Home Blog Page 6295

Masyarakat Tionghoa Labura Nyatakan Dukung Djoss

Masyarakat Tionghoa Sumut yang menetap di Tanjung Leidong Kabupaten Labura, menyatakan dukungan kepada pasangan Djarot - Sihar (DJOSS) di sekretariat relawan Djoss, Jalan Cipto, Medan, Selasa (5/6/2018).
Masyarakat Tionghoa Sumut yang menetap di Tanjung Leidong Kabupaten Labura, menyatakan dukungan kepada pasangan Djarot – Sihar (DJOSS) di sekretariat relawan Djoss, Jalan Cipto, Medan, Selasa (5/6/2018).

SUMUTPOS.CO – Masyarakat Tionghoa Sumatera Utara (Sumut) yang tinggal di Tanjung Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), menyatakan dukungan kepada pasangan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss). Dukungan tersebut disampaikan saat mengunjungi sekretariat relawan Djoss di Jalan Cipto Nomor 4, Medan, Selasa (5/6).

Kedatangan sejumlah tokoh perwakilan masyarakat Leidong tersebut diterima oleh Ricky Sitorus sebagai Ketua Koordinator relawan Djoss se-Sumut. Perwakilan warga yang hadir yakni Ko Theingling, Tan Seng Go, Acuan, dan Tomi. Perwakilan dari warga Leidong tersebut berharap agar nantinya pasangan Djoss membenahi sejumlah infrastruktur yang berkaitan langsung dengan masyarakat, khususnya jalan raya serta penataan sistem pengeringan ikan.

Selain itu, pasangan Djoss juga nantinya harus memberikan perhatian untuk persoalan drainase laut di kawasan Belawan. Hal tersebut sangat dibutuhkan mengingat potensi banjir sangat besar. “Kita mendukung Djoss dan kita menitipkan harapan perbaikan Sumut ke depan agar lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Ricky Sitorus selaku perwakilan relawan Djoss menyambut baik dukungan yang diberikan warga Leidong. Semakin banyak dukungan kepada pasangan Djoss menjadi gambaran bahwa warga Sumut sudah merindukan perubahan agar Sumut lebih baik lagi.

Ricky mengatakan, pasangan Djoss memiliki komitmen untuk mewujudkan Sumut yang lebih baik. Dimana nantinya Semua Urusan Mudah dan Transparan (Sumut). “Kita sudah memiliki komitmen itu, dan pasangan Djoss sudah mempersiapkan sejumlah program untuk perbaikan Sumut ke depan,” jelasnya.(rel)

 

 

 

0 PSMS v Persib 3: Tak Berdaya

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Pemain PSMS terlihat kecewa setelah dikalahkan Persib Bandung di Stadion Teladan Medan, Selasa (5/6).
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Pemain PSMS terlihat kecewa setelah dikalahkan Persib Bandung di Stadion Teladan Medan, Selasa (5/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  Keperkasaan PSMS Medan di Stadion Teladan akhirnya runtuh. Ayam Kinantan tak berdaya kala ‘dibantai’ Persib Bandung dengan skor 0-3 pada duel El Clasico di Stadion Teladan Medan, Selasa (5//6) malam.

Persib Bandung menjadi tim kedua yang sukses menaklukkan PSMS Medan di hadapan pendukungnya di Stadion Teladan. Sebelumnya PSMS tak terkalahkan dari lima laga kandang terakhir.

Sejak peluit tanda mulai babak pertama ditiupkan wasit Fariq Hitaba asal DIY,  gemuruh penonton di Stadion Teladan langsung melecut semangat PSMS Medan melakukan serangan di menit-menit awal pertandingan. Namun Persib cukup tenang bermain, dan langsung menghasilkan tendangan penjuru menit ke 2.

Peluang lawan tercipta menit berikutnya, namun tendangan melenceng. Persib cukup menguasai permainan dengan mengurung pemain PSMS di areal pertahanannya sendiri.

Hingga menit 11, tiga kali tendangan penjuru untuk Persib Bandung kendati gagal jadi gol. Sepakan Yessoh menit 14 ditepis kiper Persib. Tendangan bebas langsung Firza menit 18 berhasil ditangkap kiper Persib kendati menembus pagar betis tim Persib.

PSMS tersentak menit ke-21. Tandukan Ezechiel menggetarkan jala PSMS memanfaatkan umpan tendangan sudut Supardi. Bukannya mencetak gol gawang PSMS kembali bobol.  Menit 37, gol kedua untuk Persib tercipta Umpan Ghozali disambut Inkyun Oh dan merobek gawang Dhika Bayangkara ke dua kalinya. 2-0 untuk keunggulan Persib.

PSMS sempat menghidupkan asa saat wasit memberikan hadiah penalti untuk PSMS usai handsball pemain Persib, Ardi Idrus menit 43. Sayangnya, tendangan Legimin sang eksekutor ditepis kiper Persib. Skor 0-2 untuk keunggulan Persib bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, PSMS kembali tampil menekan, sementara Persib yang sudah unggul dua gol cenderung lebih defensif dan mengandalkan serangan balik. PSMS terus-menerus menggempur pertahanan Persib, namun lemahnya penyelesaian akhir membuat gawang Persib aman.

Penumpang Kelud Masih Sepi

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Penumpang menunggu KM Kelud bersandar di Pelabuhan Belawan pada puncak arus mudik Idul Fitri 1437 H, di Medan, Sumatera Utara, Jumat (1/7). Sebanyak 2.426 penumpang dari Tanjung Priok, Batam dan Tanjung Balai Karimun tiba di Belawan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Penumpang menunggu KM Kelud bersandar di Pelabuhan Belawan pada puncak arus mudik Idul Fitri tahun lalu.  Sampai hari ini belum terlihat lonjakan penumpang KM Kelud.

SUMUTPOS.CO – Arus mudik jalur lain di Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan,hingga H-10 Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah belum terlihat lonjakan. Penumpang KM Kelud masih sepi. Berdasarkan data penjualan tiket secara online, jumlah penumpang yang akan berangkat dari Pelabuhan Belawan tujuan Batam pada Jumat (8/6), hanya sekitar 300 orang.

“Untuk saat ini, dari data kita baru berkisar sekitar 300-an orang yang akan berangkat menuju Batam. Ini selalu terjadi setiap tahunnya, kepadatan arus mudik terjadi saat kedatangan dari Batam menuju Belawan,” kata Kepala Operasional Pelni Cabang Medan, Irwansyah, Selasa (5/6).

Dijelaskannya, minimnya jumlah penumpang menuju Batam cukup rendah dari batas normal daya angkut KM Kelud secara normal dengan jumlah 1.906 orang. Artinya, penumpang lebih dominan di arus kedatangan dari Batam menuju Belawan.

Untuk arus mudik kedatangan dari Batam, kata Irwansyah, KM Kelud diberikan batas toleransi mengangkut penumpang dengan jumlah 3164 dari jumlah penumpang di waktu normal. “Untuk arus mudik ini, kita diberi dispensasi dari Kementrian Perhubungan dan Kelautan dengan jumlah 3.164, ini akan berlangsung selama arus mudik dan arus balik lebaran,” jelas Irwansyah.

Disinggung kendala dan persiapan armada KM Kelud, Irwansyah mengaku belum ada masalah, mengenai persiapan telah mereka lakukan jauh hari dari sisi pengisian bahan bakar, pengecekan kondisi mesin dan pengamanan di KM Kelud. “Untuk saat ini belum ada kendala, KM Kelud untuk lebaran hanya berangkat pulang pergi Batam-Belawan. Jadi, segala persiapan sudah kita lakukan jauh hari,” ungkap Irwansyah.

Sementara itu, Terminal Bandar Deli Pelabuhan Belawan yang dijadikan tempat sandaran KM Kelud telah diberikan pos pengamanan, kesehatan, serta fasilitas tambahan lainnya sebagai sarana bagi penumpang arus mudik lebaran. (mag-1/bal/fac)

 

Hari Ini, Gubsu Tinjau Tol Tamora-Perbarakan

SUMUTPOS.CO –  Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi rencananya melihat kondisi dan kesiapan seksi I ruas tol Tanjung Morawa-Perbarakan, Rabu (6/6) pagi. Namun untuk penggunaannya, masih menunggu surat resmi dari Kementerian PU-PR. “Benar memang Pak Gubernur mau melihat tol seksi I Tanjung Morawa. Tetapi untuk penggunaannya belum, kita menunggu surat resmi dari Kementerian PU-PR,” ujar Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumut, Paul Ames Halomoan, Selasa (5/6).

Sebelumya Paul mengatakan, kondisi ruas jalan tol yang menghubungkan antara Belmera dengan Tanjungmorawa-Sei Rampah sudah dapat digunakan menghadapi arus mudik lebaran mendatang. Saat ini kesiapan koneksi pintu tol dan penyesuaian tarif menjadi pembahasan sebelum jalur dibuka.

Paul mengatakan, untuk sekarang ini kondisi fisik ruas tol sepanjang 10,3 km dari Tanjungmorawa menuju Perbarakan sudah 100 persen rampung. Sehingga untuk penggunaannya sudah siap dilalui kendaraan khususnya menghadapi arus mudik dan balik. “Kalau kesiapan, jika izinnya hari ini, sudah bisa dibuka. Karena sudah 100 persen jadi. Hanya saja kalau dibuka, bagaimana pemberlakuan tarif tolnya. Karena kan tidak ada pintu,” katanya.

Dirinya menjelaskan bahwa saat ini, ada dua tol yang berbeda yang akan terhubung yakni dari Belmera dengan Tanjung Morawa-Sei Rampah (ruas baru). Keduanya pun punya tarif yang berbeda karena usia bangunan jalan.

Pihaknya pun lanjut Paul, akan memanggil instansi terkait untuk melihat sejauh mana persiapan menghadapi arus mudik lebaran kali ini dengan membuka ruas Tanjung Morawa-Perbarakan. Sehingga secara langsung, dari Belawan hingga Sei Rampah bisa dilalui tanpa harus keluar pintu tol Tanjung Morawa seperti sekarang ini.

Sebelumnya, Direktur Teknik PT Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT), Ir Agus Choliq mengatakan, meski belum sepenuhnya dapat dilintasi, namun PT JMKT telah mempersiapkan sarana pendukung bagi pemudik yang ingin melintasi jalan tol. Diantaranya sarana dan prasarana, seperti mobil patroli, mobil derek, ambulan, tempat peristrahatan, tempat pengisian BBM. “Rabu (6/6), kita akan gelar pasukan, petugas satgas menyambut arus mudik dan balik. Mereka bertugas mengamankan mudik Lebaran dan bertanggung jawab dalam tugas sejak H-7 hingga H+7,” kata Agus. (mag-1/bal/fac)

 

Awas, 41 Titik Rawan Macet

Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Ratusan kendaraan terjebak kemacetan panjang saat memasuki pintu Tol Tj Morawa Deli Serdang, Minggu (2/7/2017). Meningkatnya volume kendaraan dari Deli serdang menuju Medan pada puncak arus balik H+7, menyebabkan kemacetan panjang di jalur tersebut.
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Ratusan kendaraan terjebak kemacetan panjang saat memasuki pintu Tol Tj Morawa Deli Serdang, saat arus mudik Lebaran tahun lalu.

SUMUTPOS.CO – Arus mudik Lebaran diprediksi bakal terjadi mulai akhir pekan ini. Hal ini seiring dengan dimulainya cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun, masyarakat diimbau berhati-hati melaksanakan mudik nanti. Sebab, Polda Sumut mencatat, sebanyak 54 lokasi rawan longsor, 33 lokasi rawan banjir, 77 lokasi rawan kecelakaan lalulintas, serta 41 lokasi rawan macet di Sumut.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, demi kelancaran arus mudik lebaran tahun ini, Poldasu telah memetakan lokasi-lokasi jalur mudik yang dianggap rawan dan layak diantisipasi. Disebutnya, sedikitnya ada 41 titik rawan kemacetan yang harus diantisipasi.

Menurut Tatan, 41 titik rawan kemacetan tersebut meliputi wilayah Polrestabes Medan sebanyak 4 titik, Polresta Binjai 3 titik, Tebingtinggi 3 titik, Langkat 1 titik, Simalungun 1 titik, Asahan 1 titik dan Labuhanbatu 6 titik.

Kemudian, wilayah Polres Tanah Karo sebanyak 6 titik, Tapanuli Utara (Taput) 1 titik, Dairi 2 titik, Belawan 3 titik, Padangsidempuan 1 titik, Tanjungbalai 2 titik, Tapanuli Selatan (Tapsel) 2 titik, Sibolga 1 titik serta Samosir 1 titik. “Keseluruhannya ada 41 titik rawan kemacetan di wilayah sumut,” ucap Tatan, Selasa (5/6).

Untuk mengantisipasinya, lanjut Tatan, selain mengerahkan personel dari Ditlantas, Polda Sumut nantinya juga akan dibantu dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengurai jalur-jalur kemacetan. “7.759 personel nantinya yang dilibatkan dalam pengamanan lebaran. Tidak hanya dari Ditlantas tapi juga dari Dishub,” sebutnya.

Tatan menyampaikan, untuk pengamanan lebaran selain polisi, operasi ini juga akan melibatkan unsur lain sebesar 2.088 personel. Jumlah ini berasal dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas PU Bina Marga, Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran, dan juga Pramuka.

Tak hanya itu, sambung Tatan, sebanyak 102 pos pengamanan pun akan didirikan. Pos ini sebagian besar berada di Polres-Polres, begitu juga ada sebanyak 33 pos pelayanan dan pos terpadu. “Salah satu yang harus diantisipasi pada saat ini adalah masalah terorisme. Karena itu, peran dari tiga pilar yaitu Babinsa, Babinkamtibnas dan kepala desa sangat strategis. Kepada Kapolres untuk sinergi dengan tiga pilar ini,” jelasnya.

Namun dalam hal ini, Tatan mengimbau, agar masyarakat dapat berhati-hati dalam melaksanakan mudik nanti. “Sebab, Polda Sumut mencatat, terdapat sebanyak 54 lokasi rawan longsor, 33 lokasi rawan banjir, 77 lokasi rawan kecelakaan lalulintas,” tandasnya. (mag-1/bal/fac)

PSMS Vs Persib: Tuan Rumah Punya Rekor Bagus di Teladan

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Frets Butuan dan Wilfried Yessoh diharapkan mampu menjaga marwah PSMS kala menjamu Persib Bandung, malam ini.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Frets Butuan dan Wilfried Yessoh diharapkan mampu menjaga marwah PSMS kala menjamu Persib Bandung, malam ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Duel klasik PSMS Medan vs Persib Bandung Selasa (4/6) malam di Stadion Teladan, diprediksi bakal berjalan seru.

Sejarah kedua tim sejak jaman perserikatan menjadikan partai ini penuh gengsi. Namun, semuanya harus kembali pada fakta yang saat ini tersaji.

Ya, Persib berada di peringkat 11 klasemen sementara dengan 15 poin, sama dengan PSMS. Statistik Persib adalah tim dengan pertahanan tertangguh kedua di Liga 1 dengan hanya kemasukan 10 gol.

Torehan ini terbaik kedua setelah Perseru yang hanya kebobolan 7 gol sejauh ini. Bandingkan dengan PSMS yang sudah kebobolan 21 gol!

Pelatih PSMS, Djajang Nurjaman mengakui tim lawan punya pertahanan kuat, sementara timnya tidak hanya berkutat pada konsentrasi lini belakangan yang sering pecah, tapi juga lini depan yang belum juga tajam. Persoalan finishing touch alias penyelesaian akhir selalu menjadi evaluasinya setiap laga usai.

“Kita akui Persib memiliki pertahanan terbaik kedua setelah Perseru, karena memang ada central defender yang tangguh di sana. Ada Viktor Igbonefo dam Bojan Malisic, kalau tampil keduanya pertahanan mereka kokoh,” ujarnya dalam sesi temu pers di Sekretariat PSMS Medan, Senin (4/6/2018) sore.

Hanya saja, pelatih yang akrab disapa Djanur ini mengingatkan bahwa meski tim lawan kuat di lini pertahanan, PSMS juga punya rekor bagus bermain di Stadion Teladan.

“Rekor kami juga di sini cukup bagus. Artinya setiap pertandingan di Teladan, even (bahkan) kami melawan tim yang tangguh pun, kami bisa membobol dan memasukkan gol. Kalaupun saya mengevaluasi finishing kami yang buruk, tapi paling tidak, kami tidak jelek-jelek amat.

Puncak Arus Mudik 8-9 Juni, Balik 19-20 Juni

SUTAN SIREGAR/SUMUT PO Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Jamin Ginting Medan, Senin (1/1).
SUTAN SIREGAR/SUMUT PO
Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat arus mudik tahun lalu di Jalan Jamin Ginting Medan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Perhubungan telah melakukan survei terkait prediksi puncak arus mudik Angkutan Lebaran 2018. Hasilnya puncak arus mudik akan terjadi pada akhir pekan ini yakni 8-9 Juni 2018.

Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Senayan Jakarta, Senin (4/6).

Semula Kemenhub memprediksikan puncak arus mudik terjadi pada 13-14 Juni 2018, tetapi setelah diadakan survei terkait dengan prediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2018, maka puncak arus mudik ternyata berubah. Hal ini berkaitan dengan perubahan libur Lebaran.

“Kami mengadakan survei Angkutan Lebaran sebelum dan sesudah pengumuman libur. Setelah pengumuman libur ada hasil yang berubah, di mana masyarakat sebagian akan mudik pada 8 atau 9 Juni 2018, dari semula 13 atau 14 Juni 2018. Serta arus balik semula 23 dan 24 Juni 2018 maju menjadi 19 dan 20 Juni 2018,” jelas Budi.

Untuk itu kata Budi, ada hal yang akan dikoordinasikan dengan beberapa pihak terutama stakeholder angkutan berat terkait operasional angkutan berat pada masa angkutan Lebaran.

Berdasarkan Evaluasi Angkutan Lebaran Tahun 2017 (1438 H) secara umum terjadi peningkatan jumlah pemudik yang menggunakan angkutan umum sebesar 2,44 persen, mobil pribadi 28,74 persen dan sepeda motor 33,53 persen. Berkaitan dengan kejadian kecelakaan terjadi penurunan sebesar 30% dengan penurunan fatalitas jumlah korban meninggal dunia sebesar 41 persen.

“Kami rencanakan pertumbuhan yang tidak setinggi itu, mengingat kecelakaan yang timbul karena berhubungan dengan sepeda motor itu lebih dari 70 persen. Meski tahun lalu kami dapat menekan angka kecelakaan itu 30 persen, tetapi kami ingin sekali menganjurkan agar angkutan motor itu tidak dipakai mudik. Kami usulkan menggunakan angkutan umum,” tutur Budi. (chi/jpnn)

Kurus & Pucat, Jhonny Depp Bikin Fans Khawatir, Sehat Mister?

Foto terbaru Jhonny Depp tampak kurus dan pucat.,
Foto terbaru Jhonny Depp tampak kurus dan pucat.,

SUMUTPOS.CO – Johnny Depp, are you okay? Foto-foto Depp yang beredar beberapa hari terakhir menunjukkan bintang Pirates of the Caribbean itu lebih kurus dan pucat. Pipinya tirus.

Foto terbaru diambil di depan Regents Hotel Berlin, Senin (4/6). Dia sedang melakoni tur bersama bandnya, Hollywood Vampires.

Sebelumnya, dia mengunjungi Moskow dan St Petersburg, Rusia, dalam penampilan merana yang sama. Malah, saat berada di Rusia, ada foto Depp yang tidak mengenakan kacamata hitam.

Alhasil, tampaklah matanya yang cekung. Itulah yang membuat fans khawatir. ’’Kayaknya, pahlawanku ini sakit,’’ komentar salah seorang fans di Instagram.

Bahkan, ada fans yang tidak mengenali Depp. ’’Sial, apakah itu Johnny Depp?’’ cuit seorang warganet di Twitter. ’’Semoga dia hanya sedang diet untuk mempersiapkan peran baru,’’ tutur fans lain.

Dalam enam bulan mendatang, ada dua film Depp yang dirilis. Yakni, City of Lies yang tayang pada 7 September dan Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald yang bisa dinikmati mulai 16 November.

Menurut Stacey Whittaker, make-up artist selebriti, penampilan tirus Depp itu bisa jadi karena tidak ada riasan pada matanya. Mantan suami Amber Heard tersebut biasanya muncul dengan riasan smokey eyes yang khas.

’’Tanpa eyeliner-nya yang mencuri perhatian, matanya tampak lelah dan kusam, serta kulitnya terlihat sangat pucat,’’ jelas Whittaker sebagaimana dilansir Daily Mail.

’’Liner bakal mencerahkan dan menghilangkan garis putih di area mata,’’ lanjutnya. Semoga saja dia benar. (USAtoday/DailyMail/adn/c14/na)

Wow… Jokowi Naikkan Tunjangan Babinsa 771%

Presiden Jokowi Berbuka Puasa Bersama di Mabes TNI.
Presiden Jokowi Berbuka Puasa Bersama di Mabes TNI.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan kenaikan tunjangan untuk Bintara Pembina Desa (Babinsa). Tak tanggung-tanggung, kenaikan tunjangan Babinsa hingga 771 persen.

“Selain itu khusus untuk Babinsa, saya kalau pas ke daerah, kalau turun ke desa, itu mendengar. Oleh sebab itu, Babinsa juga dimulai nantinya di bulan Juli, akan ada kenaikan pendapatan operasional yang biasanya per bulan terendah itu Rp 310.000, akan dinaikkan menjadi Rp 2.700.000. Ini melompat 771 persen,” ujar Jokowi saat acara buka puasa bersama TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/6/2018).

Selain itu, Jokowi mengatakan kenaikan pendapatan operasional Babinsa. Dari semula Rp 1.335.000 menjadi Rp 3.600.000.

“Saya kira, seluruh Babinsa yang mendengar pengumuman ini akan sangat bergembira, terutama yang berada di pelosok-pelosok,” ucap Jokowi, yang diiringi tepuk tangan meriah.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta kenaikan tunjangan prajurit, terutama kepada Babinsa. Tunjangan Babinsa diharapkan bisa setara dengan Bhabinkamtibmas Polri.

“Saya minta agar tunjangan Babinsa dinaikkan, paling tidak sama dengan Bhabinkamtibmas,” ujar Hadi, Selasa (20/3).

Kenaikan tunjangan, kata dia, tidak sembarangan diajukan. Dia menyebut, berdasarkan survei, TNI merupakan institusi paling tepercaya di Indonesia

“Tentu tidak mudah mendapatkan prestasi itu. Ini harus diapresiasi setinggi-tingginya,” ungkap dia. (nkn/tor/dtc)

Kapolri: Jaringan JAD Tersebar di Seluruh Indonesia

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah atau JAD tersebar sangat luas. Bahkan, jaringan teror pimpinan Aman Abdurrahman itu ada di semua provinsi di Indonesia.

“Jadi, mereka (JAD) di semua provinsi terdapat sel. Ini perlu diwaspadai. Ada sel aktif dan ada juga tidak aktif,” ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/6).

Dia menyampaikan hal tersebut ke seluruh kapolda dalam video conference yang digelar pagi tadi. Dalam penyampaiannya, Tito meminta antara Polri dan TNI membuat satuan tugas khusus untuk menangkal jaringan itu jangan sampai beraksi.

“Satgas itu ada unsur penyelidikan, penyidikan dan penindakan serta berfungsi untuk membantu kerja Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri,” kata Tito.

Jenderal bintang empat ini tak mau peristiwa bom bunuh diri terhadap tiga gereja di Surabaya kembali terjadi.

“Belajar dari pengalaman kasus di Surabaya, sel yang sebetulnya sudah termonitor tapi kemudian tim bergerak ke yang lain yang sel aktif ternyata, sel yang tidak aktif ini justru melakukan aksi,” tandas orang nomor satu di Korps Bhayangkara ini. (mg1/jpnn)