Home Blog Page 6084

2018, Tingkat Stunting Langkat Menurun 23,3 Persen

LANGKAT-Dalam rangka penurunan prevalansi stunting, Dinas Komunikasi dan Informatika mengelar Forum sosialisai perilaku hidup bersih dan sehat yang digelar di ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Kamis (2/8).

Pada arahan dan bimbingannya, Bupati Langkat berterima kasih atas kerja keras dan kerja samanya seluruh OPD terkait, khususnya Dinas Kesehatan Langkat sebagai Leading Sektor di urusan kesehatan masyarakat. Di mana, capaian menurunnya angka Stunting di Kabupaten Langkat dari 55,48 % pada 2013, kini telah menurun drastis menjadi 23,3 persen di 2018.

“Namun saya harapkan jangan cepat puas, dengan terus menggalakkan program pencegahan Stunting sampai ke lapisan-lapisan terkecil masyarakat Langkat, hingga Langkat bebas Stunting dapat terwujud. Untuk itu, saya intruksikan kepada seluruh OPD di jajaran Pemkab Langkat, untuk terus beker jasama dan bekerja keras memerangi Stun-ting di bumi bertuah ini,” tegasnya.

Selanjutnya, Pemkab Langkat melalui Inspektorat menggelar kegiatan Entry Meeting pelaksanaan penilaian mandiri (Self Assesment) Maturitas Sistem Pengendalian Inte-ren Pemerintah (SPIP) Pemkab Langkat tahun 2017, di Aula Inspektorat.

H Ngogesa pada arahan dan bimbingnya juga menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari tahapan penilaian dan mengingat hasil dari pelaksanaan Entry Meeting, nantinya akan dituangkan dalam berita acara sebagai wujud dari komitmen bersama.

Untuk itu diharapkan kepada semua pim-pinan SKPD di jajaran Pemkab Langkat, untuk terus proaktif dalam tahapan- tahapan penilain selanjutnya, khusunya pada pelaksanan survey Persepdi yang dijadwalkan pada 13- 23 agustus 2018 mendatang, di semua instasi Pemkab Langkat.

“Sebab jika hal ini dilakukan dengan benar, ke depan harapannya mampu mendokrak kualitas laporan keuangan Pemkab Langkat dari Opini Wajar dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WDP) pada tahun tahun mendatang,” jelasnya. (bam/han)

Wali Kota: Mengedukasi Masyarakat Mengenai Budaya Jepang

KonsulaT Jepang untuk Medan Mr Takeshi Ishii mengundang Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, menghadiri acara Menyambut 60 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang-Indonesia di Medan Club Jalan Kartini Medan, Sabtu (4/8). Selain ceramah, acara juga akan diisi dengan pertunjukan budaya Jepang.

Undangan itu disampaikan langsung Konjen Jepang kepada Wali Kota ketika mengunjungi Rumah Dinas Wali Kota Jalan Sudirman Medan, Jumat (3/8). Pria berambut putih dan fasih berbahasa Indonesia itu berharap orang nomor satu di Pemko Medan hadir sekaligus memberikan kata sambutan.

“Kita harapkan Bapak Wali Kota dapat meluangkan waktunya untuk menghadiri acara peringatan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang-Indonesia. Apalagi acara ini nanti akan dihadiri Wali Kota Toyohasi, Jepang Mr Sahara,” kata Mr Takeshi.

Diungkapkan Mr Takeshi, kegiatan akan berlangsung selama dua hari yakni Sabtu (4/8) dan Minggu (5/8) merupakan hasil kerjasama Konjen Jepang dengan Medan Japan Club serta AOTS dan beberapa organisasi dan perguruan tinggi tersebut. Dikatakannya, kegiatan akan diisi dengan ceramah yang me-ngusung tema berjudul, ‘Penguatan Kemitraan Regional antara Jepang dan Indonesia Menuju Pencipataan Eco Society di Wilayah Medan’.

Selain Wali Kota Toyohasi, jelas Mr Taksehi, Rektor USU Prof Runtung Sitepu dan Rektor Universitas Harahapan Medan Prof Rita F Dalimunthe, akan menjadi pembicara dalam ceramah tersebut.Diharapakannya, ceramah ini nantinya akan memberikan manfaat bagi penguatan kemitraan regional antara Jepang dan Indonesia.

“Selain ceramah, kita juga selama dua hari akan menggelar pertunjukan kebudayaan Jepang di Medan Club. Dengan pertunjukan ini kita harapkan warga Kota Medan dapat mengenal lebih jauh tentang kebudayaan Jepang,” ungkapnya.

Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, didampingi Kabag Hubungan Kerjasama Setdako Medan Rivai Nasution, mengucapkan terima kasih atas undangan tersebut. Wali Kota berjanji akan meng-upayakan hadir sekaligus memberikan kata sambutan dalam acara tersebut. “Insha Allah saya akan menghadirinya,” jelasnya.

Eldin selanjutnya mendukung penuh digelar-nya acara tersebut. Dia berharap selama 2 hari, perhelatan dapat berjalan dengan sukses dan lancar. “Selain mendapatkan hiburan, pertunjukan yang ditampilkan tentunya juga dapat menjadi edukasi bagi masyarakat untuk mengetahui dengan jelas dan lengkap mengenai kebudayaan Jepang,” harapnya. (ris/saz)

DJ Verny Minta Anaknya Diakui

DJ Verny ikut mendoakan kebahagiaan Denny Sumargo yang akan menikahi Dita Soedarjo.

“Jujur saja saya ikut bahagia dan senang, karena ia pintar memilih wanita, apa lagi sangat melebihi saya,” tutur Verny.

Verny juga bersyukur, pria yang diklaim telah menghamilinya itu, menikahi wanita baik-baik. “Karena yang ia pilih bukan wanita PL, ANI, atau wanita tidak benar. Justru yang ia pilih wanita baik-baik. So stop ya, biarkan ia bahagia, dan kita doakan yang terbaik buat pasangan ini. Dan saya sudah ikhlas dengan semuanya,” katanya.

Meski begitu, ia ingin aktor dan host itu, mengakui buah cinta mereka, yang kini diasuh Verny seorang diri. “Pintu untuknya selalu terbuka kapan saja kalau mau melihat anak saya. Bukan untuk saya ya, tapi untuk anak saya!” tegasnya.

Diketahui, belakangan Verny semakin cantik dan kini sudah punya 2 anak. Yang pertama bernama Allesa Anjani yang diisukan sebagai anak Denny. Sedangkan yang kedua bernama Zack. Verny juga menikah dengan pria bernama Ruston, meskipun tak ada jejak kemesraan mereka di Instagram.

Kembali ke April 2013. Kala itu Verny memaksa Denny mengakui telah berpacaran dan menghamilinya. Ia bahkan sampai mengadu ke Komnas Perempuan. (rmol/jpnn/saz)

DKP Medan & DKPP Sumut Gelar Pasar Murah

foto-foto pemko medan for sumut pos PANTAU: Kepala Dinas DKP Kota Medan Muslim Harahap, memantau operasi pasar murah di Pasar Tradisional Sei Sikambing, Jumat (3/8). Hal ini dilakukan dalam menyikapi keluhan masyarakat terkait harga telur yang melonjak.

Pemko Medan melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Medan bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar operasi pasar murah di Pasar Tradisional Sei Sikambing, Jumat (3/8). Operasi pasar ini digelar dalam rangka menyikapi keresahan masyarakat menyusul melonjaknya harga telur di pasar.

foto-foto pemko medan for sumut pos
PANTAU: Kepala Dinas DKP Kota Medan Muslim Harahap, memantau operasi pasar murah di Pasar Tradisional Sei Sikambing, Jumat (3/8). Hal ini dilakukan dalam menyikapi keluhan masyarakat terkait harga telur yang melonjak.

Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin diwakili Kepala Dinas DKP Kota Medan, Muslim Harahap mengatakan, operasi pasar murah akan berlangsung hampir sepekan mulai 3-8 Agustus mendatang. Dikatakan Muslim, pasar murah yang mereka gelar menyediakan telur ayam yang harganya jauh lebih murah dari pasaran.

“Di pasar murah ini, telur ayam kita jual dengan harga Rp1.200 per butir. Harga ini jauh lebih murah dari yang dijual di pasaran yakni Rp1.400 per butir. Artinya, ada selisih harga Rp200 per butirnya, tentunya selisih harga ini dapat meringankan masyarakat yang ingin mengkonsumsi telur ayam,” kata Muslim.

Selain membantu meringankan masyarakat untuk membeli telur ayam, mantan Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan itu berharap melalui operasi pasar yang digelar dapat menekan harga telur di pasar. Diungkapkannya, operasi pasar ini digelar untuk menindaklanjuti perintah Wali Kota guna menjawab keluhan masyarakat.

“Pak Wali Kota minta kita melaksanakan operasi pasar untuk menyahuti keluhan masyarakat. Sebab, tingginya harga jual teluar ayam saat ini sangat dikeluhkan masyarakat. Padahal telur ayam merupakan salah satu komoditi vital yang paling banyak dikonsumsi masyarakat sehari-hari. Dengan operasi pasar yang dilakukan, Pak Wali Kota berharap dapat menstabilkan kembali harga telur di pasar,” ungkapnya.

Kehadiran pasar murah yang fokus menjual teluar ayam langsung mendapat apresiasi dari masyarakat. Para pembeli selanjutnya satu persatu mendata-ngi lokasi pasar murah untuk membeli telur ayam. DKP Medan dan DKKP Sumut terus memasok telur ayam untuk memenuhi kebutuhan warga.

Alhamdulillah, harga telur ayam yang dijual di pasar murah ini jauh lebih murah di pasaran, terutama di tingkat pengecer seperti warung-warung. Kalau di warung, telur ayam sampai dijual Rp5.000 per 3 butir. Tentunya, harga se-gitu sangat memberatkan bagi kami, terutama yang berpenghasilan rendah. Semoga pasar murah ini terus digelar sehingga harga telur dapat kembali normal,” ungkap salah seorang ibu rumah tangga yang tengah membeli telur. (ris/saz)

Mamma Mia! 2

Mamma Mia! Here We Go Again (Mamma Mia! 2) jadi penyegar di antara jajaran film action musim panas Hollywood. Di film kedua itu, tim produksi mempertahankan formula sama. Yakni drama keluarga dengan balutan musik dan lagu-lagu ABBA. Bedanya, penonton akan diajak kembali ke era awal 1980-an.

Sutradara Ol Parker menyajikan cerita lewat 2 tokoh utama, Sophie (Amanda Seyfried) dan ibunya Donna (versi muda), yang diperankan Lily James. Plot diawali dengan Sophie yang merencanakan pembukaan kembali hotel peninggalan ibunya di Pulau Kalokairi, setahun setelah Donna meninggal. Namun, rencananya terganggu. Hubungannya dengan Sky, kekasihnya, juga terganggu. Sebab, Sophie terlalu fokus pada kisah lama sang ibu.

Setelah itu, penonton diajak mundur 29 tahun. Tepatnya saat Donna muda bertemu dengan ketiga ayah Sophie. Di Paris, ia bertemu Harry. Takdir juga mempertemukannya dengan Bill, yang menawarinya tumpangan perahu ke Kalokairi. Di Kalokairi, Sam membantu Donna muda yang tengah bermasalah dengan kuda peliharaannya.

Alur selebihnya pun sama. Maju mundur antara perjalanan Sophie dan masa lalu Donna. Penutupannya adalah akhir yang bahagia. Sophie melahirkan putra pertamanya, hubungannya dengan Sky membaik. Ketiga ayah Sophie juga hadir di pembukaan hotel. Banyak reuni antartokoh yang muncul di akhir film.

Mamma Mia! jilid kedua membuat penontonnya baper lewat peristiwa yang dilalui Sophie dan Donna muda. Apalagi, Sophie benar-benar dibikin memelas. Kisah juga diimbangi dengan cover lagu-lagu lawas ABBA (beberapa bahkan lengkap dengan koreografi yang catchy) yang bakal menempel di benak. Ditambah visualisasi kepulauan di Eropa Selatan yang superindah itu. (fam/c18/jan/jpnn/saz)

Bersaing dengan Taksi Online soal Keamanan

JAKARTA-Bukan rahasia lagi bahwa hadirnya transportasi massa berbasis online mengubah tren penggunaan transportasi publik konvensional. Taksi misalnya. Sejak platform angkutan umum online hadir, popularitas taksi konvensional tergerus. Bahkan beberapa perusahaan sampai gulung tikar gara-gara tak mampu bersaing dengan angkutan umum berbasis internet itu.

Meski demikian, adanya gempuran angkutan online yang tumbuh beberapa tahun belakangan ini rupanya tidak berpengaruh bagi brand taksi legendaris Blue Bird. Mereka mengaku bisnisnya tetap positif. Artinya, Blue Bird bisa ikut bersaing dengan angkutan umum online dan perlahan bangkit kembali meski nyatanya memang agak sulit.

Direktur PT Blue Bird Tbk Sigit Djokosoetono mengungkapkan, saat ini taksi konvensional seperti Blue Bird dapat terus hidup dan bersaing karena beberapa faktor. Keamanan dan kenyamanan misalnya.

“Dari sisi keamanan, kami dari Blue Bird jelas mengedepankan hal itu. Dari mulai seleksi driver, kontrol terhadap kendaraan terus dipantau, dan berbagai service lainnya,” ujarnya dalam sebuah kesempatan di Jakarta, Kamis (2/8).

“Setiap driver tercatat posisinya di mana, historinya bagaimana, tamunya bagaimana, jemput dan turun di mana tercatat melalui sistem GPS kami. Itu yang diharapkan menjadi faktor pembantu dalam meningkatkan layanan terhadap pelanggan kami,” sambung Sigit Djokosoetono.

Menurut dia, kini konsumen juga mulai belajar bahwa pelayanan memang menjadi faktor utama. Termasuk keamanan dan harga.

“Konsumen bisa memilih, harga murah tapi pelayanan jelek atau sedikit mahal tapi jelas aman dan nyaman,” katanya.

Kemudian, Blue Bird yang sempat dicap tidak update teknologi ini juga mengaku perlahan mulai berubah. Ketika Blue Bird melakukan inovasi, lanjut Sigit, konsumen mau menerima dan terus tumbuh kembali.

“Dari segi teknologi, Blue Bird juga memiliki aplikai MyBlueBird. Itu menjadi tanda bahwa kami juga mengikuti laju teknologi. Kemudian tren transaksi, kalau sebelumnya transaksi 100 persen tunai, sekarang sudah tidak lagi. Perlahan konsumen kami mau mengikuti juga dan masuk ke dalam iklim cashless berbasis teknologi,” jelas Sigit Djokosoetono.

Sekadar informasi, dari sisi aplikasi, Blue Bird selain memiliki MyBlueBird, layanannya juga ada yang berjalan di atas platform angkutan online lain dalam hal ini Gojek. Kendati begitu, Sigit mengatakan bahwa user masih banyak datang dari channel yang dimiliki Blue Bird.(ryn/jpc/ala)

Pejabat Pemprovsu Pakai Mobnas Plat Bodong

Pemberitaan mengenai penggunaan mobil dinas (mobnas) pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemprovsu baik yang diduga memakai plat bodong ataupun yang sudah mengganti warna plat, rupanya mendapat atensi serius Penjabat Gubernur Sumut, Eko Subowon
Pria yang juga eselon I di Kemendagri akan segera menindaklanjuti hal ini.

“Informasi ini sudah diketahui Pj Gubsu. Beliau responsif dan sangat serius memberi perhatian atas kondisi ini,” kata Kabiro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Ilyas Sitorus, kemarin.

Menurutnya, langkah pertama yang akan dilakukan Pj Gubsu dimana segera meminta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menertibkan kembali penggunaan plat kendaraan dinas kepada jajarannya. “Akan ditertibkan dan juga didata lagi siapa-siapa pejabat yang memakai mobil dinas itu. Kan sudah ada inventaris di bidang aset, itulah yang nantinya dilihat lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, pernyataan Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja, yang menyebut bahwa tidak ada sanksi pidana bagi pejabat Pemprovsu yang menggunakan mobil dinas (mobnas) plat bodong alias palsu, dinilai sebagai ungkapan asal bunyi (asbun) dan melukai perasaan masyarakat.

“Ketentuan dalam UU Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), itu sudah jelas ada diatur sanksi pidana dan dendanya bila melanggar. Kan sudah tegas seharusnya aturan tersebut dijalankan. Tinggal lagi implementasi dari good government untuk menegakkan supremasi hukum tersebut. Artinya siapapun dia harus patuh dan taat hukum,” kata Praktisi Hukum di Medan, Adamsyah kepada Sumut Pos, Jumat (3/8).

Dijelaskan Adamsyah, berdasarkan Pasal 68 ayat (1) pada UU tersebut, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya yang tidak dipasangi TNKB yang ditentukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat dipidana dengan kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500.000.

“Kalau Kabid Humas mengatakan seperti itu, artinya ada satu aturan yang mereka buat sendiri, makanya perlu dia tunjukkan bunyi aturan itu kepada publik agar publik menjadi tahu. Sehingga jangan asbun dan punya dasar untuk ngomong,” katanya.

Selaku bagian dari masyarakat, dia berpesan kepada pihak kepolisian yang mana masih mempercayai Polri selaku penegak hukum, jangan sampai mengkotak-kotakkan subjek hukum menjadi objek hukum.

“Artinya jangan mentang-mentang dia seorang pejabat terus diduga melanggar hukum, tetapi si penegak hukum justru membuat pendapat hukumnya sendiri. Itu tidak boleh terjadi,” katanya.

Adam menambahkan, kalau begini ceritanya berarti sudah terjadi ketidakadilan hukum bagi masyarakat dalam konteks penggunaan kendaraan di jalan raya.

“Saya kira bila sekelas Kabid Humas bicara seperti itu ke publik, dia perlu belajar lagi sebagai seorang polisi. Kita pertanyakan apa dasar dia bicara seperti itu. Tunjukkan dong pengecualian kalau memang ada bunyi aturan seperti yang dia sampaikan,” katanya. (prn/ila)

PLN Peduli Lingkungan

PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Belawan melalui Divisi K3L menggandeng bank sampah Kelurahan Sicanang Belawan, memberikan pelatihan tentang pengelolaan sampah plastik kepada pelajar SD Al Iqro di Jalan Pulau Sicanang, Rabu (1/8) kemain.

Manager PT PLN (Persero) Pembangkitan Belawan, Andi Makassau, diwakili Roni Awaludin sebagai PLH Asisten Manager (Asman) Operasi menyebutkan, program edukasi pengelolaan sampah plastik kepada pelajar tingkat dasar bertujuan memotivasi masyarakat lebih peduli memanfaatkan limbah plastik menjadi bahan lebih bermanfaat sekaligus bernilai ekonomis.

“Sejatinya, melalui kegiatan ini kita harapkan masyarakat mulai dari tingkatan pelajar dasar lebih peka atau peduli terhadap sampah terutama golongan plastik, agar limbah dimaksud dapat dimanfaatkan sekaligus bernilai ekonomis,” kata Roni.

Selanjutnya, kata Roni, agenda serupa atau kegiatan bersifat mendidik (edukasi) terhadap masyarakat yang menitikberatkan tentang kepedulian lingkungan tetap menjadi bahagian progres PT PLN (Persero) ke depannya. Karenanya sangat diharapkan kerja sama seluruh pihak dalam menyahuti kegiatan yang dimaksudkan.

Menyahuti kegiatan tersebut, selain ber-terimakasih terhadap gebrakan diperbuat PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Belawan melalui Divisi K3L, Rachmawati sebagai pengelola bank sampah Sicanang Kecamatan Belawan berharap, gawean dimaksud membawa pencerahan kepada masyarakat terutama pelajar tingkat dasar.

“Kami berharap pemahaman tentang pengelolaan sampah plastik terus berkesinambungan sehingga benar-benar merasuk ke dalam pola pikir pelajar ,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Supervisor K3L PT PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Belawan Muhammad Yahya, membagikan bingkisan berupa buku dan alat tulis kepada seluruh pelajar dan memberikan hadiah kepada pelajar kreatif. (ila)

Banyak Bangunan Tak Miliki IMB

Bukan menjadi rahasia umum lagi banyak bangunan yang dibangun di Kota Medan tidak memiliki IMB, salah satu contohnya, Restoran Pondok Mansyur di Jalan Dr Mansyur. Bangunan restoran yang sekaligus dijadikan food court ini mengurus IMB setelah berdiri megah.

Ketua Komisi IV DPRD Medan Parlaungan Simangunsong mengatakan, banyaknya bangunan yang tidak memiliki IMB akibat lemahnya pengawasan dari instansi terkait. Sehinggan
ada oknum yang mengambil keuntungan. “Pengawasan dari dinas terkait harus dimaksimalkan, karena akibatnya mengurangi PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Medan,” kata Parlaungan, Jumat (3/8).

Menurut dia, seharusnya Pemko Medan tahu bahwa banyak kebocoran PAD dari sektor perizinan bangunan yang disinyalir akibat kurang beresnya kinerja aparatur terutama di kecamatan dan kelurahan.

“Sebagai lembaga paling dekat dengan masyarakat, harusnya kecamatan dan kelurahan tahu berapa jumlah pembangunan yang sedang berlangsung. Selain itu juga, harusnya bisa memastikan bahwa bangunan tersebut dibangun setelah ada IMB,” sebutnya.

Namun sayangnya, lanjut Parlaungan, yang terjadi justru banyak aparatur kelurahan yang tidak melaporkan adanya bangunan berdiri tanpa IMB. Hal ini harusnya menjadi pertanyaan, kenapa mereka tidak melaporkan. Apakah tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, hal ini menjadi pertanyaan besar.

“Kalau kondisinya seperti itu, dipastikan target PAD Kota Medan dari sektor ini tidak akan tercapai. Masyarakat sendiri kurang sadar untuk mengurus IMB sebelum membangun. IMB dibuat bukan hanya sekadar mencari pemasukan Pemko Medan, namun untuk menata kota supaya rapi dan sesuai RUTRK,” jelas anggota dewan dari fraksi Partai Demokrat ini.

Lebih jauh ia mengatakan, masyarakat harus tahu perlunya mengurus IMB. Dengan memiliki IMB, maka akan memudahkan dalam mendapatkan kepastian dan juga adanya perlindungan hukum. Tak hanya itu, izin tersebut dilakukan agar bangunan tersebut mendapatkan kepastian tidak mengganggu dan juga merugikan kepentingan orang lain.

“Apabila ingin menjual rumah, umumnya pembeli akan menanyakan kepemilikan IMB. IMB bisa menjadi jaminan ataupun agunan jika ingin meminjam uang. Hal ini karena IMB memiliki nilai sama seperti sertifikat tanah. Tak hanya menjadi syarat dalam jual ataupun beli, akan tetapi juga bisa menjadi syarat mutlak dalam menyewa rumah,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (Perkim-PR) Kota Medan Samporno Pohan yang dihubungi terkait pengawasan bangunan yang berdiri tanpa IMB belum berhasil. Sebab, nomor selulernya seperti memblokir panggilan masuk. (ris/ila)

Kasek Disebut Intimidasi Korban

BINJAI – Terkait dugaan pemukulan secara berlebihan yang dilakukan oknum guru berinisial S hingga mengakibatkan korban traumatik, dikecam oleh pihak keluarga. Paman FGL, Ricky Ginting meminta, Dinas Pendidikan Kota Binjai tak hanya memberi sanksi tegas kepada oknum guru saja. Tapi, Kepala Sekolah (Kasek) Dasar 020252 Nur Ainun pun patut diberi sanksi tegas.

Alasan Ricky karena oknum Kasek tersebut diduga melindungi S. Menurut Ricky, itu telah melanggar kode etik.

“Saya berharap sanksi tegas yakni pencopotan jabatan kepala sekolah,” ujar Ricky.

Desakan pencopotan itu terus dibeberkan. Karena oknum Kasek Nur Ainun juga tak mencerminkan seorang pemimpin.

Pasalnya, oknum Kasek tersebut diduga mengucapkan kata-kata intimidasi kepada FGL saat pengambilan sampel darah di RS Djoelham untuk kepentingan visum.

“Saat di RS Djoelham, keponakan saya mengaku diintimidasi oleh si Kepsek,” ujarnya.

“Awas kau ya kalau hasil tes darah di bal tak terbukti,” ujar Ricky menirukan ucapan FGL.

Padahal, buntut pemukulan itu terjadi karena persoalan sepele. Yakni, tak membawa buku pelajaran IPA. Begitupun, hal itu tak dianggap sepele. Korban sudah melaporkan hal tersebut ke Mapolres Binjai, kemarin (1/8) petang.

Kepada polisi, Ricky mewakili keluarga meminta agar menangani serius laporan tersebut.

“Kami keluarga berharap penuh laporan itu ditindaklanjuti. Saya tentunya berharap kepada Pak Kapolres untuk menegur dan memberi perintah ke bawahannya agar diproses laporan pengaduannya,” tandasnya.

Bagi dia, tindakan tersebut tak mencerminkan jiwa pendidik, pengajar, pelayan bagi anak-anak didiknya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hendro Sutarno menyatakan, laporan itu tetap diproses. Hanya saja, hasil visum korban belum dikeluarkan.

“Kalau ada hasil visum yang luka, bisa diproses lanjut. Ada putusan Mahkamah Agung, apabila tindakan mendidik tidak bisa dipidana. Begitupun tetap diproses kalau ada hasil visum yang luka,” pungkasnya.

Sebelumnya, oknum guru Sekolah Dasar Negeri 020252 berinisial S diduga melakukan pemukulan secara berlebihan terhadap tiga muridnya. Akibatnya, ketiga murid berseragam merah putih ini mengalami trauma.

Itu terungkap dari pengaduan tiga wali murid masing-masing pelajar SD ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Binjai, Kamis (2/8). (ted/ala)