Home Blog Page 6333

Djarot Tinjau Perbatasan Sumut di Langkat

Cagbusu H Djarot Saiful Hidayat menyapa warga saat berkunjung ke Langkat Taniabg-Halaban, Senin (21/5).
Cagubsu H Djarot Saiful Hidayat menyapa warga saat berkunjung ke Langkat Taniabg-Halaban, Senin (21/5).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO -Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) H Djarot Saiful Hidayat berkunjung ke Langkat Tamiang-Halaban, Senin (21/5). Dalam kunjungannya ke daerah perbatasan Kabupaten Langkat dengan Kabupaten Aceh Tamiang Provinsi NAD, Cagubsu nomor urut dua itu menyempatkan diri berbincang dengan warga setempat.

Kehadiran Djarot sebagai calon gubernur nomor urut 2 itu untuk menyapa warga Sumatera Utara di wilayah perbatasan dengan Aceh sekaligus melihat progress pembangunan rel kereta api (KA) Medan-Banda Aceh yang berlokasi di Langkat.

“Kita datang untuk menyapa warga sekaligus melihat progres pembangunan rel kereta api,” ujar H Djarot Saiful Hidayat usai menunaikan salat Azhar di Masjid Al-Qadri, Langkat Tamiang-Halaban, perbatasan Kabupaten Langkat, Sumut dengan Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi NAD.

Djarot mengungkapkan, pembangunan rel kereta api Medan-Aceh antara lain untuk mengatasi kesenjangan antardua provinsi besar tersebut. Dengan adanya pembangunan rel kereta api Sumut ke Aceh, maka jalur transportasi darat semakin terintegrasi. Dengan begitu distribusi barang dan jasa dari Sumut dan sebaliknya akan lancar. Sehingga jalur ekonomi Sumut juga menjadi kuat.

Dengan begitu pula lanjut Djarot, Sumut akan memiliki bargaining position atau posisi tawar di antara provinsi-provinsi lainnya di sepanjang Sumatera. Ditambah lagi dengan jalur terintegarsi seperti KA, yang terhubung ke kabupaten/kota di Provinsi NAD. Maka provinsi ini akan menjadi wilayah perdagangan penting bagi provinsi tetangganya. “Sehingga Sumut menjadi kuat,” tandasnya.

Mengunjungi perbatasan, Djarot pun menyempatkan diri berbincang dengan sejumlah warga di perbatasan Langkat-Tamiang. Dirinya mengaku telah menginjakkan kaki di Bumi Muda Setia Tanah Rencong. “Ini saya sudah di Aceh, senang rasanya bisa berbincang dengan warga Sumut di daerah perbatasan,” sebutnya.

Bahkan sebelum beranjak, Djarot yang berpamitan dengan warga setempat juga menyampaikan keinginannya kembali lagi mengunjungi lokasi perbatasan Sumut. Satu di antaranya yakni, ingin datang dan makan di rumah makan tempatnya berkunjung. “Nanti kapan-kapan saya akan balik menyicipi masakan di RM Mbak Mala,” ucap Djarot sambil berlalu. (bal/azw)

Sabrina Singkirkan Arsyad dan Sarmadan

Hj Sabrina

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Presiden Joko Widodo diinformasikan telah menunjuk Hj Sabrina sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sumut (Sekdaprovsu) yang baru. Informasi diperoleh Sumut Pos di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (22/5), Sabrina ditunjuk sebagai Sekdaprovsu, menyisihkan dua nama pesaingnya yakni Arsyad Lubis dan Sarmadan Hasibuan.

“Kabar tersebut benar adanya. Tinggal tunggu keppresnya turun saja,” kata pejabat struktural Pemprovsu yang enggan namanya disebut, kemarin. Untuk detilnya, ia menyarankan agar bertanya ke Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Setdaprovsu, Kaiman Turnip. “Kepala BKD pasti tahu info itu. Coba tanya kepada beliau saja,” beber sumber.

Kaiman Turnip yang dikonfirmasi ihwal informasi ini mengaku belum berani dengan gamblang menjawab. Sebab dirinya belum menerima tembusan Keppres berkenaan nama Sekdaprovsu yang baru. “Biasanya tinggal ambil SK-nya aja. Tapi saya belum pegang SK-nya, jadi nggak berani katakan itu benar,” ujarnya singkat.

Namun ia tidak membantah rumor dimaksud. “Nanti saya katakan benar, kalian (wartawan) minta buktinya,” imbuhnya.

Sebelumnya Arsyad Lubis, Hj Sabrina dan Sarmadan Hasibuan bersaing ketat memperebutkan kursi Sekdaprovsu. Ketiganya meraih ranking tertinggi berdasarkan hasil Tim Pansel. Arsyad mendapat nilai total penilaian pansel dengan skor 92,94. Hj Sabrina 91,44, dan Sarmadan Hasibuan skor 86,35. Ketiga nama tersebut sudah disampaikan Gubernur Sumut Erry Nuradi kepada Tim Penilai Akhir (TPA), yang dikomandoi Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Sebelumnya Gubsu Erry Nuradi mengatakan, progres seleksi lelang jabatan terbuka Sekdaprovsu sudah di tangan presiden dan tinggal menunggu keputusan orang nomor satu di republik ini. “Kita tunggu ya keppresnya,” katanya.

Sihar Perkenalkan Tiga Kartu Sumut Hebat

Calon Wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus melakukan blusukan dan menjelaskan program pasangan Djoss ke warga dan pedagang di Pasar Tanjung Pura, Langkat, Selasa (22/5).
Calon Wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus melakukan blusukan dan menjelaskan program pasangan Djoss ke warga dan pedagang di Pasar Tanjung Pura, Langkat, Selasa (22/5).

SUMUTPOS.CO – Saat melakukan blusukan di pasar tradisional, Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus memperkenalkan tiga kartu unggulan yang akan di keluarkan apabila terpilih nanti.

Tiga kartu tersebut yakni kartu Sumut Pintar, Kartu Sumut Sehat dan Kartu Sumut Sejahtera. Kartu tersebut merupakan kartu yang akan akan di luncurkan pasangan Djarot dan Sihar Sitorus (Djoss) apabila terpilih nanti jadi Gubernur Sumut.

Sihar mengatakan, kartu Sumut Pintar adalah kartu untuk mendukung program pendidikan anak. Pengembangan sumber daya manusia agar lebih baik lagi. Sehingga tidak akan ada alasan seorang anak putus sekolah. “Termasuk untuk perguruan tinggi, jika memenuhi kriteria maka akan kita berikan beasiswa,” jelasnya.

Sementara kartu Sumut Sehat merupakan program jaminan kesehatan warga Sumut. Karena itu, jika ada yang sakit maka dapat langsung berobat. Karena kita butuh kesehatan masyarakat yang baik dan bukan sekadar janji. Sementara untuk masyarakat yang kurang mampu akan kita berikan kartu Sumut Sejahtera.

“Tiga kartu ini memang program kita seperti yang kita janjikan sejak awal. Karena itu warga memiliki alasan untuk memenangkan Djoss. Karena kita datang untuk membangun Sumut,” kata Sihar. 

Ijeck Ikhlas Meski Waktu Bersama Keluarga Tersita

Cawagubsu Musa Rajekshah berswafoto saat bersilaturahim dengan ibu-ibu pengajian, belum lama ini.
Cawagubsu Musa Rajekshah berswafoto saat bersilaturahim dengan ibu-ibu pengajian, belum lama ini.

SUMUTPOS.CO – Sesuai ajaran Islam, silaturahim antarsesama memang tak boleh terputus. Bahkan di saat Bulan Suci Ramadan, silaturahim harus semakin dipererat. Salah satu ajaran Islam inilah yang terus diamalkan Calon Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah.

Hingga Ramadan keenam, Musa Rajekshah justru semakin dekat menyapa masyarakat. Ia kerap menyempatkan diri untuk menghadiri undangan dari masyarakat pada bulan puasa ini. Bahkan, pria yang populer disapa Ijeck ini, dengan kelapangan hati dan waktu, rela berbuka puasa dan sahur bersama masyarakat ketimbang dengan keluarga.

Memang, saat menjalani masa kampanye sebagai calon Gubernur Sumut selama empat bulan ini, Ijeck lebih dominan menghabiskan waktu di luar rumah. Maka tidak heran ketika Bulan Suci Ramadan datang, dirinya tetap memanfaatkan waktu mengunjungi masyarakat di berbagai daerah.

Seperti pada Senin (21/5) kemarin, Ijeck ikut berbuka puasa bersama Komunitas Ibu Arisan Kota Medan, Alumni SMA Bhayangkari dan SMA Khalsa, Pengurus dan Anak Panti Asuhan Ade Irma Suryani Nasution, di Jalan Teuku Cik Ditiro Medan. Pada pagi harinya, Ijeck juga menyempatkan hadir bersilaturahim bersama jamaah tabligh akbar di Marelan, Medan.

Tak hanya hadir saat buka puasa bersama dan tabligh akbar saja, suami Sri Ayu ini juga bersilaturahmi dengan jamaah di Masjid Shilaturrahim, Jalan Garu III, Kecamatan Medan Amplas, Selasa (22/5). Di situ Ijeck bersama masyarakat melaksanakan Salat Subuh berjamaah.

Sebelumnya, ayah empat anak itu pun dengan langkah ringan menghadiri undangan konektor relawan Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun, di Posko Relawan Eramas Jalan Farel Pasaribu, Siantar, Minggu (20/5). Di samping buka puasa bersama, Ijeck turut menyerap berbagai aspirasi para konektor selama kontestasi Pilgub Sumut. Pada sore di hari yang sama, Ijeck dan rombongan bersilaturahmi dengan pengurus dan atlet Karate-Do Tako Pematangsiantar, Simalungun dan juga Sumut. Kunjungan itu mengingat Ijeck juga sebagai Ketua Umum Pengda Tako Sumut yang baru terpilih.

Menurut Ijeck pada setiap kesempatan bersilaturahmi, nangan karena pilkada masyarakat menjadi terpecah belah. Justru momen pilkada harus dijadikan sarana persatuan dan kesatuan antarumat beragama, sehingga suksesi pilkada melahirkan pemimpin amanah serta mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sumut.

“Sejak menjadi peserta pilkada, saya sudah memahami akan konsekuensi yang bakal dihadapi. Sudah pasti waktu saya bersama keluarga akan tersita. Kemudian aktivitas dan ruang gerak saya yang selama ini leluasa sebagai pengusaha, menjadi berkurang karena harus berkampanye. Tapi begitupun, niat baik dan tulus saya dan Pak Edy Rahmayadi membangun Sumut bermartabat tidak boleh berhenti. Untuk itu kami mengajak seluruh elemen masyarakat Sumut menjaga kondusivitas daerah kita sampai even pilkada serentak ini berakhir,” kata Ijeck. (prn)

 

1 Mitra Kukar v PSMS 0: Gagal di Injury Time

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS kembali gagal  memetik poin perdananya di laga away. Berlaga di markas Mitra Kukar, Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kutai Kertanegara, Selasa (22/5) malam, Ayam Kinantan nyaris memetik satu poin. Namun gol tunggal Mauricio Leal di masa injury time membuyarkannya.

Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk PSMS di kandang lawan. PSMS selalu menelan kekalahan dari empat laga away sebelumnya. Untuk itu Legimin Raharjo dkk cukup bekerja keras menghadapi Mitra Kukar yang juga jago kandang.

“Hari ini kami punya daya juang yang tinggi, tapi sayang kami gagal meraih poin pada laga ini. Sayang sekali,” kata Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman.

Menurut Djanur sejatinya PSMS punya beberapa peluang emas. “Ya kami punya beberapa peluang yang boleh dikatakan matang. Tapi lini depan kami belum maksimal. Itu kami akui sebagai problem  kami sehingga tidak bisa meraih poin,” bebernya.

Eks pelatih Persib mengatakan jalannya laga sejatinya sudah sesuai dengan rencana. Namun kebobolan di menit akhir membuyarkan hal itu. “Skenario kami cukup berjalan hari ini, dan kami bisa melakukan serangan balik yang cukup merepotkan mereka. Sesuai rencana,” katanya.

Laga berlangsung ketat sejak awal. PSMS yang tampil tanpa Dilshod Sharofetdinov dan Suhandi, menurunkan Alwi Slamet yang pertama kali tampil sebagai starter dan Sadney Urikhob dalam skema 4-3-3 yang dipertahankan Djadjang Nurdjaman dari laga sebelumnya. Sementara perubahan juga dilakukan Djanur di lini belakang dengan menempatkan Amarzukih sebagai full back kanan.

Pada laga itu Mitra Kukar mendominasi serangan. Namun, ketatnya pengawalan lini belakang PSMS Medan memaksa barisan penyerang tim Naga Mekes-julukan Mitra Kukar-harus melesakkan shooting dari luar kotak penalti.

KPK Geber 70 Saksi dalam Tiga Hari

Foto: Parlindungan/Sumut Pos HT Milwan Saat Tiba di Gedung Kejatisu.
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
HT Milwan Saat Tiba di Gedung Kejatisu.

SUMUTPOS.CO – Kasus suap mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho terhadap anggota DPRD Sumut tahun 2009-2014 lalu, terus bergulir. Setelah sejumlah pimpinan DPRD Sumut dijebloskan KPK ke penjara, 38 anggota DPRD Sumut saat ini ketar-ketir dengan status sebagai tersangka. Kemarin, KPK kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap 70 saksi dalam kasus dimaksud. Pemeriksaan ke-70 saksi akan digeber dalam tiga hari.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi atas 38 tersangka kasus suap mantan Gubsu, Gatot, Selasa (22/5). Berbeda dari sejumlah pemeriksaan sebelumnya yang dilakukan di Mako Brimob Polda Sumut di Jalan KH Wahid Hasyim, Medan Baru, kali ini pemeriksaan dilakukan di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution, Medan Johor, Medan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, kepada wartawan mengatakan pemeriksaan dilakukan di aula lantai 3 kantor Kejatisu. “Hari ini kita kedatangan tamu dari penyidik KPK. Mereka meminjam ruangan pemeriksaan saksi-saksi. Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan saksi untuk 38 tersangka yang ditetapkan KPK. Pemeriksaan dimulai pukul 09.00 WIB,” ujarnya.

Dari surat KPK yang diterima kejatisu, pemeriksaan akan berlangsung selama 3 hari, dimulai Selasa (22/5) hingga Kamis (24/5). “Selama 3 hari, pemeriksaan saksi direncanakan sebanyak 70 orang, baik dari sipil maupun mantan anggota DPRD Sumut (yang menjadi tersangka, Red),” katanya.

Tujuh Penambang Diamankan dari Tambang Emas Ilegal

Foto: Masrizal/Sumut Pos Jajaran Polres Nagan Raya, Aceh, menyita dua unit alat berat di lokasi tambang emas ilegal, di kawasan Butong, Selasa (22/5) sore.
Foto: Masrizal/Sumut Pos
Jajaran Polres Nagan Raya, Aceh, menyita dua unit alat berat di lokasi tambang emas ilegal, di kawasan Butong, Selasa (22/5) sore.

ACEH, SUMUTPOS.CO – Jajaran Polres Nagan Raya, Aceh, menyita dua unit alat berat di lokasi tambang emas ilegal, di kawasan Butong, kabupaten setempat, Selasa (22/5) sore. Selain mengamankan alat berat, petugas juga mengamankan tujuh orang pekerja dan sejumlah alat penambang emas lainnya dari lokasi tersebut.

Alat berat yang disita petugas berupa dua dua Beko yang diduga digunakan untuk melakukan penambangan emas secara ilegal di Krueng Isep, Kecamatan Beutong, Nagan Raya. Selain beko, juga terlihat diamankan satu unit asbuk dan satu unit mesin penyedot air.

Kapolres Nagan Raya AKBP Giyarto, SH SIK melalui Kasat Reskrim AKP Boby Putra Rahmadhan Sebayang SH, di sela-sela operasi penertiban mengatakan alat berat tersebut diamankan karena diduga melakukan penambangan secara ilegal.

“Selain beko kami juga mengamankan tujuh pelaku penambangan emas ilegal di lokasi,” ungkap Kasat Reskrim.

Saat ini, kata Kasat, alat berat tersebut diamankan di Mapolres Nagan Raya untuk pengembangan lebih lanjut.

“Tujuh pelaku dan barang bukti diamankan di  Mapolres. Belum ada tersangka mereka masih kita mintai keterangan,” pungkas Kasat Reskrim. (zal)

Ini 7 Data dan Fakta Jelang Laga Mitra Kukar Vs PSMS

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Para pemain PSMS saat selebrasi gol ke gawang Barito. PSMS yakin bisa curi poin di Bantul.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Para pemain PSMS saat selebrasi gol ke gawang Barito-Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan mengusung target mengubur rekor buruk laga tandang di Liga 1 2018, saat menjajal Mitra Kukar, di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Selasa (22/5) malam ini.

Ini adalah laga kesepuluh kedua tim, dimana partai away kelima bagi PSMS. Dimana, empat laga sebelumnya harus diakhiri dengan hampa tanpa satu poin pun. Untuk itulah, Pelatih PSMS, Djajang Nurjaman ingin mengubah catatan buruk timnya di Tenggarong kali ini.

Sejatinya, PSMS dan Mitra Kukar memiliki predikat yang sama, yaitu jago kandang. PSMS sudah menjalani lima home dengan empat kali menang dan sekali kalah (lawan Bhayangkara), sementara Mitra Kukar telah melakoni empat kandang, tiga menang dan sekali kalah (lawan Borneo FC).

 

Berikut Tujuh Data dan Fakta Kedua Tim;

  1. Saat ini, PSMS berada di peringkat 11 klasemen sementara dengan 12 poin dan Mitra Kukar di posisi 14 dengan 10 poin.
  2. PSMS dan Mitra Kukar bersama PSIS dan Arema adalah kontestan Liga 1 yang sudah mengalami lima kali kekalahan hingga pekan kesembilan.
  3. Lini belakang PSMS terburuk kedua dengan kemasukan 17 gol atau lebih baik dari PS Tira dengan kecolongan 18 gol. Sedangkan, Mitra Kukar dengan 14 gol.
  4. Striker asing PSMS, Wilfried Yessoh baru mengemas satu gol, sementara penyerang Mitra Kukar Fernando Rodgrigues Ortega menjadi top skor sementara Liga 1 dengan 9 gol
  5. Dua pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada ISL musim 2011/2012. Dimana Mitra Kukar sukses mengalahkan PSMS di kandang dengan skor 3-1, (7/7/2011). Dan, bermain imbang 1-1 saat bermain di Stadion Teladan, (4/1/2011)
  6. PSMS tampil tanpa tiga pilarnya, Dilshod Sharofetdinov, Suhandi yang cedera juga Firza Andika yang dipanggil TC Timnas. Mitra Kukar juga kehilangan Danny Guthrie yang terkena akumulasi kartu kuning.
  7. Ada eks Mitra Kukar di tubuh PSMS, yaitu Reinaldo Lobo. Dan, ada eks PSMS di Mitra Kukar, Wiganda Pradika. Juga ada pesepakbola Sumut yang memperkuat lini belakang Naga Mekes, yaitu Dedi Gusmawan. (nin)

Gagal Bela Belgia, Nainggolan Pensiun

Radja Nainggolan menjadi suntikan tenaga baru buat AS Roma kela menjamu Barcelona di leg kedua perempat final Liga Champions dini hari nanti.
Radja Nainggolan menjadi suntikan tenaga baru buat AS Roma kela menjamu Barcelona di leg kedua perempat final Liga Champions dini hari nanti.

LONDON, SUMUTPOS.CO – Radja Nainggolan memutuskan pensiun dari tim nasional setelah tidak masuk skuat Belgia pada Piala Dunia 2018.

Pelatih Belgia Roberto Martinez ternyata lebih senang memanggil pemain di luar Liga Eropa daripada menggunakan tenaga penggawa AS Roma itu.

Mereka adalah Yannick Ferreira-Carrasco yang bermain untuk Dalian Yifang di Liga Tiongkok, Axel Witsel (Tianjin Quanjian, Tiongkok), dan Laurent Ciman (Los Angeles FC, Amerika Serikat).

“Sangat disesali karier internasional saya sudah mencapai akhir. Saya selalu berusaha melakukan segalanya saat mewakili negara. Menjadi diri sendiri dan tidak menghiraukan apa pun. Sejak saat ini, saya hanya akan menjadi suporter nomor satu,” tulis Nainggolan di akun Instagram resminya.

Di sisi lain, Martinez mengaku mengedepankan aspek taktik ketika tidak memanggil Nainggolan.

“Radja adalah pemain top. Saya tak merasa Radja tipe pemain yang terbiasa dengan peran kecil. Alasan tak memasukkan nama Radja murni karena taktik,” dalih Martinez. (ira/jpc/jpnn)

Wanita Mongol Itu Kembali Nongol

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

Najib Razak sudah tidak berkuasa lagi. Tapi Amina tetap tidak bisa pulang. Sudah mati di jurang. Bala juga tidak bisa pulang. Keburu meninggal karena serangan jantung.

Raja Petra mungkin bisa pulang. Dari persembunyiaannya di Manchester, Inggris. Kopral Polisi Sirul Azhar mungkin ingin pulang. Dari pelariannya di Australia.

Abdul Razak mungkin ingin pergi. Begitu juga Kol Pol Buyong. Dan istrinya, Letkol Pol Norhayati Hassan.

Tinggal tidak tahu entah apa yang diinginkan Najib Razak dan isterinya, Rosmah Mansor.

Itulah nama-nama yang terkait dengan matinya wanita muda asal Mongolia. Di hutan. Di jurang. Dekat dam. Di bukit dekat Syah Alam, Malaysia.

Pembunuhan ini sebenarnya sempurna. Wanita itu ditembak dua kali. Lalu dibawa dengan mobil ke gunung. Dilempar ke jurang. Diledakkan dengan bom C-4. Tidak ada yang menemukan. Tidak ada yang mengenali.

Kenalkan: wanita itu bernama sulit dieja dengan lidah Indonesia. Shaariibuugiin Attantuyaa. Tapi ada jalan keluar. Punya nama panggilan Amina.

Saat terbunuh umurnya 30 tahun. Cantik, tinggi, grapyak, mudah bergaul, berkulit bersih, modis, cerdas dan bisa lima bahasa: Monggolia, Russia, Mandarin, Inggris dan Prancis.

Pekerjaannya tidak jelas. Tapi orang Malaysia mengenalnya sebagai penerjemah.

Pergaulannya luas. Berkelana ke banyak negara. Menyertai tokoh-tokoh terkemuka.

Amina sebenarnya sudah punya anak dua. Ditinggal di orang tuanya. Waktu kecil Amina tinggal di Russia. Sekolah di sana. Umur 12 tahun pulang ke Mongolia.

Shaariibuugiin Attantuyaa dan Najib Razak.

Enam tahun kemudian kawin dengan pemain musik. Umur 18 tahun punya anak. Lalu cerai. Amina lantas ke Prancis. Sekolah mode. Dan kawin lagi. Punya anak lagi. Cerai lagi.

Tahun 2005 saat Malaysia mau membeli tiga kapal selam dari Prancis ada Amina. Yang ditugaskan untuk negosiasi waktu itu: Abdul Razak. Ketua lembaga kajian kementerian pertahanan.

Di Hongkonglah Abdul Razak bertemu Amina. Yang memperkenalkannya bukan sembarang orang: Najib Razak. Bosnya sendiri. Saat itu Najib menjabat menteri pertahanan. Amina dibawa ke Prancis. Abdul Razak kecantol. Atau mencantolkan diri.