Home Blog Page 6077

Begal Modus Tabrak Ibu Diringkus

Komplotan begal yang kerap beraksi dengan modus ‘Tabrak Ibu’ diamankan Tim Pegasus Polrestabes Medan. Dua tersangka diringkus dari Jalan Rawa Cangkuk III, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai.

MEDAN-Kedua tersangka yang diamankan masing-masing, Muhammad Ilham (33) warga Jalan Puri, Gang Purnama dan Eko Handoko (29) warga Jalan Sutrisno, Gang Kembar, Kelurahan Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area.

“Perampokan itu dilakukan setelah kedua pelaku menuduh korbannya, Julpan Kurniawan (18) telah menabrak ibu mereka,” Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha Prawira SIK, Minggu (5/8) siang.

Dijelaskan Putu, saat itu Julpan berangkat dari rumahnya di Jalan Budi Keadilan, Dusun III, Desa Amplas, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang.

Mengendarai Honda CBR BK 2165 AHN, ia berencana menjemput adiknya di kawasan Jalan Menteng Raya, Medan Denai. Setiba-nya di Jalan Menteng, kedua pelaku yang mengendarai sepedamotor Honda Vario warna hitam tanpa plat langsung menghentikan Julpan.

“Korban dihentikan oleh 2 orang pelaku yang mengatakan bahwa korban telah menabrak seorang ibu dari salah seorang pelaku,” beber Putu.

Merasa tak bersalah, Julpan membantah tudingan itu. Berdalih membuktikan kebenaran kata-kata mereka, kedua pelaku memaksa Julpan untuk melihat ibu-nya yang telah ditabrak.

“Korban bersedia diajak kedua tersangka ke Jalan Rawa canguk III, Kecamatan Medan Denai, de-ngan alasan untuk menunjukkan kondisi ibu tersangka yang ditabrak,” katanya.

Selanjutnya, kedua pelaku memaksa untuk mengemudi sepeda motor milik Julpan. Sedangkan remaja itu duduk di boncengan. Alasan kedua pelaku agar korban tidak melarikan diri selama perjalanan ke rumah ibu mereka.

Namun, tiba di Jalan Rawa Cangkuk III, Julpan kemudian dipaksa turun dari motornya. Alasannya kendaraan korban itu akan dibawa ke rumah ibu mereka.

Julpan yang merasa curiga mencoba mempertahankan motornya dengan memegang gagang besi di belakang tempat duduk. Akibatnya, remaja itu sempat terseret hingga 15 meter.

“Sambil berteriak rampok, dia memegangi sepedamotor yang mau dilarikan perampok tadi. Kejadiannya pas siap Salat Jumat (3/8) kemarin,” ujar Putu.

Beruntung, saat kejadian banyak warga yang baru pulang selesai salat Jumat. Warga yang mengetahui kejadian langsung menolong dan mengejar kedua pelaku.

“Kebetulan, pas kejadian dua personel Tim Pegasus Unit Ranmor yang sedang melaksanakan patroli hunting di sekitar TKP. Dibantu masyarakat sekitar, kedua pelaku akhirnya diamankan dan dibawa ke Polrestabes Medan. Informasinya modus Tabrak Ibu ini kerap terjadi di Mandala,” jelas Putu.

Polisi juga mengamankan sepeda motor Honda Vario warna hitam tanpa plat milik kedua pelaku dan Honda CB 150R warna merah milik Julpan.

Selanjutnya, Julpan didampingi orangtuanya membuat pengaduan resmi ke Polrestabes Medan.

Saat ini, polisi masih memeriksa keduanya untuk menyelidiki sudah berapa kali dan di mana saja lokasi aksi dengan modus serupa.

“Keduanya masih kita lakukan pengembangan. Untuk kasus ini, keduanya dikenakan pasal 365 ayat (2) ke-2e, 4e KUHPidana dengan ancaman sekitar 7 tahun penjara,” pungkas Putu.(dvs/ala)

Hari Ini Tamin Sukardi Dituntut

DOK SUMUT POS DIAMANKAN: Mujianto (tiga dari kiri) diamankan di Bandara Soekarno Hatta, beberapa waktu lalu.

MEDAN-Pengusaha ternama asal Medan, Tamin Sukardi akan menjalani sidang lanjutan dugaan korupsi penjualan aset negara dengan agenda tuntutan, Senin (6/8). Itu disampaikan seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus tersebut, saat diwawancarai Sumut Pos via telepon.

DOK SUMUT POS
DIAMANKAN: Mujianto (tiga dari kiri) diamankan di Bandara Soekarno Hatta, beberapa waktu lalu.

“Hari Senin (hari ini) sidang tuntutannya. Tidak bisa lah kita sampaikan isi tuntutannya,” ujarnya singkat sembari meminta Sumut Pos untuk tidak mencantum identitasnya.

Sementara, beredar isu via Whatsapp akan ada massa dari kelompok tani yang menggelar aksi di Kejati Sumut. Disebut-sebut, massa akan mendesak jaksa untuk menangani kasus Tamin Sukardi dengan menyeret Mujianto dan orang-orang terlibat lainnya.

“Besok, sekitar pukul 10.00 WIB, massa dari kelompok tani akan melakukan aksi unjuk rasa ke Kejati Sumut dalam rangka mendesak jaksa untuk menangani kasus Tamin Sukardi dengan menyeret yang terlibat Mujianto dllnya,” demikian bunyi pesan singkat via Whatsapp, Minggu (5/8) malam.

Sementara, Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian meng-aku belum ada menerima informasi soal aksi demonstrasi yang me-minta Mujianto diseret dalam kasus Tamin Sukardi ke Kejati Sumut. Namun, Sumanggar mengaku akan melayani dan menerima aksi itu jika datang di Kejatisu.

“Setiap yang aksi demonstrasi ke sini, kita layani,“ ujarnya.

Seperti diketahui, JPU Salman mendakwa pengusaha Tamin Sukardi sebagai terdakwa atas kasus dugaan penjualan lahan seluas 74 hektare di Pasar II Desa Helvitia, Kecamatan Labuhan Deli, Deliserdang. Sebab, lahan tersebut masih tercatat sebagai aset PT Perkebunan Nusantara II (Persero). Se-hingga diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 132 miliar lebih.(ain/ala)

Tak Ditahan Polsek Tuhemberua

NIAS UTARA – Karena tidak ditahan pihak Polsek Tuhemberua, dua pelaku penganiayaan kerap mengancam korban. Akibatnya, korban trauma dan tidak bisa beraktifitas seperti biasa.

Adalah Delianus Harefa alias Ama Murni (39) yang menjadi korban. Warga Desa Sisarahili, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara itu dianiaya oleh KH alias Ama Sujud dan YH alias Ama Mira.

Penganiayaan itu terjadi 6 Juni 2018 di Dusun II, Desa Sisarahili, Kecamatan Namohalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara. Tepatnya di warung Ama Winer yang juga seorang kepala desa.

Saat itu, Ama Murni ditemani kernetnya Aprianus Ndraha alias Ama Wini. Keduanya berencana membeli oli di warung Ama Winer.

Tiba-tiba kedua pelaku datang dan menghardik korban. “Mana utangmu?! Kenapa tidak kau bayar?!” hardik KH kepada Ama Murni.

Merasa tak punya hutang, Ama Murni tidak mengindahkan teguran KH. Tak senang, kedua pelaku langsung menganiaya Ama Murni.

Kedua pelaku yang masih satu desa dengan Ama Murni juga menganiaya Ama Wini. Korban diinjak-injak pelaku.

Akibatnya, sekujur tubuh kedua korban lebam-lebam. Kedua mata korban memar dan membengkak.

Hampir dua minggu tak sanggup melihat dengan jelas. Keesokan harinya, korban langsung membuat pengaduan di Polsek Tuhemberua.

Laporan korban diterima dengan nomor LP/30/VI/2018/NS-Tuhem. Namun sayang, hingga saat ini kedua pelaku tidak kunjung ditahan. Kuat dugaan, karena tidak kunjung ditahan, membuat kedua pelaku semakin arogan terhadap korban.

Kepada Sumut Pos, Ama Murni mengaku sering diintimidasi oleh pelaku KH. Seperti Jumat (27/7) lalu, Ama Murni tidak sengaja bertemu dengan KH.

KH kembali menanyakan hutang Ama Murni yang tidak kunjung dibayar kepadanya.

“Padahal saya tidak pernah meminjam uangnya ataupun berutang sama dia. Kata-kata dia ini sama seperti diucapkan saat keduanya menganiaya kami,” ujar Ama Murni di Mapolsek Tuhemberua, Rabu (1/8).

“Ini hanya alasan yang dibuat-buat pak. Saya tak ada salah sama dia, tapi dia tega melakukan hal sekejam ini,” sambung pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang senso. Bukan itu saja, KH juga menitip pesan kepada warga-warga desa bernada teror dn ancaman.

“Terus terang pak, sejak saya di intimidasi dan diancam pelaku, saya tak berani bekerja. Keluar rumah saja saya takut,” tukas Ama Murni.

“Saya datang kesini (Mapolsek Tuhemberua) untuk menanyakan kenapa pelaku tidak ditahan. Saya berharap agar pelaku ditahan. Supaya saya bisa beraktifitas seperti biasa untuk menghidupi keluarga saya,” katanya.

Ama Murni juga mengakui, hingga saat ini belum menerima surat pemberitahuan dari Polsek Tuhemberua terkait penetapan pelaku sebagai tersangka.

“Kata Kanitnya pelaku sudah jadi tersangka, tapi hingga saat ini saya belum menerima SP2Hpnya. Berulang kali saya minta sama pak kanit, alasannya belum ditandatangani kapolsek,” ungkap Ama Murni.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tuhemberua Bripka Alfonso Sinaga mengaku sudah menetapkan kedua pelaku sebagai tersangka.

Kapan penetapan tersangka? Alfonso Sinaga tidak bisa menjawab. Ia malah mengatakan, dalam waktu dekat berkas akan dilimpahkan ke Kejari Gunungsitoli.

“Pokoknya sudah jadi tersangka. Pasal yang dikenakan 170 dan 351 KUHAP. Mudah-mudahan minggu depan berkasnya sudah kita limpahkan ke Kejaksaan,” katanya.

Alfonso berdalih, kedua tersangka tidak ditahan karena ada jaminan dari keluarga.

“Keluarga dan pengacara tersangka telah mengajukan penangguhan penahanan, sehingga polisi tidak melakukan penahanan,” katanya.(mag-5/ala)

Diduga Gelapkan Surat Tanah

BINJAI – Selain dilaporkan ke Polres Binjai dengan tuduhan dugaan penggelapan surat tanah, oknum Aparatur Sipil Negeri Kota Binjai, Mursadiq Daulay ternyata kerap bolos ngantor.

Berdasarkan pantauan wartawan selama tiga hari belakang-an, oknum ASN yang disebut-sebut adik Sekretaris Daerah Kota Binjai, Mahfullah Daulay itu tak masuk kerja.

Ruang kerjanya tampak sepi. Rupanya, adik Sekda Binjai yang mengemban amanah Sekretaris Camat Binjai Kota itu sudah menjadi pembicaraan hangat di kalangan pegawai hingga masyarakat. Itu karena ulahnya yang acap kali bolos kerja.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Amir Hamzah mengatakan, sanksi terhadap Mursadiq Daulay sepatutnya diberikan oleh Camat Binjai Kota, Erni Siswati.

“Berdasarkan PP 53 tahun 2010, yang berhak menindak oknum ASN bandal adalah pimpinannya. Siapa pimpinan dia (Mursadiq), adalah Camat. Karena dia sebagai Sekretaris Camat Binjai Kota, maka Camat lah harusnya yang menindaknya,” ujar Amir.

Amir melanjutkan, BKD Kota Binjai juga bagian dari Satuan Kerja Perangkat Daerah. Karenanya, BKD tak dapat menindak oknum ASN nakal di luar SKPD-nya.

Sejatinya, kata dia, 46 hari oknum ASN bolos kerja dalam se-tahun itu dapat dipecat. “Pemecatan tidak dengan hormat itu merupakan sanksi terberat,” ujar-nya.

Bagaimana jika Mursadiq Daulay ditetapkan menjadi tersangka penggelapan surat tanah? Amir tak mengubrisnya. Dia malah mengalihkan dengan pembahasan ada 7 oknum ASN yang bakal dipecat pada tahun ini.

Sementara, Camat Binjai Kota, Erni Siswati enggan berkomentar ketika ditanya soal bawahannya. Bahkan, saat disoal penyerahan uang pengurusan tanah dari SK Camat kepada sertifikat, Erni mengaku tidak tahu.“Aku no comment-lah, capek aku.

Tanya saja sama dia. Dimana penyerahan uang, di mana,” ketusnya sembari berlalu meninggalkan wartawan di Gedung Sementara DPRD Binjai.

Sebelumnya diberitakan, Mursadiq Daulay diduga menggelapkan surat tanah milik Nilwan Sahputra (42) warga Jalan T Imam Bonjol, Lingkungan IV, Kelurahan Setia, Binjai Kota. (ted/ala)

Pelajar SMA Tewas Tabrak Trotoar

SOPIAN/SUMUT POS TEWAS: Khairul tewas mengenaskan usai menabrak trotoar menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax.

TM Khairul (18) tewas di tempat. Itu setelah sepeda motor Yamaha Nmax yang dikendarai-nya menghantam badan jalan (trotoar).

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Durian, Kota Tebingtinggi, Sabtu (4/8) malam.

SOPIAN/SUMUT POS
TEWAS: Khairul tewas mengenaskan usai menabrak trotoar menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax.

Sementara, rekan korban yang dibonceng, Dika Prayoga (18) hanya mengalami luka di bagian leher. Warga Jalan KL Yos Sudarso, Lingkungan I, Kelurahan Lalang, Tebingtinggi ini telah mendapat perawatan.

Kanit Laka Polres Tebintinggi Ipda M Samosir mengatakan, awalnya sepeda motor yang dikemudikan Khairul datang dari arah simpang Sei Bulan Jalan Siantar menuju Simpang Empat Kota Tebingtinggi.

Kuat dugaan, warga Jalan Gunung Arjuna, Lingkungan IV, Kelurahan Mekar Sentosa, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi itu memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi.

Tiba di lokasi kejadian yang menikung ke kanan, pelajar salah satu SMA di Tebingtinggi hilang kendali dan berjalan lurus. Sepeda motor tanpa nomor polisi itu pun menghantam trotoar di sebelah kiri.

“Bagian wajah dari pengendara sepeda motor Yamaha NMax tanpa TNKB (Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) membentur beton beram jalan. Sehingga mengalami luka berat dan meninggal dunia di TKP,” bilang Ipda M Samosir.

“Untuk kerugian materi sebesar Rp300 ribu. Petugas kemudian membawa korban tewas ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Tebingtinggi,” pungkasnya.(ian/ala)

Jasad Perempuan Berambut Keriting Ditemukan di Pinggir Jalan

OLAH TKP: Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tebingtinggi melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat, Sabtu (4/8) sore.

TEBINGTINGGI – Jasad perempuan tanpa identitas ditemukan warga tergeletak di pinggir jalan lintas Tebingtinggi-Pematang Siantar. Tepatnya di Kampung Gaya Baru Dusun V, Desa Naga Kesiangan, Kecamatan Tebingtinggi, Sergai, Sabtu (4/8) sore.

OLAH TKP:
Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tebingtinggi melakukan olah TKP di lokasi penemuan mayat, Sabtu (4/8) sore.

Temuan itu dilaporkan ke Mapolsek Tebingtinggi. Petugas Polsek dibantu Tim Inafis Polres Tebingtinggi kemudian melakukan olah TKP.

Mayat tersebut kemudian langsung dibawa ke instalasi jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Kumpulan Pane Tebingtinggi.

Enti (40) warga sekitar mengatakan, korban selama ini sering hilir mudik di lokasi tersebut. Kuat dugaan korban mengidap sakit jiwa.

“Kurang waras dia itu. Dari semalam dia udah tidur-tiduran di pinggir jalan, tapi belum meninggal. Saya tau kalau dia meninggal setelah orang rame melihatnya dan menutupinya dengan kain,” terangnya.

Kapolsek Tebingtinggi AKP AR Manurung SH membenarkan adanya penemuan mayat perempuan tanpa identitas.

“Ciri-cirinya yakni, berumur sekitar 42-45 tahun. Tinggi badan sekitar 150 Cm, rambut kriting dan kulit agak hitam,” kata kapolsek. (ian/ala)

Lulusan FE Paham Ekonomi Digital

Era digital mendorong mahasiswa harus memahami teknologi. Karena, para lulusan fakultas ekonomi (FE) dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia dituntut untuk memiliki kemampuan menghadapi aspek ekonomi digital.

Hal itu, diungkap Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dihadapan forum Rapat Pleno Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Indonesia (AFEBI) di Hotel Polonia, Medan, Jumat (3/8) siang. Untuk itu, ia mengatakan para mahasiswa tanah air ini, harus mendalami segala aspek ekonomi digital.

“Saat ini ekonomi digital telah meningkatkan produktifitas negara dan menimbulkan perubahan sistem belanja. Terdapat perubahan dinamika bisnis dan jenis pekerjaan yang baru akibat pengaruh ekonomi digital,” kata Sri.

Sri mengungkapkan dimensi kebijakan publik untuk ekonomi Indonesia relatif bisa terjaga dengan rata-rata pertumbuhan 5 persen. Dan pada tahun ini diproyeksikannya dapat menyentuh 5,2 persen walaupun banyak tantangan yang akan dihadapi.

Untuk perekonomian, Sri mengklaim terus membaik. Kedepannya, angkat terus meningkatkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia. “Rata-rata tingkat inflasi dalam tiga tahun terakhir hanya berada di angka 3,5 persen. Kemudian tingkat kemiskinan dan pengangguran turun masing-masing menjadi 9,8 persen dan 15,2 persen,” jelasnya.

Selain itu, kebijakan fiskal APBN juga dinilainya dalam kondisi yang relatif sehat dan bertahan. Khususnya pendapatan negara yang kini sudah ada di posisi 44% dari capaian tahun lalu yang hanya 41%.

Dengan itu, ia menilai ekonomi digital juga memicu penambahan tantangan, terutama soal pengangguran dan pajak.”Turn over job tinggi sekali. Ada konsekuensinya terhadap pengangguran dan pajak,” tutur Sri.

Disisi lain, ekonomi digital juga dapat menjadi ancaman bagi perpajakan dari sisi objek pajak. Karena itu, visi ke depan adalah bagaimana mengantisipasi subjek dan objek pajak serta mengumpulkannya, dari sektor ekonomi digital.

Lanjut, Sri menjelaskan sangat penting bagi fakultas ekonomi untuk memahami ekonomi digital sehingga dapat menghasilkan lulusan yang juga punya kapasitas mumpuni pada aspek ini. Terlebih, tantangan bagi lapangan kerja ke depan adalah masyarakat yang akan semakin global dan ingin terkoneksi.

“Kita harus merespon perubahan teknologi. Harapan saya, FEB menghasilkan ekonom dan orang yg paham basic eco-thinking. Mahasiswa FEB harus dilatih bicara berdasarkan fakta dan bukti, tidak hanya statistik,” kata Sri.

Dia meminta para lululusan fakultas ekonomi juga menguasai data karena saat ini sudah menjadi semacam “tambang” yang baru. Bukan hanya menjadi penyuplai. Terutama, persoalan pajak dan objek pajak juga akan semakin kompleks dengan perkembangan ekonomi digital.

“Institusi akan mempengaruhi ekonomi sehingga riset harus digiatkan. Para dosen juga harus bisa mendidik ekonom andal,” kata Menkeu.

Acara di Medan merupakan Rapat Pleno yang ke-15 kalinya digelar AFEBI dengan Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai tuan rumah. Dia memastikan seluruh anggota hadir dalam rapat pleno tersebut.

Mulai berdiri sejak 1980, awalnya organisasi ini bernama Forum Dekan dan baru pada 2012 mereka sepakat mengubah nama menjadi AFEBI. Asosiasi terdiri dari 74 perguruan tinggi negeri dan 10 di antaranya sudah mampu mengantongi akreditasi internasional.

Salah satu tujuan dibentuknya asosiasi ini adalah untuk membantu Pemerintah meningkatkan kualitas fakultas ekonomi di Tanah Air.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Nasional (DPN) AFEBI, Suharnomo menyebutkan salah satu agenda pembahasan dalam forum rapat pleno adalah memersiapkan pembukaan program studi (prodi) ekonomi digital. Para anggota AFEBI sudah satu pemahaman bahwa pembukaan prodi ini perlu dilakukan untuk mengiringi perkembangan zaman.

“Semua ilmu ekonomi tetap diberikan seperti biasa, tetapi nanti dikombinasikan dengan pengetahuan IT atau digital,” kata Suharnomo.

Dengan kegiatan ini, ia menjelaskan rencana ini akan dimatangkan dengan target tahun depan sudah mulai diimplementasikan oleh fakultas ekonomi secara nasional, terutama di perguruan-perguruan tinggi negeri.

Kemudian, fakultas ekonomi tidak merealisasikannya, maka dia anggap hanya mengajarkan pengetahuan-pengetahuan yang sudah usang.”Hari ini kami mengundang Menteri Keuangan dan Menristek Dikti untuk memberikan inspirasi yang kami butuhkan untuk membuat kurikulumnya,” sebut Suharnomo.(gus/ram)

PT Dhirga Surya Rencanakan Pengembangan Usaha

MEDAN- Rencana PT Dhirga Surya untuk mengembangkan usaha dalam menambah keuntungan dinilai Oenjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Eko Subowo sebagai langkah yang maju. Atas hal itu, pihak direksi pun diminta menyiapkan rancangan bisnis ke depan.

Beberapa poin yang menjadi rencana kerja dari perusahaan itu disebutkan dapat berjalan dengan perhitungan tepat sesuai kemampuan keuangan dan sumber daya yang ada, termasuk aset yang dimilki. Karena itu, Eko meminta rencana dimaksud dapat diimplementasikan dengan rencana matang.

“Ini baik, artinya kita punya ambisi bisnis kedepan. Karena itu kita harus melihat peluangnya. Pertanyaannya bagaimana ide (pengembangan) itu bisa diwujudkan,” ujar Pj Gubernur didampingi Kepala Biro Perekonomian Setdaprov, Ernita Bangun.

Pun begitu, ada beberapa hal yang menjadi pesan Pj Gubernur dalam pertemuan tersebut. Yakni soal fokus bisnis yang akan dikelola. Sebab tidak semua peluang bisnis yang potensial diyakni dapat berjalan maksimal seperti diharapkan. Sebab, selain kekuatan dan peluang, juga harus dianalisis bagaimana tantangan dan hambatan di masa mendatang.

“Tetapi jangan semua mau dikerjakan, tetapi nanti tidak bisa maksimal. Ini bisa menjadi seperti kanibal, yang satu memakan yang lain karena tidak berhasil. Jadi, harus kita hitung dulu cash flow seperti apa,” sebutnya.

Sementara dalam pertemuan itu, Dirut PT Shirga Surya Agus Marwan mengatakan bawa pihaknya merencanakan beberapa pengembangan usaha selain dari memanfaatkan bunga deposito dan pembagian keuntungan dari pengelolaan Lippo Mall dan RS Siloam Dhirga Surya. Adapun upaya tersebut untuk mengelola beberapa aset milik Pemprov yang berhubungan dengan perhotelan sebagaimana nama yang dimiliki perusahaan ini sebelumnya, PD Perhotelan sebelum diganti.

“Ada beberapa poin yang rencananya kita ingin siapkan. Pertama adalah pengelolaan Mess milik Pemprov Sumut. Untuk tahap awal, kita ajukan tiga lokasi yakni Mess Porapora, Jogja dan Berastagi. Kemudian membangun dan mengelola klinik di lingkungan Pemprov Sumut khususnya seperti di Kantor Gubernur,” kata Agus.

Pengembangan lain katanya, seperti membangun Hotel di lahan seluas 3.500 Meter persegi di Jalan Imam Bonjol Medan. Ditambah lagi dengan rencana pengelolaan café serta udaha yang berhubungan dengan pariwisata.

“Untuk core bisnis ini kita tidak ada penyertaan modal. Tetapi mengunakan dana deposito Rp15 Miliar yang ada,” sebutnya.

Dengan rencana tersebut, selanjutnya akan dilakukan kajian terlebih dahulu unutk menghitung dan menganalisis bagaimana peluang pengembangan usaha yang ingin dijalankan PT Dhirga Surya. Sementara soal persetujuannya, dilakukan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa. (bal/ram)

Saatnya Rotasi

Timnas Indonesia U-16 vs Kamboja dalam laga Piala AFF U-16 2018, berlangsung di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Senin (6/8). Timnas Indonesis sudah mengantongi tiket semifinal Piala AFF U-16 2018 setelah membekuk Timor Leste, Sabtu (4/8) malam, tiga gol tanpa balas.

Kemenangan ini mengukuhkan Indonesia sebagai pemuncak klasemen sementara grup A dengan total 12 poin. Meski demikian, pelatih Timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini menegaskan, anak asuhnya tetap tampil serius di laga tersebut.

”Filosofi sepak bola itu main untuk menang. Kami tidak akan pilih lawan di semifinal,” ujar pelatih berusia 53 tahun tersebut.

Hanya, saat duel kontra Kamboja besok, Fahkri mengistirahatkan beberapa pemainnya. Misalnya, stopper Fadilah Nur Rahman dan Komang Teguh yang selalu turun akan diparkir sebagai persiapan babak semifinal.

”Jadwal turnamen sangat padat. Tentu kebugaran pemain sangat penting. Saya lihat saat Kamboja lawan Vietnam, tapi saya tidak tahu besok Kamboja akan bermain dengan tempo yang sama dengan lawan Vietnam atau tidak,” papar Fakhri.

Tapi, pelatih Fakhri Husaini menegaskan tak akan meremehkan lawan dan menjanjikan permainan yang tetap menyerang, atraktif, dan menarik untuk menjaga kualitas permainan dan mental tim menuju semifinal.

“Kami akan lakukan rotasi, tapi kami pastikan target kami tetap kemenangan. Bukan memandang lawan remeh, tapi kami ingin menambah kepercayaan diri menuju semifinal,” ungkapnya, saat dihubungi Minggu (5/8) siang.

Satu keinginan Fakhri, yakni mengulang keberhasilan saat melawan Timor Leste yakni cleansheet. Karena itu, dia tak mau menghadapi Kamboja timnya kecolongan dan kebobolan.

Indonesia akan tergusur dari puncak klasemen grup A, andai kalah lawan Kamboja dan di sisi lain, Myanmar mampu menaklukkan Vietnam dan mencetak lebih dari empat gol. Kalau Vietnam yang menang, maka mereka harus bisa mengalahkan Myanmar dengan skor lebih dari enam gol.

Sementara itu, Thailand relatif lebih aman karena pesaingnya tak ada yang punya selisih gol besar. Karena itu, untuk menggeser Thailand dari penguasa grup B, lawannya harus menang lebih dari delapan gol. (dkk/jpnn/don)

Dovizioso is Back

Andrea Dovizioso

Rider Ducati, Andrea Dovizioso telah kembali. Rider Italia itu memenangi kebut-kebutan sengit dalam MotoGP Ceko di Brno, Minggu (5/8) malam WIB.Sempat salip-salipan dengan Jorge Lorenzo di tiga sampai empat lap terakhir, serta terus ditempel ketat Marc Marquez, Dovizioso akhirnya finis pertama.

Andrea Dovizioso

Ini merupakan kemenangan keduanya musim ini (setelah MotoGP Qatar). Lorenzo kedua dan Marquez harus puas di tempat ketiga.

Balapan seri ke-10 yang merupakan pembuka setelah libur setengah musim ini berlangsung menegangkan sejak start. Valentino Rossi yang start dari posisi kedua di belakang Dovizioso, sempat memimpin usai melakukan start brilian. Namun, Dovi menyalip Rossi sebelum lap pertama usai. Di lap ini juga, rekan satu tim Rossi, Maverick Vinales crash.

Memasuki lap kelima, Dovi memimpin diikuti Rossi, Marquez, Lorenzo dan Danilo Petrucci. Namun hanya satu lap, sejumlah rider seperti Crutchlow, Zarco dan Andrea Iannone kembali meramaikan persaingan di depan.

Rossi kembali berhasil memimpin balapan di lap kedelapan, menyalip Dovi saat tikungan. Namun itu juga hanya sesaat. Dovi dengan pasti, kembali memimpin balapan di Brno.

Nah, di setengah balapan, Marquez mulai menunjukkan diri sebagai pesaing serius Dovi. Di belakang Marquez, ada Crutchlow dan Lorenzo.

Lorenzo mengamuk di empat lap terakhir, meninggalkan Crutchlow dan menekan Marquez. Lorenzo akhirnya menyalip Marquez dan mengancam Dovi.

Pertarungan tiga rider, Dovi, Lorenzo dan Marquez membuat tegang balapan yang tinggal dua lap. Marquez mulai ketinggalan setelah sempat nyaris menabrak Lorenzo.

Dovi harus merasakan tekanan Lorenzo hingga garis finis. Berkali-kali disalip, tapi Dovi selalu berhasil kembali menyalip Lorenzo. (adk/jpnn/don)