Home Blog Page 6096

PDAM Tirtanadi Sidak Asrama Haji

Dir Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi Arif Haryadian memeriksa meteran air Asrama Haji Medan.
Dir Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi Arif Haryadian memeriksa meteran air Asrama Haji Medan.

SUMUTPOS.CO – Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi, Arif Haryadian melakukan inspeksi mendadak (sidak) pendistribusian air di Asrama Haji, Jumat (27/7).  Arif Haryadian didampingi Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Jumirin dan Asisten 1 Sekretaris Perusahaan Zaman K. Mendrofa.

Rombongan ini tiba di asrama haji Medan sekitar pukul 11.00 WIB, disambut oleh Kacab Padang Bulan Nasib Saul Parapat bersama Kabag Jaringan Perpipaan dan PKA Hasoloan Sotarduga, Kabag Pemasaran Abdi Ridha dan dua petugas bagian jaringan perpipaan, yang bertugas memantau pendistribusian air di asrama haji yakni Ridwan Sitorus dan Tri Ihwan.

Kepada wartawan, Arif yang mengenakan kemeja batik warna cokelat itu mengatakan, kedatangan pihaknya untuk memastikan pendistribusian air berjalan dengan baik dan lancar.“Saya hanya ingin memastikan kalau pendistribusian air di Asrama Haji berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Arif Haryadian terlihat langsung meninjau Flange Gate Valve yang berfungsi sebagai pengatur aliran air ke Asrama Haji Medan. Dilanjutkan dengan memeriksa kondisi meteran air yang keduanya berada di sebelah luar pintu gerbang masuk Asrama Haji.

Pada pemeriksaan di kedua lokasi ini, tidak ditemukan kendala dan air lancar mengalir ke kompleks asrama haji.

Arif Haryadian yang dikenal ramah dan akrab dengan pegawai ini, kali ini terlihat serius melakukan pemeriksaan kran-kran air di beberapa titik untuk memastikan air mengalir dengan baik dan lancar.

Tidak berhenti sampai disitu, Arif Haryadian kemudian menjumpai Kepala UPT Asrama Haji Sutrisno untuk menanyakan kondisi pendistribusian air secara keseluruhan di Asrama Haji Medan. Dalam perbincangan keduanya yang terlihat akrab, Sutrisno menyampaikan bahwa ketersediaan di Asrama Haji Medan relatif cukup dan lancar.“Ketersediaan air di Asrama Haji Medan relatif cukup dan berjalan lancar. Kalaupun debit air yang mengalir dari pipa kecil, kami disupplai dengan mobil tangki dua kali sehari,” jelas Sutrisno.

Tak lupa Sutrisno mengucapkan terima kasih kepada PDAM Tirtanadi atas perhatian dan kepeduliannya, pada penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya, dan juga atas perhatiannya pada ketersediaan air di Asrama Haji Medan.

“Terima kasih kami kepada Direksi dan seluruh karyawan-karyawati PDAM Tirtanadi yang peduli pada penyelenggaraan ibadah haji dengan memberikan souvenir handuk kepada jamaah calon haji Embarkasi Medan beberapa waktu lalu. Terima kasih juga atas kepeduliannya dalam  ketersediaan air di Asrama haji ini,” kata Sutrisno.

Sutias & Nurhazizah Ikut Bertarung

Sutiyas Handayani (kiri) dan Nuhajizah Marpaung.
Sutiyas Handayani (kiri) dan Nuhajizah Marpaung.

SUMUTPOS.CO – Bursa bakal calon legislatif (bacaleg) perempuan menuju Senayan dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Utara di Pileg 2019 mendatang, dihiasi sejumlah wajah baru. Di antaranya istri pertama mantan Gubsu Gatot Pujonugroho, Sutias Handayani dari Partai Keadilan Sejahtera. Juga ada mantan Wagubsu, Nurhazijah Marpaung dari Partai NasDem.

Pada periode 2014-2019, tiga nama caleg perempuan dari Dapil Sumut berhasil duduk di Senayan. Yakni Meutya Hafid (mantan reporter Metro TV) dan Delia Pratiwi Sitepu (putri Bupati Langkat Ngogesa Sitepu) dari partai Golkar, serta Rooslynda Marpaung dari Partai Demokrat. Pada edisi Pileg 2019-2023 mendatang, Meutya Hafid dan Delia nampaknya tetap ikut bertarung. Sementara Rooslynda Marpaung dari Demokrat dipastikan mundur, setelah ditahan KPK dalam kasus suap Gubsu Gatot Pujonugroho.

Sejumlah nama baru yang bakal memanaskan kompetisi menuju senayan,  dari Partai NasDem ada nama Nurhazijah Marpaung. Eks politisi Hanura dan mantan Wakil Gubsu ini akan bertarung dari Dapil Sumut III. Perempuan eks militer ini diharapkan mampu mengambil satu tempat di Senayan mewakili NasDem.

Selain Nurhazijah, ada nama Emtiti Lestari Zebua yang didaftarkan NasDem dari Sumut I. Emtiti Zebua yang disebut sebagai tokoh Nias, laik diperhitungkan keikutsertaannya kali ini.

Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sengaja menempatkan minimal dua bacaleg perempuan di tiap dapil menuju Senayan dengan wajah baru. Para bacaleg perempuan itu antara lain Sutias Handayani, Evi Yanti, dan Desi Jesicca Isdartono (Sumut I). Lalu ada Nurajizah Tambunan, Harni Atika Sari Siregar, Emrinawati Hasibuan, Nazra Elida Pohan, dan Semina Sagita Br Haloho (Sumut II). Selanjutnya Safitri Hani Harahap, Syafrida Rumondang Parulian Tambunan, dan Sri Prapanti (Sumut III).

Dari sejumlah nama bacaleg baru keterwakilan perempuan ini, PKS punya ‘jagoan’ di masing-masing dapil. Terutama mereka yang mendapat nomor urut dua, tiga dan empat. Sebut saja seperti Sutias Handayani, Evi Yanti, Nurajizah Tambunan, Harni Atika Sari Siregar, dan Safitri Hani Harahap.

Memang, keterwakilan 30 persen bacaleg perempuan merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi parpol peserta pemilu 2019. Pada tiap alokasi dapil pun, wajib ada minimal satu orang bacaleg perempuan.

Sekretaris Partai NasDem Sumut, Iskandar ST menyebut pihaknya tetap mengalokasikan bacaleg perempuan sesuai ketentuan berlaku. Tidak sekadar ikut serta sebagai bacaleg, namun setiap calon ditempatkan merupakan orang yang siap menang. “Seperti halnya Ibu Nurhazijah dan Bu Emtiti Zebua. Keduanya merupakan tokoh di dapilnya masing-masing. Kita optimis kehadiran mereka mampu mendongkrak suara partai dan peroleh kursi,” katanya.

Seorang Jemaah Haji Asal Medan Wafat

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS-Ratusan jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Langkat di berangkat kan dari Asrama haji embarkasih Medan Jalan A.H Nasution, Minggu (22/7) Selanjut nya jemaah haji akan berangkat dari bandara kualanamu menuju madinah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS-Ratusan jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Langkat di berangkat kan dari Asrama haji embarkasih Medan Jalan A.H Nasution, Minggu (22/7) Selanjut nya jemaah haji akan berangkat dari bandara kualanamu menuju madinah.

MEKKAH, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 13 jemaah haji Indonesia meninggal di Tanah Suci. Kadaker Madinah Muhammad Khanif, mengatakan ada dua orang yang meninggal Minggu pagi (29/7) waktu Arab Saudi, yakni Widodo bin Jimin (JKS-35) dan Abdullah Noor bin Sidik (SOC-13). Seorang di antara jamaah yang wafat itu warga Medan jemaah kloter MES-2, atas nama Katio Simanjutak (59).

Kementerian Agama akan menjamin badal haji jemaah yang meninggal sebelum proses haji. Nantinya keluarga dari jemaah yang meninggal akan mendapatkan sertifikat badal haji tersebut.

“Ini hari ke-13 jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Pagi ini sudah 13 jemaah meninggal,” kata Khanif dalam siaran persnya, Minggu (29/7). Ke-11 jemaah sebelumnya yang telah wafat sebagai berikut:

  1. Sukardi Ratmo Diharjo (59), jemaah haji Kloter JKS-1;
  2. Hadia Daeng Saming (73) kloter 5 embarkasi Makassar;
  3. Ade Akum Dachyudi (67) asal Kloter JKS-13;
  4. Sunarto Sueb Sahad (57) Kloter 15-SOC; dan
  5. Siti Aminah Rasyip (57) asal Tegalsari, Batang, Jawa Tengah, jemaah kloter 5-SOC.
  6. Machyar Sahromi Muhammad Thaif (78) warga Garut, Jawa Barat, Kloter JKS-6;
  7. Katio Simanjutak, 59, warga Medan jemaah kloter MES-2;
  8. Sanusi Musthofa Khafid (73) asal SUB-06;
  9. Mohammad Sholeh bin Abu Bakar (74) asal SUB-23;
  10. Nordiani Bahrani Kursani (53) warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, asal kloter BDJ-03; dan
  11. Supriyati Teguh Adam (51) warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah, jemaah Kloter SOC-5.

Kambing Hamil Mati Usai Diperkosa 8 Pria

Ilustrasi kambing tak bersalah yang dijahati manusia (The Stage)
Ilustrasi kambing tak bersalah yang dijahati manusia (The Stage)

SUMUTPOS.CO – Kambing yang hamil akhirnya mati setelah diperkosa oleh delapan pria. Seperti dilansir Hindustan Times pada Minggu (29/7), kejadian yang berlangsung di Haryana, India Utara ini membuat polisi memburu para tersangka.

Pemilik kambing, Aslup Khan merasa ketakutan. Ia mengatakan kepada polisi bahwa pada saat kejadian para tersangka yang juga merupakan pecandu narkoba itu tengah mabuk.

Polisi mengatakan, para terdakwa adalah penduduk setempat. Tiga dari mereka dipukuli oleh penduduk desa di Desa Maroda sekitar 73 kilometer selatan Gurugram setelah pemilik kambing menangkap mereka dalam aksi itu. Para pelaku dikenai Undang-Undang Kekejaman terhadap Satwa.

“Tim kami sedang menyelidiki kasus ini dan telah mencatat pernyataan pemilik kambing, yang diduga menangkap ketiga terdakwa dalam tindakan tersebut. Kami juga sedang dalam proses pencatatan pernyataan dari saksi mata dan penduduk desa lainnya untuk mengetahui urutan yang tepat dari kejahatan dan penangkapan yang dilakukan,” ujar Inspektur Polisi Nazneen Bhasin.

Khan mengatakan, kambingnya hilang dari gudang yang terletak di samping rumahnya, pada Rabu malam. Ia dan penduduk desa lainnya mulai mencarinya.

“Saat itu sekitar pukul 11 malam ketika saya mendengar beberapa suara dan keluar. Gerbang gudang terbuka. Saya panik dan membunyikan alarm karena empat kambing saya telah dicuri sebelumnya dan ini adalah satu-satunya yang tersisa. Sementara kami melihat-lihat, kami menemukan tiga pria melakukan hubungan seksual pada kambing saya,” kata Khan.

Ia dan warga desa langsung menangkap dan memukuli mereka. Namun kemudian dilepaskan karena mereka melakukannya dalam keadaan mabuk.

“Kambing saya terluka dan tergeletak di tanah. Ia bahkan tidak bisa berjalan. Saya membawanya pulang dan memberi obat-obatan karena terluka di kepala dan hidungnya. Sayangnya tidak tertolong,” kata Khan.

Kondisi kambing mulai memburuk dan mati sekitar jam 6 sore. Saat itulah penduduk desa memberi tahu polisi yang tiba di desa pada Kamis malam.

“Kami memberi tahu dokter bedah hewan karena postmortem harus dilakukan untuk menangkap orang-orang yang terlibat dalam serangan seksual pada kambing,” kata Inspektur Polisi Nazneen Bhasin.

Ahli Bedah Hewan Dokter Ramvir Bhardwaj mengatakan, kambing itu meninggal karena pendarahan otak. “Sudah 50 minggu hamil, ada darah di tenggorokannya.” (ina/ce1/JPC)

Gempa 6,4 SR Guncang NTB, 15 Orang Tewas

Foto: Fatih/Lombok Post/JPG Rusak Parah: Inilah salah satu rumah warga Dusun Lauk Rurung Baret yang ambruk akibat Gempa, di dusun Lauk Rurung Baret, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (29/7/2018).
Foto: Fatih/Lombok Post/JPG
Rusak Parah: Inilah salah satu rumah warga Dusun Lauk Rurung Baret yang ambruk akibat Gempa, di dusun Lauk Rurung Baret, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (29/7/2018).

MATARAM – Nusa Tenggara Barat (NTB)berduka. Gempa bumi berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) memporak-porandakan sebagian Lombok dan Pulau Sumbawa. Sebanyak 15 orang meninggal dunia, 162 lainnya luka-luka dan ribuan rumah warga rusak. Gubernur NTB pun menetapkan status tanggap darurat selama lima hari.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Muhammad Rum menjelaskan, selama tanggap darurat, semua proses evakuasi dan pengiriman bantuan logistik akan dilakukan. Tim BPBD akan membantu korban bersama tim dari kepolisian, TNI, Dinas Sosial, pemerintah kapaten dan lainnya.

Sore kemarin, tiga truk BPBD berisi logistik bantuan dikirim ke lokasi bencana di Lombok Timur. Semua peralatan bencana, seperti dapur umum, tenda pengungsian, makanan siap saji, pakaian anak-anak, selimut dan sebagainya diangkut ke lokasi bencana. ”Kami kosongkan semua gudang BPBD,” katanya.

Bila tanggap darurat lima hari belum cukup, bisa diperpanjang lagi sesuai kondisi di lapangan. Setelah itu, baru masuk masa transisi menuju pemulihan. ”Sampai benar-benar normal,” kata Kepala Bidang Kedaruatan dan Logistik BPBD NTB Agung Pramuja.

Rum menyebutkan, jumlah korban hingga sore kemarin 15 orang, empat orang dari Lombok Utara, dan 11 orang dari Lombok Timur. Satu orang diantaranya merupakan warga negra Malaysia yang sedang melancong di Sembalun.

Korban meninggal tersebar di Kecamatan Sambelia sembilan orang, yakni Papuk Bambang, 60 Tahun asal Desa Sugin. Zahra, 3 tahun asal Dusun Batu Sila, Desa Dara Kunci,  Adiatul Aini, 27 tahun asal Desa Medain. Herniati, 35 tahun dari Desa Medain. Firdaus, 7 tahun Desa Obel-obel. Mapatul Akherah, 7 thun asal Desa Obel-obel. Baiq Nila Wati, 19 tahun asal Desa Madain. Herli, 9 tahun asal Desa Madain. Fatmirani, 27 tahun juga dari Desa Medain.

Untuk korban luka berat dan ringan di Sambelia dirawat di Lapangan Desa Obel-obel 51 orang, Puskesmas Belanting 62 orang, dan Puskesmas Sambelia 9 orang.

Dua orang korban meninggal lainnya berasal dari Kecamatan Sambalun, yakni Isma, 30 tahun, mahasiswa pendaki gunung asal Ampang, Malaysia serta Inaq Marah, 80 tahun asal Dusun Kokok Putek, Desa Sajang. ”Korban luka di Sembalun 29 orang,” kata Rum.

Empat korban meninggal lainnya berasal dari Kabupaten Lombok Utara, yakni Janiarto 8 tahun asal Dusun Pademare, Desa Sambi Elen, Kecamatan Bayan. Rusdin 34 tahun asal Desa Loloan, Kecamatan Bayan. Sandi, 20 tahun asal Sumbawan meninggal di lokasi kejadian Senaru, dan Natrinep, 11 tahun asal Desa Senaru, Kecamatan Bayan. ”Lainnya 34 orang warga di Bayan mengalami luka ringan,” ungkap Rum.

266 Pendaki Terjebak di Rinjani, Satu Tewas

Para pendaki terjebak di Gunung Rinjani akibat gempa berkekuatan 6,4 SR. Ada 266 pendaki yang terjebak di atas gunung dan satu pendaki tewas.
Para pendaki terjebak di Gunung Rinjani akibat gempa berkekuatan 6,4 SR. Ada 266 pendaki yang terjebak di atas gunung dan satu pendaki tewas.

MATARAM, SUMUTPOS.CO – Gempa berkekuatan 6,4 SR membuat ratusan pendaki terjebak di Gunung Rinjani. Satu orang pendaki dinyatakan meninggal dunia. Dia adalah Muhammad Ainul Taksim, 25 tahun asal Makassar.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram I Gusti Lanang Wiswananda menjelaskan, lokasi kejadian ada di jembatan kedua Pelawangan menuju Danau Segara Anak. Sebelum meninggal korban panik saat gempa terjadi. Korban dan teman-temanya berlarian, ketika gempa sudah mereda, korban ditemukan sudah meninggal. ”Ada perdarahan di kepala,” terang Gusti Lanang.

Gusti Lanang menjelaskan, setelah menggelar rapat koordinasi antara BPBD, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), dan Basarnas di posko Kecamatan Bayan, dipastikan pendakian sudah klir dari pelawangan Senaru sampai jebak gawah. Total pengunjung 820 orang sejak tanggal 27 Juli. Tapi 125 orang pendaki sudah turun. ”Jalur Senaru tertutup,” katanya.

Sementara di Jalur Sembalun, tercatat 362 orang turun dari Sembalun, termasuk wisatawan asing maupun wisatawan nusantara, termasuk para porter. Tapi update hingga pukul 16:40 Wita, pendaki yang sudah turun lewat Sembalun 429 orang. Sehingga tersisa 266 orang dari keseluruhan 820 pendaki. ”Jalur Sembalun disarankan jadi alternatif evakuasi,” jelasnya.

Hal itu dibenarkan Saharudin, salah seorang petugas TNGR, para pendaki saat ini berada di posisi antara Danau Segare Anak dan Pelawangan Sembalun. Jumlah mereka 266 orang pendaki termasuk korban yang meninggal dunia. ”Jalur turun tertutup karena longsor. Demikian juga dengan jalur puncak terdapat longsoran,” terangnya.

Sementara Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho merilis, berdasarkan data Balai TNGR jumlah pendaki ke Gunung Rinjani tercatat 820 jiwa, baik wisatawan asing dan nusantara. Laporan dari TNGR Resor Senaru  sebanyak 115 orag wisatawan asing sudah turun di Senaru, Kabupaten Lombok Utara. Proses evakuasi pendaki masih dilakukan petugas TNGR, Kantor SAR Mataram, Brimob Polri NTB dan relawan.

Terpisah, Kepala Balai TNGR Sudiyono membenarkan, evakuasi pendaki akan dilakukan pagi ini. Balai TNGR bersama pemerintah daerah, Basarnas, Polres setempat sudah membentuk tim evakuasi. Tapi pencarian tidak mungkin dilakukan kemarin karena terkendala gempa susulan yang terus terjadi. Selain itu jalur pendakian juga terkena longsoran. ”Evakuasi hanya bisa dilakukan lewat Sembalun karena pintu lain terkena longsor,” ujarnya.

Kendala lain yang dihadapi, banyak guide porter yang keluarganya menjadi korban sehingga tidak bisa ikut melakukan evakuasi. Sehingga evakuasi tidak bisa langsung dilakukan.

Dengan situasi saat ini,  Ia memastikan pendakian ke Rinjani ditutup sementara, sampai kondisi kembali normal. Jika sudah dianggap layak, Balai TNGR akan membuka pendakian kembali. (ili/jpg)

Pelantikan Gubsu Terpilih Dijadwal 27 September

Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajeckshah (kanan) menyapa simpatisannya pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut, di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa (19/6/2018). Debat publik tersebut digelar dengan tema Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajeckshah (kanan) menyapa simpatisannya pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut, di Hotel Santika Dyandra, Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jika tidak ada sengketa pemilihan, pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut terpilih hasil Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018 lalu, dijadwalkan akan dilantik pada 27 September 2018 mendatang.

Sesuai tahapan, perkara sengketa hasil Pilkada 2018 sudah teregistrasi ke dalam Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) pada 23 Juli. Sementara persidangan perdana untuk sengketa hasil pilkada dimulai 26 Juli. Mahkamah Konstitusi (MK) sendiri harus menyelesaikan perkara sengketa hasil Pilkada 2018 pada 26 September. Dengan kata lain, jika Pilgubsu tidak terjadi sengketa pemilihan, selambatnya pada 27 September 2018 sudah bisa dilakukan pelantikan.

Terkait jadwal itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengaku masih menunggu surat edaran resmi dari Sekretariat Negara (Sesneg). Kepala Biro Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Sumut, Basarin Yunus Tanjung mengungkapkan, pihaknya tidak berwenang menentukan jadwal pelantikan kepala daerah. “Itu gawe (urusan, Red) presiden melalui Sesneg. Kita tunggu aja pemberitahuannya,” katanya kepada Sumut Pos, Minggu (29/7).

Meski demikian, Basarin mengaku secara nonformal informasi yang mereka peroleh memang tanggal 27 September. Pun demikian, tetap harus menunggu surat pemberitahuan resmi dari Sesneg. “Itu informasi nonformal, belum ada yang tertulis,” katanya.

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Ilyas Sitorus mengatakan, jika MK tidak ada menyidangkan perkara hasil  Pilgubsu paling lama 26 September, maka esok harinya bakal dilakukan pelantikan. “Tapi itu masih informasi lisan yang saya tahu dari Kemendagri. Secara tertulisnya apa sudah ada bisa ditanya ke Biro Otda kita ataupun Kemendagri,” katanya.

Kemendagri baru-baru ini mengungkapkan, tanggal pelantikan kepala daerah terpilih di Pilkada 2018 telah ditentukan. Namun masih fleksibel guna menunggu proses sengketa pilkada di MK. “Tetap harus menunggu, jangan sampai nanti kami sampaikan daerah A pelantikan hari ini, tetapi ternyata ada gugatan,” kata Mendagri Tjahjo Kumolo.

Negara-negara yang Terkena Gelombang Panas di Dunia

Climate Change Institute Gelombang panas melanda sejumlah negara di dunia. Di Oman, suhu paling dingin tercatat pada 42,6 derajat Celcius. Swedia dihantam oleh kebakaran huta. Di Yunani, setidaknya 80 orang tewas karena kebakaran hutan.
Climate Change Institute
Gelombang panas melanda sejumlah negara di dunia. Di Oman, suhu paling dingin tercatat pada 42,6 derajat Celcius. Swedia dihantam oleh kebakaran huta. Di Yunani, setidaknya 80 orang tewas karena kebakaran hutan.

SUMUTPOS.CO – Gelombang panas di dunia sempat membuat Inggris mencapai suhu 37 derajat Celcius. Negara-negara lainnya juga menghadapi gelombang panas yang sama dan menyakitkan seperti di Skandinavia, Kanada, Siberia, Laut Kaspia dengan suhu tak jauh beda dari panasnya Inggris.

Seperti dilansir Express beberapa hari lalu, peta dari Institut Perubahan Iklim di Universitas Maine menunjukkan bagaimana hampir seluruh bagian planet Bumi berada dalam genggaman gelombang panas yang sangat besar.

Ahli Meteorologi Simon Lee mengatakan, Inggris hanyalah sebagian kecil dari negara yang terkena serangan gelombang panas. Tapi gelombang panas ini sering membawa sejumlah bahaya. Beberapa gelombang panas terbukti mematikan di beberapa bagian.

Di Oman, suhu paling dingin tercatat pada 42,6 derajat Celcius. Swedia telah dihantam oleh kebakaran hutan yang menyebar ke utara sejauh Lingkar Arktik akibat gelombang panas. Sedangkan di Yunani, setidaknya 80 orang tewas karena kebakaran hutan yang brutal mengoyak sebuah kota pantai dekat Athena.

Jepang telah mengumumkan bencana alam setelah puluhan orang tewas akibat serangan gelombang panas mematikan. Hingga saat ini warga Jepang masih bertahan menghadapi gelombang panas hingga Agustus mendatang.

Sesungguhnya gelombang panas tak hanya menyerang pada bulan Juli saja. Seperti laporan Mashable Asia, setidaknya tujuh negara menetapkan catatan suhu tinggi bulanan pada akhir Maret. Di Pakistan cuaca terpanasnya di Provinsi Sindh, mencapai 45,5 derajat Celcius. Ini mengalahkan rekor bulanan lama yakni 45 derajat Celcius, yang ditetapkan pada bulan Maret 1991.

Irak juga mengalami rekor panas pada akhir Maret, dengan suhu di Nasiriyah melonjak menjadi 43,8 derajat Celsius, pada 29 Maret. Ini mengalahkan rekor lama 42,4 derajat Celcius, pada 2010. Nasiriyah terletak di Irak Tenggara, ke barat laut Basra.

Qatar juga menetapkan rekor suhu bulanan pada 30 Maret, ketika suhu melonjak menjadi 40 derajat Celcius di Abu Samrah, sekitar 55 mil dari Doha. Ini mengalahkan rekor suhu tinggi bulanan yang lama 39 derajat Celsius, yang ditetapkan di Bandara Internasional dekat Doha, pada tahun 1998.

Cuaca panas ekstrim ini diperkirakan akan terjadi lebih sering pada tahun yang akan datang. Ini disebabkan dunia terus menghangat karena emisi gas rumah kaca dari kegiatan manusia dan dari pembakaran bahan bakar fosil. (ina/JPC)

PSMS Buru Penyerang Haus Gol

Pelatih PSMS Medan, Peter Butler.
Pelatih PSMS Medan, Peter Butler.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelatih PSMS Medan Peter Butler memastikan mencoret bomber asing Wilfried Yessoh pada bursa transfer tengah musim Liga 1 2018.

Dengan demikian, PSMS akan mencari bomber baru untuk mengarungi putaran kedua.

Butler menilai PSMS membutuhkan bomber haus gol karena selama ini tim berjuluk Ayam Kinantan itu kesulitan menjebol gawang lawan. Padahal, PSMS sering memiliki peluang matang untuk mencetak gol.

Dia mencontohkan hasil saat PSMS ditekuk Bali United dengan skor 1-2 di Stadion Teladan, Sabtu (28/7).

PSMS hanya mengandalkan Antoni Putro Nugroho yang dipadukan dengan Rahmat Hidayat.

“Mereka (Bali United) main mantap. Mereka bisa fight dalam situasi sulit. Mereka punya banyak pemain asing. Kami tidak punya striker. Antoni jadi emergency striker, Rahmat Hidayat main bagus, Gusti main bagus, Yessoh tidak mau main,” kata Peter.

Butler menambahkan, ada kesalahan dalam perekrutan pemain PSMS selama ini. Namun, dia tidak ingin mengeluh.

Mantan juru taktik Persipura ini berkomitmen untuk memperbaiki timnya. “Kami harus bangkit. Kami harus berikan yang terbaik. Saya yakin itu,” kata Butler. (pra/jpc/jpnn)

NTB Diguncang Gempa, 14 Orang Tewas

Foto: Fatih/Lombok Post/JPG Rusak Parah: Inilah salah satu rumah warga Dusun Lauk Rurung Baret yang ambruk akibat Gempa, di dusun Lauk Rurung Baret, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (29/7/2018).
Foto: Fatih/Lombok Post/JPG
Rusak Parah: Inilah salah satu rumah warga Dusun Lauk Rurung Baret yang ambruk akibat Gempa, di dusun Lauk Rurung Baret, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (29/7/2018).

LOMBOK, SUMUTPOS.CO – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa 14 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 6,4 skala richter yang terjadi di Lombok, Bali, dan Sumbawa, Minggu (29/7). Sementara korban luka-luka tercatat 162 jiwa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, selain korban meninggal dan luka-luka, ribuan unit rumah juga mengalami kerusakan.”Dampak terparah terjadi di Kabupaten Lombok Timur. Sepuluh warga meninggal dunia,” lanjut Sutopo.

Sementara di Kabupaten Lombok Utara terdapat 4 orang meninggal dunia, 38 jiwa luka berat. Rinciannya 12 orang luka-luka dirawat di Puskesmas Senaru, 15 orang di Postu Sambikelen, 1 orang di RSUD Tanjung, dan 10 orang di Puskesmas Anyar.

“Data sementara kerusakan rumah terdapat 41 unit rusak berat, 74 unit rusak sedang dan 148 unit rusak ringan. Sebanyak 6.237 KK terdampak gempa,” ucap Sutopo.

Adapun gempa berkekuatan 6,4 skala richter tersebut terjadi sekitar pukul 05.47. BMKG mencapat selepas guncangan pertama, terjadi gempa susulan hingga 124 kali.

Sutopo menjelaskan, laporan kerusakan rumah juga terdapat di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Mataram. Pendataan masih terus dilakukan oleh BPBD hingga saat ini.

Dia menambahkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, tandu, peralatan kesehatan, kids ware dan makanan siap saji. “BNPB terus mendampingi BPBD dan mengirimkan bantuan yang diperlukan. Logistik dan peralatan yang ada di gudang BPBD disalurkan untuk membantu korban,” pungkas Sutopo. (rdw/JPC)