Home Blog Page 6152

Wirdha Syvina Tak Boleh Besuk Dhawiya Zaida

Elvy Sukaesih
Elvy Sukaesih

SUMUTPOS.CO – Konflik dalam keluarga pedangdut Elvy Sukaesih semakin memanas. Setelah Elvy mengganti pengacara untuk Dhawiya Zaida, konflik dengan anak kelimanya, Wirdha Syvina berlanjut.

Wirdha mengaku, dilarang ibunya menemui Dhawiya, yang tengah mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, maupun di persidangan.

“Pada 19 Juli lalu, lebih kurang jam 14.00 WIB, istri saya, Wirdha, mau besuk Dhawiya. Satu persyaratan harus ke kejaksaan untuk mendapatkan surat besuk, dan dibawa ke rutan. Tapi setelah istri saya datangi kejaksaan, di sana tidak memberikan izin untuk besuk, karena ada surat dari pengacara atas permintaan keluarga,” ungkap Zecky Alatas, suami Wirdha Sylvina, kepada Jawa Pos (Grup Sumut Pos), Jumat (20/7) lalu.

Dalam surat tersebut, termaktub nama-nama yang boleh masuk untuk membesuk Dhawiya. Ternyata, daftar itu hanya berisi nama Elvy dan keluarga besar Fitria. “Yang tidak ada namanya, tidak diberikan izin. Yang boleh cuma umi Elvy dan keluarga Fitria, anak Fitria, dan menantunya. Saya dengar dari istri saya begitu,” beber Zecky.

Saat ditanya penyebabnya, Zecky maupun Wirdha, mengaku tidak tahu. Mereka menduga ada pihak-pihak yang sengaja mengadu domba antara Elvy dan anak-anaknya. “Nah itu lah mbak. Ada apa, kok saudara kandung tidak diperbolehkan bertemu? Ini antara kakak dan adik,” jelasnya.

Diketahui, Zecky sempat menjadi kuasa hukum Dhawiya, dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Namun, sekitar 3 bulan lalu, Zecky mundur, karena alasan putus komunikasi. Hingga saat ini, komunikasi antara Wirdha dan Zecky dengan keluarga besar Dhawiya, pun belum bisa terjadi. “Sudah 3 bulanan (tidak bisa komunikasi),” pungkasnya. (yln/jpc/saz)

Medan Utama Jumpa Gumarang, Kwarta Tantang PSDS

Medan Utama memastikan lolos ke babak delapan besar.
Medan Utama memastikan lolos ke babak delapan besar.

SUMUTPOS.CO – Liga 3 Sumatera Utara telah menuntaskan babak 16 besarnya, Sabtu (21/7). Dari grup K, Medan Utama menyusul Kwarta ke babak delapan besar. Medan Utama mengunci posisi juara grup setelah di laga terakhir menumbangkan Kwarta 4-1 di Stadion TD Pardede, Jl. Medan-Binjai, Sabtu (21/7).

Empat gol Medan Utama diciptakan Wilson menit 45+1, Jecky Pasarella menit 57 dan 58, serta Faisal Romadoni menit 85. Sedangkan gol semata wayang Burung Sumatera dicetak M Deni menit 88.

Dengan hasil ini, tim asuhan Emel Bachtiar memuncaki Grup K dengan tujuh poin hasil dari dua kali menang dan sekali seri. Disusul Kwarta enam, Poin, TGM empat poin, dan Madina Jaya poin kosong.

Sekretaris Medan Utama Ari Ridho mengapresiasi semangat timnya yang bermain bagus di laga ini, sehingga mampu memenangkan pertandingan. Medan Utama mampu membuat lawan tak leluasa memainkan serangan.

“Ini yang membuat kami mampu menciptakan banyak peluang, dan sebaliknya mereka justru kebingungan untuk menyerang. Begitupun saya melihat masih ada kelemahan yang harus dievaluasi, dan itu tugas pelatih untuk melakukannya,” tegasnya didampingi Manajer Tim Budi Lubis dan Azmi Farid Lubis.

Dikatakan, di babak 8 Besar tim akan bertemu Gumarang FC yang menjadi runner up Pool L. Dirinya menilai siapapun tim yang sudah lolos ke 8 Besar tentu tim yang bagus, sehingga harus diwaspadai dan tidak boleh anggap enteng. “Kami tetap fokus dengan tim, untuk terus mengevaluasi tim baik dari sisi kelemahan dan kekuatan. Pasalnya tim yang akan dilawan nanti tim dengan segudang pengalaman serta materi pemain yang baik,” ujarnya.

Sementara Kwarta yang tidak menurunkan beberapa pemain intinya termasuk top skor tim, Bayu Tri Sanjaya juga sudah siap menghadapi babak delapan besar. Pelatih Kwarta, Amrico berharap para pemainnya bisa memetik pelajaran dari laga ini.

Dilshod Dicoret PSMS

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Pemain PSMS, Dilshod Sharofetdinov saat menahan bola.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Dilshod Sharofetdinov saat menahan bola.

SUMUTPOS.CO – Jelang laga kontra PSM Makassar, PSMS resmi memutus kontrak gelandang asingnya, Dilshod Sharofetdinov. Pemain asal Uzbekistan itu dicoret setelah mendapat sanksi lima laga tak boleh bertanding oleh Komisi Disiplin PSSI. Dilshod menjadi pemain asing kedua yang dicoret PSMS setelah Sadney Urikhob.

Hal itu diketahui setelah instagram resmi PSMS @psmsmedanofficial memosting ucapan terima kasih kepada Dilshod pada Minggu (22/7) sore. Saat ditanyakan kepada manajemen, Sekretaris PSMS, Julius Raja membenarkannya.

Menurut Raja, satu alasan yang membuat Dilshod dicoret adalah sanksi lima laga yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI kepadanya. Dilshod juga dikenai denda Rp50 juta. Penyebabnya mengeluarkan kata-kata tidak sopan kepada wasit saat laga kontra Madura United. Selain itu pelatih baru PSMS, Peter Butler menganggap Dilshod belum menunjukkan kontribusi maksimal untuk PSMS.

“Benar, kami sudah resmi memutuskan kerjasama dengan Dilshod. Pelatih menganggap dia belum menunjukkan performa maksimal. Selain itu sanksi larangan main juga membuat kami tak bisa menggunakan tenaganya,” kata Raja.

Selama memperkuat PSMS, Dilshod hanya dua kali absen dari 17 laga. Mantan pemain timnas Uzbekistan U-23 ini mencetak dua gol ke gawang Sriwijaya dan Persipura. Menariknya Dilshod merupakan salah satu pemain incaran Persipura saat masih dibesut Peter Butler.

Pihak manajemen telah menyampaikan keputusan ini kepada Dilshod pada Sabtu (21/7). Kabarnya Dilshod masih ingin berkarir di Indonesia dan akan mencoba kesempatan di klub Liga 1 lainnya. “Sudah bicara dengan dia dan diselesaikan baik-baik. Tapi dia minta tidak pulang dulu ke Uzbekistan, mungkin mencoba klub-klub Liga 1 lain,” terangnya.

Disinggung mengenai denda, King mengaku akan ditanggung managemen pengurus mengingat pemain bersangkutan keberatan membayar dendanya. “Untuk denda kita yang nyelesaikan, dan sisa pembayaran terakhir rencananya akan diselesaikan besok,” sebutnya.

Raja mengatakan Butler sudah menyiapkan beberapa nama pengganti. PSMS masih punya kuota dua pemain asing setelah mencoret Dilshod dan Sadney Urikhob sebelumnya. Bukan tidak mungkin itu juga terjadi pada Reinaldo Lobo dan Wilfried Yessoh. “Pemain dari Butler akan segera datang. Dari Brasil, Yunani dan Afghanistan. Harus lebih bagus,” tambahnya.

Sementara itu Dilshod belum bersedia memberikan keterangan kepada media. “Saya belum bisa memberikan komentar. Saya masih urus semuanya. Mungkin dua sampai tiga hari saya akan bersedia di wawancarai. Jangan khawatir,” ucap Dilshod. (don)

Sriwijaya Terpuruk, Suporter Rusak 355 Kursi Stadion

Suasana usai Sriwijaya tumbang.
Suasana usai Sriwijaya tumbang.

SUMUTPOS.CO – Kekalahan telak Sriwijaya FC atas Arema FC membuat suporter berang. Bahkan, kemarahan mereka seperti mencapai puncaknya.

Tak hanya protes melalui spanduk. Tercatat ada 355 kursi Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring dirusak, sebagian dilempar ke lapangan di sela pertandingan kemarin.

Menurut pengawas Jakabaring Sport City (JSC), Rusli Nawi, pihaknya langsung melaporkan kejadian ini ke Polresta Palembang. Sebab, tidak hanya perusakan, para oknum suporter yang melakukan hal ini dianggap mengancam keberlangsungan Asian Games 2018.

Seperti diketahui, Stadion Gelora Jakabaring akan digunakan untuk pertandingan sepakbola wanita bulan depan. Karenanya, Rusli berharap polisi bisa menindak pelaku dan memberikan hukuman maksimal.

“Ini sudah masuk ranah kriminal. Terjadi di tribun bagian utara dan tribun selatan oleh oknum dari dua kelompok suporter,” jelasnya. Kejadian ini berlangsung tak lama setelah gol ketiga Arema jelang menit ke-80. Aparat kepolisian langsung bertindak dan mengamankan empat suporter yang diduga provokator.

Rusli menjelaskan, rincian kerusakan di antaranya ada 231 kursi di tribun utara, 104 kursi di tribun selatan. Dengan kerusakan berat, sebagian besar tidak lagi bisa digunakan. Rusli menyebut, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kontraktor untuk mengatasi hal ini.

“Kapan diperbaiki, kapan dibeli tentu akan dikoordinasikan dengan kontraktor. Kalau pun beli, tidak di sini. Kami berharap ini bisa diatasi dan selesai sebelum Asian Games. Ini merupakan gangguan, saya khawatir ditunggangi,” ungkapnya.

Ke depan, pihak JSC akan memperketat pengawasan dan tidak memberikan kesempatan lagi bagi oknum untuk melakukan hal yang tidak diinginkan. Khususnya merusak fasilitas stadion yang juga merupakan fasilitas negara. (aja/ce1/jpnn/don)

TC Terakhir U-23 di Bali

FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS Pemain Timnas Indonesia U-22 Ezra Walian (kanan) dikawal pemain Kamboja Nen Sothearoth dalam pertandingan kualifikasi grup B Sea Games XXIX di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis (24/8/17). Indonesia menang 2-0 atas Kamboja.
FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS
 Ezra Walian (kanan) kembali dipanggil timnas U-23.

SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia proyeksi Asian Games 2018 bakal menggelar pemusatan latihan (TC) di Bali 24 Juli-11 Agustus mendatang. Total ada 24 pemain yang dipanggil pada TC kali ini.

Ini merupakan TC pemungkas sebelum pelatih Luis Milla memastikan 20 nama pemain yang masuk dalam skuat utama. Dari daftar nama yang ada tidak ada kejutan yang muncul. Hanya, ada dua kiper senior, Andritany Ardhiyasa dan M Ridho yang akan mendampingi Awan Setho.

Sedangkan dua nama pemain senior yang lain adalah Stefano Lilipaly, gelandang Bali United. Satu lainnya yakni Alberto Goncalves, penyerang naturalisasi Sriwijaya FC.

Yang menarik adalah, Luis Milla menepati janjinya untuk memanggil kembali tiga penggawa Timnas U-23 yang berkiprah di kompetisi luar negeri.

Mereka adalah Evan Dimas Darmono, Ilham Udin Armayn, keduanya dari Selangor FA, klub Liga Super Malaysia. Juga ada Ezra Walian, penyerang naturalisasi yang kini beredar di Liga Belanda bersama Almere City. Sisanya,

Sejak awal Januari lalu, Timnas U-23 menjalankan TC secara buka tutup. Berlangsung di setiap akhir bulan. Ini mengingat kompetisi Liga 1 2018 juga masih berlangsung. Luis Milla menyatakan tetap memberikan kesempatan bagi Ezra Walian dan Muhammad Rafli dalam TC kali ini.

“Saat ini kami memantau pemain yang sedang berkompetisi, mereka selalu mengalami perkembangan yang positif,” katanya. Di sisi lain, TC kali ini juga menjadi pembuktian bagi sejumlah pemain, Andy Setyo Nugroho misalnya. Bek PS Tira itu selalu menjadi pilihan Luis Milla dalam TC yang mereka jalankan.

Namun, Andy kerap sulit menembus skuad utama. Sebab, Milla masih memberikan kepercayaan kepada Hansamu Yama Pranata, Bagas Adi ataupun Ricky Fajrin. “Yang pasti kasih 100 persen kemampuan dulu, apapun keputusan nanti yang penting usaha,” katanya.

Selain Andy, juga ada Ilham Udin dan Evan Dimas. Kedua pemain Selangor FA itu tetap menjadi salah satu prioritas Luis Milla. Evan ketika dikonfirmasi antusias kembali ke skuad Garuda Muda. Tadi malam (21/7), keduanya masih menjadi bagian The Red Giant-julukan Selangor-menghadapi Melaka United.

“Paling cepat, Senin saya ke Bali, dan bergabung dengan yang lain,” ujar Evan. Bagi dia, bermain buat Indonesia di Asian Games adalah kesempatan besar untuk memberikan sumbangsih bagi Timnas. (nap/jpnn/don)

Gelar Tunggal dari The Daddies

Ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
Ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

SUMUTPOS.CO – Merah Putih boleh berlega hati setelah berhasil membawa pulang satu gelar dari Singapura Terbuka 2018 yang dipersembahkan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Minggu (22/7).

The Daddies menyegel satu-satunya medali emas untuk Indonesia setelah berhasil menjungkalkan wakil Tiongkok Ou Xuanyi/Xiangyu Ren di partai final.

Tampil mendominasi sepanjang bertandingan, Hendra/Ahsan naik ke podium tertinggi setelah menang 21-13 dan 21-19. Gelar ini merupakan gelar perdana Hendra/Ahsan di rangkaian BWF World Tour 2018 setelah dipasangkan kembali pada awal tahun ini.

Indonesia sebenarnya punya peluang membawa pulang dua gelar juara lewat Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Sayang, Owi/Butet harus kandas di tangan pasangan Malaysia Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai 19-21 dan 18-21.

Sama seperti Indonesia dan Malaysia, Taiwan juga mengantongi satu gelar lewat pemain tunggal putra Chou Tien Chen. Tien Chen meraih gelar juara setelah menundukkan kompatriotnya Hsu Jen Hao 21-13 dan 21-13.

Dua gelar lainnya di nomor tunggal putri dan ganda putri disabet oleh Jepang lewat Sayaka Takahashi dan Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir mengaku legawa menjadi runner up di Singapura Terbuka 2018 setelah ditaklukkan Goh Soon Huat/Shevon Jemie Lai (Malaysia) di partai final, Minggu (22/7). Faktor kelelahan dan kurang persiapan disebut Owi/Butet menjadi faktor utama.

Untuk diketaui, Owi/Butet ditekuk 19-21 dan 18-21 oleh Goh/Shevon dalam waktu 36 menit. Butet menuturkan, sebetulnya ia dan Owi punya kans untuk memenangkan pertandingan.

“Memang kita tadi bisa menang, hanya fokusnya aja (kurang, Red). Mungkin ini faktor kelelahan, karena dua minggu lalu ikut di Indonesia Terbuka 2018, dan persiapan hanya seminggu kurang,” ujar Butet.

Butet menilai, faktor lain yang membuat mereka kalah adalah permainan lawan yang cukup apik, terutama peran Goh dalam covering lapangan. “Memang si Goh mainnya meng-cover banget. Shevon paling hanya mencari-cari posisi saja. Yang banyak bermain si Goh-nya,” ujar Butet lagi.

Kekalahan ini pun menjadi bahan evaluasi mereka sebelum melakoni Asian Games 2018 yang notabene menjadi target utama di tahun ini. (bbs/don)

Sport Center Terkendala Lahan

Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Hj R Sabrina.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Hj R Sabrina.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Rencana Pemprov Sumut membangun sport center atau stadion utama sebagai persiapan menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 bersama Provinsi Aceh, dikhawatirkan tidak dapat terwujud sesuai waktu yang diinginkan.

Hal itu terjadi karena pengadaan lahan 100ha yang sebelum ini kerap disampaikan HT Erry Nuradi saat menjadi Gubernur Sumut dalam berbagai pertemuan resmi maupun isi pidatonya, ternyata tidak masuk dalam prioritas pembebahasan lahan eks HGU PTPN II.

Informasi yang diperoleh Sumut Pos, sesuai Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/604/KPTS/2017 tanggal 2 November 2017, sedikitnya ada sekira atau lebih kurang 5.873,06 Ha lahan PTPN II yang terletak di Kabupaten Deliserdang, Serdangbedagai dan Binjai yang tidak diberikan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU). Dari jumlah lahan itu, sekira 1.428,2688 Ha di Kabupaten Deliserdang dan Binjai telah diusulkan untuk penghapusan buku.

Namun, dari jumlah lahan yang telah diusulkan untuk penghapusan buku tersebut, tidak tercantum untuk pembangunan sport center atau stadion utama. Tidak masuknya atau tidak prioritasnya alokasi lahan untuk pembangunan sport center ini dikhawatirkan akan menghambat persiapan Sumut menjadi tuan rumah bersama PON XXI/2024 dengan Aceh.

Sebab sebelum ini, Dispora Sumut dan KONI Sumut serta sesuai saran pendapat berbagai kalangan, mengagendakan mulai 2019 sudah melakukan persiapan tuan rumah bersama PON XXI/2024, terkhusus pembangunan sport center. Belum diketahui pasti bagaimana kelanjutan rencana pembangunan sport center ini. Namun, tidak dimasukkannya alokasi pengadaan sport center menjadi skala prioritas, sangat bertentangan atau bertolak belakang dengan berbagai pernyataan Erry Nuradi saat menjadi Gubsu di depan publik tentang komitmen Pemprovsu mendukung Sumut PON.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, R Sabrina mengatakan pembangunan sport centre masih dalam perencanaan dan ke depan memang akan diwujudkan mengingat Sumut menjadi tuan rumah PON 2024. “Apapun ceritanya kita harus bersiap sejak sekarang. Sport centre itukan masalah lahan, tahulah kalau masalah lahan ini tidak gampang. Namun tekad kita agar persoalan ini bisa clear, dan alokasi pendanaan kami siapkan sesuai tahapan pembayaran lahan,” katanya kepada wartawan, Jumat (20/7).

Kata Sabrina, dari 56 cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON nanti, dibagi dua dengan Aceh dimana porsi Sumut mendapat 28 cabor. Oleh sebab itu, pihaknya masih ingin mendapat penjelasan soal cabor mana saja yang akan dihelat di Sumut. Supaya dalam perencanaan pembangunan sarana olahraganya menjadi tepat sasaran. “Jangan pula misalnya cabor olahraga menembak kita bangun, gak tahunya itu dilaksanakan di Aceh. Jadi kita memastikan dulu cabor mana di Sumut sehingga persiapan lahan bisa kita tentukan di mana. Setelah masalah tanah clear, kita akan langsung bangun,” katanya.

Dalih Kooperatif, Dua Tak Ditahan

Foto: Teddy Akbari/Sumut Pos DITANGKAP: Direktur CV Aida Cahaya Lestari, Dodi Asmara ditangkap tim intelijen gabungan Kejatisu karena terlibat kasus korupsi pengadaan alat peraga SD, Minggu (22/7).
Foto: Teddy Akbari/Sumut Pos
DITANGKAP: Direktur CV Aida Cahaya Lestari, Dodi Asmara ditangkap tim intelijen gabungan Kejatisu karena terlibat kasus korupsi pengadaan alat peraga SD, Minggu (22/7).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai menangkap satu tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga SD. Direktur CV Aida Cahaya Lestari, Dodi Asmara diringkus tim gabungan Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumut di Hotel Grand Darussalam, Jalan Darussalam, Medan Petisah, Minggu (22/7) pukul 07.30 WIB.

Pria yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama 4 bulan ini mengaku, tidak melakukan pengadaan alat peraga yang tersandung perkara dugaan korupsi tersebut.

Kepada Sumut Pos, lajang 36 tahun ini juga mengaku, semua yang melakukan pengadaan alat peraga adalah Daud Nasution.

“Saya sebenarnya sudah enggak mau, cuma Daud ini yang pemborongnya pake perusahaan saya. Dari keluar tender, dia (Daud) yang mengerjakan. Perusahaan itu atas nama saya,” kata Dodi Asmara dari balik jeruji besi Kejari Binjai.

Selama dalam pelarian, Dodi tidak pelesiran kemana-mana. Ia mengaku hanya di rumah saja, bekerja sebagai tukang bangunan.

“Saya baru siap kerja (bangunan), ditelepon untuk bawa tamu ke bandara. Setelah bawa tamu itu, baru balik dari bandara (ditangkap),” ujar dia.

CV Aida Cahaya Lestari memang atas nama Dodi Asmara. Namun yang melakukan pengadaan borongan tersebut Daud Nasution.

Kata Dodi, ia hanya mendapat komisi Rp20 juta dari nilai pagu anggaran sebesar Rp1,2 miliar.

“Saya saja nilai kontraknya tidak tahu, cuma dapat fee Rp20 juta. Setelah tender di bulan 7 atau bulan 8 2010 lalu itu, fee itu saya dapat,” ujar warga Jalan Glugur Rimbun, Desa Sei Glugur, Pancurbatu, Deliserdang.

Dodi juga mengaku takut untuk datang menghadap penyidik ketika dipanggil sebagai saksi. “Saya takut mau datang, ada kerja juga. Sekali saja datangnya waktu dipanggil saksi bulan Juni kemarin,” tandasnya.

Sementara, Kajari Binjai Victor Antonius Saragih Sidabutar mengatakan, penyidik sudah mengintai Dodi Asmara sejak pukul 02.30 WIB.

“Kami tangkap dia di Hotel Darussalam setelah mengantarkan tamu ke Bandara Kualanamu. Lalu dibawa ke Kantor Kejatisu,” ujar dia didampingi Kasi Intelijen, Erwin Nasution.

Victor mengakui, pria berinisial DN yang melakukan pengadaan tersebut. Keterangan yang dibeber Victor, sejalan dengan ucapan Dodi.

Kabur dengan Luka Bakar 60 Persen

Kantor Leasing Mandiri Tunas Finance, di Jalan Gagak Hitam Medan, lokasi nasabahnya bakar diri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski sempat kabur dengan kondisi luka kabar hingga 60 persen, namun pelaku pembakaran kantor Mandiri Tunas Finance (MTF) di Jalan Ringroad, Pasar II, Tanjungsari, Medan Selayang akhirnya diringkus, Jumat (20/7). Pelaku diciduk saat akan kabur ke luar kota.

Kapolsek Sunggal Kompol Yasir Ahmadi mengatakan, Yos Agus Lumbanbatu ditangkap tengah malam. Kompol Yasir membenarkan pelaku merupakan nasabah perusahaan pembiayaan MTF.

Diceritakannya, pelaku diamankan saat hendak pergi ke rumahsakit. Dia dibawa oleh seorang pengemudi mobil barang yang merasa kasihan lantaran luka bakar di sekujur tubuhnya.

“Pemilik mobil sebenarnya tidak mengenal pelaku, cuma katanya kasihan makanya pengemudi menolong untuk mengantarkannya ke rumahsakit,” kata Kompol Yasir, Sabtu (21/7).

Diterangkannya, pelaku berhasil diamankan di Jalan Letjen Jamin Ginting. Dia berencana untuk kabur menuju luar Kota Medan. Akibat aksi nekadnya, pelaku mengalami luka bakar cukup parah.

“Kondisinya cukup parah, luka bakar sekitar 60 persen. Sekarang dia sedang dirawat di RSUP H Adam Malik. Belum bisa kita interogasi, karena fisiknya lemah. Ia mengalami luka bakar sekitar 60 persen,” katanya.

Setidaknya, 5 saksi terkait insiden pembakaran tersebut sudah dimintai keterangan. Sementara, korban-korban yang masih dirawat di Rumah Sakit Tere Margareth masih belum bisa diambil dan dimintai kesaksiannya.

Diberitakan sebelumnya, Yos Agus Lumbanbatu menyiramkan bensin ke tubuh karyawan leasing mobil. Kemudian ia menyulut api di kantor MTF, Jumat (20/7) siang. Aksi nekatnya itu dipicu emosi karena mobilnya diambil oleh MTF.

Akibat kejadian itu, 4 pegawai terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Saat pembakaran, pelaku berhasil melarikan diri dari pintu belakang.

Pasca ditangkap, pelaku belum sempat pulang ke rumahnya. Oleh polisi, dia dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.(dvs/ala)

 

 

Judi Tembak Ikan Marak di Binjai

Petugas Subdit II Ditreskrimum Polda Sumut menggerebek salah satu lokasi judi tembak ikan di Kabupaten Langkat, beberapa waktu lalu.
Petugas Subdit II Ditreskrimum Polda Sumut menggerebek salah satu lokasi judi tembak ikan di Kabupaten Langkat, beberapa waktu lalu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Praktik perjudian tembak ikan kian hari marak di wilayah hukum Polres Binjai. Ini jelas menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang berdomisili di Kota Rambutan.

Dari hasil pantuan yang dilakukan pada Minggu (22/7), terlihat lapak perjudian jenis ketangkasan ini menjamur hingga sudut Kota Binjai. Bahkan, lokasinya sangat berdekatan dengan pemukiman warga.

Untuk mengelabui petugas, para pengelola mengaku menyediakan game (permainan) ketangkasan. Namun, praktik judi sangat kuat dalam permainan tersebut.

Sebelum bermain, pemain harus mengambil tiket di kasir. Lalu, agar bisa bermain game, pemain harus memiliki modal terendah Rp10 ribu. Dengan modal itu, pemain mendapat 10 koin untuk memulai permainan.

Kemenangan diraih jika sanggup mengalahkan jenis permainan. Seperti menembak ikan dan jenis hewan laut lainnya.

Alhasil, pemain mendapat hadiah koin yang nantinya ditukar kepada kasir dengan harga Rp500 per koin. Dari permainan itu, tidak sedikit pemain mengalami kekalahan jutaan rupiah.

Adapun lokasi game tembak ikan ini, di kawasan Kampung Tanjung. Lokasi ini sudah sangat dikenal di kota Binjai. Las Vegas Binjai, begitu warga disana kerap menyebutnya.

Kemudian, di kawasan Lincun yang berada di Kecamatan Binjai Barat. Selain itu, di Tandem, Kecamatan Binjai. Sejumlah kawasan tersebut masih dalam wilayah hukum Polres Binjai.

“Kalau lokasi game zone ini sudah lama beroprasi. Dan jika wajah-wajah baru masuk kedalam lokasi selalu dicurigai oleh pengawas,” cetus warga sekitar lokasi game.

Namun sayang, keberadaan lokasi yang diduga sebagai lapak judi hingga kini belum tersentuh hukum. Entah apa penyebabnya.

Sementara permainan bermodus game ketangkasan yang beromzet puluhan juta perhari itu, saat ini sudah menjamur di Kota Rambutan.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hendro Sutarno, saat ini belum bisa memberi keterangan resmi. Pasalnya, yang bersangkutan belum menjawab ketika dikonfirmasi.(ted/ala)