Home Blog Page 6250

Komisi B Terus Kawal Pengalihan Sarana Olahraga ke Dispora

SUMUTPOS.CO – Komisi B DPRD Medan terus mengawal pengalihan sarana dan prasarana olahraga dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan ke Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan. Saat ini diketahui pengalihan tersebut sedang berproses sesuai rekomendasi legislatif. “Tempo hari soal ini sudah kita usulkan. Pihak Pemko sudah akomodir dan sedang berproses. Waktu rapat LKPj (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) sudah kita minta revisi usulan tersebut,” ujar Ketua Komisi B DPRD Medan, Rajuddin Sagala kepada Sumut Pos, Minggu (24/6).

Ia menjelaskan, peralihan ini dalam rangka menjadikan olahraga di Medan semakin berkembang. Termasuk dalam hal menelurkan atlet-atlet muda berprestasi di Medan. “Apalagi dalam waktu dekat ada even besar di Indonesia, harapan kita Medan mengirimkan atletnya di setiap cabang olahraga,” katanya.

Pihaknya meminta dan mengusulkan agar Dispora bekerja sama dengan Komite Olahraga Indonesia (Koni) Medan untuk memberikan perbaikan termasuk perbaikan segala sarana baik ditingkat pelajar dan perguruan tinggi. “Sehingga Medan punya atlet baru yang bermunculan. Tidak dari tahun ke tahun orangnya itu-itu saja. Sementara yang itu usianya sudah tua dan yang baru tidak pernah muncul,” ungkap politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Melihat perkembangan yang berjalan lambat itulah menjadi dasar legislatif mendesak Pemko segera bekerja sama dengan pihak sekolah dan perguruan tinggi. Dengan demikian penjaringan atlet muda tersebut dapat maksimal dilakukan. “Dari anggaran yang mereka (Pemko) masukkan, kita melihat mereka ada mengalokasikan buat penjaringan atlet baru. Baik di sekolah maupun perguruan tinggi oleh Dispora. Mulanya itu tidak ada (dianggarkan, Red) tapi setelah kita usulkan anggaran itu masuk,” kata Rajuddin.

Ribuan Pemudik Tiba di Belawan

Foto: Fachril/Sumut Pos Para penumpang KM Kelud membeludak di Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan, Minggu (24/6).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Para penumpang KM Kelud membeludak di Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan, Minggu (24/6).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Arus balik kedua pasca Lebaran Idul Fitri melalui Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan membeludak, Minggu (24/6).

Pantauan wartawan Koran ini di Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan, para pemudik yang menggunakan jasa transportasi KM Kelud membeludak. Berdasarkan data penumpang yang akan berangkat dari Belawan menuju Batam berjumlah 3.117 orang dan kedatangan dari Tanjung Priok, Batam dan Tanjung Balai Karimun berjumlah 3.114 orang.

Sejumlah penumpang yang baru tiba dampak berdesakan turun dari KM Kelud. Petugas terlebih dahulu mengatur seluruh penumpang yang baru tiba untuk menuju pintu keluar Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan. Sementara itu, penumpang yang akan berangkat terlebih dahulu menunggu keberangkatan di ruang tunggu, para penumpang langsung dipersilahkan naik ke KM Kelud.Dengan kondisi berdesakan, para penumpang naik ke KM Kelud. “Syukur juga, keberangkatannya tepat waktu, jadi kami tidak jenuh lama – lama menunggu di terminal,” kata Risma yang akan berangkat ke Batam.

Begitu juga dikatakan Siti yang akan berangkat ke Batam, dirinya lebih memilih naik KM Kelud karena harga murah dan bisa membawa barang banyak.”Kalau pelayanan sudah lumayan bagus, yang jelas naik KM Kelud bisa murah dan banyak bawa barang, cuma susah naik ke kapal, karena berdesakan,” sebut wanita berusia 46 tahun ini.

Kepala Operasional Pelni Cabang Medan, Irwansyah mengaku, arus balik kedua yang mereka fasilitasi tidak ada kendala, berdasarkan data penumpang telah mengalami kepadatan.

“Kapal akan berangkat tujuan Batam dan akan kembali lagi pada Selasa (26/6) untuk memfasilitasi arus balik ketiga yang akan bertolak dari Belawan ke Batam,” terang Irwansyah.

PLN Komit Sukseskan Pilgub

Manager PLN Medan, Lelan Hasibuan.
Manager PLN Medan, Lelan Hasibuan.

SUMUTPOS.CO – PT PLN Area Medan komit mensukseskan terselenggaranya pemilih gubernur (Pilgub) dan Pilkada serentak yang diadakan pada Rabu 27 Juni 2018, dengan mensuplay listrik  yakni menyediakan dua penyulang listrik ke kantor Komisi Pemilihan  Umum (KPU) Sumut dan KPU Medan.

Untuk kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan 35 Medan diback up dengan 2 penyulang yaitu GG.6 dan GU.3 serta disiapkan 1 genset berdaya 100 Kva. Sedangkan untuk kantor  KPU Medan Jalan Kejaksaan 37 disiapkan 1 genset 50 Kva.

“Ini merupakan inisiatif dari PLN Area Medan tanpa harus diminta pihak KPU. Harusnya, pihak KPU menyurati kita untuk meminta ketersediaan pasokan listrik bila bila terjadi pemadaman. Tapi kita sifatnya tidak menunggu. Kita langsung berinisiatif menyediakan genset dan listrik tambahan,” ujar Manager PLN Area Medan Lelan Hasibuan didampingi Assiten Manager Jaringan Ricky Yacob dan Supervisior Tehnik Jadiman Hutapea, di Kantor PLN jalan Listrik Medan.

Meski demikian, lanjut Lelan, PLN Area Medan tetap berkoordinasi dengan KPU Sumut dan Medan. Untuk itu pihaknya siap menyalurkan listrik ke kantor KPU sampai selesai penghitungan suara. “Kita siap 2 penyulang, maksudnya, bila ada ganguan listrik maka,  penyulang kedua siap secara otomatis mensuplay listrik. Demikian pula bila  di kedua penyulang ada gangguan, maka mesin genset akan menyala secara otomatis dalam hitungan detik,” papar Lelan.

Dikatakan Lelan, Kantor KPU menjadi prioritas karena di sana ada peralatan komputer dengan servernya. Beda halnya di TPS karena melakukan perhitungan suara secara manual. “Namun kita pastikan secara umum listrik ada dimana-mana dan PLN siap melayani dimanapun. Artinya bila ada TPS di tengah laut atau di gunung, kita siapkan listriknya, asal diminta. Seandainya ada permintaan, kita siapkan berapapun kebutuhan gensetnya. Untuk itu petugas atau operator telah disiapkan.  Semua  PLN area sudah mendata dimana kantor KPU berada dan bukan hanya di Medan,” kata Lelan.

Terkait jumlah pelanggan listrik, Lelan bilang, pelanggan PLN di Kota Medan sendiri sekitar 620 ribu dan di Sumut pelanggannya 3.300.000. Sedangkan listrik di Sumut saat ini  cukup, dengan cadangan sekitar 300 MW. “Pembangkit semuanya bagus, artinya mampu mencukupi kebutuhan Sumut,” pungkasnya. (ila)

 

 

 

Truk Parkir Sembarangan Ganggu Arus Lalu Lintas

Foto: Fachril/Sumut Pos Truk parkir sembarangan di sepanjang Jalan KL Yos Sudarso.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Truk parkir sembarangan di sepanjang Jalan KL Yos Sudarso.

SUMUTPOS.CO – Sepanjang Jalan KL Yos Sudarso yang mengakseskan inti kota Medan tujuan Belawan banyak parkir truk sembarangan. Akibatnya, mengganggung arus kelancaran lalu lintas.

Parkirnya truk sembarangan di bahu jalan sudah berlangsung lama, bahkan truk – truk berisi muatan kerap parkin hingga bermalam. Bahkan, dapat mengundang kecelakaan bagi kendaraan yang melintas.

Salah satu warga, Samsul Lubis mengatakan, adanya pembiaran terhadap truk yang mangkal atau parkir di sepanjang jalan akses Medan – Belawan perlu diambil tindakan tegas oleh Polantas dan Dishub.Karena truk – truk yang parkir sembarang tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi dapat memberikan peluang kecelakaan bagi pengendara lain.

“Kalau siang hari, truk yang parkir itu membuat arus jalan jadi sempit sehingga membuat macet. Kalau malam hari, bisa mengundang kecelakaan, karena pengendara tidak nampak ada truk parkir bisa menabrak truk yang parkir. Kasus kecelakaan ini sudah beberapa kali terjadi,” kata Samsul, Minggu (24/6).

Ditegaskan pria yang aktif di organisasi ini, apabila masalah ini tidak segera diambil tindakan, petugas diduga sengaja memelihara sistem ini untuk kepentingan pihak pengusaha pemilik angkutan.

“Ini harus tegaskan, parkir sembarangan memang salah, seharusnya ditilang, jadi jangan dibiarkan begitu saja, dampak ini sudah jelas banyak orang yang dirugikan. Jadi polisi harus bisa ambil tindakan,” tegas Samsul.

Hal yang sama juga dikatakan Saharudin, aktivitas Medan Utara ini mengaku sudah lama melihat kondisi truk parkir sembarangan, dirinya meminta kepada sopir truk harus bisa mendisiplinkan diri dalam memarkirkan truk, begitu juga dengan pemilik truk agar menegaskan kepada sopir – sopirnya.

“Kita minta juga kepada pengusaha pemilik truk dan sopir, haru menempatkan aturan dalam mengoperasikan truknya, jangan sempat merugikan orang lain, baik itu parkir, kualitas truk yang masih layak digunakan dan mematuhi rambu lalu lintas,” ungkap Saharudin.

Terpisah, Kasat Lantas Polres Pelabuhan Belawan, AKP MH Sitorus dikonfirmasi mengaku, masalah parkir liar sudah mereka bahas dengan pemilik angkutan dan instansi lain. Pihaknya, akan segera melakukan tindakan bila parkir sembarangan itu tetap saja terjadi.

“Kalau masih banyak parkir truk parkir sembarangan, kita akan segera tindak dan menilang langsung truk yang melanggar aturan. Kita juga sudah kordinasi dengan Dishub Kota Medan,” tegas MH Sitorus. (fac/ila)

 

Eramas Didoakan Tokoh Lintas Agama

Pasangan Eramas didoakan oleh para tokoh lintas agama di Hotel Santika Dyandra, Medan.
Pasangan Eramas didoakan oleh para tokoh lintas agama di Hotel Santika Dyandra, Medan.

SUMUTPOS.CO – Pasangan Eramas didoakan oleh para tokoh lintas agama di Hotel Santika Dyandra, Medan. Mewakili agama Kristen Protestan, Pdt Dr Budi Sitepu mengingatkan agar seluruh masyarakat untuk tetap menggunakan hak suara pada Pilgub Sumut, 27 Juni 2018. “Jangan ada yang golput, mari tunaikan kewajiban kita untuk memilih Eramas,” ujarnya.

Dia menyebut, Pilgub Sumut bukan mencari pemimpin agama. Namun, mencari pemimpin oleh seluruh rakyat Sumut. “Saya sudah ingatkan ke seluruh umat protestan agar memilih Eramas agar Sumut bermartabat. Saya akui mendukung Eramas ini banyak cobaannya, tapi kami yakin dengan pilihan ini,” tegasnya.

Pastor Johanes Padiana, mewakili agama Katolik menambahkan, masyarakat Sumut saat ini merindukan pemimpin yang menyatukan. Dan tentu saja pemimpin yang bisa memberikan rasa aman. “Kami akan serahkan tanggung jawab itu kepada Eramas. Melalui hati suci yang baik dan inilah saatnya Sumut menjadi bermartabat. Mari berdoa agar harapan itu bisa terwujud,” tuturnya.

Ustaz Azwir, mewakili agama Islam berharap Eramas bisa menjaga amanah yang diberikan oleh masyarakat Sumut. “Umat Islam dan akan berdoa dan meminta kepada Allah agar diberikan pemimpin yang amanah,” sebutnya.

Kepada Eramas, Ustad Azwir berpesan agar bisa menjadi pemimpin yang mencintai rakyat. “Kalau pemimpin memincai rakyat, pasti rakyat akan ikut mencintai pemimpinnya,” bebernya.

“Sebelum menjadi pemimpin, Eramas menjadi orang saleh, kalau tidak akan problem nantinya. Jadilah pemimpin segala suku dan pemimpin segala agama,” pungkasnya.

Tokoh agama Hindu, Buddha, Konghucu juga menyampaikan hal yang sama. Mereka mendoakan agar Eramas menjadi pemimpin Sumut 5 tahun ke depan. (rel/adz)

 

Ustad Somad: Pemimpin Curang Tak Peduli Akhlak Generasi

Ustad Abdul Somad menyampaikan tausiyahnya di Lapangan Merdeka, Sabtu (23/6).
Ustad Abdul Somad menyampaikan tausiyahnya di Lapangan Merdeka, Sabtu (23/6).

SUMUTPOS.CO – Kampanye akbar putaran terakhir Pilgubsu 2018, dimanfaatkan pasangan calon Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas) untuk lebih dekat dengan para tokoh lintas agama. Selain menghadiri halalbihalal di Lapangan Merdeka Medan bersama Ustad Somad, Eramas juga didoakan oleh para tokoh lintas agama di Hotel Santika Dyandra, Medan, Sabtu (23/6).

Hujan yang turun pada Sabtu (23/6) pagi, tak menyurutkan warga Sumut hadir di Lapangan Merdeka Medan. Mereka berbondong-bondong menghadiri halalbihalal bersama Ustad Abdul Somad dan Ustad Tengku Zukarnain.

Pantauan wartawan, umat hadir dengan berbagai jenis kendaraan bermotor, sepeda bahkan ada yang berjalan kaki dari tempatnya menginap di hotel terdekat. Hadir pula di antara para jamaah yaitu Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

“Alhamdulillah, semua yang hadir dengan tujuan yang sama. Bersilaturahmi dengan tujuan yang sama menjadikan Sumut bermartabat,” kata Ustad Somad dengan suara khasnya.

Ustad Somad menyatakan, dirinya pulang kampung ke Sumut bukan untuk ceramah. “Saya pulang kampung, bukan orang luar Sumatera Utara seperti di spanduk-spanduk yang dibuat orang tak dikenal itu. Saya bukan ceramah, tapi berbicara dari hati ke hati kepada saudara saya di Sumut,” kata Somad disambut pekikan takbir para jamaah yang hadir.

Di perhelatan yang turut dihadiri ormas Islam seperti BKPRMI Sumut, FUI Sumut, Pejuang Subuh dan tokoh parpol di Sumut itu, Somad mengajak umat untuk peduli terhadap proses pergantian kepemimpinan di Sumatera Utara.

“Bantulah pemimpin yang peduli dengan umat dan tak suka menyebar fitnah. Maka mari kita datang ke TPS pada 27 Juni 2018 memilih pemimpin yang peduli pada Sumatera Utara dan peduli pada nabi serta peduli pada Islam yang rahmatan lil alamin,” imbuh Somad.

Somad menegaskan, Sumatera Utara merupakan negerinya para ulama-ulama besar. “Maka jangan kita diam ketika ada pihak yang menghina dan mengkriminalisasi ulama,” kata Somad.

Somad berharap, Sumatera Utara dipimpin oleh kepemimpinan yang adil dan peduli terhadap pendidikan berakhlak serta generasi yang bermental pemimpin. “Pemimpin yang lahir dari hasil curang tak akan mau peduli dengan akhlak generasi,” tukas Somad. (rel/adz)

 

 

Djarot: Saya ke Sumut untuk Jihad

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi politiknya dalam Kampanye Akbar pasangan Haji Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus atau Djoss di Lapangan Baharoeddin Siregar, Lubukpakam Sabtu (23/6/2018).
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi politiknya dalam Kampanye Akbar pasangan Haji Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus atau Djoss di Lapangan Baharoeddin Siregar, Lubukpakam Sabtu (23/6/2018).

SUMUTPOS.CO – Haji Djarot Saiful Hidayat menegaskan, dia datang ke Sumatera Utara (Sumut) dan maju sebagai calon gubernur untuk melakukan jihad. Pernyataan tersebut disampaikan mantan Bupati Blitar tersebut di hadapan puluhan ribu simpatisannya yang memadati Lapangan Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Sabtu (23/6).

Calon Gubernur (Cagub) Sumut yang maju bersama Sihar Sitorus di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut tersebut menegaskan bahwa jihad yang ingin dilakukan di Sumut adalah jihad melawan korupsi, melawan kemiskinan, memberantas narkoba dan melawan segala bentuk ketidakadilan untuk masyarakat.

Karena itu, menurut pasangan calon nomor urut dua tersebut masyarakat Sumut harus bersama memenangkan Djoss dalam Pilgub Sumut pada 27 Juni ini, serta menjaga dan mengkawal suara agar tidak terjadi kecurangan.

“Saya datang ke Sumut untuk jihad melawan kemiskinan, kebodohan dan narkoba. Oleh sebab itu waktunya tidak panjang lagi, tanggal 27 juni nanti kita bersama ke TPS pilih Djoss. Agar Sumut lebih baik. Karena kami diturunkan bersama Sihar Sitorus ke Sumut untuk memperbaiki Sumut,” katanya.

Di sisi lain, untuk pembangunan Sumut saat ini sudah sangat banyak. Kita dapat merasakan jal tol yang sangat baik. Akses dan fasilitas pelayanan publik yang baik. Termasuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang diakomodir dalam pemerintah Presiden Joko Widodo. Karena itu tanggal 27 Juni dalam Pilgub Sumut adalah awal untuk mendukung Jokowi dua periode.

“Ada Kartu Indonesia Pintar, ada Keluarga Harapan dan semua dibuat pada masa Presiden Joko Widodo. Karena itu untuk menuntaskan pembangunan tersebut khususnya untuk Sumut maka harus diberikan kesempatan kepada Joko Widodo dua periode. Namun harus kita tuntaskan di 27 Juni ini dan kita lanjutkan pada perjuangan 2019 mendatang,” katanya.

Pasangan yang diusung PDI perjuangan dan Partai Persatuan Pembangun (PPP) tersebut menambahkan bahwa Sumut dapat lebih sejahtera dan lebih baik. Warganya dapat berobat dengan gratis, anak-anak Sumut dapat sekolah lebih tinggi. Dananya cukup dari APBD asalkan dikelola dengan baik dan tidak ada korupsi. “Karena itu kita harus membangun Sumut agar lebih baik lagi, bebas dari korupsi,” jelasnya.

Sementara itu, Calon Wakil Gubernur Cawagub Sumut nomor urut dua Sihar Sitorus dalam kampanye Akbar di Lapangan Baharoeddin Siregar, Sabtu (23/6/228) di Lubukpakam mengatakan, dfngan memilih nomor dua dalam Pemilihan Gubernur Pilgub Sumatera Utara Sumut, maka akan ada harapan baru. Harapan untuk nasib warga Sumut yang lebih baik lagi dan kesejahteraan bersama.

Wakil dari Haji Djarot Saiful Hidayat tersebut mengatakan bahwa dengan memilih dan memenangkan nomor urut dua maka akan ada perubahan untuk nasib masyarakat. Baik buruh, guru, nelayan, pekerja medis dan anak anak Sumut. Karena pasangan yang akrab disapa Djoss tugaskan untuk memperbaiki Sumut.

“Kita akan berjuang bersama membangun Sumut. Menata daerah yang baik dan membangun dengan keberagaman,” terangnya.

Mega: Pemimpin Tak Boleh Berkata Kasar dan Menampar Rakyat

Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Utara Djarot Syaiful Hidayat- Sihar Sitorus bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri dan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy pada kampanye akbar di Stadion Baharoeddin, LubukPakam, Sabtu (23/6).
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Utara Djarot Syaiful Hidayat- Sihar Sitorus bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri dan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy pada kampanye akbar di Stadion Baharoeddin, LubukPakam, Sabtu (23/6).

SUMUTPOS.CO – Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri meminta warga Sumatera Utara (Sumut) agar memilih pemimpin yang memihak pada rakyat. Jangan tertipu dengan iming-iming dan hendaklah berpikir dengan kritis.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut dalam kampanye akbar terakhir pasangan Haji Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus atau Djoss di Lapangan Baharoeddin Siregar, Sabtu (23/6) di Lubukpakam.

Megawati mengatakan kepada puluhan ribu simpatisan pasangan nomor urut dua tersebut, pemimpin tidak boleh berkata kasar kepada warga, tidak boleh juga menampar warga. “Pemimpin itu harus santun, dan harus memimpin dengan baik,” katanya.

Pernyataan yang disambut sorak sorai warga Sumut tersebut dikatakan Megawati agar masyarakat tidak salah memilih. Karena itu jangan memilih pemimpin yang sewenang-wenang, yang menampar warga karena hanya dia yang berkuasa.

Selain itu, ia juga menjelaskan, Djarot ditugaskan ke Sumut untuk mensejahterakan warga. Karena tujuan kedatangan pasangan Djoss ini agar Sumut lebih baik. Ketika ada orang-orang yang mempersoalkan Djarot sebagai pendatang maka orang tersebut tidak memahami kebangsaan. Karena selama kawasan tersebut masih bagian dari Indonesia siapa saja boleh menjadi pemimpin. “Dia pernah memimpin Blitar dan Jakarta. Jadi ditugaskan untuk membangun Sumut,” katanya

 Romy: Djoss Simbol Bhinneka Tunggal Ika

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menegaskan, partainya tak salah dalam memberikan dukungan terhadap Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018-2023.

Djarot-Sihar (Djoss) dinilainya sangat dibutuhkan Sumut saat ini. Keduanya pula diyakini saling melengkapi untuk memajukan dan mensejahterakan provinsi ini ke depannya. “Dari awal diajak, Bu Mega mendukung pasangan Djarot-Sihar yang menunjukkan simbol Bhinneka Tunggal Ika, tanpa ragu kami siap mendukung sepenuhnya dan siap memenangkannya,” ujar pria yang akrab disapa Romy itu dalam orasi politiknya di Stadion Baharoeddin Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, Sabtu (23/6).

Di hadapan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPD PDI Perjuangan Sumut, Japorman Saragih, struktur kedua partai, para relawan dan pendukung serta ribuan massa yang memadati Stadion Baharoeddin, Romy menambahkan, duet maut Djarot-Sihar ini sangat potensial.

Hal ini pula yang membuat partai yang dipimpinnya bersatu bersama PDI Perjuangan mengusung Djoss maju sebagai Cagub dan Cawagub Sumut periode 2018-2023 mendatang. “Pak Djarot dengan pengalamannya berhasil sebagai Wali Kota Blitar, kemudian menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta dan memimpin DKI Jakarta. Sedangkan Pak Sihar ahli keuangan, dibutuhkan karena kurang optimalisasinya pengelolaan anggaran keuangan. Ini kombinasi seimbang yang dibutuhkan Sumut ke depannya,” yakinnya.

Romy pun menegaskan, perbedaan tak menjadi satu halangan dalam memajukan bangsa dan negara ini. “Singkirkan segala perbedaan, saling menghormati perbedaan ini untuk kemajuan bangsa. Satukan hati, niat, langkah kita untuk mencoblos nomor urut dua. Persaudaraan kita di atas perbedaan kita sesama anak bangsa,” tegas Romy.

Di penghujung orasinya, Romy pun mengajak masyarakat untuk menggunakan hak suara dalam menentukan pemimpin provinsi ini ke depannya pada Pilkada Serentak Sumatera Utara 27 Juni 2018, yang tinggal empat hari lagi. “Jangan bimbang, jangan ragu untuk gunakan hak suara 27 Juni nanti. Pertama datang ke TPS, kedua coblos. Kita harus menyatukan seluruh niat, derap langkah kita semua,” pungkasnya. (rel)

 

 

2.365 Personel Amankan 27.320 TPS

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw.

SUMUTPOS.CO – Polda Sumut mengerahkan sebanyak 2.365 personel untuk pengamanan Pilkada 2018. Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, pengerahan kekuatan sebanyak ini dilakukan untuk mengamankan 27.320 TPS yang tersebar di 27 Satuan wilayah (Satwil) Polda Sumut.

“Polda Sumut dan jajaran telah siap mengamankan Pilkada serentak tahun 2018 dengan kekuatan berjumlah 2.365 personil, yang diambil dari 23 Satker Polda Sumut ditambah dengan BKO (Bawah Kendali Operasi) dari Mabes Polri sebanyak 400 Personel,” ungkapnya saat memimpin apel penyambutan BKO Brimob Polri dan pelepasan pemberangkatan Serpas BKO Polda Sumut ke satuan wilayah jajaran dalam rangka Pilkada Serentak 2018, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Sabtu (23/6).

Paulus menjelaskan, pada saat ini tahapan Pilkada 2018 telah memasuki tahapan kampanye para paslon (15 Februari – 23 Juni 2018) dan tidak lama lagi akan memasuki tahapan inti pilkada yaitu tahap pemungutan suara yang jatuh pada tanggal 27 Juni 2018.

Begitupun selanjutnya, hal ini akan diteruskan pada tahap rekapitulasi hasil hitung suara mulai tingkat kecamatan sampai dengan tingkat provinsi pada tanggal 28 Juni – 9 Juli 2018. Dilanjutkan dengan tahapan penetapan calon terpilih oleh Putusan Mahkamah Konstitusi, lalu diteruskan tahapan pelantikan pengambilan sumpah gubernur, bupati, dan wali kota yang terpilih.

“Karenanya saya berpesan kepada seluruh personel BKO, agar tugas pengamanan pilkada serentak tahun 2018 ini dapat dilakukan dengan rasa tanggung jawab, hati yang tulus dan juga ikhlas. Semoga dapat meningkatkan pengabdian dan pelayanan terbaik kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara tercinta ini,” ujarnya.

Selain itu, terkait kedatangan 400 personel BKO Mabes Polri yang terdiri atas 4 SSK Brimob, yakni Brimob Polda Aceh 100 Personel, Brimob Polda Sumbar 100 Personil dan Korbrimob 200 Personil Paulus mengucapkan selamat datang di Provinsi Sumatera Utara khususnya di Mapolda Sumut. “Semoga dengan kedatangan saudara-saudara dapat menjalin kerjasama yang baik dengan personil Polda Sumut untuk mensukseskan pelaksanaan Pilkada serentak 2018,” tandasnya. (prn/mag-1)

 

Persiapan Pilgubsu 80 Persen

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS KONFERENSI PERS_Komisioner KPU Sumut Iskandar Zulkarnain (Kiri) memberikan keterangan kepada media di Kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Selasa (13/3) Keterangan tersebut terkait keputusan bawaslu yang memutuskan JR Saragih memenuhi syarat untuk mengikuti Pilgub Sumut 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
KONFERENSI PERS_Komisioner KPU Sumut Iskandar Zulkarnain (Kiri) memberikan keterangan kepada media di Kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persiapan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) pada 27 Juni sudah mencapai 80 persen. Sampai Minggu (24/6) kemarin, distribusi seluruh logistik sedang berada di perjalanan hingga ketingkat terbawah yakni kelurahan atau desa. “Memang belum seratus persen, tetapi sudah jalan. Seperti Deliserdang baru hari ini dijalankan (didistribusikan) menggunakan jasa PT Pos,” ujar Komisioner KPU Sumut Iskandar Zulkarnain kepada Sumut Pos, Minggu (24/6).

Sementara di Kabupaten Batubara, sebut Iskandar, menurut informasi yang diperoleh, akan selesai hari ini. Untuk Tanjungbalai, katanya baru jalan pada hari itu yang juga menggunakan PT Pos. “Pokoknya rata-rata yang belum itu hari ini sudah jalan. Seperti di Nias Selatan pada lokasi terjauh juga sudah jalan. Itu ada tujuh kecamatan lokasi terjauh,” katanya.

Menurut dia, untuk kabupaten/kota yang dekat tidak masalah jika persiapan baru dilakukan malam hari sebelum pencoblosan pada Hari H. Namun di satu aspek perlu dipikirkan soal keamanan kalau sudah H-2 posisi logistik masih di jalan. “Tentu butuh pengawalan pihak kepolisian. Dan nantinya dipusatkan di kecamatan dulu sebelum didistribusi ke TPS-TPS. Kalau kita perkirakan sudah 80 persen lebih persiapannya,” ungkapnya.

Pihaknya optimis Pilgubsu kali ini berjalan lancar, tertib dan damai. Juga berharap melalui pasta demokrasi serentak menghasilkan pemimpin yang amanah, jujur dan terbaik untuk memimpin Sumut lima tahun mendatang. “Oleh karena itu mari kita gunakan suara dan jangan sampai golput. Sebab kalau terpilih pemimpin yang tidak amanah karena masyarakat tidak menggunakan hak suara, itu salah diri kita sendiri juga,” katanya.

Komisioner KPU Sumut Benget Manahan Silitonga meminta masyarakat untuk proaktif mengambil formulir C6. Bagi masyarakat yang sampai kini belum mendapatkan pemberitahuan memilih itu, bisa langsung menanyakan kepada kepala lingkungan, PPK dan PPS setempat. “Jangan lagi menunggu bola. Sebab bisa saja ketika petugas kami datang ke rumah masyarakat, masyarakat itu tidak berada di rumah. Jadi tak ada salahnya juga proaktif bertanya mengambil formulir C6,” katanya.

Menurutnya mulai kemarin petugas mereka terakhir untuk memberikan pemberitahuan memilih tersebut. Bagi warga yang merasa namanya masuk di Daftar Pemilih Tetap (DPT), bisa langsung meminta formulir C6 kepada kepling atau PPK. “Dengan begitu pelaksanaan Pilgubsu kali ini benar-benar berkualitas dengan tingginya tingkat partisipasi masyarakat,” tegasnya.(prn/mag-1)