Home Blog Page 6328

Dua Pekan, 10 Pelaku Kriminal Dicokok

Foto: Fachril/Sumut Pos Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan menginterogasi para pelaku kriminal yang ditangkap selama dua pekan terakhir.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan menginterogasi para pelaku kriminal yang ditangkap selama dua pekan terakhir.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 10 pelaku kejahatan (kriminal) jenis narkoba, pencurian kekerasan (Curas) dan pencurian sepeda motor (Curanmor) diamankan Polsek Medan Labuhan.

Para tersangka yang diamankan masing-masing, Dodi Fikar Nasution (30) kasus pencurian sepeda motor, Hasan Nurdin (28) dan T Ferdian Yala Sandha (31) kasus pencurian di toko Alfamart.

Kemudian, Riki Pratama (19), Ely Sahputra (28) dan Heri Purnama (30) kasus nyabu di Musala Suzuya Marelan. Selanjutnya, Efendi (24) kasus pencurian dan kekerasan serta Andre Kisworo, Basri dan Muzakir kasus ganja.

Dari tangan seluruh tersangka diamankan, puluhan bungkus rokok, alat hisap sabu, satu unit sepeda motor Yamaha Mio, handphone, tang, obeng serta ganja sebanyak 9 kg.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan mengatakan, para tersangka yang diamankan Polsek Medan Labuhan merupakan penindakan yang berlangsung selama dua pekan belakangan.

Para tersangka yang diamankan dengan berbagai kasus ditangkap secara terpisah. Adapun kasus yang menjerat para tersangka diantaranya, 3 satpam mengkonsumsi sabu di kamar mandi Musala Suzuya Marelan.

Kemudian, pencurian rumah, pencurian sepeda motor, pembobolan alfamart dan kepemilikan ganja kering sebanyak 3 orang yang ditangkap dari Stasiun Bus Anugerah Medan.

“Para tersangka masing – masing akan dijerat sesuai dengan perbuatannya, dalam waktu dekat seluruh tersangka akan segera kita limpahkan ke pengadilan,” kata Ikhwan didampingin Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon.

Ditegaskan orang nomor satu di Polres Pelabuhan Belawan ini, pihaknya terus melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan yang kerap meresahkan masyarakat di wilayah hukumnya.

“Peningkatan untuk mencegah pelaku kejahatan, kita terus melakukan patroli dan penindakan tegas kepada pelaku kejahatan, dengan adanya pengungkapan ini dapat meminimalisir angka kejahatan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan,” terang Ikhwan didampingin pejabat lainnya. (fac/ala)

Pasangan Kumpul Kebo Diamankan

Foto: SMG/Sumut Pos Kanit Reskrim Iptu M Said, Polsek Medan Baru memantau apel persiapan Operasi Blue Light, kemarin.
Foto: SMG/Sumut Pos
Kanit Reskrim Iptu M Said, Polsek Medan Baru memantau apel persiapan Operasi Blue Light, kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dipimpin Kanit Reskrim Iptu M Said, Polsek Medan Baru menggelar razia. Petugas menyasar Hotel Menara di Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (23/5) dini hari.

Hasilnya, petugas mengamankan beberapa pasangan bukan suami istri sedang memadu kasih di dalam kamar hotel. Petugas kemudian memboyong pasangan kumpul kebo tersebut ke Mapolsek Medan Baru.

Razia diikuti personel gabungan dari Sabhara, Lantas, Binmas dan Reskrim. Selain hotel, petugas juga menyasar kawasan rawan 3C, keramaian dan narkoba.

Selama razia berlangsung, tidak ada ditemukan rarkoba, curas, curat, curanmor, senpi maupun sajam.

“Operasi kita lakukan di Jalan Juanda, Mongonsidi, Gatot Subroto, Sekip, Pabrik Tenun, Ayahanda, Darussalam, Gajah Mada, S Parman, Bundaran SIB, Iskandar Muda, Sei Padang, Kapten Patimura, Sudirman, Diponegoro, Zainul Arifin, Hasanuddin, Wahid Hasim, Abdullah Lubis, Jamin Ginting, Dokter Mansyur, Kapten Patimura dan Mongonsidi,” terang Kanit Reskrim.

Sementara, Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H Tobing SIK mengatakan, Operasi Blue Light dan razia hotel ini tetap dilaksanakan.

“Apalagi di bulan Ramadan ini kita harus menghargai umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah puasa,” ujar kapolsek.

Menurut kapolsek, Patoli Blue Light dilakukan setiap hari selama 24 jam. Tujuannya untuk mencegah terjadinya curas, curat dan curanmor.

“Sehingga masyarakat terlindungi karena polisi ada dimana-mana,” pungkasnya.(smg/ala)

Pakai Sabu Biar Enjoy

Foto: SOPIAN/SUMUT POS APIT: Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala didampingi Kanit Narkoba Iptu W Silitonga mengapit kedua pelaku.
Foto: SOPIAN/SUMUT POS
APIT: Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala didampingi Kanit Narkoba Iptu W Silitonga mengapit kedua pelaku.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Personel Satres Narkoba Polres Tebingtinggi berhasil meringkus dua orang pelaku kepemilikan narkoba jenis sabu di tempat berbeda. Salah satu tersangka mengaku sabu supaya enjoy.

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala didampingi Kanit Narkoba Iptu W Silitonga mengatakan, tersangka AS alias Ade (34) warga Jalan Kaskas, Lingkungan 4, Kelurahan Bandar Sakti, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi diamankan dirumahnya, Kamis (17/5) sekira pukul 21.30 WIB.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti 2 bungkus plastik klip transparan berisi sabu seberat 0,36 gram, 1 bungkus plastik transparan putih dan 1 unit handphone merek I Cherry.

Sedangkan tersangka lainnya, DK (27) warga Jalan Datok Bandar Kajum, Lingkungan 3, Kelurahan Tebingtinggi Lama, Kecamatan Tebingtinggi Kota, Kota Tebingtinggi ditangkap petugas di Jalan Flamboyan, Kelurahan Satria, Kecamatan Padang Hilir, Kos-kosan Tebingtinggi, Jumat (18/5) sekira pukul 01.00 WIB.

Dari tangan DK, petugas mengamankan barang bukti 1 bungkus plastik putih transparan berisi sabu seberat 0,16 gram.

Tertangkapnya DK, tepat pada saat petugas melakukan patroli dan melihat seseorang laki laki yang mencurigakan. Saat didekati, pria tersebut langsung melarikan diri dan membuang bungkusan plastik kecil dari dalam kantongnya. Setelah diperiksa, barang tersebut adalah sabu.

“Kedua pelaku kepemilikan narkoba jenis sabu dipersangkakan dengan Pasal 114 ayat 1 Subs 112 ayat 1 UU RI Nomor: 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” tegas AKP MT Sagala.

Sementara, tersangka Ade mengaku membeli barang haram tersebut dari Hendrik (DPO) seharga Rp350.000. Rencananya barang haram tersebut akan dipakai sendiri.

“Setelah pakai sabu, kita jadi enjoy,” bilangnya.

Sedangkan tersangka DK, membeli narkoba sabu seharga Rp100.000 dari Benjol warga Jalan Flamboyan, Kota Tebingtinggi. Pengakuannya, sabu tersebut untuk dipakai sendiri.(ian/ala)

 

 

 

Ruselli Bikin Kejutan

BANGKOK, SUMUTPOS.CO – Indonesia harus puas finis di penyisihan Grup D Piala Uber 2018 sebagai runner-up, setelah kalah 2-3 dari Tiongkok, Rabu (23/5).

Sebelum match mereka berlangsung, Indonesia dan Tiongkok sudah memastikan lolos ke perempat final, karena sama-sama mengantongi dua kemenangan yakni dari Malaysia dan Prancis. Kini, tinggal menunggu pengundian lawan di babak berikutnya.

Meski kalah dari juara bertahan, Indonesia mencuri dua kemenangan dari tunggal putri, sektor yang sebenarnya berat jika lawan Tiongkok.

Adalah Gregoria Mariska Tunjung dan Ruselli Hartawan yang sama-sama tampil baik dengan mengalahkan pemain Tiongkok. Padahal keduanya tercatat kalah pada pertemuan terakhir mereka.

Gregoria menang dari Gao Fangjie. Dalam pertemuan terakhir, Gregoria kalah di BWF World Junior Championships 2016. Namun kini menang 23-21 dan 21-16.

Nah ini dia yang paling mengejutkan. Ruselli mengalahkan pemain senior Tiongkok Li Xuerui, 15-21, 21-19 dan 21-18, dalam laga berdurasi 57 menit.Pemain kelahiran Jakarta berusia 20 tahun itu sebelumnya pernah jumpa Li dan kalah di BCA Indonesia Open Superseries Premier 2016.

“Pertamanya sempat mikir, wah lawan Li Xuerui bisa enggak ya menang. Tapi akhirnya saya enggak mikirin nama besarnya dia. Anggap latihan lawan senior,” kata Ruselli seperti dikutip dari Badminton Indonesia.

Sayang tiga wakil lainnya harus menelan kekalahan dari lawan. Meski begitu manajer tim Piala Thomas dan Uber Indonesia 2018, Susy Susanti, mengapresiasi perjuangan tim Uber saat melawan Tiongkok.

“Tim Uber sudah kerja keras dalam pertandingan tadi dan kami memang harus mengakui keunggulan tim Tiongkok. Khususnya di nomor ganda. Namun, secara keseluruhan penampilan para atlet sudah maksimal,” ungkap Susy. (adk/jpnn/don)

Indonesia Dramatis Tumbangkan Korsel

Firman Abdul Kholik menentukan kemenangan atas Korsel di penyisihan Piala Thomas.
Firman Abdul Kholik menentukan kemenangan atas Korsel di penyisihan Piala Thomas.

SUMUTPOS.CO – Firman Abdul Kholik menjadi pahlawan tim Thomas Indonesia. Firman sukses memenangkan partai terakhir di grup B, sekaligus membuat Indonesia unggul 3-2 atas Korea Selatan, Rabu (23/5).

Menghadapi Ha Young Woong, Firman harus bekerja keras lewat pertempuran rubber game. Kalah lebih dulu 20-22, Firman unjuk gigi di dua game selanjutnya.

Firman menyapu dua game berikutnya dengan skor 21-15, dan 21-12. Kemenangan ini membuat Indonesia resmi menjadi juara grup B, sementara Korea Selatan harus puas menjadi runner up.

Di grup lain, Tiongkok tampil perkasa di sepanjang perhelatan grup A. Mereka keluar sebagai juara grup, diikuti Prancis di posisi kedua.

Di grup C, Kento Momota dan kawan-kawannya sukses menempatkan Jepang sebagai tim paling digdaya. Mereka mencukur Taiwan di partai terakhir dengan skor 5-0, sekaligus membuat Taiwan menjadi runner up.

Sementara itu meskipun berhasil menang dan menyumbang poin untuk tim Thomas Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mengaku belum tampil dalam kondisi 100 persen. Menang 21-11, 14-21, dan 21-10 atas Chung Eui Seok/Kim Won Ho (Korea Selatan), The Minions mengaku masih harus banyak membenahi pola permainan mereka.

“Hari ini kami main lebih baik dari kemarin. Servis juga nggak masalah hari ini. Tapi kami belum main 100 persen. Masih banyak eror dan mati sendiri,” kata Marcus, Rabu (23/5).

Menyoal pertandingan di babak perempat final nanti, keduanya mengaku harus akan memperbaiki penampilan mereka agar bisa menghasilkan poin. “Harus lebih baik dari hari ini mainnya. Hari ini lebih baik dari kemarin, tapi masih banyak yang harus dibenahi. Kami sudah adaptasi lapangan dan lebih biasa dengan angin yang cukup kencang,” ujar Kevin.

Kevin/Marcus berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah sebelumnya Anthony Sinisuka Ginting gagal menyumbang poin. Sayang, kedudukan itu berubah 1-2 untuk keunggulan Korea Selatan setelah Jonatan Christie gagal menggandakan keunggulan.

Jojo, yang baru sembuh dari sakit radang tenggorokan harus menyerah di tangan Heo Kwang Hee dengan skor 17-21 dan 19-21. (ce1/kar/isa/jpc/don)

Timnas U-23 Akan Jajal Korsel

Timnas U-23 akan menjajal Korea Selatan.
Timnas U-23 akan menjajal Korea Selatan.

SUMUTPOS.CO – Timnas U-23 Indonesia bakal menjalani dua agenda uji coba bergengsi jelang Asian Games 2018. Selain akan hadapi Thailand, mereka jua akan jajal negara kuat, Korea Selatan.

Seperti diketahui, pasukan Luis Milla bakal dua kali melawan Thailand. Pertama pada 31 Mei di Stadion PTIK, dan kemudian 3 Juni di Stadion Patriot, Bogor.

Nah setelah melawan Thailand, Timnas U-23 bakal jajal Korsel. Laga itu rencananya digelar 23 Juni mendatang di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

“Uji coba melawan Korea Selatan sangat bagus untuk kami. Semua tahu, Korea Selatan tim raksasa Asia dan juara bertahan Asian Games. Ini akan menjadi modal yang bagus untuk skuat kami jelang Asian Games,” bilang Pelatih Luis Milla dalam laman resmi PSSI.

Laga nanti jelas akan menjadi tolok ukur penting uat Garuda Muda. Sebab, Korsel salah satu tim kuat Asia yang merupakan refleksi calon lawan Timnas U-23 di Asian Games nanti.

“Melawan Korea Selatan juga momentum bagi saya melihat perkembangan pemain, apalagi saat itu sudah berdekatan dengan event Asian Games. Kami juga terus mematangkan tim usai mengikuti turnamen PSSI Anniversary Cup dan uji coba melawan Thailand pada pekan depan,” katanya.

Nantinya Korea Selatan (Korsel) bakal memboyong kekuatan penuhnya saat uji coba melawan Timnas U-23 Indonesia. Bahkan, beberapa yang diboyong ke Tanah Air berasal dari kompetisi Eropa.

Seperti diketahui, Timnas U-23 bakal menjajal Korsel 23 Juni mendatang di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Jelas ini laga uji coba yang menarik karena akan sangat berguna buat Garuda Muda.

Dalam kesempatan ini, Pelatih Korea Selatan, Kim Hak bum akan membawa 25 pemain, termasuk didalamnya pemain yang membela klub Eropa. Pemain yang berkarier di Eropa yang akan dibawa seperti Paik Seung-ho (Girona/Spanyol), Lee Jin-hyun (FK Austria Wein/Austria), dan Seo Young-jae (Hamburg SV/Jerman).

Sementara sisanya merupakan pemain yang membela klub lokal Korea Selatan. Menurut laman AsosiasiSepak Bola Korea (KFA), agenda ini juga sebagai bagian adaptasi terhadap lapangan dan cuaca di Indonesia jelang turun di Asian Games 2018. (bbs/jpc/don)

Barito v Persela: Adu Taktik Terbaik

Aji Santoso dan Jacksen akan beradu strategi.
Aji Santoso dan Jacksen akan beradu strategi.

SUMUTPOS.CO – Duel Persela kontra Barito Putera di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Kamis (24/5) malam akan menjadi pertarungan dua peracik taktik eks Persebaya. Mereka adalah Aji Santoso di kubu Persela, sementara Jacksen F Tiago di kubu Barito.

Jacksen dan Aji dikenal sebagai figur yang sukses sebagai pemain maupun pelatih. Jacksen pernah mempersembahkan tiga gelar juara Liga Indonesia bersama Persebaya. Satu gelar juara sebagai pemain, serta dua gelar saat menjadi pelatih.

Sementara Aji Santoso pernah membawa Persebaya juara Divisi Utama Liga Indonesia 1996-1997. Saat itu Aji merupakan kapten tim Persebaya. Sebagai pelatih, Aji pun dianggap berhasil mengembalikan corak permainan Persebaya seperti era mendiang Rusdi Bahalwan.

Namun pada laga ini Persela Lamongan dipastikan tanpa dua bek andalan mereka saat menghadapi Barito Putera pada lanjutan Liga 1 2018 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Kamis (24/5) nanti. Dua bek yang harus absen adalah Ahmad Birrul Walidain dan Samsul Arifin.

Samsul masih dibekap cedera lutut, yang membuatnya harus menepi sekitar satu bulan. Sementara Birrul yang berposisi sebagai bek kanan terkena akumulasi tiga kartu kuning.

Meski begitu, tim pelatih Persela tetap optimistis kekuatan Laskar Joko Tingkir tak akan tereduksi dengan absennya dua pemain pilar di lini belakang itu. Pasalnya, mereka sudah menyiapkan pemain alternatif untuk menggantikan peran keduanya.

Di antaranya Eky Taufik, I Gusti Rustiawan, dan Dhanu Syahputra. “Tim ini sebetulnya ideal. Jadi dengan absennya beberapa pemain, insya Allah tidak mereduksi kekuatan Persela,” ujar Danur Dara, asisten pelatih Persela seperti dilansir laman resmi klub.

Laga diprediksi bakal menarik, karena baik Barito Putera maupun Persela tengah berada dalam kondisi on fire. Sebagai tuan rumah, Laskar Antasari berhasil memetik dua kemenangan beruntun atas PSIS Semarang dan Perseru Serui. Sementara Persela sukses membungkam tim kuat Persija Jakarta di Surajaya.

Laga ini dipastikan berlangsung sengit karena kedua tim berebut untuk menduduki papan atas. Saat ini Barito menduduki peringkat keempat. Sementara Persela berada di posisi keenam. Kedua tim hanya terpaut tiga poin saja.

Pertandingan Barito kontra Persela juga menjadi ajang reuni bagi striker Samsul Arif Munip dan gelandang Syahroni. Samsul Arif adalah ujung tombak Persela musim lalu. Sedangkan Syahroni pernah memperkuat Barito pada tahun 2014 lalu. (saf/jpc/don)

Sriwijaya Manfaatkan Simulasi Tendangan Sudut

Sriwijaya FC petik kemenangan besar atas PSIS.
Sriwijaya FC petik kemenangan besar atas PSIS.

SUMUTPOS.CO – Sriwijaya FC memetik kemenangan besar di pekan ke-10 Liga 1 2018. Menghadapi PSIS Semarang, Selasa (22/5) malam WIB, Laskar Wong Kito menang empat gol tanpa balas.

Masing-masing gol diciptakan oleh Hamka Hamzah (menit 51), Beto Goncalves (menit 64), serta Mahamadou N’Diaye (menit 56 dan 70). Dua dari gol itu berawal lewat situasi sepak pojok.

“Memang dalam latihan kami mencoba simulasi tendangan sudut, dan Alhamdulillah pas hingga berbuah manis,” ucap pelatih Sriwijaya, Rahmad Darmawan.

Pelatih yang akrab disapa RD itu mengakui solidnya pertahanan PSIS di babak pertama. Karenanya ia memerintahkan anak didiknya untuk memanfaatkan lebar lapangan demi membuka gerbang di pertahanan lawan.

“Jadi saya intruksikan untuk bermain dari sayap. Alhamdulillah para pemain berhasil membongkar pertahanan PSIS,” terangnya.

Meski demikian, RD tak mau terlalu puas dengan hasil pertandingan ini. Ia akan terus memperbaiki penampilan anak didiknya demi konsisten bersaing di papan atas klasemen Liga 1.

“Nantinya yang akan jadi evaluasi kami soal kedisiplinan para pemain agar lebih stabil dalam menyerang serta bertahan. Selain itu, kami juga akan buat skema yang menguntungkan bagi tim,” ujarnya.

Untuk sementara, Sriwijaya ada di posisi tiga dengan kepemilikan 16 poin. Mereka unggul delapan angka dari PSIS yang terpuruk di posisi paling bawah. (lim/jpc/don)

Suhandi Tak Sabar Comeback

Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos Top skor PSMS, Suhandi dipastikan absen kontra Persiraja.
Foto: Doni Hermawan/Sumut Pos
Top skor PSMS, Suhandi.

SUMUTPOS.CO – Sudah dua laga PSMS tak diperkuat Suhandi. Top skor sementara PSMS itu menepi karena sedang pemulihan cedera.

Suhandi absen sejak laga kontra Sriwijaya FC dan berlanjut saat bersua Mitra Kukar. Pemain yang sudah mencetak empat gol ini sudah tak sabar untuk segera bermain. Namun untuk laga kontra Arema FC, Suhandi masih diragukan untuk turun di Stadion Teladan, Sabtu (26/5) nanti.

“Belum tahu apakah bisa dimainkan lawan Arema nanti atau tidak. Karena masih sedikit ngilu kalau ditekuk sama diputar. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini ada perubahan, karena sudah bosan juga duduk saja. Kaki udah gatel bawaannya mau main saja,” ujarnya Suhandi.

Suha alami cedera pada lututnya. Sejatinya pemain asal Bandung ini sempat alami cedera usai menjalani laga bentrok dengan Barito Putera. Kemudian saat bentrok dengan PS Tira ia tetap dibawa dengan kondisi yang belum fit seratus persen.

Cedera itu pun kembali kambuh. Jelang Lawan Sriwijaya FC, Jumat (18/5) kemarin Suha sudah berlatih terpisah dengan rekan-rekannya. Alhasil dia absen saat bentrok dengan Sriwijaya. Begitu juga laga selanjutnya absen bentrok dengan Mitra Kukar.

Top Skor sementara PSMS ini masih merasakan ngilu ketika berlari. Ia diberi waktu istirahat oleh dokter tim untuk melakukan pemulihan. Dia disarankan untuk tidak dilibatkan dalam dua laga demi mengembalikan performa terbaiknya.

“Sekarang masih therapi saja untuk pemulihannya. Kalau nanti mulai rasa enak, saya akan sampaikan sama pelatih siap untuk dimainkan,” kata pemain bernomor punggung 29 ini.

Ada perasaan kangen, apalagi ini tahun pertama Suha puasa setelah menikah dan punya anak,” ujarnya, kepada

Suha yang kemarin absen lawan Mitra Kukar, karena cedera, harus menghabiskan hari-harinya di Medan untuk recovery. Diapun rela sahur dan berbuka sendiri di mes.

Untuk menu berbuka, Suha tak banyak kesulitan meski seleranya beda dengan makanan asalnya, Bandung. “Perbedaan pasti ada. Dari makanan juga beda, walau agak sama, tapi rasanya yang berbeda,” timpalnya.

“Biasanya kalau buat bukaan, Suha minum apa yang ada di mes dulu. Setelah, itu baru cari makanan di luar. Tapi kalau pas selera dengan masakan yang disedikan di mes, siap minum langsung makan. Keseringan memang beli makanan di luar,” ungkapnya.

Untuk menu favoritnya, Suha mengaku suka makan dimsum, sehingga sering beli di luaran. “Selama Ramadan ini yang paling Suha suka makan dimsum aja, enggak ada yang lain,” jelasnya. (bbs/don)

Luhut: Pemprovsu Koordinasi Dengan Kapoldasu

HADIR: Wagubsu Nurhajizah Marpaung menghadiri Rakor bersama Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (22/5).
HADIR: Wagubsu Nurhajizah Marpaung menghadiri Rakor bersama Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (22/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Panjaitan menekankan, agar para bupati di seputaran Danau Toba selalu berkoordinasi dalam penyelesaian sengketa lahan yang diklaim masyarakat sebagai pemilik sepanjang kawasan hutan lindung. Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan juga meminta agar Pemprovsu berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Pemerintah jangan mau kalah, karena negara kita negara hukum, tidak dibenarkan gaya-gaya preman. Saya minta ibu Wagubsu untuk berkoordinasi dengan Kapoldasu, agar diingatkan kepada jajaran kapolres untuk menindaklanjuti hal seperti ini, sesuai laporan bupati se kawasan Danau Toba,” ujar Bupati Karo, Terkelin Brahmana SH menirukan pernyataan Luhut Panjaitan, kemarin.

Hal itu ditegaskan Luhut Binsar Panjaitan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Menko Kemaritiman, di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (22/5).  “Rakor membahas tentang kawasan Danau Toba, yakni terkait kebersihan danau, penanaman pohon di kawasan danau, serta perkembangan pariwisata dan penertiban illegal logging di sekitar Danau Toba, terang Terkelin.

Sementara itu, Wagubsu Nurhajizah Marpaung pada rakor tersebut mengatakan,  sesuai laporan para bupati se kawasan Danau Toba, setiap daerah permasalahan yang dihadapi selalu terkait sengketa kawasan hutan yang sudah diklaim oleh masyarakat sekitar dan diklaim sebagai tanah adat, seperti di daerah Tobasa, Samosir dan Kabupaten Karo. “Agar tidak ada lagi hambatan dalam pembangunan oleh pemda setempat serta antisipasi dan tindak lanjutnya, melalui Dinas Kehutanan Provinsi Sumut dan Badan Otorita Danau Toba (BODT) bersedia membuat pengaduan kepada aparat penegak hukum,” ujar Wagubsu.

Selain Bupati Karo Terkelin Brahmana, hadir dalam rapat Bupati Humbanghasundutan Dosmar Banjarnahor, Bupati  Toba Samosir Darwin Siagian, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Sekda Simalungun Gidion Purba, Wakil Bupati  Tapanuli Utara Mauliate Simorangkir, Sekda Pakpak Bharat Sahat Banurea, Dirut BPODT Arie Prasetyo, dan Ketua Perkumpulan Gaja Toba Ramles Sihaloho. Sedangkan perwakilan dari Pemprovsu, hadir Asisten Umum dan Aset  Zonni Waldy, Kadis Kehutanan Halen Purba, Kadis Lingkungan Hidup Binsar Situmorang, Kadisbudpar Hidayati, Plt Kadis Kelautan dan Perikanan Mulyadi Simatupang dan Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu Ilyas Sitorus, serta Kabid Teknis dari masing-masing OPD Pemprovsu dan kabupaten se kawasan Danau Toba. (prn/han)