Home Blog Page 6150

Komplotan Spesialis Pembobol Rumah Didor

Lim Cen Kiat alias Akiet.
Lim Cen Kiat alias Akiet.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Meski belum berhasil mengungkap perampokan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tembung, namun polisi sukses membekuk komplotan spesialis pembobol rumah yang merugikan korbannya hingga Rp700 juta. Karena coba melawan dan melarikan diri, salah satu pelaku terpaksa ditembak.

Komplotan ini merupakan pelaku perampokan rumah milik Rudy di Jalan GB Yosua, No 28A Medan, Minggu (3/7) lalu. Mengetahui rumahnya dirampok, Rudy kemudian membuat pengaduan ke Mapolrestabes Medan.

Kepada polisi, Rudy mengaku meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong sejak siang. Ketika pulang sekira pukul 21.00 WIB, Rudy terkejut saat melihat rumahnya dalam keadaan terbuka akibat dicongkel.

Saat dia mengecek ke dalam rumah, tampak lemari dan laci kamar sudah dibongkar. Sejumlah mata uang asing, diantaranya Dolar Singapore senilai Rp150.000.000, Ringgit Malaysia senilai Rp200.000.000 serta perhiasan seharga Rp350.000.000 raib digondol pelaku.

“Ditotal, ada Rp700 juta dia merugi akibat kejadian itu,” terang Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha kepada Sumut Pos, Senin (23/7).

Penyelidikan pun dilakukan Tim Pegasus Satreskrim Polrestabes Medan. Sejumlah saksi dimintai keterangan.

Tim Pegasus akhirnya mendapat informasi pelaku sedang berada di seputaran Jalan Pelajar Kecamatan Medan Kota. Tim kemudian berhasil menangkap Lim Cen Kiat alias Akiet warga Jalan Pelajar Kecamatan Medan Kota.

“Dari hasil interogasi, Akiet mengakui perbuatannya melakukan pencurian di rumah Rudy. Ia beraksi bersama dengan tiga orang temannya, yaitu Karno alias Acung, Ananda Putra dan Zul Golok yang masih dalam pengejaran,” terangnya.

Tim Pegasus kemudian melakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya. Namun saat pengembangan, tersangka Akiet berusaha melawan petugas. Akiet terpaksa ditembak pada bagian kaki.

Dari tersangka Akiet, petugas mengamankan barangbukti uang Rp300.000 (sisa hasil pencurian), kaos warna putih dan 2 unit HP. Dari hasil pemeriksaan, Akiet merupakan seorang residivis sebelumnya.

“Dia pernah ditahan di Polsek Medan Baru dan divonis 8 bulan penjara,” ujar Putu.

Selain itu, Akiet diketahui telah melakukan pencurian di lima lokasi berbeda di Medan. Diantaranya, di Komplek Tasbih I Medan. Dia berhasil mencuri brankas berisi perhiasan, surat-surat dan jam tangan.

Kemudian di Jalan Indra Giri, No 25 Medan. Dia sukses menggasak uang Rp5 juta.

Selanjutnya di Jalan Tomat juga berhasil menggasak uang Rp5 juta. Kemudian di Jalan Abdullah Lubis, berhasil menggasak Rp13 juta.

Selain itu, di Jalan Ringroad Pasar II dengan hasil Rp4 juta. Terakhir, di Jalan Ismailiyah dengan total hasil jarahan Rp10 juta.(dvs/ala)

Trio Maling Kabel Kepergok

Foto: Fachril/Sumut Pos Trio maling kabel diamankan di Mapolsek Medan Labuhan, Senin (23/7).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Trio maling kabel diamankan di Mapolsek Medan Labuhan, Senin (23/7).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Tiga maling kabel milik PT HKI di lahan pembangunan tol Jalan Veteran, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli diciduk. Trio maling ini mendekam di sel Mapolsek Medan Labuhan.

Ketiganya masing-masing, Andi Handoko (30), Said Reza (17) dan Ahmad Nanda Kurnia (33). Ketiganya merupakan warga Pasar VI, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli.

Mereka diamankan dengan barang bukti potongan kabel dan satu unit sepeda motor Yamaha Vega.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, pencurian kabel milik perusahaan BUMN itu terjadi di areal pembangunan tol. Ketiga pelaku sudah berulang kali melakukan pencurian.

Jumat (20/7), ketiganya kepergok saat beraksi. Oleh petugas di lokasi, ketiganya kemudian diserahkan ke Mapolsek Medan Labuhan.

“Mereka mengaku sudah lebih dari dua kali melakukan pencurian. Kita sudah amankan pelaku dan akan segera diproses,” kata Bonar, Senin (23/7).

Dijelaskan Bonar, pihaknya sudah menerima laporan dari pihak korban. Selanjutnya akan melakukan penyelidikan terhadap pelaku yang kerap meresahkan di areal tol.

“Kita tetap lakukan pengamanan di lokasi, untuk mengantisipasi maling,” jelasnya. (fac/ala)

Progres Pasar Kampunglalang 70 Persen

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Perkim-PR) Kota Medan, Samporno Pohan.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (Perkim-PR) Kota Medan, Samporno Pohan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Proyek pembangunan revitalisasi Pasar Kampunglalang hingga kini masih terus berlanjut. Proyek dengan nilai kontrak Rp26 miliar lebih itu, tengah dikerjakan oleh pihak kontraktor yang pernah gagal membangun yakni PT Budi Mangun KSO.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (Perkim-PR) Kota Medan Samporno Pohan mengaku, saat ini progress pembangunannya cukup bagus dan sudah hampir mencapai 70 persen. “Masih terus dikerjakan sama kontraktornya. Sejauh ini perkembangannya sudah mau menuju 70 persen,” katanya tanpa menjelaskan secara detail progres perkembangan yang dimaksud, Senin (23/7).

Samporno juga mengaku, sejauh ini tidak ada masalah atau kendala dihadapi dalam pembangunan pasar tradisional yang sempat mangkrak itu. Ia berharap pengerjaannya cepat selesai, sehingga pedagang bisa ditempati pedagang. “Proses pembangunannya berjalan lancar. Harapan kita, dapat selesai sesuai kontrak atau bahkan kalau bisa sebelum masa kontrak berakhir,” ujarnya singkat melalui sambungan seluler.

Sementara, Ketua Pedagang Pasar Kampunglalang Erwina tak menampik pembangunan pasar itu terus berjalan. Erwina pun berharap peremajaan bangunan pasar tersebut dapat selesai tahun ini.

“Sempat kami dapat kabar bahwasanya bulan delapan (Agustus) akan rampung. Namun, kami tidak yakin karena melihat secara fisik tidak akan terkejar dalam waktu satu bulan. Makanya, kami berharap tahun ini dapat selesai pembangunannya dan pedagang bisa menempati rumahnya (pasar tersebut),” kata Erwina.

Ia menyebutkan, dari informasi yang diperolehnya peremajaan bangunan Pasar Kampung Lalang akan dibangun tiga lantai ditambah satu basement. Saat ini, pengerjaannya sudah masuk ke lantai tiga. “Lantai satu dan dua digunakan untuk kios atau lapak pedagang. Selain itu, basement yang diperuntukkan lahan parkir juga digunakan untuk pedagang sebagian. Sedangkan lantai tiga kabarnya dijadikan kantor,” ungkap Erwina.

Pemko, Pemprovsu, dan BWS Bersatu Melawan Banjir

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat memimpin rapat membahas banjir di Kota Medan bersama Pemprovsu dan BWS, Senin (23/7).
Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution saat memimpin rapat membahas banjir di Kota Medan bersama Pemprovsu dan BWS, Senin (23/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Rencana penanganan banjir di Medan yang akan ditangani secara bersama-sama oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II melalui kerja sama atau memorandum of understanding (MoU), masih dalam tahapan penjajakan. Ketiga instansi tersebut sedang menyusun draft yang akan disepakati dalam MoU nantinya.

Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, permasalahan banjir yang terjadi di Kota Medan selama ini perlu adanya keterpaduan semua pihak sehingga dapat diminimalisir. Sebab, diakuinya, selama ini penanganan masalah banjir berjalan sendiri-sendiri.

“Selama ini memang bekerja sendiri-sendiri, sehingga tidak maksimal,” kata Akhyar yang menghadiri rapat terkait pembahasan MoU tentang pemeliharaan sungai atau anak sungai di Kantor BWSS II, Jalan AH Nasution, Senin (23/7).

Menurut Akhyar, penanganan banjir perlu koordinasi yang kuat antara satu dengan yang lain. Sebab, persoalan banjir sangat kompleks, khususnya di sungai. “Butuh perencanaan yang matang. Untuk itu, melalui pertemuan ini yang nantinya ada MoU kita jadi tahu mana yang menjadi tanggung jawab instansi masing-masing, siapa mengerjakan apa dan penanganan lebih komperhensif. Sebab selama ini penanganan banjir dilakukan sendiri-sendiri sehingga hasilnya tidak maksimal,” sebutnya.

Ia berharap agar pembahasan draf secepatnya tuntas sehingga MoU segera ditandatangani.  Dengan demikian, masing-masing pihak secepatnya bekerja sesuai dengan tugasnya seperti tertuang dalam MoU yang telah disepakati.

“Penandatangan MoU yang akan dilakukan ini merupakan langkah awal yang baik dalam mengatasi banjir di Kota Medan,” harapnya.

Lebih lanjut Akhyar mengatakan, persoalan banjir juga menyangkut masalah sosial yakni dalam penanganan normalisasi seperti pemindahan warga yang bermukim di bantaran sungai. Oleh karenanya harus dilakukan melalui perencanaan yang komprehensif dan terintegrasi. “Seluruh aspek harus dibahas dan dikaji secara detail bersama-sama,” jabarnya.

Dewan: Jangan Korbankan Mahasiswa AMB

Zulfikar
Zulfikar

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Utara (DPRD Sumut) mendorong pihak Akademi Maritim Belawan (AMB) Medan mencarikan solusi terbaik atas permasalahan 50 mahasiswanya yang terhalang mengikuti Ujian Keahlian Perkapalan (UKP) di Kementerian Perhubungan. Wakil rakyat itu pun menyayangkan kenapa permasalahan ini baru diketahui.

“Sangat kita sayangkan kenapa masalah ini baru diketahui sekarang. Ini tanggung jawab pihak kampus menyelesaikan masalah yang dialami mahasiswanya. Saya pikir harus dicarikan solusi terbaik agar mahasiswa mereka bisa mengikuti ujian,” kata Anggota Komisi E DPRD Sumut, Zulfikar kepada Sumut Pos, Senin (23/7).

Sangat disayangkan, kata dia, simulator yang menjadi alat gagalnya mahasiswa mengikuti tes UKP di Kemenhub lantaran pihak kampus tidak mengantisipasi hal ini sejak awal.

“Seharusnya dari awal bisa diantisipasi. Masa pihak kampus tak tahu ada kebutuhan tersebut dalam rangka membantu mahasiswanya naik tingkatan. Pihak kampus lalai saya rasa dalam hal ini,” katanya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut ini pun menambahkan, agar pihak kampus segera mencarikan solusi supaya mahasiswa mereka tetap bisa mengikuti UKP. “Contohnya sekolah yang menggelar UNBK. Kan tidak semua sekolah punya perlengkapan komputer dan lainnya. Mereka berupaya meminjam atau memakai perangkat dari sekolah lain. Ataupun menitipkan siswanya ke sekolah yang punya alat lebih lengkap. Saya kira hal inikan bisa ditiru. Jangan sampai mahasiswa menjadi korban,” katanya menyarankan.

Begitupun dengan pihak Kemenhub,  Zulfikar meminta perlu membantu pencarian solusi atas masalah ini. Apalagi alumni dari AMB Medan mayoritas akan disiapkan sebagai tenaga profesional di bidang maritim dan instansi tersebut.

“Kita minta ada kepedulian juga dari Kemenhub atas masalah ini. Berikan solusi kepada sekolah tersebut supaya mahasiswa tidak menjadi korban. Apalagi mereka sudah banyak habis untuk belajar di akademi tersebut,” pungkasnya.

Sementara, pihak AMB Medan akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jakarta untuk menyelesaikan permasalah tersebut.

Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar. Ia mengatakan koordinasi akan dilalui melalui Ombudsman RI di Jakarta, yang akan dilakukan hari ini, Selasa (24//7).

“Kita sampaikan kepada Ombudsman pusat untuk dilakukan koordinasi dengan Direktorat Jendral Perkapalan dan Kelautan Kementerian Perhubungan. Besok kita disampaikan surat tindaklanjut dari laporan dari 50 Mahasiswa AMB,” ungkap Abyadi saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (23/7) siang.

Abyadi menjelaskan pihaknya tengah menyusunkan surat-surat yang dikirim ke Ombudsman Pusat untuk dilanjutkan ke Kemenhub. Ia mengatakan pihaknya akan serius menangani permasalah yang diadukan taruna AMB tersebut.

“Rapat semalam AMB diserakan berkas-berkas dibutuhkan. Nanti sore (kemarin,red) kepada kita terima dari Pihak AMB,” jelas Abyadi.

Abyadi menjelaskan permasalah yang utama, pihak AMB tidak memiliki simulator sendiri. Yang menjadi syarat utama untuk mengikuti UKP di Kemenhub. Dengan itu, 50 mahasiswa tidak bisa menyelesaikan akademisnya.

Tak Masalah Jalani Program Passing Out Class

Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos TINJAU: Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar saat meninjau aktivitas Belajar dan Mengajar.
Foto: BAGUS SYAHPUTRA/Sumut Pos
TINJAU: Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar saat meninjau aktivitas Belajar dan Mengajar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Ratusan siswa SMA Negeri 2 Medan dan SMA Negeri 13 Medan, akhirnya melaksanakan kegiatan belajar-mengajar seperti biasa dengan menyewa gedung milik Yayasan Islamic College AL-Manar di Jalan Karya Bakti Kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor Kota Medan.

Ratusan siswa itu, terdiri dari 180 siswa SMA Negeri 2 Medan dan 77 siswa SMA Negeri 13 Medan. Mereka masuk sekolah tidak sesuai dengan prosedur Penerimaan Peserta Didik Baru 2017/2018. Agar terpenuhi hak didiknya, pihak sekolah melaksanakan Program Passing Out Class.

Kepala Sekolah (Kasek) SMA Negeri 2 Medan Buang Agus S mengatakan untuk 180 siswa tersebut, memiliki slogan ‘Tempat berbeda, namun hati bersatu’ di SMA Negeri 2 Medan. Begitu juga, mereka sudah memiliki nomor induk siswa seperti pelajar pada umumnya.

“Program untuk pertama dan terakhir kita lakukan di SMA Negeri 2 Medan ini. Jangan ada lagi seperti dan cukup ini, yang terakhir,” sebut Agus kepada wartawan, usai melakukan peninjau bersama dengan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar di lokasi belajar mengajar di Yayasan Islamic College AL-Manar, Senin (23/7) siang.

Agus mengatakan harus menyelesaikan permasalah ini, dengan tidak menghilangkan hak-hak didik. Dengan itu, ia melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, Ombudsman, dan melakukan studi banding di Bekasi dan Bandung, Jawa Barat.

“Di Bekasi dan Bandung ada permasalah seperti ini. Kita melakukan studi banding ke sana. Tapi, di Bekasi dibuat sekolah terbuka. Kalau sekolah terbuka pasti nanti ada adik kelasnya. Kalau kita tidak, ini untuk yang pertama dan terakhir. Jadinya, tidak ada lagi di tahun depan seperti tahun ini,” jelas Agus.

Dengan kejadian ini, membuat pihak sekolah melakukan langkah-langkah terbaik untuk memenuhi hak anak didik. “Setelah ini terjadi. Saya Kepala SMA Negeri 2 Medan jadi mencari solusi. Alhamdulillah orangtua siswa menerima semunya,” jelas Agus.

Ia menegaskan untuk tahun ajaran 2018/2019 tidak ada hal serupa terjadi semua melalui PPDB Online. Dengan itu, sudah ada peraturan yang harus ditegakan jangan lagi ada permasalah terulang kembali.

“Bagamaimana hak anak ini, karena mereka sudah belajar 6 bulan. Kalau saya kepala sekolah duluan, pastinya tidak boleh. Setelah itu kita mengajukan seperti ini. Dengan itu, tidak terjadi kembali seperti ini melalui PPDB online sesuai dengan peraturan,” tutur Agus.

Agus menjelaskan Program Passing Out Class, orangtua siswa bersama-sama berkomitmen untuk menyelesaikan program ini sampai akhir pendidikan. Untuk memenuhi hak anak lah. Anak ini, tidak tahu itu salah atau tidak.

“Kalau pakai hati sedih. Kalau pakai peraturan itu salah. Jangan terulang lagi, tahun tidak ada. Untuk biayanya sebelum ada Dana BOS menggunakan uang sekolah melalui program diajukan kepada orangtua,” kata Agus.

Untuk operasional sendiri dilakukan oleh pihak SMA Negeri 2 Medan keseluruhan. Baik dari staff pengajar dari Guru SMA Negeri 2 Medan dan administrasi. Namun, dilakukan secara terpisah.

Lima Orang Ditembak, Dua Tewas

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PAPARAN_Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw (tengah) beserta jajaran menunjukan barang bukti narkoba saat gelar kasus di Rs Bhayangkara Jalan Wahid Hasyim Medan, Senin (23/7) Petugas kepolisian berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jaringan malaysia, dan mengamankan 10 orang tersangka 2 di antara nya di lakukan tindakan tegas dengan cara menembak mati pelaku.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PAPARAN_Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw (tengah) beserta jajaran menunjukan barang bukti narkoba saat gelar kasus di Rs Bhayangkara Jalan Wahid Hasyim Medan, Senin (23/7) Petugas kepolisian berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jaringan malaysia, dan mengamankan 10 orang tersangka 2 di antara nya di lakukan tindakan tegas dengan cara menembak mati pelaku.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Personel Dit Narkoba Polda Sumut kembali membongkar jaringan peredaran narkoba internasional di Sumatera Utara. Pembongkaran sindikat ini dilakukan lewat rangkaian penangkapan di 6 lokasi berbeda dengan total 10 orang tersangka. Dua diantaranya tewas ditembak petugas dan saat ini jenazahnya ditempatkan di RS Bhayangkara Medan. Sedangkan 3 orang lainnya dilumpuhkan dengan timah panas pada bagian kaki.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, dalam penangkapan itu, Polisi mengamankan barang bukti berupa 17 kg narkoba golongan I jenis sabu, 2.000 butir pil ekstasi, handphone 15 unit, sepeda motor 2 unit, mobil 1 unit, tas ransel 3 buah, dan 1 pucuk senjata api.

“Bila barang bukti narkoba ini dirupiahkan, maka nominalnya mencapai Rp17,4 miliar. Selain itu, dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang dan 1 butir ekstasi untuk 1 orang, maka dapat menyelamatkan sebanyak 172 ribu orang anak bangsa,” ungkapnya kepada wartawan di Mako Brimob Polda Sumut, Senin (23/7).

Paulus memaparkan, penangkapan ini terdiri dari 6 kasus dengan lokasi penangkapan berbeda-beda. Awalnya, jelas Paulus, pada Kamis (19/7) sekira pukul 07.00 WIB, personel Subdit I Direktorat Narkoba Polda Sumut menangkap 2 tersangka inisal M (20), warga Jalan Krung Panjo Desa Bugak Bieuren, Aceh, dan DN (28), warga Desa Paya Bujok Langsa Aceh di Jalan Karya Jaya Simpang Eka Rasmi, Kecamatan Medan Johor dengan barang bukti 2 kg sabu yang dibungkus dengan plastik teh Cina merk Guan Ying Wang. “Dari keterangan kedua tersangka, bahwa mereka mendapatkan sabu dari tersangka berinisial D alias I,” jelasnya.

328 Jamaah Tersesat di Masjid Nabawi

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS-Ratusan jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Langkat di berangkat kan dari Asrama haji embarkasih Medan Jalan A.H Nasution, Minggu (22/7) Selanjut nya jemaah haji akan berangkat dari bandara kualanamu menuju madinah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS-Ratusan jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Langkat di berangkat kan dari Asrama haji embarkasih Medan Jalan A.H Nasution, Minggu (22/7) Selanjut nya jemaah haji akan berangkat dari bandara kualanamu menuju madinah.

MADINAH, SUMUTPOS.CO – Berdasarkan data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, diketahui sebanyak 328 jemaah haji asal Indonesia di Madinah, tersesat. Para jamaah calhaj yang tersesat ini tidak tahu jalan kembali ke pemondokan setelah beribadah di Masjid Nabawi sejak 16 Juli 2018 hingga Minggu (22/7) waktu Arab Saudi.

Kepala Bidang Perlindungan Jamaah (Linjam) Haji Daerah Kerja Madinah, Maskat Ali Jasmun mengatakan, 328 jemaah haji itu baru yang tercatat di data server atau peladen Linjam. “Yang tidak tercatat tentu jauh lebih banyak,” kata Maskat.

Jamaah haji yang tidak tercatat, ujar dia, termasuk yang ditemukan petugas tapi tidak dilaporkan dan langsung diantar ke pemondokan. Umumnya jamaah yang tersesat merupakan yang berusia lanjut. Menurut Maskat, mereka bingung dengan banyaknya pintu keluar Masjid Nabawi yang memiliki 42 gerbang. Setiap gerbang memiliki nomor dengan aksara berukuran besar.

Seharusnya setiap jamaah mengingat dari gerbang mana masuk dan selanjutnya keluar dari nomor gerbang yang sama. Maskat mengatakan, jemaah haji yang tersesat banyak yang tidak memperhatikan nomor gerbang itu.

Menurut Maskat, banyaknya jamaah haji yang tersesat di Masjid Nabawi ini kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan penipuan. Biasanya, jamaah haji asal Indonesia ditipu dengan berpura-pura membantu mereka yang tersesat. “Pura-pura bantu, diantar menggunakan mobil. Pandai sekali menggunakan bahasa yang sama sehingga jamaah percaya tapi ujung-ujungnya ambil uang jamaah,” kata Maskat.

Untuk itu, dia mengimbau jamaah tidak mudah menerima bantuan tanpa ada kejelasan identitas pihak penolong.

Selain itu, jamaah haji yang tersesat bisa mencari petugas haji Indonesia. Ciri-ciri petugas Indonesia bisa dikenali dari seragamnya. Petugas akan membantu jamaah tersesat untuk mengantar mereka ke pemondokan.

Ditemukan Uang Puluhan Juta di Sel Tanjunggusta

Razia Lapas Suka Miskin.
Razia Lapas Suka Miskin.

SUMUTPOS.CO – Peristiwa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin menjadi tamparan keras bagi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM). Imbasnya, seluruh Lapas se-Indonesia termasuk Lapas dan Rutan Kelas IA Tanjung Gusta, Medan, dirazia pada Minggu (22/7) malam hingga Senin (23/7) dini hari. Namun, razia itu dinilai cuma sekadar formalitas.

Dalam razia yang digelar Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Sumut kemarin, petugas menemukan sedikitnya Rp43 juta uang tunai di dalam Lapas. Rinciannya Rp37 juta ditemukan dari Lapas Klas I Tanjung Gusta dan Rp6,6 juta lainnya didapat dari Rutan Klas I Tanjung Gusta.

Selain menyita puluhan juta uang tunai, petugas razia yang berjumlah sekitar 200 petugas itu juga menemukan berbagai fasilitas lain yang tidak lazim milik warga binaan seperti handphone, kamera digital, flashdisk dan beberapa barang elektronik lainnya. Seluruh barang-barang tersebut langsung disita.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, Priyadi mengatakan, pihaknya akan memberikan teguran kepada pimpinan lapas dan petugasnya. atas temuan tersebut. Bukan hanya itu, ia juga berencana untuk menyelidiki isi dari percakapan pada handphone yang disita.

“Sebagian nanti yang bisa saya ambil akan saya ambil untuk saya sadap datanya. Nanti pada saatnya saya akan umumkan kepada saudara-saudara handphone itu isinya apa, karena kami juga sudah memiliki alat untuk mendeteksi itu,” kata Priyadi kepada wartawan, usai melaksanaka razia.

3 PSMS v PSM 1: Kemenangan Perdana Butler

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Para pemain PSMS merayakan gol ke gawang PSM.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Para pemain PSMS merayakan gol ke gawang PSM.

SUMUTPOS.CO – PSMS Medan mengakhiri tren kekalahan beruntun di Liga 1. Kemenangan 3-1 atas PSM Makkassar di Stadion Teladan Medan, Senin (23/7), menjadi kemenangan perdana PSMS di tangan pelatih barunya, Peter Butler.

Pada laga itu, kapten PSMS Legimin Raharjo tampil on fire dengan mencetak dua gol kemenangan. Satu gol lagi diciptakan Reinaldo Lobo lewat titik penalti. Sementara gol PSM diciptakan Rahmat.

Laga sempat tertunda setengah jam akibat lampu stadion yang belum seluruhnya hidup akibat adanya trafo yang meledak. Ditambah lagi hujan deras yang mengguyur stadion. Begitupun tak mendinginkan semangat Legimin Raharjo dkk.

Pelatih Peter Butler melakukan perubahan signifikan dengan menurunkan formasi tiga bek dengan Roni Fatahillah, Muhammad Roby dan Reinaldo Lobo. Dia juga menerapkan duet Antoni Putro Nugroho dan Wilfried Yessoh di depan.

PSMS sempat dikejutkan lewat gol cepat PSM menit ke delapan. Umpan dari Rizki Pellu disambut Rahmat dengan tandukan kepala. Namun PSMS bereaksi cepat lewat gol indah Legimin Raharjo dari luar kotak penalti tiga menit kemudian. Skor 1-1 membangkitkan kembali semangat PSMS.

Selepas gol itu, laga kembali ketat dan berlangsung dalam tensi tinggi. Zulham Zamrun dihadiahi kartu kuning karena pelanggaran terhadap Firza. Bahkan Zulham lolos dari kartu kuning kedua saat melanggar Erwin Ramdani. Skor 1-1 bertahan hingga minum.

Babak kedua PSMS meningkatkan agresivitas serangan. Sementara Juku Eja, julukan PSM mulai kesulitan menyerang pertahanan PSMS.

PSMS akhirnya berhasil membalikkan keadaan skor 2-1, setelah tim tuan rumah mendapatkan hadiah penalti akibat Antoni Nugroho dilanggar di kotak penalti oleh pemain PSM. Reinaldo Lobo yang dipercaya menjadi algojo oleh pelatih PSMS Peter Butler berhasil menyarangkan bola ke sudut kanan gawang M Syaiful.

Tidak puas dengan keunggulan 2-1.PSMS berhasil membuat jauh keunggulan 3-1, kembali lewat kaki Legimin Rahardjo lewat tendangan bebas.Skor 3-1 menutup hasil pertandingan yang disaksikan 8000 penonton tersebut.Kemenangan PSMS ini juga mematahkan 4 kali kekalahan beruntun PSMS Medan.