Home Blog Page 6097

Dua Maskapai Buka Rute ke Silangit

Foto:Istimewa DISAMBUT: Ibu Negara Ny Hj Iriana Joko Widodo disambut hangat Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH saat tiba di Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara (Taput), Selasa (17/04/2018) lalu.
Foto:Istimewa
DISAMBUT: Ibu Negara Ny Hj Iriana Joko Widodo disambut hangat Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH saat tiba di Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara (Taput), Selasa (17/04/2018) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bandara Internasional Silangit diproyeksikan menjadi gerbang wisata untuk menuju Danau Toba. Setelah penerbangan Singapura-Silangit berhasil diinisiasi, kini ada rute baru yang akan segera beroperasi.

Penerbangan Internasional tersebut yakni rute Malaysia-Silangit. Rite tersebut menambah rute internasional menuju kawasan wisata yang tengah dikembangkan Pemerintah Indonesia. Rute baru itu akan diisi oleh dua maskapai baru.

Kedua maskapai itu yakni, AirAsia dan Malindo Air (Grup Lion Air). Untuk Air Asia, penerbngan dijadwalkan empat kali seminggu dari Bandara Kuala Lumpur-Silangit. Tiket penerbangan sudah bisa dibeli per 1 Agustus 2018.

Sedangkan Malindo Air akan membuka rute penerbangan empat kali seminggu lewat rute Subang (Malaysia)-Silangit. Namun,Malindo Air baru akan membuka penjualan tiket per 17 Agustus 2018. Penerbangan perdana Malaysia-Silangit akan dilakukan pada 17 Agustus 2018 mendatang.

Direktur Utama Badan Pengelola Otorita Danau TOba (BPODT), Arie Prasetyo mengatakan, masuknya penerbangan baru ini membuat angka pariwisata dari turis mancanegara berpotensi mengalami peningkatan. “Kami menyambut bahagia terkait hal ini dan sekaligus menghimbau kepada masyarakat, para pelaku dan industri pariwisata, pemerintah serta media untuk sama-sama bersinergi menciptakan suasana yang kondusif. Destinasi Danau Toba sudah berkelas dunia dan dilirik dunia internasional. Kita juga perlu membuktikan bahwa budaya senyum, sapa, bersih kita perlu kita tonjolkan,” kata Arie, Minggu (29/7).

Arie meminta, masyarakat dan pemerintah bahu membahu untuk membangun sinergisitas pengembangan pariwisata. “Karena pariwisata juga bisa membuat ekonomi masyarakat di Danau Toba bangkit. Masyarakat juga bisa sejahtera jika pariwisatanya bagus,” ujar Arie.

Selain bertambahnya rute, saat ini Bandara Silangt juga terus merampungkan perbaikan fasilitasnya. Mulai dari perpanjangan landasan acu hingga fasilitas-fasilitas lainnya.

Tak hanya transportasi udara, transportasi air pun dilakukan peningkatan. Saat ini kapal feri baru Danau Toba tengah dikerjakan, jumlahnya mencapai tujuh unit. Kapal Roro pertama dijadwalkan akan rampung dalam waktu dekat.

“Semakin berkembangnya transportasi Danau Toba akan menunjang angka pariwisata. Apalagi sejak Geopark Kaldera Toba digadang-gadang akan masuk menjadi Unesco,”paparnya.

Untuk diketahui, GKT akan dinilai oleh Asessor dari UNESCO agar bisa masuk ke dalam satu dari sekian banyak Geopark yang ada di Dunia. Jika lolos, GKT akan memancing geliat pariwisata Internasional.

Sebelumnya Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, saat mengunjungi Danau Toba beberapa waktu lalu mengungkapkan, peningkatan wisatawan yang berkinjung ke Danau Toba mengalami peningkatan. Jumlah penumpang yang turun dari Bandara Silangit hingga 1.300 orang. (pra/JPC)

Laptop Berperforma Tinggi untuk Sehari-hari, Mulai Rp7 Juta

ASUS VivoBook merupakan kombinasi sempurna antara performa dan keindahan. Laptop yang hadir dalam pilihan warna yang elegan ini diberikan finishing yang premium dan diperkuat prosesor Intel Core i5 generasi ke-8.
ASUS VivoBook merupakan kombinasi sempurna antara performa dan keindahan. Laptop yang hadir dalam pilihan warna yang elegan ini diberikan finishing yang premium dan diperkuat prosesor Intel Core i5 generasi ke-8.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – ASUS kembali memperbarui lini produk VivoBook mereka di pasaran Indonesia. Setelah menghadirkan VivoBook Flip 14 dan VivoBook S14 di tahun lalu, kali ini produsen asal Taiwan tersebut menghadirkan model lain, namun masih di segmen laptop 14 inci yang paling banyak dipilih oleh pengguna di seluruh penjuru Tanah Air.

Adalah VivoBook 14 A411UF, laptop terbaru yang disebarkan ke pasaran. Berbeda dengan varian VivoBook 14 sebelumnya yang lebih menyasar ke segmen convertible ataupun performa, model yang baru ini dihadirkan lebih ke segmen pengguna mainstream, namun tetap hadir dengan performa yang sangat mumpuni di kelasnya.

“ASUS VivoBook merupakan kombinasi sempurna antara performa dan keindahan. Laptop yang hadir dalam pilihan warna yang elegan ini diberikan finishing yang premium dan diperkuat prosesor Intel Core i5 generasi ke-8, RAM DDR4 8GB dan grafis Nvidia GeForce MX130,” sebut Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia.

Untuk menopang kapasitas dan performa storage, VivoBook 14 A441UF menggunakan dual-storage design yang mengombinasikan kecepatan transfer data dari perangkat SSD, dan juga kapasitas luas yang biasanya ditawarkan oleh harddisk. Solusi ini ideal jika laptop akan digunakan sebagai perangkat komputasi harian dan juga hiburan.

 

Tipis dan Ringan

ASUS VivoBook 14 A411UF merupakan laptop yang tipis dan ringan untuk ukuran sebuah perangkat mainstream. Bobotnya hanya 1,35 kilogram dan dengan ketebalan hanya 20,4 milimeter. Bisa dibilang, notebook untuk penggunaan sehari-hari ini punya dimensi ketebalan dan bobot yang sama dengan sebuah ultrabook.

Tak hanya dimensinya yang tipis, ia juga sudah menggunakan desain NanoEdge display dengan bezel ultra tipis. “Memasang sebuah panel 14 inci dalam sebuah frame laptop yang biasanya menampung layar 13 inci bukanlah hal yang mudah. Namun dengan teknologi NanoEdge yang membuat frame layar bisa dibuat dengan ketebalan hanya 7,8 milimeter, semua itu dimungkinkan,” sebut Galip. “Dimensi body yang tipis, dan juga bezel yang sempit, membuat laptop ini tampak indah dipandang,” sebutnya.

Dengan NanoEdge, VivoBook 14 A411UF punya screen-to-body ratio hingga 77 persen. Dengan demikian, penampang layar menjadi lebih luas dan melihat konten menjadi lebih memuaskan. Layar yang digunakan pun memiliki fitur wide-view hingga 178° untuk memastikan kontras dan warna tetap tajam dan tidak mengalami gradasi, meski dilihat dari sudut pandang yang sangat sempit.

 

Performa Tinggi untuk Sehari-hari

ASUS VivoBook 14 diperkuat oleh prosesor Intel Core generasi ke-8 dengan RAM jenis DDR4 yang bisa ditingkatkan hingga 16GB. Chip grafis Nvidia GeForce MX130 hadir untuk menawarkan visual yang mulus dan pengalaman gaming yang mantap. Tak hanya itu, agak pengalaman online gaming ataupun aktivitas lainnya lebih mulus, terdapat fitur dual-band 802.11ac.

Demi meningkatkan performa secara lebih lanjut, ASUS VivoBook 14 juga mendukung fitur Intel Optane memory technology yang mampu mengakselerasikan performa system untuk multitasking lebih cepat, boot-up dan resume time lebih singkat serta loading aplikasi yang lebih gegas. Sebagai informasi, teknologi Intel Optane menyediakan performa setara SSD, namun di saat yang sama, memungkinkan penggunanya menikmati storage berkapasitas raksasa seperti harddisk biasa.

Untuk memudahkan penggunaan, touchpad pada ASUS VivoBook 14 A411UF mendukung multi touch hingga empat jari. Memanfaatkan dukungan Windows gestures yang ada pada sistem operasi Windows 10 yang sudah terinstalasi di dalamnya, pengguna bisa melakukan banyak aktivitas dengan memanfaatkan berbagai kombinasi sentuhan jari. Luasnya penampang touchpad juga semakin memudahkan aktivitas tersebut.

Tak hanya itu, demi pengamanan, laptop yang hadir dalam pilihan warna Star Gray dan Icicle Gold ini juga menyediakan fitur fingerprint sensor di bagian touchpad. Dengan demikian, pengguna bisa segera masuk ke desktop Windows 10 tanpa perlu repot-repot mengetikkan password.

Di Indonesia, ASUS VivoBook 14 A411UF hadir dengan prosesor Intel® Core™ i5-8250U dengan kecepatan hingga 3.40GHz. Untuk pengguna yang memiliki anggaran terbatas, bisa memilih varian A411UF Core i5 yang tanpa menggunakan SSD, atau yang diperkuat prosesor Intel Core i3 yang bekerja pada kecepatan 2,4GHz dan dipasarkan di harga mulai dari Rp7.099.000,-. (rel/mea)

 

 

 

Main Spec. ASUS VivoBook A441UF
CPU Intel® Core™ i3-7100U Processor, 3M Cache 2.40GHz

Intel® Core™ i5-8250U Processor, 6M Cache, up to 3.40GHz

Operating System Windows 10 Home
Memory 4GB / 8GB DDR4 SDRAM up to 16GB
Storage SATA 1TB 5400RPM 2.5′ HDD

SATA 1TB 5400RPM 2.5′ HDD + SATA3 256G M.2 SSD

Display 14” display with HD panel, 7.8mm slim bezel design (left & right), 80%screen to body ratio, Anti-Glare 200nits with 45% NTSC
Graphics Nvidia GeForce MX130 with 2GB GDDR5 VRAM
Input/Output 1x USB3.1 Gen1 Type A, 1x USB3.1 Gen1 Type-C, 2x USB2.0 Type A, 1x Audio Combo Jack, 1x HDMI, 1x SD Card reader
Camera VGA Web Camera
Connectivity 802.11ac, Bluetooth 4.1 (Dual band) 1*1
Audio Sonic Master Audio by ICEpower®
Battery 42WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Dimension 326.4 x 225.5 x 20.4 mm
Weight 1.35 KG (with 3 cell battery)
Colors Star Grey, Icicle Gold
Price Rp7.099.000  (i3-7100U, 4GB RAM, 1TB HDD)

Rp8.449.000  (i5-8250U, 4GB RAM, 1TB HDD)

Rp9.299.000  (i5-8250U, 8GB RAM, 1TB HDD)

Rp10.499.000 (i5-8250U, 8GB RAM, 1TB HDD+256GB SSD)

Warranty 2 tahun garansi global

 

Tengkorak Manusia Hebohkan Warga

OLAH TKP: Petugas Polres Binjai melakukan olah TKP dan mengumpulkan tulang belulang manusia di jalan hutan Dusun Pamah Semelir, Desa Telaga, Sei Bingai, Langkat.
OLAH TKP: Petugas Polres Binjai melakukan olah TKP dan mengumpulkan tulang belulang manusia di jalan hutan Dusun Pamah Semelir, Desa Telaga, Sei Bingai, Langkat.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Warga yang tinggal di kawasan hutan Dusun Pamah Semelir, Desa Telaga, Sei Bingai, Langkat mendadak heboh. Seorang warga menemukan tulang-belulang manusia, Rabu (25/7).

Adalah Kawar Sitepu (29) warga sekitar yang kali pertama menemukan tulang belulang tersebut.

Sore itu, Kawar baru pulang dari kegiatan ibadah hendak menuju rumahnya. Tiba-tiba, Kawar hendak buang air kecil.

Saat mengeluarkan air seninya, Kawar kaget melihat tengkorak yang diperkirakan kepala manusia.

“Setelah melihat itu, saya ceritakan kepada keluarga ketika sudah sampai di rumah,” ujar Kawar.

Temuan tersebut diceritakan Kawar kepada Sastra Janes Sembiring, Kepala Dusun Desa Pamah Semelir. Guna membuktikan cerita Kawar, Sastra beserta lainnya menuju ke lokasi.

Ternyata benar, tengkorak itu merupakan tengkorak manusia. Sastra kemudian melaporkan temuan tersebut ke Polsek Sei Bingai, Kamis (26/7) pagi.

Menerima laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Sei Bingai, Ipda Pion Ginting dan Kanit Intel menuju lokasi. Sesampai di TKP, personel menemukan sekaligus melihat kumpulan tulang dan tengkorak manusia.

Kanit Reskrim Polsek Sei Bingai kemudian membuat garis polisi sekaligus menghubungi Unit Identifikasi Polres Binjai. Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Lengkap Tarigan mengatakan, dari lokasi ditemukan baju kaos warna putih.

“Kemudian kumpulan tengkorak terdiri dari bagian kepala, tulang rusuk dan diperkirakan sebagai tulang belulang manusia secara lengkap,” kata Lengkap.

Usai olah TKP, barang bukti dikumpulkan dalam sebuah kantong plastik.

“Dari hasil pengamatan dan olah TKP di lapangan, belum diketahui identitas korban yang ditemukan. Setelah ditanyakan ke masyarakat dari sekitar lokasi penemuan tengkorak manusia tersebut, tidak ada anggota keluarga mereka yang hilang,” pungkasnya.(ted/ala)

 

 

 

 

 

Dibacoki 25 Kali, Ibey Sehat

Tiara Putra alias Ibey tampak sehat usai dibacoki dua OTK, Rabu (25/7) lalu.
Tiara Putra alias Ibey tampak sehat usai dibacoki dua OTK, Rabu (25/7) lalu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO  – Pengerjaan proyek hotmix di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Jatinegara, Binjai Utara berbuah kericuhan. Tiara Putra (37) dibacoki sebanyak 25 kali. Namun anehnya, tubuh korban hanya tergores sedikit.

Peristiwa itu berawal saat dua orang tak dikenal (OTK) mengendarai sepeda motor mendatangi proyek, Rabu (25/7) pukul 20.00 WIB.

Kedua orang tersebut mulanya ingin mencari pemborong bernama Yogi. Namun, kedua pelaku bertanya kepada pengawas bernama Siddiq Indra Sakti (39).

Warga Jalan Tamtama Nomor 36, Kelurahan Satria, Binjai Kota itu pun mengaku tidak tahu keberadaan Yogi.

Kedua OTK tersebut kemudian mengancam Siddiq menggunakan kelewang yang diambil dari balik jok sepedamotornya.

Melihat keributan itu, Tiara Putra alias Ibey mendatanginya. Bukan mereda, kedua OTK malah mengancam Siddiq dan Ibey.

Tak puas mengancam, salah satu pelaku membacoki membacoki Ibey hingga 25 kali. Namun, Ibey tak mengalami luka-luka sedikit pun.

Ibey hanya mengalami luka gores pada paha sebelah kiri, luka gores pada leher serta luka gores pada kaki sebelah kiri.

“Proyek hotmix ini dikerjakan sejak tanggal 24 Juli 2018 malam. Setelah kejadian pada Kamis (26/7), banyak Intel dari Kodim dan Polres datangi lokasi kejadian,” sebut warga sekitar yang meminta namanya tak dicantum.

Proyek hotmix sepanjang 900 meter itu diduga menyalahi aturan. Sebab, pengerjaan hotmix dilakukan pada malam hari.

Seharusnya, proyek pengaspalan yang dilakukan pada malam hari hanya pada jalan protokol.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hendro Sutarno membenarkan adanya laporan yang masuk atas nama pelapor Tiara Putra. Pengaduan Ibey diterima dengan nomor 415/VII/2018/SPKT-A/Res Binjai tanggal 26 Juli 2018.

Saat melapor, pelapor membawa saksi Siddiq Indra Sakti dan Zulfikri (49) warga Perumnas Permai Berdikari, Kelurahan Pekan Bahorok, Bahorok, Langkat.

“Laporannya ada. Setiap ada laporan yang masuk ke kita, diproses sesuai dengan prosedur,” pungkasnya.(ted/ala)

 

 

 

 

 

 

 

JPU Berkilah Mujianto Tidak Harus Dihadirkan

Tamin Sukardi
Tamin Sukardi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang penyelewengan aset negara berupa lahan milik PTPN II seluas 106 hektar di Desa Helvetia yang menjerat terdakwa Tamin Sukardi, kembali digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (26/7) sore. Sidang kali ini berjalan dengan agenda mendengarkan keterangan sejumlah saksi. Diantaranya seorang saksi ahli yang dihadirkan oleh tim kuasa hukum terdakwa (saksi meringankan), yakni auditor BPKP.

Auditor tersebut mengatakan, bahwa kerugian negara adalah berkurangnya uang atau aset yang nyata dan pasti. Untuk menghitungnya ada standar-standar yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Standar itu dimulai dari membuat atau menyusun dokumen. Lalu terjun ke lapangan untuk melakukan pengecekan fisik, lalu dilakukan konfirmasi oleh auditor kepada pejabat terkait. Dari situlah kita dapat menghitung secara pasti angka-angka kerugian negara,” ucap saksi ahli.

Namun, pada persidangan beberapa waktu lalu, didalam surat dakwaan yang dibacakan oleh jaksa penuntut, terdakwa Tamin disebut menjual lahan eks HGU PTPN II seluas 74 hektare di Pasar II Desa Helvetia Kabupaten Deliserdang itu kepada Mujianto.

Terdakwa disebut menjual tanah tersebut dengan harga Rp236.250.000.000. Namun biaya pelepasan hak atas lahan tersebut, baru dibayar sekitar Rp132.468.197.742 kepada Tamin Sukardi. Sedangkan sisanya dijanjikan akan dibayarkan setelah terbitnya sertifikat tanah tersebut.

Mujianto merupakan satu dari puluhan saksi yang seharusnya dihadirkan JPU sebagai saksi fakta di persidangan. Namun lantaran dirinya yang sedang tersandung kasus pidana umum di Poldasu, sempat buron.

Sehingga sesuai jadwal persidangan sebelumnya, JPU tidak bisa menghadirkan saksi lantaran tidak mengetahui dimana keberadaannya. Beberapa waktu lalu, Mujianto telah berhasil ditangkap di Cengkareng.

Dirinya pun langsung diamankan ke Poldasu dan dilimpahkan berkasnya ke pihak Kejatisu. Namun, JPU Salman berkilah tidak perlu lagi memanggil Mujianto.

Karena JPU telah membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Mujianto di persidangan sebelumnya.

“Tak perlu lagi kita panggil. Karena BAP beliau sudah kita bacakan dipersidangan,” kilah Salman saat dikonfirmasi terkait penangkapan Mujianto.

Dalam persidangan, terdakwa  sudah memasuki tahap pemeriksaan saksi meringankan yang dihadirkan tim penasehat hukum terdakwa.

Kasus tersebut bermula pada tahun 2002. Saat itu terdakwa mengetahui, bahwa diantara tanah HGU milik PTPN II di Perkebunan Helvetia Kabupaten Deliserdang itu, ada tanah seluas 106 hektar yang dikeluarkan atau tidak diperpanjang HGU nya.

Kemudian, terdakwa pun ingin pun menguasai dan memiliki tanah tersebut. Berbekal 65 lembar SKTPPSL, terdakwa melancarkan aksinya dengan meminta bantuan Tasman Aminoto, Misran Sasmita dan Sudarsono. Berdalih lanjut usia, majelis hakim menangguhkan penahanan Tamin Sukardi menjadi tahanan rumah.(adz/ala)

 

 

Stop Bullying, Ingat… Jarimu Bisa Membunuh

AIB#CyberBully-1
Pemain-pemain film AIB #Cyberbully – Shoumaya Tazkiyyah, Harris Illano, Michael Lie, Ade Ayu –, bersama Komisioner KPAI Retno Listyarti (kiri) dalam Meet and Greet di Medan, Jumat (27/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  Jumlah siswa yang berani muncul dan berbicara langsung menyampaikan kisah bullying yang pernah mereka alami, terus meningkat. Sebagian cerita mereka saat mengalami bullying, persekusi, intimidasi, maupun ancaman, cukup membuat miris.

“Bahkan kami para pemain film AIB #Cyberbully dulu pernah menjadi korban bully. Rasanya menyakitkan. Karena itu kita ingin kasus bully dihentikan,” kata pemain-pemain film AIB #Cyberbully – Shoumaya Tazkiyyah, Harris Illano, Michael Lie, Ade Ayu –, dalam Meet and Greet di Medan, Jumat (27/7).

Sebelumnya pada hari yang sama, para pemain film ini mendatangi sekolah-sekolah di Medan dan Binjai, Sumatera Utara. Selain mempromosikan film AIB, mereka juga berkampanye #StopBullying, bersama komisioner KPAI.

Selain di Medan, para pemain film AIB #Cyberbully bersama KPAI sudah mendatangi 26 sekolah yang tersebar di Jabodetabek, Semarang, Solo, Semarang, Yogya, Palembang. Tak kurang dari 11 ribu siswa bersepakat mendeklarasikan dan membuat petisi untuk menghentikan segala bentuk perundungan (bullying).

“Komunikasi dua arah ini positif, penjelasan dan contoh-contoh bullying yang terjadi cukup membuat anak-anak ini akan berpikir tentang dampak dan akibat bullying,” jelas komisioner KPAI, Retno Listyarti, yang mendampingi pemain-pemain film AIB #Cyberbully ke sekolah-sekolah.

Retno mengatakan, kasus cyber bully yang ditangani KPAI meningkat hingga 300 persen sejak 2016. Yakni sejak anak sekolah akrab dengan gadget. Bahkan tahun ini, 200 kasus cyber bully diadukan ke KPAI.

“Kampanye untuk menghentikan kasus-kasus bullying dan mengajak siswa-siswa agar tidak menjadi pelaku atau pun korban pembullyan ini, cukup efektif. Para siswa berfikir lebih positif tentang dampak cyber bully. Kampanye ini harus intens dilakukan,” katanya.

Film AIB #CyberBully dibintangi oleh Baron Wildchut, Harris Illano, Damita Argobie, Wendy Wilson dan beberapa pemeran lainnya.

Film Aib #Cyberbully akan dirilis pada tanggal 2 Agustus 2018. Kisah film ini diangkat berdasarkan riset-riset yang dilakukan sutradara Amar Mukhi. Di antaranya adalah siswa bunuh diri di Bekasi, Jawa Barat. Juga korban pembullyan di SMU di Jatinegara, Jakarta Pusat. Ada juga diambil dari belasan ribu catatan korban dan laporan korban bullying yang diterima KPAI.

Surya Films dan Anami Films, rumah produksi pembuat film AIB #Cyberbully berharap bahwa filmnya tidak hanya menjadi hiburan di dalam bioskop. Tapi moral story film bisa dipahami penontonnya. “Memang kami kemas sebagai film horor. Tapi ini bentuk metafora. Bahwa hantunya hadir dan melakukan balas dendam. Kami ingin mengatakan bahwa bullying, persekusi, intimidasi atau perbuatan jahat lain, akan dapat balasan. Karma atau balasan sekarang ini datangnya lebih cepat lho!” ungkap Amar.

Yang jelas film AIB #Cyberbully dikemas sangat unik, sangat rumit dalam proses produksi dan cerita dengan twist cerita menarik akan menjadi daya tarik film horor ini.

Mau tahu lengkapnya, nantikan rilis film AIB #Cyberbully di 2 Agustus 2018 nanti. Siapa tahu kisah korban bullying di film ini juga seperti kalian. Atau perbuatan bullying yang pernah kalian hentikan. So, hentikan bullying, jangan dianggap remeh dan mudah melakukan bullying. Ingat jari kalian bisa membunuh. (Rel/mea)

Polisi Gerebek Dua Kampung Narkoba Belawan

Foto: Fachril/Sumut Pos Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Edy Safari memaparkan para tersangka yang diciduk dari dua kampung narkoba di Belawan, Jumat (27/7).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Edy Safari memaparkan para tersangka yang diciduk dari dua kampung narkoba di Belawan, Jumat (27/7).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Bekerjasama dengan Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL), Polres Pelabuhan Belawan menggerebek dua kampung narkoba, Kamis (26/7) sore. Dalam operasi ini, 100 personel gabungan dilibatkan.

Awalnya, personel menyisir Uni Kampung Kelurahan Belawan I. Kemudian dilanjut menuju Kampung Kolam, Kelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan.

Dipimpin Kabag Ops Polres Pelabuhan Belawan, Kompol Erinal, petugas mengamankan 13 tersangka. Selain tersangka, barang bukti sejumlah alat hisap sabu, handphone dan paketan sabu turut disita.

Kompol Erinal mengatakan, operasi di dua kampung narkoba untuk meningkatkan Kegiatan Kepolisian yang Ditingkatkan (K2YD).

“Untuk razia kerawanan narkoba, akan terus ditingkatkan. Para tersangka yang diamankan telah diproses di Sat Narkoba untuk ditindaklanjuti,” kata Erinal didampingin kapolsek sejajaran Polres Pelabuhan Belawan.

Sementara, Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan AKP Edy Safari mengatakan, 13 tersangka yang diamankan telah melakukan tes urine. Hasilnya, sebanyak 10 orang positif dan 3 orang negatif.

“Para tersangka akan menjalani proses lebih lanjut. Kasusnya akan segera kita limpahkan ke pengadilan,” sebut Edy.(fac/ala)

Pelajar Kedapatan Main Game Online

Foto: Idris/Sumut Pos Dinas KOminfo Kota Medan saat menggelar razia warnet dan mendapati seorang pelajar yang menyelipka rokok di telinganya.
Foto: Idris/Sumut Pos
Dinas KOminfo Kota Medan saat menggelar razia warnet dan mendapati seorang pelajar yang menyelipka rokok di telinganya.

SUMUTPOS.CO – Dinas Kominfo Kota Medan kembali menggelar razia terhadap warung internet (warnet) di Kota Medan, Jum’at (27/7). Dari hasil razia tersebut, masih ditemukan pelajar yang bermain game online pada saat jam sekolah.

Sebelum melakukan razia, tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kominfo Kota Medan, Dinas Pendidikan Kota Medan, Satpol PP, aparatur Kecamatan dan dibantu oleh personel dari Denpom dan Polrestabes Medan, terlebuh dahulu melakukan apel di kantor Dinas Kominfo Kota Medan. Apel di pimpin Kadis Kominfo Kota Medan, Zain Noval,S.STP.MAP diwakili Kabid Pengendalian, Arbani Harahap,S.Sos.

Dalam kesempatan tersebut, Arbani mengatakan, razia ini digelar untuk menengakkan Perwal Kota Medan No. 28 Tahun 2011 tentang perizinan usaha warung internet. Dimana, dalam Perwal ersebut telah dijelaskan bahwa warnet tidak boleh beroprasi 24 jam, memiliki izin, memblokir situs porno dan tidak mengizinkan anak sekolah yang berseragam masuk saat jam berlajar berlangsung.

“Kita periksa apakah masih ada warnet yang melanggar perwal, bila ada kita berikan teguran dan peringatan, “perintah Arbani.

Usai melaksanakan apel, tim kemudian bergerak menuju ke Jalan Bhayangkara,  di jalan ini tim mendatangi warnet Mag Net. Dari sini tim berhasil mengamankan dua pelajar yang kedapatan sedang bermain game online dan masih mengenakan seragam sekolah.

Foto: Idris/Sumut Pos
Seorang pelajar dihukum karena kedapatan bolos dari sekolah dan main game online di warnet.

Oleh tim, kedua pelajar tersebut langsung didata oleh tim untuk selanjutnya dilaporkan ke pihak sekolah. Tidak hanya itu saja, kedua pelajar juga di berikan hukuman push up sebagai efek jerah.

Masih di jalan yang sama, tim mendatangi Arca Net dan Marquee Net. Di warnet ini tidak ditemukan anak sekolah, namun pihak pengelolah Arca Net tidak dapat menunjukkan izinnya. Tim langsung memberikan surat peringatan kepada warnet tersebut.

Dari Jalan Bhayangkara, tim menuju ke  Akbar Net yang berada di Jalan Ismaliyah, lagi-lagi tim menemukan seorang pelajar yang sedang bermain game online. Tim langsung mendata pelajar tersebut.

Usai dari  Jalan Ismaliyah, tim menuju ke I Zone Net yang berada di Jalan Wahidin, dan Istana Net yang berada di Jalan Ar-Hakim. Di warnet ini tidak ditemukan anak sekolah, dan kedua warnet ini juga memiliki izin rekomendasi dari Dinas Kominfo Kota Medan.

Kepala Dinas Kominfo Kota Medan, Zain Noval,SSTP, MAP berpesan kepada jajaranya untuk terus melakukan razia  guna menertibkan warnet-warnet di Kota yang disinyalir melanggar Perwal Kota Medan No. 28 Tahun 2011 tentang perizinan usaha warung internet.

“Terus lakukan razia terhadap warnet-warnet yang masih membandal, supaya mereka jerah dan mentaati peraturan Wali Kota yang telah ditetapkan,” pesan Zain Noval. (ris/ila)

 

Kusuma: Rubella itu Monster….

Iftiyah penderita rubella hingga kini menanti alat pendengaran.
Iftiyah, penderita rubella.

SUMUTPOS.CO – Tak banyak orangtua yang tahu tentang keberadaan Rubella, entah kapan munculnya dan dari mana datangnya. Yang pasti, virus ini kini menjadi momok mengerikan. Menyerang mulai dari janin tanpa diketahui yang menyebabkan bayi lahir dengan sejumlah kecacatan akibat kerusakan organ-organ tubuhnya.

Ancaman terhadap penyakit ini pun dirasa nyata. Rubella bersama dengan penyakit Campak, pemerintah, melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) hingga 2020 berkomitmen untuk mengeliminasi campak dan melakukan pengendalian penyakit Rubella/kecacatan yang disebabkan oleh infeksi Rubella saat kehamilan (Cogenital Rubella Syndrome).

Setidaknya keperihan mendalam tampak tergambar di wajah Kusuma Ramadan, orangtua Iftiyah, bayi berusia 2 tahun yang sejumlah organ tubuhnya dirusak virus mematikan ini. Anaknya kini mengalami keterlambatan pertumbuhan, kerusakan pendengaran, mata dan kesulitan berdiri.

“Rubella itu monster, ya kenapa saya bilang begitu, karena virus ini menyerang seorang bayi yang tidak tahu apa-apa dan tanpa diketahui sejak janin,” ungkap Kusuma saat dihadirkan dalam pertemuan Sosialisasi dan Edukasi Dalam Rangka Sinergitas Dengan Media yang diinisiasi Unicef bersama Dinkes Sumut di salahsatu kafe Jalan Wahid Hasyim Medan, Jumat (27/7).

Semula dia mengaku tidak mengetahui apa yang terjadi terhadap putri keduanya itu. Saat terlahir ke dunia, anaknya itu kondisinya sangat kecil, lemah dan berwarna kuning. Tak banyak yang mengetahui, bahkan dokter yang membantu persalinan anaknya. “Begitu lahir dokter melihat mata Iftiyah seperti katarak. Penyakit yang hanya terjadi kepada orang berusia lanjut. Kemudian anak saya dirujuk ke dokter spesialis mata, karena janggal rasanya seorang bayi baru lahir mengalami katarak,” sebutnya.

Sedih, hancur entah bagaimana dia menggambarkan perasaan hatinya kala itu. Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan lab dokter memvonis kerusakan penglihatan, pendengaran anak tercintanya itu karena serangan virus Rubella.

“Siapa yang tidak sedih, ternyata anak yang saya gendong, adzankan (qomad) tidak mendengar suara saya. Hancur perasaan ini. Air mata tidak habis-habisnya menetes. Tapi ya mau bagaimana lagi, inilah titipan Allah yang harus kami terima, dia itu anak yang istimewa. Dan kecacatan itu semua tidak bisa diperbaiki,” ungkapnya.

PNS Disbudpar Sempat ‘Nginap’ di Polsek

Ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Insiden seorang oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemprovsu yang menampar petugas sekuriti Kantor Gubernur Sumut, Kamis (26/7) siang, dikabarkan sudah berdamai. Namun, si oknum PNS yang diketahui merupakan Kepala Seksi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemprovsu, sempat menginap satu malam di Kepolisian Sektor Medan Baru.

“Informasi begitu. Saya tadi dengar langsung mereka (para sekuriti) cakap-cakap di basement. Sempat nginap juga kawan itu anggota si Tunggul Disbudpar. Pagi dia sudah boleh pulang,” ungkap seorang PNS di Kantor Gubsu yang tak mau namanya disebut, Jumat (27/7).

Kata sumber itu, meski sempat menginap semalaman di Polsek Medan Baru, namun keduanya sudah berdamai. “Kurasa udah cabut laporan. Anggota si Tunggul (salah satu kabid Disbudpar Sumut) itu  sudah minta maaf sama sekuriti yang dipukulnya,” katanya.

Diketahui, oknum PNS yang berlagak jagoan dan bertindak arogan itu bernama Jansen Purba. Dia merupakan eselon IV di Disbudpar Sumut, dengan jabatan kepala seksi. Koordinator Sekuriti Kantor Gubsu, Juliandi Koto (Junko), saat dikonfirmasi tidak mengetahui ihwal perkembangan kasus tersebut. “Kemarin setelah habis menemani dia (Kristian) melapor ke Polsek Medan Baru, saya kebetulan ada tugas lain diluar. Jadi tidak tahu cerita terbarunya seperti apa. Dan hari ini kebetulan saya lepas piket,” katanya.

Dia juga tidak mengetahui kabar tentang Jansen Purba sempat menginap semalaman di Polsek, dan kedua pihak memang sudah berdamai. “Nantilah saya infokan lagi sama abang ya. Aku tanya dulu sama yang bersangkutan (Kristian) kayak mana cerita sebenarnya,” katanya.

Kadisbudpar Sumut Hidayati mengaku tidak begitu mengetahui duduk perkara atas insiden yang melibatkan bawahannya. “Kakak juga tahunya pas baca berita. Terkejut juga kakak waktu tahu ternyata anggota saya yang terlibat. Kebetulan saya lagi di Samosir ada penilaian UNESCO untuk Geopark Toba,” katanya.

Ia berjanji ketika urusan dinasnya di luar kota selesai akan menemui bawahannya dan memberi teguran. “Pasti nanti kakak tegur dia. Kakak juga mau tahu seperti apa duduk persoalannya, sampai dia berbuat begitu,” pungkasnya.

Kabag Rumah Tangga Biro Umum Setdaprovsu, Asirin, tampak ‘buang badan’ saat dikonfirmasi terkait hal ini. “Mereka itu ada koordinatornya. Bisa langsung ditanya sama mereka sebab dari perusahaan pemenang tender yang bertanggungjawab. Jadi gak ada urusannya sama kami,” katanya.

Seperti diberitakan, oknum PNS Pemprovsu bertindak arogan terhadap petugas sekuriti di Kantor Gubsu, Jl. P Diponegoro Medan, Kamis siang. Oknum PNS itu menampar sekuriti karena tak senang kendaraannya yang melaju berlawanan arah dihentikan petugas sekuriti tersebut.

Kejadian bermula ketika seorang PNS memasuki area parkir lantai bawah (basement) melalui jalur yang berlawanan dengan kendaraannya. Tak terima mobilnya distop, ia langsung marah dan memaki hingga memukul korban, seorang petugas sekuriti Kantor Gubsu. “Dia masuk dari pintu keluar, seharusnya kan enggak, jadi dia gak terima anggota saya stop dia,” ucap Koordinator Satpam Kantor Gubsu, Junko kepada wartawan di lokasi.

Setelah distop, PNS tersebut tak terima lalu langsung turun dan memukul Kristian hingga terjatuh. Setelah terjatuh pelaku kemudian membantingkan kepalanya hingga ke lantai. (prn/ila)