Home Blog Page 6334

Selundupkan 5 Paket Sabu ke Napi, Pemuda Langsa Diciduk

Foto: Masrizal/Sumut Pos AM, warga Kota Langsa, ditangkap petugas Lapas Klas III B Langsa, Senin (21/5) sore, saat hendak menyelundupkan narkoba jenis sabu.
Foto: Masrizal/Sumut Pos
AM, warga Kota Langsa, ditangkap petugas Lapas Klas III B Langsa, Senin (21/5) sore, saat hendak menyelundupkan narkoba jenis sabu.

ACEH, SUMUTPOS.CO – AM (27), warga Kecamatan Kota Langsa, Langsa, ditangkap oleh petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas III B Langsa, Senin (21/5) sore tadi, sekira pukul 15.00 WIB, saat hendak menyelundupkan narkoba jenis sabu.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak melalui Dir Resnarkoba, Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, AM ditangkap personel Unit Reskrim Polsek Langsa Timur di Lapas setelah adanya laporan dari pihak petugas lapas.

“Barang bukti yang diamankan berupa 5 paket sedang sabu seberat 27,13 gram dan satu unit telepon seluler,” ujarnya saat dikonfirmasi Senin malam.

Kata dia, tersangka AM ditangkap saat berkunjung ke Lapas dengan membawa paket sabu tersebut. Berdasarkan pengakuan tersangka, barang haram itu rencananya akan diserahkan kepada salah satu penghuni Lapas tersebut.

“AM mengaku mengambil paket haram itu di Simpang Empat Pauh, diantar oleh mobil L300 yang saat ini masih diselidiki. Tersangka mengambil paket itu atas suruh temannya berinisial PN yang merupakan napi lapas setempat. Setelah mengambil paket lalu dibawa ke Lapas untuk diserahkan. Saat di lokasi tersangka diperiksa petugas lapas dan ditemukan 2 paket sabu itu di dalam plastik yang berisikan alat mandi seperti shampo dan sabun,” ungkap Direktur.

Mengetahui hal itu, Kalapas langsung menghubungi Kapolsek Langsa Timur dan pelaku kemudian diamankan. Saat diperiksa, polisi kembali menemukan 3 paket sabu lainnya di dalam botol sabun cair yang dibawa pelaku.

“Tersangka dan seluruh barang bukti masih diamankan di Mapolsek Langsa Timur untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tambah Kombes Pol Agus Sarjito. (zal)

Polda Aceh Ciduk Pelaku Penculikan Warga Pidie Jaya

Foto: Masrizal/Sumut Pos Pelaku penculikan saat diamankan di Mapolda Aceh.
Foto: Masrizal/Sumut Pos
Pelaku penculikan saat diamankan di Mapolda Aceh.

ACEH, SUMUT POS – Tim gabungan Jatanras Polda Aceh bersama Satreskrim Polres Pidie, meringkus empat pelaku penculikan yang terjadi di wilayah Kabupaen Pidie Jaya. Para pelaku ditangkap di wilayah Nisam kabupaten Aceh Utara pada (17/5) lalu.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Komisaris Besar Polisi Sumarso saat konfrensi pers di Mapolda Aceh mengatakan, tersangka yang ditangkap berinisial AH (40), F (35) dan DG (32). Mereka merupakan warga Aceh.

Disebutkan, korban bernama Abdullah (46). Korban diculik di rumahnya kemudian dibawa ke Aceh Utara. Menurut dugaan awal, motif penculikan karena bisnis narkoba.

“Korban berhasil diselamatkan setelah tiga hari disekap oleh pelaku. Penangkapan dilakukan di Aceh Utara setelah tim mendapatkan informasi korban telah dibawa ke Aceh Utara,”ujar Sumarso.

Katakan Sumarso, motif pelaku melakukan penculikan, karena korban dicurigai informan di BNN. Sementara modus para pelaku, kata dia, meminta uang tebusan kepada keluarga korban sebesar Rp 110 juta.

“Pelaku ini merupakan pengguna narkoba jadi ada keterkaitan dengan sindikat narkoba juga,” kata Sumarso didampingi oleh Kabid Humas Polda Aceh Komisaris Besar Polisi Misbahul Munauwar.

Karena korban diancam akan dibunuh, lanjut Sumarso, keluarga kemudian mengirimkan uang kepada para pelaku sebesar Rp 82 juta.

“Pertama para keluarga berembuk karena pelaku nelpon bilang akan membunuh korban jika tak diberikan uang tebusan. Kemudian dikirim melalui rekening BRI sebesar Rp 50 juta. Pelaku juga tak dilepas tapi malah meminta lagi. Kemudian dikirim lagi sebesar Rp 32 juta,” ujarnya.

“Jadi di sebuah ATM kita tangkap pelaku dengan menggunakan mobil Avanza putih yang kita curigai. Mobil tersebut sempat menabrak petugas, namun berhasil kita hentikan. Kemudian tim menangkap pelaku lain yang membawa korban dengan sepeda motor. Pelaku sempat melawan sehingga petugas terpaksa melepaskan timah panas ke kaki kedua pelaku,” sebutnya.

Sumarso menambahkan, ada tiga orang lainya yang hingga kini masih buron termasuk otak pelaku berinisial AH.

“Kita masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Ada tiga orang target operasi yang sudah ditetapkan dalam DPO. Salah satunya juga otak pelaku. Pelaku yang kini buron adalah AH (40), F (35) dan DG (32), mereka semua warga Aceh,” terang Dirkrimum Polda Aceh.

Sementara sejumlah barang bukti kini telah diamankan di Mapolda Aceh di antaranya satu unit mobil avanza warna putih dan dua unit sepeda motor jenis matic dan sejumlah senjata tajam dan handphone.

“Sementara uang yang telah dikirimkan oleh keluarga sebagai tebusan sebagianya telah dipakai oleh para pelaku, sisanya kini sudah dilakukan pemblokiran di bank guna kepentingan penyidikan,” tambah Sumarso. (zal)

Membangkang, Rusdi Bisa Dicopot

Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya.
Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya.

SUMUTPOS.CO – Dirut Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya, belum juga menyerahkan neraca keuntungan secara terperinci kepada Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj). Hal ini menyebabkan Panitia Khusus (Pansus) LKPj Wali Kota Medan akhir tahun anggaran 2017, terpaksa melakukan rapat pembahasan finalisasi, pada hari ini, Selasa (22/5). Seharusnya, rapat tersebut digelar Sabtu (19/5) lalu.

Ketua Pansus LKPj, Rajuddin Sagala mengungkapkan, pihaknya telah menjadwalkan rapat pembahasan finalisasi, Sabtu (19/5) kemarin. Namun dikarenakan anggota Pansus LKPjnya tidak cukup kourum dan PD Pasar Kota Medan belum juga menyerahkan data keuntungan, berupa neraca keuangannya kepada Pansus LKPj, menyebabkan Pansus LKPj tak bisa melakukan rapat pembahasan finalisasi tersebut.

“Harusnya, Sabtu kemarin rapat finalisasinya. Tapi masih ada kendala. Salah satunya PD Pasar belum juga menyerahkan neraca keuntungannya seperti yang dijanjikannya saat rapat pembahasan LKPj sebelumnya,” ungkapnya di ruang Fraksi PKS, lantai 4 gedung DPRD Kota Medan, Senin (21/5).

Rajuddin Sagala menambahkan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Ketua DPRD Kota Medan Henry Jhon Hutagalung untuk mendesak PD Pasar Kota Medan menyerahkan data keuntungannya yang diperoleh dari tahun lalu.

Pihaknya memerintahkan kepada PD Pasar untuk menyerahkan neraca keuntungan itu sebelum rapat finalisasi pembahasan LKPj pukul 14.00 WIB dimulai.“Soalnya, berdasarkan laporan PD Pasar, keuntungan mereka Rp1,4 miliar di tahun

lalu. Tapi setelah kita kroscek lebih lanjut, harusnya untungnya jauh lebih besar. Makanya, kita minta neraca keuntungan PD Pasar itu,” ungkapnya.

Rajuddin menambahkan, bila PD Pasar Kota Medan tidak juga menyerahkan neraca keuntungan itu, maka PD Pasar Kota Medan akan dianggap membangkang. “Ada apa dengan PD Pasar? Kenapa tak mau juga menyerahkan neraca keuntungannya. Bila tidak diberikannya juga, bisa saja kita rekomendasikan agar dia dicopot,” ungkapnya.

Selain itu, politisi dari Fraksi PKS itu menambahkan, Pansus LKPj juga meminta kepada PD Pasar untuk menyerahkan daftar harga resmi penjualan meja dan kios di Pasar Marelan. Karena, berdasarkan informasi di lapangan, harga jual meja dan kios di Pasar Marelan itu dijual kepada pedagang dengan harga yang lebih tinggi.“Saya sudah dapat langsung harganya dari Sekda, cuma Rp7,5 juta. Tapi di lapangan, harga mejanya dijual seharga Rp15 juta. Makanya, kita minta kepada PD Pasar untuk menyerahkan harga resmi meja di Pasar Marelan itu,” ungkapnya.

Setelah Pansus LKPj mendapatkan sejumlah data yang diminta kepada PD Pasar tersebut, maka Pansus akan melakukan peninjauan ke lapangan untuk melakukan kroscek. “Setelah melakukan rapat finalisasi, barulah kita paripurnakan di minggu depan,” pungkasnya. (smg/ila)

 

 

 

Ikatasbi Bagikan 1,1 Ton Gula Pasir

Ketua, pengurus dan anggota Ikatasbi foto bersama usai membagikan gula pasir di Binjai, Minggu (20/5).
Ketua, pengurus dan anggota Ikatasbi foto bersama usai membagikan gula pasir di Binjai, Minggu (20/5).

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Ikatan Alumni Taman Siswa (Ikatasbi) Binjai kembali mengadakan acara sosial berupa peduli masjid dan musala di 5 Kabupaten Kota yang ada di Sumatera Utara. Ada sekitar 41 masjid dan musala yang berada di Medan, Binjai, Langkat, Deliserdang, dan Karo yang akan dibagikan gula pasir hasil sumbangan dari anggota Ikatasbi Binjai.

Ketua Ikatan Alumi Taman Siswa Binjai, Sutrisno mengatakan peduli masjid dan musala ini awalnya hanya sekadar ide, yang akhirnya terealisasi sekitar seminggu yang lalu karena kepedulian para anggota Ikatasbi.

“Selain itu, ini bulan baik, jadi akan sangat baik pula bila kita bersedekah dan berbagi. Dan kegiatan ini juga pembuktian bahwa Ikatasbi Binjai bukan hanya sekadar acara seremoni saja, tetapi kita melalukan berbagai kegiatan sosial, seperti saat ini, kita berbagi gula pasir untuk masjid dan musala,” ujarnya.

Dijelaskannya, ada 5 Kabupaten Kota yang akan dibagikan gula pasir, hal ini dikarenakan para anggota Ikatasbi Binjai tidak hanya berada disekitar Medan dan Binjai saja, tetapi almamater dari Taman SIswa Binjai berada hamper di seluruh Indonesia maupun yang sudah berdomisili di luar negeri.

Adapun kegiatan peduli Masjid dan Musala ini dilakukan dengan tujuan, para pengunjung masjid maupun musala semakin betah karena disediakan minuman manis, baik saat berbuka puasa maupun saat tadarus.

Sutrisno mengatakan, melakukan aktivitas di masjid merupakan bagian dari ibadah di bulan penuh berkah ini. Diharapkan, dengan adanya gula pasir yang diberikan secara ikhlas akan menamabah orang untuk melakukan aktivitas di masjid.

“Ada 126 anggota Ikatasbi yang ikut serta, ada yang memberikan 3 kg gula pasir, ada yang 5 Kg, dan ada juga yang memberikan uang tunai. Kita senang, karena begitu memberikan ide langsung ditanggapi dengan serius dan semua anggota langsung terlibat dan saling membatu, total untuk mengumpulkan semua gula pasir ini hanya 1 minggu saja,” tambahnya.

Untuk pembagian gula berlangsung selama 2 hari yaitu pada Minggu (20/5) dan Senin (21/5) di Kota Binjai.

Sedangkan untuk penyaluran ke masjid dan musala akan dilakukan oleh para anggota Ikatan Alumni Taman Siswa Binjai di daerah masing-masing. (ram)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Integrasi PGN-Pertagas

Dirut PGN Jobi Triananda Hasjim (kanan) bersalaman dengan PTH Dirut PT Pertamina Gas Indra Styawati (kiri) dan Direktur PIMR PT Pertamina Gigih Prakoso (tengah) usai konferensi pers Holding Migas PGN-Pertagas di Kementrian BUMN RI, Jakarta, Senin (21/5).
Dirut PGN Jobi Triananda Hasjim (kanan) bersalaman dengan PTH Dirut PT Pertamina Gas Indra Styawati (kiri) dan Direktur PIMR PT Pertamina Gigih Prakoso (tengah) usai konferensi pers Holding Migas PGN-Pertagas di Kementrian BUMN RI, Jakarta, Senin (21/5).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai kelanjutan dari pembentukan Holding BUMN Migas, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina Gas (Pertagas) akan melakukan integrasi. Integrasi bisnis gas ini dilakukan guna mendorong perekonomian dan ketahanan energi nasional, melalui pengelolaan infrastruktur gas yang terhubung dari Indonesia bagian Barat (Arun) hingga Indonesia bagian Timur (Papua).

Deputi Bidang Pertambangan dan Industri Strategis Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menjelaskan, perkembangan terkini dari proses pembentukan holding BUMN Migas yakni Pertamina dan PGN tengah melakukan finalisasi mekanisme integrasi yang paling baik bagi kedua perusahaan.

“Sebagai perusahaan terbuka (Tbk), PGN nanti akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda persetujuan pemegang saham atas transaksi material terkait dengan integrasi tersebut,” jelas Fajar di Jakarta, Senin (21/5).

Setelah proses integrasi ini selesai, Fajar berharap PT Pertamina (Persero) sebagai holding BUMN Migas dapat memberi wewenang sekaligus mengarahkan subholding gas menjadi ujung tombak bisnis gas di Indonesia.

Diharapkan holding BUMN Migas melalui integrasi ini akan menghasilkan lima hal berikut, yaitu menciptakan efisiensi dalam rantai bisnis gas bumi sehingga tercipta harga gas yang lebih terjangkau kepada konsumen. Kemudian, meningkatkan kapasitas dan volume pengelolaan gas bumi nasional.

Hal ketiga yang diharapkan yaitu, meningkatkan kinerja keuangan holding BUMN Migas. Keempat, meningkatkan peran holding migas dalam memperkuat infrastruktur migas di Indonesia. Dan kelima, penghematan biaya investasi dengan tidak terjadinya lagi duplikasi pembangunan infrastruktur antara PGN dan Pertagas.

Lebih jauh, Fajar menambahkan, perubahan status PGN yang kini menjadi anak usaha Pertamina maupun Pertagas tidak akan merugikan para karyawan yang bekerja di kedua perusahaan tersebut.

Mengutip Buku Putih Pembentukan Holding BUMN Migas, Fajar menegaskan tidak ada pengurangan jumlah karyawan di setiap perusahaan. “Pembentukan holding BUMN Migas tetap mempertahankan 100 persen pekerja yang ada saat ini dan juga tidak ada perubahan kompensasi dan benefit bagi karyawan,” katanya.

Selain itu, para karyawan PGN dan Pertagas juga tetap memperoleh kesempatan yang sama dalam program pengembangan pekerja, termasuk hak dan kewajiban pekerja sebagaimana diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB). (srs/JPC/ram)

 

Sihar Jadi Simpatisan Istimewa GM FKPPI

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus berfoto bersama saat didaulat sebagai simpatisan istimewa GM FKPPI di Medan, Sumut, Minggu (20/5).
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus berfoto bersama saat didaulat sebagai simpatisan istimewa GM FKPPI di Medan, Sumut, Minggu (20/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Keluarga Besar Generasi Muda (GM) Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Medan mendaulat Sihar Sitorus sebagai simpatisan istimewa. Hal tersebut sebagai bentuk kebanggaan terhadap putra Sumut yang saat ini maju menjadi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) mendampingi Djarot Saiful Hidayat.

Ketua GM FKPPI Medan, Wing Zore Ketaren mengatakan bahwa pada prinsipnya GM FKPPI yang merupakan salah satu organisasi yang ada di Sumut memberikan pilihan pada kader dan anggota untuk menentukan pilihan di Pemilihan Gubernur Pilgub Sumut 2018. Sehingga secara prinsip organisasi memberikan kader dan anggota untuk menentukan pilihan. Terlebih dua kandidat yang maju di Pilkada Sumut adalah bagian dari FKPPI.

“Kita berdoa supaya semua berjalan lancar. Nah yang harus kita lihat saat ini bagaimana membangun Sumut kedepan agar lebih baik lagi. Khusus kepada Djarot Saiful Hidayat beliau merupakan bagian dari FKPPI PD 9 DKI Jakarta. Demikian juga Sihar yang kita harapkan ke depan dapat bersama Djarot membangun Sumut,” ujarnya di Hotel Garuda Plaza Medan, Minggu (20/5).

Dalam acara buka puasa tersebut Sihar yang hadir juga diberikan baju sebagai tanda kehormatan. Dengan harapan Sihar menjadi pemimpin yang peka dan peduli dalam membangun generasi muda. Sementara Sihar Sitorus sendiri mengatakan bahwa para kader FKKPI merupakan kader yang sudah memahami tugas untuk membangun bangsa. Mulai dari bawahan sampai dengan pimpinan. Masing masing posisi dalam setiap organisasi memiliki tugas untuk memajukan organisasi. Demikian juga halnya dalam posisi yang ingin dicapai bersama untuk membangun Sumut.

“Posisi saya sebagai wakil dari bapak H Djarot Saiful Hidayat. Dengan kata lain saya harus menjadi pembantu dari mas Djarot untuk membangun Sumut,” katanya.

Sihar berharap agar semua elemen terlibat dalam mensukseskan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut 2018 ini. Masyarakat harus menggunakan suara dengan baik serta mengambil peran sebagai pendorong perubahan untuk kemajuan Sumut.

“Kita berharap semua warga Sumut menggunakan hak pilihnya agar Sumut lebih baik lagi,” katanya. (bal/azw)

 

Eramas Serius Tingkatkan Kualitas Ekspor

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PASLON_Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah menunggu untuk pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2) Pasangan Djarot dan Sihar mendapat nomor urut 2 dan Pasangan Edi Rahmayadi dan Musa Rajeckshah mendapat nomor urut 1 dalam Pilgub Sumut 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PASLON_Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Selain sumber daya alam (SDA) yang melimpah, Sumatera Utara kaya akan produk pertanian lokal. Hanya saja selama ini belum mampu dikemas dengan baik sehingga tidak mempunyai nilai tambah.

Menilik potensi ini, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut nomor urut satu, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) sudah menyusun program peningkatan nilai jual hasil produk pertanian dan perikanan Sumut hingga ke luar negeri.

“Selama ini kelemahan Sumut dan umumnya di Indonesia, pengelolaan produk-produk unggulan yang tidak punya nilai tambah. Sehingga karena packaging dari produk kita tidak ada, nilai jualnya menjadi murah. Ini yang membedakan produk kita dengan peoduk luar negeri,” kata Wakil Ketua Tim Pemenangan Eramas, Sugiat Santoso kepada Sumut Pos, Kamis (17/5).

Ia mencontohkan, seumpama Sumut punya keunggulan produk cokelat tapi lantaran tidak dijadikan sebuah industri, produk tersebut menjadi kurang bernilai. “Coba kita bandingkan seperti Swiss yang tidak punya satu rantai kebun cokelat, tapi kenapa produk cokelat di sana lebih dikenal. Itu karena mereka mampu mengemas produknya itu dengan baik,” ujarnya.

Ke depan, untuk banyak produk unggulan pertanian di Sumut, pasangan Eramas punya semangat meningkatkan kualitas dan packaging terhadap produk yang dihasilkan tersebut.

“Artinya kita tidak lagi berfikir menjual dan menghasilkan produk mentah, melainkan bisa diekspor dan dimodernisasi sehingga harganya menjadi mahal,” kata Wakil Ketua Gerindra Sumut itu.

Ia mengamini bahwa salah satu program unggulan Eramas jika diberi kepercayaan memimpin Sumut hingga 2023 mendatang, akan meningkatkan nilai produk pertanian, perikanan dan potensi kelautan sehingga dapat bernilai ekspor. “Apalagi menyikapi persaingan di era masyarakat ekonomi Asean seperti sekarang ini,” pungkasnya.

Berdasar amatan dan catatan Sumut Pos, selama berkampanye dan menyapa warga di berbagai  daerah di Sumut, Eramas senantiasa menggaungkan visi misi dan program kerja unggulan jika nanti terpilih melanjutkan roda pemerintahan di provinsi ini. Antara lain akan mengurangi tingkat pengangguran dengan membuka banyak lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, membenahi infrastruktur, meningkatkan daya saing sumber daya manusia hingga peningkatan di bidang pertanian, perikanan serta peternakan. (prn/azw)

Mitra Kukar v PSMS: Lawan Jago Kandang

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Pemain PSMS Medan melakukan selebrasi usai Dilshod mencetak gol ke gawang Sriwijaya FC dalam lanjutan liga 1 di Stadion Teladan Medan, Jumat (18/5) Psms berhasil mengalahkan Sriwijaya FC dengan skor 1 - 0, Dan gol di cetak oleh Dilshod.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Pemain PSMS Medan melakukan selebrasi usai Dilshod mencetak gol ke gawang Sriwijaya FC dalam lanjutan liga 1 di Stadion Teladan Medan, Jumat (18/5).  Malam ini PSMS bertandang ke kandang Mitra Kukar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS akan menjalani laga kesepuluhnya di Liga 1 dengan bertandang ke markas Mitra Kukar, Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kertanegara, Selasa (22/5) malam. Laga ini menjadi tantangan bagi Ayam Kinantan untuk meraih poin perdananya di laga away.

PSMS baru saja meraih hasil positif dengan membungkam Sriwijaya FC dengan skor 1-0 akhir pekan lalu. Kemenangan ini mengembalikan rasa percaya diri anak asuh Djadjang Nurdjaman. Hanya saja mereka masih dihantui rekor buruk di laga tandang.

Dari empat laga away, PSMS menelan empat kekalahan. PSMS selalu pulang tanpa poin dari markas Bali United, PSIS, Persela dan PS Tira. Sama halnya dengan empat tim lain, Mitra Kukar juga tentu akan sulit untuk sekadar mencari poin.

Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman paham benar perihal ini. Apalagi, tim lawan juga sama statusnya dengan PSMS, yaitu tim jago kandang. “Ini away kelima, sejauh ini kami belum pernah meraih satu poin pun dalam partai away. Jadi ini satu pencapaian buruk untuk sebuah tim. Satu-satunya tim yang belum meraih poin di kandang lawan,” ujarnya, saat memberikan keterangan pers, Senin (21/5) siang.

Di mata Djanur-sapaan akrabnya, Mitra Kukar tim yang kuat. Pasalnya, tim-tim besar kontestan Liga 1 ditaklukkan di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Aji Imbut.

“Mitra Kukar menang melawan Bali United, Madura United, Persebaya. Semua tim-tim besar dikalahkan dengan cukup telak. Inilah tekad kami, kami akan mengubah situasi. Kami akan berusaha meraih poin di sini untuk yang pertama kalinya, walaupun lawan kami cukup berat,” bebernya.

Namun PSMS tak tampil dengan kekuatan terbaiknya.  PSMS masih harus bermain tanpa Suhandi yang absen sejak laga kontra Sriwijaya. Ditambah lagi kini Dilshod Sharofetdinov, pencetak gol kemenangan atas Sriwijaya juga harus menepi karena cedera. Sementara Firza Andika tengah dipanggil pemusatan latihan timnas U-19 di Yogyakarta.

Menag: Usul Nama, Kirim ke WA 08118497492

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Daftar nama 200 dai versi Kementerian Agama (Kemenag) memicu polemik. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dituding sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas pro kontra yang menggelinding akibat daftar 200 dai versi Kemenag itu.

“Selayaknya yang diatur adalah aturan dan rambu yang mengatur pelaksanaan, tanpa ada unsur mengatur secara person,” kata anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS, Syamsul Qadri Marpaung di ruang kerjanya, Senin (21/5).

Menurutnya, negara tidak bisa menentukan atau merekomendasikan sesorang sebagai mubaligh. “Umat dalam porsi kolosal, tidak mungkin membuat legitimasi yang salah. Justru pemerintah yang bisa melakukan legitimasi yang keliru. Tindakan itu bisa menimbulkan polemik di kalangan umat,” jelasnya.

Ia mempertanyakan apa variabel yang digunakan dalam memasukkan seseorang sebagai mubaligh ke dalam daftar yang direkomendasi. Misalnya dari segi konten. Atau dari segi kecintaan terhadap NKRI.

Jika daftar hanya sekedar imbauan, menurutnya Kemenag tidak perlu mengeluarkan daftar dimaksud. Lebih baik jika pemerintah membuat pelatihan untuk para da’i atau Mubaligh agar sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Jika diperlukan, pemerintah lebih baik mengatur regulasi.

Menjawab kegelisahan itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, daftar nama penceramah agama itu merupakan bentuk layanan Kemenag atas pertanyaan masyarakat tentang mubalig/mubaligah.

Menurutnya, daftar berisi 200 nama itu bukan dari hasil seleksi. “Ini bukan seleksi, bukan akreditasi, apalagi standardisasi. Ini cara kami layani permintaan publik,” ujar Lukman,  Senin (21/5).

Menurut dia, rilis itu juga bukan dalam rangka memilah penceramah agama. Bahkan, daftar nama yang disusun sesuai usulan beberapa kalangan itu akan terus diperbarui.

Bagi masyarakat yang hendak mengusulkan nama bisa mengirim pesan WhatsApp ke Kemenag melalui nomor 08118497492. Lukman menegaskan, Kemenag terus menerima banyak masukan dari masyarakat tentang nama-nama mubalig/mubaligah yang perlu masuk dalam rekomendasi.

“Dengan senang hati kami akan merilis beberapa yang belum masuk. Kami sudah menyatakan bahwa rilis ini sifatnya dinamis. Silakan saja  publik menyampaikan. Kami membuka diri selebarnya untuk menerima masukan,” bebernya.

Lukman pun memastikan tak ada motif politik di balik daftar itu. Dia menegaskan, daftar itu disusun berdasar usulan yang masuk dari pengurus ormas keagamaan, masjid besar dan kalangan lainnya. Jika ada mubalig yang kondang dengan jutaan viewers di YouTube tak masuk dalam daftar versi Kemenag, Lukman memastikan hal itu semata-mata karena belum adanya usulan.

“Itu bukti tidak ada motif politik di sini. Sama sekali tidak ada. Kalau kami berpolitik praktis, tentu kami hanya akan masukan yang pengikutnya besar saja,” ujarnya.

Bagaimana dengan mubalig yang merasa tidak nyaman karena namanya masuk dalam daftar rilis? “Atas nama Kementerian Agama, selaku Menteri Agama, saya memohon maaf kepada nama yang ada dirilis yang merasa tidak nyaman namanya ada di sana,” tandasnya.

Kapolda: Hati-hati Gunakan Medsos

Foto: Gusman/Sumut Pos DOSEN DITANGKAP: Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja memaparkan tersangka ujaran kebencian, Himma Dewiana Lubis, yang merupakan dosen USU di Mapolda Sumut, Minggu (20/5).
Foto: Gusman/Sumut Pos
DOSEN DITANGKAP: Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja memaparkan tersangka ujaran kebencian, Himma Dewiana Lubis, yang merupakan dosen USU di Mapolda Sumut, Minggu (20/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengingatkan untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial (medsos). Hal itu disampaikannya dalam kunjungan silaturahmi ke Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (21/5).

“Kita perlu membuat pertemuan antara Polda Sumut dengan para mahasiswa (USU), agar semua mengerti permasalahan yang ada di Sumatera Utara,” ujarnya.

Waterpauw menjelaskan, berkaca dari kasus yang menimpa salah satu dosen USU, ada orang yang ingin memecah belah Indonesia dengan memanfaatkan situasi yang ada. Untuk itu, katanya, jangan mudah terprovokasi oleh sejumlah orang atau kelompok yang dapat meresahkan ketentraman masyarakat.

“Saya mohon untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial, karena adanya orang yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” katanya.

Mengenai kasus yang menjerat Himma Dewina Lubis, oknum PNS yang berprofesi sebagai dosen Ilmu Perpustakaan USU tersebut, Waterpauw sepenuhnya menyerahkan kepada keputusan hakim. “Yang bersangkutan di kenakan Pasal 28 ayat 2 jo pasal 45A ayat 2 UU RI No 19 th 2016 tentang perubahan atas UU No 11 th 2008 tentang ITE. Kita harus memahami status hukum, dan yang memutuskan permasalahan ini adalah hakim,” tandasnya.

Terpisah, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan kembali mengatakan, dosen USU itu dijerat lantaran postingan ujaran kebencian di akun facebooknya. Selain mengcopy status orang lain, Himma diketahui menambahkan caption bernada provokasi terkait kasus di Mako Brimob Kepala Dua.

“Selain mengcopy status orang lain, HDL juga menambahkan tulisan di status facebooknya yang bernada provokasi. Dengan men-share status orang lain saja sudah bisa dipidana,” ungkapnya.

Yang kedua, kata Nainggolan, pada salah satu postinganngannya pasca serangan bom bunuh diri pada Minggu (13/5) di Surabaya, Himma memosting sebuah tulisan yang menyebutkan kalau tiga ledakan bom gereja di Kota Surabaya hanyalah pengalihan isu. “Ia mengatakan bahwa ledakan bom itu skenario pengalihan yang sempurna, dari ganti presiden tahun 2019,” katanya.

Sementara itu, kondisi Himma Dewina Lubis saat ini masih mendapatkan perawatan usai pingsan pada konferensi pers, Minggu (20/5) kemarin. Untuk saat ini, tersangka ujaran kebencian tersebut belum bisa dilanjutkan untuk diperiksa. “Masih mendapatkan perawatan dia (HDL). Karena semalam dia pingsan kebetulan lagi puasa,” ujar Kasubdit II/Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sumut, AKBP Herzoni Saragih.

Terpisah, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut Abyadi Siregar juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan dan berinteraksi di media sosial. Jangan sampai menimbulkan ujaran kebencian atau menghina satu golongan, suku, ras dan agama. Karena, hal itu bisa menimbulkan permusuhan dan berujung pada proses hukum. “Memosting status di media sosial harus berhati-hati, jangan asal menuduh orang atau yang lain,” kata Abyadi Siregar kepada Sumut Pos, Senin (21/5) siang.

Dia juga menyayangkan sikap oknum dosen USU, Himma Dewiyana Lubis yang terjerat kasus ujaran kebencian dan diamankan aparat kepolisian dari Polda Sumut. “Dosen itu, tergolong cerdas dan pintar. Untuk mengungkapkan kesimpulan analisis, tidak perlu disampaikan di media sosial, cukup menjadi konsumsi dirinya sendiri,” jelas Abyadi.

Menurut Abyadi, harusnya Himma bisa berkaca dari kasus-kasus serupa sebelumnya. Apalagi, Himma seorang dosen yang bisa menilai yang mana patut diposting atau tidak. “Makanya harus berhati-hati agar di media sosial kita tidak menyampaikan ujaran kebencian. Kebangsaan kita bias semakin terancam jika kita dengan mudah menyampaikan ujaran kebencian. Untuk itu, kita harus menjaga diri dari ucapan seperti ini,” tandasnya.

Himma diamankan di kediamannya di Jalan Melinjo II Komplek Johor Permai, Kecamatan Medan Johor Kota Medan, Sabtu (19/5) malam, dan dibawa ke Poldasu untuk diperiksa. Penangkapan itu terkait pastingan di akun Facebook miliknya yang viral di dunia maya, dengan tulisan: Skenario pengalihan yang sempurna… #2019GantiPresiden”. Tulisan itu dibuat pasca rentetan bom di Surabaya.

Setelah postingannya viral, Himma yang memiliki pendidikan terakhir S2 ini langsung menutup akun facebooknya. Namun, postingannya telanjur discreenshoot netizen dan dibagikan ke media daring.