Home Blog Page 6335

Masa Depan Tako Bakal Gemilang di Tangan Ijeck

Cawagubsu Musa Rajekshah menyalami pengurus dan atlet Karatedo Tako Cabang Pematangsiantar, Minggu (20/5).
Cawagubsu Musa Rajekshah menyalami pengurus dan atlet Karatedo Tako Cabang Pematangsiantar, Minggu (20/5).

SUMUTPOS.CO – Prestasi Karate-Do Tako Sumatera Utara diyakini semakin gemilang di tangan Calon Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah. Mengingat sepak terjang pria yang populer disapa Ijeck, cukup teruji di bidang olahraga.

Demikian terungkap saat Ijeck bersilaturahmi dengan para pengurus dan atlet Karate-Do Tako Cabang Pematangsiantar, di Jalan Simbolon, Kota Pematangsiantar, Minggu (20/5). “Kalau nanti dia (Ijeck) menjadi wakil gubernur, Insyaallah Tako akan maju, prestasi atletnya juga maju,” kata perwakilan Guru Broto.

Ia berharap, semoga apa yang diinginkan Ijeck dapat terkabul serta mendoakan agar nantinya dapat mengemban amanah dengan baik sebagai Ketua Umum Pengda Karate-Do Tako Sumut. “Dan kita semua harus siap memenangkan Eramas,” imbuhnya.

Saat diberi kesempatan memberi sambutan, Ijeck menekankan, dirinya akan tetap memerhatikan Tako. Namun saat ini ia meminta pengertian seluruh pengurus karena belum bisa fokus seratus persen lantaran disibukkan dengan agenda Pilgubsu. “Tapi percayalah ke depan setelah pilkada, kita akan susun program dan memajukan Tako ini,” katanya.

Ijeck juga mengungkapkan awal mula dirinya diangkat menjadi ketua umum. Bahkan dirinya dan keluarga besar sudah tidak asing lagi dengan Tako. Karena sejak dulu beberapa keluarganya terlibat langsung di kepengurusan Tako. Terlebih, dirinya memang aktif di beberapa cabang olahraga.

“Seperti Pakcik saya Akat Shah yang memang tinggal di Siantar juga pernah menjabat sebagai pengurus (Tako). Dan juga karena beberapa kawan-kawan dari Tako meminta saya untuk menjadi ketua umum. Jadi itulah yang menjadikan saya diangkat sebagai Ketua Umum Tako Sumut,” katanya.

Acara silaturahmi turut dihadiri istri Pendiri Tako Ratna Lubis, istri pemilik Dojo Rupina Arwan, para Dewan Guru Tako dari berbagai daerah, Sekretaris Pengda Tako sekaligus Ketua KPID Antoni, Ketua Harian Tako Sumut Effendi Manahan, dan Ketua KONI Sumut Jhon Lubis. (prn)

Sihar Sitorus Deklarasi Relawan Bara Baja Djoss

Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus saat menghadiri deklarasi relawan Bara Baja Djoss di Medan, Sumut, Minggu (20/5).
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus saat menghadiri deklarasi relawan Bara Baja Djoss di Medan, Sumut, Minggu (20/5).

SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cawagubsu) Sihar Sitorus mengharapkan masyarakat menggunakan hak suaranya dengan baik. Selain itu, masyarakat juga diminta membuang rasa pesimis akan kekecewaan terhadap pembangunan selama ini dan harus percaya, masih ada pengharapan untuk lebih baik dengan memilih dan menggunakan hak suara pada Pilgub Sumut 2018.

Dalam acara deklarasi relawan Bara Baja, Sihar Sitorus mengatakan, semua pernah kecewa dengan berbagai alasan atas pembangunan di waktu lampau. Namun alasan itu tidak boleh membuat warga pesimis karena harapan masih ada. Terlebih saat ini warga Sumut dihadapkan pada dua pilihan, serta harus memilih dua pasangan calon.

“Dan lewat pemilihan ini, kita akan menentukan nasib Sumut ke depan. Jadi harus cerdas dan harus mengesampingkan kekecewaan. Serta harus menentukan pilihan, dan kami berharap berikan kepercayaan itu pada Djarot Sihar,” katanya, Minggu (20/5).

Saat ini, menurut penggila bola tersebut, Sumut hanya memiliki dua calon. Karena itu semua warga harus memanfaatkan momen Pilkada sebagai ruang untuk memperbaiki Sumut agar lebih baik lagi.

Sementara itu perwakilan dari Bara Baja Djoss, Birgaldo Sinaga mengatakan, Bara Baja Djoss mengajak warga Sumut untuk mendukung Djoss demi kebaikan Sumut ke depan. Saat ini, ribuan warga Sumut diajak untuk menggunakan hak suara dengan baik. Serta menjelaskan apa-apa saja program Djoss dalam membangun Sumut ke depan. “Kita bekerja di akar rumput, menggalang simpatik dari masyarakat agar memilih pasangan nomor urut dua. Untuk kegiatan ini kita mengundang lebih dari seribu warga, mulai dari Deliserdang, Tanah Karo, pesisir pantai dan nelayan,” katanya.

BEM NUS Dukung Bawaslu

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEMO_Reratusan orang yang tergabung dalam gerakan Aliansi Umat Islam Sumatera Utara melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Bawaslu Sumut, Jl. Adam Malik Medan, Senin (21/5). Mereka mendesak Bawaslu mencabut surat edaran yang melarang ceramah politik di masjid selama Ramadhan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO_Reratusan orang yang tergabung dalam gerakan Aliansi Umat Islam Sumatera Utara melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Bawaslu Sumut, Jl. Adam Malik Medan, Senin (21/5). Mereka mendesak Bawaslu mencabut surat edaran yang melarang ceramah politik di masjid selama Ramadhan.

SUMUTPOS.CO – Sementara, Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEM NUS) mendukung kebijakan Bawaslu Sumut yang tertuang dalam surat edaran No. B-1801/K.Bawaslu-Prov.SU/P.P.00.01/05/2018. Hal ini disampaikan Kordinator Nusantara Pulau Sumatera Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (Kornus BEM NUS) Zulkifli dalam rilis persnya.

“Kita sudah baca dan pelajari surat kebijakan Bawaslu Sumut terkait larangan, kami melihatnya bagus, ya kalau mau ibadah ya silahkan, tapi jangan kampanye terselubung,” katanya.

Zulkifli menjelaskan, larangan yang disampaikan Bawaslu kan jelas, kalau dilakukan dengan menggunakan selebaran, poster atau pun berbentuk iklan yang didalamnya ada gambar pasangan calon, itu baru tidak diperbolehkan, tapi selama tidak ada poster dan lainnya, tidak ada masalah.

“Jadi yang dilarang itu kampanye terselubung, bukan melarang umat untuk beribadah, kan memang tugas Bawaslu untuk melakukan pencegahan serta penindakan terkait pilkada,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kordinator BEM NUS Wilayah Sumut, Bangkit Sanjaya, bahwa larangan yang dikeluarkan Bawaslu Sumut bukanlah sepihak, tapi melainkan hasil pembahasan dan kesepakatan antara banyak pihak termasuk tim dari kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur.

Menurutnya, kalau pun ada kontroversi dikalangan masyarakat, itu disebabkan adanya penyebaran sepihak terhadap larangan tersebut. Saya melihat ada pemotongan kata kata dalam selebaran tersebut, sehingga pemahamannya menjadi berbeda,” ucap Bangkit.

Pastinya, BEM NUS ingin pelaksanaan pemilihan Gubernur serta Wakil Gubenrur berjalan aman, lancar dan damai, tanpa adanya gangguan dan provokasi dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah NKRI. (prn/bal/jpg)

Dewan Bakal Panggil Bawaslu

Syamsul Qadri Marpaung
Syamsul Qadri Marpaung

SUMUTPOS.CO – Menyikapi surat edaran Bawaslu ini, Komisi A DPRD Sumut berencana memanggil lembaga tersebut untuk mengetahui jelas, motif dari keluarnya surat itu. Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz menyayangkan adanya surat Bawaslu tersebut yang kemudian menimbulkan keresahan.

Sebab, poin yang dipersoalkan di antaranya yakni larangan bagi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, partai politik, tim pemenangan dan relawan, untuk mengucapkan selamat Ramadan dan Idul Fitri, berinfak dan bersedekah di luar amil zakat, serta larangan berceramah di rumah ibadah.

Muhri juga menilai, ada kejanggalan dari surat yang beredar luas tersebut. Sebab isinya melarang pasangan calon (paslon), tim pemenangan dan relawan untuk membagi-bagikan infaq, sedekah, tunjangan hari raya, dan bingkisan Lebaran pada masyarakat. “Menurut saya hal itu tidak pas karena berbanding terbalik. Kita justru dianjurkan memperbanyak sedekah dan infak di bulan Ramadan karena pahalanya berlipat ganda,” sebutnya.

Persoalan ibadah bercampur dengan politik dan riya lanjut Muhri, menurutnya itu menjadi tanggung jawab masing-masing orang dan pribadinya. Karena itu, melihat keresahan yang timbul akibat surat yang dikeluarkan Bawaslu Sumut, Komisi A akan mengundang Bawaslu dalam RDP.

Dikatakannya, dengan memanggil Bawaslu, pihaknya ingin mendengar secara langsung apa motif dikeluarkannya surat edaran tersebut. “Saya melihat surat edaran yang menjadi persoalan itu menyangkut bulan Ramadan, kemudian menyamakan kegiatan infak dan sedekah seperti politik uang. Jadi seakan-akan Ramadan itu menjadi bulan yang tidak kita hargai sama sekali,” tegasnya.

Menurutnya, jika Bawaslu ingin tegas dan konsisten menegakkan aturan, seharusnya Bawaslu memberikan tindakan terhadap kampanye yang menyalahi aturan, seperti pembagian sembako atau hadiah bergambar paslon. Selain itu juga Bawaslu dapat mengantisipasi serangan fajar dan mencerdaskan masyarakat serta memberi penghargaan bagi masyarakat yang melaporkan adanya politik uang.

Sementara anggota Komisi A, Syamsul Qadri Marpaung menilai, aturan tersebut mengatur dan menekankan pada ibadah dan momentum umat Islam. Hal itu bisa menimbulkan diskriminasi terhadap kelompok agama. Seharusnya tindakan tersebut bisa ditindak. “Aturan ini dibebankan pada satu kelompok dan tidak mencakup kelompok lain. Tidak lagi multitafsir. Komisi A bisa memanggil Bawaslu untuk mempertanyakan keputusan tersebut. Urgensinya apa? Apakah sudah begitu mengancam keamanan Pilkada? Kalau tidak diklarifikasi, orang bisa menduga itu pesanan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, jika aturan tersebut mengatur konten akan bisa diterima. “Misalnya aturan tidak boleh ceramah, kalau isinya yang diatur boleh saja. Tapi kalau mengisi ceramah saja, masa tidak boleh,” katanya. (prn/bal/jpg)

 

Pendemo Ancam Polisikan Bawaslu

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEMO_Reratusan orang yang tergabung dalam gerakan Aliansi Umat Islam Sumatera Utara melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Bawaslu Sumut, Jl. Adam Malik Medan, Senin (21/5). Mereka mendesak Bawaslu mencabut surat edaran yang melarang ceramah politik di masjid selama Ramadhan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO_Reratusan orang yang tergabung dalam gerakan Aliansi Umat Islam Sumatera Utara melakukan aksi unjukrasa di depan kantor Bawaslu Sumut, Jl. Adam Malik Medan, Senin (21/5). Mereka mendesak Bawaslu mencabut surat edaran yang melarang ceramah politik di masjid selama Ramadhan.

SUMUTPOS.CO – Surat edaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut soal kesepakatan terkait aturan berkampanye selama Ramadan, menuai protes dari sejumlah kalangan. Bahkan, Bawaslu dideadline hingga Jumat (25/5) mendatang untuk mencabut surat edaran tersebut. Jika tidak, Bawaslu akan dilaporkan ke Polda Sumut atas dugaan penistaan agama dan penipuan soal klaim kesepakatan bersama di surat edaran itu.

Polemik surat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Utara (Sumut) Nomor : B-1601/K.BAWASLU-Prov.SU/PM.00.01/05/2018 yang menjadi perbincangan panas akhir-akhir ini berbuntut panjang. Teranyar, Senin (21/5), kantor Bawaslu Sumut didemo oleh Aliansi Ummat Islam, karena surat itu dianggap menyinggung umat muslim. Pasalnya, aturan Bawaslu melarang paslon mengucapkan selamat Ramadan, Nuzulul Quran, dan Idul Fitri.

Dalam orasinya, pengunjuk rasa menilai, surat edaran Bawaslu tersebut sangat mendzalimi umat Islam, karena beberapa larangan seperti melarang mengucapkan salam Ramadan dalam bentuk iklan merupakan pembatasan terhadap ibadah umat Islam. “Surat dari Bawaslu tersebut menyinggung umat Islam, karena banyak larangan yang berkaitan dengan kegiatan ibadah umat Islam. Bawaslu Sumut tidak perlu mengatur-atur kegiatan ibadah kami,” kata Ketua KAUMI Medan, Razali Taat dalam orasinya.

Menurut dia, surat edaran seperti ini hanya terjadi di Sumut. “Di Jabar, Jatim dan provinsi lain yang menggelar pilkada tidak ada edaran seperti ini,” ujar Razali.

Hal yang sama disampaikan Sekjen KAUMI Ustad Sahrul. Menurutnya, surat tersebut tidak seharusnya dikeluarkan karena berisi larangan-larangan yang dalam ajaran Islam sangat diperbolehkan. “Kami Umat Islam sudah dilarang-larang untuk beribadah. Ini jelas sangat melukai umat Islam. Terlalu banyak aturan yang semakin menzolimi umat Islam. Bawaslu tidak perlu ikut campur dalam urusan agama Islam,” sebutnya.

Massa juga meminta pihak Kepolisian agar segera memanggil Komisioner Bawaslu Sumut untuk dihadirkan ke tengah massa, guna menjelaskan kronologis keluarnya surat edaran tersebut. “Kami tahu kau ada di dalam Aulia (Komisioner Bawaslu Aulia Andri, Red). Keluar, jumpai kami di sini. Kau jelaskan dulu maksud surat bodoh ini. Jangan sampai kami yang temui kau di dalam, keluar kau sekarang. Pak Polisi tolong jemput komisioner kemari, karena itu tugas bapak. Kami tidak mau ribut sebenarnya di sini,” teriak Rozali lagi.

Saksi: PTPN II Sudah Hapusbuku 106 Ha dari Aset

Palu Hakim-Ilustrasi
Palu Hakim-Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua orang saksi dari PT Perkebunan Nusantara II mengaku bahwa lahan seluas 106 hektar di Helvetia telah dihapusbuku sebagai aset sejak tahun 2017.

Kesaksian ini disampaikan masing-masing oleh Direktur Operasional PTPN II Marisi Butar-butar dan Pjs Kabag Hukum PTPN II Kennedy Sibarani, dalam sidang lanjutan pengusaha kondang di kota Medan, Tamin Sukardi, kasus dugaan menyelewengkan aset negara berupa tanah dengan nilai sekitar Rp 132 miliar, di Pengadilan Negeri Medan, Senin (21/5).

Tamin diduga telah menjual lahan seluas 74 hektare di Pasar IV Desa Helvitia, Labuhan Deli, Deliserdang. Padahal areal itu masih tercatat sebagai aset PTPN 2 (Persero).

Adapun kedua saksi itu dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung.

Dalam sidang yang berlangsung sekira 2 jam ini, saksi Marisi Butar Butar menjelaskan bahwa tanah seluas 106 dari 5.873 hektar sejak 2002 sudah habis HGUnya dan tidak diperpanjang lagi. Bahkan pada tahun 2011, sebut Marisi, tanah seluas  74 hektar dari 106 hektar tersebut sudah dieksekusi dan diserahkan kepada 65 warga selaku pemiliknya.

Marisi menegaskan seluruh lahan 106 hektar tersebut sudah dihapusbukukan. “PTPN II sudah menghapusbukukan tanah tersebut dari aset setelah minta legal opini dari Kejatisu dan Pengadilan Tinggi (PT) serta BPKP,” ujar Marisi di persidangan yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo itu.

Marisi juga mengaku mengetahui ada 65 orang yang mengajukan gugatan, lalu PTPN II dikalahkan. Dia mengatakan masyarakat menang sampai di tingkat Peninjauan Kembali.

“Di kantor ada putusannya Yang Mulia. Lalu diminta eksekusi di tahun 2011. 65 masyarakat sebagai pemohon eksekusi,” tandasnya.

Sementara saksi kedua, Kennedy Sibarani mengaku penghapusbukuan lahan seluas 106 hektar itu baru dilakukan pada tahun 2017. “Sudah dilepas Yang Mulia. Hapus buku sudah selesai tahun 2017,” ujarnya.

Dalam hal ini, majelis hakim mencecar Kenney dengan menanyakan alasan PTPN II baru melakukan hapus buku pada tahun 2017, padahal aset itu sudah dilepas sejak 2002.

“Kenapa tidak dihapusbukukan segera? ‘Kan dalam SK sudah disebutkan itu menjadi kewenangan Gubernur. Kenapa tidak dihapuskan?? Apa kebijakan dari direksi sehingga tidak menghapuskan?” tanya hakim Wahyu.

“Sebenarnya karena masih belum ada titik temu antara pemegang saham kami dengan Gubernur pada saat itu,” jawab Kennedy yang sebelumnya sempat terdiam beberapa saat.

Mendengar jawaban ini, majelis hakim menyatakan bahwa akibat semua ini yang dirugikan akhirnya masyarakat.

Sidang lanjutan dengan agenda keterangan saksi akan dilanjutkan pada pekan depan. (rel/mea)

Flash Sale ZenFone Live L1 Dimulai Minggu Depan

Dengan Full View display dan stamina yang cukup serta pengalaman menikmati film di layar yang terasa lebih luas dan warna lebih cerah, ZenFone Live L1 sangat cocok untuk pengguna generasi muda yang sangat dinamis.
Dengan Full View display dan stamina yang cukup serta pengalaman menikmati film di layar yang terasa lebih luas dan warna lebih cerah, ZenFone Live L1 sangat cocok untuk pengguna generasi muda yang sangat dinamis.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sesuai jadwal, hari ini ASUS Indonesia sudah mulai menggelar pre-order untuk ZenFone Live L1 di JD.ID. Untuk ZenFone Live L1, pengguna yang melakukan pemesanan di salah satu situs e-commerce terkemuka di Indonesia tersebut, mereka hanya perlu menebus di harga Rp1,299 juta untuk versi yang dilengkapi dengan RAM 2GB dan internal storage 16GB.

“Dari sesi pre-order yang kami gelar hari ini, ternyata sambutan pasar untuk smartphone terjangkau dengan full view display sangat baik. Dalam 19 detik, pre-order sudah berakhir,” sebut Galip Fu, Country Marketing Manager ASUS Indonesia. “Hal ini cukup mengejutkan. Namun demikian, ini membuat kami optimis bahwa sesi flash sale yang akan dilakukan mulai pekan depan akan ramai,” sebutnya.

Untuk pengguna yang sudah melakukan pemesanan, Galip menambahkan, mereka akan mulai mendapatkan unitnya secara bertahap. “Mulai tanggal 24 Mei 2018, pengguna yang sudah mengikuti sesi pre-order, unitnya akana dikirimkan ke alamat yang mereka informasikan saat melakukan pemesanan,” tambahnya.

Setelah masa pre-order ini, ASUS ZenFone Live L1 akan tersedia di JD.ID secara flash sale pada hari Kamis, tanggal 31 Mei 2018 pukul 11 siang. Setelah itu, sesi flash sale berikutnya akan dilakukan setiap hari kamis pada tanggal 7, 14, 21, 28 Juni 2018, juga pada pukul 11 siang. Untuk harganya, masih tetap di harga Rp1,299 juta (versi 2GB/16GB).

Setelah masa flash sale, ia akan tersedia secara ekslusif pula di JD.ID untuk seluruh pengguna, di manapun ia berada di harga Rp1.399 juta. Adapun untuk ZenFone Live L1 versi 3GB/32GB akan tersedia secara bebas di harga Rp1.699 juta. Informasi lebih lengkap terkait program promosi ASUS ZenFone Live L1 dapat Anda simak di URL berikut: https://www.jd.id/promo-asus-zenfone-live-l1.html. (rel/mea)

Polres Asahan Sita Ribuan Botol Miras & Tuak

Foto: Istimewa Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi didampingi Kasat Narkoba Polres Asahan AKP Wilson Siregar dalam ekspose pengungkapan kasus narkoba dan miras.
Foto: Istimewa
Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi didampingi Kasat Narkoba Polres Asahan AKP Wilson Siregar dalam ekspose pengungkapan kasus narkoba dan miras.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Resor Asahan beserta jajarannya menggelar operasi razia minuman keras dan narkoba dalam rangka menyambut bulan Ramadan. Dalam razia yang digelar dalam kurun waktu 1 April – 19 Mei 2018 itu, Polisi menyita 1.376 botol miras, 70 jeriken tuak dan berbagai jenis narkoba dari berbagai lokasi.

Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi melalui Kasat Narkoba Polres Asahan AKP Wilson Siregar mengatakan, penindakan dilakukan di tempat-tempat hiburan yang berada di wilayah hukum Polres Asahan

Selain Satres Narkoba, operasi tersebut juga melibatkan Satuan Sabhara dan Satreskrim Polres Asahan. Selanjutnya operasi juga digelar oleh Polsek Pulo Raja, Kota Kisaran, Air Joman dan polsek lainnya.

“Razia memang sengaja kita gelar untuk memastikan kondusifitas saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa,” kata AKP Wilson, Senin (21/5).

Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi didampingi Kasat Narkoba Polres Asahan AKP Wilson Siregar dalam ekspose pengungkapan kasus narkoba dan miras.

Dalam operasi itu lanjutnya, petugas juga sempat menemukan miras oplosan. “Selain miras, petugas juga menyita beberapa jenis narkoba,” jelasnya.

Di antaranya ganja seberat 202,16 Gram ditambah 25 Batang tanaman ganja, kemudian sabu-sabu seberat 156,13 gram dan 50 butir pil ekstasi. Totalnya, petugas juga menahan 61 orang tersangka dalam kasus itu.

“Razia ini akan rutin kita gelar, khususnya selama bulan Ramadan. Kita juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas jika menemukan ada yang mengganggu kondusifitas,” pungkasnya. (pra/JPC)

Jokowi 51,2%, Prabowo 23,3%, Gatot 5,5%

Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Charta Politika merilis hasil survei terhadap elektabilitas calon presiden 2019. Hasilnya, elektabilitas petahana Joko Widodo (Jokowi) masih mengungguli sejumlah nama pada survei Pilpres 2019.

Survei tersebut dilakukan pada 13-19 April 2018. Survei dilakukan kepada 2.000 responden yang dipilih dengan metode multistage random sampling. Margin of error dari survei +- 2,19%, dengan tingkat kepercayaan 95%.

Charta Politika memberikan beberapa simulasi kepada responden dalam surveinya, mulai soal popularitas sampai elektabilitas. Untuk survei elektabilitas, pertanyaan yang diajukan adalah ‘jika pemilu presiden hanya diikuti oleh 7 nama di bawah ini, siapa yang akan bapak/ibu pilih sebagai presiden?’.

Jokowi masih menempati posisi puncak dalam survei ini, diikuti Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Selain itu, ada nama lain, dari mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Kita kasih gambaran, survei Litbang Kompas, dilakukan sebelum Prabowo dideklarasikan dan survei Charta dilakukan usai deklarasi. Ada tendensi kenaikan Prabowo dari 14,1 persen ke 23,3 persen. Dan ada penurunan elektabilitas jokowi,” ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya, dalam paparannya, di Es Teler 77 Adityawarman, Jakarta Selatan, Senin (21/5/2018).

Dari hasil survei ini, kata Yunarto, meski elektabilitas Jokowi masih unggul, deklarasi Prabowo sebagai capres oleh Gerindra cukup berpengaruh. Elektabilitas Prabowo, lanjutnya, mengalami kenaikan dibanding saat sebelum deklarasi.

Yunarto mengatakan ada pengaruh yang cukup signifikan dari deklarasi pencapresan Prabowo oleh Gerindra.

“Ada pengaruh dari deklarasi Prabowo minimal di internalnya yang membuat cenderung elektabilitasnya naik, dibanding survei Litbang Kompas dengan Charta,” ungkapnya.

Hadir sebagai narasumber Waketum Gerindra Ferry Juliantono, Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo, Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah, dan politikus PKS Nasir Djamil.

 

Berikut ini hasil survei Charta Politika tersebut:

Joko Widodo (Jokowi): 51,2%

Prabowo Subianto: 23,3%

Gatot Nurmantyo: 5,5%

Anies Baswedan: 3,4%

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY): 2,7%

Jusuf Kalla: 2,0%

Muhaimin Iskandar (Cak Imin): 0,6%

Undecided voters: 11,5%

(bag/dtc)

Mitra Kukar Vs PSMS: Sama-sama Jago Kandang

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS SALAM_Coach PSMS Medan Djajang nurjaman (kanan) di dampingi Suhandi (kiri) memberi kan keterangan saat Conferensi Pers di Mess Kebun bunga Medan, Jumat (04/5) Hari ini Psms medan akan menjamu Barito putra dalam lanjutan Liga 1 indonesia di Stadion Teladan medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Coach PSMS Medan Djajang Nurjaman (kanan) didampingi Suhandi (kiri).

TENGGARONG, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan mengusung misi meraih poin perdana pada laga away kontra Mitra Kukar dalam laga lanjutan Liga 1 2018 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Selasa (22/5) malam.

Pada laga kesepuluh ini, PSMS akan melakoni away kelima. Di mana, empat partai tandang sebelumnya semua menelan kekalahan.

Melawan Mitra Kukar yang saat ini berada di peringkat 14 dengan 10 poin bukan perkara mudah, meski Ayam Kinantan saat ini unggul dengan 12 poin dan di peringkat 11 klasemen sementara.

Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman paham benar perihal ini. Apalagi, tim lawan juga sama statusnya dengan PSMS, yaitu tim jago kandang.

“Ini away kelima, sejauh ini kami belum pernah meraih satu poin pun dalam partai away. Jadi ini satu pencapaian buruk untuk sebuah tim. Satu-satunya tim yang belum meraih poin di kandang lawan,” ujarnya, saat memberikan keterangan pers, Senin (21/5) siang.

Di mata Djanur-sapaan akrabnya, Mitra Kukar tim yang kuat. Pasalnya, tim-tim besar kontestan Liga 1 ditaklukkan di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Aji Imbut.

“Mitra Kukar menang melawan Bali United, Madura United, Persebaya. Semua tim-tim besar dikalahkan dengan cukup telak. Inilah tekad kami, kami akan mengubah situasi. Kami akan berusaha meraih poin di sini untuk yang pertama kalinya, walaupun lawan kami cukup berat,” bebernya.

Mantan pelatih Persib Bandung ini mengatakan kendala timnya yang urung merengkuh poin pada laga away adalah persoalan pada mental.

“Kendalanya mental bertanding. Tim kami punya kemampuan, tapi ketika harus bertanding di kandang lawan itu yang terjadi,” jelasnya.