Home Blog Page 6132

Driver Gojek Ketahuan Bawa 30 Bungkus Ganja

Foto: Istimewa DRIVER GOJEK: Budi Syamsudin, driver gojek, yang ditangkap bawa 30 bungkus ganja.
Foto: Istimewa
DRIVER GOJEK: Budi Syamsudin, driver gojek, yang ditangkap bawa 30 bungkus ganja.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang driver Gojek, Budi Syamsudin (40) warga Jalan M Yakub, Gang Merpati, Tembung harus meringkuk di sel tahanan Polsek Patumbak. Iia tertangkap oleh tim pegasus, setelah kedapatan membawa 30 bungkus (gram) ganja, di Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas, tepatnya di depan pool bus ALS, Kamis (26/7) malam.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin menjelaskan, Budi tertangkap setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat, bahwa ada seorang pria di depan pool bus ALS yang dicurigai membawa narkoba.

Mendapat informasi ini, tim pegasus Polsek Patumbak yang sedang patroli mendekati dan melakukan penggeledahan terhadap Budi. “Dari dalam kantong jaket sebelah kirinya, tim menemukan sebanyak 30 gram ganja siap edar,” ungkapnya, Minggu (29/7).

Pengakuan pelaku, barang haram tersebut rencananya akan dibawa ke Jakarta. Pelaku diketahui bekerja sebagai driver Gojek di sana. “Dia Gojek di Jakarta. Pengakuannya, ganja itu akan dikonsumsinya sendiri di Jakarta,” terangnya. Pelaku juga mengaku baru kali ini membawa barang terlarang tersebut.

Selanjutnya tersangka bersama barang bukti narkoba miliknya, diboyong ke Polsek Patumbak untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Tersangka sudah kita tahan,” tandasnya. (man)

Dua Pengendara Mio Tewas Tabrak Truk, Truknya Kabur

Foto: Fachril/Sumut Pos Pengendara mio tewas usai menabrak truk di Jalan KL Yos Sudarso, KM 19,5, Minggu (29/7).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Pengendara mio tewas usai menabrak truk di Jalan KL Yos Sudarso, KM 19,5, Minggu (29/7).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pria dan seorang wanita yang berboncengan naik sepeda motor Yamaha Mio D 4958 HI, tewas usai menabrak sebuah truk di Jalan KL Yos Sudarso, KM 19,5, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (29/7) pukul 01.30 WIB. Sopir truknya kabur.

Kedua korban masing-masing Darma Utama (39), warga Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, dan Rika (34) warga Blok B Sicanang, Kecamatan Medan Belawan.

Peristiwa kecelakaan itu terjadi saat turun hujan deras. Saat itu, kedua korban berboncengan naik sepeda motor melaju dari arah Medan menuju ke Belawan. Ketika melintas di lokasi, keduanya mengendarai motor dengan kecepatan tinggi.

Tak disangka, datang truk dari arah berlawanan. Keduanya pun menabrak truk hingga terpental ke badan jalan. Truk yang tidak diketahui nomor polisinya itu langsung kabur.

Kedua korban mengalami luka remuk di bagian kepala dan tewas di tempat. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu melaporkan ke polisi.

Petugas Satlantas Polsek Medan Labuhan datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Di tengah guyuran hujan deras, kedua korban dievakuasi ke RSU dr Pirngadi Medan. Kendaraan korban juga diamankan pihak kepolisian.

Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, Iptu AW Nasution mengatakan, pihaknya sudah menangani kasus kecelakaan itu. Truk yang menabrak sedang diselidiki. “Keterangan saksi di lapangan, korban tabrakan dengan truk, tapi truknya kabur. Karena hujan deras, warga tidak bisa melihat nomor plat truk itu. Jadi truknya masih kita lidik,” kata AW Nasution. (fac)

Turun Dari Angkot, Mangara Siagian Tewas Mendadak

Jenazah Mangara Siagian.
Jenazah Mangara Siagian.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Turun dari angkutan kota (angkot), Mangara Siagian (61) tewas mendadak di pinggir Jalan KL Yos Sudarso, simpang Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (29/7) pukul 07.30 WIB.

Tewasnya pria menetap di Jalan Dahlia Raya, Perumnas Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia diduga akibat sakit paru-paru.

Sebelumnya, korban menumpang angkot yang melintas dari Medan menuju ke Belawan. Sesampainya di lokasi, korban minta angkot berhenti dan ia pun turun dari angkot. Usai turun, korban terduduk lemas di tanah sembari memegang dada. Tak lama kemudian, korban terbaring jatuh di pinggir jalan.

Warga yang melihat kejadian itu mendekati korban yang terbaring. Setelah dicek, ternyata korban sudah tidak bernyawa.

Kejadian itu dilaporkan ke Polsek Medan Labuhan.

Polisi yang datang segera melakukan olah TKP. Di tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan. Selanjutnya korban dievakuasi ke RS PHC Belawan. Dari saku celana korban ditemukan nomor ponsel keluarganya, polisi menghubungi pihak keluarga.

Keluarga yang datang menolak korban divisum. Keluarga mengaku, selama ini korban mengalami sakit paru-paru. Pihak keluarga bersedia membuat pernyataan untuk tidak divisum.

“Bapak memang sudah sering kambuh sakit paru-parunya. Jadi kami tidak mau divisum,” kata keluarga korban, Pahala Siagian kepada polisi.

Selanjutnya, pihak keluarga membawa pulang jenazah korban untuk disemayamkan di rumah duka di Jalan Pulau Ambon, Belawan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, korban selama ini mengalami sakit paru, dari tubuh korban tidak ada ditemukan tanda kekerasan.

“Pihak keluarga sudah buat pernyataan keberatan tubuh korban untuk divisum. Hasil pengecekan kita, korban diduga tewas karena sakit,” kata Bonar. (fac)

Akuntan Pajak PNS Ditangkap

Foto: Parlindungan/Sumut Pos Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian (kiri) memperlihatkan Hasnil M Yasin, buronan Kejari Langkat dan Simalungun yang ditangkap di Jakarta.
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian (kiri) memperlihatkan Hasnil M Yasin, buronan Kejari Langkat dan Simalungun yang ditangkap di Jakarta.

SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara meringkus seorang akuntan, yang terlibat dalam kasus manipulasi pajak penghasilan PNS di Langkat dan Simalungun, Minggu (29/7) dinihari. Hasnil M Yasin, yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak awal 2018 itu, diringkus di sebuah rumah di Jalan  Mangga I No 163 Komplek PU, Rengas, Ciputat Timur, Kota Tangerang.

Kasipenkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, kemarin menjelaskan, Hasnil merupakan buronan Kejari Langkat dan Simalungun, dalam kasus manipulasi penghitungan kelebihan pembayaran pajak penghasilan PNS .

Hasnil, Pimpinan Kantor Akuntan Publik Hasnil M Yasin dan Rekan, dihukum 6 tahun penjara atas kasus penghitungan kelebihan pembayaran pajak penghasilan PNS di Setda Langkat. Kasus itu terjadi pada Tahun Anggaran (TA) 2001-2002.

Setahun kemudian, yakni pada tahun 2003, Hasnil dihukum 4 tahun penjara dalam kasus serupa di Simalungun. “Untuk kedua kasus itu, dia dihukum denda sebesar Rp200 juta, ” ungkap Sumanggar.

Akibat manipulasi pajak yang dilakukan Hasnil, total kerugian negara mencapai Rp2,9 miliar.  Jumlah itu yakni Rp1,2 miliar kerugian di Pemkab Langkat dan Rp1,7 miliar kerugian di Pemkab Simalungun.

Selama proses penyidikan hingga persidangan, terpidana tidak ditahan. Namun setelah putusan inkhrah, Jaksa memanggil terpidana hingga 3 kali, namun tidak kunjung datang. Oleh karena itu, terpidana Hasnil dimasukkan dalam DPO pada awal tahun 2018 lalu.

“Selama buron, terpidana ternyata bekerja sebagai dosen di sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta,” kata Sumanggar.

Sesuai kesepakatan antara Kejari Simalungun dan Langkat, terpidana akan dibawa ke Lapas Tanjung Gusta untuk menjalani masa hukumannya

Diketahui, dalam kasus manipulasi pajak itu, Hasnil tidak sendiri. Dia juga menyeret mantan Sekda Langkat, Surya Djahisa  dan juga mantan Sekda Simalungun Abdul Muis Nasution. Kedua mantan Sekda itu sudah menjalani masa hukuman.

Buronan Kejari Pekanbaru Ditangkap

Sebelumnya, Kejatisu berhasil menciduk buronan Kejari Pekanbaru di Tarutung, Tapanuli Utara, Jumat (27/7). Adalah Marianne Donse Tobing, terpidana kasus pemungutan biaya pemberian vaksin meningitis pada calon jamaah umroh, di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Pekanbaru Tahun Anggaram 2011-2012.

“Terpidana diamankan di UD Sumber Rezeki ketika terpidana sedang membeli ulos di jalan Johanes Hutabarat Nomor 71, Tarutung, Tapanuli Utara, ” ungkap Sumanggar. (ain)

Hari Ini Sebagian Kota Medan Padam Listrik

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERBAIKAN JARINGAN LISTRIK_Petugas PLN memperbaiki jaringan listrikdi Jalan Agus Salim Medan, beberapa waktu lalu. Dewan Minta PLN Sumut Jamin Pasokan Listrik saat bulan ramadhan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERBAIKAN JARINGAN LISTRIK_Petugas PLN memperbaiki jaringan listrikdi Jalan Agus Salim Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -PT PLN (Persero) Area Medan kembali melakukan pemeliharaan jaringan di sejumlah rayon. Dampak dari pemeliharaan tersebut, sejumlah wilayah di Kota Medan akan mengalami padam listrik, mulai tanggal 28,30,31 Juli serta 1-2 Agustus ini.

Manager PT PLN Area Medan, Lelan Hasibuan merici, adapun pemeliharaan yang dilakukan pada hari ini, Senin (30/7) di Rayon PLN Belawan, Rayon Medan Selatan dan Rayon Medan Timur.

Pemeliharaan di Rayon Medan Belawan, lanjut Lelan, menyebabkan pemadaman listrik di kawasan Jalan Pertagas, Jalan Pulau Sicanang, Jalan Sicanang Kering, Jalan PLTU Sicanang, Jalan Pelabuhan Raya, BICT, Pabrik Kertas BNSP, Jalan Kol Yos Sudarso Km 19,5 s/d km 23, Jalan Young Panah Hijau (sebagian), Jalan Madin Lama, Jalan Stasiun Belawan, Jalan Parang-parang Pajak Baru, Jalan TM Pahlawan.

Kemudian, RS PHC Pelindo, RS Angkatan Laut, Jalan Kapt Kurnia, Jalan Semen Andalas, khusus Perum Pelabuhan, PT Pelindo, PT BPP Power, Jalan Pelabuhan Raya, PT PNG, Hotel Pardede, PT Samudra Logistik, Lorong Sawita, PT KIM, Jalan Pelabuhan, Bank Mandiri, Jalan Gabion, Jalan Bagan Deli, PT Ivo Mas Tunggal, PT Pabrik Es, PT SMART, Perum Perikanan, Jalan Karo, Jalan Sumatera, Jalan Veteran, Jalan Simalungun, Jalan Jawa dan Jalan Selebes. “Pemadaman hingga pukul 16.00 WIB,” papar Lelan.

Sedangkan pemeliharaan jaringan di Rayon Medan Selatan, lanjut Lelan, menyebabkan pemadaman di Jalan Garu II, Jalan STM (sebagian), Jalan Bajak I, Jalan Suka Cipta, Jalan Sakti Lubis (sebagian), Jalan Sisingamangaraja, Jalan Air Bersih, Jalan Pelangi (sebagian), Jalan Turi Stadion Teladan, Jalan Stadion Teladan, Jalan Karya Bhakti, Jalan Gedung Arca, Jalan HM Jhoni dan Jalan Halat. “Untuk pemadaman di Jalan Garu II mulai pukul 09.00-15.00 WIB. Sedangkan selebihnya di daerah Medan Selatan tersebut padam mulai pukul 09.00-13.00 WIB,” papar Lelan lagi.

Sementara itu, pemeliharaan di Rayon Medan Baru, kata Lelan, terjadi pemadaman di kawasan Tanjung Sari.

Sudah Sebulan Ini Blangko SIM Kosong

Seorang Polisi Wanita mengawasi peserta ujian kompetensi teori Surat Izin Mengemudi (SIM). Sementara itu, saat ini balngko SIM sedang kosong.
Seorang Polisi Wanita mengawasi peserta ujian kompetensi teori Surat Izin Mengemudi (SIM). Sementara itu, saat ini balngko SIM sedang kosong.

SUMUTPOS.CO – Sejumlah pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) hanya menerima resi sebagai pengganti SIM di Satlantas Polrestabes Medan. Hal ini terjadi lantaran blangko sebagai material untuk pencetakan pencetakan SIM sedang kosong di sana. Kekosongan sudah berlangsung sebulan.

Amatan Sumut Pos di Satlantas Medan, banyak pemohon yang harus rela menerima resi sebagai pengganti SIM ada pula yang lebih memilih sampai blangko sudah benar-benar ada. Alasannya klasik saja, sebagian yang memilih blangko datang beralasan repot bila harus membawa-bawa resi, sementara yang menerima beralasan takut bila nantinya ditilang karena tidak memiliki SIM.

Salah seorang pemohon SIM C, Erlangga, mengatakan dia lebih memilih sampai blangko sudah tersedia. Alasannya, resi sebagai pengganti SIM mudah rusak bila terkena hujan dan repot bila mana disimpan di bawah jok sepedamotor.

“Iya tadi kata petugasnya pakai resi karena blangko kosong. Memang bisa pakai resi, tapi repot bawa-bawa resi, kalau SIM kan bisa gampang dibawa, letak didompet saja sudah aman gak akan ketinggalan,” ungkap pria yang berdomisili di kawasan Simpang Selayang ini.

Sementara itu, pemohon SIM lainnya, Dedi, menyebut mau tidak mau menerima resi sebagai pengganti SIM sementara. Dia mengatakan, tidak bisa menolak karena memerlukan resi itu sebagai salahsatu dokumen yang diperlukan untuk melamar pekerjaan.

“Ya mau tidak mau lah, bang. Kata petugasnya nanti dikabari kalau blangko SIM sudah ada kita disuruh datang lagi untuk ambil SIM nya. Untuk sementara resi ini sebagai pengganti SIM. Karena saya perlu secepatnya, ya sudahlah,” ungkap pria berusia 20 tahun ini.

Saat ditanya sudah berapa lama blangko kosong, dia mendengar info sudah hampir dua pekan. Dari informasi yang dia dengar karena banyaknya orang mengurus SIM. “Katanya sejak dua minggu lalu blangko kosong. Ada yang bilang banyak yang mengurus SIM makanya habis. Tapi kan harusnya distok, lah. Tapi gak tahu juga saya kenapa, ya,” katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Muhammad Saleh menyatakan kekosongan blangko ini sebenarnya sudah berlangsung selama sebulan. Hal itu terjadi karena distribusi blangko dari pusat belum sampai ke Medan. “Sudah sebulan kosong. Kiriman blangko dari Mabes (pusat) kosong,” sebutnya.

Diketahui ini kali keduanya blangko SIM kosong di Satlantas Medan. Sebelumnya, tahun lalu di pertengahan 2017 kasus serupa juga terjadi. Alasannya kekosongan blangko serupa dengan yang terjadi saat ini menunggu kiriman material dari Mabes Polri.

Kepada masyarakat dia mengimbau meski blangko kosong, proses permohonan SIM tetap berlanjut. Bagi pemohon yang hendak mengurus SIM akan diberikan resi pengganti sementara SIM. “Kita berikan resi bagi masyarakat yang memohon. Lagi pula resi itu sama derajatnya seperti SIM. Bagi yang belum memiliki urus saja sekarang, kan nanti kalau sudah ada blangko tinggal ambil,” pungkasnya. (dvs/ila)

 

PDAM Tirtanadi Sidak Asrama Haji

Dir Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi Arif Haryadian memeriksa meteran air Asrama Haji Medan.
Dir Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi Arif Haryadian memeriksa meteran air Asrama Haji Medan.

SUMUTPOS.CO – Direktur Administrasi dan Keuangan PDAM Tirtanadi, Arif Haryadian melakukan inspeksi mendadak (sidak) pendistribusian air di Asrama Haji, Jumat (27/7).  Arif Haryadian didampingi Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Jumirin dan Asisten 1 Sekretaris Perusahaan Zaman K. Mendrofa.

Rombongan ini tiba di asrama haji Medan sekitar pukul 11.00 WIB, disambut oleh Kacab Padang Bulan Nasib Saul Parapat bersama Kabag Jaringan Perpipaan dan PKA Hasoloan Sotarduga, Kabag Pemasaran Abdi Ridha dan dua petugas bagian jaringan perpipaan, yang bertugas memantau pendistribusian air di asrama haji yakni Ridwan Sitorus dan Tri Ihwan.

Kepada wartawan, Arif yang mengenakan kemeja batik warna cokelat itu mengatakan, kedatangan pihaknya untuk memastikan pendistribusian air berjalan dengan baik dan lancar.“Saya hanya ingin memastikan kalau pendistribusian air di Asrama Haji berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.

Arif Haryadian terlihat langsung meninjau Flange Gate Valve yang berfungsi sebagai pengatur aliran air ke Asrama Haji Medan. Dilanjutkan dengan memeriksa kondisi meteran air yang keduanya berada di sebelah luar pintu gerbang masuk Asrama Haji.

Pada pemeriksaan di kedua lokasi ini, tidak ditemukan kendala dan air lancar mengalir ke kompleks asrama haji.

Arif Haryadian yang dikenal ramah dan akrab dengan pegawai ini, kali ini terlihat serius melakukan pemeriksaan kran-kran air di beberapa titik untuk memastikan air mengalir dengan baik dan lancar.

Tidak berhenti sampai disitu, Arif Haryadian kemudian menjumpai Kepala UPT Asrama Haji Sutrisno untuk menanyakan kondisi pendistribusian air secara keseluruhan di Asrama Haji Medan. Dalam perbincangan keduanya yang terlihat akrab, Sutrisno menyampaikan bahwa ketersediaan di Asrama Haji Medan relatif cukup dan lancar.“Ketersediaan air di Asrama Haji Medan relatif cukup dan berjalan lancar. Kalaupun debit air yang mengalir dari pipa kecil, kami disupplai dengan mobil tangki dua kali sehari,” jelas Sutrisno.

Tak lupa Sutrisno mengucapkan terima kasih kepada PDAM Tirtanadi atas perhatian dan kepeduliannya, pada penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya, dan juga atas perhatiannya pada ketersediaan air di Asrama Haji Medan.

“Terima kasih kami kepada Direksi dan seluruh karyawan-karyawati PDAM Tirtanadi yang peduli pada penyelenggaraan ibadah haji dengan memberikan souvenir handuk kepada jamaah calon haji Embarkasi Medan beberapa waktu lalu. Terima kasih juga atas kepeduliannya dalam  ketersediaan air di Asrama haji ini,” kata Sutrisno.

Sutias & Nurhazizah Ikut Bertarung

Sutiyas Handayani (kiri) dan Nuhajizah Marpaung.
Sutiyas Handayani (kiri) dan Nuhajizah Marpaung.

SUMUTPOS.CO – Bursa bakal calon legislatif (bacaleg) perempuan menuju Senayan dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Utara di Pileg 2019 mendatang, dihiasi sejumlah wajah baru. Di antaranya istri pertama mantan Gubsu Gatot Pujonugroho, Sutias Handayani dari Partai Keadilan Sejahtera. Juga ada mantan Wagubsu, Nurhazijah Marpaung dari Partai NasDem.

Pada periode 2014-2019, tiga nama caleg perempuan dari Dapil Sumut berhasil duduk di Senayan. Yakni Meutya Hafid (mantan reporter Metro TV) dan Delia Pratiwi Sitepu (putri Bupati Langkat Ngogesa Sitepu) dari partai Golkar, serta Rooslynda Marpaung dari Partai Demokrat. Pada edisi Pileg 2019-2023 mendatang, Meutya Hafid dan Delia nampaknya tetap ikut bertarung. Sementara Rooslynda Marpaung dari Demokrat dipastikan mundur, setelah ditahan KPK dalam kasus suap Gubsu Gatot Pujonugroho.

Sejumlah nama baru yang bakal memanaskan kompetisi menuju senayan,  dari Partai NasDem ada nama Nurhazijah Marpaung. Eks politisi Hanura dan mantan Wakil Gubsu ini akan bertarung dari Dapil Sumut III. Perempuan eks militer ini diharapkan mampu mengambil satu tempat di Senayan mewakili NasDem.

Selain Nurhazijah, ada nama Emtiti Lestari Zebua yang didaftarkan NasDem dari Sumut I. Emtiti Zebua yang disebut sebagai tokoh Nias, laik diperhitungkan keikutsertaannya kali ini.

Sementara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sengaja menempatkan minimal dua bacaleg perempuan di tiap dapil menuju Senayan dengan wajah baru. Para bacaleg perempuan itu antara lain Sutias Handayani, Evi Yanti, dan Desi Jesicca Isdartono (Sumut I). Lalu ada Nurajizah Tambunan, Harni Atika Sari Siregar, Emrinawati Hasibuan, Nazra Elida Pohan, dan Semina Sagita Br Haloho (Sumut II). Selanjutnya Safitri Hani Harahap, Syafrida Rumondang Parulian Tambunan, dan Sri Prapanti (Sumut III).

Dari sejumlah nama bacaleg baru keterwakilan perempuan ini, PKS punya ‘jagoan’ di masing-masing dapil. Terutama mereka yang mendapat nomor urut dua, tiga dan empat. Sebut saja seperti Sutias Handayani, Evi Yanti, Nurajizah Tambunan, Harni Atika Sari Siregar, dan Safitri Hani Harahap.

Memang, keterwakilan 30 persen bacaleg perempuan merupakan syarat wajib yang harus dipenuhi parpol peserta pemilu 2019. Pada tiap alokasi dapil pun, wajib ada minimal satu orang bacaleg perempuan.

Sekretaris Partai NasDem Sumut, Iskandar ST menyebut pihaknya tetap mengalokasikan bacaleg perempuan sesuai ketentuan berlaku. Tidak sekadar ikut serta sebagai bacaleg, namun setiap calon ditempatkan merupakan orang yang siap menang. “Seperti halnya Ibu Nurhazijah dan Bu Emtiti Zebua. Keduanya merupakan tokoh di dapilnya masing-masing. Kita optimis kehadiran mereka mampu mendongkrak suara partai dan peroleh kursi,” katanya.

Seorang Jemaah Haji Asal Medan Wafat

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS-Ratusan jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Langkat di berangkat kan dari Asrama haji embarkasih Medan Jalan A.H Nasution, Minggu (22/7) Selanjut nya jemaah haji akan berangkat dari bandara kualanamu menuju madinah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS-Ratusan jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Langkat di berangkat kan dari Asrama haji embarkasih Medan Jalan A.H Nasution, Minggu (22/7) Selanjut nya jemaah haji akan berangkat dari bandara kualanamu menuju madinah.

MEKKAH, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 13 jemaah haji Indonesia meninggal di Tanah Suci. Kadaker Madinah Muhammad Khanif, mengatakan ada dua orang yang meninggal Minggu pagi (29/7) waktu Arab Saudi, yakni Widodo bin Jimin (JKS-35) dan Abdullah Noor bin Sidik (SOC-13). Seorang di antara jamaah yang wafat itu warga Medan jemaah kloter MES-2, atas nama Katio Simanjutak (59).

Kementerian Agama akan menjamin badal haji jemaah yang meninggal sebelum proses haji. Nantinya keluarga dari jemaah yang meninggal akan mendapatkan sertifikat badal haji tersebut.

“Ini hari ke-13 jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Pagi ini sudah 13 jemaah meninggal,” kata Khanif dalam siaran persnya, Minggu (29/7). Ke-11 jemaah sebelumnya yang telah wafat sebagai berikut:

  1. Sukardi Ratmo Diharjo (59), jemaah haji Kloter JKS-1;
  2. Hadia Daeng Saming (73) kloter 5 embarkasi Makassar;
  3. Ade Akum Dachyudi (67) asal Kloter JKS-13;
  4. Sunarto Sueb Sahad (57) Kloter 15-SOC; dan
  5. Siti Aminah Rasyip (57) asal Tegalsari, Batang, Jawa Tengah, jemaah kloter 5-SOC.
  6. Machyar Sahromi Muhammad Thaif (78) warga Garut, Jawa Barat, Kloter JKS-6;
  7. Katio Simanjutak, 59, warga Medan jemaah kloter MES-2;
  8. Sanusi Musthofa Khafid (73) asal SUB-06;
  9. Mohammad Sholeh bin Abu Bakar (74) asal SUB-23;
  10. Nordiani Bahrani Kursani (53) warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan, asal kloter BDJ-03; dan
  11. Supriyati Teguh Adam (51) warga Kabupaten Batang, Jawa Tengah, jemaah Kloter SOC-5.

Kambing Hamil Mati Usai Diperkosa 8 Pria

Ilustrasi kambing tak bersalah yang dijahati manusia (The Stage)
Ilustrasi kambing tak bersalah yang dijahati manusia (The Stage)

SUMUTPOS.CO – Kambing yang hamil akhirnya mati setelah diperkosa oleh delapan pria. Seperti dilansir Hindustan Times pada Minggu (29/7), kejadian yang berlangsung di Haryana, India Utara ini membuat polisi memburu para tersangka.

Pemilik kambing, Aslup Khan merasa ketakutan. Ia mengatakan kepada polisi bahwa pada saat kejadian para tersangka yang juga merupakan pecandu narkoba itu tengah mabuk.

Polisi mengatakan, para terdakwa adalah penduduk setempat. Tiga dari mereka dipukuli oleh penduduk desa di Desa Maroda sekitar 73 kilometer selatan Gurugram setelah pemilik kambing menangkap mereka dalam aksi itu. Para pelaku dikenai Undang-Undang Kekejaman terhadap Satwa.

“Tim kami sedang menyelidiki kasus ini dan telah mencatat pernyataan pemilik kambing, yang diduga menangkap ketiga terdakwa dalam tindakan tersebut. Kami juga sedang dalam proses pencatatan pernyataan dari saksi mata dan penduduk desa lainnya untuk mengetahui urutan yang tepat dari kejahatan dan penangkapan yang dilakukan,” ujar Inspektur Polisi Nazneen Bhasin.

Khan mengatakan, kambingnya hilang dari gudang yang terletak di samping rumahnya, pada Rabu malam. Ia dan penduduk desa lainnya mulai mencarinya.

“Saat itu sekitar pukul 11 malam ketika saya mendengar beberapa suara dan keluar. Gerbang gudang terbuka. Saya panik dan membunyikan alarm karena empat kambing saya telah dicuri sebelumnya dan ini adalah satu-satunya yang tersisa. Sementara kami melihat-lihat, kami menemukan tiga pria melakukan hubungan seksual pada kambing saya,” kata Khan.

Ia dan warga desa langsung menangkap dan memukuli mereka. Namun kemudian dilepaskan karena mereka melakukannya dalam keadaan mabuk.

“Kambing saya terluka dan tergeletak di tanah. Ia bahkan tidak bisa berjalan. Saya membawanya pulang dan memberi obat-obatan karena terluka di kepala dan hidungnya. Sayangnya tidak tertolong,” kata Khan.

Kondisi kambing mulai memburuk dan mati sekitar jam 6 sore. Saat itulah penduduk desa memberi tahu polisi yang tiba di desa pada Kamis malam.

“Kami memberi tahu dokter bedah hewan karena postmortem harus dilakukan untuk menangkap orang-orang yang terlibat dalam serangan seksual pada kambing,” kata Inspektur Polisi Nazneen Bhasin.

Ahli Bedah Hewan Dokter Ramvir Bhardwaj mengatakan, kambing itu meninggal karena pendarahan otak. “Sudah 50 minggu hamil, ada darah di tenggorokannya.” (ina/ce1/JPC)