Home Blog Page 6266

‎KM Sinar Bangun Tidak Memenuhi Standar Pelayaran

Petugas medis dibantu polisi menangani kotbam selamat dari peristiwa terbaliknya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Senin(18/6).
Petugas medis dibantu polisi menangani kotbam selamat dari peristiwa terbaliknya KM Sinar Bangun di Danau Toba, Senin(18/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapal Motor penyeberangan di Danau Toba dimiliki pengusaha perorangan dan hampir keseluruhan dinilai ‎tidak memiliki standar operasional pelayaran. Akibatnya, saat terjadi peristiwa kapal tenggelam dialami Kapal Motor Sinar Bangun tidak memiliki data penumpang atau manifest.

Direktur Keuangan, Umum dan Publikasi Publik Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba, John M Situngkir, mengatakan pemerintah harus melakukan penataan untuk jasa pengangkutan penyeberangan di Danau Toba itu.

“Seharusnya naik kapal terlebih dahulu membeli tiket dengan disertai asuransi. Jadinya, manifestnya ada. Kalau ferry di Danau Toba sudah memiliki tiket dan menjalani pelayaran sesuai dengan standar pelayaran,” ungkap John, Selasa (19/6) pagi.

‎Menyikapi insiden tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun di Danau Toba, Senin (18/6) kemarin, John mengatakan pihak BOPT Danau Toba akan melakukan sosialisasi untuk menerapkan standar pelayaran di Perairan Danau Toba.

“Kapal-kapal milik masyarakat kebanyakan kapal kayu. Penumpang naik kapal kemudian berlayar. Saat berlayar baru ditarik biayanya dan dikasih karcisnya (tiket). Seharusnya, sebelum berangkat, sudah didata penumpang melalui tiket,” tutur John.

Dengan kejadi Kapal Motor Sinar Bangun yang terbalik dan kalam itu, ia mengatakan menjadi pelajaran semua pihak jasa transportasi penyeberangan di Danau Toba, untuk memikirkan keselamatan penumpangnya. Bukan hanya mencari keuntungan. Tetapi, harus disertai dengan strandar ‎opersional penyeberangan di Perairan Danau Toba.

John mengungkapkan standar operasional penyeberangan di Danau Toba, harus memiliki manifest, tidak mengangkut penumpang melebih kapasitas, memiliki pelampung, kondisi Kapal Motor layak beroperasi.

“Itu semua untuk pelayanan yang lebih baik. Kalau Kementerian Pariwisata umumnya sudah melakukan sosialisasi bersama dengan Kementerian Perhubungan, termasuk Kapal Ferry sendiri. Antisipasinya, untuk tertata lebih baik transportasinya di Danau Toba,” tutur John.(gus)

Penumpang Hilang Capai 85 Nama, 1 Tewas 19 Selamat

Foto: Iqbal/Sumut Pos Warga mengerumuni daftar nama-nama korban selamat dan korban hilang dalam peristiwa kapal terbalik di Danau Toba, di pelabuhan Simanindo, Selasa (19/6).
Foto: Iqbal/Sumut Pos
Warga mengerumuni daftar nama-nama korban selamat dan korban hilang dalam peristiwa kapal terbalik di Danau Toba, di pelabuhan Simanindo, Selasa (19/6).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Hingga Selasa (19/6), sudah 19 korban yang ditemukan selamat dan satu orang meninggal dunia, pada peristiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. Terbaru, nama-nama penumpang kapal yang hilang dilaporkan sudah mencapai 85 nama. Yang ditemukan tewas baru satu orang.

Para korban selamat dirawat di beberapa tempat. Yaitu, Puskesmas Simarmata, RSUD Hadrianus Sinaga di Kabupaten Samosir, dan di Puskesmas Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.

Penumpang yang selamat mengatakan,  penyebab kapal terbalik adalah cuaca ekstrim, d mana ombak sangat besar dan angin sangat kencang disertai hujan deras.

Seorang penumpang, Hernando Lingga, sebelumnya mengatakan, awalnya kapal dipenuhi air di bagian dasarnya, sebelum oleng dan kemudian terbalik.

Proses penyelamatan dan pencarian masih terus dilakukan hingga pagi ini dengan melibatkan tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan pihak Kepolisian Polres Simalungun. Namun penemuan para korban lainnya belum membuahkan hasil.

Data dari petugas pos informasi, pagi ini sudah ada 85 nama yang dilaporkan hilang dalam kecelakaan tersebut. Ratusan warga ikut membantu Tim SAR menyisir area karamnya kapal.

Berikut nama-nama korban yang sudah berhasil ditemukan:

I. Korban selamat (luka ringan) :

1. Hernando Lingga (24), Tj. Morawa (RSUD Hadrianus Sinaga)
2. Sri Santika (26), Kuala Tanjung (RSUD Hadrianus Sinaga)
3. Rahman Saputra (22), Indrapura (RSUD Hadrianus Sinaga)
4. Riko Sijabat (26), Kota Pinang (Puskesmas Simarmata)
5. Tiambuns Situmorang (16), Aek Kanopan (Puskesmas Simarmata)
6. Hermanto turnip (27), Tigaras (Puskesmas Simarmata)
7. Suhendra (22), Pemantangsiantar (Puskesmas Simarmata)
8. Sandri Sianturi (23), Lubuk Pakam (Puskesmas Simarmata)
9. Dedi Setiawan (22), Lubuk Pakam (Puskesmas Simarmata)
10. Hafni (29), Pemantangsiantar (Puskesmas Simarmata)
11. Toni (29), Kota Pinang (Puskesmas Simarmata)
12. Roni (17), Simpang Raja Huta (Puskesmas Simarmata)
13. Rudi Wibowo (22), Binjai (Puskesmas Simarmata)
14. Muhammad Fitri (21), Indrapura (Puskesmas Tigaras)
15. Heri Nainggolan (23), Panitonga (Puskesmas Tigaras)
16. Jamuda (17), Parbunga-bunga (Puskesmas Tigaras)
17. Juita Morga, Serbelawan (Puskesmas Tigaras)
18. Josua Sinaga (18), Simpang Raja Huta (Puskesmas Simarmata).

II. Korban meninggal perempuan telah teridentifikasi atas nama Tri Suci Wulandari (21) asal Aceh Tamiang. (Mea/bbs)

Kapal-kapal Penyeberangan Dikerahkan Mencari Korban

Foto: Istimewa Kapal-kapal penyeberangan dikerahkan menyisir area kapal kayu KM Sinar Bangun yang terbalik dan tenggelam di Danau Toba, Selasa (19/6).
Foto: Istimewa
Kapal-kapal penyeberangan dikerahkan menyisir area kapal kayu KM Sinar Bangun yang terbalik dan tenggelam di Danau Toba, Selasa (19/6).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Kapal-kapal penyeberangan dari Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumut, untuk sementara berhenti beroperasi, Selasa (19/6) untuk membantu proses pencarian korban kecelakaan kapal motor (KM) Sinar Bangun jurusan Simanindo-Tigaras.

Selain tim SAR, puluhan warga ikut menaiki sejumlah kapal, membantu pencarian korban kapal yang terbalik.

Pantauan Sumut Pos, dari daftar nama diduga korban kecelakaan kapal KM Sinar Bangun yang terjadi Senin (18/6) kemarin, sebanyak 76 tercatat di posko kecelakaan kapal di Simanindo, dan dinyatakan belum ditemukan. Sementara korban yang telah teridentifikasi sebanyak 19 orang.

“Sementara kita terima dari warga yang datang dan melapor ada anggota atau saudaranya yang hilang atau tidak bisa dihubungi. Jadi ini informasi yang kita terima dari masyarakat yang datang. Karena dari kapal, tidak ada daftar penumpang,” ujar Petugas BPBD Samosir, Nuraida Aritonang, Selasa (19/6).

Sedangkan 19 korban ditemukan, satu di antaranya meninggal dunia atas nama Tri Suci Handayani (24) asal Aceh Tamiang, masih berada di Puskesmas Tigaras. Selain itu tiga di antara18 korban selamat, dalam kondisi membutuhkan penanganan lebih serius, telah dibawa dan ditangani di Rumah Sakit Hadrianus Sinaga, Pangururan.

Adalah Hernando Lingga (24) asal Tanjung Morawa, Sri Santika (26) warga Kuala Tanjung dan Rahman Sahputra (22) asal Indrapura.

“Sebagian dibawa ke Puskesmas Simarmata (Samosir) dan Tigaras (Simalungun). Kalau kondisinya membutuhkan penanganan lanjut, dibawa ke Rumah Sakit,” sebutnya.

Hingga kini petugas di Pos Kecelakaan masih menunggu kabar dan informasi dari masyarakat yang merasa kehilangan. Proses pencarian juga masih terus dilakukan. Diduga kecelakaan terjadi karena jumlah penumpang melebihi kapasitas daya tampung kapal, sementara cuaca buruk. Angin berhembus kencang dan ombak besar. (bal)

Sebelum Tenggelam, KM Sinar Bangun Tabrak Kapal Kayu

Kapal ferry jurusan Simanindo-Tigaras mendekati lokasi kapal tenggelam untuk menyelamatkan para penumpang yang bisa berenang di Danau Toba, Senin (18/6/2018).
Kapal ferry jurusan Simanindo-Tigaras mendekati lokasi kapal tenggelam untuk menyelamatkan para penumpang yang bisa berenang di Danau Toba, Senin (18/6/2018).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebelum tenggelam di Danau Toba, Senin (18/6) sore, Kapal Motor (KM) Sinar Bangun dikabarkan sempat tabrakan dengan kapal kayu. Tabrakan diduga akibat cuaca buruk.

“Jadi saat berlayar menuju Tigaras, KM Sinar Bangun itu sempat menabrak kapal kayu. Mungkin kapal itu bocor kemudian air masuk sehingga tenggelam,” ungkap seorang petugas yang dihubungi Sumut Pos.

Selain itu, kapal itu juga disebutkan berlayar dengan muatan melebihi kapasitas. “Kabarnya KM Sinar Baugun itu juga membawa mobil. Ini mengherankan karena itu merupakan kapal wisata,” tambahnya.

Sedangkan Kadubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolam menyebutkan KM Sinar Bangun tenggelam setelah dihantam ombak besar. Hal. Ini berdasarkan keterangan dari saksi yang selamat yakni Hernando (24), Rahman (22) dan Santika (20).

“Saksi menyebut bahwa saat kejadian angin dan ombak sangat kencang. Kondisi kapal, jumlah penumpang dan kendaraan roda dua sangat padat. Diperkirakan oleh saksi-saksi, jumlah penumpang lebih dari seratus orang,” terang MP Nainggolan.

KM Sinar Bangun tenggelam setelah 30 menit berlayar dari Simanindo menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun. Sesaat sebelum kapal tenggelam, kapal nahas itu sempat oleng. “Saksi menyebutkan bahwa sebelum tenggelam, kapal sudah mulai dipenuhi oleh air pada bagian bawah kapal,” tambah MP Nainggolan.

Hingga kini pihak Basarnas dan Kepolisian masih mencari korban yang tenggelam di Danau Toba. Sedangkan jumlah yang selamat dievakuasi sudah puluhan orang. Sedangkan yang meninggal dunia satu orang.

Sedangkan Kepala BPBD Samosir Mahler Tamba mengaku belum bisa memastikam penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun itu. Begitu juga dengan korban jiwa. Mahler mengatakan pihaknya saat ini fokus untuk mencari korban. Dia mengakui, kapal itu mengangkut lebih dari 80 penumpang. “Sudah belasan ditemukan dalam kondisi selamat. Hingga kini baru satu orang korban tewas,” tegas Tamba saat dihubungi pukul 21.00 WIB.

Sedangkan Ketua Tim Posko Monitoring Angkutan Lebaran Dishub Sumut 2018, Agustinus Panjaitan ketika dikonfirmasi mengatakan, KM Sinar Bangun merupakan kapal wisata. “Penumpangnya sebagian besar adalah wisatawan dan warga Samosir,” sebutnya.

Agus belum bisa memastikan berapa korban termasuk penyebabnya secara pasti. “Kita belum bisa memastikan berapa jumlah korban. Begitu juga dengan penyebabnya, masih diselidiki. Saat ini karena cuaca buruk,” pungkasnya. (dek)

Saksi: Kapal Dipenuhi Air, Oleng… Lalu Terbalik

Kapal ferry jurusan Simanindo-Tigaras mendekati lokasi kapal tenggelam untuk menyelamatkan para penumpang yang bisa berenang di Danau Toba, Senin (18/6/2018).
Kapal ferry jurusan Simanindo-Tigaras mendekati lokasi kapal tenggelam untuk menyelamatkan para penumpang yang bisa berenang di Danau Toba, Senin (18/6/2018).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Seorang penumpang yang berhasil diselamatkan dari kejadian terbaliknya kapal kayu KM Sinar Bangun di Danau Toba, Senin (18/6) sore, mengatakan, kapal sempat dipenuhi air di bagian bawah.

Korban selamat, Hernando Lingga, laki-laki usia 24 tahun, yang dirawat di RSU Dr. Hadrianus Sinaga, mengatakan, saat itu kapal yang mereka tumpangi telah berlayar sekitar 30 menit dari Simanindo menuju Tigaras.

“Sesaat sebelum kejadian, kapal mulai dipenuhi air di bagian bawah. Kemudian kapal mulai oleng dan tiba-tiba terbalik,” kata saksi kepada polisi yang mewawancarainya.

Menurut warga Dusun I Pardamean Kec. Tanjung Morawa Kab. Deliserdang, Sumut ini, saat kejadian angin dan ombak sangat kencang. Sementara kapal sangat padat penumpang dan kendaraan roda dua. “Diperkirakan penumpang lebih dari 100 orang,” kata saksi.

Selain Hernando Lingga, penumpang lainnya atas nama  Rahman Syahputra, laki-laki usia 22 tahun, alamat Dusun IV Ds. Sukaraja Kec. Air Putih Kab. Batubara, serta ibu hamil bernama Santika, usia 20 tahun juga dirawat di RS yang sama.

Santika belum bisa diwawancarai poliso, karena kondisinya masih trauma. Apalagi suami korban masih belum ditemukan.

Menurut perkiraan saksi, jumlah korban diduga bisa bertambah, karena terdapat beberapa anak kecil dalam kapal.

KM Sinar Bangun terbalik di perairan Danau Toba dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo-Samosir tujuan Tiga Ras, Senin (18/6) sekira pukul 17.30 Wib, terjadi akibat cuaca buruk. Ombak besar dan hujan turun deras menghempas kapal saat itu.

Sebagian penumpang dapat diselamatkan sebuah kapal penumpang lainnya yang membawa penumpang dari Simanindo menuju Pelabuhan Tigaras

Empat orang penumpang yang sebelumnya diberitakan selamat yakni Muhammad Fitri, umur 21 tahun, alamat di Indrapura; Heri Nainggolan, umur 23 tahun, alamat Panitongah Simalungun, Jamuda, umur 17 tahun, alamat Parbungabunga, dan Juita, warga Serbelawan.

Korban lainnya belum ditemukan, karena menurut jurumudi kapal penyelamat, posisi jarak cukup jauh dari lintasan kapal mereka dan cuaca tidak memungkinkan.

Seperti diberitakan, kapal kayu KM Sinar Bangun mengangkut penumpang berjumlah sekitar 80 orang, dan sepeda motor sekitar 20 unit.

Hingga berita ini diturunkan, tiga orang penumpang ditemukan dalam keadaan tewas. Sementara belasan penumpang lainnya masih hilang, tetapi sebagian ditemukan selamat.

Korban selamat dibawa ke Puskesmas Sipintuangin Kec. Dolok Pardamean Kab. Simalungun.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Samosir, Maher Tamba, saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian terbaliknya kapal tersebut. “Benar ada kapal terbalik dalam perjalanan dari Simanindo menuju Tigaras,” katanya.

Tim Gabungan Basarnas, Marinir, dan Kepolisian diturunkan untuk melakukan pencarian. (Mea)

Kapal Terbalik di Danau Toba Akibat Cuaca Buruk, Ini Nama Penumpang Selamat

Foto: Screenshot Video Polisi mengevakuasi korban KM Sinar Bangun yang terbalik di Danau Toba, Senin (18/7/2018)
Foto: Screenshot Video
Polisi mengevakuasi korban KM Sinar Bangun yang terbalik di Danau Toba, Senin (18/7/2018).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang terbalik di perairan Danau Toba dalam perjalanan dari Pelabuhan Simanindo-Samosir tujuan Tiga Ras, Senin (18/6) sekira pukul 17.30 Wib, terjadi akibat cuaca buruk. Ombak besar dan hujan turun deras menghempas kapal saat itu.

Informasi dari pihak kepolisian, kapal penumpang lainnya yang juga membawa penumpang dari Simanindo menuju Pelabuhan Tigaras, berhasil menyelamatkan 3 orang penumpang.

Empat orang penumpang yang selamat yakni Muhammad Fitri, umur 21 tahun, alamat di Indrapura; Heri Nainggolan, umur 23 tahun, alamat Panitongah Simalungun, Jamuda, umur 17 tahun, alamat Parbungabunga, dan Juita, warga Serbelawan.

Korban lainnya belum ditemukan, karena menurut jurumudi kapal penyelamat, posisi jarak cukup jauh dari lintasan kapal mereka dan cuaca tidak memungkinkan.

Adapun identitas penumpang yang ditemukan tewas baru diketahui seorang perempuan bernama Mrs Y.

Seperti diberitakan, kapal kayu KM Sinar Bangun mengangkut penumpang berjumlah sekitar 80 orang, dan sepeda motor sekitar 20 unit.

Hingga berita ini diturunkan, tiga orang penumpang ditemukan dalam keadaan tewas. Sementara belasan penumpang lainnya masih hilang, tetapi sebagian ditemukan selamat.

Informasi dihimpun Sumut Pos, kapal diperkirakan terbalik saat berlayar di perbatasan perairan Pelabuhan Tigaras dan Pelabuhan Simanindo-Samosir, Sumut.

Sebuah kapal lain melintas di lokasi kapal terbalik tersebut sekitar pukul 18.00 Wib dan berhasil menyelamatkan sebagian penumpang. Namun karena posisi jarak kapal jauh, sebagian penumpang belum ditemukan dan diperkirakan tenggelam. Sampai saat ini masih dilakukan pencarian.

Korban selamat dibawa ke Puskesmas Sipintuangin Kec. Dolok Pardamean Kab. Simalungun.

Dari sejumlah video yang beredar, para penumpang yang berhasil diselamatkan, bertangisan dan sebagian pingsan setelah tiba di Pelabuhan Tigaras.

Tangis histeris terdengar kuat dari para penumpang yang diselamatkan kapal yang melintas tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Samosir, Maher Tamba, saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian terbaliknya kapal tersebut. “Benar ada kapal terbalik dalam perjalanan dari Simanindo menuju Tigaras,” katanya.

Tim Gabungan Basarnas, Marinir, dan Kepolisian diturunkan untuk melakukan pencarian. (Mea)

KM Sinar Bangun Terbalik di Danau Toba, Tiga Penumpang Tewas

Polisi dan warga menunggu kabar tentang penyelamatan KM Sinar Bangun yang terbalik di Danau Toba, Senin (18/6) sore.
Polisi dan warga menunggu kabar tentang penyelamatan KM Sinar Bangun yang terbalik di Danau Toba, Senin (18/6) sore.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Kapal Motor (KM) Sinar Bangun dari Pelabuhan Simanindo-Samosir tujuan Tiga Ras, terbalik di perairan Danau Toba, pada Senin (18/6) sekira pukul 17.30 Wib. Kapal kayu itu mengangkut penumpang berjumlah sekitar 80 orang, dan sepeda motor sekitar 20 unit.

Hingga berita ini diturunkan, tiga orang penumpang disebutkan ditemukan dalam keadaan tewas. Sementara belasan penumpang lainnya masih hilang, tetapi sebagian ditemukan selamat.

Informasi dihimpun Sumut Pos, kapal diperkirakan terbalik saat berlayar di perbatasan perairan Pelabuhan Tigaras dan Pelabuhan Simanindo-Samosir, Sumut.

Sebuah kapal kayu lainnya melintas di lokasi kapal terbalik tersebut sekitar pukul 18.00 Wib dan berhasil menyelamatkan sebagian penumpang. Namun karena posisi jarak kapal jauh, sebagian penumpang belum ditemukan dan diperkirakan tenggelam. Sampai saat ini masih dilakukan pencarian.

Korban selamat dibawa ke Puskesmas Sipintuangin Kec. Dolok Pardamean Kab. Simalungun.

Dari sejumlah video yang beredar, para penumpang yang berhasil diselamatkan, bertangisan dan sebagian pingsan setelah tiba di Pelabuhan Tigaras.

Tangis histeris terdengar kuat dari para penumpang yang diselamatkan kapal yang melintas tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Samosir, Maher Tamba, saat dikonfirmasi, membenarkan kejadian terbaliknya kapal tersebut. “Benar ada kapal terbalik dalam perjalanan dari Simanindo menuju Tigaras. Infonya, karena tali kemudi putus,” katanya.

Ia belum mendapat informasi tentang data penumpang selamat, tenggelam, maupun yang tewas. “Tim Basarnas sudah dikerahkan,” katanya. (mea)

Meghan Kenakan Gaun Floral Rp77 Juta ke Pernikahan Sepupu Harry

Meghan Markle dan Pangeran Harry. Meghan memilih gaun wrap panjang bermotif floral dengan material ringan yang menggelepai anggun ketika ia berjalan.
Meghan Markle dan Pangeran Harry. Meghan memilih gaun wrap panjang bermotif floral dengan material ringan yang menggelepai anggun ketika ia berjalan.

SUMUTPOS.CO – Meghan Markle dan Pangeran Harry menghadiri hari pernikahan yang istimewa pekan ini. Duke dan Duchess of Sussex hadir di pernikahan sepupu Pangeran Harry, Celia McCorquodale di Lincolnshire, Inggris.

Meghan seketika mencuri atensi ketika ia sampai di gereja kecil di Lincolnshire pagi itu. Mantan aktris ini memilih gaun wrap panjang bermotif floral dengan material ringan yang menggelepai anggun ketika ia berjalan.

Meghan memadukan gaunnya bersama topi dan pump shoes berwarna putih untuk tampilan kali ini. Sementara, rambutnya ditata rapi ke belakang.

Melihat di situs Moda Operandi, gaun musim panas itu dibanderol seharga US$ 5.490 atau sekitar Rp 77 juta.

Perancang gaun Meghan kali ini adalah rumah mode Oscar de la Renta. Melihat di situs Moda Operandi, gaun musim panas itu dibanderol seharga US$ 5.490 atau sekitar Rp 77 juta.

Di hari istimewa itu, Celia, keponakan Putri Diana mengenakan tiara yang sama dengan milik sang putri di hari pernikahannya tahun 1981 silam. Celia dinikahi oleh pria bernama George Woodhouse.

Meghan bukan satu-satunya wanita fashionable yang hadir di sana. Hadir pula Lady Kitty Spencer, sepupu Pangeran Harry dan Celia. Model Dolce & Gabbana itu memakai gaun merah dan putih. (dtc)

Arus Balik Mulai Padati Terminal dan Pool Bus

Foto: Deking/Sumut Pos Sejumlah penumpang memadati pool bus tujuan Kabanjahe di Jalan Jamin Ginting, Senin (18/6).
Foto: Deking/Sumut Pos
Sejumlah penumpang memadati pool bus tujuan Kabanjahe di Jalan Jamin Ginting, Senin (18/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Arus balik Idul Fitri 1439 H mulai memadati terminal dan pool bus di Kota Medan, Senin (18/6). Bahkan di beberapa pool bus terjadi penumpukan penumpang.

Seperti di pool bus tujuan Kabanjahe, Karo. Pool-pool bus yang berada di Jalan Jamin Ginting ini dipadati calon penumpang. Namun calon penumpang di pool-pool bus terdiri dari arus balik dan orang camping.

“Tidak semua penumpang arus balik Lebaran. Banyak juga anak muda yang ingin camping ke Berastagi,” ungkap Doan Tarigan, sopir bus Medan-Kabanjahe kepada Sumut Pos.

Ketua Tim Posko Monitoring Angkutan Lebaran Dishub Sumut 2018, Agustinus Panjaitan sendiri mengakui arus balik sudah mulai padat sejak Minggu (17/6) kemarin. “Ya, arus balik mulai padat di terminal dan pool bus,” sebutnya.

Agustinus menambahkan, jumlah arus balik diprediksi terus meningkat hingga puncaknya 20 Juni nanti. “Puncaknya tetap diprediksi pada 20 Juni nanti,” ungkapnya.

Pihak Polda Sumut mengatakan, arus balik yang menggunakan bus sebanyak 24.342 orang pada Minggu (17/6). Jumlah itu terdiri dari 12.918 orang yang berangkat dan 11.424 orang datang.

Selanjutnya, penumpang kereta api tercatat berangkat 4.001 orang dan datang 3.956 orang. Untuk pesawat udara, keberangkatan 11.581 orang dan kedatangan 11.562 orang.

“Jumlah arus balik terus akan bertambah, hingga puncaknya pada Rabu (20/6) nanti. Kita bersama Dishub dan instansi lainnya akan terus berusaha agar arus balik ini berjalan lancar,” pungkasnya. (dek)

Lebih dari 200 Orang Terluka Akibat Gempa Jepang, Tak Ada WNI

Karyawan swalayan membereskan barang-barang jualan yang berjatuhan dalam gempa 6,1 SR di Osaka, Jepang, Senin (18/6).
Karyawan swalayan membereskan barang-barang jualan yang berjatuhan dalam gempa 6,1 SR di Osaka, Jepang, Senin (18/6).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Lebih dari 200 orang dilaporkan terluka akibat gempa 6,1 skala Richter yang mengguncang Osaka, Jepang, pada Senin (18/6) pagi. Namun, Konsulat Jenderal RI di Osaka memastikan tak ada WNI jadi korban.

“Sejauh ini tidak ada WNI di antara korban jiwa dan luka-luka tersebut,” demikian pernyataan KJRI Osaka melalui akun Twitter resminya.

KJRI Osaka kemudian mengingatkan warga untuk memperhatikan semua peringatan yang dikeluarkan pemerintah Jepang, termasuk mengenai kemungkinan gempa susulan dalam beberapa hari ke depan.

“Seluruh WNI di Osaka dan sekitarnya diharapkan dapat tetap tenang dan waspada serta memantau dan mengikuti himbauan otoritas setempat,” tulis KJRI Osaka.

Untuk situasi darurat, WNI di Osaka dapat menghubungi Hotline KJRI Osaka +81 80 3113 1003 yang dapat diakses melalui telepon, SMS, serta aplikasi Whatsapp dan Line.

Kantor berita NHK melaporkan bahwa hingga saat ini, gempa tersebut sudah melukai lebih dari 200 orang dan merenggut tiga nyawa, yakni dua lansia dan seorang gadis perempuan berusia 9 tahun.

Sementara itu, satu korban jiwa lainnya adalah seorang pria berusia 80 tahun yang tewas akibat dinding runtuh.

Hingga kini, belum ada laporan mengenai kerusakan parah atau peringatan tsunami meski listrik padam di sejumlah wilayah.(has/cnn)