Home Blog Page 6078

Pelajar SMA Tewas Tabrak Trotoar

SOPIAN/SUMUT POS TEWAS: Khairul tewas mengenaskan usai menabrak trotoar menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax.

TM Khairul (18) tewas di tempat. Itu setelah sepeda motor Yamaha Nmax yang dikendarai-nya menghantam badan jalan (trotoar).

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Durian, Kota Tebingtinggi, Sabtu (4/8) malam.

SOPIAN/SUMUT POS
TEWAS: Khairul tewas mengenaskan usai menabrak trotoar menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax.

Sementara, rekan korban yang dibonceng, Dika Prayoga (18) hanya mengalami luka di bagian leher. Warga Jalan KL Yos Sudarso, Lingkungan I, Kelurahan Lalang, Tebingtinggi ini telah mendapat perawatan.

Kanit Laka Polres Tebintinggi Ipda M Samosir mengatakan, awalnya sepeda motor yang dikemudikan Khairul datang dari arah simpang Sei Bulan Jalan Siantar menuju Simpang Empat Kota Tebingtinggi.

Kuat dugaan, warga Jalan Gunung Arjuna, Lingkungan IV, Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi itu memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi.

Tiba di lokasi kejadian yang menikung ke kanan, pelajar salah satu SMA di Tebingtinggi hilang kendali dan berjalan lurus. Sepeda motor tanpa nomor polisi itu pun menghantam trotoar di sebelah kiri.

“Bagian wajah dari pengendara sepeda motor Yamaha NMax tanpa TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) membentur beton beram jalan. Sehingga mengalami luka berat dan meninggal dunia di TKP,” bilang Ipda M Samosir.

“Untuk kerugian materi sebesar Rp300 ribu. Petugas kemudian membawa korban tewas ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi,” pungkasnya.(ian/ala)

Jasad Perempuan Berambut Keriting Ditemukan di Pinggir Jalan

OLAH TKP: Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tebingtinggi melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat, Sabtu (4/8) sore.

TEBINGTINGGI – Jasad perempuan tanpa identitas ditemukan warga tergeletak di pinggir jalan lintas Tebingtinggi-Pematang Siantar. Tepatnya di Kampung Gaya Baru Dusun V, Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebingtinggi, Sergai, Sabtu (4/8) sore.

OLAH TKP:
Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tebingtinggi melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat, Sabtu (4/8) sore.

Temuan itu dilaporkan ke Mapolsek Tebingtinggi. Petugas Polsek dibantu Tim Inafis Polres Tebingtinggi kemudian melakukan olah TKP.

Mayat tersebut kemudian langsung dibawa ke instalasi jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Kumpulan Pane Tebingtinggi.

Enti (40) warga sekitar mengatakan, korban selama ini sering hilir mudik di lokasi tersebut. Kuat dugaan korban mengidap sakit jiwa.

“Kurang waras dia itu. Dari semalam dia udah tidur-tiduran di pinggir jalan, tapi belum meninggal. Saya tau kalau dia meninggal setelah orang rame melihatnya dan menutupinya dengan kain,” terangnya.

Kapolsek Tebingtinggi AKP AR Manurung SH membenarkan adanya penemuan mayat perempuan tanpa identitas.

“Ciri-cirinya yakni, berumur sekitar 42-45 tahun. Tinggi badan sekitar 150 Cm, rambut kriting dan kulit agak hitam,” kata kapolsek. (ian/ala)

Lulusan FE Paham Ekonomi Digital

Era digital mendorong mahasiswa harus memahami teknologi. Karena, para lulusan fakultas ekonomi (FE) dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia dituntut untuk memiliki kemampuan menghadapi aspek ekonomi digital.

Hal itu, diungkap Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dihadapan forum Rapat Pleno Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Indonesia (AFEBI) di Hotel Polonia, Medan, Jumat (3/8) siang. Untuk itu, ia mengatakan para mahasiswa tanah air ini, harus mendalami segala aspek ekonomi digital.

“Saat ini ekonomi digital telah meningkatkan produktifitas negara dan menimbulkan perubahan sistem belanja. Terdapat perubahan dinamika bisnis dan jenis pekerjaan yang baru akibat pengaruh ekonomi digital,” kata Sri.

Sri mengungkapkan dimensi kebijakan publik untuk ekonomi Indonesia relatif bisa terjaga dengan rata-rata pertumbuhan 5 persen. Dan pada tahun ini diproyeksikannya dapat menyentuh 5,2 persen walaupun banyak tantangan yang akan dihadapi.

Untuk perekonomian, Sri mengklaim terus membaik. Kedepannya, angkat terus meningkatkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. “Rata-rata tingkat inflasi dalam tiga tahun terakhir hanya berada di angka 3,5 persen. Kemudian tingkat kemiskinan dan pengangguran turun masing-masing menjadi 9,8 persen dan 15,2 persen,” jelasnya.

Selain itu, kebijakan fiskal APBN juga dinilainya dalam kondisi yang relatif sehat dan bertahan. Khususnya pendapatan negara yang kini sudah ada di posisi 44% dari capaian tahun lalu yang hanya 41%.

Dengan itu, ia menilai ekonomi digital juga memicu penambahan tantangan, terutama soal pengangguran dan pajak.”Turn over job tinggi sekali. Ada konsekuensinya terhadap pengangguran dan pajak,” tutur Sri.

Disisi lain, ekonomi digital juga dapat menjadi ancaman bagi perpajakan dari sisi objek pajak. Karena itu, visi ke depan adalah bagaimana mengantisipasi subjek dan objek pajak serta mengumpulkannya, dari sektor ekonomi digital.

Lanjut, Sri menjelaskan sangat penting bagi fakultas ekonomi untuk memahami ekonomi digital sehingga dapat menghasilkan lulusan yang juga punya kapasitas mumpuni pada aspek ini. Terlebih, tantangan bagi lapangan kerja ke depan adalah masyarakat yang akan semakin global dan ingin terkoneksi.

“Kita harus merespon perubahan teknologi. Harapan saya, FEB menghasilkan ekonom dan orang yg paham basic eco-thinking. Mahasiswa FEB harus dilatih bicara berdasarkan fakta dan bukti, tidak hanya statistik,” kata Sri.

Dia meminta para lululusan fakultas ekonomi juga menguasai data karena saat ini sudah menjadi semacam “tambang” yang baru. Bukan hanya menjadi penyuplai. Terutama, persoalan pajak dan objek pajak juga akan semakin kompleks dengan perkembangan ekonomi digital.

“Institusi akan mempengaruhi ekonomi sehingga riset harus digiatkan. Para dosen juga harus bisa mendidik ekonom andal,” kata Menkeu.

Acara di Medan merupakan Rapat Pleno yang ke-15 kalinya digelar AFEBI dengan Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai tuan rumah. Dia memastikan seluruh anggota hadir dalam rapat pleno tersebut.

Mulai berdiri sejak 1980, awalnya organisasi ini bernama Forum Dekan dan baru pada 2012 mereka sepakat mengubah nama menjadi AFEBI. Asosiasi terdiri dari 74 perguruan tinggi negeri dan 10 di antaranya sudah mampu mengantongi akreditasi internasional.

Salah satu tujuan dibentuknya asosiasi ini adalah untuk membantu Pemerintah meningkatkan kualitas fakultas ekonomi di Tanah Air.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) AFEBI, Suharnomo menyebutkan salah satu agenda pembahasan dalam forum rapat pleno adalah memersiapkan pembukaan program studi (prodi) ekonomi digital. Para anggota AFEBI sudah satu pemahaman bahwa pembukaan prodi ini perlu dilakukan untuk mengiringi perkembangan zaman.

“Semua ilmu ekonomi tetap diberikan seperti biasa, tetapi nanti dikombinasikan dengan pengetahuan IT atau digital,” kata Suharnomo.

Dengan kegiatan ini, ia menjelaskan rencana ini akan dimatangkan dengan target tahun depan sudah mulai diimplementasikan oleh fakultas ekonomi secara nasional, terutama di perguruan-perguruan tinggi negeri.

Kemudian, fakultas ekonomi tidak merealisasikannya, maka dia anggap hanya mengajarkan pengetahuan-pengetahuan yang sudah usang.”Hari ini kami mengundang Menteri Keuangan dan Menristek Dikti untuk memberikan inspirasi yang kami butuhkan untuk membuat kurikulumnya,” sebut Suharnomo.(gus/ram)

PT Dhirga Surya Rencanakan Pengembangan Usaha

MEDAN- Rencana PT Dhirga Surya untuk mengembangkan usaha dalam menambah keuntungan dinilai Oenjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Eko Subowo sebagai langkah yang maju. Atas hal itu, pihak direksi pun diminta menyiapkan rancangan bisnis ke depan.

Beberapa poin yang menjadi rencana kerja dari perusahaan itu disebutkan dapat berjalan dengan perhitungan tepat sesuai kemampuan keuangan dan sumber daya yang ada, termasuk aset yang dimilki. Karena itu, Eko meminta rencana dimaksud dapat diimplementasikan dengan rencana matang.

“Ini baik, artinya kita punya ambisi bisnis kedepan. Karena itu kita harus melihat peluangnya. Pertanyaannya bagaimana ide (pengembangan) itu bisa diwujudkan,” ujar Pj Gubernur didampingi Kepala Biro Perekonomian Setdaprov, Ernita Bangun.

Pun begitu, ada beberapa hal yang menjadi pesan Pj Gubernur dalam pertemuan tersebut. Yakni soal fokus bisnis yang akan dikelola. Sebab tidak semua peluang bisnis yang potensial diyakni dapat berjalan maksimal seperti diharapkan. Sebab, selain kekuatan dan peluang, juga harus dianalisis bagaimana tantangan dan hambatan di masa mendatang.

“Tetapi jangan semua mau dikerjakan, tetapi nanti tidak bisa maksimal. Ini bisa menjadi seperti kanibal, yang satu memakan yang lain karena tidak berhasil. Jadi, harus kita hitung dulu cash flow seperti apa,” sebutnya.

Sementara dalam pertemuan itu, Dirut PT Shirga Surya Agus Marwan mengatakan bawa pihaknya merencanakan beberapa pengembangan usaha selain dari memanfaatkan bunga deposito dan pembagian keuntungan dari pengelolaan Lippo Mall dan RS Siloam Dhirga Surya. Adapun upaya tersebut untuk mengelola beberapa aset milik Pemprov yang berhubungan dengan perhotelan sebagaimana nama yang dimiliki perusahaan ini sebelumnya, PD Perhotelan sebelum diganti.

“Ada beberapa poin yang rencananya kita ingin siapkan. Pertama adalah pengelolaan Mess milik Pemprov Sumut. Untuk tahap awal, kita ajukan tiga lokasi yakni Mess Porapora, Jogja dan Berastagi. Kemudian membangun dan mengelola klinik di lingkungan Pemprov Sumut khususnya seperti di Kantor Gubernur,” kata Agus.

Pengembangan lain katanya, seperti membangun Hotel di lahan seluas 3.500 Meter persegi di Jalan Imam Bonjol Medan. Ditambah lagi dengan rencana pengelolaan café serta udaha yang berhubungan dengan pariwisata.

“Untuk core bisnis ini kita tidak ada penyertaan modal. Tetapi mengunakan dana deposito Rp15 Miliar yang ada,” sebutnya.

Dengan rencana tersebut, selanjutnya akan dilakukan kajian terlebih dahulu unutk menghitung dan menganalisis bagaimana peluang pengembangan usaha yang ingin dijalankan PT Dhirga Surya. Sementara soal persetujuannya, dilakukan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa. (bal/ram)

Saatnya Rotasi

Timnas Indonesia U-16 vs Kamboja dalam laga Piala AFF U-16 2018, berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Senin (6/8). Timnas Indonesis sudah mengantongi tiket semifinal Piala AFF U-16 2018 setelah membekuk Timor Leste, Sabtu (4/8) malam, tiga gol tanpa balas.

Kemenangan ini mengukuhkan Indonesia sebagai pemuncak klasemen sementara grup A dengan total 12 poin. Meski demikian, pelatih Timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini menegaskan, anak asuhnya tetap tampil serius di laga tersebut.

”Filosofi sepak bola itu main untuk menang. Kami tidak akan pilih lawan di semifinal,” ujar pelatih berusia 53 tahun tersebut.

Hanya, saat duel kontra Kamboja besok, Fahkri mengistirahatkan beberapa pemainnya. Misalnya, stopper Fadilah Nur Rahman dan Komang Teguh yang selalu turun akan diparkir sebagai persiapan babak semifinal.

”Jadwal turnamen sangat padat. Tentu kebugaran pemain sangat penting. Saya lihat saat Kamboja lawan Vietnam, tapi saya tidak tahu besok Kamboja akan bermain dengan tempo yang sama dengan lawan Vietnam atau tidak,” papar Fakhri.

Tapi, pelatih Fakhri Husaini menegaskan tak akan meremehkan lawan dan menjanjikan permainan yang tetap menyerang, atraktif, dan menarik untuk menjaga kualitas permainan dan mental tim menuju semifinal.

“Kami akan lakukan rotasi, tapi kami pastikan target kami tetap kemenangan. Bukan memandang lawan remeh, tapi kami ingin menambah kepercayaan diri menuju semifinal,” ungkapnya, saat dihubungi Minggu (5/8) siang.

Satu keinginan Fakhri, yakni mengulang keberhasilan saat melawan Timor Leste yakni cleansheet. Karena itu, dia tak mau menghadapi Kamboja timnya kecolongan dan kebobolan.

Indonesia akan tergusur dari puncak klasemen grup A, andai kalah lawan Kamboja dan di sisi lain, Myanmar mampu menaklukkan Vietnam dan mencetak lebih dari empat gol. Kalau Vietnam yang menang, maka mereka harus bisa mengalahkan Myanmar dengan skor lebih dari enam gol.

Sementara itu, Thailand relatif lebih aman karena pesaingnya tak ada yang punya selisih gol besar. Karena itu, untuk menggeser Thailand dari penguasa grup B, lawannya harus menang lebih dari delapan gol. (dkk/jpnn/don)

Dovizioso is Back

Andrea Dovizioso

Rider Ducati, Andrea Dovizioso telah kembali. Rider Italia itu memenangi kebut-kebutan sengit dalam MotoGP Ceko di Brno, Minggu (5/8) malam WIB.Sempat salip-salipan dengan Jorge Lorenzo di tiga sampai empat lap terakhir, serta terus ditempel ketat Marc Marquez, Dovizioso akhirnya finis pertama.

Andrea Dovizioso

Ini merupakan kemenangan keduanya musim ini (setelah MotoGP Qatar). Lorenzo kedua dan Marquez harus puas di tempat ketiga.

Balapan seri ke-10 yang merupakan pembuka setelah libur setengah musim ini berlangsung menegangkan sejak start. Valentino Rossi yang start dari posisi kedua di belakang Dovizioso, sempat memimpin usai melakukan start brilian. Namun, Dovi menyalip Rossi sebelum lap pertama usai. Di lap ini juga, rekan satu tim Rossi, Maverick Vinales crash.

Memasuki lap kelima, Dovi memimpin diikuti Rossi, Marquez, Lorenzo dan Danilo Petrucci. Namun hanya satu lap, sejumlah rider seperti Crutchlow, Zarco dan Andrea Iannone kembali meramaikan persaingan di depan.

Rossi kembali berhasil memimpin balapan di lap kedelapan, menyalip Dovi saat tikungan. Namun itu juga hanya sesaat. Dovi dengan pasti, kembali memimpin balapan di Brno.

Nah, di setengah balapan, Marquez mulai menunjukkan diri sebagai pesaing serius Dovi. Di belakang Marquez, ada Crutchlow dan Lorenzo.

Lorenzo mengamuk di empat lap terakhir, meninggalkan Crutchlow dan menekan Marquez. Lorenzo akhirnya menyalip Marquez dan mengancam Dovi.

Pertarungan tiga rider, Dovi, Lorenzo dan Marquez membuat tegang balapan yang tinggal dua lap. Marquez mulai ketinggalan setelah sempat nyaris menabrak Lorenzo.

Dovi harus merasakan tekanan Lorenzo hingga garis finis. Berkali-kali disalip, tapi Dovi selalu berhasil kembali menyalip Lorenzo. (adk/jpnn/don)

Lima Karateka PPLPD Medan Menuju Kejurnas

ist/sumut pos BERSAMA: Kadispora Medan H Marah Husin Lubis berfoto bersama kontingen karate PPLPD Kota Medan sebelum berangkat menuju Kejurnas PPLP dan PPLPD.

MEDAN- Lima karateka binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Daerah (PPLPD) Kota Medan akan bertanding pada Kejurnas PPLP dan PPLPD 2018 di Gedung Serbaguna Lhong Raya Banda Aceh, 4-9 Agustus 2018. Karateja tersebut pun diharapkan mampu membawa pulang satu medali emas.

ist/sumut pos
BERSAMA: Kadispora Medan H Marah Husin Lubis berfoto bersama kontingen karate PPLPD Kota Medan sebelum berangkat menuju Kejurnas PPLP dan PPLPD.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Medan, Marah Husin Lubis saat melepas keberangkatan karateka PPLPD Kota Medan dari kantor Dispora Medan, kemarin. “Saya berharap karateka Medan mampu bertanding maksimal dan membawa pulang satu medali emas,” ujarnya didampingi Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Medan, Khairul Buchori.

Untuk itu, Marah Husin mengingatkan para karateka untuk menjaga kondisi, cukup tidur, makan, dan vitamin. “Tapi yang paling utama adalah jaga nama baik Kota Medan dan raih prestasi terbaik. Target pasti harus dapat emas serta medali lainnya,” tegasnya.

Pelatih karate PPLPD Medan, Erwin Kamarullah menyebut pihaknya telah mempersiapkan timnya dengan melakukan latihan intensif selama dua bulan. “Tentu kita inginkan hasil yang terbaik. Namun kita tidak muluk-muluk soal target, cukup satu emas,” ucapnya didampingi manajer tim Mangasi Simangunsong.

Diakuinya, target akan coba diraih melalui Vannesa yang bertanding ke kelas kumite +60 kg dan Angga di kelas kumite -70 kg. Keduanya menjadi andalan Kota Medan untuk merebut emas di samping atlet lainnya yang juga punya peluang merebut medali.

“Atlet lain kita harapkan juga mampu menyumbang medali. Untuk pesaing, kita mewaspadai Jawa Barat, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan serta PPLP Sumut,” tegasnya.

Adapun lima kareteka PPLPD Medan yang dikirim, M. Angga Dinata bertanding ke kumite -70kg, Kharima Wimvi Amelia di kumite +60 kg dan kata, Vannessa Efendi di kumite +60 kg, Ardito Prabu Kamarullah di kumite +60 kg, serta Nasywa Maydina Pulungan di kumite +53 kg. (dek/don)

Gelar Pembuka

Paris Saint Germain (PSG) berhasil menegaskan dirinya sebagai juara di ajang Piala Super Prancis (Trophee des Champions) 2018. Menghadapi AS Monaco di Shenzhen City Stadium, Sabtu (4/8) PSG menang empat gol tanpa balas.

Keunggulan Les Parisiens dibuka Angel Di Maria menit 33. Dari situasi tendangan bebas, eks pemain Real Madrid itu berhasil menyarangkan bola ke pojok kiri gawang.

Tujuh menit berselang giliran Christopher Nkunku yang mencatatkan namanya pada papan skor. Striker 20 tahun itu sukses mencetak gol usai memanfaatkan umpan dari Stanley Nsoki. Hingga babak pertama usai, PSG memimpin 2-0 .

Selepas turun minum, tim asuhan Thomas Tuchel kembali mendominasi permainan. Meski tidak diperkuat Julian Draxler, Edinson Cavani, Kylian Mbappe, dan Thomas meunier, PSG tetap terlihat garang dibanding lawannya.

Memasuki menit 67, skor berubah 3-0 berkat aksi Thimoty Weah. Pemuda 18 tahun itu mampu menyarangkan bola ke gawang Monaco kawalan Diego Benaglio. Dalam golnya ini, Weah hanya menyambut usaha keras yang dilakukan oleh Nsoki. Sebab sebelumnya, aksi individu Nsoki lah yang bisa merusak benteng pertahanan Monaco.

Bintang PSG, Neymar da Silva masuk lapangan pada menit 76. Namun sayang, pemain termahal di dunia itu tidak mencetak gol dalam pertandingan ini.

Kemenangan PSG akhirnya ditutup Di Maria pada masa injury time babak kedua. Usai menerima umpan dari Adrien Rabiot, Di Maria langsung melepaskan tembakan dengan kaki kirinya. Untuk kali keempat, Benaglio dipaksa melihat gawangnya kebobolan.

Bagi PSG, ini menjadi gelar Piala Super Prancis keenam yang mereka raih secara berturut-turut. Sementara untuk Gianluigi Buffon, ini merupakan gelar pertamanya setelah pindah ke PSG di musim 2018-2019.

Bahkan di usia 40 tahun, Anda masih bisa bahagia bisa memenangkan Piala Super,” tutur Buffon, seperti dikutip L’Equipe.

“Terima kasih kembali untuk Juventus yang, melalui budaya kerjanya, membuat saya mencapai usia ini dengan kinerja yang masih optimal.

“Terima kasih juga kepada PSG, yang menemukan argumen tepat untuk mendorong saya (berkarir) lebih jauh. Terima kasih kepada rekan tim baru saya, yang memungkinkan saya memenangkan trofi lainnya dan menyambut saya dengan antusias, sopan, dan rasa hormat,” tuturnya.

Tak lupa, Buffon juga menyampaikan rasa terima kasih khusus pada kiper pelapisnya, Kevin Trapp, yang bersedia memberikannya nomor punggung 1 kebanggan setiap kiper.

“Terima kasih khususnya pada Kevin yang, walaupun saya sempat menawarkannya beberapa hari lalu, menginginkan saya mengenakan nomor punggung 1. Terima kasih dari hati saya yang terdalam, Kevin. Terima kasih untuk semua yang memberikan saya emosi ini lagi,” pungkasnya. (bep/jpc/don)

5.441 Peserta Rebut 1.050 Kursi Diploma USU

BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos TINJAU UJIAN: Rektor USU Runtung Sitepu saat melakukan peninjauan Ujian SPMPD USU Jalan Dr Mansyur Medan, Minggu (5/8).
BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
TINJAU UJIAN: Rektor USU Runtung Sitepu saat melakukan peninjauan Ujian SPMPD USU Jalan Dr Mansyur Medan, Minggu (5/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 5.441 peserta mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Program Diploma (SPMPD) Universitas Sumatera Utara (USU) yang berlangsung dari pukul 07.00 WIB hingga 14.45 WIB di Kampus USU Jalan Dr Mansyur Medan, Minggu (5/8). Dari jumlah peserta tersebut, mereka akan merebut 1.050 bangku.

Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum mengatakan jumlah peserta SPMPD USU tahun ini meningkat. Mencapai 31 persen dibanding tahun 2017. Pesertanya berjumlah 3.761 orang. Sedangkan, daya tampung SPMPD 2018 sebanyak 1.050 kursi.

Adapun program studi yang diikuti dalam SPMPD kali ini adalah Prodi Kimia, Teknik Informatika, Statistik, Fisika, Metrologi dan Instrumentasi, Analis Farmasi dan Makanan, Akuntansi, Keuangan, Kesekretariatan, Perpustakaan, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Perjalanan Wisata, dan Administrasi Perpajakan.

“Pada pelaksanaan SPMPD tahun 2018 ini peminat terbanyak ada pada Prodi Administrasi Perpajakan. Untuk beberapa program studi yang tersedia terdapat persyaratan tambahan berupa ketentuan peserta yang mengikuti seleksi tidak boleh buta warna. Prodi tersebut yakni Prodi Kimia, Fisika, Analis Farmasi dan Makanan serta Metrologi dan Instrumentasi,” papar Runtung kepada wartawan di Kampus USU, kemarin siang.

Runtung mengungkapkan, untuk pelaksanaan Ujian SPMPD 2018, panitia mengerahkan sebanyak 614 orang pengawas untuk mengawasi ribuan peserta yang menjalani ujian. Ratusan pengawasan itu, terdiri dari dosen, tenaga kependidikan aparatur sipil negara (ANS) dan non-ANS.

“Adapun lokasi ujian terbagi atas tiga kelompok, yakni untuk Kelompok I (IPA) berada di Fakultas MIPA dan Fakultas Teknik USU. Sementara Kelompok II (IPS) pada Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Fakultas Keperawatan USU. Sedangkan Kelompok III (IPC) di Fakultas Farmasi dan Fakultas ISIP USU,” urai Runtung.

Sementara itu, hasil dari SPMPD akan diumumkan pada tanggal 10 Agustus 2018. Selanjutnya pengisian data (UKT)/SPP dikirim pada tanggal 11-13 Agustus 2018. Pengiriman Berkas UKT pada tanggal 11-14 Agustus 2018 dialamatkan ke PO BOX 45. Keluar billing statement tanggal 15 Agustus 2018.

“Pembayaran UKT/SPP pada tanggal 15-16 Agustus 2018 dan praregistrasi online pada 16-18 Agustus 2018. Sementara pemeriksaan kesehatan, pendaftaran ulang dan penyerahan berkas dilakukan pada 21 & 23 Agustus 2018,” jelas Runtung.

Adapun mekanisme lainnya pascapendaftaran dapat dilihat informasinya pada laman resmi http://www.usu.ac.id.

“Kuliah pertama mahasiswa baru USU tahun ajaran 2018/2019 akan dimulai pada tanggal 3 September 2018,” tandasnya. (gus/azw)

Aturan Baru BPJS Kesehatan Ancam Keselamatan Ibu

URUS: Sejumlah warga saat mengurus administrasi di Kantor BPJS Kesehatan, belum lama ini. Aturan baru BPJS Kesehatan dinilai mengancam keselamatan ibu yang tengah proses bersalin.
URUS: Sejumlah warga saat mengurus administrasi di Kantor BPJS Kesehatan, belum lama ini. Aturan baru BPJS Kesehatan dinilai mengancam keselamatan ibu yang tengah proses bersalin.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Berbagai upaya pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI dan AKB) dinilai akan semakin sulit. Hal ini seiring terbitnya aturan baru Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Peraturan itu dinilai membatasi paket pelayanan kesehatan bagi bayi baru lahir dengan kondisi sehat setelah operasi caesar maupun normal, dengan atau tanpa penyulit dibayar dalam satu paket persalinan. Ini dikhawatirkan, akan mengancam keselamatan ibu selama proses persalinan.

“Pemerintah dukung promotif dan preventif. Supaya anak sehat. Tapi sekarang kualitasnya dipotong, bisa kita bayangkan bersama. Ini musibah,” tegas dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr Budi Wiweko, baru-baru ini.

Budi menyebutkan, daftar-daftar risiko yang dihadapi ibu saat persalinan, semuanya menyangkut nyawa ibu dan bayi. “Risiko-risiko yang dihadapi, seperti perdarahan, preeklamsia, hipertensi sampai ibunya kejang-kejang, ketuban pecah, dan itu meningkatkan risiko AKI,” tuturnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, aturan baru BPJS Kesehatan menyatakan, jika ibu melahirkan normal, paket layanan bersalin hanya untuk ibu normal saja, tanpa ada paket untuk anak. Padahal saat detik-detik kelahiran, bisa saja terjadi komplikasi terhadap bayi. “Pasiennya tak di-cover nanti. Bayar sendiri. Selama proses persalinan,” jelasnya.

Menurutnya, selama ini besaran biaya yang ditanggung BPJS Kesehatan saat persalinan caesar, yakni sekitar Rp7 jutaan. Sekarang, dengan adanya aturan baru, bisa hanya sekitar Rp4 jutaan. Sedangkan untuk melahirkan normal, biayanya lebih rendah lagi. “Setiap risiko persalinan tak bisa ditebak. Saat bersalin, nantinya dokter anak enggak ada. Butuh waktu untuk panggil dulu,” jelas Budi.

Saat ini, lanjut Budi, pihak rumah sakit mulai merasa resah. Berbagai rumah sakit di daerah mulai memberlakukan aturan baru tersebut. “Aturan ini di lapangan, oleh kami belum dilaksanakan. Tapi teman-teman di daerah mulai protes keras soal ini. Kalau ada apa-apa dengan bayi dan ibunya bagaimana, sebab Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) komitmen, setiap persalinan harus didampingi dokter anak,” pungkasnya. (ika/jpc/saz)