Home Blog Page 6294

USU Mohon Penangguhan Penahanan Himma

Himma Dewiyana Lubis diinterogasi petugas Cyber Crime Polda Sumut beberapa waktu lalu.
Himma Dewiyana Lubis diinterogasi petugas Cyber Crime Polda Sumut beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Pihak Universitas Sumatera Utara (USU) mengajukan permohonan penangguhan Himma Dewiyana Lubis kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw. Himma ditahan karena diduga menyampaikan ujaran kebencian di media sosial (Medsos).

“Saya juga sudah berbicara dengan Kapolda Sumut,” ujar Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum kepada wartawan, usai berbuka puasa bersama di Kampus USU, Senin (4/6) malam.

“Memungkinkan kami memohon untuk dia (Himma) ditangguhan penahannya. Karena, mengidap penyakit,” sambungnya.

Pertimbangan lain, anak-anak Kepala Arsip USU non-aktif itu masih kecil-kecil. Mereka masih perlu sosok seorang ibu.

Ia menilai, apa yang dilakukan Himma belum tentu bersalah secara mata hukum. Selain itu, kinerja Himma sebagai dosen cukup baik.

“Kapolda mengatakan kepada saya akan memanggil penyidiknya. Bagaimana perkembangannya kita diskusikan,” kata Runtung.

Runtung juga meminta keterangan kepada rekan-rekan Himma di USU. Himma tidak pernah berbicara atau berdiskusi soal paham radikal sehari-hari di Kampus.

Diketahui, Himma diamankan di rumahnya, Jalan Melinjo II Komplek Johor Permai, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (19/5) malam. Himma kemudian dibawa petugas Subdit Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan.

Saat insiden bom bunuh diri di Surabaya, terduga pelaku ujar kebencian itu, sempat memosting tulisan yang menjadi viral di dunia maya.

“Skenario pengalihan yang sempurna…

#2019GantiPresiden” tulis akun facebook Himma Dewiyana.

Setelah postingannya viral, Himma yang berpendidikan terakhir S2 ini pun langsung menutup akun facebooknya. Namun, postingannya sudah terlanjur discreenshoot netizen dan dibagikan ke media daring.(gus/ala)

 

 

Jurtul Togel dan Kim Diamankan

Foto: Sopian/Sumut Pos APIT: Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT dilahirkan mengapit pelaku judi, Jaya di Mapolres Tebingtinggi.
Foto: Sopian/Sumut Pos
APIT: Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT dilahirkan mengapit pelaku judi, Jaya di Mapolres Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Agaknya Adi Wijaya alias Jaya (62) harus berlebaran di sel Satreskrim Polres Tebingtinggi. Pasalnya, warga Jalan Sei Cuka, Lingkungan 6, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi tertangkap menjajakan nomor tebakan angka jenis Kim dan Togel.

Jaya ditangkap petugas, Rabu (30/5) sekira pukul 21.00 WIB. Dia ditangkap saat sedang meladeni pembeli tak jauh dari rumahnya.

“Ya benar, kita amankan seorang penulis judi kim. Operasi ini atas atensi Kapolres Tebintinggi AKBP Sunadi dalam rangka bulan suci ramadan,” ujar Kasubag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala, Selasa (5/6).

Penangkapan berawal dari informasi warga yang resah dengan aktifitas Jaya. Informan menyebut, bahwa dalam salah satu rumah di Jalan Sei Suka ada seorang pria menjual nomor tebakan Kim.

Petugas kemudian membekuk Jaya tanpa kesulitan. Dari tangan Jaya, petugas mengamankan 1 unit handphone Nokia yang berisikan nomor-nomor tebakan dan uang sebesar Rp75 ribu.

Kepada polisi, Jaya mengaku baru dua tahun terakhir menjaja nomor judi. Setelah selesai menerima orderan nomor, Jaya meneruskan kepada kordinator lapangan bernama Aseng warga Sei Rampah, Serdangbedagai.

“Perharinya omset didapat dari kim sebesar Rp400 ribu. Kalau judi togel dapat peharinya Rp300 ribu. Jadi omset yang diterima dari kordinator lapangan sebesar 20 persen,” bilangnya.

Atas perbuatannya, Jaya dikenakan pasal 303 ayat 1 ke 1e, 2e dan 3e dari KUHPidana tentang judi. Sedangkan Aseng sedang diburu petugas.(ian/ala)

 

 

 

 

 

Hari Ini, 45 Desa di Kabupaten Nias Pilkades Serentak

Foto : Adi Laoli/Sumut Pos DEKLARASI DAMAI: Tokoh masyarakat Nias Mayjen (Purn) Cristian Zebua, Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM, Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu SH MH, dan Panitia Pilkades Kabupaten 2018 diabadikan usai Deklarasi Damai menjelang Pilkades Serentak.
Foto : Adi Laoli/Sumut Pos
DEKLARASI DAMAI: Tokoh masyarakat Nias Mayjen (Purn) Cristian Zebua, Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli MM, Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu SH MH, dan Panitia Pilkades Kabupaten 2018 diabadikan usai Deklarasi Damai menjelang Pilkades Serentak.

NIAS, SUMUTPOS.CO –Sebanyak 46 Desa di Kabupaten Nias hari ini melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak, Rabu (6/6) 2018.

Untuk mensukseskan Pilkades Serentak, Selasa (5/6), Panitia Pilkades Kabupaten Nias menggelar Deklarasi Damai. “Kegiatan ini dirangkai dengan sosialisasi pendidikan pemilih cerdas bagi masyarakat yang diselenggarakan oleh gerakan daulat desa Kepulauan Nias bekerjasama dengan DPC Apdesi Kabupaten Nias,”ujar Ketua Panitia Pilkades Kabupaten Nias 2018, F Jeffry W Wau SSos, di Balai Serbaguna, Kecamatan Gidö.

Dalam sambutannya, Jeffry mengatakan seharusnya Pilkades tahun 2018 dilaksanakan sebanyak 47 desa secara serentak. Namun karena satu desa ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Setelah melalui proses perpanjangan pengumuman dan pendaftaran di Desa Sifaoroasi Kecamatan Somölö-mölö tetap tidak ada yang mendaftar sebagai calon Kepala Desa, sehingga Pilkades di desa ini ditunda sampai batas waktu yang ditentukan kemudian”,ujar Jefri.

Bupati Nias Drs Sokhiatulo Laoli, MM dalam arahannya menyampaikan penyelenggaraan Pilkades Serentak adalah wujud dari pelaksanaan demokrasi yang didasari atas Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang desa dan Peraturan Bupati Nias Nomor 56 tahun 2017 tentang petunjuk teknis pelaksanaan Pilkades di Kabupaten Nias.

“Pesta demokrasi yang akan kita laksanakan ini bertujuan untuk menciptakan penyelenggaraan Pilkades di Kabupaten Nias yang berintegritas, jujur, damai dan berkualitas sehingga mampu memunculkan figur yang dapat membawa kemajuan didesanya”, ujar Bupati Nias.

Pada kesempatan ini, Bupati Nias berpesan agar para calon Kades masing-masing menjaga situasi yang kondusif, tidak melakukan kegiatan yang bersifat rasis serta saling menghargai antar sesama calon Kepala Desa. Selain itu, Bupati juga mengingatkan kepada calon Kades dan masyarakat untuk menghindari money politic yang mengakibatkan rusaknya tatanan demokrasi yang telah dibangun selama ini.

Bupati juga berpesan agar visi misi yang disampaikan para calon Kades berisikan program-program yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya berharap agar para calon Kades mempersiapkan mental, siap menang dan siap kalah, dan Kepala Desa yang terpilih nantinya harus merangkul semua para calon Kades didesanya masing-masing sehingga tercipta suasana damai dan harmonis di tengah-tengah masyarakat”, harap Bupati.

Acara deklarasi ini turut dihadiri oleh, Tokoh Masyarakat Nias Mayjen (Purn) Cristian Zebua, Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, SH, MH, para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Nias, Camat se-Kabupaten Nias, para calon kepala desa, Pj Kepala desa daerah Pemilihan dan seluruh panitia Pilkades. (mag-5/han)

 

 

 

 

Pemkab Karo Dinilai Berharap Dana Pihak Ketiga

Seorang petugas kepolisian mengatur lalu lintas di jalan yang tergenang air menuju lokasi wisata pemandian air panas di kawasan Desa Doulu.
Seorang petugas kepolisian mengatur lalu lintas di jalan yang tergenang air menuju lokasi wisata pemandian air panas di kawasan Desa Doulu.

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO -Kutipan retribusi sejumlah daerah tujuan wisata (DTW) andalan di Karo, retribusi memasuki air panas alam di kaki gunung Sibayak tercatat paling besar setiap tahun dibandingkan dengan 3 DTW lainnya.

Sedangkan upaya pembangunan infrastrukturnya maupun upaya pemeliharaan atau perawatan jalan berkisar 5 km menuju sepuluhan kolam air panas berada di kawasan Desa Ndoulu dan Semangat Gungung di lereng gunung api Sibayak Pemkab Karo justru mengharapkan dana dari pihak ketiga.

Hal ini yang disesalkan sejumlah masyarakat Desa Doulu dan anggota DPRD Sumut, Senin (4/6) di Berastagi. “Pemeliharaan  jalan dari simpang Doulu-Semangat Gunung sepanjang 4,2 km X 4 meter ini baru dilakukan dari hibah PT Tirta Sibayakindo (aqua) sebesar Rp2,6 miliar tahun 2012. Sejak itu sampai sekarang kami tidak ada melihat adanya pemeliharaan periodik yang anggarannya dari pihak Pemkab Karo. Berarti sudah hampir 8 tahun tidak ada pembangunan atau pun perbaikan jalan menuju Ndoulu dan Semangat Gunung. Sementara kutipan retribusi terus ditingkatkan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karo,” ujar Usmanto Purba (mantan Kepala BPD desa Ndoulu) didampingi beberapa warga lain.

OSO Dorong Kementerian Bantu Korban Erupsi Sinabung

FOTO: IST DIABADIKAN: Ketua DPD RI Oesman Sapta Oedang diabadikan bersama Bupati Karo, Terkelin Brahmana bersama Wagubsu Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH dan Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM, di rumah dinas, Jalan Denpasar Raya Blok C.III No. 21, Jakarta, Selasa (5/6).
FOTO: IST
DIABADIKAN: Ketua DPD RI Oesman Sapta Oedang diabadikan bersama Bupati Karo, Terkelin Brahmana bersama Wagubsu Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH dan Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM, di rumah dinas, Jalan Denpasar Raya Blok C.III No. 21, Jakarta, Selasa (5/6).

KARO, SUMUTPOS.CO -Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Oesman Sapta Oedang ikut mendesak Menteri Pertanian, Pendidikan dan PUR segera memberi bantuan pada warga yang jadi korban erupsi Sinabung, khususnya warga yang tinggal di luar zona merah.

Desakan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa OSO ini saat menerima kunjungan Bupati Karo, Terkelin Brahmana bersama Wagubsu Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH dan Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba SH MM, di rumah dinasnya Jalan  Denpasar Raya Blok C.III No. 21, Jakarta, Selasa (5/6).

Bupati mengatakan, maksud kedatangan bersama rombongan salah satu mewujudkan silaturahmi dan sebagai tindaklanjut, proposal yang akan diajukan kementrian Pertanian. “Kiranya Pak Ketua ini bisa mengawasi dan mendorong sesuai fungsi dan tugasnya,” harap Bupati.

Dalam pertemuan yang singkat tersebut, OSO merespon dan akan membantu mendorong kementrian yang menerima proposal dari Pemda Karo terkait dampak Erupsi Gunung Sinabung. OSO mengaku pihaknya  akan mendorong dan menjembatani proposal yang akan diajukan Pemkab Karo. “Silahkan kordinasi saja sama pak Parlindungan Purba, nanti staf khusus saya akan mencatat dan mengingatkan saya, jika Pak Parlindungan sudah menerima apa saja yang akan dikomunikasikan ke kementrian,” sebut OSO.

Parlindungan Purba SH MM anggota DPD ketua komite II menjelaskan, terkait persoalan yang dihadapi Pemda Karo, banyak sedikitnya saya sudah tampung, ketua, ucapnya.

Namun untuk proposal bantuan dana inilah perlu kita membantu mendorong agar kementrian yang menerima pengajuan dari Pemda Karo, cepat memproses yang dibutuhkan oleh masyarakat Karo, khususnya petani, jelas Parlindungan.

Hal senada juga dilontarkan Wagubsu Dr Hj Nurhajizah Marpaung, SH, MH. apapun bentuknya khusus untuk Tanah karo menyangkut terdampak erupsi gunung sinabung, akan tetap saya bantu dan perjuangkan, terlebih bidang pertanian, rencana sore ini kami bertemu dengan Menteri Pertanian RI, sehabis dari rumah Pak OSO ini, pungkasnya. (deo/han)

 

 

Bara Baja Djoss Bakti Sosial

Kegiatan bakti sosial dengan memberikan 500 kacamata baca kepada warga dalam acara pelantikan pengurus relawan Bara Baja Djoss, di Desa Bulan Swari, Percut Sei Tuan, Deliserdang, akhir pekan lalu.
Kegiatan bakti sosial dengan memberikan 500 kacamata baca kepada warga dalam acara pelantikan pengurus relawan Bara Baja Djoss, di Desa Bulan Swari, Percut Sei Tuan, Deliserdang, akhir pekan lalu.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Ribuan warga Desa Bulan Swari,  Kecamatan Percut Seituan,  Kabupaten Deliserdang beramai-ramai memenuhi Aula Desa Bulan Swari, akhir pekan lalu.  Kedatangan ribuan warga tersebut guna mengikuti acara pelantikan Pengurus Bara Baja Djoss.

Tingginya animo masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut lebih  didasari karena ketertarikan warga untuk mengenal pasangan nomor urut dua dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut. Selain itu, Bara Baja Djoss selaku penyelenggara kegiatan menggelar pelantikan pengurus dan bakti sosial pembagian kacamata baca kepada warga sebanyak 500 kaca mata.

Menurut Ketua Bara Baja Djoss Deliserdang Darwin Karokaro,  aksi simpatik pembagian kacamata,  berbuka puasa bersama dan silaturahmi dengan tokoh masyarakat Dusun Bulan Swari adalah bagian dari kerja relawan Djarot Sihar untuk turun ke akar rumput.

“Kami ingin memenangkan Djarot Sihar di Deliserdang karena kami yakin hanya mereka berdua yang mampu menyelesaikan persoalan mafia tanah di Sumut ini,” ujar Darwin dalam orasinya di depan ribuan warga.

Sebelumnya Bara Baja Djoss Sumut pada 20 Mei 2018 lalu juga telah membagikan 1.000 kacamata baca di Medan.

Menurut Sekretaris Daerah Bara Baja Djoss Sumut Jun Fanco, pembagian kacamata adalah program utama relawan Bara Baja Djoss untuk membantu warga kurang mampu. “Kita kemarin turun ke Binjai blusukan ke pasar-pasar rakyat untuk membagi brosur program Djarot Sihar. Hari ini kita turun di Deliserdang. Pembagian kacamata ini bagian dari perjuangan kita memenangkan Djarot Sihar,” ujar Jun.

Cagub Sumut Djarot Saiful mengatakan telah mengetahui pokok persoalan warga Percut Sei Tuan. Djarot tidak bisa hadir karena sedang kampanye di Labura.

Cawagub Sihar Sitorus juga memberi sambutannya dengan mengirim video pesan semangat agar relawan Bara Baja Djoss terus bergerak dan berjuang turun ke akar rumput memenangkan Djoss.  Sihar saat itu sedang berada di Sidikalang sehingga tidak bisa hadir di Delisedang.

Sementara itu, relawan Bara Baja Djoss, Eka Rina mengatakan bahwa semangat warga Deli Serdang mengahadiri acara tersebut merupakan gambaran kerinduan untuk perubahan Sumut. Terlebih saat ini Sumut membutuhkan banyak perubahan khususnya dalam penataan pemerintah dan perjuangan hak-hak warga. Di sisi lain, warga juga dapat mencurahkan keinginannya pada  cagub dan cawagub pilihan mereka. Hal itu sebagai bukti warga Sumut mengharapkan perubahan ke arah yang lebih baik pada saat pemilihan  nanti. Acara pelantikan,  bakti sosial dan silaturahmi warga ditutup dengan berbuka puasa bersama.(rel/azw)

 

 

Edy dan Istri Ziarah Makam Amir Hamzah

Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan istri, Nawal Lubis berziarah ke makam Tengku Amir Hamzah.
Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan istri, Nawal Lubis berziarah ke makam Tengku Amir Hamzah.

TANJUNGPURA, SUMUTPOS.CO -Sekembalinya dari lawatan ke Desa Perlis, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat Kamis (31/5) Calon Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan istri, Nawal Lubis menyinggahi Masjid Hazizi Tanjungpura.

Selain Salat Zuhur berjamaah, Edy dan Nawal menyempatkan berziarah ke makam para Sultan Langkat yang berada di perkaranan Masjid peninggalan Kesultanan Langkat yang bersejarah itu.

Turut hadir mendampingi Edy dan istri, sejumlah tokoh dan keluarga kesultanan di antaranya Sultan Langkat, Tuanku Azwar Abdul Djalil Rahmatshah Al Hajj.

Selain memanjatkan doa, di makam yang letaknya disisi barat bangunan Masjid Azizi ini Edy dan Nawal menabur bunga di atas pusara para sultan Langkat yaitu Sultan Musa, Sultan Abdul Azizi dan Sultan Mahmud, serta makam guru ngaji para sultan Langkat yaitu Sjech Muhammad Yusuf.

Usai berziarah ke makam para Sultan dan guru ngaji Sultan, selanjutnya Edy dan Nawal juga berziarah ke makam pujangga sekaligus pahlawan nasional Tengku Amir Hamzah yang letaknya tak jauh dari komplek perkuburan para Sultan Langkat. Di makam Amir Hamzah, Edy yang bergelar Laksamana Nara Diraja ini juga berdoa dan menabur bunga.

“Usai menjumpai saudara-saudara saya di Desa Perlis singgah di Masjid yang bersejarah ini untuk Sholat Zuhur. Tadi juga saya dan istri menempatkan berziarah kemakam keluarga Sultan dan Tokoh pahlawan Nasional Amir Hamzah. Sebagai bangsa yang besar dan putra Melayu, tentu saya memiliki kedekatan batin dengan Masjid Azizi dan para tokoh yang saat ini terbaring di pusara ini. Kita doakan amal ibadah dan jasa-jasa mendapatkan balasan yang baik dari Allah,” ujar Edy.

Kehadiran Laksamana Nara Diraja di Masjid Azizi memang sempat menyedot perhatian masyarakat Langkat. Bahkan Edy mengaku kaget di sekitar Masjid telah hadir berkumpul ratusan masyarakat.

“Sebelumnya saya minta maaf ini ya para orangtua saya, bunda saya. Saya kaget ni kok bisa ramai gini. Takutnya nanti ada anggapan yang salah ini. Saya tidak bisa berlama-lama ini. Salam hormat dari saya dan istri, karena setelah ini saya melanjutkan kegiatan ke Stabat, “ujar Edy menyapa masyarakat sekaligus meminta maaf karena ia harus pergi meninggalkan Kota Tanjungpura menuju Stabat untuk menghadiri tatap muka sekaligus buka puasa bersama di Posko Tim Pemenangan Eramas Langkat di Jalan Kartini V Asrama, Kwala Bingai, Kecamatan Stabat. (rel/azw)

Sihar Nyanyi Bareng Anak Muda Binjai

Calon wakil gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus bernyanyi bersama warga dalam acara “Ngabuburit Asyik dan Buka Puasa Bersama di Bengkel Kopi, Binjai, Senin (4/6).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Tidak ada protokoler dalam aktivitas Sihar Sitorus dinilai warga sebagai bentuk kedekatan Calon Wakil Gubernur Cawagub Sumatera Utara itu dengan warga. Selama ini,  pemimpin yang ada selalu dibatasi protokoler yang membuat jarak dengan warga sangat jauh.

Hal itu disampaikan warga Binjai Johannes Derral Sihombing, yang ikut nyanyi bareng wakil dari Djarot Saiful Hidayat tersebut. Apalagi saat Sihar ikut nyanyi bareng dengan warga di sela-sela kunjungannya di Kota Rambutan tersebut dalam acara “Ngabuburit Asyik dan Buka Bersama Bang Sihar Sitorus”, yang digelar si panggung Bengkel Kopi tersebut, Senin (4/6).

Tak memasang jarak saat bernyanyi bersama warga, membuat warga pun menaruh kekaguman dengan sosok pengusaha sukses yang mengelola multi usaha tersebut. Menurut mereka Sihar dekat dengan warga bukan hanya sekadar pencitraan melainkan juga keseharian. “Sihar itu membumi, pemuda sekali. Kita sudah bosan gaya pemerintah terlalu protokoler. Selama ini jarak antara rakyat dan pemerintah sangat jauh. Dan Sihar membuat jarak itu dekat,” katanya.

Derral mengaku bahwa Sihar bukan penyanyi tetapi demi rakyat dia bernyanyi. Karena itu menurut Derral bahwa warga Sumut sekarang menemukan pemimpin yang dekat dan tanpa batas dengan warga. Jadi menurut dia tidak perlu pusing lagi dalam menentukan pilihan pada Djoss, itu sudah sangat tepat. “Mau mikir apa lagi, pilih Djoss sudah sangat tepat,” katanya.

Sekadar untuk diketahui, puluhan pengunjung di Bengkel Kopi naik ke panggung saat Sihar di minta bernyanyi bersama warga. Sihar menyanyikan lagu “Jangan Salah Menilaiku” dan  “Dia”. Acara yang diselenggarakan di pusat tongkrongan anak-anak muda menjadi ruang untuk menyapa dan mengenal Sihar lebih dekat lagi.(bal/azw)

 

 

Zulkhairi: Tiga Komisioner Bawaslu Harus Jadi Tersangka

Ketua BKPRMI Sumut, Zulkhairi berikan keterangan usai diperiksa di Subdit I/Kamneg Polda Sumut, Selasa (5/6).
Ketua BKPRMI Sumut, Zulkhairi berikan keterangan usai diperiksa di Subdit I/Kamneg Polda Sumut, Selasa (5/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Penyidik Subdit I/Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) resmi memeriksa Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumut Zulkhairi, sebagai saksi pelapor dugaan penistaan agama oleh ketua Bawaslu Sumut, Syafrida Rasahan, Selasa (5/6).

Usai diperiksa, Zulkhairi mengaku, ada 6 poin penting penjelasan yang diberikannya kepada penyidik terkait laporan yang dilayangkan pihaknya tersebut.

“Harapannya, kami memohon kepada penyidik agar cepat meningkatan proses penyidikan dan segera menetapkan tersangka bagi 3 komisioner Bawaslu Sumut, yakni Syafrida Rasahan, Hardi Munthe serta Aulia Andri,” ungkapnya saat ditemui di Mapolda Sumut.

Adapun 6 poin penjelasan itu papar Zulkhairi, ialah Bawaslu telah melakukan tindakan pembohongan. Karena kata dia, dalam dua surat yang diterbitkan Bawaslu, baik surat nomor 1601 dan 1605 yang dasarnya adalah kesepakatan bersama dihadiri parpol, tim kampanye, FKUB serta Kesbangpolimas Sumut ada penandatanganan bersama tanggal 14 Mei 2018 di hotel Tiara.

“Tapi setelah kami cek tidak ada penandatanganan kesepakatan pada saat itu. Dan itu dijadikannya dasar munculnya surat tanggal 16 dan 18,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Zulkhairi, dalam surat 1601 disebutkan bahwasanya tim paslon, tim kampanye, parpol tidak boleh memberikan kuliah atau ceramah agama di tempat ibadah. Padahal, para ustad sekalipun tidak ada pilkada selalu memberikan ceramah.

“Kalau masalah pilih pemimpin muslim itu kan enggak dilarang. Tapi misalnya mengarahkan untuk memilih nomor 1 atau 2 itu baru salah,” jelasnya.

Selanjutnya yang ketiga, jelasnya Bawaslu Sumut melarang infaq dan sedekah. Meski pemberian itu sudah sebetulnya sudah sering dilakukan.

“Kita biasa kita berbagi, tapi gara-gara itu enggak bisa,” sebutnya.

Selain itu, Zulkhairi melanjutkan, Bawaslu tidak berhak mengeluarkan regulasi tentang proses Pilkada karena sebagai lembaga regulator. Bawaslu hanya sebagai pelaksana peraturan bukannya pembuat aturan.

“Kelima, kenapa yang diatur ini hanya umat islam saja? Kenapa sekupnya tidak general? Padahal semua agama ada sedekah. Dan yang keenam, Bawaslu mengidentifikasikan infaq zakat sebagai politik uang dalam proses pilkada,” paparnya.

Zulkhairi mengaku, selain dirinya, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi pelapor lainnya, pada Rabu (6/6). Dalam pemeriksaan kepadanya, Zulkhairi mengatakan tidak banyak mendapatkan pertanyaan.

“Hanya butuh penjelasan saja. Semoga penyidikan dan penetapan sebagai tersangka bisa dilakukan dengan cepat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, untuk tahap awal penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 3 orang saksi pelapor.

“Ya, hari ini pemeriksaannya sudah mulai dilakukan. Tiga orang diperiksa,” tandasnya. (mag-1/azw)

 

 

Pesan AHY Jika Eramas Terpilih

Cawagubsu Musa Rajekshah dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama para bikers di Warung Ucok Durian, Jalan Wahid Hasyim Medan, Senin (4/6) malam.
Cawagubsu Musa Rajekshah dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama para bikers di Warung Ucok Durian, Jalan Wahid Hasyim Medan, Senin (4/6) malam.

SUMUTPOS.CO – Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menitipkan pesan kepada pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas), jika nanti diberi amanah memimpin Sumatera Utara. AHY berharap, selalu merangkul dan beri atensi kepada komunitas yang ada di Kota Medan.

“Saya berharap Sumut akan semakin baik ke depan. Maksud tujuan saya kemari untuk memberi dukungan moril kepada sahabat saya Ijeck (sapaan Musa Rajekshah, Red). Tadi sudah banyak berdiskusi dengan kawan-kawan komunitas. Ada dari vespa, scooter, otomotif dan aktivis. Saya harap komunitas-komunitas ini bisa diayomi dan lebih diperhatikan jika nanti Eramas diberi amanah oleh masyarakat Sumut,” kata AHY didampingi Ijeck usai menyantap durian di Warung Ucok Durian, Jalan Wahid Hasyim Medan, Senin (4/6) malam.

Menurutnya, potensi dan bakat generasi muda seperti para komunitas ini perlu mendapat ruang yang cukup. Sehingga Indonesia terkhusus Sumut memiliki generasi milineal yang cakap dan berintegritas tinggi. “Di pusat itu ada Kemenpora. Bisa banyak kegiatan pemuda dan komunitas yang dinaungi dan diayomi oleh kementerian itu. Generasi muda  penuh energi dan kreatifitas. Kalau diperhatikan dan dikanalisasi secara maksimal, pasti dia bisa berkontribusi secara aktif dalam berbagai hal,” kata AHY.

Suami Annisa Larasati Pohan menambahkan, anak muda tidak boleh apatis dan skeptis terlebih dalam hal berdemokrasi. Sebab kemajuan suatu bangsa dan daerah memerlukan peran serta generasi muda. “Minimal kita ikut memilih pemimpin di setiap pilkada. Dengan demikian kita ikut menentukan perubahan daerah kita ke depan. Sebab masa depan bangsa ini menjadi tanggung jawab moral kita semua,” kata mantan Calon Gubernur DKI Jakarta itu. “Semoga Sumut benar-benar menjadi emas dibawah kepemimpinan mereka (Edy-Ijeck). Semoga perjuangan Eramas diridai Allah SWT,” imbuhnya.

Ijeck menyanggupi permintaan AHY itu. Diakuinya bahwa komunitas dan kaum muda selama ini sangat kekurangan ruang berekspresi. Salah satunya karena kurang sarana dan fasilitas untuk penyaluran bakat dan potensi yang mereka miliki. “Tentunya ini tantangan untuk sama-sama kita carikan solusinya. Apalagi selama ini kita tahu pemerintah kurang memberi perhatian terhadap ruang lingkup kaum komunitas,” katanya.

Melalui ketersediaan sarana dan prasarana tersebut, kata Ijeck, generasi muda atau kaum komunitas lebih mudah berkreasi dan berkontribusi terhadap segala aspek pembangunan. “Bagi kawan-kawan komunitas yang punya prestasi dan talenta selama ini mereka berjuang sendiri untuk mewujudkan mimpinya. Disinilah pentingnya peran pemerintah hadir ditengah-tengah mereka, memberi support baik moril ataupun materil sehingga mereka bisa berkontribusi untuk hal-hal yang membanggakan pula,” ujarnya.

Suami Sri Ayu Mihari berjanji, khusus generasi muda berprestasi akan lebih didukung dari awal sehingga mereka punya harapan dan masa depan yang baik. “Jangan lagi ketika ada yang sudah berprestasi, baru semua orang mengklaim bahwa dirinya berperan. Untuk itu mari sama-sama kita berikan support kepada generasi muda dan kalangan komunitas untuk meraih prestasi gemilang di masa akan datang,” pungkasnya.