Ketua Dewan Pengawas BPKH, Yuslam Fauzi (tengah) memaparkan tentang pengelolan dana haji, di Asrama Embarkasi Medan, Jumat (3/8). ( Foto-Agusman)
Ketua Dewan Pengawas BPKH, Yuslam Fauzi (tengah) memaparkan tentang pengelolan dana haji, di Asrama Embarkasi Medan, Jumat (3/8). ( Foto-Agusman)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jemaah calon haji (calhaj) Kota Padangsidimpuan yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini, berjumlah 324 jamaah. Dari jumlah tersebut, ada 40 petani yang berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Calhaj Kota Padangsidimpuan tergabung dalam Kloter 14/MES bersama calhaj Kota Medan dan dijadwalkan take off dari Bandara Kualanamu Deliserdang menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Minggu 5 Agustus 2018, sekira pukul 19.40 WIB.
Berdasarkan rinciannya pekerjaan para calhaj, yaitu ibu rumah tangga 80 orang, pedagang 73 orang, petani 40 orang, pensiunan 10 orang, BUMN/BUMD 6 orang, pelajar/mahasiswa 4 orang dan TNI/Polri 3 orang serta didominasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekitar 108 orang atau 33,33.
Demikian disampaikan Kasi Penyelanggara Haji dan Umrah (PHU) Kota Padangsidimpuan Iyong Syahrial, melalui Koordinator Humas, Imam Mukhair, kepada wartawan, Minggu (5/8).
Dia juga mengatakan, daftar tunggu (waiting list) calon jemaah haji Kota Padangsidimpuan berjumlah 5.250 orang sampai dengan tahun 2033 atau menunggu hingga 15 tahun kedepan.
“Rata-rata masyarakat Kota Padangsidimpuan yang mendaftar haji setiap tahunnya berjumlah 350 orang,” ungkapnya.
Terpisah, pembangunan aula utama Asrama Haji Medan Madinatul Hujjaz akan direalisasikan tahun ini dan ditargetkan akan rampung pada Desember 2018 dengan kapasitas mampu menampung 1.000 orang dari sebelumnya hanya 900 orang dengan luas bangunan dalam dari sebelumnya 1.400 meter persegi menjadi 1900 meter persegi.
Kepala UPT Asrama Haji Medan, Sutrisno menjelaskan, pembangunan ini sejalan dengan tugas pokok dan fungsi UPT dalam memberikan pelayanan khususnya kepada jemaah dan masyarakat dan pembenahan yang dilakukan menyelaraskan dengan kebutuhan yang ada.”Aula ini nantinya mampu menampung 1000 orang, ini sekaligus memberikan pelayanan kepada jemaah,” ujarnya, Minggu (5/8).
Karena itu, sebutnya, aula Madinatul Hujjaz akan memiliki 5 kamar di bagian belakang untuk petugas imigrasi, kesehatan dan bea cukai. Juga memiliki media center yang terpadu sehingga akan membantu tugas jurnalistik ketika dilaksanakan kegiatan besar, seperti haji setiap tahunnya dan lain lain.
Dijelaskan pada aula tersebut juga akan memperhatikan kebutuhan toilet yang sebelumnya masih kurang memadai. Akan dibangun10 toilet untuk pria dan 10 wanita sesuai anjuran pihak kesehatan yaitu dengan perbandingan 1:50 dengan asumsi jemaah haji sebanyak 500 orang.”Insha Allah pembangunan akan terlaksana bulan ini sehingga pada musim haji tahun depan sudah dapat digunakan,” pungkas Sutrisno.
net
SELEBRASI: Aubameyang merayakan gol ke gawang Lazio.
Arsenal menyambut bergulirnya Premier League pekan depan dengan modal positif. The Gunners membukukan kemenangan 2-0 atas Lazio pada laga uji coba di Friends Arena, Solna, Swedia, Minggu (5/8) dini hari WIB.
net SELEBRASI: Aubameyang merayakan gol ke gawang Lazio.
Sebelum ini, Arsenal memang sempat menelan kekalahan adu penalti dari Atletico Madrid pada turnamen International Champions Cup (ICC) 2018. Namun selepasnya, anak asuh Unai Emery sukses menang 5-1 atas Paris Saint-Germain dan unggul adu penalti dari Chelsea.
Dua kemenangan itu membuat Arsenal tampil percaya diri dalam laga uji coba terakhir sebelum memasuki musim baru Premier League. Tampil dengan perpaduan pemain utama dan youngster, The Gunners sudah membuka skor pada menit ke-18 oleh Reiss Nelson.
Meski tampil dominan, tapi Arsenal gagal menambah keunggulan sampai turun minum. Gol kedua Arsenal baru tercipta pada babak kedua, tepatnya menit ke-64 melalui Pierre-Emerick yang memaksimalkan umpan Alexandre Lacazette.
Lazio sebetulnya tampil menekan pada awal laga, tetapi malah kecolongan. Diawali bola tembakan Alex Iwobi yang membentur tiang, Reiss Nelson menyambarnya untuk membuka skor.
Pada sisa babak kedua, Lazio coba menekan demi mengejar defisit dua gol. Akan tetapi, tak ada gol tambahan tercipta hingga peluit panjang. Arsenal pun menang 2-0 sekaligus meraup modal positif sebelum mengarungi kompetisi resmi. (bbs/jpc/don)
Ketua DPRD Kabupaten Pakpak Bharat, Sonni P. Berutu, S.Th, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine bersama Sekda, Sahat Banurea, S.Sos, M.Si, perwakilan Forkopimda, pemuka masyarakat dan undangan lainnya, termasuk Ketua Panitia, Drs. H. Tekki Angkat pada pembukaan Pameran Pembangunan dan Pesta Rakyat. (Foto : Sumut Pos/Tamba Tinendung).
Ketua DPRD Kabupaten Pakpak Bharat, Sonni P. Berutu, S.Th, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine bersama Sekda, Sahat Banurea, S.Sos, M.Si, perwakilan Forkopimda, pemuka masyarakat dan undangan lainnya, termasuk Ketua Panitia, Drs. H. Tekki Angkat pada pembukaan Pameran Pembangunan dan Pesta Rakyat. (Foto : Sumut Pos/Tamba Tinendung).
PAKPAK BARAT, SUMUTPOS.CO – Semarak dan kemeriahan peringatan Hari Jadi ke-15 Kabupaten Pakpak Bharat terus berlanjut. Kali ini panitia menyelenggarakan Pameran Pembangunan dan Pesta Rakyat pada tanggal 4 s/d 6 Agustus 2018 di Lapangan Napasengkut, yang secara resmi dibuka pada Sabtu (4/8), oleh Ketua DPRD Kabupaten Pakpak Bharat, Sonni P. Berutu, S.Th, yang ditandai dengan penekanan tombol sirine bersama Sekda, Sahat Banurea, S.Sos, M.Si, perwakilan Forkopimda, pemuka masyarakat dan undangan lainnya, termasuk Ketua Panitia, Drs. H. Tekki Angkat.
Ribuan masyarakat tampak tumpah ruah sejak pagi sampai malam hari untuk menyaksikan beragam acara dan hiburan ditampilkan untuk mengisi acara secara nonstop, baik itu penampilan dari masing-masing OPD dan Kecamatan, UPT serta pengisi stand dari berbagai instansi sebanyak sekira 40 stand, peluncuran beragam aplikasi dan layanan, perlombaan dan pertandingan bagi masyarakat, penarikan undian berhadiah, serta puncak acara yang ditutup yang direncanakan menghadirkan artis ibukota Judika.
Ketua DPRD dalam sambutannya mengutarakan bahwa pameran pembangunan ini sangat bermanfaat untuk menjadi sarana promosi produk-produk daerah. “Dan alangkah lebih baik agar pameran ini dapat di-follow up sehingga masyarakat dapat merasakan apa yang telah disiapkan pemerintah”, sebutnya.
Tak lupa beliau mengajak seluruh hadirin dan masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat bersyukur atas pencapaian usia yang ke-15 ini, dan semoga Kabupaten Pakpak Bharat dijauhkan dari bencana. “Salah satu wujud syukur adalah pelaksanaan rangkaian acara mulai dari ziarah ke tugu pemekaran sampai dengan pelaksanaan pameran pembangunan ini, dan agar seluruh masyarakat dapat menyukseskannya termasuk turut berpartisipasi”, sambungnya seraya mengapresiasi sudah begitu banyak aplikasi dan inovasi yang diluncurkan termasuk pada pelaksanaan pameran pembangunan ini sehingga semakin mendekatkan pelayanan diberbagai sektor. “Harapannya adalah kita mempunyai semangat yang sama dalam pembangunan di Kabupaten ini”, pungkasnya.
Pemuka masyarakat yang juga tokoh pemekaran, B. Boangmanalu dan St. JH Manik, dalam kesempatan ini turut mengapresiasi pelaksanaan pameran pembangunan ini. “Ini merupakan kebanggaan Kabupaten Pakpak Bharat dalam usianya yang ke-15. Kiranya Kabupaten Pakpak Bharat semakin maju ke depannya. Selamat Hari Jadi ke-15 Kabupaten Pakpak Bharat”, ucapnya.
Rombongan tamu dan undangn juga melanjutkan acara dengan mengunjungi berbagai stand yang ada untuk melihat sejauh mana perkembangan pembangunan di Kabupaten Pakpak Bharat, termasuk layanan publik yang dilakukan. Berbagai pelayanan juga hadir di stand seperti pendaftaran Simpustaka secara online di stand Sekretariat Daerah, perekaman data kependudukan dan pencetakan KTP-KIA di stand Disdukcapil, pemeriksaan kesehatan di stand RSUD, dan sebagainya.(Tam)
SUMUTPOS.CO – Penolakan demi penolakan terjadi selama pelaksanaan imunisasi Measles dan Rubella (MR) Fase II berlangsung di Sumatera Utara (Sumut). Hal ini terjadi lantaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara sudah menegaskan imunisasi MR tidak bersertifikasi halal. Karenanya, MUI Sumut menolak vaksin MR itu. Namun, Dinas Kesehatan tetap ngotot memberikan vaksin MR.
Direktur LPPOM MUI Sumut Prof Dr Ir H Basyarudin mengatakan, tidak adanya sertifikat halal pada vaksin itu dikarenakan belum dilakukan audit terhadap vaksin MR. “Ini sifatnya massal. Jadi kita harus sampaikan ke masyarakat atas belum adanya label halal,” kata Basyaruddin.
Dikatakan Basyaruddin, pihak MUI pusat dan Kementerian Kesehatan RI akan melakukan pertemuan yang harus dilaksanakan segera. Tak hanya itu, MUI Sumut juga menunggu arahan dari MUI pusat terkait hal itu. “Sampai saat ini, kita masih menolak pemberian vaksin itu,” tegasnya.
Sekretaris Komisi Fatwa MUI Sumut, Akmaludin menyatakan, pihaknya menerima Surat dari MUI pusat. Ada 2 surat yang diterima, pertama surat penyangkalan atas pertanyaan vaksin MR sudah bersertifikasi halal, dan kedua, surat mendukung program imunisasi MR. Namun meminta kepada pemerintah mensertifikasi halal vaksin itu.”Kalau kita belum mengeluarkan surat atas hal itu. Rencananya di rapat rutin kita hari Selasa akan kita bahas, ” ujar Akmaludin. Akmaludin menilai tak masalah untuk menunda, sampai vaksin itu diaudit agar tidak ada keraguan di masyarakat lagi.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut menegaskan tidak ada penundaan pelaksanaan Imunisasi MR Fase II di Sumut. Namun, kepada orangtua yang enggan anaknya mendapat Imunisasi MR lantaran berkembang informasi negatif tentang program nasional ini, itu mejadi hak untuk menunda imunisasi.
“Pada dasarnya ini perintah dari pusat dan kami di Dinkes Sumut tidak ada melakukan penghentian Imunisasu MR Fase II. Tapi karena banyak timbul kegaduhan, bagi orangtua yang enggan anaknya dilakukan Imunisasi MR, kita akan tetap melakukan advokasi kembali,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Imunisasi Dinkes Sumut, Suhadi, kepada Sumut Pos, Minggu (5/8).
Menurutnya, memang selama dilaksanakannya Imunisasi MR Fase II terjadi kegaduhan, mulai dari kabar imunisasi tersebut menimbulkan efek samping seperti lumpuh ditambah lagi belum adanya label halal terkait keberadaan vaksin itu.
“Tapi kita tetap lakukan imunisasi khususnya pada Agustus ini ke sekolah-sekolah. Namun, bagi orangtua yang masih ragu, silahkan menunda sambil menunggu keputusan dari MUI. Jadi, tanggal 8 Agustus ini digelar pertemuan dengan MUI,” ungkapnya.
Menurutnya, akan diadakan pertemuan antara Kemenkes dengan MUI. Hal ini terkait terjadinya kegaduhan pada pelaksanaan Imunidasi MR Fase II di luar Pulau Jawa. “Apa hasilnya, nanti kita tunggu saja rekomendasi dari MUI. Tapi yang pasti, untuk di Sumut Imunisasi MR masih tetap berjalan, tidak ada dihentikan,” pungkas Suhadi.
Sementara itu, Ketua IDI Sumut, Dr Edy Ardiyansah M. ked (OG), SP.OG(K) yang dikonfirmasi terkait kekisruhan terkait Imunisasi MR Fase II tidak mau banyak berkomentar. Dia mengatakan juga menunggu pertemuan antara Kemenkes dengan MUI yang akan berlangsung pada 8 Agustus mendatang. “Kalau soal itu (Imunisasi MR Fase II) saya belum bisa banyak komentar. Nantilah tunggu pertemuan dengan MUI apa hasilnya,” kata Edy.
MUI Binjai Minta Tunda
Sedangkan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kota Binjai meminta agar Pemerintah Kota Binjai menunda pelaksanaan program nasional tersebut.
Menurut Ketua DP MUI Kota Binjai, HM Jamil Siahaan, produk vaksin yang digunakan itu belum terjamin status kehalalannya. “Masalah vaksin ini tidak sederhana. Terkait dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal, masalah vaksin ini melanggar UU tersebut, tidak memastikan kehalalannya atau sertifikasi halal,” ujarnya.
Karenanya, dia meminta Pemko Binjai menunda pelaksanaan tersebut. Selain itu, penegak hukum wajib bertindak karena ada pihak yang melanggar UU. “Jika ini proyek yang melanggar UU atau ada unsur lain berupa penyimpangan keuangan atau lainnya, maka KPK mesti turun tangan,” sambungnya.
Menurut dia, penundaan tersebut dilakukan demi kebaikan bersama. Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) KH Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Kota Binjai ini menambahkan, pelaksanaan imunisasi untuk pencegahan penyakit campak dan rubella memang dibutuhkan.
Hanya saja, dia menilai kebijakan penggunaan produk vaksin tertentu, harus terlebih dahulu melalui sejumlah prosedur pengujian. Itu dilakukan demi mengetahui kandungan, kelayakan penggunaan, tingkat higienitas, keamanan, dan efek sampingnya bagi manusia.
Dengan kata lain, sambung Jamil, Pemerintah harus mampu menjamin setiap produk vaksin yang digunakan masyarakat adalah produk medis yang halal, serta terbebas dari kontaminasi zat kimia berbahaya. “Artinya, jika memang pelaksanaan program nasional Imunisasi MR terindikasi melanggar undang-undang, dengan mengenyampingkan status kehalalan produk vaksin, maka pihak berwajib harus melakukan tindakan hukum,” kata Jamil.
Di Binjai, ada 70.809 anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun mendapat kampanye imunisasi Measles dan Rubella (MR) oleh Pemerintah Kota Binjai. Pencanangan kampanye imuniasi MR ini dibuka oleh Wali Kota Binjai, H Muhammad Idaham di Sekolah Dasar Negeri 024772, Jalan Bejomuna, Kelurahan Datarantinggi, Binjai Timur, Rabu (1/8).
Sedangkan Dinas Kesehtan (Dinkes) Kabupaten Asahan menunda pelaksanaan imunisasi campak/measles dan rubella kepada anak-anak. Kepala Dinkes Asahan, dr Aris Yudhariansyah mengatakan, untuk sementara Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan menunda pemberian imunisasi hingga 8 Agutus 2018. Hal ini berdasarkan keputusan Mejelis Ulama Indonesia.
Sementara itu, Ketua MUI Kabupaten Asahan, H Salman Abdullah Tanjung menyebutkan, MUI Kabupaten Asahan telah mengeluarkan surat untuk Dinkes Asahan agar pelaksanaan program imunisasi MR ditunda sementara sambil menunggu petunjuk dari MUI pusat.”Kita sudah keluarkan suratnya. Surat kita berdasarkan MUI Pusat prihal vaksin MR yang belum terdaftar ke halalnya,” kata Salman.
Namun berbeda di Kabupaten Langkat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kabupaten Langkat menggelar kegiatan kampanye imunisasi Measles-Rubella (MR), dilaksanakan di Gedung Sekolah Dasar (SD) Negri No: 053973 Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat.
Kadis Kesehatan dr.Sadikun Winanto, menjelaskan harus dilakukan iminisasi MR, sebagai upaya secara masal untuk mencegah Campak dan Rumbella yang diberikan kepada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun.
“Ingat ya bu, samapaikan hal ini kepada sanak saudara dan jiran tetangga, untuk melakukan imunisasi, jangan takut dikenakan biaya karena imunisasi MR ini gratis bantuan dari pemerintah,” ujarnya, Jumat (3/8).
Kata dia, rumbella dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan meliputi kelainan pada jantung dan mata, serta ketulian dan keterlambatan perkembangan. Sedangkan akibat dari campak, dapat menyebakan komlikasi yang serius, seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk bahkan kematian.
“Untuk itu agar anak kita tidak terkena campak dab rubella, maka kita harus melakukan iminisasi kepada anak kita ya buk, agar anak kita dapat tumbuh berkembang dengan sehat dan normal,” ajaknya.
Pada kegiatan itu juga, terlihat dr.Sadikun Winanto, memberikan suntikan imunisasi kepada 12 siswa Sekolah Dasar secara simbolis, sedangkan total keseluruhan siswa SD Negri No: 053973 yang di imunisasi sebanyak 202 siswa. Selain itu Dinkes juga malakukan imunisasi di 5 SD yang ada di Desa Sendang rejo Kec.Binjai, pada hari itu juga.
Sebagaimana diberitakan, Imunisasi MR Fase II digelar di Pulau Sumatera serentak di 28 provinsi luar Pulau Jawa mulai 1 Agustus 2018. Pelaksanakan imunisasi MR fase II dilakukan selama dua bulan.
Kampenye imunisasi MR fase II menyasar sebanyak lebih dari 35 juta anak berusia sembilan bulan hingga 15 tahun. Mereka tersebar di 52.482 desa di 4.884 kecamatan di 395 kabupaten/kota yang berada di 28 provinsi.
Pemerintah mengerahkan ribuan tim kesehatan dari 6.369 puskesmas untuk menjangkau sekolah-sekolah. Pelaksanaan kegiatan imunisasi dilakukan di puskesmas dan sekolah.
Selama masa kampanye, imunisasi MR diberikan secara massal tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Sebab, hal itu merupakan upaya memutus transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat.
Pemerintah menargetkan 95 persen di cakupan tingkat wilayah bisa terimunisasi. Dengan target cakupan imunisasi yang tinggi, ia optimistis terbentuk kelompok masyarakat yang kebal (herd immunity) terhadap campak dan rubella.
Terkait banyaknya pihak yang meragukan vaksin Measles Rubella (MR) oleh pemerintah melalui program massal, kalangan legislatif mengaku banyak dipertanyakan oleh masyarakat atau konstituennya soal sertifikasi halal dan larangan bagi sebagian masyarakat khususnya yang muslim.
Anggota Komisi E DPRD Sumut Iskandar Sakti Batubara mengatakan bahwa dirinya juga menganggap perlu ada penundaan dan kajian sementara sebelum vaksin tersebut diberikan kepada anak-anak usia 6 bulan-15 tahun melalui program imunisasi campak rubella tersebut. Hal ini karena setelah 2017 lalu dijalankan, sertifikat halal dari MUI menjadikan masyarakat ragu.
“Memang bagus juga kalau begitu (penundaan) agar jelas semuanya. Karena sertifikat halal itu penting, agar yang disuntikkan itu bebas dari bahan yang dilarang agama Islam,” ujarnya.
Senada disampaikan Anggota Komisi E DPRD Sumut Ahmadan Harahap. Menurutnya MUI sebagai lembaga yang memberikan sertifikasi halal kepada produk makanan dan obat-obatan, harusnya aktif melakukan pemeriksaan dan uji apakah produk yang dihasilkan benar-benar bebas dari bahan yang diharamkan dalam Agama Islam.
“Kehalalan makanan itu dalam Islam adalah keharusan. Vaksin ini kan sesuatu yang dikonsumsi juga, termasuk seperti makanan, karena dia masuk ke dalam tubuh. Makanya MUI kita minta benar-benar mengantisipasi ini. Undang-undang 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal,” pungkasnya. (ain/dvs/ted/bam/omi/bal)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Banyak bakal calon (bacaleg) yang ingin bersaing pada Pileg 2019, belum melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hingga Minggu (5/8) malam, baru 17 orang yang melaporkan LHKPN. Dari daftar tersebut, Darmayanti Lubis menjadi bacaleg DPD RI terkaya Dapil Sumut.
LHKPN merupakan salah satu syarat untuk ikut pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Menurut LHKPN yang dilansir KPK, dari 17 orang tersebut, sebagian besar sudah diumumkan lengkap, tapi masih ada yang perlu perbaikan.
Dari daftar tersebut, Darmayanti Lubis menjadi bacaleg DPD RI terkaya Dapil Sumut. Bacaleg petahana tersebut memiliki kekayaan mencapai Rp16,313 miliar. Posisi kedua ditempati oleh Willem TP Simarmata. Mantan Ephorus HKBP tersebut memiliki kekayaan senilai 13,448 miliar.
Bacaleg petahana Parlindungan Purba berada di posisi ketiga. Pria yang juga berprofesi sebagai pengusaha kesehatan dan pendidikan itu memiliki kekayaan mencapai Rp10,694 miliar. Badikenita Sitepu yang sempat bersaing pada Pileg 2014 silam, berada di posisi keempat dengan kekayaan mencapai Rp6,904 miliar.
Namun tidak semua Bacaleg DPD RI dapil Sumut kaya. Salah satu bacaleg Syamsul Hilal hanya memiliki kekayaan sebesar Rp4,6 juta. Bahkan Dadang Darmawan memiliki kekayaan minus atau terhutang Rp158 juta. Sedangkan Marnix Sahata Hutabarat, Solahuddin Nasution dan Sultoni Trikusuma tercatat belum melaporkan kekayaannya.
Dadang Darmawan Pasaribu yang memiliki kekayaan minus Rp158 juta mengatakan, baginya, modal kuat itu ada pada teman-teman.”Itu memang benar. Saya kan pernah menjaminkan SK PNS saya ke bank untuk biaya hidup. Jadi itu mungkin tercatat di perbankan saya ada pinjaman. Itu biasa kalau PNS menjaminkan SK-nya. Jadi itu sekarang ada di bank,” ujar Dadang Darmawan Pasaribu kepada wartawan saat dihubungi, Minggu (5/8).
Kata Dadang, pinjaman tersebut memang sudah ada sejak sebelum dirinya mencalonkan diri untuk maju menjadi calon anggota DPD RI periode 2019-2024. Tanggungan itu pun akan dilunasi bertahap dengan mencicil.
“Awalnya menurut saya itu tidak dilaporkan, karena namanya pinjaman kan, bukan kekayaan. Tetapi ternyata itu juga jadi laporan. Apalagi kita kan tidak boleh memberikan laporan palsu,” kata Dadang.
Dadang pun mengaku terkejut atas rilis yang dikeluarkan KPK RI terkait jumlah harta kekayaan milik bakal calon anggota DPD RI se-Indonesia. Sebab data dari laman KPK itu katanya mengungkapkan balon terbanyak harta kekayaannya, bahkan yang statusnya minus (terhutang).
Meskipun begitu, pencalonan dengan modal sangat terbatas, bagi Dadang perjuangan meraih kursi anggota DPD RI harus terus berjalan. Sekalipun dirinya sudah mengundurkan diri dari status pegawai negeri sipil (PNS) sebagai dosen Universitas Sumatera Utara (USU), namum mantan Ketua Badko HMI Sumut ini tak gentar menghadapi belasan pesaing lainnya.
“Yang saya hadapi ini adalah orang-orang hebat. Sementara saya, hanya punya modal teman-teman. Karena kalau harta kekayaan, sangat terbatas, mungkin kalian sudah tahu,” pungkasnya.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara menegaskan, penyerahan berkas Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) untuk Dewan Perwakilan Daerah (DPD) wajib disampaikan paling lama tujuh hari setelah calon bersangkutan terpilih.
“Jadi tidak merupakan syarat mutlak saat ini bagi semua bakal calon. Dan itu masih lama. LHKPN untuk DPD diwajibkan nanti paling lambat 7 hari setelah penetapan calon DPD terpilih,” kata Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga, Minggu (5/8).
Di samping wajib disampaikan kepada KPU Sumut, kata Benget, LHKPN juga harus diserahkan semua DPD terpilih ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jika setelah si calon terpilih sampai batas waktu yang ditentukan tak kunjung menyerahkan LHKPN tersebut, maka KPU akan merekomendasikan agar calon tersebut tidak dilantik. “Memang nantinya LHKPN ini wajib mereka sampaikan ke kami. Paling lama tujuh hari setelah terpilih. Tapi untuk syarat pencalonan, itu (LHKPN) tidak ada,” terangnya.
Lantas apakah dengan calon petahana yang terpilih lagi, masih wajib menyerahkan LHKPN? “Yang petahana kan tentu sudah melaporkan. Bisa dicek di KPK datanya,” jawab Benget seraya menyebut bahwa kewajiban ini sesuai dengan PKPU No.21/2018 tentang Perubahan PKPU No.14/2018 tentang Pencalonan DPD.
Saat ini, KPU kabupaten/kota di Sumut sedang melakukan verifikasi faktual terhadap syarat dukungan (Syadu) seluruh balon DPD untuk Pileg 2019, yang sebelumnya diserahkan oleh KPU Sumut. Setelah itu sesuai tahapan, pada 27-29 Agustus 2018, KPU Sumut akan menyampaian berita acara hasil verifikasi faktual perbaikan Syadu kepada calon DPD. Kemudian pada 29-31 Agustus 2018, KPU Sumut menyampaian berita acara hasil verifikasi faktual perbaikan Syadu balon DPD kepada KPU RI. “Jadi tahapannya masih panjang. Untuk LHKPN memang diwajibkan setelah si calon terpilih,” pungkasnya.
Berdasar hasil rapat pleno KPU Sumut atas perbaikan Syadu DPD beberapa waktu lalu, terdapat 18 balon yang sudah dinyatakan Memenuhi Syarat (MS). Yakni Abdul Hakim Siagian, Ali Yakub Matondang, Badikenita Br Sitepu, Dadang Darmawan, Darmayanti Lubis, Dedi Iskandar Batubara, Faisal Amri, M Nuh, M Nursyam, Marnix Sahata Hutabarat, Parlindungan Purba, Pdt. EWP Simarmata, Raidir Sigalingging, Solahuddin Nasution, Sultoni Trikusuma, Sutan Erwin Sihombing, Syamsul Hilal, dan Tolopan Silitonga.
Salah seorang balon DPD RI asal Sumut, Solahuddin Nasution mengungkapkan, dirinya akan mengikuti semua ketentuan berlaku selama proses penetapan calon DPD ini. Termasuk jika nantinya terpilih sebagai anggota DPD pada pesta demokrasi mendatang untuk periode 2019-2024. “Kalau itu (LHKPN) memang suatu kewajiban, tentu saya akan penuhi,” katanya.
Saat ini, ungkap Solahuddin, dirinya masih mengalami kekurangan Syadu di beberapa kabupaten/kota sebanyak 60 KTP elektronik (KTP el), hasil verifikasi faktual KPU Sumut tahap pertama.
“Jadi kemarin saya sudah serahkan 600 Syadu untuk menutupi kekurangan tersebut dari enam kabupaten. Datanya juga sudah dicek ke dalam DPT (Daftar Pemilih Tetap) oleh KPU. Dan saat ini lagi berjalan verifikasi faktual di lapangan sampai 12 Agustus,” katanya.
Ia optimis dengan penambahan 600 Syadu justru sudah melebihi dari kekurangan yang ada sebelumnya. Terlebih untuk penyebaran Syadu minimal 17 kabupaten/kota, dirinya mampu melampaui hal tersebut dimana penyebaran tersebut sampai ke 30 kabupaten/kota.
Untuk diketahui, pelaporan LHKPN telah sesuai dan wajib dilakukan karena telah diatur dalam Peraturan KPU No. 14/2018 Pasal 60 angka (1) huruf u yang berbunyi, bahwa perseorangan peserta Pemilu dapat
menjadi bakal calon perseorangan peserta Pemilu Anggota DPD setelah memenuhi persyaratan telah melaporkan kekayaannya kepada instansi yang berwenang memeriksa laporan kekayaan penyelenggara negara.
Lalu berdasarkan Peraturan KPK Nomor 07/2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan Pemeriksaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara dimana penyampaian LHKPN wajib disampaikan setiap satu tahun sekali dan disampaikan paling lambat 31 Maret. Oleh karena itu KPK mengingatkan kembali kepada seluruh Wajib LHKPN untuk segera menyampaikan LHKPN secara online melalui elhkpn.kpk.go.id paling lambat 31 Maret setiap tahunnya.
Bagi Wajib LHKPN yang belum memiliki akun e-Filing dapat menghubungi Admin Instansi masing-masing. Sementara khusus untuk Wajib LHKPN yang telah melaporkan LHKPN dengan tahun pelaporan 2017 maka pelaporan selanjutnya dapat dilakukan pada 2019 dengan posisi harta per 31 Desember 2018. Adapun dokumen pendukung lampiran yakni Surat Kuasa (PN, pasangan dan anak tanggungan) wajib ditandatangani basah setiap nama yang tercantum dalam surat kuasa diatas materai Rp6.000 dan segera dikirimkan ke KPK. Sedangkan untuk dokumen terkait lembaga keuangan (surat berharga, kas dan setara kas, harta lainnya) dapat langsung diupload di aplikasi e-Filing.
Sekretaris DPD Partai Hanura Sumatera Utara (Sumut) Edison Sianturi mengaku bahwa pihaknya tidak menerima informasi terkait keharusan para bacalegnya menyerahkan LHKPN sebagai syarat pencalonan. Karena itu, hingga sekarang tidak ada imbauan kepada calon mereka untuk itu.
“Tidak ada kita diminta itu. Karena kan pendafaran sudah selesai untuk pemberkasan administrasi. Sejak awal yang disyaratkan memang tidak ada laporan harta kekayaan,” ujar Edison kepada wartawan, Minggu (5/8).
Pun begitu, menurutnya kalau LHKPN itu merupakan syarat wajib setelah proses administrasi selesai, maka pihaknya akan memenuhi kewajiban tersebut. Sehingga untuk saat ini, Partai Hanura sendiri merasa telah menyelesaikan syarat yang diminta.
Senada dengan itu, Sekretaris DPW PKS Sumut Abdul Rahim Siregar menyebutkan bahwa mereka juga tidak diminta menyerahkan LHKPN sebagai syarat pendaftaran bacaleg mereka. Hanya saja dalam hal kewajiban, menurutnya para bacaleg di Pileg 2019 yang merupakan petahana, memang diharuskan menyerahkan laporan dimaksud. Bahkan bagi yang tidak mencalonkan diri.
“Kalau yang masih duduk sekarang, ya mereka kan memang melaporkan harta kekayaannya setiap tahu. Tetapi yang bukan petahana, nanti setelah terpilih baru diwajibkan menyerahkan LHKPN,” katanya.
Sementara Pengamat Politik dan Pemerintahan UMSU Rio Affandi Siregar menyebutkan jika persoalan banyaknya anggota legislatif yang belum menyerahkan LHKPN adalah karena beberapa hal. Pertama terkait pandangan sejumlah kalangan masyarakat yang menganggap bahwa laporan dimaksud untuk mengetahui data terkait pajak dan potensinya.”Karena itu banyak yang menganggap nggak penting kalau penghasilan atau hartanya sedikit. Jadi tidak begitu antusias orang melapor hartanya,” kata Rio.
Namun untuk anggota legislatif yang terkesan malam melaporkan harta kekayaannya, Rio beranggapan bahwa aturan yang ada belum memberikan efek jera bagi pelanggar. Sehingga terkesan, regulasinya hanya sebatas mengatur kewajiban tanpa ada sanksi tegas yang memberatkan.
“Kalau misalnya sanksi itu sampai kepada penundaan pembayaran gaji atau tunjangan lainnya, mungkin bisa berpengaruh pada tingkat kepatuhan. Sebab kalau itu kan menyangkut penghasilan juga, jadi mau tidak mau, mereka akan melaporkan harta kekayaannya tepat waktu,” pungkasnya.
Sementara itu, Pengamat politik Agus Suryadi mengapresiasi para bacaleg DPD RI dapil Sumut yang telah melaporkan LHKPN. Sebab dengan demikian, masyarakat bisa melihat berapa kekayaan bacaleg yang akan dipilihnya. “Dengan melaporkan LHPKN, masyarakat bisa melihat kekayaan para caleg,” ujarnya.
Agus menjelaskan, untuk bersaing pada Pileg 2019 mendatang dibutuhkan modal cukup banyak. Apalagi caleg DPD RI akan sosialisasi di 33 kabupaten/kota, sehingga membutuhkan biaya cukup besar. “Itulah bedanya DPR dan DPD. Kalau DPD harus sosialisasi di 33 kabupaten/kota. Tentu akan membutuhkan biaya cukup besar,” tambahnya.
Pengamat dari USU ini memperkirakan, beberapa sosok yang tercatat memiliki kekayaan pas-pasan mungkin maju dengan mengusung konsep idealis. Agus memprediksi para sosok tersebut masih akan sulit untuk terpilih. “Apalagi tiga petahana akan kembali bersaing,” pungkasnya. (prn/bal)
Nama Bacaleg Status Harta
Darmayanti Lubis Diumumkan Lengkap 16.313.715.673
Willem TP Simarmata Diumumkan Lengkap 13.448.970.917
net
BEK: Mattia Caldara (kanan) potensi bek masa depan.
AC Milan dinilai telah melakukan kebijakan transfer yang sangat jenius. Mereka menjual Leonardo Bonucci ke Juventus seharga 35 juta euro plus mendapatkan bek muda Timnas Italia, Mattia Caldara.
net BEK: Mattia Caldara (kanan) potensi bek masa depan.
Menurut Leonardo Araujo, keberadaan Caldara sangat menguntungkan buat I Rossoneri. Sebab bakatnya sedang meningkat pesat dan dirinya disebut-sebut sebagai salah satu bek tangguh masa depan Timnas Italia.
“Kesepakatan ini berada dalam ruang lingkup yang positif. Saya pikir ini keputusan terbaik untuk kedua pihak (Juventus dan AC Milan),” kata Leonardo selaku Manajer Milan.
“Caldara merupakan salah satu bek yang memiliki gaya permainan modern. Atalanta sebagai klub yang meminjamnya dua musim terakhir sukses membangun mental pemainnya.
Dia kuat dan pandai membaca serangan lawan. Dia akan bergabung dengan bek muda lainnya seperti Andrea Conti, Alessio Romagnoli, dan Davide Calabria. Mereka pemuda yang sangat hebat. Saya yakin mereka bisa membangun pertahanan kokoh hingga bertahun-tahun,” jelas Leonardo yang dikutip dari Football Italia.
Mantan pelatih Inter Milan tersebut yakin Caldara akan tampil lebih baik dari Bonucci. Saat ini Bonucci memang dipandang sebagai salah satu bek hebat yang ada di dunia. Namun Leonardo yakin, jejak Bonucci akan diikuti oleh juniornya.
“Soal Bonucci, kita harus akui kalau dirinya merupakan salah satu pemain bertahan terbaik di dunia. Tapi segalanya bisa berubah cepat dalam sepak bola. Sudah waktunya mengevaluasi banyak hal. Sekarang Bonucci memang hebat, tapi Mattia Caldara adalah masa depan. Saya melihat potensi itu ada pada Mattia,” tegas Leonardo.
Oleh Milan, Caldara dikontrak hingga 30 Juni 2023. Dirinya bakal mengenakan kostum warisan Thiago Silva dengan nomor punggung 33. (bep/jpx/son)
doni hermawan/sumut pos
HADANG: Rachmad Hidayat dihadang pemain Bhayangkara FC pada duel di Stadion PTIK, Jakarta.
Hasil buruk di Liga 1 sejenak harus dilupakan PSMS. Ayam Kinantan harus mengalihkan fokusnya ke Piala Indonesia yang akan digelar di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Rabu (8/8) mendatang. PSMS ditantang klub Liga 3 asal Aceh, Kuala Nanggroe.
doni hermawan/sumut pos HADANG: Rachmad Hidayat dihadang pemain Bhayangkara FC pada duel di Stadion PTIK, Jakarta.
PSMS tentu harus fokus. Meskipun menghadapi tim yang berada dua kasta di bawahnya, PSMS tabu untuk terlalu percaya diri.
Asisten Pelatih PSMS, Suharto AD mengatakan PSMS juga harus berjuang menghadapi jadwal padat. Pasalnya dalam waktu sepekan mereka harus menjalani tiga laga. Sebelumnya mereka baru menjalani laga kontra Bhayangkara, Jumat (3/8) dan sudah ditunggu Persija 12 Agustus mendatang.
“Yang jelasnya kita ada dua agenda untuk Piala Indonesia dan kompetisi main lawan Persija nanti. Kita tetap selalu menekankan pada pemain harus menang, apalagi itu tim Liga 3, jadi sekalian mempersiapkan tim utk lawan Persija,” ucap Suharto saat dihubungi, Minggu (5/8).
Apalagi menurut Suharto, tim-tim Liga 3 akan sangat bersemangat untuk menumbangkan PSMS. Untuk itu timnya harus tetap waspada. “Pasti mereka bersemangat. Kalau kita lihat tim-tim Liga 1 lain juga tidak menang mudah atas lawannya. Bahkan ada yang sampai adu penalti,” ujarnya.
Kemenangan juga akan mengembalikan rasa percaya diri skuad yang sempat down karena dua kekalahan beruntun. Apalagi ada tekanan dari suporter.
Sebelumnya Pelatih Peter Butler meliburkan latihan dua hari agar para pemain bisa beristirahat. Rencananya PSMS kembali berlatih pada Senin (6/8) dan akan bertolak menuju Aceh, Selasa (7/8). Dari Aceh PSMS akan langsung terbang ke Bantul.
“Ya rencananya begitu, kita langsung ke Bantul. Tapi sebagian pemain juga nanti ada yang berangkat dari Medan. Kita berharap pemain bisa jaga kondisinya dengan baik karena jadwal padat ini,” ucapnya.
Piala Indonesia saat ini masih di babak 128 besar ini. Tim-tim Liga 1 lain sudah menuntaskan laganya dan semuanya berhasil melaju.
Jika PSMS menang, akan lanjut pada babak 64 besar. Beberapa tim dari Zona Sumatera sudah menunggu. Termasuk PS Keluarga USU, tim Liga 3 asal Sumut yang lebih dulu berhasil lolos. (don)
batara/sumut pos
JUARA: PSDS pertahankan gelar juara Liga 3 Sumut.
PSDS Deliserdang berhasil mempertahankan gelar juara Liga 3 Zona Sumut. Traktor Kuning, julukan PSDS menumbangkan Medan Utama FC dengan skor 3-1, di Stadion Teladan, Medan, Minggu (5/8).
batara/sumut pos JUARA: PSDS pertahankan gelar juara Liga 3 Sumut.
Anak asuh Ansyari Lubis langsung percaya diri sejak awal. Terbukti menit kedelapan, PSDS sudah unggul lebih dulu lewat Muhammad Irsan.
Dengan memanfaatkan kelemahan barisan pertahanan Medan Utama FC yang dikordinir kapten tim M Biondi Lubis. Second striker PSDS Purnomo berhasil memperlebar jarak, pada menit ke 15. Pur-nomo berhasil memperdaya kiper Indra Hermawan, Medan Utama FC. PSDS unggul dua gol. PSDS semakin menjauh lewat gol Muhammad Yassir sebelum turun minum. Skor 3-0 di paruh pertama.
Di babak kedua, Medan Utama FC bermain ngotot. Namun PSDS tetap mendominasi. Medan Utama baru berhasil mencetak gol pada menit ke-86 lewat Jecky Pasarella. Namun sudah terlambat bagi Medan Utama untuk mengejar. Malah mereka harus kehilangan Galuh Merdiko Putro yang diusir wasit Jainul Jefri Lubis karena pelanggaran keras. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang.
Sukses PSDS semakin sempurna karena pemainnya M Yassir Azis berhasil menjadi top skor tim dengan mencetak 12 gol. Pelatih PSDS Ansyari Lubis, kemenangan timnya karena mampu bersabar menunggu momentum yang tepat. “Awal pertandingan anak anak bermain dengan sabar. Tetapi melihat momen untuk menyerang. Hasilnya menit kedelapan ada gol. Medan Utama FC juga bagus buktinya bisa masuk k final.Kebetulan PSDS secara tim solid,”ucapnya.
Ke depannya menghadapi babak regional, Ansyari akan melakukan pembenahan terutama pada bagian sayap. Dan barisan perta-hanan. “Ini adalah perjuangan awal kami untuk lolos ke liga 2. Saya apresiasi kerja keras semua pemain dan strategi yang saya intruksikan bisa dijalankan dengan baik,” ucap Ansyari Lubis.
Sementara itu Ketua Umum PSDS Khairum Rezal mengatakan keberhasilan PSDS memperta-hankan juara adalah bentuk keberhasilan pembinaan sepakbola Kabupaten Deliserdang.”Saya berharap kabupaten kota yang memiliki stadion agar memiliki tim sepakbola. Sehingga Sumatara Utara sebagai lumbung sepakbola nasional kembali mampu menyumbangkan anggota timnas,”terangnya.
Selain itu, Khairum tak lupa ber-terikasih kepada seluruh pengurus PSDS yang bersusah payah agar PSDS mampu mempertahankan juara.”Saya ucapkan terima kasih atas doa warga Deliserdang sehingga PSDS mampu merebut juara lagi,”ucapnya.
Sementara ketua Asprov PSSI Sumut Kodrat Shah saat menutup pelaksanaan Liga 3 Zona Sumut, mengucap selamat kepada seluruh peserta klub yang telah tampil sebagai juara. Namun, bagi tim yang belum juara jadikan pelajaran untuk bisa tampil lebih baik di tahun depan.
“Kita berharap dari ketiga tim yang lolos ke tingkat regional dan pusat, paling tidak dari Sumut ini ada satu tim lagi ke liga 2,” harap Kodrat. (btr/don)
doni hermawan/sumut pos
AMUK: Manajer PSMS jadi sasaran amuk suporter.
KEKALAHAN 1-3 dari Bhayangkara FC di Stadion PTIK, Jakarta, Jumat (3/8) membuat situasi kurang kondusif. Suporter melampiaskan kekecewaan karena kekalahan timnya dengan melontarkan makian dan lemparan botol air mineral kepada manajemen dan tim.
doni hermawan/sumut pos AMUK: Manajer PSMS jadi sasaran amuk suporter.
Terutama kepada manajer tim, Tengku Edriansyah Rendy. Putra Wali Kota Medan itu menjadi sosok yang paling ramai dihujani lemparan. Buntutnya Rendy emosi dan mengacungkan jari tengahnya usai dilempari dan dimaki.
“Iya saya minta maaf. Saya khilaf, dicaci, dimaki, dan dilempar. Jadi spontan saja seperti itu,” kata Rendy, Sabtu (4/8).
Menurut Rendy jari tengah itu diacungkannya bukan kepada seluruh fans yang hadir. Melainkan oknum-oknum yang melemparnya dengan botol air mineral. “Bukan ke suporternya, tapi lebih kepada orang yang melempar saya. Pastinya nampak la yang ngelempar. Ada banyak jadi saya minta maaf,” ungkapnya.
Apalagi menurut Rendy itu menjadi puncak kekesalannya karena dihujat sepanjang laga. Sejak sebelum laga saat dirinya masuk ke lapangan dia terus disorakin.
Rendy juga mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada para petinggi jika memang dirimu dievaluasi. “Saya siap dengan segala konsekuensi. Tapi saat ini, masih tetap lanjut di tim,” tegasnya.
Rendy mengaku masih tetap optimis tim bisa bangkit. “Kita juga enggak mau tim kalah. Tetap optimis tim bisa keluar dari zona degradasi,” pungkasnya.
Sebelumnya Pelatih PSMS, Peter Butler juga mengaku kesal karena salah seorang oknum suporter memakinya dengan kata-kata kasar. (don)
doni hermawan/sumut pos
BINCANG: Asrul berbincang dengan Sahari Gultom.
Duel PSMS kontra Bhayangkara di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (3/8) malam menjadi kesempatan bagi artis peran, Asrul Dahlan Lubis untuk melepaskan kerinduannya menonton langsung PSMS. Pasalnya sudah lama dia tidak menonton langsung Ayam Kinantan berlaga.
doni hermawan/sumut pos BINCANG: Asrul berbincang dengan Sahari Gultom.
“Sudah 25 tahun saya tidak nonton PSMS. Jadi baru inilah ada kesempatan PSMS main di Jakarta dan saya harus nonton. Rindu sekali,” kata Asrul saat menyambangi hotel tempat tim menginap jelang laga.
Pemeran sinetron religi, Para Pencari Tuhan itu memang merupakan pecinta PSMS sejak kecil. Lahir di Tanjungmorawa, Asrul sering menonton langsung PSMS berlaga di Stadion Teladan. “Yang jelas karena saya anak Medan. Bahkan dulu bersama keluarga nontonnya.
Masih zaman Perserikatan. Di samping itu saya kenal beberapa klub Medan lain seperti Bintang Utara, Sinar Medan, Perisai. Itulah yang mendorong ,saya kenapa begitu antusias PSMS main di sini,” ujarnya.
Bagi Asrul jika menyebut kata Medan hanya dua hal yang teringat. “Pertama duren dan yang kedua PSMS. Dua itu saja yang lain tak usah disebut,” tambahnya.
Asrul juga tak segan untuk meminta foto dengan beberapa pemain PSMS. Bertemu pelatih kiper Sahari Gultom, keduanya saling meminta foto. Dia juga minta foto bareng dengan Muhammad Roby. “Kan awak yang fans PSMS. Awak dong yang minta foto,” ujar pemeran Tendangan si Madun itu sambil tertawa.
Suami dari Riarma Yuniarti Simanjuntak itu lalu berbincang akrab dengan Sahari Gultom yang dulu sering ditontonnya di Stadion Teladan. “Zaman Sahari Gultom pun saya sering nonton. Lebih jauh dari itu sejak kecil saya juga sudah nonton zaman Jamaluddin Hutauruk. Medan lagi jaya-jayanya itu. Jadi saya ni bukan suporter karbitan. Suporter abadi lah bisa dibilang,” kata alumni SMA Pancabudi itu.
Bersama rekan seprofesinya, Isa Bajaj yang merupakan pendukung Persebaya, Asrul memang sangat mendukung sepak bola Indonesia. Meski di klub berbeda mereka sama-sama mencintai sepak bola negeri ini.
“Ya, dia Persebaya, saya PSMS. Yang terpenting bagaimana kami mengapresiasi sepak bola Indonesia. Kami bahkan sudah janjian. Rencananya kalau PSMS main lawan Persebaya di Medan kami bakal nonton bareng,” ujarnya.
Asrul juga punya pesan positif untuk suporter PSMS agar terus mendukung tim dengan cara-cara yang sportif. Dia berharap PSMS juga punya anthem yang bisa dinyanyikan satu stadion. “Yang penting harus terus meningkatkan kreativitas. Jangan rusuh, jangan ribut. Kita dukung biar PSMS bisa main lebih baik. Kalau satu stadion nyanyi kan merinding. Apa gak ngeri?,” ujarnya.
Sayangnya malam itu PSMS tumbang. Begitupun Asrul tetap menyemangati pemain dengan datang ke ruang ganti serta meminta suporter untuk tak mencerca tim yang sudah berjuang. (don)