Beberapa masyarakat memperhatikan Kantor Dinas Kesehatan Labusel usai OTT, Senin (9/7) petang.
Beberapa masyarakat memperhatikan Kantor Dinas Kesehatan Labusel usai OTT, Senin (9/7) petang.
LABUSEL, SUMUTPOS.CO – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Labuhanbatu melakukan operasi tangkap tangan (OTT), Senin (9/7) petang.
Sebanyak enam aparatur sipil negara (ASN) berhasil diamankan. Kecuali, Bendahara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Labuhan Batu Selatan (Labusel), Sumut.
Pejabat berinisial S (34) dan tinggal di Desa Asam Jawa Kecamatan Cikampak, Labusel itu berhasil melarikan diri lewat jendela sebelum diciduk.
“Bendahara atas nama S melarikan diri lewat jendela di dalam ruangannya,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (10/7).
Diutarakan Tatan, saat ini sudah diimbau terhadap yang bersangkutan untuk menyerahkan diri ke Polres Labuhanbatu. Namun, sampai saat ini belum hadir.
“Masih dalam pencaharian oleh tim,” ucapnya.
Sebelumnya, Tim Saber Pungli Polres Labuhanbatu melakukan OTT di kantor Dinkes Labusel. Sebanyak 6 orang ASN diamankan.
Keenam ASN tersebut terdiri dari 4 kepala puskemas di Labusel, 1 kepala puskemas di Labuhanbatu dan seorang lagi bendahara puskesmas di Labusel.
“Sekira pukul 14.30 WIB, Tim Saber Pungli Polres Labuhan Batu mendapat informasi bahwa adanya pemotongan Dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) Periode Januari 2018 hingga Maret 2018,” ungkap Tatan.
Dari informasi itu, selanjutnya tim melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap keenam orang tersebut.
“Dana BOK tersebut dipotong oleh Bendahara Dinkes Labusel berinisial S sebesar 40 persen, dari Dana BOK yang diterima oleh masing-masing kepala puskesmas di sana. Sehingga, dana BOK yang diterima oleh masing-masing kepala puskesmas tidak lagi sesuai dengan jumlah yang seharusnya diterima,” jelas Tatan. (fir/smg/ala)
Foto: Fachril/Sumut Pos
Eliska Darmayanti ditabrak angkutan kota (Angkot) di Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (10/7) sore.
Foto: Fachril/Sumut Pos Eliska Darmayanti ditabrak angkutan kota (Angkot) di Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (10/7) sore.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Ibu rumah tangga (IRT), Eliska Darmayanti (35) tewas ditabrak angkutan kota (Angkot) Morina 77. Peristiwa terjadi di Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Selasa (10/7) sore.
Sore itu, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Vario BK 1714 UA melintas dari Marelan menuju Simpang Kantor. Tanpa disangka, dari belakang angkot jurusan Terjun Belawan dengan kecepatan tinggi menabraknya.
Akibatnya, warga Jalan Kapten Rahmad Buddin, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan itu tersungkur ke badan jalan. Korban yang mengalami luka berat dilarikan ke RSU Eshum.
Beberapa saat dirawat, akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya. Peristiwa itu telah ditangani petugas Satlantas Polsek Medan Labuhan. Sedangkan, sopir angkot, Djerianto telah diamankan bersama kendaraannya.
Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan, Iptu AW Nasution mengatakan, pihaknya sudah menangani kecelakaan itu.
“Korban sudah divisum di rumah sakit. Korban tewas karena digilas ban angkot itu. Kasusnya sudah kita tangani,” kata AW Nasution.(fac/ala)
Foto: Parlindungan/Sumut Pod
Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian Saat Memberi Keterangan pada Wartawan terkait penamgkapani Ir Sujarwo, Rabu (11/7).
Foto: Parlindungan/Sumut Pod Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian Saat Memberi Keterangan pada Wartawan terkait penamgkapani Ir Sujarwo, Rabu (11/7).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Eks Plt Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Lingkungan Hidup dan Pertambangan Kabupaten Pakpak Bharat, Sujarwo diciduk tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Selasa (10/7) malam.
Sujarwo ditangkap di Komplek Kehutanan Sumut, Jalan Mardisan, Desa Bangung Sari, Tanjung Morawa, Deliserdang.
“Sujarwo merupakan terpidana korupsi pelaksanaan pengadaan konstruksi dan instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hybrid (PLTMH) yang bersumber dari APBD TA 2009 di Pakpak Bharat,” kata Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada Wartawan di kantor Kejatisu, Rabu (11/7).
Suamggar menyebut, Sujarwo sudah 3 tahun melarikan diri dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Pelaksanaan proyeknya dari APBD Tahun 2009 dengan dugaan korupsi sebesar Rp800 juta. Kita mengamankan berdasarkan informasi dari Tim Intel Kejari Sidikalang,” ungkap Sumanggar.
Disebutkannya, terpidana sudah diputus perkaranya dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Namun selama proses putusan, terpidana tidak pernah kooperatif dan melarikan diri. Selama pelarian, disebut Sumanggar kalau Sujarwo berpindah-pindah tempat.
“Informasi awal kita dapat, terpidana berada di kantor pemasaran Perumahan Umum, Jalan Aek Pancur, Desa Bandung Rejo, Tanjung Morawa. Selama pelarian, terpidana ini bekerja dengan temannya,” tandas Sumanggar.
Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Sidikalang, Wijaya turut hadir di Kejatisu. Ia membenarkan penangkapan tersebut.
Usai diperiksa di Kejatisu, pihaknya akan membawa terpidana ke Kejari Sidikalang untuk dieksekusi ke Lapas Sidikalang.
“Dalam kasus ini ada tiga orang yang terlibat. Namun, sudah selesai perkara,” ujar Wijaya singkat.(ain/ala)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BANJIR_Kendaraan bermotor melintas digenangan air yang membanjiri jalan Dr Mansur Medan, Kamis (30/9) Banjir tersebut disebabkan hujan deras pada hari sebelumnya dan buruknya saluran drainase.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BANJIR_Kendaraan bermotor melintas digenangan air yang membanjiri jalan Dr Mansur Medan. Banjir tersebut disebabkan hujan deras pada hari sebelumnya dan buruknya saluran drainase.
MEDAN, SUMUTPOS.CO -Cuaca ekstrem yang melanda Kota Medan dalam beberapa hari belakangan ini menimbulkan kerugian materi bagi warga. Selain rumah tergenang air, tercatat 16 unit mobil rusak akibat tertimpa pohon tumbang karena cuaca esktrim, disertai curah hujan yang cukup tinggi dan angin kencang. Di samping itu, sejumlah rumah warga terutama bagian atap juga mengalami kerusakan akibat diterbangkan angin puting beliung.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan M Husni menyatakan rasa prihatin yang mendalam. Namun intansi yang dipimpinnya tidak dapat memberikan bantuan bagi warga pemilik mobil yang tertimpa pohon tumbang tersebut.
“Kita benar-benar prihatin atas musibah pohon tumbang tersebut. Apalagi peristiwa itu menyebabkan 16 unit mobil milik warga mengalami kerusakan. Namun kita tak dapat memberikan bantuan, sebab tidak ada anggaran yang tersedia untuk mengganti kerusakan yang disebabkan peristiwa force majure tersebut. Jadi, kita harapkan warga dapat mengerti,” ujarnya, kemarin.
Dikatakan Husni, setiap anggaran yang dikeluarkan tentunya harus tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA). Sejauh ini, dalam DPA Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan tidak tercantum anggaran untuk mengganti kerugian yang diakibatkan pohon tumbang karena peristiwa alam.
Sebagai contoh kasus pohon tumbang yang menimpa beberapa mobil di seputaran Merdeka Walk tahun lalu. Kata Husni, pihaknya tidak ada memberikan ganti rugi meski sejumlah mobil mengalami kerusakan ketika itu. Justru, yang mengganti rugi pihak Merdeka Walk. Sebab, pemilik mobil sudah membayar parkir dan tengah menikmati kuliner di Merdeka Walk.
Oleh karenanya, diharapkan kebesaran hati warga. Sebab, pohon tumbang merupakan peristiwa alam yang tidak dapat diduga terjadinya. Ditambah lagi, pihaknya telah melakukan antisipasi dengan melakukan perawatan dan pemangkasan pohon-pohon penghijauan di pinggir jalan.
“Perawatan dan pemangkasan terus kita lakukan untuk mencegah pohon tumbang. Bahkan, mengantisipasi cuaca ekstrim saat ini, kita bekerja siang dan malam melakukan pemangkasan pohon. Kita harapkan upaya ini dapat mencegah terjadinya pohon tumbang kembali,” harapnya.
Husni menyebutkan, apabila terjadi pohon tumbang pihaknya telah membuat posko 24 jam untuk menerima pengaduan warga. Begitu mendapat laporan, petugas posko langsung turun untuk mengevakuasi sekaligus membersihkan pohon tumbang yang melintang di jalan guna mencegah terganggunya kelancaran arus lalu lintas.
“Dihimbau warga agar tidak melakukan aktifitas di luar rumah apabila tidak penting pada saat hujan turun. Sebab, hujan dalam beberapa hari ini selalu disertai dengan angin kencang. Dikhawatirkan, pohon penghijauan yang di pinggir jalan patah dan menimpa warga yang tengah berjalan kaki di bawahnya maupun ketika sedang melintas,” tukas dia.
Sebelumnya, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin menyebutkan, mengenai permintaan ganti rugi pemilik mobil sedang dikaji oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan. “Lagi dipelajari oleh dinas soal ganti rugi, bersama keuangan,” ujar Eldin.
Diutarakan dia, anggaran ganti rugi mobil tertimpa pohon tidak termasuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Bahkan, dasar hukumnya juga tidak ada. Pun begitu, akan dicarikan solusinya. “Nanti dicari solusinya. Nanti, ditanya dulu sama kadisnya (Dinas Kebersihan dan Pertamanan),” akunya.
Diberitakan, Kamis (5/7) malam, sejumlah mobil tertimpa pohon akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Medan dan sekitarnya. Peristiwa yang sama terjadi juga pada Minggu (8/7) malam.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Kawasan Medan Utara yang masih menjadi langganan banjir.
Foto: Fachril/Sumut Pos Kawasan Medan Utara yang masih menjadi langganan banjir.
BELAWAN, SUMUTPOS.CO -Banjir yang kerap mengancam kawasan Medan Utara Perlu dilakukan pembenahan drainase secara terarah dan terukur. Pasalnya, kondisi drainase yang sudah dibenahi di empat kecamatan di Medan Utara belum memberikan solusi untuk mengatasi genangan air banjir.
Demikianlah dikatakan Tokoh Masyarakat Medan Utara, Awalludin, Rabu (11/7). Dijelaskan Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Pemilu Partai Amanat Nasional (Bapilu PAN) Kota Medan ini, mengatasi banjir perlu adanya keseriusan dan kepedulian sosial secara khusus dari pemerintah dan legislatif.
Dengan adanya kesepakatan perencanaan tata ruang mengatasi banjir di Medan Utara, maka dapat mengalokasi perencanaan secara teratur dan terukur.
“Kita tahu selama ini drainase sudah dibenari, tapi sasaran dan arahnya tidak terukur, sehingga tidak mampu mengatasi banjir berskala prioritas,” sebut pria yang akrab disapa Awel.
Oleh karena itu, diminta kepada pemerintah dan legislatif jangan hanya duduk menonton dengan kondisi Medan Utara yang saat ini terjadi. Perlu adanya pemanfaatan dari tenaga teknis dalam mengatasi banjir.
“Kita tahu, anggaran cukup besar untuk masalah insfrastruktur, tapi anggota dewan yang duduk di DPRD kalau hanya duduk menonton saja tidak ada gunanya. Ini menjadi PR besar, harapannya kepada legislatif untuk fokus memperhatikan masalah banjir yang ada di Medan Utara,” tegas Awel.
Selain itu, kondisi banjir juga dipengaruhi dari tumpukan sampah. Itu semua ditimbulkannya karena belum adanya sarana tempat pembuangan sementara (TPS), sehingga masyarakat membuang sampah sembarangan.
“Semua harus disinkronkan, baik itu drainase, sampah dan perawatan sungai. Jadi, kalau tidak ada pembuangan sampah, akan jadi masalah bagi banjir. Ini harus segera diprioritaskan,” terang Awel.
Untuk masalah sungai yang menjadi saluran pengaliran air drainase, kata Awel, perlu juga dipikirkan oleh Pemko Medan untuk melaporkan masalah kedangkalan, perawatan dan pembersihan sampah.
“Kita tahu, sungai merupakan tanggung jawab proyek skala nasional, tapi pemerintah daerah juga peran dalam melakukan perawatan serta pembersihan sampah. Agar ini dapat mengurangi dampak banjir yang akan mengancam Medan Utara,” ungkap Awel.
Sementara itu, Camat Medan Marelan, T Chairunizza dikonfirmasi sebelumnya, genangan air banjir yang umumnya banyak melanda wilayahnya, bukan dampak dari drainase, namun akibat dari luapan air sungai kiriman dari gunung.
“Drainase kita baru saja dibenahi, air yang tegenang karena hujan deras yang tidak bisa membuang ke sungai, karena kondisi air sungai meluap,” katanya. (fac/azw)
SUMUTPOS.CO – Dari 38 anggota dewan maupun mantan anggota DPRD Sumut yang menjadi tersangka kasus suap mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho, 8 orang sudah dijebloskan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) ke sel, sejak dua pekan terakhir. Mereka adalah Fadly Nurzal, Rijal Sirait, Roslynda Marpaung, Sonny Firdaus, Muslim Simbolon, dan Helmiati. Disusul Mustofawiyah dan Tiaisah Ritonga, yang ditahan Rabu (11/7).
Tersangka Mustofawiyah keluar dari Gedung Merah Putih KPK sebelum Tiaisah Ritonga. Mustofawiyah keluar sekitar pukul 15.59 WIB dengan mengenakan rompi tahanan dan membawa jaket berwarna abu-abu. Pria yang juga menjabat Ketua Komisi E DPRD Sumut periode 2014-2019 ini tak banyak memberikan keterangan kepada awak media. “Belum diperiksa, karena belum ada pengacara,” ujar Mustofawiyah usai diperiksa KPK.
Selanjutnya, sekitar pukul 16.42 WIB, Tiaisah Ritonga tak memberikan komentar usai diperiksa penyidik KPK. Dia yang mengenakan rompi tahanan berwarna oranye tak banyak bicara serta langsung memasuki mobil tahanan.
Secara terpisah, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dua tersangka tersebut merupakan tersangka ke-8 yang ditahan KPK dalam kasus ini. Tapi totalnya, ada sembilan tersangka yang sebelumnya sudah ditahan lebih dulu dalam kasus ini, dari jumlah tersangka 38 orang. “MSF (Mustofawiyah) ditahan 20 hari pertama di Rutan Polres Jaktim (Jakarta Timur) dan TIR (Tiaisah Ritonga) ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di belakang kantor KPK.
Febri mengatakan, untuk penjadwalan pemeriksaan tersangka lain akan diinformasikan lebih lanjut. Febri juga meminta kepada tersangka saat proses pemeriksaan selanjutnya untuk bersikap kooperatif dan terbuka. “Jika dipanggil, kami ingatkan agar para tersangka kooperatif datang dan memenuhi panggilan penyidik,” kata dia.
Seperti diberitakan, dalam penanganan kasus ini, KPK telah menetapkan 38 anggota DPRD Sumatera Utara sebagai tersangka penerimaan suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho. Mereka diduga menerima uang suap dari Gatot senilai Rp300 juta Rp350 juta per orang.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BANK_Petugas kepolisian keluar dari bank BTPN di Jalan Tembung pasar IX, Medan Batangkuis, Selasa (10/7) Bank tersebut di rampok Selasa (10/7) Pagi, Perampok berhasil berhasil membawa uang Sekitar Rp 148 juta.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BANK_Petugas kepolisian keluar dari bank BTPN di Jalan Tembung pasar IX, Medan Batangkuis, Selasa (10/7) Bank tersebut di rampok Selasa (10/7) Pagi, Perampok berhasil berhasil membawa uang Sekitar Rp 151 juta.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sehari pascaperampokan bank oleh komplotan bersenjata di Bank BTPN di Jalan Pasar IX, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Selasa (10/7) pagi, Poldasu berhasil mengidentifikasi plat mobil yang digunakan pelaku. Platnya bernopol BB.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, mobil berplat BB yang digunakan pelaku, teridentifikasi sebagai milik seorang wanita, warga Kota Medan. “Kita masih kita mencari tahu, apakah mobil itu milik pelaku, atau hanya dipinjam dan dirental,” jelas Andi, Rabu (11/7).
Berdasarkan data yang diperolehnya, jumlah pelaku perampokan ada tiga orang. Identitas para pelaku masih tahap penyelidikan.”Para pelaku masih dalam tahap pengejaran,” pungkasnya.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pasca terjadinya peristiwa perampokan tersebut, Polda Sumut langsung membentuk tim penyelidikan.”Tim melibatkan Polda Sumut, Polrestabes Medan dan Polsek setempat,” ungkapnya.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa kasir bank BTPN, Leli Hasibuan (25) serta Security BTPN, Alfisyar (31).
Hingga Rabu (11/7) sore, polisi berpakaian preman masih berada di dalam bank penyalur dana pensiunan itu guna mengumpulkan bukti-bukti. Tampak, sejumlah pegawai, teller dan sekuriti yang ditodong pelaku, tetap beraktivitas seperti biasa di dalam gedung bank.
Aktivitas warga sekitar tetap normal. Warung internet (Warnet) yang berada di sebelah kiri bank tetap buka dan ramai pengunjung. Begitu pula toko di sebelahnya, tetap beroperasi.
Kapolsek Percut Seituan Kompol Faidil Zikri mengatakan, pihaknya akan membuka garis polisi pada hari Kamis. Hal itu dilakukan agar bank bisa melayani pembayaran gaji pensiunan. “Kita persilahan mereka buka hari Kamis ini untuk melayani nasabahnya,” ujarnya.
Mengenai pengejaran pelaku, tim terus bekerja mengumpulkan keterangan, bukti, dan petunjuk guna mengejar pelaku. Ada yang pergi ke lapangan, sebagian masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
Hasil analisisnya, pelaku cukup profesional dan terlatih. Soalnya, meski hanya sendiri melakukan aksinya, pelaku hanya butuh tiga menit untuk mengangkat cash box yang terletak di balik meja teller bank.
“Jadi begitu pelaku masuk, sekuriti yang ada di luar disuruh masuk. Kemudian, teller ditodong dan disuruh balik mundur dari balik meja teller. Tampak dari rekaman CCTV yang mengarah ke dalam bank, pelaku tanpa ragu langsung mengangkat cash box yang ada di sebelah kanan sisi meja teller,” tutur Faidil.
Diketahui, sebelumnya uang Rp151 juta di dalam cash box itu dibawa kabur para perampok. Bank itu hanya beroperasi 10 hari dalam sebulan. “Menurut keterangan karyawan bank, uang itu baru diambil beberapa hari lalu dari kantor utama di Jalan Putri Hijau. Sebelumnya uang yang ada di cash box Rp159 juta, karena sudah ada transaksi sebanyak tiga kali oleh nasabah,” ungkapnya.
Terkait senjata diduga pistol yang digunakan pelaku, dirinya belum meyakini kalau benda itu adalah senjata api. Sebab, sekuriti tidak melawan ketika ditodong pistol. “Kita tidak tahu apa itu benar-benar pistol atau bukan. Soalnya sekuriti tidak melawan. Tapi kalau dia melawan, pasti pistol diletuskan dan mengundang perhatian warga. Tapi ya gak bisa kita salahkan juga, orang awam ditodong pistol begitu pastinya sudah takut duluan. Jadi saat ini itu masih kita telusuri,” terangnya.
Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha yang ditanyai terkait pengejaran tersangka perampok bank itu mengaku, masih melakukan pengembangan. “Kita lagi di lapangan mengumpulkan bukti petunjuknya,” kata dia.
Abaikan Prosedur Keamanan
Lembaga pemantau kepolisian, Polri Watch, Abdul Salam Karim menilai, banyak hal prosedur keamanan yang diabaikan pihak bank. Sebab, hanya dengan seorang diri pelaku beraksi di dalam bank dan bisa dengan mudah merampok. Ini cukup jadi pertanyaan.
“Ini ‘kan agak aneh. Kenapa sekuriti tidak melawan, sedangkan pelakunya satu orang saja yang turun. Sekuriti itu pastinya kan sudah dibekali pelatihan bela sebelum menjadi pengaman. Kemudian, kabarnya tidak ada CCTV yang mengarah ke hadapan luar bank. Tentunya ini menyulitkan polisi untuk melihat langsung ciri-ciri mobil dan pelakunya. Menurut saya pengamanannya tak sesuai SOP,” kata pria yang akrab disapa Salum.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumut.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumut.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Meski sudah beroperasi, namun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumut belum diresmikan. Rencananya, peresmian PLTP dengan potensi terbesar di Indonesia ini akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, Senin (30/7) mendatang.
“Sarulla saat ini sudah siap 330 Mega Watt (MW). Insyaallah dalam waktu dekat akan diresmikan Bapak Jokowi. Sudah dikoordinasikan dengan Sekretariat Presiden,” kata GM PLN Wilayah Sumatera Utara, Feby Joko Prihanto, kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (11/7).
Ia mengatakan, dengan daya PLTP terpasang 330 MW, kondisi pasokan listrik surplus untuk Sumatera Bagian Utara. “Sebelumnya, Sumut deficit listrik. Tapi sekarang Sumut memiliki cadangan daya listrik yang surplus. Yakni PLTP Sarulla ditambah kapal listrik berkapasitas 480 MW, dan baru kita bebankan 240 MW. Ketersediaan listrik ini membuat Sumut banyak dilirik investor untuk membuka usaha,” katanya.
Dalam hal ini, PLN mendorong konsumsi energi di Sumatera Utara, khususnya oleh industri, bisnis, dan perumahan. Konsumsi disertai dengan tiga sistem, yakni, ketersediaan, reliability, dan accesbility, untuk memaksimalkan pelayanan pelistrikan kepada masyarakat selaku konsumen PLN.
“Ketiga hal ini kita kombinasikan dengan rekan-rekan di lapangan dengan tanggungjawab sepenuhnya. Barangnya tersedia, berkualitas, dan mudah didapatkan,” tandasnya. (gus)
Triadi wibowo/sumut pos
Manasik: Ribuan Calon Jemaah mempraktekan Rukun Haji sebagai persiapan menuju tanah suci saat Manasik Haji di Asrama Haji Jalan AH. Nasution Medan, Jumat (21/7)
Triadi wibowo/sumut pos Manasik: Ribuan Calon Jemaah mempraktekan Rukun Haji sebagai persiapan menuju tanah suci saat Manasik Haji di Asrama Haji Jalan AH. Nasution Medan.
SUMUTPOS.CO – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan menggelar pemantapan bimbingan manasik haji kepada 2.407 orang Calon Haji (Calhaj) Kota Medan Tahun 2018, Rabu (11/7) pagi. Kegiatan digelar di Aula gedung Jabal Nur. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumut Darmansyah, Kabid PHU Muslim Lubis dan Kasi Haji Kantor Kemenag Medan Ahmad Qosbi Nasution.
Dikatakan Qosbi, pemantapan bimbingan manasik haji untuk jamaah Kota Medan, sebagai tindaklanjut bimbingan manasik haji yang sudah digelar Pemerintah di KUA untuk tingkat Kecamatan sebanyak 8 kali. Pemantapan itu akan digelar pihaknya 2 kali, teori serta praktik.
“Untuk hari ini (kemarin,Red), kita bagi 2 sift mengingat tempat yang terbatas. Acara tadi dibuka Bapaka Kakanwil Kemenag Sumut yang juga memberikan arahan dan penjelasan soal praturan dan kebijakan pemerintah,” ujar Qosbi.
Dijelaskan Qosbi, kegiatan kedua akan dilaksanakan hari ini, Kamis (12/7) pagi dengan agenda praktik haji yang akan dipandu 50 ustadz yang telah disiapkan pihaknya. Peragaan dibuat, seolah-olah Wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah dan Mina, Melontar Jumroh, Tawaf Ifadah dan Sai.
“Peragaan seperti jamaah haji yang berangkat dan karena jamaah Kota Medan jumlahnya 6 kloter, akan dibuat 6 Kloter, lengkap dengan Ketua Kloternya. Harus membawa identitas KBIH dibawa.
Karu dan Karom juga ikut peragaan. Tujuannya agar lebih memahami fungsi dan tugasnya,” papar Qosbi.
Dokter Ziat Batubara dari KKP Belawan saat menyampaikan soal kesehatan menjelaskan, ibadah haji ada kewajiban khusus atau tidak boleh di tempat lain. Oleh karena itu, ibadah haji adalah ibadah fisik karena berpindah-pindah tempat.
Untuk itu, dia mengingatkan jamaah Calhaj tidak lupa menjaga kesehatan agar ibadah lancar dengan istirahat cukup, mengkonsumsi makanan bergizi dan minum air putih yang cukup.
“Selain itu, tantangan sekarang adalah penyakit menular seperti saat ini adalah randang selaput otak di Arab Saudi. Ini Rata-rata penularannya dari percikan dahak dan bersin. Kalau tidak berihram, pakai masker kalau berpergian, ” ungkap Ziat.
Selain kesehatan di Tanah Suci, Ziat juga mengingatkan menjaga kesehatan saat di Tanah Air sebelum berangkat. Sebab, ada peraturan tentang istitoah yaitu kemampuan fisik, mental dan kesehatan. Bila tidak istitoah, tidak dapat diberangkatkan. “Beberapa penyakit yang dapat disebut tidak istitoah di antaranya, menderita gagal jantung stadium 4, gagal ginjal yang cuci darah 2 kali seminggu, gila, pikun berat, TBC yang tidak mempan lagi dengan obat, kanker dan cacar air,” pungkasnya. (mag1/ain/jpnn)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
TES_Gubernur Sumut Tengku Eko Subowo melihat paket makanan untuk calon jamaah haji selama dalam penerbangan pada "Meal Test" di Asrama Haji Embarkasi Medan, Rabu (11/7). Gubsu melantik sejaligus melakukan peninjauan melihat kesiapan Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Medan dalam menyajikan dan memberi menu makanan kepada para calon jamaah haji selama di pesawat terbang.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS TES_Gubernur Sumut Tengku Eko Subowo melihat paket makanan untuk calon jamaah haji selama dalam penerbangan pada “Meal Test” di Asrama Haji Embarkasi Medan, Rabu (11/7). Gubsu melantik sejaligus melakukan peninjauan melihat kesiapan Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Medan dalam menyajikan dan memberi menu makanan kepada para calon jamaah haji selama di pesawat terbang.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 11 kloter jemaah haji akan diberangkatkan pertama ke tanah suci pada 17 Juli. Total ada 4.486 jemaah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci. Yaitu: Medan (KNO), Aceh (BTJ), Batam (BTH), Palembang (PLM), Padang (PDG), Jakarta – Pondok Gede (JKG), Jakarta – Bekasi (JKS), Solo (SOC), Surabaya (SUB), Banjarmasin (BDJ), Balikpapan (BPN), Makassar (UPG), dan Lombok ( LOP).
Kasi Pelayanan Transportasi Udara Kementerian Agama Edayanti Dasril menjelaskan, total ada 13 embarkasi pemberangkatan jemaah haji di Indonesia. “Untuk pemberangkatan pada 17 Juli 2018, total ada 11 kloter yang akan diterbangkan melalui lima embarkasi,” terang Edayanti di Jakarta, Rabu (11/7). “Total ada 4.486 jemaah yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 17 Juli,” ujarnya.
Eda menambahkan, pemberangkatan jemaah haji Indonesia akan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama, jemaah diterbangkan menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah. Pemberangkatan gelombang pertama berlangsung 13 hari, yakni 17 – 29 Juli 2018.
Jemaah haji gelombang kedua akan diberangkatkan menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Proses pemberangkatannya berlangsung selama 17 hari, 30 Juli – 15 Agustus 2018.
Panitia PPIH Embarkasi Medan Dilantik
Sementara itu, Pejabat Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Eko Subowo melantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, dan pelaksanaan Meal Test di wisma Al-Munawwarah Asrama Haji, Medan, Rabu (11/7).
Plt Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumut T Darmansah dalam laporannya mengatakan, jumlah jemaah haji yang telah melunasi BPIH dan yang akan berangkat haji pada tahun ini sebanyak 8.433 orang.”Untuk provinsi Sumut jumlah jemaah yang berangkat haji sebanyak 8.433 orang dengan 22 kloter,” ungkapnya.