursi oleh partai politik pengusung di legislatif semua tingkatan. Karenanya, kontestasi pemilihan legslatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) Serentak akan memberikan manfaat kepada partai.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumatera Utara (Sumut) Gus Irawan Pasaribu mengatakan sosok Prabowo Subianto sebagai ketua umum (Ketum) sekaligus juga digadang gadang mencalonkan diri di Pilpres 2019 punya pengaruh cukup besar bagi partai. Apa lagi katanya, antara mantan Pangkostrad tersebut dengan partai berlambang kepala burung garuda itu adalah satu kesatuan.

“Pastinya berpengaruh, karena Pak Prabowo dan Gerindra itu tidak terpisahkan. Pasti partai akan mendapatkan man faat elektoral yang lebih baik,” ujar Gus Irawan, Selasa (7/8).

Karena itu pula, dirinya memotivasi seluruh kader atau bakal caleg Gerindra di daerah untuk memanfaatkan situasi dan wacana politik yang sedang menjadi perhatian publik saat ini. Dengan demikian, kepercayaan dan penerimaan masyarakat kepada calon legslatif (caleg) dan Prabowo sejalan dan selaras.

“Inilah penekanan kita kepada kader, agar manfaat elektoral dengan sistem pemilu serentak bisa diambil. Karena saling mempengaruhi, tentu akan membuat semangat bekerja para caleg Gerindra,” sebutnya.

Namun untuk target perolehan kursi khususnya di DPRD Sumut, Gus mengaku pihaknya belum menetapkan berapa jumlahnya. Dari 13 orang wakil mereka, diyakini akan bertambah signifikan dari sebelumnya di 2014. Yang pasti katanya, kemenangan Prabowo sebagai Presiden RI adalah tujuan penting.

“Sebetulnya strateginya adalah Prabowo (jadi) Presiden, kalau itu menang pasti akan sejalan. Soal berapa kursi, kami belum putuskan target. Tetapi kami punya keyakinan dan berharap Gerindra jadi pemenang di DPRD Sumut,” katanya.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain mengatakan pihaknya juga melihat sosok Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai tokoh Nasional dan Presiden ke-6 RI masih punya pengaruh kuat di publik. Sehingga nama besar tersebut akan membantu bakal caleg mereka meraih suara merebut kursi legislatif semaksimal mungkin.

“Beliau (SBY) kan sosok Presiden RI dua periode, sepuluh tahun. Jadi nama besar beliau 50 persen berpengaruh di masyarakat,” katanya.

Namun baginya, nama besar SBY maupun AHY sama sekali bukan jaminan Partai Demokrat bisa memperoleh banyak kursi dari pileg sebelumnya. Sebab tanpa kerja keras para caleg turun ke masyarakat, capaian suara dan kursi di legislatif tidak akan berhasil.

“Makanya kita tekankan kepada caleg untuk kerja keras mendulang suara. Tanpa itu, sama saja kita tidak bisa menang,” sebutnya.

BPJS KESEHATAN KESULITAN BAYAR TAGIHAN RUMAH SAKIT

SUMUTPOS.CO – Sebanyak 200 ribu warga Kota Medan yang tercatat sebagai peserta BPJS Mandiri menunggak pembayaran iuran. Tak tanggung-tanggung, tunggakan iuran mencapai Rp100 miliar.

BESARNYA tunggakan tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Khusus (Pansus) Penduduk Miskin dan Penerima Bantuan Indonesia (PBI) di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Medan, kemarin.  Dalam RDP tersebut, Kabid Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kota Medan Supriyanto mengakui, pihaknya saat ini kesulitan membayar tagihan rumah sakit.

Hal ini disebabkan adanya tunggakan iuran masyarakat. “Ada sekitar 200 ribu jumlah penduduk Medan yang menuggak iuran BPJS Mandiri, jumlahnya mencapai Rp100 miliar,” ungkapnya.

Diutarakan Supriyanto, tunggakan itu membuat aktivitas operasional BPJS Kesehatan menjadi terganggu. “Dari 200.000 warga yang menunggak, 101.000 di antaranya pasien Kelas III,” sebutnya.

Menurut dia, pihaknya telah melakukan berbagai upaya agar peserta BPJS mandiri segera membayar iuran. Upaya yang dilakukan yakni mengunjungi langsung rumah warga yang bersangkutan atau mengingatkan melalui telepon. “Apabila rutin membayar iuran BPJS akan lebih memperlancar program dari BPJS itu sendiri. Hasilnya tentu juga akan kembali ke masyarakat itu sendiri selaku peserta BPJS mandiri,” ujarnya.

Disebutkannya, peserta BPJS yang menunggak iuran pembayarannya justru akan merugikan yang bersangkutan. Selain kartu BPJS-nya non aktif sementara, peserta mandiri juga akan dikenakan biaya denda dari tunggakannya. Namun jika telah menyelesaikan kewajiban iuran beserta tunggakannya tersebut, kartunya bisa diaktifkan kembali.

“Diimbau kepada masyarakat peserta BPJS Mandiri untuk aktif membayar iuran pembayaran tersebut jika sudah jatuh tempo. Sebab, bagaimanapun juga itu untuk kebaikan bagi yang bersangkutan ke depannya,” tukasnya.

Ketua Pansus Penduduk Miskin dan PBI DPRD Medan, Bahrumsyah menyarankan agar peserta yang menunggak segera dievaluasi. Selain itu, diminta supaya migrasi masuk PBI di kelas III.

“Mereka yang menunggak kuat dugaan sebagai warga kurang mampu, karena tidak sanggup membayar iuran. Jadi, mereka patut dipertimbangkan masuk PBI,” kata Bahrumsyah.

Ia menambahkan, ke depan diharapkan, warga Medan yang selama ini mondar-mandir mengurus Surat Keterangan Tanda Miskin (SKTM) diharapkan tidak akan terulang lagi. Sebab, mereka yang mengurus merupakan warga yang benar-benar kurang mampu. “Mereka yang kurang mampu itulah yang menerima PBI dan harus dipermudah,” tandasnya.

Untuk diketahui, BPJS Mandiri merupakan program dari BPJS Kesehatan. Dalam program ini tersedia 3 jenis kelas yaitu Kelas I dengan iuran peserta Rp80 ribu perbulan, Kelas II dengan iuran peserta Rp51 ribu dan kelas III dengan iuran peserta Rp25.500. Pembayaran iuran dilakukan setiap bulan dan dibayar sebelum tanggal 10.

 

Regulasi Baru untuk Pasien Katarak

Anggota Dewan Pertimbangan Medik untuk Program Jaminan Kesehatan Nasional di Propinsi Sumatera Utara, Prof dr Aslim Sihotang Sp M(K) menilai, Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Katarak dalam Program Jaminan Kesehatan layak diberlakukan.

Berdasarkan peraturan tersebut, BPJS Kesehatan akan menjamin pelayanan operasi katarak yang dilakukan untuk penderita katarak dengan ketajaman penglihatan kurang dari 6/18. Sedangkan untuk penjaminan operasi katarak dengan teknik phacoemulsifikasi hanya dapat diberikan oleh dokter yang telah memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh Kolegium Oftamologi Indonesia bersama Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia.

“Regulasi tersebut sudah tepat. Sebab tindakan operasi memang hanya perlu dilakukan pada penderita katarak yang sudah memiliki ketajaman penglihatan rendah sehingga dapat bekerja dengan baik,” ungkap Aslim belum lama ini.

Ketajaman penglihatan 6/18 adalah ketajaman penglihatan yang masih baik dimana penderita masih dimungkinkan untuk membaca dan bekerja dengan baik. “Hal tersebut dapat dikecualikan untuk penderita dengan profesi tertentu yang membutuhkan ketajaman penglihatan optimal seperti pilot,” lanjut Dokter Spesialias Mata yang bertugas di RS Universitas Sumatera Utara Medan.

Dewasa ini teknik operasi katarak dengan phacoemulsifikasi semakin banyak digunakan. Dengan teknik ini, operasi katarak pada stadium awal dapat dilakukan dengan lebih mudah. Hal ini yang menurut Aslim menyebabkan tindakan operasi katarak khususnya di Sumut meningkat dengan sangat pesat. Padahal salah satu risikonya adalah dapat terjadinya Posterior Capsular Opacity dengan cepat, dimana terjadi kekeruhan pada kapsul lensa yang tidak ikut diangkat pada saat operasi katarak. Sehingga perlu dilakukan tindakan laser yang tentunya akan menambah biaya.

Aslim menambahkan, terkait dengan pemberlakuan sertifikasi untuk tindakan operasi phacoemulsifikasi, ia mengatakan bahwa ketentuan tersebut harusnya sudah diterapkan sejak dulu. “Proses sertifikasi akan menjamin mutu layanan yang diberikan dan memberikan rasa aman bagi pasien yang dioperasi dan dokter yang mengoperasi, juga termasuk BPJS Kesehatan yang dalam hal ini sebagai pihak yang menjamin biaya atas tindakan operasi tersebut,” tambah Aslim saat dikonfirmasi.

Diakhir kesempatan, Aslim menghimbau kepada seluruh stakeholder, khususnya para Dokter Spesialis Mata agar dapat menanggapi regulasi (perdir jampelkes-red.) yang telah diterbitkan oleh BPJS Kesehatan ini dengan baik dan positif. (ris/dvs)

Kualitas Anak Tangung Jawab Bersama

LUBUKPAKAM,SUMUTPOS.CO-Ketua TP PKK Deliserdang Ny Hj Yunita Ashari Tambunan penasehat GOPTKI (Gabungan Organisasi Taman Kanak-Kanak Indonesia) mengatakan, dengan periNgatan HUT GOPTKI hendaknya menjadi momen evaluasi untuk meningkatkan peran memajukan kualitas anak usia dini. Demikian disampaikannya di Gedung PKK Deliserdang, Lubukpakam, Selasa (7/8).

Ditambahkanya, kualitas anak usia dini bukannya hanya pintar, tetapi harus sehat secara fisik. Juga memiliki akhlak mulia melalui pendidikan yang berkualitas. Semakin dewasanya GOPTKI sebagai organisasi, lanjut Yunita, diharapkan pengurus ditingkat Kabupaten maupun Kecamatan semakin proaktif meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini yang disebut kategori usia emas, GOPTKI memiliki posisi strategis untuk menanamkan aspek–aspek pendidikan kepada generasi emas tersebut.

Hut yang ke 61 itu digelar berbagai acara mulai lomba pidato bagi ketua Dewan Pimpinan Ranting GOPTKI dan lomba kreasi guru TK/RA se Kabupaten Deliserdang. HUT GOPTKI itu diawali pemotongan nasi tumpeng, turut di hadiri Ketua GOPTKI Ny Hj Asdiana Zainuddin,Ketua Dharmawanita Persatuan Ny Herawati Darwin Zein,Ketua GOW Hj Sri Barus, Kadis Pendidikan Dra Wastianna Harahap dan Pimpinan OPD terkait lainnya , Ketua Dewan Pimpinan ranting Kecamatan serta Guru TK/RA se -Kabupaten Deliserdang.

Karenanya, penyelenggara pendidikan anak usia dini yaitu GOPTKI dari jenjang pimpinan cabang sampai ke Dewan Pimpinan Ranting harus mempunyai SDM yang cukup baik karena banyaknya tantangan yang akan dihadapi pada saat ini ,tantangannya adalah bagaimana agar kita lebih meningkatkan mutu dan kualitas organisasi yang kita pimpin. GOPTKI juga sebagai organisasi yang menaungi organisasi penyelenggara TK perlu memperjuangkan nasib lembaga pendidikan TK untuk menjadi lembaga pendidikan yang terhormat.

Ketua GOPTKI Deli Serdang Ny Hj Asdiana Zainuddin mengatakan melalui lomba ini bukanlah semata mata untuk mendapatkan gelar juara tetapi lebih kepada upaya kita untuk memberanikan diri menjadi seorang pemimpin (Ketua) didalam organisasi yang kita pimpin dan menjadi guru yang kreatif dari sekolah dimana kita mengajar. Dan diharapkan kepada Ketua DP ranting GOPTKI dan guru TK/RA sebagai peserta lomba dapat memandang kegiatan kita ini sebagai media untuk tumbuh kembang pengetahuan dan ketrampilan bagi ibu-ibu peserta lomba.

Sedangkan pemenang lomba Pidato antar Ketua DP ranting GOPTKI pada HUT GOPTKI Ke 61 Kabupaten Deli Serdang ini yakni Juara I Kecamatan Batangkuis, Juara II Sibolangit dan Juara III Kecamatan Biru biru. Sedangkan untuk perlombaan kreasi guru TK/RA, Juara I Aripin Ahmad S.Pd dari Kecamatan Hamparan Perak, Juara II Noprita dari Lubuk Pakam dan Juara III Ika Veronika S.Pd dari Kecamatan Kutalimbaru.(btr/han)

Teror Iblis Pemberi Kekayaan

Foto: Dame/Sumut Pos JUMPA PERS: Dua pemain film 'Sebelum Iblis Menjemput' Chelsea Islan dan Karina Suwandi saat Meet and Greet di Ringroad City Walks Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/8/2018)
Foto: Dame/Sumut Pos
JUMPA PERS: Dua pemain film ‘Sebelum Iblis Menjemput’ Chelsea Islan dan Karina Suwandi saat Meet and Greet di Ringroad City Walks Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/8/2018)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Film horor Indonesia kembali bangkit menyajikan tontonan yang siap bikin penonton menjerit. Film ‘Sebelum Iblis Menjemput’ yang dibintangi Chelsea Islan, Pevita Pearce dan Karina Suwandi, berhasil menghadirkan ketakutan melalui teror mencekam. Penontont siap-siap saja sport jantung,  menyaksikan adegan demi adegan munculnya sosok iblis di film ini.

“Siap-siap saja  terkaget-kaget dan tercekat di kursi mananti teror-teror adegan film ini di bioskop,” kata sutradara film, Timo Tjahjanto. Kata Timo, horor yang ingin diciptakan dalam film itu adalah kengerian, yang akan menjadi mimpi buruk bagi penonton.

Teror dalam film itu juga diakui dua aktor yang membintanginya, yakni  Chelsea Islan dan Karina Suwandi. “Para pemain aja ikut menjerit saat pertama kali menonton premiere filmnya. Padahal kami sudah tau jalan ceritanya. Pokoknya nonton deh. Film ini tidak hanya menawarkan horor saja, tapi juga drama keluarga, action, dan thriller. Karakter-karakternya kuat, sinematografinya menunjukkan level film horor Indonesia yang tidak kalah dari film Barat. Ritme filmnya yang cepat,” cetus Chelsea Islan didampingi Karina Suwandi, dalam Meet and Greet di Ringroad City Walks Medan, Sumatera Utara, Rabu (8/8/2018) sore.

Film ‘Sebelum Iblis Menjemput’ mengisahkan Alfie (Chelsea Islan), seorang perempuan muda yang dihantui masa lalunya yang kelam. Terpisah lama dengan sang ayah (Ray Sahetapy) yang menikahi perempuan lain (Karina Suwandi), Alfie mendapati ayahnya koma karena gejala penyakit misterius.

Adegan teror ternyata muncul di rumah sakit.

Penasaran, gadis muda itu berusaha mencari tahu jawaban penyebab penyakit sang ayah, dengan mendatangi villa yang suka didatangi ayahnya. Di sana ia berusaha mencari tahu apa yang terjadi kepada ayahnya, dan ibunya yang dulu meninggal secara janggal. Di sana jugalah dia bertemu dengan Maya (Pevita Pearce), saudari tirinya yang mempunyai agenda tersendiri.

Poster film Sebelum Iblis Menjemput.

Di villa tua itu, teror demi teror menguak rahasia mengerikan sang ayah, yang membawa mereka ke nasib yang lebih mengerikan dari kematian. Iblis… yang dulu memberi ayahnya kekayaan, dan kini menuntut tumbal.

“Kita syuting di vila yang sudah 40 tahun ditinggalkan. Dan itu benar-benar menantang. Agak mencekam saat pertama kali masuk ke dalam vila tua itu,” ujar Karina, menjawab wartawan.

Menurut Karina dan Chelsea, film ‘Sebelum Iblis Menjemput’ merupakah film horor mereka yang pertama. Tapi keduanya tidak mengalami kendala yang berarti saat menjalani shooting. “Karena persiapan filmnya matang. Dan kita fokus memerankan karakter di film tersebut,” ungkap Karina.

Film yang akan tayang perdana di bioskop pada Kamis, 9 Agustus 2018 dibintangi beberapa bintang papan atas, yakni Chelsea Islan sebagai Alfie, Pevita Pearce sebagai Maya, Samo Rafael sebagai Ruben, Ray Sahetapy sebagai Lesmana, Karina Suwandi sebagai Laksmi, dan beberapa pemain lainnya.

Film Sebelum Iblis Menjemput mendapatkan dukungan penuh dari BukaNonton by Bukalapak. Film ini nantinya akan ditayangka juga di BukaNonton yang dapat dinikmati di aplikasi Bukalapak. Para pengguna dapat menyaksikan berbagai macam film Indonesia produksi Screenplay melalui BukaNonton, di mana saja dan kapan saja.

So, seperti apa kengerian dan teror yang bikin kalian tercekat di kursi penonton? Silakan nikmati di bioskop, yang mulai dirilis pada 9 Agustus 2018. (mea)

Realisasi PKB di Sumut Capai 61,47 Persen

MEDAN,SUMUTPOS.CO-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) telah berhasil mengumpulkan penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar 61,47% atau Rp 1.076.185.566.520 dari target Rp 1,750 triliun, hingga 31 Juli 2018.

Realisasi penerimaan PKB ini didukung dari razia yang dilakukan karena lebih efektif dibandingkan program keringanan denda pajak. Seperti di kampung-kampung setiap ada razia mereka langsung membayar,” ujar Kepala Bidang PKB pada BPPRD Sumut, Victor Lumbanraja kepada wartawan, Selasa (7/8).

Sementara untuk realisasi bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), sebutnya telah mencapai 66,67% atau Rp 790.399.264.000 dari target Rp 1,185 triliun. “Ini masih realisasi di APBD murni. Kita optimis tercapai meski nanti di Perubahan APBD kemungkinan ada perubahan target,” ucapnya. Dijelaskannya, realisasi penerimaan PKB hingga 30 Juni 2018 yang mencapai lebih dari 60% tersebut juga diperoleh dari penjualan kendaraan bermotor yang meningkat, khususnya menjelang Lebaran.

Untuk pengefektifan razia, lanjut Victor, pihaknya juga telah mempersiapkan instrumen untuk razia terpadu dan datang langsung ke lokasi pemilik kendaraan sesuai data sensus yang telah dilakukan. “Kita akan terus lakukan upaya agar masyarakat mau membayar pajak kendaraannya.

Kalau untuk program keringanan pajak kembali, kami tidak tahu kapan dilaksanakan lagi. Hal itu sesuai perintah gubernur yang dituang dalam peraturan gubernur,” katanya. Diakui pihaknya bahwa program keringanan pembayaran denda beberapa waktu lalu, memang sangat membantu masyarakat dalam membayar pajak kendaraannya.

“Apalagi keringanan PKB dan BBNKB tersebut tidak hanya untuk pribadi, juga diberlakukan untuk kendaraan plat kuning dan plat merah,” imbuhnya. Biasanya sambung Victor lagi, data capaian tunggakan PKB baru dapat dilihat atau rekapitulasi pada akhir tahun. Namun begitu, melihat tren pembayaran PKB pada semester I/2018 ini terbilang cukup baik, pihaknya optimis pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor PKB akan tercapai sesuai target yang dicanangkan.

Pengamat Anggaran, Elfenda Ananda mengungkapkan, secara prinsip, perhitungan proyeksi pendapatan dareah dari pajak kenderaan harus terukur dan dapat dicapai. Jangan sampai target tersebut tidak tercapai nantinya. “Diharapkan proyeksi tersebut pada akhir tahunnya akan tercapai,” katanya.

Kalau sampai dengan bulan enam telah terkumpul tentunya ada dua kemungkinan. Yakni proyeksi lebih rendah dari rill atau pendapatan targetnya dapat mencegah kebocoran dan pengutipan optimal. (prn/ila)

Keluarkan CSR Tambah Koleksi Buku Bacaan

MEDAN-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong seluruh perusahaan di daerah ini untuk menyalurkan dana corporate sosial responsibility (CSR) dalam rangka mengakomodir buku bacaan. Hal ini mengingat ketersediaan anggaran yang terbatas, belum sebanding dengan kebutuhan buku bacaan untuk seluruh lapisan masyarakat. “Kita itu cuma diberi anggaran belanja buku bacaan untuk satu tahun. Sementara kebutuhan akan hal itu sangat banyak sehingga anggaran yang ada masih jauh dari harapan,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Ferlin H Nainggolan kepada wartawan, Rabu (8/8).

Menurut dia, mayoritas buku bacaan untuk tingkat sekolah masih mengandalkan buku paket (mata pelajaran). Sementara dari sisi pemenuhan bacaan lainnya, referensi dimaksud tidak bisa diperoleh para pelajar. “Itu belum lagi kita bicara untuk perguruan tinggi, kecamatan sampai tingkat terbawah yakni desa. Tentu itu juga bagian dari tanggung jawab kita (pemprov), disamping ikut mendorong dana CSR perusahaan yang ada di Sumut,” katanya.

Pihaknya mengakui minat baca masyarakat Indonesia khususnya Sumut masih rendah. Padahal ada tiga komponen yang berperan menumbuhkan minat baca seseorang, yakni keluarga. Karena ini adalah komponen pertama yang berperan penting. Selanjutnya adalah pendidikan. Literasi dan pendidikan sangat berkaitan. “Salah satunya tidak bisa berdiri sendiri, pendidikan tidak bisa berjalan tanpa literasi begitu juga sebaliknya,” ujar Ferlin.

Komponen terakhir untuk menumbuhkan minat baca adalah masyarakat. “Komponen ini termasuk para pendidik dan stakeholder yang menentukan bagaimana perkembangan literasi itu sendiri,” tuturnya.

Pameran
Dalam rangka meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat Sumut, pihaknya bersama Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) akan menggelar pameran buku, budaya dan teknologi pada 22-27 September 2018 mendatang. “Pameran ini akan lebih besar ketimbang yang pernah diadakan di provinsi lain.

Selanjutnya, pameran ini juga akan diadakan di kabupaten/kota seperti Siantar, Tapanuli Selatan, Labuhan Batu dan Humbahas,” sebut mantan Staf Ahli Bidang Pendidikan Setdaprovsu ini. Kegiatan itu melibatkan kerja sama dengan pihak sekolah dan universitas untuk mengisi stand pameran. “Kita harapkan sampai 70% target pengunjung pada pameran sehingga omzet penjualan buku juga besar,” ucapnya.

Pameran buku yang digelar di pelataran Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Sumut akan dimulai pukul 08.00 sampai 19.00 WIB ini, menghadirkan Duta Baca Indonesia Najwa Shihab dan Kepala Perpustakaan Nasional M Syarif Bando. “Pameran ini akan mengajak 75 penerbit, distributor dan toko buku.

Selain pameran buku, acara tersebut juga akan menyelenggarakan pameran budaya teknologi. Dalam pameran buku ini penerbit akan memberi potongan harga,” pungkasnya. (prn/ila)