Home Blog Page 6324

Madura United v Persebaya: Tamu Percaya Diri

Angel Alfredo Vera optimis tumbangkan MU.
Angel Alfredo Vera optimis tumbangkan MU.

SUMUTPOS.CO – Persebaya Surabaya sangat siap meladeni Madura United di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (25/5) malam WIB. Meski berstatus tim tamu, Persebaya sangat percaya diri untuk mengalahkan tim asuhan Milomir Seslija.

Jelang laga, Angel Alvredo Vera mengaku sudah tahu gaya permainan dari tim lawan. Pelatih Persebaya itu mengantongi modal penting usai bentrokan kedua kubu di turnamen pramusim Piala Presiden dan Piala Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) 2018 yang sukses dimenangkan oleh Bajul Ijo.

“Saya tahu ini merupakan pertandingan berat. Sebab setiap pertandingan memang berbeda. Tetapi kami sudah pernah menghadapi Madura dan saya sudah tahu kekuatan mereka seperti apa,” ungkap pelatih asal Argentina tersebut.

Persebaya memiliki masa persiapan lebih panjang untuk pertandingan ini. Sebelumnya, mereka batal menjamu Persib Bandung karena masalah terorisme yang mengguncang Kota Surabaya.

Hal tersebut dimanfaatkan Ruben Sanadi Cs untuk lebih banyak menjalani latihan. Dengan persiapan yang matang, mereka yakin bisa meruntuhkan keangkeran markas Madura United.

“Latihan kami masih sama. Tidak ada masalah. Mungkin cuma masa tunggu yang lebih lama,” ujar Alfredo.

“Kami sudah siap untuk pertandingan besok. Yang utama, kami harus fokus dengan apa yang harus kami lakukan di pertandingan nanti. Kami selalu waspada dan respek dengan semua tim. Kami akan berusaha bermain bagus, melakukan apa yang sudah kami jalani di latihan, serta berusaha mendapatkan poin di sini,” tutupnya.

Dalam laga nanti, Persebaya hanya membawa 18 pemain. Mereka tak akan diperkuat dua gelandang bertahan M Hidayat dan Nelson Alom. Bek asal Brasil, Otavio Dutra juga tidak diboyong karena sedang berada dalam masa pemulihan. (saf/jpc/don)

Antisipasi Kebangkitan Arema

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Suharto AD memantau latihan pemain PSMS di Stadion Kebun Bunga. Suharto menjadi asisten pelatih Djadjang Nurdjaman.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Suharto AD memantau latihan pemain PSMS di Stadion Kebun Bunga. Suharto menjadi asisten pelatih Djadjang Nurdjaman.

SUMUTPOS.CO – Ada sosok tak asing yang ikut dalam latihan PSMS di Stadion Kebun Bunga, Kamis (24/5). Yang dimaksud adalah Suharto AD. Pelatih berkepala plontos itu mengenakan jersey yang sama dengan tim pelatih PSMS.

Ternyata Suharto akan mendampingi Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman pada latihan di Stadion Kebun Bunga, Kamis (24/5). Sekretaris PSMS membenarkan penunjukan Suharto.

“Ya benar kami tambah asisten dengan menunjuk Suharto. Sebenarnya dia sudah kami tunjuk sejak sebelum laga Sriwijaya lalu, tapi baru ini ikut latihan,” kata Julius Raja di Sekretariat PSMS.

Suharto tentu bukan nama asing bagi PSMS. Dia sudah bolak-balik berada di kursi pelatih PSMS. Mulai dari Divisi Utama 2010, ISL tahun 2012, Piala Kemerdekaan 2015 dan ISC B 2016. Suharto merupakan pelatih yang sukses membawa PSMS juara Piala Kemerdekaan. Selain itu Suharto juga sudah mengenal sebagian besar pemain PSMS karena merupakan eks oelatig PS TNI.

Menurut Raja, penunjukan Suharto dilakukan untuk membantu Djanur. Diharapkan sebagai orang Medan, Suharto bisa memberi banyak masukan karena cukup mengenal karakter sepak bola Medan.

“Pertimbangannya juga memberi kesempatan karena Suharto sedang dalam kursis A AFC, sehingga dia ada jam terbangnya sekaligus membantu dan menangani tim. Diharapkan Suharto bisa ikut membantu agar ciri khas PSMS bisa muncul,” tambahnya.

“Kami memberi lima opsi kepada coach Djanur dan dia sendiri yang memilih Suharto karena merasa bisa diajak bkerjasama dan cocok,” bebernya.

Sebelumnya PSMS sudah memiliki tiga asisten yakni Muhammad Yusuf Prasetyo, Suwanda (fisik), Sahari Gultom (kiper). Seperti asisten pelatih lainnya, Suharto juga akan segera dikontrak. “Semua pakai aturan. Tentu harus didaftarkan dulu. Pembicaraan tentu sudah ada dan akan ada klausul,” katanya.

Sementara itu Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman banyak terlihat tersenyum saat ditanyakan soal ini. “Tanpa mengurangi rasa respek kepada Suharto. Dia diperbantukan dan mudah-mudahan bisa membantu. Walaupun sebelum-sebelumnya pernah pelatih kepala PSMS. Saya sih welcome saja,” kata Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman.

Di sisi lain Djanur punya waktu sedikit membenahi tim untuk laga kandang kontra Arema, Sabtu (26/5). Djanur mengakui mengantisipasi kebangkitan Arema. “Dengan adanya pergantian pelatih di sana berdampak positif. Dia punya waktu berbenah dan kita harus antisipasi kebangkitan Arema. Di pertandingan home menggila mereka dan mereka pasti punya tren positif ke Medan,” kata Djanur.

Menurut Djanur performa PSMS di laga away sejatinya sudah membaik. Namun kecolongan di menit akhir. “Semua pertandingan kita berharap dapat menang dan dapat poin. Yang pasti saya ingin memperbaiki penampilan. Kalau pun dianggap jago kandang, tidak apa-apalah yang penting menang. Apalagi di kandang harus ada keharusan menang,” pungkasnya. (don)

IM Irwanto, Patar, dan Samantha Kampiun

Para juara Kejuaraan Catur Nasional Piala Gubernur Sumatera Utara berfoto bersama di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (23/5).
Para juara Kejuaraan Catur Nasional Piala Gubernur Sumatera Utara berfoto bersama di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (23/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Internasional Master Irwanto Sadikin (Jabar) berhasil menjadi juara dengan poin 8 dalam Kejuaraan Catur terbuka tingkat Nasional memperebutkan Piala Gubernur Sumut Tahun 2018, di lapangan Merdeka Medan, Rabu (23/5) malam.

Irwanto unggul selisih nilai solkof 54 atas peringkat kedua Grandmaster Susanto Megaranto (Jabar) dengan nilai 8 dan 53 solkof. Serta Hamdani Rudin (Jabar) dengan nilai 8 dan 49,5 solkof.

Untuk kategori junior putra disabet Patar Gultom (Kepri) dengan poin 7 dan 46 solkof, yang diikuti Daniel Lumbantobing dengan poin 7 dan 46 solkof. Patar menang head to head setelah mencatat kemenangan di babak kesembilan (babal terakhir). Untuk posisi ketiga diraih Derricko Jotin (Sumut) dengan 6,5 poin.

Sementara kategori junior putri diraih Samantha Editso (Jabar) dengan poin 8,5 dan 50 solkof. Disusul Cecilia Natalia Liuvian (DKI) dengan poin 8,5 dan solkof 49,5. Serta Cua Jia Tien dengan poin 6,5.

Gubernur Sumut, H T Erry Nuradi, mengatakan kejuaraan ini merupakan event penting dan terbesar yang pernah digelar di Sumut. Bahkan, kejuaran ini sangat berharga dalam pengembangan catur dengan harapan memperoleh kesempatan untuk menimba pengalaman bertanding, sehingga melahirkan bibit-bibit baru.

“Saya minta kepada Bapak Darmansyah Sembiring SE selaku anggota dewan Sumut untuk tetap menggalakkan kegiatan yang sama seperti ini, sehingga atlet-atlet yang sudah terbina dapat terus berkembang, baik nasional maupun international,” pintanya.

Selain itu, kata Erry, bagi atlet yang beprestasi, harus mendapat perhatian khusus. Seperti, adanya jalur khusus jika ingin bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumut.

“Kami juga membuka peluang kepada pecatur pecatur andal di luar Sumut untuk hijrah dan tinggal di sumut. Silahkan siapa yang mau,” sebutnya.

Bahkan, dirinya meminta kepada Ketua PB Percasi Sumut Parlindungan Purba menyedikan fasilitas ataupun kegiatan kerja bagi pecatur yang dianggap berpotensi.

Ketua Percasi Sumut Parlindungan Purba merasa bangga pertandingan akbar dapat berlangsung di Sumut.

“Saya bangga, dengan pertandingan dengan hadiah terbesar ini dan telah mempersembahkan sebuah tontonan menarik dari atlet terbaik di Indonesia,”sebut anggota DPD RI ini.

Kiranya, kata dia, pertandingan catur ini tetap melejit, meskipun ganti kepemimpinan. Dan dirinya berterimakasih kepada Ketua PB Percasi Pusat karena telah menggelar kejuaraan catur terakbar di Sumut.

International Master Irwanto Sadikin mengaku bangga atas raihan prestasi yang didapatnya. Tentunya ini berkat kerja keras dan latihan yang sudah dilakukan selama ini.

“Saya senang dengan adanya penyelengaraan event ini, karena pastinya akan menjaring para pecatur muda potensial. Semoga event ini dapat menjadi event tahunan,” tegasnya.(don)

Tiongkok Mulus ke Semifinal

Chen Long menang mudah ke semifinal.
Chen Long menang mudah ke semifinal.

SUMUTPOS.CO – UNGGULAN pertama Piala Thomas 2018, Tiongkok, menjadi tim pertama yang lolos ke semifinal. Dalam match perempat final melawan Taiwan, Tiongkok yang datang ke Bangkok 2018 ini dengan kekuatan penuh, menang 3-0.

Pada laga di Impact Arena, Kamis (24/5) sore, poin pertama Negeri Panda datang dari Chen Long. Peringkat lima dunia itu menang atas Chou Tien Chen (ranking enam) 21-18, 10-21, 21-14.

Di partai kedua, ganda Liu Cheng/Zhang Nan (ranking tiga dunia) menang atas Lee Jhe Huei/Lee Yang 21-18, 21-18. Skor menjadi 2-0.

Tunggal putra peringkat tiga dunia, Shi Yuqi memastikan langkah Tiongkok ke 4 Besar setelah menaklukkan Wang Tzu Wei 21-18, 21-19.

Dua partai terakhir yang masih menyisakan nama Liu Junhui/Liu Yuchen dan Lin Dan pun tak perlu dipertandingkan. Di semifinal, Tiongkok akan berhadapan dengan pemenang duel klasik Indonesia vs Malaysia. (adk/jpnn/don)

Asa Tim Uber Pupus

Ruselli Hartawan gagal pada laga penentu perempat final Uber Cup setelah ditumbangkan pebulutangkis Thailand.
Ruselli Hartawan gagal pada laga penentu perempat final Uber Cup setelah ditumbangkan pebulutangkis Thailand.

SUMUTPOS.CO – Tim Uber Indonesia harus pulang lebih cepat. Mereka harus mengakui keunggulan tuan rumah Thailand setelah kalah 2-3 di perempat final Piala Thomas dan Uber 2018, Kamis (24/5).

Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Gregoria Mariska Tunjung sempat berhasil membuat tim Uber Indonesia berlega hati. Mereka membalikkan kedudukan 2-1 di partai kedua dan ketiga kontra Thailand, Kamis (24/5).

Greysia/Apriyani sukses menundukkan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai dua game langsung dengan skor 21-11 dan 21-16.

Tampil menekan sepanjang permainan, Greysia/Apriyani mengaku sangat termotivasi untuk memberikan kemenangan bagi Merah Putih setelah tertinggal 0-1 lebih dulu. “Di pikiran kami, kami cuma mau menyumbang poin buat Indonesia. Kami mau menang,” ujar Greysia.

Kerja keras Greysia/Apriyani lalu ditunjang dengan kemenangan Jorji atas Nitchaon Jindapol. Jorji sukses mempertahankan penampilan apiknya sejak fase grup. Ketenangannya kembali berbuah kemenangan. Jindapol menyerah 21-10 dan 22-20.

Namun Thailand membalas di dua laga tersisa. Wakil ganda putri kedua Indonesia Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta dibikin tak berdaya oleh Sapsiree Taerattanachai/Puttita Supajirakul.

Alih-alih menggaransi kemenangan Indonesia, Della/Rizki justru tak bisa berbuat banyak. Mereka kalah 20-22 dan 12-21. Kekalahan Della/Rizki membuat Indonesia dan Thailand harus menjalani partai penentuan. Sayang, Ruselli Hartawan juga gagal mempersembahkan kemenangan.

Melawan Busanan Ongbamrungphan, Ruselli terlihat sangat grogi. Ia tidak bisa mengembangkan permainan. Busanan yang bermain di hadapan publik sendiri nampak ganas. Busanan akhirnya mengunci kemenangan Thailand setelah memaksa Ruselli menyerah 9-21 dan 12-21.

elatih kepala timnas bulu tangkis Thailand Rexy Mainaky mensyukuri kemenangan tim Uber Negeri Gajah Putih atas Indonesia di babak perempat final Piala Thomas dan Uber 2018, Kamis (24/5).

Thailand unggul tipis atas Indonesia dengan skor 3-2. Tiga kemenangan Thailand digaransi Ratchanok Intanon, ganda putri Sapsiree Taerattanachai/Puttita Supajirakul, dan Busanan Ongbamrungphan.

Rexy menuturkan, kemenangan atas Indonesia jelas mendongkrak moral dan semangat para pemain. Meski demikian, ia tak mau jemawa.

“Kami tidak boleh berpuas diri. Setelah ini kami harus menghadapi Tiongkok di babak semifinal,” ujar peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 bersama Ricky Subagja tersebut.

Dari pemetaan kekuatan, Rexy menilai bahwa tim Tiongkok sekarang memang tidak memiliki nama-nama tangguh seperti beberapa tahun lalu. Tidak ada pemain yang terlalu mendominasi.

Hal ini membuat kans mereka mendapatkan tiket final cukup besar. “Tapi ya justru kami tetap harus fokus,” ujarnya lagi.

Di pertandingan lain, tim Uber Jepang sukses melaju ke semifinal setelah menghajar Taiwan 3-1. Jepang akan bertemu Korea Selatan, yang baru saja menundukkan Kanada 3-1, di babak semifinal pada Jumat (25/5) besok. (kar/isa/jpc/don)

Poldasu Cekal Sukran Jamilan Tanjung

Sukran Jamilan Tanjung

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung dicekal untuk bepergian ke luar negeri. Penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Ditreskrimum Polda Sumut telah mengajukan pencekalan tersangka dugaan penipuan dan penggelapan uang ratusan juta tersebut ke pihak Imigrasi.

“Pencekalan tersangka Sukran Jamilan Tanjung sudah kita ajukan beberapa hari lalu agar tidak bisa melarikan diri,” ungkap Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Kamis (24/5).

Kata Nainggolan, pihaknya berupaya maksimal untuk menuntaskan kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan Sukran Jamilan Tanjung bersama saudaranya AT. Keduanya meminta uang ratusan juta kepada kontraktor dengan janji proyek, namun tidak ditepati.

“Penetapan tersangka itu berdasarkan bukti transfer uang ke rekening orang lain, tapi tersangka yang mengambilnya,” ujarnya.

Bagaimana tentang pemeriksaan tersangka? Nainggolan menyebut telah menjadwalkannya. “Pekan depan tersangka kita periksa sebagai tersangka,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, mantan Bupati Tapteng itu dilaporkan oleh Joshua Maruduttua Habeahan pada 30 April 2018 dengan nomor LP 546/IV/2018/SPKT III.

Terlapor ada dua orang. Keduanya masing-masing, Amirsyah Tanjung (AT) dan Sukran Jamilan Tanjung.

Korban dan terlapor pernah bertemu membahas pengerjaan proyek konstruksi senilai Rp5 miliar dan ini yang memberitahukan bupati.

“Nah, Sukran yang menjabat sebagai Bupati yang memerintahkan Amirsyah untuk meminta sejumlah uang administrasi,” paparnya.

Uang yang diminta Sukran Tanjung melalui Amirsyah Tanjung kepada Joshua sebesar Rp450 juta. Harapannya akan diberikan sejumlah proyek, salah satunya pembangunan konstruksi. Namun, proyek yang dijanjikan tidak kunjung ada.

Atas perbuatannya, keduanya dikenakan pasal 378, 372 KUHPidana.(mag-1/ala)

Cekcok Tapal Batas Tanah Berujung Maut

Tim medis melakukan otopsi terhadap jenazah Dalangit di RSU Kabanjahe, Kamis (24/5).
Tim medis melakukan otopsi terhadap jenazah Dalangit di RSU Kabanjahe, Kamis (24/5).

KARO, SUMUTPOS.CO – Cekcok masalah batas tanah, dua petani duel bersenjatakan parang di perladangan Panggung. Tepatnya di Desa Beganding, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Kamis (24/5) pagi.

Dalangit (36) warga Desa Raja Payung tewas di tempat dengan kondisi mengenaskan. Pada kepala sebelah kiri ditemukan bekas sabetan parang tembus sampai ke otak.

Kemudian, luka sabetan parang pada bagian kiri kening. Luka tersebut mulai batang hidung sampai alis mata kiri.

Selain itu, ada luka sabetan pada daun telinga bagian kiri (sampai terbelah). Kemudian, luka sabetan pada lengan kiri.

Bukan itu saja, lengan kiri bawah putus akibat bacokan parang. Luka sabetan pada pertengahan lengan bawah sampai tembus ke tulang.

Saat ini jenazah Dalangit masih diotopsi di RSU Kabanjahe. Sedangkan lawan duelnya, Amonius Sitepu (40) warga Desa Beganding kritis dan masih dirawat intensif di rumah sakit yang sama.

Pantauan wartawan, Amonius menderita luka tusuk pada dada sebelah kiri. Kemudian luka bacok pada bagian lengan sebelah kiri.

Selain itu, luka bacok di kening kiri dan luka bacok pada pergelangan tangan sebelah kiri.

Info dihimpun, duel maut itu dipicu pertengkaran keduanya karena tapal batas tanah. Sebab, ladang keduanya bersebelahan.

Cekcok mulut tersebut berakhir berujung duel. Sama-sama emosi, keduanya langsung menghunus parang masing-masing.

Karena lokasi sepi, tak ada yang melerai pekelahian keduanya. Saat ditemukan warga yang melintas, Dalangit sudah tewas di tempat.

Sedangkan Amonius terkapar bersimbah darah. Oleh warga, temuan itu diteruskan ke Polsek Simpang Empat.

Tak lama, polisi turun le lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kedua korban lantas diboyong ke Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe.

Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat, Ipda Solo Bangun mengaku pihaknya sudah mengamankan barang bukti parang dari lokasi. Polisi juga sudah melakukan olah TKP.

“Motifnya selisih karena batas ladang. Kedua orang tua juga pernah berselih paham disebabkan dalam kasus sama. Bapak dari Dalangit bernama Aman Sitepu dan orang tua dari Anomius bernama Paten Sitepu. Kasus ini bermotif dendam lama,” tandasnya. (deo/ala)

Warga Temukan Mayat Pria Berkaos Merah

Foto: Fachril/Sumut Pos Diabntu warga, poisi melakukan evakuasi jenazah pria berkaos merah, Kamis (24/5).
Foto: Fachril/Sumut Pos
Diabntu warga, poisi melakukan evakuasi jenazah pria berkaos merah, Kamis (24/5).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Seorang pencari nipah (tumbuhan sejenis palem) menemukan sesosok mayat berjenis kelamin pria di Sungai Kerah Parit Busuk. Tepatnya di Dusun I Batang Buluh, Desa Pematang Johar, Labuhandeli, Deliserdang, Kamis (24/5) pukul 11.00 WIB.

Emi (25) adalah orang pertama yang menemukan mayat tersebut. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah membusuk.

Usia kira-kira 25 tahun, berambut pendek, mengenakan kaos warna merah dan tinggi sekira 150 cm.

Saat itu, Emi sedang melintas di lokasi temuan. Pria yang menetap di Jalan Rawe 12, Tangkahan, Medan Labuhan ini sontak terkejut.

Matanya tertuju pada sesosok mayat yang mengapung di pinggir sungai. Temuan itu langsung diteruskan kepada warga sekitar dan Polsek Medan Labuhan.

Petugas yang datang kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses evakuasi cukup sulit dilakukan.

Namun, sore hari petugas berhasil mengangkat mayat dan langsung melakukan evakuasi menuju RS Bhayangkara Medan. Proses evakuasi sempat membuat heboh warga sekitar.

“Tadi saya cari nipah. Warga sini tidak ada yang kenal. Bisa jadi mayat ini hanyut dari tempat lain,” kata Emi.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Bonar Pohan mengatakan, untuk tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban belum diketahui. Sebab, kondisinya telah membusuk.

“Penyebab kematiannya masih kita selidiki. Untuk lebih jelas adanya tanda kekerasan kita menunggu hasil visum dari rumah sakit,” sebut Bonar.(fac/ala)

THR dan Gaji ke-13 PNS Sedot Rp35,76 Triliun

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Lebaran tahun ini benar-benar memberi berkah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri. Baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun. Hal itu menyusul disahkannya Peraturan Pemerintah (PP) tentang THR dan gaji ke-13 oleh Presiden Joko Widodo, kemarin (23/5).

Dalam PP tersebut terjadi sejumlah perubahan. Khususnya dalam skema pemberian THR bagi ASN aktif. Jumlahnya akan lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sementara bagi pensiunan, untuk pertama kalinya mereka akan mendapatkan THR. “Kita berharap ada peningkatan kinerja ASN dan kualitas pelayanan publik keseluruhan,” ujarnya di Istana Negara, Jakarta, kemarin (23/5).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, kenaikan besaran THR bagi ASN aktif disebabkan ada penambahan jumlah item keuangan yang dimasukkan. Jika sebelumnya hanya gaji pokok, di tahun ini ditambahkan dengan tunjangan keluarga, tunjangan tambahan dan tunjangan kinerja.

“Dengan demikian PNS akan mendapatkan THR hampir sama dengan take home pay satu bulan,” ujarnya di tempat yang sama. Sementara untuk pensiunan, besaran THR yang diberikan sebesar anggaran pokok yang biasa diterima setiap bulannya.

Terkait pencairannya, Sri menjelaskan, masing-masing satuan kerja (satker) yang berjumlah 25 ribu di Indonesia dapat mengajukan permintaan pembayaran THR pada kantor perbendaharaan mulai akhir Mei ini. Sehingga harapannya, pencairan dapat dilakukan pada awal Juni mendatang.

Bagaimana dengan Gaji ke-13? Sri menjelaskan jika besaran dan skema gaji ke-13 akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Baik bagi PNS yang aktif maupun bagi pensiunan. Adapun pencairannya, satker bisa melakukan pengajuan pada bulan Juni sehingga bisa dicairkan pada awal Juli.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, perubahan skema THR tersebut berdampak pada alokasi anggaran yang disediakan. Anggaran yang disediakan tahun ini mencapai Rp 35,76 triliun atau naik 68,9 persen dibandingkan 2017 lalu.

Dengan rincian bagi ASN aktif, THR gaji ASN Rp5,24 triliun, THR tunjangan ASN Rp5,79 triliun, Gaji ke-13 ASN Rp5,24 triliun, Tunjangan Kinerja ke-13 Rp5,79 triliun. Selain itu untuk pensiunan, rinciannya THR Pensiunan Rp 6,85 triliun dan tunjangan ke 13 Rp6,85 triliun.

Sri Mulyani menambahkan, sebagaimana tujuan awalnya, gaji ke-13 bagi ASN maupun pensiunan dicairkan Juli agar bersamaan dengan masa awal masuk sekolah. “Agar ASN, PNS, Polri TNI bisa membantu anak-anak sekolah mereka,” tuturnya. Teknis lebih detail terkait pencairan akan diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Kemendagri Masih Godok Pj Gubsu

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Arief M Edie.
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Arief M Edie.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masa jabatan Erry Nuradi dan Nurhajizah Marpaung sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara bakal berakhir pada 17 Juni 2018 mendatang. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan, tidak akan terjadi kekosongan kepemimpinan di Sumatera Utara. Begitu masa jabatan Erry dan Nurhajizah habis, sudah ditunjuk Penjabat (Pj) gubernur sampai dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut hasil Pilkada serentak 2018.

“Tanggal 17 Juni kan habisnya, masih lama toh. Pengisian Pj gubernur sudah diperhitungkan waktunya, tidak akan ada kekosongan jabatan,” kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Arief M Edie via aplikasi WhatsApp kepada Sumut Pos, Kamis (24/5).

Sayangnya, mantan Kepala Biro Kamahasiswaan IPDN itu enggan menyebut siapa sosok Pj Gubernur Sumut mendatang. Bahkan saat disinggung mengenai kemungkinan Pj Gubsu berasal dari pejabat eselon I dari kementerian lain, Arief enggan berandai-andai. “Masih digodok, begitu jabatan gubernur habis, langsung sudah ada Pj gubernurnya, agar tidak ada kekosongan jabatan,” katanya. Lantas kapan waktu penunjukan Pj Gubsu dilakukan? “Pada saatnya nanti,” tutur Arief.

Sementara, hingga kini Pemprov Sumut masih menunggu usulan Kemendagri untuk sosok Pj gubernur yang akan ditunjuk sebelum masuk kepala daerah yang baru. “Sesuai aturan mekanismenya Kemendagri yang nanti usulkan. Mendagri nanti yang usulkan dari jajarannya atau di luar Kemendagri,” kata Kepala Biro Penyelenggara Otonomi Daerah dan Kerjasama Setdaprovsu, Basarin Yunus Tanjung kepada Sumut Pos, Kamis (24/5).

Rekomendasi dari Mendagri itu nanti, lanjut Basarin, akan diusulkan ke presiden. Begitupun sudah sampai dimana sekarang prosesnya, ia mengaku tidak mengetahui. “Kalau kita hanya bisa menunggu. Prosesnya semua di Kemendagri. Apakah diambil dari pejabatbat eselon I dari jajaran mereka ataupun di luar itu,” katanya.

Disinggung apakah wacana pejabat Mabes Polri jadi ditempatkan sebagai Pj Gubsu, Basarin juga tidak mengetahuinya. Menurutnya hal itu baru sebatas wacana dan belum ada kepastian lebih lanjut dari pusat.