MOSCOW, SUMUTPOS.CO – Gol Mario Mandzukic pada babak kedua pertambahan waktu membuat Kroasia menang atas Inggris dalam semifinal Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Kamis (12//7) dini hari WIB.
Sebelum gol Mandzukic yang terjadi di babak perpanjangan waktu itu, Inggris unggul lebih dahulu lewat tendangan bebas Kieran Trippier di menit ke-5.
Gol tersebut membuat Trippier menjadi pemain Inggris kedua yang mencetak gol dari tendangan bebas di Piala Dunia, setelah David Beckham pada PD 1998 dan 2006.
Kroasia menyamakan kedudukan lewat Ivan Perisic di menit ke-68. Di akhir pertandingan, Perisic terpilih sebagai man of the match.
Skor 1-1 bertahan hingga 2 x 45 menit. Nah, di babak extra time gol kemenangan Kroasia tercipta. Tepatnya tercipta di menit 108 detik ke-3. Itu adalah gol paling telat yang diciptakan Kroasia dalam sejarah Piala Dunia, dan juga kebobolan paling telat buat Inggris.
Inggris pun tersingkir, menangis. Semangat football it’s coming home milik Inggris musnah. Bukan sepak bola yang pulang ke rumah, tapi Inggris yang pulang, keok.
Inggris tercatat telah tersingkir di empat dari lima semifinal dalam turnamen besar. Piala Eropa 1968, Piala Dunia 1990, Piala Eropa 1996 dan Piala Dunia 2018. Satu lagi berujung juara di Piala Dunia 1966.
Kini Inggris harus pasrah terlempar ke laga perebutan tempat ketiga melawan Belgia, Sabtu (14/7) nanti.
Sementara buat Kroasia, ini sejarah, ini adalah final Piala Dunia pertama buat Vatreni (julukan timnas Kroasia). Di partai puncak Piala Dunia 2018, Kroasia akan meladeni Prancis, Minggu (15/7) malam WIB. (oj/adk/jpnn)
Witan Sulaiman dkk siap hadapi Malaysia U-19 pada semifinal Piala AFF U-19 di Gelora Delta Sidoarjo.
Witan Sulaiman dkk siap hadapi Malaysia U-19 pada semifinal Piala AFF U-19 di Gelora Delta Sidoarjo.
SUMUTPOS.CO – Timnas U-19 Indonesia bakal berjuang habis-habisan kala berjumpa Malaysia pada babak semifinal Piala AFF U-19 2018. Satu langkah lagi mereka akan mewujudkan final untuk mengulang kenangan manis saat menjuarai Piala AFF U-19 tahun 2013 lalu.
Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, mengaku timnya telah siap untuk menghadapi Malaysia. Akan tetapi, ia enggan membicarakan terkait taktik dan strategi pada laga nanti. “Bismillah. Kami, jajaran pelatih, pemain, dan ofisial sudah siap lahir dan batin menghadapi Malaysia. Insya Allah kami akan berikan hasil terbaik,” ujar Indra Sjafri.
Indra juga menolak untuk membeberkan terkait pemilihan pemain pada laga nanti, termasuk apakah akan kembali melakukan rotasi. “Yang pasti kondisi semua pemain saat ini baik-baik saja, tidak ada yang cedera. Semua siap diturunkan nanti,” katanya.
Satu yang pasti Egy Maulana Vikri sudah ikut bergabung. Sebelumnya selama penyisihan Egy masih berada di klubnya, Lechia Gdanks di Polandia.
Terakhir kali, timnas U-19 harus menelan kekalahan kala berhadapan dengan Malaysia di ajang kualifikasi Piala Asia U-19 pada tahun lalu. Pada laga yang berlangsung di Paju, Korea Selatan, Witan Sulaeman dan kolega menyerah dengan skor telak 1-4.
Malaysia memang patut diwaspadai setelah berhasil menjadi juara Grup B. Mereka juga memiliki pertahanan yang kuat. Faktanya dalam empat laga di Grup B, mereka cuma kebobolan satu gol saja.
Selain itu ada tiga nama Malaysia U-19 yang wajib diwaspadai. Nama pertama adalah Akhyar Rashid. Pemain berposisi sebagai striker tersebut saat ini sudah mengemas dua gol. Salah satu golnya bahkan menyelamatkan Malaysia dari kekalahan kala melawan Timor Leste.
Nama selanjutnya adalah Shivan Pillay Asokan. Sama seperti Akhyar, dia juga mengemas dua gol buat Malaysia. Golnya menit 17 ke gawang Myanmar menentukan langkah Malaysia melaju ke semifinal sebagai juara grup.
Sementara itu Pelatih Malaysia, Bojan Hodak menyebut Tim Nasional Indonesia U-19 lebih difavoritkan. Menurut Hodak, Malaysia hanya akan bermain nothing to lose di pertandingan ini.
Malaysia memang pernah menang telak atas Indonesia dengan skor 4-1 pada kualifikasi Piala AFC 2018, awal November 2017 di Paju, Korea Selatan. Namun pertandingan itu tidak bisa dijadikan tolok ukur.
“Timnas Indonesia sangat kuat. Kami memang pernah bermain melawan mereka di Korea, tapi itu pertandingan yang berbeda di waktu yang berbeda pula,” ucap Hodak kepada awak media di Sidoarjo.
Pemain Universitas Prima Indonesia (Unpri) coba melakukan tembakan pada lanjutan Liga Mahasiswa (LIMA) 2018 Conference Sumatera di GOR Unpri, Jalan Danau Singkarak, Rabu (11/7).
Pemain Universitas Prima Indonesia (Unpri) coba melakukan tembakan pada lanjutan Liga Mahasiswa (LIMA) 2018 Conference Sumatera di GOR Unpri, Jalan Danau Singkarak, Rabu (11/7).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Prima Indonesia (Unpri) mencetak angka tertinggi selama pagelaran Liga Mahasiswa (LIMA) 2018 Conference Sumatera. Angka tertinggi tersebut ditorehkan saat melawan Universitas Cendana di GOR Unpri, Jalan Danau Singkarak, Rabu (11/7). Unpri menang dengan skor 103-25.
Menurunkan Harianto, Hendra Wijaya, Arditya Albert, Eric Hartono dan Calvin Davidson sebagai starter, Unpri memang sudah mendominasi dari awal pertandingan. Terbukti, mereka unggul di kuarter pertama dengan skor 24-13. Keunggulan itu semakin membesar di kuarter kedua dengan skor 43-14.
Meski sudah unggul jauh, Unpri sepertinya belum puas. Meski merotasi beberapa pemain, anak asuh Jenny Kirawan itu tidak terbendung. Mereka mengakhiri kuarter ketiga dengan skor 73-20. Pada kuarter terakhir, Harianto dkk malah memperbesar keunggulan menjadi 103-25.
Kemenangan ini menjadi angka terbesar selama pagelaran LIMA Basketball 2018 Conference Sumatera. Unpri merupakan tim pertama mencetak lebih dari 100 angka dalam satu pertandingan. Hendra Wijaya menjadi pemain tersubut dengan sumbangan 19 angka, disusul Alvin Winata dengan 16 angka.
Pelatih Unpri Jenny mengaku puas dengan penampilan pemainnya pada pertandingan ini. Namun dia meminta agar pemain tidak terlalu eforia. “Kami berhasil mencetak lebih dari 100 angka, tapi kompetisi belum selesai. Kami masih memiliki pertandingan berat melawan STMIK TIME dan STIE Eka Prasetya,” ujar Jenny.
Jenny menilai dua pertandingan sisa akan berjalan sengit. Pasalnya, keduanya merupakan tim kuat. “Melawan TIME dan Eka merupakan laga berat, karena mereka merupakan tim kuat. Bahkan pertandingan terakhir melawan Eka sepertinya akan menjadi final,” sebut Jenny.
Unpri dan STIE Eka Prasetya diprediksi bakal bersaing ketat menjadi juara. Pasalnya hingga kini keduanya masih mencatatkan kemenangan 100 persen dari empat pertandingan. Pada Rabu (11/7), STIE Eka Prasetya mengalahkan UMSU dengan skor 47-37.
LIMA Basketball 2018 Conference Sumatera akan kembali dilanjutkan, Kamis (12/7) sore ini. Laga pertama antara UIN Suska melawan STIE Eka Prasetya, dilanjutkan STMIK TIME bersua Unpri dan Cendana menantang UMSU. (dek)
Foto: Batara/Sumut Pos
Pemain PSDS saat bersua dengan Tanjungbalai United pada Liga 3 Zona Sumut di Stadion Baharoeddin Siregar.
Foto: Batara/Sumut Pos Pemain PSDS saat bersua dengan Tanjungbalai United pada Liga 3 Zona Sumut di Stadion Baharoeddin Siregar.
LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -PSDS sudah di atas angin untuk lolos ke fase berikutnya Liga 3 Zona Sumut. Dua kemenangan atas Tanjungbalai United dan Taruna Satria Tebingtinggi membuat Pasukan Traktor Kuning menguasai puncak klasemen sementara grup B. Namun PSDS tak puas dan membidik poin penuh saat bersua Patriot Disporasu, di Stadion Baharoeddin Siregar, Kamis (12/7).
Bila strategi tersebut terwujud maka PSDS akan memiliki poin 9 atau menempati posisi puncak klasemen sementara pada Grup 1 Sumatera Utara, Pool B.”Ketiganya kita pasang target menambah gol. Itu sudah intruksi manager, agar jangan mengala atau mengambil posisi nyaman. PSDS harus menang,”ungkap asisten pelatih PSDS Deliserdang Siswanto ketika dihubungi, Rabu (11/7).
Dijelaskannya, diturunkannya Yassir Aziz untuk menganti posisi Egy yang sebelumnya ketika menghadapi Tarunan Satria Tebingtinggi mengalami cedera engkel.Secara kulitas kedua pemain tersebut memiliki kemampuan sama.
“Meski pemain penganti Yassir Aziz mampu menciptakan gol ketika PSDS Tarunan Satria Tebingtinggi. Jadi tak kewahatiran pemain pelapis PSDS,”ungkapnya lagi.
Siswanto berharap dengan masuknya Yassir Aziz maka barisan depan akan lebih tajam lagi menusuk barisan pertahanan lawan. Kemudian kepada ketiganya dapat menyempurnakan peluang menjadi gol.
“Pasalnya pada dua pertadingan sebelumnya peluang untuk menghasilkan gol itu banyak. Namun, dalam menyempurnakannya menjadi gol belum terlihat secara maksimal,”terangnya.
Bukan hanya barisan depan yang mendapat suntikan pemain segar. barisan tengah juga dilakukan perombakan, sebelumnya Baginda pada posisi gelandang menyerang akan digantikan Riky Prabowo.
Demikian pada bagian pertahanan Wawan Setiawan mengantikan posisi Fajar. Tujuan pergantian ini untuk menjaga performan tim.”Biar lawan tidak bisa membawa permainan kita. Pasalnya, dari dua kali pertadingan sebelumnya, tentu lawan sudah melihat permainan PSDS,”ungkapnya.
Terpisah manajer PSDS Juniman menegaskan bahwa dirinya mengintruksikan kepada tim pelatih dan pemain agar bermain dengan serius dan jangan mengangap remeh lawan.”Semua tim itu sama kekuatanya karena itu jangan sepeleh terhadap lawan. Saya intruksikan harus menang. Tak ada istilah santai karena memperoleh poin tertingi,”tegasnya. (btr/don)
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang wartawan tabloid terbitan Medan, Nelson P Siregar (52) dianiaya oknum ketua salah satu organisasi kepemudaan (OKP). Peristiwa itu terjadi di Jalan Pliton, Kecamatan Medan Belawan, Selasa (10/7) sore.
Sore itu, Nelson yang menetap di Jalan Tongkol, Pajak Baru, Kecamatan Medan Belawan ini melihat proyek di areal kosong PT KAI Belawan.
Tiba-tiba, salah satu anggota OKP tersebut memfoto Nelson. Foto korban kemudian dikirim kepada pelaku via whatsapp.
Saat korban duduk di salah satu warung di Jalan Pliton Belawan, tiba-tiba pelaku datang dan langsung menganiaya Nelson di tangan kiri. Belum puas, pelaku memukul bagian rusuk Nelson.
“Aku dijumpai di warung. Langsung dipukuli sampai rusuk aku sakit dan tangan kiri aku terkilir,” kata Nelson.
Tak sampai disitu, aksi pelaku semakin membabi buta. Pelaku mengambil parang. Namun korban memilih kabur.
“Untung aku sempat kabur saat dia (pelaku) mengambil parang. Kalau tidak, bisa jadi aku dibacoknya,” jelas Nelson.
Pasca peristiwa itu, Nelson melaporkan kejadian dialaminya ke Mapolres Pelabuhan Belawan, Rabu (11/7).
“Kasus ini sudah saya laporkan. Harapannya dia (Mino) cepat ditangkap. Jangan sesukanya aja memukuli orang,” sebut Nelson.
Di sela acara perayaan HUT Bhayangkara ke 72, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis mengatakan pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu laporan korban. Jika memenuhi unsur tindakan pidana, maka perkaranya akan ditindaklanjuti.
“Kita akan proses kasusnya,” kata Ikhwan. (fac/ala)
Foto: Fachril/Sumut Pos
Petugas dibantu warga mengevakusai mayat di Sungai Deli, Jalan Rupat, Kampung Kurnia, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (11/7).
Foto: Fachril/Sumut Pos Petugas dibantu warga mengevakusai mayat di Sungai Deli, Jalan Rupat, Kampung Kurnia, Kecamatan Medan Belawan, Rabu (11/7).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dalam sehari, 4 mayat ditemukan mengapung di Sungai Deli. Kuat dugaan, mayat-mayat tersebut telah tewas beberapa hari sebelumnya. Keempat mayat ditemukan di lokasi berbeda pada aliran Sungai Deli, Rabu (11/7).
Mayat pertama ditemukam di Jalan Karya Inspeksi Barat, Lingkungan 17, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat. Belakangan, mayat tersebut diketahui bernama Muhammad Arsyad (32).
Kapolsek Medan Barat, Kompol Choky Sentosa Meliala mengatakan, mayat itu ditemukan warga tepat pukul 07.00 WIB.
“Mayat ditemukan oleh warga tersangkut di pinggir Sungai Deli dalam keadaan pakaian lengkap dan terlungkup. Barang yang ditemukan dari kantong celana korban berupa, HP, dompet kartu BPJS dan foto korban dengan istri,” katanya.
Polisi sudah memeriksa saksi-saksi yang pertama kali melihat. Diantaranya, Zulham (44) warga Jalan Pulo Brayan dan Abdul Rasyid (20) warga Cilincing Barat.
“Saat ini kita masih menyelidiki soal mayat tersebut, sekarang masih menunggu hasil autopsi RS Bhayangkara untuk melihat apakah ada tanda-tanda kekerasan,” ujarnya.
Temuan kedua terjadi di kawasan Jalan Sekata Lingkungan XII, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat. Dalam penemuan mayat kedua ini, polisi tidak berhasil mendapat identitasnya.
Menurut kapolsek, korban yang tidak diketahui identitasnya ini diduga tewas hanyut. Korban ditemukan pertama kali oleh Muhammad Azhar Lubis (46) dan Amri (36).
“Kalau yang kedua kita temukan pukul 09.30 WIB. Sewaktu ditemukan, posisi mayat sudah diangkat ke atas oleh saksi dengan kondisi mayat sudah membengkak dan masih menggunakan pakaian lengkap dan sepatu,” katanya.
Dari mayat tersebut, polisi mengamankan dompet warna hitam berisikan STNK sepeda motor atas nama Suheri.
Sementara, berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Pengendalian Bencana (PB) BPBD Kota Medan, juga ditemukan mayat terapung di DAS Sungai Deli, Jalan Badur, Kelurahan Hamdan.
Mayat teridentifikasi seorang laki-laki berusia sekitar 40 tahun. Di lengan sebelah kanannya terdapat tato.
“Tadi sore ditemukan dan sudah dilapor ke Polsek Medan Kota. Untuk tindakan lanjutnya boleh dikonfirmasi ke polisi,” ungkap Manager Pusdalops PB, M Yunus.
Temuan mayat keempat di Sungai Deli, Jalan Rupat, Kampung Kurnia, Kecamatan Medan Belawan.
Mayat tanpa identitas ini berusia 30 tahun. Ciri-ciri, tinggi 165 cm, kulit sawo matang dan rambut ikal.
Saat ditemukan, mengenakan pakaian kaos hitam berlapis jaket biru dan pendek abu-abu. Tidak ada tanda-tanda kekerasan ditemukan di tubuh mayat.
Namun, di celana dalam ada kotoran air besar. Dari mayat itu, polisi mengamankan barang bukti 2 unit Hp, kunci sepeda motor Yamaha dan 8 buah koin dinding dari pakaian yang digunakan korban.
Kapolsek Belawan, Kompol B Pasaribu mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP. Untuk mengetahui penyebab kematian korban akan divisum ke rumah sakit.
“Identitasnya belum kita ketahui, kita masih menyelidiki identitasnya. Kepada pihak keluarga yang mengenali korban untuk melapor ke Polsek Belawan,” kata Pasaribu. (dvs/fac/ala)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polda Sumut masih mendalami pemeriksaan terhadap Fransen, karyawan PT Musim Mas yang dituding pihak perusahaan bermain judi, Rabu (4/7) lalu.
Seperti diketahui, Fransen sendiri telah melaporkan kasus yang menimpanya tersebut ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Selasa (10/7) lalu. Ia berharap memperoleh perlindungan hukum.
“Namanya masyarakat, melaporkan (ke LBH) karena tidak senang ya sah-sah saja. Namun kita tetap harus menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam pemeriksaan,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, saat disinggung mengenai laporan Franses ke LBH Medan.
Tatan mengatakan, Fransen memang sempat di bawa ke Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumut untuk diperiksa. Fransen sendiri, kata Tatan diperiksa karena terindikasi telah melakukan permainan judi online.
“Tapi bagaimana perkembangan dari indikasi itu, kita masih menunggu jawaban dari Ditkrimsus. Karena unit Cyber yang menangani,” sebutnya.
Selain itu, Tatan menjelaskan, meski sempat dibawa ke Polda Sumut dan dilakukan pemeriksaan, tetapi penahanan tidak dilakukan terhadap Fransen. Hanya saja, sambung Tatan, handphone milik Fransen belum dikembalikan karena kasusnya masih ditangani di Ditreskrimsus Polda Sumut.
“Iya, sempat dibawa kemari dan dilepaskan. Tapi HP nya belum dikembalikan. Itu yang dia merasa keberatan karena HP nya belum dikembalikan,” pungkasnya.
Sebelumnya, dalam aduannya ke LBH, Fransen mengaku pada 4 juli 2018 dirinya diancam dan dianiaya oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja agar mengakui bermain judi.
Franses bahkan mengatakan, dirinya dipaksa membuat surat pernyataan yang berisi pengakuan bahwa dirinya bermain judi meskipun tidak melakukannya.
Selanjutnya, beberapa saat setelah dipaksa menandatangani surat pernyataan, Franses kemudian dijemput pihak kepolisian Polda Sumut didampingi pejabat humas perusahaan tempatnya bekerja. Ia langsung dibawa ke Mapolda Sumut.
Setelah beberapa jam diperiksa pada 5 Juli 2018, Fransen akhirnya dipersilahkan pulang sekira pukul 21.45 WIB. Ia dijemput orangtuanya sembari mempertanyakan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.(mag-1/ala)
Beberapa masyarakat memperhatikan Kantor Dinas Kesehatan Labusel usai OTT, Senin (9/7) petang.
Beberapa masyarakat memperhatikan Kantor Dinas Kesehatan Labusel usai OTT, Senin (9/7) petang.
LABUSEL, SUMUTPOS.CO – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Labuhanbatu melakukan operasi tangkap tangan (OTT), Senin (9/7) petang.
Sebanyak enam aparatur sipil negara (ASN) berhasil diamankan. Kecuali, Bendahara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel), Sumut.
Pejabat berinisial S (34) dan tinggal di Desa Asam Jawa Kecamatan Cikampak, Labusel itu berhasil melarikan diri lewat jendela sebelum diciduk.
“Bendahara atas nama S melarikan diri lewat jendela di dalam ruangannya,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (10/7).
Diutarakan Tatan, saat ini sudah diimbau terhadap yang bersangkutan untuk menyerahkan diri ke Polres Labuhanbatu. Namun, sampai saat ini belum hadir.
“Masih dalam pencaharian oleh tim,” ucapnya.
Sebelumnya, Tim Saber Pungli Polres Labuhanbatu melakukan OTT di kantor Dinkes Labusel. Sebanyak 6 orang ASN diamankan.
Keenam ASN tersebut terdiri dari 4 kepala puskemas di Labusel, 1 kepala puskemas di Labuhanbatu dan seorang lagi bendahara puskesmas di Labusel.
“Sekira pukul 14.30 WIB, Tim Saber Pungli Polres Labuhan Batu mendapat informasi bahwa adanya pemotongan Dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) Periode Januari 2018 hingga Maret 2018,” ungkap Tatan.
Dari informasi itu, selanjutnya tim melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap keenam orang tersebut.
“Dana BOK tersebut dipotong oleh Bendahara Dinkes Labusel berinisial S sebesar 40 persen, dari Dana BOK yang diterima oleh masing-masing kepala puskesmas di sana. Sehingga, dana BOK yang diterima oleh masing-masing kepala puskesmas tidak lagi sesuai dengan jumlah yang seharusnya diterima,” jelas Tatan. (fir/smg/ala)
Foto: Fachril/Sumut Pos
Eliska Darmayanti ditabrak angkutan kota (Angkot) di Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (10/7) sore.
Foto: Fachril/Sumut Pos Eliska Darmayanti ditabrak angkutan kota (Angkot) di Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (10/7) sore.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Ibu rumah tangga (IRT), Eliska Darmayanti (35) tewas ditabrak angkutan kota (Angkot) Morina 77. Peristiwa terjadi di Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (10/7) sore.
Sore itu, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Vario BK 1714 UA melintas dari Marelan menuju Simpang Kantor. Tanpa disangka, dari belakang angkot jurusan Terjun Belawan dengan kecepatan tinggi menabraknya.
Akibatnya, warga Jalan Kapten Rahmad Buddin, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan itu tersungkur ke badan jalan. Korban yang mengalami luka berat dilarikan ke RSU Eshum.
Beberapa saat dirawat, akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya. Peristiwa itu telah ditangani petugas Satlantas Polsek Medan Labuhan. Sedangkan, sopir angkot, Djerianto telah diamankan bersama kendaraannya.
Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, Iptu AW Nasution mengatakan, pihaknya sudah menangani kecelakaan itu.
“Korban sudah divisum di rumah sakit. Korban tewas karena digilas ban angkot itu. Kasusnya sudah kita tangani,” kata AW Nasution.(fac/ala)
Foto: Parlindungan/Sumut Pod
Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian Saat Memberi Keterangan pada Wartawan terkait penamgkapani Ir Sujarwo, Rabu (11/7).
Foto: Parlindungan/Sumut Pod Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian Saat Memberi Keterangan pada Wartawan terkait penamgkapani Ir Sujarwo, Rabu (11/7).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Eks Plt Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Lingkungan Hidup dan Pertambangan Kabupaten Pakpak Bharat, Sujarwo diciduk tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Selasa (10/7) malam.
Sujarwo ditangkap di Komplek Kehutanan Sumut, Jalan Mardisan, Desa Bangung Sari, Tanjung Morawa, Deliserdang.
“Sujarwo merupakan terpidana korupsi pelaksanaan pengadaan konstruksi dan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hybrid (PLTMH) yang bersumber dari APBD TA 2009 di Pakpak Bharat,” kata Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada Wartawan di kantor Kejatisu, Rabu (11/7).
Suamggar menyebut, Sujarwo sudah 3 tahun melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Pelaksanaan proyeknya dari APBD Tahun 2009 dengan dugaan korupsi sebesar Rp800 juta. Kita mengamankan berdasarkan informasi dari Tim Intel Kejari Sidikalang,” ungkap Sumanggar.
Disebutkannya, terpidana sudah diputus perkaranya dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Namun selama proses putusan, terpidana tidak pernah kooperatif dan melarikan diri. Selama pelarian, disebut Sumanggar kalau Sujarwo berpindah-pindah tempat.
“Informasi awal kita dapat, terpidana berada di kantor pemasaran Perumahan Umum, Jalan Aek Pancur, Desa Bandung Rejo, Tanjung Morawa. Selama pelarian, terpidana ini bekerja dengan temannya,” tandas Sumanggar.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Sidikalang, Wijaya turut hadir di Kejatisu. Ia membenarkan penangkapan tersebut.
Usai diperiksa di Kejatisu, pihaknya akan membawa terpidana ke Kejari Sidikalang untuk dieksekusi ke Lapas Sidikalang.
“Dalam kasus ini ada tiga orang yang terlibat. Namun, sudah selesai perkara,” ujar Wijaya singkat.(ain/ala)