SEVP SDM & Umum Ahmad Gusmar Harahap melepas rombongan bus dan pemudik di halaman Kantor Direksi PTPN II Medan.
SEVP SDM & Umum Ahmad Gusmar Harahap melepas rombongan bus dan pemudik di halaman Kantor Direksi PTPN II Medan.
SUMUTPOS.CO – Mudik Gratis dan Sembako Murah merupakan salah satu program PTPN III (Persero) dalam membantu masyarakat sekitar yang diselenggarakan pada bulan Ramadan tahun 2018 M/1439 H ini. Hal ini sejalan dengan program dari Kementerian BUMN yaitu Program BUMN Hadir Untuk Negeri.
Dalam Mudik Bareng BUMN kali ini yang bertemakan “Mudik Bareng Guyub Rukun, PTPN III (Persero) menyediakan 10 unit Bus bagi para pemudik dengan tujuan antara lain 5 Bus tujuan Kota Pekanbaru dan 5 Bus tujuan Kota Padang.
Acara utama pelepasan rombongan bus dan pemudiknya dilakukan di Halaman Kantor Direksi PTPN III (Persero) Medan, dilakukan langsung oleh SEVP SDM & Umum Ahmad Gusmar Harahap, didampingi oleh Kepala Bagian pada Jumat (8/6).
Ahmad Gusmar Harahap dalam sambutannya saat pelepasan pemudik berpesan kepada pemudik agar tetap mendoakan PTPN III (Pesero) terus sukses dan laba semakin meningkat. Sehingga, program kegiatan sosial ini bisa terus dilaksanakan. “Semoga pemudik sampai ketujuan dengan sehat walafiat dan bisa berkumpul bersama keluarga dalam merayakan Lebaran Idul Fitri 1439 H,” harap Ahmad Gusmar.
Acara pelepasan diawali dengan doa bersama dengan harapan semoga seluruh peserta mudik juga para pengemudi selamat dalam perjalanan hingga sampai ketempat tujuan. Dalam rangka menjaga kelancaran selama perjalanan, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk para awak bus di Balai Klinik PTPN III (Persero).
Foto : SOPIAN/SUMUT POS
EVAKUASI : Personel kepolisian bersama tim Tagana dan warga mengevakuasi jasad korban yang hanyut di Sungai Padang.
Foto : SOPIAN/SUMUT POS EVAKUASI : Personel kepolisian bersama tim Tagana dan warga mengevakuasi jasad korban yang hanyut di Sungai Padang.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO -Setelah satu malaman dilakukan pencarian oleh tim Basarnas dan warga, akhirnya Dayu Maulana berhasil ditemukan sudah tak bernyawa lagi, Sabtu (9/6) sore.
Remaja berusia 15 tahun ini sebelumnya hanyut saat mandi-mandi di Sungai Padang, Jalan Kebun Buah Lingkungan II, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir I, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi.
Oleh petugas Basarnas dan kepolisian, jenazah korban pun diserahkan kepada keluarga untuk disemayamkan di rumah duka, Pasar I Dusun V, Desa Payalombang, Kecamatan Tebingtinggi, Sergei.
Menurut Saiman, Jumat (8/6) siang, korban dan dua temannya mandi-mandi di Sungai Padang. Dimana saat itu, dirinya sedang mencari cacin di pinggir sungai.
Awalnya, lanjut Saiman, korban dan dua temannya menyeberangi sungai hingga tigakali. Namun keempat kalinya, korban sendiri menyeberangi sungai dengan jala ikan dililit di pinggang. Namun belum sampai ditepi sunggai, korban tenggelam karena terbawa arus. “Aku sempat peringatkan agar tidak menyeberangi sungai lagi karena sungainya dalam,”ujar Saiman mengenang kejadian tersebut saat ditemui di lokasi Jumat (8/6) malam.
Kapolsek Rambutan AKP Leo Sembiring SH mengatakan, korban hanyut tidak dilakukan otopsi atas permintaan keluarga korban. ”Permintaan orangtua korban, agar tidak diotopsi dan langsung dibawa ke rumah duka,”ujar Leo Sembiring. (ian/han)
Bus rombongan TK Gloria Padangbulan, Medan, terperosok ke jurang, Jalan Jamin Ginting, KM 53 Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit, Sabtu (9/6) sore.
Bus rombongan TK Gloria Padangbulan, Medan, terperosok ke jurang, Jalan Jamin Ginting, KM 53 Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit, Sabtu (9/6) sore.
MEDAN, SUMUTPOS.CO -Akibat rem blong, Bus rombongan TK Gloria Padangbulan, Medan, terperosok ke jurang, tak jauh dari Panatapan, Jalan Jamin Ginting, KM 53 Desa Bandarbaru, Kecamatan Sibolangit, Sabtu (9/6) sore. Sebanyak 14 penumpang bus bernomor polisi B 7506 XA mengalami luka-luka.
Menurut seorang korban, Sri Yanta Sembiring (26), yang juga orangtua murid Jepayona Ginting (6) menceritakan, dirinya bersama rombongan pagi harinya menuju Micky Holiday, dalam rangka acara perpisahan sekolah anaknya.
“Kebetulan dalam satu bus itu para siswa PAUD-TK bersama orangtua dan guru melaksanakan perpisahan sekolah anak-anak di Micky Holiday,” kata Sri saat ditemui wartawan, di ruangan RB 2A RSUP H Adam Malik, Minggu (10/6).
Namun saat hendak pulang ke Medan, lanjutnya, bus yang ditumpangi mereka mengalami kerusakan dan sempat berhenti selama 30 menit di kawasan Penatapan, Kabupaten Karo.
“Awalnya bus rusak di kawasan Penatapan dan berhenti sekitar 30 menit. Kata supir ada kerusakan. Setelah diperiksa, kernek bus mengatakan kepada supirnya, kalau bus tidak bisa dibawa jalan lagi dan disarankan para penumpang dipindahkan ke bus lainnya. Tapi, sang sopir tetap memaksa mengemudikan bus itu. Tak lama kemudian, bus masuk jurang pukul 18.00 WIB,”ujar Sri yang masih dalam keadaan lemas di bangsalnya.
Kepala IGD RSUP H Adam Malik dr Utama Abdi Tarigan SpBP-RE (K) menyebutkan, 14 korban bus masuk jurang tersebut masuk rumah sakit sekira pukul 20.00 WIB. Dan pihaknya telah melakukan operasi terhadap dua pasien dan delapan pasien sedang menjalani rawat inap.
Empat pasien lainnya sudah dapat berobat jalan (pulang) karena luka ringan yaitu Karen Apuk br Kaban (5) mengalami kening luka memar, pipi sebelah kanan luka memar, tangan kanan terkilir, Karine Gracielia (15), Joseph Hans Prayer Bangun (7) mengalami luka leher terasa sakit. “Dan Risma Antani (40) hidung luka lecet, bengkak pada paha kanan, pipi kiri luka lecet,” sebut dr Utama didampingi staf humas Rosario Dorothy Simanjuntak dan Khairul.
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Pekerja mengangkat karung beras dan menyusunnya ke truk di Gudang Bulog Jalan Mustafa Medan, Kamis (27/4) lalu. Organisasi buruh menuntut UMP Sumut Rp2,5 juta.
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Pekerja mengangkat karung beras dan menyusunnya ke truk di Gudang Bulog Jalan Mustafa Medan, beberapa waktu lalu. Menjelang Lebaran 2018, harga beras naik.
MEDAN, SUMUTPOS.CO -Jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 H, Tim Pemantau Harga Pangan Sumatera Utara, menyebutkan harga kebutuhan pangan masih tergolong stabil. Namun, ada sejumlah komoditi pangan mengalami kenaikan.
“Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan di tingkat pedagang pengecer. Yakni harga beras medium keatas. Harganya melonjak sekitar 5000 rupiah per karung dengan kuran10 Kilogram. Kalau dikalkulasikan kira-kira ada kenaikan 500 rupiah perkilogramnya,” sebut Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (10/6) siang.
Namun, Gunawan kenaikan harga beras tersebut, masih tergolong wajar. Kemudian, ?? ditingkat distributor harga beras saat ini juga terpantau masih sangat stabil. Dengan pasokan beras di Pasar Tradisional aman untuk memenuhi kebutuhan konsumi saat Lebaran 2018.
“Beberapa harga pangan lainnya justru mencetak penurunan. Katakanlah cabai merah yang harganya kembali anjlok dikisaran Rp 18 ribu perkilogram. Untuk cabai kecil, bawang merah, dan bawang putih harganya tidak jauh berbeda dikisaran Rp 27 ribuan perkilogram,” jelas Gunawan.
Selain itu, harga daging ayam juga mengalami keterpurukan. Harga daging ayam saat ini dijual dikisaran Rp 25 ribu perkilogram.”Padahal normalnya harga daging ayam itu dikisaran Rp 28 ribuan perKg. Untuk harga daging sapi juga demikian. Terpantau masih stabil dikisaran 110 hingga 120 ribu perKg,” katanya.
Namun, menurut Gunawan H-2 dan H-1 Lebaran harga daging sapi perlu diwaspadi. Karena kerap tiba-tiba melonjak meskipun sesaat. Hal tersebut, disebabnya daya beli masyarakat terhadap daging sapi drastis meningkat.
“Walau demikian sejumlah peternak sapi menyatakan bahwa harga sapi hidup belum mengalami perubahan harga hingga lebaran nanti. Hal ini sangat meringankan konsumen. Kalaupun naik saya pikir rentang kenaikannya akan sangat terbatas,” tutur Gunawan.
Menjelang lebaran ini, Gunawan menjalaskan nantinya permintaan dan penawaran tidak akan seimbang. Sejumlah komoditas pangan khususnya sayur sayuran berpeluang mengalami lonjakan harga. “Walaupun tidak perlu dikuatirkan terlalu berlebihan. Dikarenakan sayur sayuran merupakan komoditas yang mudah digantikan,” tandasnya.(gus/ram)
Anggota YARA foto bersama dengan latar bendera Merah Putih dan Bulan Bintang.(Sumut Pos/IST)
Anggota YARA foto bersama dengan latar bendera Merah Putih dan Bulan Bintang.(Sumut Pos/IST)
ACEH,SUMUTPOS.CO – Bendera Bulan Bintang berkibar di kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), di kawasan Kampong Keramat, Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh, Minggu (10/6) pagi.
Pengibaran tersebut dilakukan oleh ketua YARA Safaruddin dan sejumlah anggota YARA, sekira pukul 09.00 WIB. Bendera bintang bulan sempat berkibar selama 30 menit.
Dari foto yang beredar di media sosial, bendera bulan bintang dikibarkan berdampingan dengan Bendera Merah Putih, namun sedikit lebih rendah.
Terkait dengan pengibaran bendera tersebut, Safaruddin dimintai keterangan oleh Polisi di Mapolda Aceh, Minggu (10/6).
Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Kabid Humas, Kombes Pol Misbahul Munauwar yang dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.
Dikatakannya, pengobatan bendera tersebut dilakukan pagi tadi sekira pukul 09.00 WIB di halaman Kantor YARA yang berada di kawasan Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.
“Bendera itu dikibarkan berdampingan dengan bendera Merah-Putih di halaman Kantor LSM YARA Banda Aceh,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Dijelaskannya, menurut Safaruddin, tujuan dari dirinya mengibarkan bendera bulbin itu adalah menjalankan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh, meski hal itu disadari bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007 seperti yg dilakukan oleh Gubernur Aceh.
“Dimana ia mengaku dan menurutnya Gubernur Aceh juga menjalankan Qanun Nomor 6 Tahun 2016 tentang Penyelenggara Pemilukada dengan tidak melantik anggota KIP yang sudah diputuskan oleh KPU walau hal itu bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu bahkan bertentangan dengan UUPA Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh,” ungkapnya.
Sore tadi sekira pukul 15.00 WIB, Safaruddin pun selesai menjalani interogasi dari pihak kepolisian dan ia diperbolehkan pulang.
“Sementara, barang bukti berupa bendera Bulbin kini masih diamankan di Dit Intelkam Polda Aceh,” tambah Kabid Humas.(zal)
Calon wakil gubernur Sumatera Utara, SIhar Sitorus saat melakukan perjalanan ke Bandara Kualanamu menggunakan fasilitas umum kereta api bandara, di Medan, Jumat (8/6).
Calon wakil gubernur Sumatera Utara, SIhar Sitorus saat melakukan perjalanan ke Bandara Kualanamu menggunakan fasilitas umum kereta api bandara, di Medan, Jumat (8/6).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar SItorus mengajak warga pemudik di Sumut agar berhati-hati saat melaksanakan perjalanan mudik lebaran. Cawagub yang maju mendampingi H Djarot Saiful Hidayat ini juga meminta warga agar waspada terhadap gangguan lalu lintas.
Imbauan tersebut disampaikan Cawagub Sumut nomor urut dua tersebut saat melakukan perjalanan ke Bandara Kualanamu mengunakan fasilitas umum kereta api. Cawagub yang maju diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan pembangunan (PPP) tersebut juga mengajak warga untuk menggunakan sarana transfortasi umum. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi saat hari hari besar keagamaan.
“Fasilitas umum kita seperti bus dan kereta api kan sudah mulai berbenah dan memadai. Di sisi lain dengan menggunakan angkutan umum kita juga dapat membangun interaksi sosial dengan penumpang lainnya sehingga dapat membangun kebersamaan,” jelasnya, Jumat (8/6).
Sihar mengatakan bahwa mudik lebaran merupakan tradisi yang dilakukan oleh warga Indonesia, tidak terkecuali di Sumut. Tradisi tersebut biasanya dilakukan perantau atau pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang lebaran.
Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orangtua. “Tradisi ini kan tradisi yang sangat baik, membangun silaturahmi dengan melampaui batas-batas wilayah, baik antarproviunsi maupun antarpulau. Jadi tradisi kita ini harus dipertahankan dan dimanfaatkan dengan baik,” paparnya.
Sihar juga mengatakan bahwa saat ini masih banyak jalan-jalan raya di Sumut yang belum dapat dilalui dengan baik. Salah satunya penghubung Tapanuli Utara (Taput) dengan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang mengalami kerusakan parah. Karena itu seluruh aktivitas mudik harus tetap mengedepankan keamanan dan keselamatan berlalu lintas. “Karena tujuan kita silaturahmi, membangun kebersamaan dengan keluarga,” katanya.(rel/azw)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
LOGISTIK_Petugas mengawasi pekerja mengangkat kardus yang berisi surat suara pemilu di gudang Eks Kargo Polonia tempat penyimpanan KPU Medan, Senin (4/6). Surat suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernut Sumut tersebut akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kota Medan untuk penyelenggaraan pemilu kepala daerah 27 Juni mendatang.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS LOGISTIK_Petugas mengawasi pekerja mengangkat kardus yang berisi surat suara pemilu di gudang Eks Kargo Polonia tempat penyimpanan KPU Medan, Senin (4/6). Surat suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernut Sumut tersebut akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kota Medan untuk penyelenggaraan pemilu kepala daerah 27 Juni mendatang.
MADINA, SUMUTPOS.CO -Surat suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami kelebihan hingga 551 lembar.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madina Agus Salam Nasution bersama Komisioner Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan, Mas Khairani menyebutkan, pihaknya telah menerima surat suara sebanyak 281.899 lembar. Padahal Daftar Pemilih Tetap (DPT) Madina untuk Pilgubsu sebanyak 274.583 pemilih yang terdiri dari 134.808 pemilih laki-laki dan 139.775 pemilih perempuan. Kemudian ditambah 2,5 persen surat suara cadangan per TPS 6.765 sehingga total surat suara yang dibutuhkan KPU Madina sebanyak 281.348 lembar.
“Memang kita mengalami kelebihan surat suara dari yang seharusnya 281.348 menjadi 281.899 atau berlebih 551,” katanya didampingi Sekretaris KPU Madina, Sayur Nasution kepada Pokja Wartawan KPU Sumut yang menggelar Presstour Peninjauan Logistik Pilgubsu, di Kantor KPU Madina, Jalan Merdeka Kecamatan Panyabungan, Madina, Sabtu (9/6).
Komisioner Khairani mengutarakan dari pelipatan dan penyortiran surat suara, pihaknya menemukan ada 7 lembar surat dalam kondisi rusak seperti terkoyak. Kelebihan surat suara dan surat yang rusak itu sampai saat ini masih disimpan di gudang. Selain surat suara, KPU Madina juga sudah menerima logistik lainnya seperti karet dan tinta dengan jumlah 902×2 per TPS sehingga total 1.804 tinta.
Dari amatan dan tinjauan di Batubara, koordinasi yang dilakukan jajaran KPU dengan pihak Kemenkumham dan Pemda untuk penanganan para narapidana atau warga binaan selaku calon pemilih, belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan. Ternyata masih banyak lagi warga binaan pada LP yang terancam tidak dapat menggunakan hak pilih.
Satu persoalan ini muncul di Lapas Labuhan Ruku, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara. Pada lapas ini masih 50 persen warga binaan yang sudah mengantongi syarat untuk ikut mencoblos (karena sudah melakukan rekam data dan sebagian antaranya sudah mengantongi KTP Elektronik).
“Penghuni LP Labuhan Ruku yang memenuhi syarat masuk DPT sebanyak 555 orang. Tapi masih 253 yang sudah memiliki e-KTP maupun surat keterangan,” kata Komisioner KPU Batubara Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Taufik Abdi Hidayat.
Cawagubsu Musa Rajekshah menyalami warga saat menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama di Medan Club, Jumat (8/6) lalu.
Cawagubsu Musa Rajekshah menyalami warga saat menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama di Medan Club, Jumat (8/6) lalu.
SUMUTPOS.CO – Sekolah atau perguruan tinggi swasta punya kontribusi besar terhadap dunia pendidikan dan melahirkan generasi muda handal penerus bangsa. Namun sayang, hingga kini kesejahteraan guru dan perangkat perguruan swasta belum mendapat atensi maksimal dari pemerintah.
Menilik hal ini, Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah mengatakan, persoalan pendidikan merupakan hal serius yang harus dibenahi. Mulai dari sumber daya manusia, sarana prasarana sampai kesejahteraan tenaga pengajar.
“Ke depan kita memang akan prioritaskan masalah pendidikan ini. Soal pendidikan ini serius, tidak hanya lembaga negeri melainkan swasta perlu mendapat perhatian lebih,” ujarnya usai bersilaturahmi dan buka puasa bersama Persatuan Amal Bakti Sumut (PABSU) dan Badan Musyawarah Perguruan Swasta Sumut (BMPSSU), di Medan Club Jalan RA Kartini, Jumat (8/6).
Menurut pria yang populer disapa Ijeck, terkhusus para tenaga pengajar sekolah swasta, pemerintah belum memberi atensi seperti guru sekolah negeri dalam hal kesejahteraan. “Kita mau urusan pendidikan ini tidak main-main ke depannya. Selain perhatian terhadap tenaga pengajar, sarana prasarana harus ditingkatkan sampai ke tingkat desa,” katanya.
Tak hanya penyebaran SMA di desa-desa, menurut Ijeck, minimal ditiap kelurahan nanti perlu ada sekolah menengah kejuruan (SMK). Sebab dengan baiknya sektor pendidikan, generasi muda Sumut akan mempunyai daya saing dan hidup lebih sejahtera. “SMK ini nanti akan kita galakkan sesuai dengan kebutuhan SDM di daerah tersebut. Supaya setelah dia tamat bisa langsung bekerja,” katanya.
Calon gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat didampingi calon wakil gubernur, Sihar Sitorus menjawab pertanyaan wartawan seusai debat publik pertama Pilgub Sumut di Medan, beberapa waktu lalu.
Calon gubernur Sumatera Utara, Djarot Syaiful Hidayat didampingi calon wakil gubernur, Sihar Sitorus menjawab pertanyaan wartawan seusai debat publik pertama Pilgub Sumut di Medan, beberapa waktu lalu.
SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat menyayangkan beredarnya berita hoax yang menyebutkan dirinya bagi-bagi uang di Asahan. Merasa dirugikan, Djarot pun melaporkan hal tersebut ke Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Pemilu Sumatera Utara.
Djarot membantah berita yang menyebutkan dirinya tertangkap tangan bagi-bagi uang ke sejumlah kepala desa di Asahan. “Zaman sekarang kok ada ya yang menyebarkan berita hoax seperti itu? Tidak ada kerjaan ya mereka. Kalau ada yang percaya berita tak benar itu, perlu dipertanyakan orang itu,” tegas Djarot yang ditemui di sela-sela acara Dialog Publik dengan tema ‘Lebih Dekat dengan Mas Djarot’ yang digelar Cendikia Kawan DJOSS di Hotel Candi Jalan Darusalam, Kamis (7/6).
Paslon yang diusung PDI Perjuangan dan PPP bersama Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus itu menjelaskan kejadian sebenarnya. Saat itu, dirinya bersama rombongan tengah dalam perjalanan dari Tanjungbalai menuju Medan. Saat melintasi Kabupaten Asahan, salah seorang Kepala Desa Kabupaten Asahan yang tergabung dalam APDESI menghubungi tim yang meminta kehadiran Djarot.
Djarot pun menyanggupi permintaan tersebut dan datang ke Kantor APDESI yang berada di Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Asahan. Para kepala desa pun curhat kepada mantan Wali Kota Blitar itu dan harapkan solusi banyaknya persoalan yang dihadapi.
Curhatan para kepala desa itu pun diakuinya sebagai langkah kanan untuk perubahan dan kemajuan bagi Sumut ke depannya. “Banyak persoalan yang disampaikan para kepala desa itu kepada saya. Saya ceritakan pengalaman yang pernah saya alami, sewaktu saya menjadi Wali Kota Blitar, Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta. Itu yang saya bagi-bagi ke mereka, bukan uang,” tegas Paslon nomor urut dua itu.
Djarot menambahkan banyak pihak-pihak yang panik dan khawatir dengan situasi ini, dan akhirnya menyebarkan fitnah serta berita-berita hoaks. “Saya ragu kalau orang-orang ini panik mungkin yang mengetahui acara itu, sehingga disebarkan berita bohong. Tidak ada kampanye di situ,” tegas Djarot.
Djarot telah meminta tim hukumnya untuk mengadukan pihak-pihak yang menuduh dan yang menyebarkan berita hoaks tersebut ke Gakkumdu dan Bawaslu Sumut. “Biar ada pembelajaran saya sudah meminta tim hukum mengadukan ke Gakkumdu. Termasuk yang menyebarkan juga ikut diadukan,” pungkasnya. (rel)
Sutan Siregar/SUMUT POS
Sejumlah calon penumpang berada full booked ALS Jalan Sm. Raja Medan, Senin (21/7). H-7 Lebaran Idul fitri 1435 H, pemudik sudah mulai memadati terminal dan full booked untuk kembali kekampung halaman mereka masing-masing, diperkerikan puncak arus mudik Jumat (25/7) mencapai 460.887 bus yang disiapkan Dinas Perhubungan Kota Medan, hal tersebut untuk mengantisipasi pelonjakan pemudik
Sutan Siregar/SUMUT POS Sejumlah calon penumpang berada di pool ALS Jalan Sisingamangaraja Medan.
SUMUTPOS.CO – Arus mudik di Terminal Terpadu Amplas, terpantau masih normal, Minggu (10/6). Aktivitas di terminal tersebut belum terlihat adanya lonjakan penumpang. Berdasarkan pantauan Sumut Pos hingga Minggu sore, aktivitas para pemudik mudik belum begitu padat. Artinya, tidak terlihat penumpukan calon penumpang.
Begitu juga dengan angkutan mudik. Bus yang melayani jalur Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan jalur Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tidak ada yang mengantri di dalam terminal maupun Jalan Panglima Denai.
Kondisi berbeda terjadi di pool-pool bus di kawasan Jalan Sisingamangaraja. Hiruk-pikuk dari aktivitas mudik lebaran cukup ramai. Namun begitu, kondisi arus lalu lintas tetap berlangsung normal dan tidak terjadi kemacetan. Aji, Humas salah satu Perusahaan Otobus (PO) Kurnia di Medan menyebutkan, diprediksi penumpukan penumpang terjadi sekitar H-7 lebaran. Namun ternyata, kondisinya tidak demikian. “Sejauh ini masih normal, belum ada terjadi penumpukan calon penumpang,” katanya.
Dikatakan dia, pada mudik lebaran tahun ini pihaknya menyediakan angkutan mudik hingga 50 unit armada dengan berbagai jenis kelas dan tujuan ke Aceh, Sumatera Barat dan ke Riau. “Untuk menghadapi arus mudik tahun ini PO Kurnia sudah sangat siap baik secara armada, sistem ticketing dan juga fasilitas pendukung di pool bus. Bahkan, kendaraan serta sopir bus juga demikian, sudah siap secara mental dan fisik mengantarkan penumpang ke tujuan mudiknya,” ujarnya.
Menurutnya, selama mudik lebaran ini pihaknya menambah durasi keberangkatan dan pemesanan tiket. Artinya, pemesanan tiket dibuka sejak beberapa lalu sebelum ditetapkan masa arus mudik dan balik. “Sejak dibuka sudah banyak calon penumpang atau masyarakat yang memesan tiket bus. Kebanyakan sih calon penumpang bus untuk tujuan Aceh dan Padang-Bukit Tinggi,” tutur dia.
Lebih jauh ia mengatakan, saat ini sudah terjadi kenaikan tarif tiket bus mudik lebaran. Kenaikan yang terjadi untuk semua jenis kelas dan tujuan. “Sebagai contoh, tiket bus tujuan Padang harga normal Rp200.000. Namun selama mudik lebaran naik jadi Rp250.000. Kenaikan ini hanya terjadi H-7 sampai H+7. Setelah itu, tarif kembali normal,” ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Renward Parapat mengimbau warga lebih sadar akan keselamatan dalam perjalanan. Di antaranya, dengan menggunakan angkutan resmi, sehingga jaminan keselamatan diperjalanan lebih terjamin.
“Kita himbau kepada masyarakat yang mudik lebaran dapat menggunakan moda angkutan yang telah memiliki izin trayek. Hal itu bertujuan demi kenyamanan para pemudik. Selain identitas angkutan yang telah memiliki izin, juga telah dijamin oleh jasa raharja untuk asuransi kecelakaan,” ujarnya.
Kata Renward, saat ini jadwal libur lebaran cukup panjang. Oleh karenanya, warga memiliki waktu yang cukup untuk mengatur perjalanan mudiknya. Sehingga, bisa mengatur interval antara keberangkatan dengan jadwal kepulangan nantinya.
“Jangan merencanakan kepulangan pada hari-hari menjelang hari H lebaran. Karena, kemungkinan jumlah penumpang akan semakin besar saat berdekatan dengan puncak lebaran,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Disampaikan dia, penumpang agar memperkirakan jumlah barang bawaan saat berangkat menggunakan angkutan umum. Sebab, akan sangat mengganggu karena keterbatasan ruang dalam angkutan. “Perhiasan dan barang berharga agar tidak digunakan secara berlebihan, karena bisa mengundang perhatian dan terjadinya tindak kriminal,” tukasnya. (mag-1/prn/btr/fac/ris)