Home Blog Page 6257

Serbia v Swiss: Tancap Gas

Aleksander Kolarov
Aleksander Kolarov

SUMUTPOS.CO – Kemenangan tipis satu gol tanpa balas kontra Kosta Rika melandasi semangat Serbia untuk bisa membungkam Swiss pada lanjutan grup E Piala Dunia 2018, Sabtu (23/6) dini hari. Jika menang, Serbia bisa memastikan tiket ke babak berikutnya.

Serbia sendiri belum pernah lolos ke babak sistem gugur Piala Dunia sejak menyatakan diri merdeka di era 1990-an, gagal di fase grup edisi 2006 Jerman dan 2010 Afrika Selatan.

Oleh karenanya Aleksandar Kolarov yang membobol gawang Kosta Rika melalui tendangan bebas ini yakin Serbia akan mempertahankan intensitas serangan.

“Jika kami mulai melakukan hitung-hitungan dan mulai bermain untuk mengincar hasil imbang semata, maka itu tidak akan berhasil. Tentu saja kami ingin meraih kemenangan,” ucap Kolarov.

Sementara itu hasil imbang versus Brasil membuat Swiss percaya diri mampu membungkam ambisi Serbia. Seperti diketahui Swiss memperagakan permainan fisik kontra Selecao, termasuk melanggar Neymar 10 kali sehingga pemain Paris Saint-Germain ini harus dipapah kala laga berakhir.

Mladen Krstajic pun mengakui ketangguhan calon lawannya itu dan yakin laga nanti akan berlangsung sulit. “Mereka sangat kuat! Solid dan penuh pengalaman,” ujar Krstajic pada harian asal Swiss, Blick. “Swiss telah berpartisipasi di tiga Piala Dunia dan Euro, raihan 27 poin pada babak kualifikasi merupakan pencapaian luar biasa. Pelatih mereka juga bagus.”

Sementara itu di kubu Swiss, Vladimir Petkovic berharap Valon Behrami bisa bugar untuk laga nanti, setelah mengalami masalah pada otot pahanya. “Kami membutuhkan Behrami dalam beberapa laga mendatang,” kata Petkovic.

Swiss tidak dianggap sebagai pesaing untuk trofi tetapi negara kawasan Alpine itu tidak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir mereka, termasuk hasil imbang dengan dua favorit berat – Brasil dan Spanyol.

“Saya berharap orang-orang akan memperhatikan kami dan menganggap kami serius, terkadang faktor kurangnya pengakuan dan itu sangat disayangkan karena kami bermain sangat baik,” kata pelatih Swiss Vladimir Petkovic. (bbs/don)

Perkiraan line Up
Serbia (4-2-3-1): Stojkovic; Ivanovic, Milenkovic, Dusko Tosic, Aleksandar Kolarov; Nemanja Matic, Milivojevic; Dusan Tadic, Savic, Adem Ljajic; Mitrovic
Pelatih: Mladen Krstajic

Swiss (4-2-3-1): Yann Sommer; Stephan Lichtsteiner, Fabian Schar, Manuel Akanji, Ricardo Rodriguez; Valon Behrami, Granit Xhaka; Xherdan Shaqiri, Blerim Dzemaili, Steven Zuber; Haris Seferovic
Pelatih: Vladimir Petkovic

Brasil v Kosta Rika: Menuju Top Performa

Neymar diyakini fit untuk laga kontra Kosta Rika.

SUMUTPOS.CO – Brasil sudah tiga laga teranyar tanpa kemenangan, termasuk laga penting pembuka grup Piala Dunia 2018 melawan Swiss yang usai dengan skor 1-1 pekan lalu. Kini mereka punya kesempatan kembali ke jalan kemenangan saat menghadapi Kosta Rika, Jumat.

Itu merupakan kali pertama sang juara dunia lima kali itu gagal meraih tiga angka di laga pertama turnamen sejak tahun 1978. Padahal laga lawan Swiss itu dimulai dengan sangat baik, dan Paulinho gagal menceploskan bola dari jarak dekat beberapa saat sebelum rekan satu timnya di Barcelona, Philippe Coutinho, melepaskan tendangan dari luar kotak penalti untuk membawa skuad Tite unggul lebih dulu.

Namun Schweizer Nati – julukan untuk Swiss – tidak pernah menyerah. Mereka menunjukkan kekuatan mental yang luar biasa dan kemauan untuk bangkit kembali melawan oposisi yang lebih kuat. Mereka memperlihatkan alasan mengapa duduk di peringkat keenam ranking FIFA.

“Ini akan menjadi pertandingan sulit sebagaimana semua pertandingan di Piala Dunia,” kata Philippe Coutinho. “Mereka adalah tim yang bagus. Kami menyaksikan pertandingan melawan Serbia, dan itu hanya ditentukan dari situasi bola mati.”

“Ini merupakan peluang lain bagi kami. Kami perlu melakukannya, kami semua terfokus. Kami kuat secara mental untuk memainkan pertandingan hebat,” tambahnya.

Tim nasional Brasil bisa bernapas lega menjelang laga kontra Kosta Rika pada lanjutan Piala Dunia 2018 di Saint Petersburg Stadium, Jumat (22/6). Pasalnya, sang megabintang Neymar yang sempat mengalami masalah dengan engkelnya sudah mulai berlatih normal.

Neymar tampak bergabung bersama rekan-rekannya dalam sesi latihan di Sochi, Rabu, (20/6) sore. Federasi Sepak Bola Brasil pun mengunggah video sesi latihan itu di akun Twitter.

Neymar pun berharap bisa bermain lebih baik guna meraih kemenangan.”Saya harap kami memainkan pertandingan yang lebih baik daripada di debut melawan Swiss dan kami ingin menang,” ungkapnya.

“Kami ingin bermain bagus. Kami telah melihat rekaman Kosta Rika meski yang penting adalah memainkan sepakbola kami,” tegas Neymar.

Sementara itu Kosta Rika bertekad bangkit dari hasil buruk kontra Serbia. Di laga itu Kosta Rika tertinggal lewat tendangan bebas Aleksandar Kolarov. Gelandang Kosta Rika Celco Borges yakin timnya dapat meraih hasil positif saat menghadapi Brasil, Kamis (21/6) malam nanti. Kosta Rika akan menghadapi Brasil di Stadion Saint-Petersburg, laga ini sangat krusial bagi kedua tim.

“Ini sesuatu yang kami raih dengan kerja keras dan hasil yang bagus, sesuatu yang kami dapatkan dari seluruh dunia. Kami harus harus semangat dan juga yakin (kemenangan) dapat terjadi, yang mana sangat penting bagi kami,” kata Borges, seperti dilansir dari situs resmi FIFA, Kamis (21/6).

“Banyak orang yang percaya pada kami dan pada generasi ini, kami harus berterima kasih untuk itu, kami mencoba memberikan hasil yang bagus sebagai timbal balik kepada mereka, atau setidaknya performa yang hebat,” kata Borges. (bbs/don)

0 Iran v Spanyol 1: Faktor Lucky

Diego Costa mencetak gol berbau keberuntungan.
Diego Costa mencetak gol berbau keberuntungan.

SUMUTPOS.CO – Spanyol membuka peluang lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2018 usai mengatasi Iran dengan skor 1-0 di Kazan Arena, Kazan, Kamis (21/6) dini hari WIB. La Furia Roja menang tipis 1-0 berkat gol Diego Costa pada menit ke-54.

Gol dari pemain Atletico Madrid berusia 29 tahun itu bisa disebut gol hantu atau gol keberuntungan. Tanpa disengaja, gol itu lahir pada menit ke-54. “Saya memiliki sedikit keberuntungan dengan gol itu, tapi saya senang karena ini adalah pertandingan yang sulit,” ucap Costa di laman Marca.

Costa berada di tempat dan waktu yang tepat. Saat bek kanan Iran, Ramin Rezaeian menghalau bola, ada lutut Costa di sana. Si kulit bundar tiba-tiba bergulir deras ke gawang Iran. Gol. “Dalam pertandingan seperti ini, yang penting adalah menang,” tandasnya.

Dengan gol tadi, Costa kini telah mendulang tiga gol di Piala Dunia 2018. Dua lainnya tercipta di matchday 1 ke gawang Portugal.

Costa kini masuk dalam buku rekor timnas Spanyol, sebagai pemain kelima yang mencetak gol di dua pertandingan awal Piala Dunia.

Sebelum Costa, ada Fernando Torres di PD 2006, Fernando Hierro saat PD 2002, Andoni Goikoetxea ketika PD 1994 dan Estanislau Basora di PD 1950.

Sejatinya Iran sempat menyamakan kedudukan, namun gol yang dibuat Saeid Ezatolahi di menit ke-63 dianulir lewat bantuan VAR. Ezatolahi tertangkap offside.

Pemain Iran dan fannya sempat bersukacita. Namun, wasit Andres Cunha asal Uruguay bilang, nanti dulu. Setelah satu menit 47 detik (menurut hitungan Marca), Ezatolahi akhirnya memutuskan gol dianulir sambil membuat tanda kotak dengan kedua tangannya menyerupai layar televisi. Skor 1-0 untuk Spanyol bertahan hingga laga usai.

Menurut wasit berpengalaman asal Spanyol, Juan Andujar Oliver, keputusan menganuli gol tersebut tepat. “Teknologi membuatnya menjadi benar, pemain Iran berada dalam posisi offside,” katanya di Radio Marca.

Kemenangan ini membuat Spanyol mengoleksi empat poin dengan agregat gol 4-3, sama banget dengan Portugal yang beberapa jam sebelumnya menang 1-0 atas Maroko. “Permainan Iran tidak mengejutkan kami. Mereka memang menyulitkan. Mereka bermain tenang dan itu sungguh sulit dihadapi,” jelas Hierro sebagaimana dilansir laman Football Espana.

Legenda Real Madrid itu menambahkan, laga di Piala Dunia memang selalu tidak mudah. “Kami dihadapkan dengan tim yang bermain solid. Mereka punya pelatih hebat, Carlos Queiroz,” tambah Hierro.

Spanyol dan Portugal berpeluang besar melaju ke fase gugur, tapi Iran yang mengantongi tiga poin hasil kemenangan 1-0 atas Maroko di partai pertama, juga masih memiliki peluang. Syaratnya, Iran harus menang dari Portugal di matchday terakhir. (adk/jpnn/don)

1 Uruguay v Arab Saudi 0: Rekor Pistolero

Luis Suarez mencetak gol tunggal Uruguay.
Luis Suarez mencetak gol tunggal Uruguay.

SUMUTPOS.CO – Uruguay dipastikan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rusia. La Celeste, julukan Uruguay lolos setelah mengalahkan Arab Saudi dengan skor 1-0 di Arena, Rabu (20/6) hari ini. Gol tunggal dicetak Luis Suarez pada menit ke-23. Kemenangan itu juga meloloskan Rusia.

Sejak awal Luis Suarez langsung memberikan ancaman ke pertahanan Arab Saudi pada menit ketiga. Namun usahanya digagalkan Osama Hawsawi. Arab Saudi berbalik menekan Uruguay hingga menit kesepuluh.

Walaupun berhasil menyulitkan pertahanan La Celeste, para pemain Arab Saudi sangat kesulitan untuk mencetak gol. Tak hanya akurasi tembakan yang buruk, mereka juga kurang tenang di kotak penalti lawan.

Suarez membawa Uruguay memimpin atas Arab Saudi melalui golnya pada menit ke-23. Memanfaatkan umpan Carlos Sanchez dari sepak pojok, sontekan Suarez meluncur dengan mulus ke gawang Arab Saudi.

Kesempatan untuk Arab Saudi diperoleh Hatan Bahebri pada menit ke-29. Hanya saja sontekan Hatan melenceng jauh dari sasaran. Arab Saudi memang menguasai jalannya pertandingan hingga menit ke-35. Tetapi mereka sangat kesulitan mencetak gol.

Tak ada yang berubah ketika babak pertama mulai memasuki menit-menit akhir. Kendali permainan masih di kaki Arab Saudi. Uruguay hanya sesekali menekan lewat serangan balik. Skor 1-0 bertahan hingga menit akhir.

Luis Suarez membukukan beberapa rekor. Laga lawan Arab Saudi adalah pertandingan ke-100 Suarez bersama La Celeste, julukan Uruguay.

Bomber Barcelona itu adalah pemain keenam yang memiliki seratus caps atau lebih bersama Uruguay. Mantan penggawa Liverpool itu juga meneguhkan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di timnas Uruguay.

Tambahan satu gol ke gawang Arab Saudi membuat Suarez sudah mengoleksi 52 gol bersama timnas. Suarez juga mencetak rekor lain sebagai pemain Uruguay pertama yang mencetak gol di tiga Piala Dunia, yakni mulai 2010 hingga 2018.Hingga saat ini Suarez sudah mengemas enam gol selama berlaga di pesta sepak bola empat tahunan itu.

“Bahagia bisa menjadi bagian sejarah dari Uruguay dan membuat 100 penampilan! Senang kami dapat menembus babak 16 Besar lagi,” tulis Suarez.

“Yang lebih membahagiakan, kami akan mendapatkan anak ketiga. Terima kasih atas dukungan kalian semua, khususnya untuk istri saya,” tulis Suarez melanjutkan. (saf/jpc/jpnn/don)

Janggut Ronaldo Bawa Keberuntungan

MOSKOW, SUMUTPOS.CO – Megabintang Portugal Cristiano Ronaldo tampil berbeda saat berlaga di Piala Dunia 2018. Pria 33 tahun yang biasanya klimis itu kini memelihara janggut tipis.

Janggut itu sudah terlihat sejak Ronaldo membela Portugal melawan Spanyol pada laga perdana fase grup. Janggut Ronaldo terlihat semakin jelas saat Portugal melawan Maroko, Rabu (20/6).

Keputusan Ronaldo memelihara janggut ternyata tidak terlepas dari candaannya dengan gelandang Portugal Ricardo Quaresma. “Kami tengah sama-sama berada di sauna (sebelum Portugal melawan Spanyol) dan saya tengah mencukur jambang. Namun, saya biarkan janggut tak dicukur,” kata Ronaldo sebagaimana dilansir laman ESPN.

Saat itu Ronaldo berjanji tidak akan mencukur janggut jika dirinya mencetak gol melawan Spanyol. “Ternyata itu memberi saya keberuntungan,” imbuh Ronaldo.

Entah kebetulan atau tidak, performa Ronaldo memang sangat kinclong. Hingga kini megabintang Real Madrid itu sudah mengemas empat gol.

“Saya telah mencetak gol (melawan Spanyol). Saya juga mencetak gol (kontra Maroko). Jadi, janggut ini akan tetap bertahan,” kata Ronaldo. (adw/jpc/jpnn/don)

Timnas U-23 Benahi Fisik

Luis Milla memimpin latihan Timnas Indonesia jelang hadapi Korea Selatan, Sabtu (23/6) mendatang.

SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia U-23 akan melawan Korsel U-23, dalam laga uji coba pada 23 Juni mendatang di Stadion Pakansari, Bogor. Garuda sedang mempersiapkan fisik pemain pasca libur kompetisi.

Skuat Timnas Indonesia U-23 kembali berlatih di Lapangan A, Senayan, Jakarta, Rabu (20/6), diikuti oleh 23 pemain, termasuk tiga nama baru yakni Stefano Lilipaly, Hanis Saghara, dan Feby Eka.

Libur sepekan dari kegiatan sepak bola memang jadi kendala pada latihan perdana timnas kemarin. Para pemain yang baru saja latihan usai menikmati liburan memang belum bisa digeber latihan keras. Hanya pemanasan dan pengembalian kondisi fisik.

Asisten Pelatih Timnas Bima Sakti mengakui hal tersebut. Dia memang belum bisa menerapkan latihan yang diinginkan karena anak asuhnya baru saja liburan sepekan usai jeda kompetisi Liga 1. ’’Persiapan memang mepet, tapi kami harus tetap kerja keras untuk bermain lebih baik lawan Korea Selatan,’’ terangnya.

Walau begitu, Bima cukup senang ada beberapa small game dan strategi transisi yang masih bisa dilakukan oleh anak asuhnya. Apalagi, menurut laporan Pelatih Fisik Miguel Gandia, para pemain tidak seberapa drop kondisinya walau libur sepekan.

’’Luar biasa katanya bagaimana pemain jaga kondisi. Tapi memang hari ini (kemarin, Red) masih recovery dan pengenalan dulu saja,’’ paparnya.

Ditanya pendapat tentang pemanggilan pemain baru, terutama Lilipaly, Bima menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan Milla. Yang pasti, pelatih asal Spanyol itu diakuinya selalu memberikan kesempatan bagi pemain yang menunjukkan performa baik di liga. ’’Konstribusinya di klub baik, apalagi dia (Lilipaly) sudah pernah dipanggil,’’ ucapnya.

Sementara, timnas Korsel dalam persiapan menghadapi Hansamu Yama dkk, sudah datang dan menggelar beberapa kali latihan sejak 12 Juni lalu. Bahkan, malam nanti Korsel rencananya akan beruji coba dengan Persija Jakarta di Stadion PTIK, Jakarta.

Sebagaimana dikatakan oleh Manajernya Jihoon Cho. Pria yang akrab disapa James itu membenarkan jika anak asuhnya memang akan beruji coba. Kurang lebih 8 hari datang ke Indonesia juga untuk adaptasi cuaca jelang Asian Games 2018. Dia juga ingin menjajal venue yang bakal digunakan timnya untuk bertanding. ’’Cukup nyaman udara di sini, malah kalau musim panas, suhunya lebih panas di sana (Korea Selatan),’’ ungkapnya.

Kapten Tim Jang Yunho menerangkan Indonesia punya tim yang cukup bagus. Dia sudah mengetahuinya sejak 5 tahun lalu. Maklum, Yunho adalah salah satu pemain yang ikut dalam skuad yang dikalahkan Indonesia U-19 pada 12 Oktober 2013 silam. ’’Pemainnya memang berubah, tapi saya lihat Indonesia adalah tim bagus,’’ ucapnya. (bbs/jpnn/don)

Dua Pemain Trial di PSMS

Pablo Warobay coba melakukan tendangan saat ikut trial bersama PSMS di Stadion Mini Kebun Bunga, Kamis (21/6).
Pablo Warobay coba melakukan tendangan saat ikut trial bersama PSMS di Stadion Mini Kebun Bunga, Kamis (21/6).

SUMUTPOS.CO – PSMS memulai latihan perdananya pasca libur dua pekan di Stadion Kebun Bunga, Kamis (21/6). Belum semua pemain bergabung pada latihan yang dipimpin Djadjang Nurdjaman dengan asisten barunya, Suharto AD ini.

Tiga pemain asing PSMS, Reinaldo Lobo, Wilfried Yessoh dan Dilshod Sharofetdinov belum terlihat hadir. Ketiganya memang mendapat dispensasi baru kembali pada pekan depan karena sedang berada di negara masing-masing.

“Ya memang belum semua bergabung, tiga pemain asing memang kami beri izin karena jarak yang cukup jauh. Mungkin Senin depan sudah bergabung. Selain itu Alwi juga kakaknya menikah jadi kami beri izin satu hari,” kata pelatih kepala PSMS, Djadjang Nurdjaman.

Untuk latihan perdana ini, Djanur mengatakan dirinya fokus untuk melihat kondisi fisik pemain pasca libur. Hasilnya dia melihat secara keseluruhan tak terlalu menurun. “Artinya para pemain menerapkan program yang saya berikan pada liburan lalu. Lagipula tidak asal cakap karena harus juga menyertakan bukti video,” tambah Djanur.

Djanur mengatakan untuk melihat secara detail kondisi fisik pemain, dia akan melakukan beep tes. “Kami ingin mengukur VO2 Maxnya untuk melihat secara keseluruhan bagaimana kondisi fisiknya,” beber eks pelatih Bandung itu.

Selain itu terlihat dua wajah yang asing pada latihan kemairn. Dua pemain trial yakni Pablo Cesar Worabay (Persip Pekalongan) dan Teza Ridwan (Persita) sudah bergabung. ““Ya mereka ingin ikut trial silahkan saja, gak masalah. Kami lihat kemampuannya. Termasuk pemain asal Namibia (Rudolfs Bester). Dia daftar sendiri ke kami. Beda dengan Sadney yang ini posisinya striker murni. Mungkin ikut latihan perdana,” kata Djadjang.

Djanur mengatakan tak mau buru-buru untuk menentukan lolos tidaknya dua pemain tersebut. Dia masih melihat gambaran awal. “Kalau secara skill saya lihat Pablo cukup baik. Tapi belum bisa diputuskan karena baru satu hari. Lagipula saya tidak mau buru-buru menentukan. Masih banyak waktu,” bebernya.

Pria yang akrab disapa Djanur itu mengatakan sejatinya timnya ingin fokus menyelesaikan empat laga sisa putaran pertama dulu. Setelah itu barulah digelar evaluasi secara menyeluruh.

“Masih ada empat laga lagi dan fokusnya memang ke situ. Setelah itu baru kami akan tentukan pemain yang dicoret termasuk yang asing. Sembari itu kita akan melakukan seleksi untuk pemain yang datang,” jelas Djanur.

Djanur juga sudah mengantongi beberapa nama pemain incaran dari klub rival Liga 1. Namun dia belum mau membeberkannya. “Sudah ada. Tapi tidak etis jika kita membicarakan pemain dari klub lain saat Liga 1 masih menyisakan beberapa laga lagi. Nanti saja tapi dengan mereka memang sudah kami jalin komunikasi,” beber pelatih yang sedang ikut kursus AFC Pro itu. (don)

Kabur, Pelaku Curanmor Ditembak

Foto: Fachril/Sumut Pos Zah alias Zola mendapat perawatan di rumah sakit usai ditembak personel Unit Reskrim Polsek Nedan Labuhan karena mencuri sepeda motor, Rabu (20/6).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Zah alias Zola mendapat perawatan di rumah sakit usai ditembak personel Unit Reskrim Polsek Nedan Labuhan karena mencuri sepeda motor, Rabu (20/6).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Paha kiri Zah alias Zola (22) terpaksa ditembak personel Unit Reskrim Polsek Medan Labuhan. Pasalnya, warga Paluh Kuro, Batang Serai, Kecamatan Hamparanperak itu mencoba kabur saat ditangkap usai mencuri sepeda motor, Rabu (20/6) sore.

Selain Zola, polisi juga mengamankan temannya S alias Udin (48) warga Jalan Young Panah Hijau, Gang Kuini, Kelurahan Labuhandeli, Kecamatan Medan Marelan.

Penangkapan kedua tersangka berawal dari laporan Mawardi (51). Warga Dusun V, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan mengaku kehilangan sepeda motor sekitar pertengahan Mei lalu.

Berdasarkan laporan itu, polisi menerima informasi adanya penjualan sepeda motor Honda Scoopy curian yang dilakukan pelaku Udin. Mendengar itu, polisi menyaru untuk membeli sepeda motor tersebut.

Dengan melakukan transaksi jual beli senilai Rp2 juta, polisi langsung menangkap Udin di rumahnya. Dari keterangan Udin, sepeda motor itu dicuri bersama dengan temannya Zola.

Tidak menunggu waktu lama, polisi menyergap Zola di kawasan Jalan Marelan Raya, Gang Kambing, Kecamatan Medan Marelan.

Saat itu, Zola berusaha kabur dari sergapan. Polisi melakukan tembakan peringatan sebanyak 3 kali, kemudian langsung menembak paha kiri Zola.

Setelah timah panas menembus pahanya, Zola dibawa polisi ke rumah sakit untuk diberikan perawatan.

Kini kedua pelaku bersama barang bukti sepeda motor Honda Scoopy hasil curian telah diamankan di Mapolsek Medan Labuhan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, kedua tersangka sudah 3 kali melakukan pencurian di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan.

“Jadi kita masih cek laporan pencurian yang telah dilakukannya,” terang Bonar Pohan.(fac/ala)

Saling Pandang, Warga Langkat Bacok Warga Binjai

Foto: BAMBANG/SUMUT POS Supriadi Eka Syahputra
Foto: BAMBANG/SUMUT POS
Supriadi Eka Syahputra

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Hanya karena saling pandang, warga Langkat membacok warga Binjai. Peristiwa itu terjadi di Dusun Pasar Batu, Desa Stabat Lama Barat, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Rabu (20/6) pukul 03.00 WIB.

“Ya benar, telah terjadi penganiayaan menggunakan senjata tajam,” ujar Kasubbag Humas Polres Langkat AKP Arnold Hasibuan, Kamis (21/6).

Dijelaskan Arnold, saat itu Obed Wiranata Silaban (19) bermain ke tempat kejadian perkara (TKP). Tanpa sengaja, warga Jalan Ir Juanda, Gang Sesar, Kota Binjai umastersebut memandang Supriadi Eka Syahputra (36).

Tak senang dipandang, warga Dusun Pasar Batu, Desa Stabat Lama Barat, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat itu kemudian mendatangi Obed.

Cekcok mulut berujung pembacokan terjadi. Oleh temannya, korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Usai mengobati luka, korban kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Stabat. Pengaduan korban diterima dengan Nomor LP/96/Vl/2018/SU/Langkat/ Sek-Stabat, tanggal 20 Juni 2018.

“Korban sudah dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bacok. Sementara pelaku sudah berhasil diamankan dan masih dalam pemeriksaan di Polsek,” kata Arnold.

Sejauh ini, polisi sudah mengamankan barang bukti berupa 1 bilah parang sepanjang 50 cm dan 1 buah helm warna hijau.

“Kita juga telah memintai keterangan saksi yakni Dahlian (24) warga Komplek Kelapa Sawit Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Syarat, Langkat dan Ilham Khairin (40) warga Jalan Pradana I, Perumnas Berngam Binjai, Kota Binjai. Kebetulan saksi berada dilokasi saat terjadi aksi pembacokan,” papar AKP Arnold.

Menurut Arnold, selain saling adu pandang, pelaku diduga sudah menyimpan rasa tidak senang kepada korban.

“Karena pelaku dipecat di perusahaan tempatnya bekerja dan tidak berselang lama, korban yang diperkerjakan di perusahaan itu datang,” sambungnya.

Arnold menduga, motif kedua lebih kuat. Saat ini polisi masih mendalami keterangan pelaku.

“Sejauh ini masih terus kita dalami motif pasti perbuatan pelaku,” tegas AKP Arnold kembali.(bam/ala)

 

 

Hakim: Banyak Kali Cincong Kau

Foto: PARLINDUNGAN/SUMUT POS KESAL: Terdakwa Sudarso Salim alias Abun membuat kesal hakim di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (21/6) siang.
Foto: PARLINDUNGAN/SUMUT POS
KESAL: Terdakwa Sudarso Salim alias Abun membuat kesal hakim di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (21/6) siang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Terdakwa penipuan dan penggelapan senilai Rp1,9 Milyar, Sudarso Salim membuat seorang hakim anggota yang menyidangkannya jengkel. Pria yang akrab dipanggil Abun itu, terus berusaha bicara, saat Majelis Hakim mendengarkan kesaksian korban, Munazar H Idris dan 3 saksi lainnya.

“Banyak kali cingcong (bicara) kau di persidangan ini. Bukan kamu yang ditanya. Dia ditanya, nanti giliranmu,” hardik seorang Hakim Anggota, Ricard Silalahi di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (21/6) siang.

Mendengar hardikan hakim itu, spontan terdakwa diam. Terdakwa yang berusia 49 tahun tersebut hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepala.

Kemudian, terdakwa yang tinggal di Komplek Amir Hamzah, Jalan Brigjen Katamso Kampung Baru, Medan Kota itu kembali mendengarkan keterangan korban dan saksi.

Setelah mendengarkan keterangan korban dan saksi, majelis hakim kembali bertanya kepada terdakwa, apa ada keterangan korban dan saksi yang salah.

Namun, terdakwa kembali bicara panjang lebar. Sehingga majelis hakim kembali jengkel dan memintanya untuk diam dan hanya menjawab ada atau tidak.

“Iya pak hakim. Ada yang tidak benar pak hakim. Giro itu bukan saya yang menyerahkannya,” ucap terdakwa di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Deson Togatorop.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rotua Hurabarat, pada 21 Agustus 2016  terdakwa membeli biji pinang dari korban, Mumazar H IDRIS sebanyak 118,288 Kg. Harga yang disepakati saat itu Rp18.000/Kg.

Total dan hitungan semua barang yang diambil terdakwa sebesar Rp2.129.184.000. Dalam pembelian biji pinang itu, terdakwa mengatakan akan membayar menggunakan bilyet giro.

Kemudian terdakwa menyerahkan kepada korban 6 lembar cek Bank BRI KCP Kesawan Medan dengan total nilai seluruh cek tersebut sebesar Rp1.050.000.000.

Selain itu, 5 bilyet giro Bank Mandiri Syariah Cabang Pembantu Krakatau Medan dengan total nilai seluruh Rp900.000.000.

Kemudian, korban mendatangi Bank Mandiri Syariah Cabang Krakatau Medan untuk mencairkan bilyet giro tersebut. Namun pihak bank membuat surat penolakan dengan alasan saldo tidak mencukupi.

Mengetahui hal tersebut, korban menghubungi terdakwa dan terdakwa mengatakan akan membayar secepatnya.

Namun ternyata, terdakwa tidak juga membayar sehingga korban melaporkan kejadian itu ke Polisi karena merasa telah dirugikan Rp1.950.000.000.

“Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 378 KUHPidana atau Pasal 372 KUHPidana,” ungkap JPU dalam dakwaannya.(ain/ala)