Home Blog Page 6083

Pemkab Barru Lirik Smart City Binjai

BINJAI- Pemerintah Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan mengaku tertarik untuk mengadopsi berbagai aplikasi Smart City milik Pemko Binjai. Niat untuk mengadopsi tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Barru, Nasruddin saat berkunjung ke Pemko Binjai, Kamis (2/8).

Dia mengatakan, pihaknya akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih lanjut tentang aplikasi Smart City. Bagaimana seluruh aplikasi tersebut dapat dijalankan, hingga dikendalikan dari ruang Command Center.

Menurut Nasruddin, banyak hal positif yang diperoleh dalam kunjungan kerja di Binjai. Dia berharap, itu dapat diterapkan di daerahnya. “Sepulang dari sini kami akan laporkan ke Bupati. Mudah-mudahan kita bisa kerja sama dan kita bisa jadi saudara,” ujar Nasrudin.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barru, Hj Hasnah Syam menanyakan tentang kiat Pemko Binjai mengatasi keterbatasan jumlah tenaga dokter spesialis. “Kami ingin tanya soal ketersediaan dokter spesialis. Sebab, di RSUD saja susah, apalagi di Puskesmas. Kami baru mampu untuk menyediakan dokter umum,” kata Hasnah yang juga istri Bupati Barru.

Sementara, Sekda Kota Binjai, M Mahfullah P Daulay menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan akan dokter spesialis maka upaya Pemko Binjai adalah merekrut tenaga dokter secara outsourcing.

“Kita rekrut secara outsourcing dan setiap tahun kontraknya kita perpanjang. Sehingga kebutuhan dokter spesialis di RSUD hingga Puskesmas sudah terpenuhi,” kata M Mahfullah.

Mahfullah menambahkan, Pemko Binjai siap membantu dan berbagi ilmu dengan kabupaten Barru tentang penggunaan aplikasi Smart City dan bagaimana membangun sendiri Command Center tanpa melibatkan vendor.

“Kami siap bantu kabupaten kota lain untuk sharing demi kemajuan bersama,” tandas Mahfullah. (ted/han)

DPRD Binjai: Dinkes Perlu Evaluasi Kapuskesmas

LANGKAT-Komisi B DPRD Langkat mendesak Dinas Kesehatan untuk mengevaluasi 31 Kepala Puskesmas di Kabupaten Langkat. Desakan evaluasi tersebut disampaikan pada rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan, BPKAD dan para Kepala Puskesmas se Kabupaten Langkat, untuk menyahuti pengaduan pegawai puskesmas yang pembayaran tunjangan kinerja, uang jasa medis BPJS dan uang jaga malam mereka berbulan-bulan belum dicairkan.

Sekretaris Komisi B DPRD Langkat, Kirana Sitepu menyarankan perlunya evaluasi dari Dinas Kesehatan terhadap Kepala Puskesmas yang tidak mampu bekerja. “Kami Komisi B menginginkan pelayanan puskesmas kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik, juga perlu pemerataan penempatan dokter-dokter yang ada di puskesmas,”pinta Kirana.

Dalam RDP itu, Kabid Anggaran BPKAD Langkat Efendi Matondang menjelaskan, bahwa sistem pembayaran tunjangan kinerja, dapat dibayarkan per bulan atau triwulan, tergantung usulan dari instansi. Dan apabila semua berkas telah lengkap, maka selambat-lambatnya tanggal 10 setiap bulannya akan di transfer ke rekening masing-masing ASN. “Naikkan saja berkas tukin yang telah selesai, jangan menunggu PNS yang belum siap berkasnya, pada prinsipnya setiap permintaan OPD akan kami bayarkan sesuai permintaan,” ujar Efendi Matondang.

Mendapat penjelasan BPKAD, RDP yang dipimpin Ketua Komisi B Riska Purnawan, ST berharap kepada Kepala Puskesmas se-Kabupaten Langkat segera mengajukan berkas tunjangan kinerja anak buahnya yang sudah selesai.

“Kami berharap kepada para atasan agar memperhatikan pegawainya, karena para pegawai itu menunggu rezekinya dari tambahan penghasilan selain gaji seperti tukin, uang jasa medis BPJS dan uang jaga malam bagi para medis di puskesmas yang berbulan-bulan mereka tunggu. Miris kita mendengarnya kalau hak mereka terlambat diberikan,” ucap Riska.

Hal senada juga dikatakan anggota Komisi B lainnya, dan berharap Kepala Puskesmas dapat bekerja dengan cepat, sehingga tidak terkendala lagi pembayaran hak-hak pegawai. Begitu juga dengan Dinas Kesehatan agar dapat mensosialisasikan setiap ada aturan-aturan baru kepada 31 Puskesmas yang ada di Kabupa-ten Langkat. (bam/han)

Pemkab Langkat Bekali 60 Paskibra

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat melalui Dinas Olahraga dan Pemuda (Dispora) memberikan pembekalan dan pelatihan 60 orang calon anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra), di Aula Gedung PKK Stabat, Selasa (31/7) pukul 21.00 WIB.

Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH pada bimbingan dan arahannya, Pemkab Langkat melalui Dispora tengah melaksanakan pelatihan calon anggota Paskibra terhitung pada 31 Juli-18 Agustus 2018, sebagai upaya mensukseskan pelaksanaan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tingkat Kabupaten Langkat tahun 2018.

“Sebab nantinya Paskibra bertugas mengibarkan duplikat sang saka merah putih pada 17 Agustus 2018 ini,” jelasnya.

Diharapkan, kepada pelatih calon anggota Paskibra Kabupaten Langkat, dapat melatih dengan serius serta penuh tanggung jawab.

“Keberhasilan Paskibra, cerminan dari keseriusan petugas pelatih dalam membinannya,” ujarnya.

ngkat Dra Hj Manna Wasalwa Lubis MAP menjelaskan, peserta calon Paskibra Langkat sebanyak 60 orang, 2 orang dari 1 putra dan 1 orang putri menjadi perwakilan Langkat untuk Paskibra di tingkat Provinsi Sumut, sedangkan sisanya 58 orang untuk Paskibra Langkat, terdiri dari 29 putra dan 29 putri.

Manna Wasalwa mengatakan, 60 Paskibra sebelumnya telah diseleksi ketat dari sekolah-sekolah SMA sederajat yang ada di Langkat, jadi mereka yang terpilih adalah yang terbaik. (bam/han)

Waspadai Warga yang Tak Jelas

BELAWAN-Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan, SH MH bersama Komandan Batalyon Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) I Letkol Marinir James Munthe, M Tr Hanla, nonton bareng (Nobar) film 22 Menit di bioskop XXI, Suzuya Marelan, Jumat (3/8) sore.

Nobar film 22 menit juga dihadiri Pasiops Yonmarhanlan I, Mayor Marinir Ahmad Yani, OKP, pejabat Polres Pelabuhan Belawan dan keluarga besar Polres Pelabuhan Belawan serta masyarakat.

Pemutaran film yang berdurasi 71 menit tersebut, menceritakan tentang kisah bom teror di Jalan MH Thamrin, Jakarta. Aksi teror yang dilakukan teroris mampu dilumpuhkan petugas anti teror dari Mabes Polri.

Suasana nobar memberikan inspirasi bagi Kapolres dan Danyonmarhanlan I bersama dengan masyarakat.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan, MH, SH mengaku, pemutaran film 22 Menit mengisahkan tentang teroris. Untuk itu, sebagai masyarakat harus lebih waspada kepada orang – orang tak jelas di lingkungan yang dianggap mencurigakan.

“Kita minta masyarakat bisa memberikan informasi sekecil apapun terhadap orang yang dicurigai dengan asal-usulnya tidak jelas. Kita tahu teroris cukup berbahaya, film 22 Menit sudah menggambarkan tentang bahaya teroris, ke depannya mari kita sama – sama untuk mengantisipasi bersama,” imbau Ikhwan.

Sementara itu, Danyonmarhanlan I Letkol Marinir James Munthe M Tr Hanla mengaku, sangat terinspirasi dengan pemutaran film 22 Menit. Dari gambaran pemutaran film yang disaksikan bersama, merupakan sebuah pembelajaran untuk masyarakat akan bahaya teroris.

“Intinya mari kita lebih waspada dan berhati – hati di lingkungan, teror bisa datang kapan saja, jadi mari cegah ini dengan bersama melawan teroris,” ujar James Munthe.

Pemutaran film 22 Menit yang dimediasi Polres Pelabuhan Belawan juga mendapat tanggapan positif dari masyarakat, selain diberikan tiket gratis, juga mampu mengenal bahaya teroris serta penuntasan anti teror yang dilakukan Polri. “Filmnya asik, kita bisa mengerti tentang bahaya teroris. Film itu juga mengajari kita untuk lebih waspada dengan orang disekeliling yang kita anggap dicurigai,” kata salah satu penonton, Azmi. (fac/han)

Hati-hati, Ombak Laut Capai 6 Meter

MEDAN-Bagi para nelayan diimbau untuk lebih berhati-hati saat melaut. Pasalnya, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memprediksi, beberapa hari mendatang gelombang perairan laut di Sumatera Utara bakal tinggi.

Kepala BBMKG Wilayah I Medan Edison Kurniawan mengatakan, gelombang laut tersebut ditaksir dapat mencapai ketinggian 1.25 hingga 6.0 meter.

Terdapat pola tekanan tinggi di perairan barat Austalia yang memicu terjadinya peningkatan kecepatan angin timuran mencapai 55 km/jam yang melewati Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara, Selatan Jawa dan Barat Lampung.

“Sehingga mengakibatkan terjadi peningkatan tinggi gelombang di wilayah perairan,” ungkapnya, Jumat (3/8).

Dijelaskan Edison, untuk tinggi gelombang 1.25 hingga 2.5 meter, berpeluang terjadi di Selat Malaka Bagian Utara, Perairan Timur P. Simeulue – Kep Mentawai,
Selat Sunda Bagian Utara, Selat Sape Bagian Selatan dan Selat Sumba Bagian Barat, Laut Sawu Bagian Utara dan Laut Timor Selatan NTT,
Perairan Selatan Flores dan Selat Ombai, Peraiaran Kep Sermata – Kep Tanimbar, Peraiaran Kep Kei – Aru, Laut Arafuru, Laut Natuna Utara, Perairan Kep Anambas – Kep Natuna, Laut Natuna dan Selat Karimata.

Berikutnya, Laut Jawa, Peraiaran Utara Kep Kangean, Laut Bali dan Perairan Barat Lombok, Selat Makassar dan Perairan Kalimantan Utara, Laut Sulawesi,
Perairan Kep Sangihe – Kep Talaud, Laut Maluku, Perairan Utara dan Barat Kep Halmahera, Perairan Selatan Kep Banggai, Perairan Selatan P. Buru – P. Seram, serta Laut Seram Bagian Timur dan Peraiaran Amamapre.

Sementara untuk tinggi gelombang 2.5 hingga 4.0 meter, Lanjut Edison, berpeluang terjadi di Perairan Utara dan Barat Sabang, Samudra Hindia Barat Aceh – Kep Nias, Perairan Barat P. Simeulue hingga Mentawai, Perairan Selatan Sumbawa – P. Sumba – P. Sawu, Laut Sawu Bagian Selatan, serta Perairan Selatan P. Rote.

Sedangkan untuk tinggi gelombang 4.0 sampai 6.0 meter terang Edison, berpeluang terjadi di Perairan Selatan P. Enggano hingga Barat Lampung,
Samudra Hindia Kep Mentawai – Lampung, Selat Sunda Bagian Selatan, Perairan Selatan Banten, Perairan Selatan Jawa Hingga Lombok, Selat Bali, Lombok dan Alas Bagian Selatan, serta Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTB.

Edison pun berharap, agar peringatan BMKG dapat diperhatikan dan diwaspadai demi keselamatan pelayaran selama di laut.

Untuk perahu nelayan, sebut Edison, kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter, kapal tongkang kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter, kapal ferry kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter, dan kapal besar (kargo dan pesiar) kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter.

“Karenanya masyarakat dan kapal-kapal khususnya yang melakukan aktivitas di pesisir barat Sumatera, Selatan Jawa, Bali, NTB, dan NTT agar dapat mempertimbangkan kondisi tersebut,” pungkasnya.(bbs/han)

FMI Galang Dana Bantu Gempa Lombok

Front Mahasiswa Islam (FMI) Kota Tebingtinggi menggelar aksi sosial penggalangan dana untuk korban bencana alam gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Aksi peduli tersebut dilakukan FMI usai Salat Jumat di persimpangan empat Jalan Sudirman, Suprapto dan Jalan Ahmad Yani Kota Tebingtinggi, Jumat (3/8).

Rencananya uang yang terkumpul akan disumbangkan kepada perkumpulan FPI yang ada di Sumatera Utara, dan diteruskan kepada korban bencana gempa di Lombok.

Sekjen Front Pembela Islam Kota Tebingtinggi, Muslim Istiqomah mengatakan bahwa kita menggugah semua hati masyarakat, khususnya mereka pengguna jalan raya yang melintas untuk menyisihkan sedikit rezekinya untuk korban gempa di Lombok.

Diharapkan, lanjut Muslim, bantuan yang dikumpulkan bisa meringankan masyarakat korban gempa. Dan aksi ini juga merupakan wujud kepedulian sesama umat manusia, dan menjadikan ladang amal ibadah.

“Kita harapkan donasi warga atas kepedulian korban bencana gempa ini berkah dan bermanfaat bagi warga yang menerimanya,”bilang Muslim Istiqomah.

Ismail (42), warga Kabupaten Sergai yang sedang melintas mengungkapkan rasa terharu ketika melihat sejumlah anak muda mahasiswa mau berpanas-panasan menggalang dana dari pengguna jalan bagi korban gempa di Lombok.

“Bantuan masyarakat ini bisa meringankan korban bencana gempa di Lombok,”ujarnya. (ian/han)

Masyarakat Rindukan TPA dan PAUD

TEBINGTINGGI-Masyarakat Lingkungan I, Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi sangat merindukan adanya pembangunan Tempat Pendidikan Alquran (TPA) dan bangunan sekolah untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Selain itu, saya juga mendukung Program Pemko Tebingtinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk menjadikan Lingkungan Kelurahan Bandar Utama, untuk menjadi Kampung Keluarga Berencana,”ungkap Ketua Plt Golkar yang juga anggota DPRD Kota Tebingtinggi, Ir Pahala Sitorus mewakili masyarakat dalam kegiatan bersih-bersih di tepi Sungai Padang, Jumat (3/8).

Menurut salah seorang warga, Syafar (54), bangunan sanitasi yang dibangun tahun 2010 merupakan tempat peng-ajian masyarakat atas hibah keluarga Buyung Samson. Namun sejak sanitasi dibangun, tidak difungsikan dengan baik karena letaknya tidak tepat.

“Karenanya kami memohon kepada Bapak Pahala Sitorus untuk dapat memfasilitasi Pembangunan TPA dan PAUD untuk membangun mental dan spiritual anak-anak dan generasi muda masyarakat Tebingtinggi,”jelasnya.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Pahala Sitorus mengaku akan meminta Wali Kota segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melakukan normalisasi sungai Padang.

“Persoalan banjir juga dikeluhkan masyarakat, dan ini juga sejalan dengan rencana pembangunan Water Front City di lokasi Pasar Inpres. Semua keluhan masyarakat akan diakomodir untuk segera diselesaikan,”pungkasnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kadis PPPA Kota Tebingtinggi Nina Zahara SH, Camat Tebing Tinggi Kota Manda, Kapolsek Rambutan AKP Leo Sembiring. (ian/han)

Status Hukum Cut Tari-Luna Maya Kasus Video Mesum

Kasus video mesum Ariel Noah dengan Cut Tari dan Luna Maya, kembali menghebohkan publik. Bukan karena mereka mengulanginya, melainkan karena status Cut Tari dan Luna yang masih menggantung. Cut Tari dan Luna terhitung sudah 8 tahun menyandang status tersangka atas kasus tersebut. Sedangkan Ariel Noah telah menjalani hukuman selama 3,5 tahun.

Hal itu yang menjadi landasan LP3HI melakukan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Menurut Humas PN Jakarta Selatan Achmad Guntur, sidang praperadilan kasus tersebut telah memasuki babak akhir.

“Gugatan dari LP3HI didaftarkan pada 5 Juni 2018. Sidang putusannya 7 Agustus 2018,” ungkap Guntur, saat dihubungi awak media, Jumat (3/8).

“Datang saja 7 Agustus, nanti akan diuraikan pertimbangannya dan apa putusan hakim,” imbuhnya.

Sementara, Hotman Paris Hutapea diketahui pernah menjadi kuasa hukum Cut Tari dalam kasus tersebut. Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, ia mengaku sudah tidak ada kaitannya lagi. “Aku sudah bukan pengacaranya (Cut Tari) lagi,” bebernya, saat dihubungi JPNN (Grup Sumut Pos), Jumat (3/8).

Menurut pengacara nyentrik ini, ia sudah lama meninggalkan kasus tersebut. “Sekarang ini enggak (pengacaranya) lagi,” tukas Hotman.

Disinggung status Cut Tari pada kasus tersebut, Hotman menolak berkomentar. “Aku enggak mau ngomong soal itu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada 2010, publik dikejutkan dengan video mesum Ariel Noah dan Cut Tari. Dalam video singkat itu, keduanya tampak tengah melakukan adegan dewasa di sebuah kamar hotel.

Selain Cut Tari, vokalis band Noah itu, rupanya melakukan hal sama dengan Luna. Atas kasusnya itu, Ariel divonis hukuman penjara selama 3,5 tahun. (mg7/jpnn/saz)

Penumpang Citilink Meninggal

Gaham Siburian, warga Cawang III RT/RW-007/011 Kelurahan Cawang, Kecamatan Keramat Jati, Jakarta Timur, mendadak tewas saat berada di area pengambilan bagasi di Bandara Kualanamu, Kamis (2/8) pukul 22.40 WIB.

Informasi dihimpun, sesaat sebelum meninggal dunia, Gaham bersama rekannya Drs P Simanjuntak turun dari pesawat Citilink QG-024 rute Halim Perdana Kusuma-Kualanamu. Setibanya, keduanya menuju area pengambilan bagasi.

Tiba di lokasi, Gaham terjatuh. Melihat kondisi tersebut, rekan korban dibantu petugas maskapai Citilink dan sekuriti bandara membawa korban ke KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk diberi pertolongan.

Meski diberikan pertolongan, Gaham dinyatakan telah meninggal dunia.

Petugas KKP, dr Eva Dewi Erlitna mengatakan, Gaham meninggal dunia karena Cardiac Arrest (berhentinya fungsi jantung). “Tidak ada ditemukan luka-luka di tubuhnya,”sebut Eva, Jumat (3/8) siang. (bbs/han)

Bilang Bawa Bom, Penumpang Lion Air Diturunkan

GARA-gara bercanda menyebutkan membawa bom, seorang penumpang Lion Air JT-201 tujuan Kualanamu-Jakarta-Palangkaraya berinisial SS, diturunkan.

Tak itu saja, warga Jalan Setia Budi tersebut menjalani pemeriksaan dan tidak diperbolehkan terbang, Jumat (3/8)
Dijelaskan Kepala Keamanan Bandara Kualanamu, Kuswadi, akibat keisengannya itu, SS pun diserahkan ke pihak otoritas bandara untuk proses lanjut.

“Penumpang itu bilang bawa bom saat ditanya pramugari apa isi di dalam tas yang dibawa ke dalam pesawat,”ujar Kuswadi.

Dikatakan Kuswadi, pihaknya akan terus mengingatkan para penumpang agar tidak berbuat canda-candaan dengan menyebut kata bom. Sebab, akan menimbulkan kepanikan dan mengganggu keamanan serta kenyamanan penumpang lain di bandara.(bbs/han)