Home Blog Page 6080

AC Milan Untung Dapat Caldara

net BEK: Mattia Caldara (kanan) potensi bek masa depan.

AC Milan dinilai telah melakukan kebijakan transfer yang sangat jenius. Mereka menjual Leonardo Bonucci ke Juventus seharga 35 juta euro plus mendapatkan bek muda Timnas Italia, Mattia Caldara.

net
BEK: Mattia Caldara (kanan) potensi bek masa depan.

Menurut Leonardo Araujo, keberadaan Caldara sangat menguntungkan buat I Rossoneri. Sebab bakatnya sedang meningkat pesat dan dirinya disebut-sebut sebagai salah satu bek tangguh masa depan Timnas Italia.

“Kesepakatan ini berada dalam ruang lingkup yang positif. Saya pikir ini keputusan terbaik untuk kedua pihak (Juventus dan AC Milan),” kata Leonardo selaku Manajer Milan.

“Caldara merupakan salah satu bek yang memiliki gaya permainan modern. Atalanta sebagai klub yang meminjamnya dua musim terakhir sukses membangun mental pemainnya.

Dia kuat dan pandai membaca serangan lawan. Dia akan bergabung dengan bek muda lainnya seperti Andrea Conti, Alessio Romagnoli, dan Davide Calabria. Mereka pemuda yang sangat hebat. Saya yakin mereka bisa membangun pertahanan kokoh hingga bertahun-tahun,” jelas Leonardo yang dikutip dari Football Italia.

Mantan pelatih Inter Milan tersebut yakin Caldara akan tampil lebih baik dari Bonucci. Saat ini Bonucci memang dipandang sebagai salah satu bek hebat yang ada di dunia. Namun Leonardo yakin, jejak Bonucci akan diikuti oleh juniornya.

“Soal Bonucci, kita harus akui kalau dirinya merupakan salah satu pemain bertahan terbaik di dunia. Tapi segalanya bisa berubah cepat dalam sepak bola. Sudah waktunya mengevaluasi banyak hal. Sekarang Bonucci memang hebat, tapi Mattia Caldara adalah masa depan. Saya melihat potensi itu ada pada Mattia,” tegas Leonardo.

Oleh Milan, Caldara dikontrak hingga 30 Juni 2023. Dirinya bakal mengenakan kostum warisan Thiago Silva dengan nomor punggung 33. (bep/jpx/son)

Hadapi Piala Indonesia

doni hermawan/sumut pos HADANG: Rachmad Hidayat dihadang pemain Bhayangkara FC pada duel di Stadion PTIK, Jakarta.

Hasil buruk di Liga 1 sejenak harus dilupakan PSMS. Ayam Kinantan harus mengalihkan fokusnya ke Piala Indonesia yang akan digelar di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Rabu (8/8) mendatang. PSMS ditantang klub Liga 3 asal Aceh, Kuala Nanggroe.

doni hermawan/sumut pos
HADANG: Rachmad Hidayat dihadang pemain Bhayangkara FC pada duel di Stadion PTIK, Jakarta.

PSMS tentu harus fokus. Meskipun menghadapi tim yang berada dua kasta di bawahnya, PSMS tabu untuk terlalu percaya diri.

Asisten Pelatih PSMS, Suharto AD mengatakan PSMS juga harus berjuang menghadapi jadwal padat. Pasalnya dalam waktu sepekan mereka harus menjalani tiga laga. Sebelumnya mereka baru menjalani laga kontra Bhayangkara, Jumat (3/8) dan sudah ditunggu Persija 12 Agustus mendatang.

“Yang jelasnya kita ada dua agenda untuk Piala Indonesia dan kompetisi main lawan Persija nanti. Kita tetap selalu menekankan pada pemain harus menang, apalagi itu tim Liga 3, jadi sekalian mempersiapkan tim utk lawan Persija,” ucap Suharto saat dihubungi, Minggu (5/8).

Apalagi menurut Suharto, tim-tim Liga 3 akan sangat bersemangat untuk menumbangkan PSMS. Untuk itu timnya harus tetap waspada. “Pasti mereka bersemangat. Kalau kita lihat tim-tim Liga 1 lain juga tidak menang mudah atas lawannya. Bahkan ada yang sampai adu penalti,” ujarnya.

Kemenangan juga akan mengembalikan rasa percaya diri skuad yang sempat down karena dua kekalahan beruntun. Apalagi ada tekanan dari suporter.

Sebelumnya Pelatih Peter Butler meliburkan latihan dua hari agar para pemain bisa beristirahat. Rencananya PSMS kembali berlatih pada Senin (6/8) dan akan bertolak menuju Aceh, Selasa (7/8). Dari Aceh PSMS akan langsung terbang ke Bantul.

“Ya rencananya begitu, kita langsung ke Bantul. Tapi sebagian pemain juga nanti ada yang berangkat dari Medan. Kita berharap pemain bisa jaga kondisinya dengan baik karena jadwal padat ini,” ucapnya.

Piala Indonesia saat ini masih di babak 128 besar ini. Tim-tim Liga 1 lain sudah menuntaskan laganya dan semuanya berhasil melaju.

Jika PSMS menang, akan lanjut pada babak 64 besar. Beberapa tim dari Zona Sumatera sudah menunggu. Termasuk PS Keluarga USU, tim Liga 3 asal Sumut yang lebih dulu berhasil lolos. (don)

PSDS Pertahankan Gelar

batara/sumut pos JUARA: PSDS pertahankan gelar juara Liga 3 Sumut.

PSDS Deliserdang berhasil mempertahankan gelar juara Liga 3 Zona Sumut. Traktor Kuning, julukan PSDS menumbangkan Medan Utama FC dengan skor 3-1, di Stadion Teladan, Medan, Minggu (5/8).

batara/sumut pos
JUARA: PSDS pertahankan gelar juara Liga 3 Sumut.

Anak asuh Ansyari Lubis langsung percaya diri sejak awal. Terbukti menit kedelapan, PSDS sudah unggul lebih dulu lewat Muhammad Irsan.

Dengan memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Medan Utama FC yang dikordinir kapten tim M Biondi Lubis. Second striker PSDS Purnomo berhasil memperlebar jarak, pada menit ke 15. Pur-nomo berhasil memperdaya kiper Indra Hermawan, Medan Utama FC. PSDS unggul dua gol. PSDS semakin menjauh lewat gol Muhammad Yassir sebelum turun minum. Skor 3-0 di paruh pertama.

Di babak kedua, Medan Utama FC bermain ngotot. Namun PSDS tetap mendominasi. Medan Utama baru berhasil mencetak gol pada menit ke-86 lewat Jecky Pasarella. Namun sudah terlambat bagi Medan Utama untuk mengejar. Malah mereka harus kehilangan Galuh Merdiko Putro yang diusir wasit Jainul Jefri Lubis karena pelanggaran keras. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang.

Sukses PSDS semakin sempurna karena pemainnya M Yassir Azis berhasil menjadi top skor tim dengan mencetak 12 gol. Pelatih PSDS Ansyari Lubis, kemenangan timnya karena mampu bersabar menunggu momentum yang tepat. “Awal pertandingan anak anak bermain dengan sabar. Tetapi melihat momen untuk menyerang. Hasilnya menit kedelapan ada gol. Medan Utama FC juga bagus buktinya bisa masuk k final.Kebetulan PSDS secara tim solid,”ucapnya.

Ke depannya menghadapi babak regional, Ansyari akan melakukan pembenahan terutama pada bagian sayap. Dan barisan perta-hanan. “Ini adalah perjuangan awal kami untuk lolos ke liga 2. Saya apresiasi kerja keras semua pemain dan strategi yang saya intruksikan bisa dijalankan dengan baik,” ucap Ansyari Lubis.

Sementara itu Ketua Umum PSDS Khairum Rezal mengatakan keberhasilan PSDS memperta-hankan juara adalah bentuk keberhasilan pembinaan sepakbola Kabupaten Deliserdang.”Saya berharap kabupaten kota yang memiliki stadion agar memiliki tim sepakbola. Sehingga Sumatara Utara sebagai lumbung sepakbola nasional kembali mampu menyumbangkan anggota timnas,”terangnya.

Selain itu, Khairum tak lupa ber-terikasih kepada seluruh pengurus PSDS yang bersusah payah agar PSDS mampu mempertahankan juara.”Saya ucapkan terima kasih atas doa warga Deliserdang sehingga PSDS mampu merebut juara lagi,”ucapnya.

Sementara ketua Asprov PSSI Sumut Kodrat Shah saat menutup pelaksanaan Liga 3 Zona Sumut, mengucap selamat kepada seluruh peserta klub yang telah tampil sebagai juara. Namun, bagi tim yang belum juara jadikan pelajaran untuk bisa tampil lebih baik di tahun depan.

“Kita berharap dari ketiga tim yang lolos ke tingkat regional dan pusat, paling tidak dari Sumut ini ada satu tim lagi ke liga 2,” harap Kodrat. (btr/don)

Manajer PSMS Minta Maaf ke Suporter

doni hermawan/sumut pos AMUK: Manajer PSMS jadi sasaran amuk suporter.

KEKALAHAN 1-3 dari Bhayangkara FC di Stadion PTIK, Jakarta, Jumat (3/8) membuat situasi kurang kondusif. Suporter melampiaskan kekecewaan karena kekalahan timnya dengan melontarkan makian dan lemparan botol air mineral kepada manajemen dan tim.

doni hermawan/sumut pos
AMUK: Manajer PSMS jadi sasaran amuk suporter.

Terutama kepada manajer tim, Tengku Edriansyah Rendy. Putra Wali Kota Medan itu menjadi sosok yang paling ramai dihujani lemparan. Buntutnya Rendy emosi dan mengacungkan jari tengahnya usai dilempari dan dimaki.

“Iya saya minta maaf. Saya khilaf, dicaci, dimaki, dan dilempar. Jadi spontan saja seperti itu,” kata Rendy, Sabtu (4/8).

Menurut Rendy jari tengah itu diacungkannya bukan kepada seluruh fans yang hadir. Melainkan oknum-oknum yang melemparnya dengan botol air mineral. “Bukan ke suporternya, tapi lebih kepada orang yang melempar saya. Pastinya nampak la yang ngelempar. Ada banyak jadi saya minta maaf,” ungkapnya.

Apalagi menurut Rendy itu menjadi puncak kekesalannya karena dihujat sepanjang laga. Sejak sebelum laga saat dirinya masuk ke lapangan dia terus disorakin.

Rendy juga mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada para petinggi jika memang dirimu dievaluasi. “Saya siap dengan segala konsekuensi. Tapi saat ini, masih tetap lanjut di tim,” tegasnya.

Rendy mengaku masih tetap optimis tim bisa bangkit. “Kita juga enggak mau tim kalah. Tetap optimis tim bisa keluar dari zona degradasi,” pungkasnya.

Sebelumnya Pelatih PSMS, Peter Butler juga mengaku kesal karena salah seorang oknum suporter memakinya dengan kata-kata kasar. (don)

Asrul Dahlan Lubis, Aktor Pecinta PSMS Semangati Legimin dkk

doni hermawan/sumut pos BINCANG: Asrul berbincang dengan Sahari Gultom.

Duel PSMS kontra Bhayangkara di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (3/8) malam menjadi kesempatan bagi artis peran, Asrul Dahlan Lubis untuk melepaskan kerinduannya menonton langsung PSMS. Pasalnya sudah lama dia tidak menonton langsung Ayam Kinantan berlaga.

doni hermawan/sumut pos
BINCANG: Asrul berbincang dengan Sahari Gultom.

“Sudah 25 tahun saya tidak nonton PSMS. Jadi baru inilah ada kesempatan PSMS main di Jakarta dan saya harus nonton. Rindu sekali,” kata Asrul saat menyambangi hotel tempat tim menginap jelang laga.

Pemeran sinetron religi, Para Pencari Tuhan itu memang merupakan pecinta PSMS sejak kecil. Lahir di Tanjungmorawa, Asrul sering menonton langsung PSMS berlaga di Stadion Teladan. “Yang jelas karena saya anak Medan. Bahkan dulu bersama keluarga nontonnya.

Masih zaman Perserikatan. Di samping itu saya kenal beberapa klub Medan lain seperti Bintang Utara, Sinar Medan, Perisai. Itulah yang mendorong ,saya kenapa begitu antusias PSMS main di sini,” ujarnya.

Bagi Asrul jika menyebut kata Medan hanya dua hal yang teringat. “Pertama duren dan yang kedua PSMS. Dua itu saja yang lain tak usah disebut,” tambahnya.

Asrul juga tak segan untuk meminta foto dengan beberapa pemain PSMS. Bertemu pelatih kiper Sahari Gultom, keduanya saling meminta foto. Dia juga minta foto bareng dengan Muhammad Roby. “Kan awak yang fans PSMS. Awak dong yang minta foto,” ujar pemeran Tendangan si Madun itu sambil tertawa.

Suami dari Riarma Yuniarti Simanjuntak itu lalu berbincang akrab dengan Sahari Gultom yang dulu sering ditontonnya di Stadion Teladan. “Zaman Sahari Gultom pun saya sering nonton. Lebih jauh dari itu sejak kecil saya juga sudah nonton zaman Jamaluddin Hutauruk. Medan lagi jaya-jayanya itu. Jadi saya ni bukan suporter karbitan. Suporter abadi lah bisa dibilang,” kata alumni SMA Pancabudi itu.

Bersama rekan seprofesinya, Isa Bajaj yang merupakan pendukung Persebaya, Asrul memang sangat mendukung sepak bola Indonesia. Meski di klub berbeda mereka sama-sama mencintai sepak bola negeri ini.

“Ya, dia Persebaya, saya PSMS. Yang terpenting bagaimana kami mengapresiasi sepak bola Indonesia. Kami bahkan sudah janjian. Rencananya kalau PSMS main lawan Persebaya di Medan kami bakal nonton bareng,” ujarnya.

Asrul juga punya pesan positif untuk suporter PSMS agar terus mendukung tim dengan cara-cara yang sportif. Dia berharap PSMS juga punya anthem yang bisa dinyanyikan satu stadion. “Yang penting harus terus meningkatkan kreativitas. Jangan rusuh, jangan ribut. Kita dukung biar PSMS bisa main lebih baik. Kalau satu stadion nyanyi kan merinding. Apa gak ngeri?,” ujarnya.

Sayangnya malam itu PSMS tumbang. Begitupun Asrul tetap menyemangati pemain dengan datang ke ruang ganti serta meminta suporter untuk tak mencerca tim yang sudah berjuang. (don)

Sepatu Menambah Percaya Diri

Foto: Sabar Syamsurya Sitepu/Lombok Post/JPG Warga mengungsi karena khawatir dengan gempa 7 SR yang mengguncang NTB.

Menjadi anggota DPRD Kota Medan, tak membuat hobi Sabar Syamsurya Sitepu yang mengoleksi sepatu booth surut. Di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat, Sabar tetap menjalankan hobinya. Bahkan, koleksi sepatunya ada yang berasal dari negara Mesir dan Turki.

Sabar-Syamsurya-Sitepu

“Saya memang suka mengoleksi sepatu, terutama jenis booth. Bahkan, sewaktu masih muda dulu sepatu saya bulldog. Namun, belakangan mulai berkurang karena kurang percaya diri lantaran pengaruh usia juga sehingga menyesuaikan,” kata Sabar, kemarin.

Ia menuturkan, koleksi sepatu-nya berjumlah sekitar 200 pasang lebih. Akan tetapi, sebagian sudah diberikan kepada orang lain, baik itu masih ada hubungan keluarga maupun tidak. “Sebenarnya berat hati untuk memberikannya, tetapi akhirnya dapat mengikhlaskan,” tutur anggota dewan dari fraksi Partai Golkar ini.

Diutarakan Sabar, sepatu yang dikoleksi tidak hanya jenis booth saja. Melainkan, sport, casual dan lainnya. “Saya melihat dari bentuknya terlebih dahulu, jika bentuknya menarik maka tentu saya akan beli,” ucapnya.

Sabar menyebutkan, harga dan merek sepatu yang dikoleksinya beragam. Mulai dari harga termurah puluhan ribu hingga paling mahal jutaan rupiah (di bawah 10 juta).

“Sepatu yang dikoleksi ada juga yang berasal dari luar negeri seperti Mesir yang dibeli tahun 2000-an dan Turki 2014 lalu. Namun, kebanyakan berasal dari Jakarta,” sebutnya.

Menurut dia, dengan mengoleksi sepatu ada kebahagiaan tersendiri yang dirasakan. Selain itu, sepatu juga menambahkan kepercayaan diri dalam berpenampilan.

“Selain itu mengoleksi sepatu, hobi saya yang lain membersihkan rumah. Kalau tidak ada kerjaan maka saya mengorek parit, karena sekaligus juga mencari keringat supaya badan tetap sehat. Tak hanya itu, bertani atau berladang,” pungkasnya. (ris/ram)

Tandai Proses Hijrah Fenita Arie

Fenita Arie
Fenita Arie

SUMUTPOS.CO – Proses hijrah Fenita Arie nampaknya membawa banyak hal positif baginya. Setelah berkomitmen mengenakan hijab dan pakaian yang menutup aurat, kini Fenita Arie melirik bisnis fashion muslim dengan mengeluarkan lini pakaian ready to wear.

Ditemui sesaat sebelum menampilkan koleksinya di Jakarta Modest Fashion Week 2018, Jumat (27/7), Fenita Arie mengaku bahagia. Berkolaborasi dengan label L.tru, ia menampilkan gaya sporty chic yang didominasi oleh potongan casual seperti blouse, celana palazzo, vest, dan gamis bermotif.

“Sebenarnya awalnya ditawarin sebagai brand ambassador lalu berlanjut ke kerjasama di bisnis hijab ini. Akhirnya tercetus sebuah tema ‘Lets be grateful’. Kalau aku memahaminya lebih ke perjalanan hijrah aku di awal-awal berhijab,” ungkap Fenita Arie kepada JawaPos.com di Gandaria City Mall Jakarta.

Proyek kolaborasi busana muslim memang dilakukan sebagai bentuk syukur dari proses hijrah seorang Fenita Arie. Menurutnya, ia masih bisa tampil stylish dengan pilihan fashion yang unik namun tidak meninggalkan aturan syariat sebagai muslimah. Gaya hijab pada koleksinya kali ini pun sangat sederhana, yakni dominasi kerudung printfall dan model hijab instan.

“Karena memang dari dulu aku agak tomboy jadi lebih ke effortless. Dalam artian kita bisa bergaya memadu padankan dengan gaya yang lain, jadi nggak perlu harus beli baju baru. Dengan mix and match outer kita bisa ambil kece juga,” lanjutnya disela-sela Jakarta Modest Fashion Week 2018.

Kesan casual pada koleksinya kali ini, berhasil dituangkan ke dalam 10 tampilan yang didominasi palet warna pastel dan earthy seperti krem, hitam, abu-abu dan hijau. Keseluruhan busana terbuat dari bahan yang ringan dan nyaman seperti cotton, velvet, silk, dan linen. Gaya nya pun terlihat edgy sesuai dengan trend muslimah masa kini.

Melihat animo yang cukup besar dari para penggemar, ia pun berencana terus aktif mengeluarkan lini busana muslim terbaru setiap dua hingga tiga bulan sekali. Jadi tak hanya berhenti di pageralan Jakarta Modest Fashion Week 2018. Tentu dengan model busana yang sesuai dengan DNA-nya yang edgy.

“Karena antusiasme sangat besar jadi harus lebih semangat bikin terus. Aku sama L.tru dari sekarang udah mikirin konsep, supaya per tiga bulan ganti,” tutupnya. (fid/JPC/ram)

Alis Tebal atau Tipis?

Rihanna menjadi model untuk cover Vogue Inggris edisi September 2018. Penampilan Rihanna di pemotretan tersebut pun dibuat berbeda 180 derajat dari penampilan kesehariannya.

Penyanyi asal Barbados itu tampil dengan alis botak. Entah alisnya benar-benar dicukur atau dikamuflase dengan lapisan concealer sehingga memberikan efek tanpa alis. Kemudian, alis digaris tipis dengan pensil alis.

Penampilannya tersebut tentu saja mengejutkan. Di tengah tren alis ‘bushy brow’ atau alis tebal natural, Rihanna tampil dengan alis segaris.

Didandani oleh makeup artist Isamaya Ffrench untuk Fenty Beauty, alis Rihanna dibuat unik. Tampilannya dibuat glamour dengan lip gloss warna merah burgundi dan semburat eyeshadow pink di kelopak matanya.

Alis Rihanna tersebut ternyata bukan hal baru di ranah kecantikan. Alis super tipis terserbut menjadi tren alis pertama kali yang pernah ada.

Alis tipis segaris sempat menjadi tren di era ’20-an. Di tahun ’90-an, alis tipis dengan arch tinggi juga sempat booming. Gwen Stefani hingga Christina Aguilera tampil dengan alis tipis di era kejayaan mereka.

Akankah alis tipis menggantikan tren alis tebal? (bbs/ram)

Perawatan Kulit dengan Air Liur

Perawatan kecantikan kulit saat ini biasanya dilakukan dengan berbagai ramuan herbal maupun kimia. Biasanya, perawatan kecantikan dilakukan gar kulit lebih cerah, sehat, dan tampak lebih muda. Tapi, pernahkah terbayangkan jika perawatan kecantikan kulit menggunakan air liur?

Dalam Youth and Beauty Clinic, terdapat metode perawatan kecantikan kulit terbaru dengan Skin DNA Genomic. Metode tersebut merupakan alat uji DNA yang menggunakan sampel air liur (saliva) pasien untuk mengetahui kondisi kesehatan kulit. Sehingga hasil uji DNA ini, bisa mengetahui treatment yang tepat untuk jenis kulit tertentu.

Owner dan Founder dari Youth & Beauty Clinic, dr. Gaby Syerly sudah melihat tren perawatan kecantikan ke depannya. Menurut dr. Gaby kesehatan kulit dan wajah merupakan aset penting. Untuk itu perawatan kulit, terutama wajah dan badan sangat penting karena wajah memberikan kesan pertama dan akan terus diingat oleh setiap orang.

“Sekarang new concept. Kalau konsep yang lama itu botox filler kan biasanya. Nah ini kami uji dari air liur pasien. Kami akan ambil air liur lalu hasilnya 2 minggu untuk kami ketahui krimnya nanti seperti apa,” jelas dr. Gaby dalam konferensi pers, Kamis (2/8).

Dari air liur, metode itu akan mengukur kadar kolagen pasien. Jika masih muda bisa dilihat dari pigmentasi. Begitu juga akan dilihat dari tekstur kulit, kering atau berminyak.

“98 persen akurat. Sebelum kami launching itu ada tes uji. Penelitian pertamanya di Toronto Kanada,” paparnya.

Dirinya menjelaskan pemeriksaan yang dibutuhkan dinamakan Nutrigen-Me adalah pemeriksaan genetik menggunakan bahan air liur. Dari air liur akan diperiksa 45 gen yang dibagi 7 panel kesehatan.

7 panel kesehatan terdiri dari metabolisme nutrisi, kardio metabolik, pengaturan BB, intoleransi makanan, aktivitas fisik, kebiasaan makan dan risiko cedera tendon di kaki. Pemeriksaan membutuhkan waktu 4-6 minggu karena sampel dikirim ke Kanada.

“Hasilnya berupa majalah besar ukuran A4 isinya profil genetik kita, digunakan untuk panduan hidup kita dalam menentuka suplemen, makanan, olahraga yang cocok untuk tubuh secara personal. Kemudian di spesialis gizi klinis,” tutupnya. (ika/JPC/ram)

Bank Sumut Raih Penghargaan Kategori Bussiness Practioner

istimewa/sumut pos BERSAMA: Direktur Operasional Bank Sumut Didi Duharsa (kiri) diabadikan bersama Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, Kepala Dinas UMKM Sumut Amran Uteh, Pjs KPW Bank Indonesia Hilman Tisnawan, dan perwakilan OJK Yovie sukandar, pada Gebyar UMKM Indonesia 2018 di Balairung Pemkab Deliserdang, Selasa (31/7).

Bank Sumut berhasil meraih ICSB Presidential Award untuk kategori Bussiness Practioner sebagai pelaku bisnis yang turut memberikan dedikasi atas pengembangan usaha UMKM, khususnya di Deliserdang, pada acara Gebyar UMKM Indonesia 2018 yang diselenggarakan Markplus Inc, bekerja sama dengan Internasional Council for Small Bussines (ICSB) Gebyar UMKM Edisi ke-3 di Balairung Pemkab Deliserdang, Selasa (31/7) lalu.

istimewa/sumut pos
BERSAMA: Direktur Operasional Bank Sumut Didi Duharsa (kiri) diabadikan bersama Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, Kepala Dinas UMKM Sumut Amran Uteh, Pjs KPW Bank Indonesia Hilman Tisnawan, dan perwakilan OJK Yovie sukandar, pada Gebyar UMKM Indonesia 2018 di Balairung Pemkab Deliserdang, Selasa (31/7).

Hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, Direktur Operasional Bank Sumut Didi Duharsa, Kepala Dinas UMKM Sumut Amran Uteh, Kepala Dinas UMKM Deliserdang H Ahmad Tarmizi, Pjs KPW Bank Indonesia Hilman Tisnawan, dan perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Yovie sukandar.

Executive Vice President ICSB Indonesia, Jack Mussry menyampaikan, penyelenggaraan Gebyar UMKM Indonesia 2018 ini, merupakan edisi ketiga, dan pada 2018 ini, Kabupaten Deliserdang terpilih sebagai tempat pertama dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut yang merupakan kerja sama ICSB, dengan Markplus, juga Kementrian Koperasi dan UMKM. Adapun tema yang diusung adalah ‘UMKM Indonesia Zaman Now’.

Wakil Bupati Deliserdang Zainudin Mars, dalam sambutannya, mengapresiasi pelaksanaan Gebyar UMKM Indonesia 2018 oleh ICSB Indonesia tersebut.

“Atas nama Pemkab Deliserdang, saya mengucapkan terima kasih, atas terpilihnya Deliserdang sebagai daerah pertama. Deliserdang dengan jumlah penduduk sekitar 2 juta jiwa, juga merupakan basis UMKM. Saya berharap, kegiatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan, khususnya bagi UMKM Deliserdang,” jelasnya.

Sementara Direktur Operasional Bank Sumut Didi Duharsa, juga menyampaikan ucapan terima kasih, atas penghargaan ICSB Indonesia kepada Bank Sumut. Secara khusus, Didi juga menyampaikan, penghargaan ini merupakan wujud kerja keras dan komitmen seluruh karyawan Bank Sumut.

Berdasarkan data kinerja Bank Sumut, porsi penyaluran kredit UMKM Bank Sumut per Juni 2018 telah mencapai 42,84 persen atau Rp8,75 triliun. (saz/ram)