Home Blog Page 6131

Mesir Hukum Mati 75 Pengunjuk Rasa Ikhwanul Muslimin

Mesir menghukum mati 75 warganya pada Sabtu, (28/7).
Mesir menghukum mati 75 warganya pada Sabtu, (28/7).

SUMUTPOS.CO – Mesir menghukum mati 75 warganya pada Sabtu, (28/7). Mereka yang dihukum mati sebelumnya ditangkap karena melakukan aksi damai pada Agustus 2013.

Protes dari berbagai lembaga HAM internasional pun mencuat lantaran putusan kontroversial tersebut. Seperti dilansir Ahram Online, beberapa orang di antara 75 terdakwa tersebut merupakan tokoh senior Ikhwanul Muslimin. Organisasi yang kini dilabeli teroris oleh Pemerintah Mesir.

Antara lain Essam El Erian, Mohamed Beltagy, dan Wagdy Ghoneim. Mereka dinilai menjadi otak dalam aksi duduk bersama selama sebulan tersebut.

Dalam putusan itu, 44 terdakwa menghadiri persidangan karena sudah ditangkap oleh aparat. Sedangkan 31 lainnya tak hadir. Meski demikian Pengadilan Kairo tetap menjatuhkan hukuman mati tersebut.

”Keputusan ini sangat tidak adil. Warga dijatuhi hukuman mati. Tapi, tidak satupun aparat yang diproses secara hukum. Saya khawatir pertimbangan mufti besar hanya formalitas,” ujar perwakilan Amnesty International, LSM HAM yang bermarkas di Inggris, kepada Al Jazeera seperti dilansir JPNN (Jawa Pos Grup).

Pakar Politik Maged Mandour mengatakan, kemungkinan perubahan keputusan itu sangat kecil. Sebab tidak ada terdakwa dalam kasus tersebut yang mendapatkan proses hukum yang adil.

”Pengadilan ini jelas sangat kental dengan politik. Tuduhan yang dikeluarkan sangat menggelikan dan sulit dibuktikan,” ujar Mandour.

Pemerintah Mesir tetap pada pendirian bahwa tindakan aparat sudah benar. Mereka mengatakan, aparat sudah mempersilakan pendemo agar pulang dengan teratur. Namun mereka mengklaim oknum dari Ikhwanul Muslimin malah menyerang aparat sehingga harus dihukum.

Beberapa jam setelah putusan tersebut, Twitter pun mulai ramai dengan tagar #LeaveSisi. Tagar itu menyinggung Presiden Abdel Fattah Al Sisi yang baru terpilih kembali Maret tahun ini agar turun dari jabatannya. Ia sangat benci dengan gerakan Ikhwanul Muslimin. (met/JPC)

Sidang Praperadilan Anggota DPRD Sumut, Hakim Tolak Bukti Tertulis KPK

Foto: kps/reza Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah saat ditemui Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/7/2018).
Foto: kps/reza
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah saat ditemui Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Febri Diansyah menuturkan, tim KPK mengajukan bukti tertulis dalam sidang praperadilan empat tersangka anggota DPRD Sumatera Utara,  Senin (30/7/2018).

Bukti tertulis itu diajukan KPK untuk kepentingan pembuktian kompetensi relatif dengan agenda pembacaan replik. Akan tetapi, bukti yang diajukan tim KPK ditolak oleh hakim. Menurut Febri, penolakan itu tanpa memberikan argumentasi hukum yang jelas.

“Hari ini, KPK berencana mengajukan bukti tertulis untuk kepentingan pembuktian kompetensi relatif, namun hakim menolak tanpa memberikan penjelasan tentang alasan penolakan pada Termohon,” ujar Febri melalui keterangan tertulis, Senin (30/7/3018).

Sidang praperadilan tersebut diajukan oleh empat tersangka kasus dugaan suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho terhadap sejumlah anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut).

Adapun para pemohon praperadilan adalah Washington Pane, M Faisal, Syafrida Fitrie dan Arifin Nainggolan. “Alasan praperadilan, bantahan bahwa tersangka WP (Washington Pane) tidak menerima uang dari eks Gubernur Sumut (Gatot Pujo Nugroho) karena dirinya tidak pernah menandatangani kuitansi atau slip atau bukti transfer sebagai tanda terima uang,” ujar Febri.

“Alasan yang sama juga disampaikan oleh tersangka ANN (Arifin Nainggolan) dan MFL (M Faisal),” kata dia. Sedangkan, tersangka Syafrida Fitrie beralasan tak tahu-menahu soal dana ketuk palu dalam kasus ini. “Alasan yuridis penetapan tersangka harusnya dilakukan setelah proses penyidikan dilakukan terlebih dahulu,” ujar Febri.

Menurut Febri, sebagian alasan praperadilan yang diajukan pemohon sudah masuk kepada pokok perkara.

Alasan seperti tidak menerima suap karena tidak ada bukti penerimaan dinilainya tak akan memengaruhi penanganan kasus ini. Sebab, KPK telah memiliki bukti yang cukup kuat sejak awal. “Selain itu, pembahasan pokok perkara berada di ranah pembuktian di proses Pengadilan Tipikor,” ujar dia.

Ia juga menilai alasan soal penetapan tersangka harus dilakukan usai penyidikan merupakan alasan lama yang sering diuji dalam sidang praperadilan. “KPK dalam melaksanakan tugasnya mengacu pada ketentuan Pasal 44 Undang-Undang tentang KPK yang bersifat khusus (lex specialist). Dalam hal KPK menemukan bukti permulaan yang cukup maka dapat ditingkatkan ke penyidikan,” kata Febri.

Di sisi lain, kata Febri, KPK mengajak publik untuk mengawal proses persidangan yang terbuka untuk umum ini. Hal ini dilakukan supaya persidangan berlangsung secara lurus dan publik mengetahuinya.

“Karena tentu masyarakat memiliki hak untuk tahu dan mendapatkan informasi tentang perkembangan penanganan perkara dugaan suap terhadap sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumut tersebut,” kata Febri. “Kami berharap persidangan dapat dilakukan secara fair dengan menjujung tinggi independensi dan imparsialitas,” Febri menambahkan.

Lebih lanjut, Febri mengatakan, pada Selasa (31/7/2018) akan dilaksanakan sidang hari keempat dengan agenda pembacaan putusan sela terkait dengan kompetensi relatif. Keempat tersangka itu merupakan bagian dari 38 anggota DPRD Sumut yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Suap untuk ke-38 anggota DPRD Sumut itu terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD sumut, Persetujuan Perubahan APBD Provinsi Sumut Tahun 2013-2014 oleh DPRD Sumut.

Kemudian, terkait pengesahan APBD tahun anggaran 2014-2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi anggota DPRD Sumut pada 2015. Para anggota dewan itu diduga menerima suap berupa hadiah atau janji dari mantan Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho. Dugaan fee dari Gatot untuk masing-masing anggota DPRD Sumut itu berkisar Rp 300 juta sampai Rp 350 juta. (kps)

Gempa di Lombok Rusak 1.454 Rumah

Foto: Fatih/Lombok Post/JPG Rusak Parah: Inilah salah satu rumah warga Dusun Lauk Rurung Baret yang ambruk akibat Gempa, di dusun Lauk Rurung Baret, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (29/7/2018).
Foto: Fatih/Lombok Post/JPG
Rusak Parah: Inilah salah satu rumah warga Dusun Lauk Rurung Baret yang ambruk akibat Gempa, di dusun Lauk Rurung Baret, Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Minggu (29/7/2018).

LOMBOK, SUMUTPOS.CO – Setidaknya 16 orang tewas akibat gempa yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat hingga Senin, (30/7). Dari gempa tersebut, yang paling parah terkena dampak adalah wilayah Lombok Timur dan Utara.

Dari 16 korban tersebut, 11 orang di Lombok Timur, 4 di Lombok Utara, dan 1 orang di Gunung Rinjani. Selain korban tewas, ada 355 jiwa luka-luka, dan 5.141 orang yang mengungsi.

Akibat gempa di Lombok, seorang meninggal di Gunung Rinjani merupakan mahasiswa Makassar bernama Muhammad Ainul Taksim, 26 tahun. Hingga saat ini diketahui korban tewas akibat tertimpa batu longsoran.

Bangunan yang paling berdampak parah akibat gempa di Lombok adalah rumah-rumah roboh. Menurut Kepala Humas Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho banyak rumah yang belum dibangun dengan standar tahan gempa.

“Ada 1.454 rumah yang rusak parah hingga roboh, namun fasilitas publik tidak terlalu berdampak. Hal ini karena, banyak rumah-rumah yang belum dibangun dengan konstruksi tahan gempa,” kata Sutopo pada Senin, (30/7).

Selain itu, hingga Senin (30/7) pagi masih terjadi gempa susulan dengan total dari kejadian adalah 276 gempa susulan. Oleh karena itu, menurut Sutopo, masih banyak yang mengungsi karena belum berani masuk rumah akibat gempa di Lombok.

Gempa di Lombok terjadi pada Minggu, (29/7), berkekuatan 6,4 SR. Pusat gempa berada di daratan dengan kedalaman 10 km sehingga guncangan terasa keras dan terjadi sekitar 10 detik.

Namun gempa kemarin tidak memicu adanya aktivasi Tsunami. Sebab Tsunami akan diaktivasi ketika gempa diatas 7 SR dan kedalaman kurang dari 20 km dan berada di laut. (iml/JPC)

Edy Rahmayadi Takkan Mundur dari Jabatan Ketum PSSI

Foto: Dipta Wahyu/Jawa Pos Edy Rahmayadi tak berpikir untuk mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI.
Foto: Dipta Wahyu/Jawa Pos
Edy Rahmayadi tak berpikir untuk mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI.

SUMUTPOS.CO – Edy Rahmayadi pastikan diri tak akan mundur dari PSSI. Edy akan tetap menduduki jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI walaupun ia didesak mundur oleh pelbagai pihak. Menurut Edy, ia akan menuntaskan masa jabatannya hingga 2020 nanti.

Ketika ditemui selepas pertandingan Tim Nasional (Timnas) U-16 Indonesia lawan Filipina di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (29/7) malam, Edy menegaskan bahwa ia tak akan mundur dari PSSI. Edy menilai jabatannya tersebut merupakan amanah yang harus diselesaikan.

“Iya lah, masa mau berhenti besok. Amanah rakyat, saya sampai 2020. Saya kerjakan (amanah itu),” tegas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) terpilih itu kepada awak media, Minggu (29/7).

Menurut Edy, di mana pun ia berada PSSI akan tetap berjalan normal. Sebab PSSI sudah memiliki konsep hingga 2024 nanti. “Rencana atau konsep itu akan berjalan sampai 2024. Saya ada di mana pun, konsep ini sudah berjalan,” jelasnya.

“Jangan tergantung dengan saya. PSSI bukan politik, ini pembinaan sepak bola,” imbuh mantan Pangkostrad tersebut.

Edy menjelaskan, konsep itu bersifat menyeluruh. Mulai dari kelompok usia muda hingga tim senior. “Kami berharap kepada anak-anak ini. Mereka yang bisa membuat Indonesia terbang ke angkasa. Garuda akan ikut berkiprah di Asia maupun dunia,” tutup Edy. (saf/JPC)

Antasena Sudah Dipesan Rusia

Foto: SIGIT HARIYADI/RADAR BANYUWANGI TINJAU: Menhan Ryamizard Ryacudu (tiga kanan) meninjau produksi tank boat pesanan Kemenhan di pabrik PT Lundin Industry Invest, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Sabtu (28/7).
Foto: SIGIT HARIYADI/RADAR BANYUWANGI
TINJAU: Menhan Ryamizard Ryacudu (tiga kanan) meninjau produksi tank boat pesanan Kemenhan di pabrik PT Lundin Industry Invest, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Sabtu (28/7).

BANYUWANGI, SUMUTPOS.CO -Kemampuan Indonesia dalam merancang alat pertahanan atau persenjataan, semakin tidak diragukan lagi. Terbaru, PT Pindad memproduksi Kapal Antasena. Kapal itu tidak cuma bisa dioperasikan di laut, tapi juga di sungai, muara, bahkan rawa.

Antasena ini memadukan teknologi tank dan boat. Kapal dengan spesifikasi seperti itu, belum pernah diproduksi sebelumnya oleh industri kapal dunia. Antasena juga multifungsi. Di antaranya untuk berpatroli dan mengangkut pasukan serta logistik. Ia juga bisa lincah mengejar perompak yang melarikan diri dari laut menuju sungai atau rawa-rawa.

Seperti dilansir Radar Banyuwangi (Grup Sumut Pos), tank boat made in Banyuwangi ini, persisnya di PT Lundin Industry Invest, dan telah dipesan Kemenhan. PT Lundin berkolaborasi dengan PT Pindad, serta industri pertahanan asal Belgia CMI Defence.

Sabtu (28/7), Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (pur) Ryamizard Ryacudu, meninjau langsung produksi kapal, dan meresmikan prototype kapal tersebut di PT Lundin, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Ryamizard didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas.

“Hasilnya sangat baik, sangat membanggakan. Bangsa kita mampu membuat kapal bagus, bahkan sudah banyak dipesan negara lain,” ungkap Ryamizard.

Satu negara pemesannya, lanjut Ryamizard, adalah Rusia. “Kami targetkan tahun depan kapal sudah bisa dioperasikan. Kapal ini nanti dioperasikan di wilayah yang daerahnya memiliki banyak sungai dan rawa, seperti Kalimantan dan Papua,” imbuhnya.

Ryamizard menambahkan, program pengembangan tank boat tersebut sudah dimulai setahun lalu. Industri kapal di Banyuwangi dipercaya untuk memproduksi kapal bersama PT Pindad, karena dinilai telah berpengalaman membuat kapal berteknologi canggih.

Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan industri perkapalan Banyuwangi berdasar rekomendasi Kemenhan. Industri Banyuwangi memproduksi kapalnya, sedangkan Pindad membangun persenjataannya. “Jadi, ini memang produk baru yang belum pernah ada di dunia. Kapal tank ini dilengkapi canon kaliber 105 milimeter, yang pas diajak berakselerasi dan menghancurkan kapal musuh,” jelasnya.

Sementara Direktur PT Lundin, Liza Lundin mengatakan, tank boat tersebut dibuat dengan hull ganda, atau disebut sebagai catamaran. Dimensi bagian bawah kapal dibuat hanya setinggi satu meter, sehingga bisa masuk ke perairan kecil seperti sungai dan rawa. “Ini tank, tapi bentuknya boat (kapal), sehingga menjadi kapal tempur yang fleksibel,” bebernya.

Ia memberi contoh, kalau dulu ketika mengejar perompak, kapal patroli mengalami kesulitan saat perompaknya dari laut masuk ke sungai. Sebab, kapal patroli terlalu besar. “Nah, tank boat ini bisa mengejar hingga ke sungai,” ungkap Liza.

Bupati Azwar Anas, menyampaikan terima kasih kepada Kemenhan yang telah memercayakan produksi alutsista negara di Banyuwangi. “Produksi tank boat ini membuktikan industri kapal dalam negeri punya daya saing tinggi di kompetisi global, sekaligus mendukung visi kemaritiman Presiden Jokowi,” pungkasnya. (sgt/bay/c1/c7/ttg/jpc/saz)

 

 

Habib Rizieq Beri Lampu Hijau

Prabowo saat memberikan sambutan dalan acaa Partai Gerindra beberapa waktu lalu.
Prabowo saat memberikan sambutan dalan acaa Partai Gerindra beberapa waktu lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Forum Ijtima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama), telah memutuskan untuk merekomendasikan Prabowo Subianto. Prabowo dinilai sosok yang pas untuk dicalonkan sebagai calon presiden pada Pemilu 2019 mendatang.

Hasil keputusan Ijtima Ulama yang digelar sejak Jumat (27/9) itu, juga memilih Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri dan Ustad Abdul Somad, sebagai calon wakil presiden.

“Unsur yang sangat dibutuhkan untuk kepentingan Pilpres 2019 adalah kombinasi nasionalis dan religius,” tutur Ketua Umum GNPF-Ulama Yusuf Martak, di Hotel Menra Peninsula, Jakarta, Minggu (29/7).

Menurut Yusuf, keputusan tersebut diambil berdasarkan musyawarah dan mufakat yang pada awal pembukaan dihadiri oleh para petinggi partai politik. “Saya sampaikan, pembukaan ijtima Alhamdulillah dibuka Bapak Gubernur Anies, dan dihadiri Ketum Parpol sekjen dari 5 partai, yakni Gerindra Bapak Prabowo, PAN Bapak Zulkifli Hasan, Ketua Majelis Syuro Habib Salim Al Jufri, beserta Presiden PKS Sohibul Iman, Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra, dan Ketum Berkarya Hutomo Mandala Putra,” bebernya.

Yusuf juga mengatakan, hasil musyawarah GNPF-Ulama, juga sudah dikonsultasikan dengan Habib Rizieq Shihab (HRS). “Kami komunikasi (dengan HRS) melalui sambungan telepon,” pungkasnya. (rdw/jpc/saz)

Matsunaga Merapat

Shohei Matsunaga akan mengisi slot pemain asing Asia di PSMS.
Shohei Matsunaga akan mengisi slot pemain asing Asia di PSMS.

SUMUTPOS.CO – PSMS sepertinya bakal mengganti target buruan pemain asing asal Asia. Rencana merekrut Haroon Hamiri asal Afghanistan urung dilakukan. Penggantinya Shohei Matsunaga, pemain asal Jepang yang sebelumnya baru didepak Persela Lamongan.

Tanpa negosiasi yang berbelit, PSMS akan langsung mendatangkan Matsunaga pada Senin (30/7). Hal itu dibenarkan Sekretaris PSMS, Julius Raja. “Benar, Matsunaga akan datang besok. Dia sudah ngomong langsung dengan pelatih,” kata Raja.

Bukannya tanpa alasan PSMS batal mendatangkan Haroon Hamiri. Pasalnya ada kendala visa yang membuat Haroon sulit bergabung dalam waktu dekat ini. Sementara PSMS harus berpacu dengan waktu mengejar deadline transfer yang jatuh 5 Agustus mendatang.

“Haroon sulit bergabung karena ada problem visa Karena Haroon problem visa. Sudah coba kami urus melalui KBRI di Kabul (Ibu Kota Afganistan). Tapi takutnya deadline transfer habis,” bebernya.

Saat ini PSMS sudah memiliki tiga legiun asing non Asia. Reinaldo Lobo, Felipe Martins dos Santos (Brasil) dan Alexandros Tanidis (Yunani). Artinya PSMS tinggal mencari satu slot pemain Asia untuk posisi yang ditinggalkan Dilshod Sharofetdinov.

Apalagi Matsunaga sudah berpengalaman di Indonesia dan tidak akan kesulitan mengurus izin mainnya. Apalagi mantan pemain Persegres dan Persib itu juga sudah pernah berada di bawah asuhan Butler saat memperkuat Persiba Balikpapan tahun 2012. “Pelatih sudah kenal Matsunaga. Mereka sudah berkomunikasi langsung. Jadi lebih cepat prosesnya,” ucap Raja.

Sebelumnya jebolan Schalke 04 itu dicoret Persela karena dianggap minim kontribusi assist. Padahal dia turun di 16 laga sebagai starter dan mencetak empat gol selama putaran pertama.

Di sisi lain PSMS akhirnya menetapkan status Wilfried Yessoh. Striker asal Pantaigading itu resmi dicoret dari skuad. Penolakan Yessoh bermain di laga kontra Bali United di Stadion Teladan, Sabtu (28/7) malam membuat Pelatih PSMS, Peter Butler tak berpikir panjang lagi untuk menegaskan status Yessoh. “Saya sudah bikin keputusan. Dia dicoret dari tim. Sampai di sini,” kata Butler usai laga.

2 PSDS v PS Kwarta 0: Kado Ansyari

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Bek PSDS, Hary Nasution menghalau bola dari ancaman Bayu Tri Sanjaya.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Bek PSDS, Hary Nasution menghalau bola dari ancaman Bayu Tri Sanjaya.

SUMUTPOS.CO – Langkah PS Kwarta dipastikan terhenti di fase perempat final Liga 3 Sumut. Burung Sumatera tumbang dengan skor 0-2 dari PSDS Deliserdang di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Minggu (29/7). Bagi PSDS, kemenangan ini menjadi kado ultah Ansyari Lubis yang berulang tahun, Jumat (27/7).

Laga berlangsung ketat di awal. Kwarta mengandalkan trio striker Bayu Tri Sanjaya, Miswandi dan Denny Syahputra. Sementara PSDS mengandalkan Yassir Azis, M Irsan dan Purnomo. Duel trisula ini membuat kedua tim jual beli serangan.

Namun laga langsung timpang karena kartu kuning kedua yang diperoleh Miswandi. Lawan bermain dengan 10 orang membuat PSDS tampil percaya diri. PSDS akhirnya menciptakan gol pertama lewat Jerry Rosi di penghujung babak pertama setelah memanfaatkan bola rebound hasil tangkapan kiper Kwarta, M Iqbal yang terlepas.

PSDS memperbesar skor menit ke-60 lewat Fardan Azmi juga memanfaatkan bola rebound hasil tepisan Iqbal. Peluang terbaik Kwarta lewat tendangan Denny masih bisa ditepis Azis, kiper PSDS. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai.

Usai laga, pelatih PSDS Deli Serdang Ansyari Lubis mengatakan salah satu kunci kemenangan timnya adalah keberanian para pemain menerapkan pola permainan menyerang. Khususnya di babak kedua, skuatnya bermain lebih bagus dengan melakukan serangan bertubi – ribu ke gawang lawan. Meski diakui pelatih yang akrab disapa Uwak ini menilai pemain PSDS masih terlihat grogi di menit awal.

8 Indonesia U-16 v Filipina U-16 0: Start Meyakinkan

David Maulana dkk pesta gol ke gawang Filipina U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (29/7).
David Maulana dkk pesta gol ke gawang Filipina U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (29/7).

SUMUTPOS.CO – Tim nasional Indonesia U-16 mencatat start mulus di piala AFF U-16. David Maulana dkk berpesta gol dengan mengandaskan Filipina 8-0 pada laga perdana grup A di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (29/7) malam WIB.

Indonesia langsung unggul pada menit kedua lewat gol M. Supriadi . Memanfaatkan umpan silang Fajar Fathur Rachman, sontekan Supriadi meluncur mulus ke gawang Filipina. Indonesia unggul 1-0. Fajar dua kali mendapatkan peluang emas pada menit keempat dan ketujuh. Sayang sepakan dan sundulannya tidak menemui sasaran. Padahal ia dalam posisi yang sangat bebas untuk mencetak gol.

Supriadi kembali mengancam pada menit ke-12. Sayang tendangannya terlalu lemah dan mudah bagi kiper Filipina, Franc Barrera. Indonesia menggandakan kedudukan menjadi 2-0 melalui gol Komang Trisnanda pada menit ke-19. Berawal dari sepak pojok Yudha Febrian, sundulan Komang menghujam gawang Filipina. Gol tersebut semakin menegaskan dominasi Indonesia di pertandingan ini.

Supriadi hanya tinggal menyontek bola ketika crossing Fajar gagal disambut Sultan Zico pada menit ke-25. Namun Supriadi justru menahan bola untuk tidak masuk ke gawang. Bola langsung disapu bersih bek Filipina. Fajar Fathur Rachman membuat Indonesia unggul 3-0 pada menit ke-32. Sundulan Fajar memanfaatkan sepak pojok Yudha, gagal diamankan kiper Barrera. Skor 3-0 bertahan hingga jeda.

Babak kedua dimulai dan pemain pengganti Rendy Juliansyah langsung mengancam pada menit ke-41. Akan tetapi tembakan mendatarnya masih melebar di kanan gawang Filipina. Indonesia memperbesar kedudukan menjadi 4-0 pada menit ke-45. Meneruskan sepak pojok David Maulana, sundulan Sultan Zico meluncur deras ke gawang Filipina.

Rendy Juliansyah akhirnya mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-57. Setelah menerima crossing Supriadi, Rendy dengan mudah menjebol gawang yang sudah melompong. Indonesia unggul 5-0.

Indonesia memperoleh hadiah penalti menyusul pelanggaran Raphaelle Aquino kepada Amirudin Alfikri menit ke-63. Sang kapten tim David Maulana menjalankan tugasnya dengan sempurna. Ia membawa Indonesia unggul 6-0 pada menit ke-64. Pesta gol Indonesia berlanjut pada menit ke-67. Kali ini giliran Amirudin Alfikri yang menjebol gawang Filipina setelah menerima umpan Rendy Juliansyah. Indonesia unggul 7-0

Tembakan spekulasi dilepaskan bek Fadilah Nur Rahman pada menit ke-69. Sial, bola hanya membentur mistar. Amiruddin Alfikri mencetak brace pada menit ke-73. Golnya yang memanfaatkan assist Amiruddin Arrizqi, membawa Indonesia unggul 8-0. Walaupun memiliki banyak peluang, Indonesia gagal menambah gol hingga peluit panjang. Skor 8-0 membuka kiprah perdana Indonesia pada Piala AFF U-16 2018. (bbs/don)

Preman Rusak Gudang di Lahan Milik Mantan Bishop GMI

Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos Gudang kayu di atas lahan milik mantan Bishop GMI, yang dirusak preman bayaran.
Foto: Diva Suwanda/Sumut Pos
Gudang kayu di atas lahan milik mantan Bishop GMI, yang dirusak preman bayaran.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pascapenerbitan Surat  Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) terhadap kasus dugaan pemalsuan dokumen yang berujung pada penyerobotan lahan milik Emeritus Bishop Gereja Methodist Indonesia (GMI), RPM Tambunan, sejumlah preman diduga bayaran merusak gudang di atas lahan seluas 690 meter tersebut.

Kuasa hukum korban, Rinto Maha yang ditemui di Jalan Bunga Rinte, Simpang Selayang, tempat lahan itu berada, Sabtu (28/7), mengatakan sejumlah bangunan milik kliennya dirusak preman diduga suruhan mafia tanah yang hendak menguasai lahan tersebut.

“Gudang kayu milik klien saya yang berada di Jalan Bunga Rinte, Medan Selayang, diganggu orang-orang suruhan mafia tanah. Kali ini, mereka merusak bangunan dan mencuri kayu milik klien saya. Tujuannya diduga untuk menguasai lahan itu,” kata Rinto

Menurutnya, perusakan telah berlangsung sejak sepekan terakhir. Para pelaku yang berjumlah lebih dari tiga orang, secara bersama-sama merusak dan mencuri kayu-kayu milik RPM Tambunan, yang brada di atas lahan itu.

“Banyak yang mereka rusak. Dinding gudang mereka hancurkan. Pagar dan kayu-kayu di dalam gudang mereka curi dan sebagian mereka bakar. Mereka sangat kelewatan. Bahkan saya menyaksikan sendiri aksi mereka dengan mata kepala saya. Rekaman videonya pun ada. Rencananya, saya akan menghadap ke Kapolda Sumut dan memperlihatkan rekaman itu kepada beliau,” kesalnya.

Rinto menyebut, dirinya menyakini bahwa para pelaku nekat beraksi karena mendapat perintah dari seseorang yang ingin menguasai lahan milik korban. Sayangnya, kata dia, aparat Kepolisian belum menindak para pelaku, meski kasus tersebut telah dilaporkan ke Polda Sumut dengan nomor LP / 959 / VII/ 2018 SPKT Polda Sumut, Rabu 25 Juli 2018.

“Kalau polisi saja tidak mau menegakkan keadilan, padahal sudah jelas ada tindak pidana yang terjadi, kita mau bilang apa lagi? Saya rasa, polisi pun takut menindak mereka karena yang menyuruh mereka bisa saja ‘orang berpangkat’,” kesalnya.

Masih kata Rinto, sebelumnya lahan seluas 690 meter itu sempat diserobot mafia tanah, memakai dokumen palsu. Kasus itu sempat ditangani Subdit II/Harda-Bangtah Polda Sumut. Namun akhirnya penyidik menerbitkan SP3 kasus tersebut.

“Saya menduga, perusakan kali ini berkaitan dengan kasus tersebut. Setelah kasus di SP3, mereka kembali mencoba menguasai lahan itu dengan memakai jasa preman,”ucapnya.

Ia berharap agar aparat kepolisian mampu bersikap adil dan tegas. Sebab sejauh ini, pihak Kepolisian belum bertindak menyelesaikan masalah itu. “Kasus ini luar biasa. Saat saya ke TKP kemarin (Sabtu, Red), saya lihat mereka beraksi lagi. Tidak ada yang berani nangkap, meski ada polisi dari Polsek Delitua di situ,” celoteh Rinto sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. (dvs)