Home Blog Page 6347

MUI: Balimau Tidak Wajib

Warga di Sumatera Barat ramai mengunjungi tempat pemandian umum untuk melaksanakan tradisi Balimau.
Warga di Sumatera Barat ramai mengunjungi tempat pemandian umum untuk melaksanakan tradisi Balimau.

SUMBAR, SUMUTPOS.CO – Sebagian warga Sumatera Barat (Sumbar) memiliki tradisi menjelang menunaikan ibadah puasa. Namanya Balimau alias mandi bersama-sama. Bahkan kalangan muda-mudi tak afdol rasanya puasa tanpa prosesi Balimau.

Dulu, Balimau hanya digelar bersama keluarga besar dengan cara mandi di tepi sungai. Biasanya mandi menggunakan air dicampur jeruk nipis dan dilaksanakan sore hari atau selepas salat ashar.

“Mandi biasa saja. Niatnya membersihkan diri untuk berpuasa esok harinya,” kata Anwar Malin Sati, 56, tetua kampung di Nagari (Desa) Salayo, Kabupaten Solok, Sumbar, Rabu (16/5).

Tapi lama kelamaan, Balimau menjadi lebih fulgar. Prosesinya tak lagi dilakukan bersama keluarga. Bahkan, banyak muda-mudi yang menggelar Balimau jauh dari lokasi rumahnya. Yakni dengan pergi ke sebuah pemandian umum. Seperti di Danau Singkarak, mata air dan sebagainya.

Hal itu yang sering kali diributkan masyarakat dan ditentang para ulama. “Dulu, Balimau digelar di pemandian dekat rumah. Bersama anak, istri dan keluarga dekat. Tapi kini, Balimau justru dilakukan dengan cara hura-hura seperti bertamasya,” bebernya.

Bahkan, kebiasaan Balimau justru dilakukan dengan menggelar pesta organ tunggal dan sebagainya. Merembetnya tradisi Balimau menjadi ajang hura-hura di kalangan generasi muda, berulang kali diingatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar. Apalagi esensi Balimau dikaitkan dengan Ramadan.

Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar mengatakan, ulama tidak melarang seseorang mandi. Namun jika dijadikan sebuah ritual yang harus dilakukan atau bahkan memandang puasanya akan afdol, Ramadan akan lebih baik dengan balimau. Itu harus diluruskan.

“Tidak ada petunjuk syariat Islam tentang mandi Balimau sebelum masuk Ramadan. Semua orang belajar fiqih. Apakah ada mandi sunah sebelum Ramadan? Tidak ada kan? Ini harus kami luruskan,” terang dosen usul fiqih itu.

Lantas, kebiasaan Balimau juga dikaitkan dengan tradisi turun-temurun. Dalam kajian Islam, analisis ketentuan syariat dalam ilmu usul mengkaji muara dari sebuah kegiatan. Apakah itu membawa kemaslahatan umat atau malah lebih kepada mudaratnya.

Sebagian besar ulama memandang bahwa Balimau memiliki lebih banyak mudarat ketimbang maslahatnya. Sebab dalam Balimau, baik di sungai atau di mana saja, laki-laki dan perempuan mencebur mandi ke tempat yang sama. Tidak jelas lagi batasan aurat, mana mahram, dan mana yang tidak.

“Apakah itu yang diridhoi Allah? Tidak kan? Balimau juga dijadikan ajang pacaran muda-mudi. Masa pergi Balimau ke Puncak Lawang. Mana ada air di sana. Jadi ini jelas membuka peluang kemaksiatan. Tapi masih dianggap hal biasa dan permisif saja,” beber lulusan Al-Azhar, Mesir itu.

Amat tidak baik jika menyambut Ramadan dilakukan dengan cara-cara yang dekat dengan kemaksiatan. “Makanya, MUI mengimbau untuk menghentikan kebiasaan itu. Sebab mudaratnya lebih besar ketimbang manfaatnya,” tegas Gus Rizal. (rcc/JPC/ram)

 

Deadpool 2 Banjir Pujian

SUMUTPOS.CO – Avengers: Infinity War masih menjajah bioskop. Namun, mulai Selasa (15/5) lalu, moviegoers Indonesia punya opsi tontonan baru, yakni Deadpool 2.

Film yang dibintangi Ryan Reynolds dan Josh Brolin tersebut, tayang 3 hari lebih cepat daripada di AS. Itu juga tak biasa, karena lazimnya film Hollywood premiere di Indonesia pada Rabu.

Menilik review awal dari pengamat dan kritikus yang menghadiri screening terbatas pekan lalu, Deadpool 2 cukup menjanjikan. Proyek besutan David Leitch itu bahkan dinilai lebih baik daripada film pertamanya yang tayang 2016 lalu.

“Jadi, aku suka Deadpool 2. Filmnya lebih ambisius dan hal itu tergambar jelas. Banyak humor, aksi, dan drama, dan semuanya tampil berimbang,” tulis Editor Screen Rant Molly Freeman.

Dalam cuitannya, ia juga menyatakan, duo tokoh baru Domino (Zazie Beetz) dan sang villain, Cable (Josh Brolin), tampil menonjol. “Aku suka mereka dan enggak sabar menunggu X-Force,” lanjut Freeman.

X-Force adalah kelompok mutan yang direkrut Deadpool buat melawan Cable.

Jurnalis Cinemablend Sean O’Connell, memberikan pendapat serupa. “Sekuel yang sempurna. Semua yang jadi favorit fans di film orisinalnya dibikin dobel. A killer ride!” paparnya.

Alex Abad-Santos dari Vox juga memberikan pujian absolut. “Deadpool 2 lebih bagus dari Avengers: Infinity War,” cuitnya.

Bukan cuma para kritikus yang suka dengan Deadpool 2. Rival Deadpool, Hugh Jackman alias Wolverine/Logan, juga (dengan setengah hati) memberikan pujian buat film tersebut. Dalam video yang diunggah di Instagram pada Jumat (11/5) lalu, Jackman terlihat berkeberatan memberikan pujian. “Aku bakal ngomong ini sekali saja, dan langsung menghapusnya: Deadpool 2 adalah karya seorang genius. Filmnya epik… Sial, aku enggak percaya bakal bilang begitu,” ucapnya jenaka.

Tentu saja, Reynolds tidak melewatkan kesempatan itu buat mengejek aktor asal Australia tersebut. “Internet itu abadi, Jackman!!!” balasnya.

Sutradara Leitch dan kreator komik Deadpool Robert Liefeld, pun menerima pujian Jackman dengan senang hati. “Wow! Terima kasih HJ!” tulis Leitch. (thr/ew/fam/c19/na/jpnn/saz)

Nikita: Cuma Maut yang Pisahkan Kami

Mikita Mirzani dan Dipo Latief

SUMUTPOS.CO – Artis sensasional Nikita Mirzani, mengaku sudah mengetahui siapa perempuan yang ingin memisahkannya dengan sang suami, Dipo Latief.

Seolah menantang si perempuan, Nikita menegaskan, kiriman magis tersebut tidak akan berhasil. “Eh kamu perempuan tua, mau pakai dukun sehebat apapun, tidak akan bisa pisahkan kami. Yang bisa memisahkan kami hanya Tuhan,” tutur Nikita dengan nada marah, Rabu (16/5).

Nikita merasa kesal, karena selama ini tidak pernah mengusik urusan orang lain. Kedekatannya dengan Dipo juga bukan atas dasar materi. “Mas Dipo kan jauh lebih tua dari aku. Kalau kaya memang iya, tapi kan banyak juga pengusaha kaya yang muda dan ganteng, tapi Niki (sapaan akrabnya) enggak tertarik. Niki hanya suka Mas Dipo,” tuturnya.

Nikita menambahkan, akan berusaha memertahankan keutuhan rumahtangganya. Walaupun ada orang-orang tertentu yang menginginkan Dipo meninggalkan Nikita. “Ingat ya, Niki bukan cewek matre. Biar punya suami kaya, Niki tetap kerja kok, dan bukan cuma gerogoti uang suami,” katanya.

Sebelumnya, Nikita mengalami peristiwa magis. Menurutnya, ia menemukan garam ditaburkan di depan rumahnya, beberapa waktu lalu. Mirisnya, hal itu ditemukan saat Nikita tengah dirawat di rumah sakit, karena tipus.

Padahal, pemain film Comic 8 itu, tidak pernah meminta asisten rumah tangganya untuk menebarkan garam di depan rumah. “Jadi ceritanya aku kan sempat dirawat di rumah sakit. Pulang ke rumah, asisten cerita kalau di depan pintu rumah ada garam,” ungkap Nikita.

“Aku jadi kepikiran, apa ini ada pihak-pihak yang ingin ganggu ketenangan kami,” sambungnya.

Pengakuan Nikita direspon langsung paranormal Mbah Mijan. Dari penerawangannya, ada perempuan yang ingin memisahkan Nikita dengan Dipo. “Perempuan ini tidak suka bila Niki bersama Dipo. Ia berusaha keras membuat hubungan kalian berakhir,” jelasnya kepada Niki. (esy/jpnn)

Tessa Kaunang-Sandy Tumiwa Akhirnya Berdamai

SUMUTPOS.CO – Pertikaian Tessa Kaunang dan Sandy Tumiwa berakhir damai. Hal ini disampaikan keduanya, usai sidang mediasi di PN Jakarta Selatan, Selasa (15/5) lalu.

Lantas, bagaimana dengan harta gana-gini dan hak asuh anak? Sandy mengatakan, ia tidak lagi mempermasalahkannya. “Kami semua sama-sama sadar, saya bukan orang sempurna. Saya juga yakin Tessa bukan orang sempurna ya, kami sama-sama belajar dari pengalaman dan masalah kami. Jadi kami bisa belajar lagi untuk ke depan,” ungkapnya.

“Ya, memang dari awal kan saya sudah berikan pada anak-anak (harta gana-gini berupa rumah). Secara aplikasinya, saya memang tidak tinggal di rumah itu. Hanya ada orang-orang yang punya kepentingan pribadi yang ingin mencoba untuk merusak hal ini kemarin-kemarin,” bebernya.

Begitupun, hak asuh yang diputus jatuh ke tangan Tessa. Pria yang pernah mendekam di penjara karena kasus penipuan ini, mempercayakan sepenuhnya kepada mantan istrinya itu.

Sementara, meski hak asuh jatuh ke tangannya, Tessa mengaku tidak akan menghalangi Sandy bertemu kedua anaknya. “Saya akan memberikan kebebasan kepada Sandy untuk bertemu dengan anak, kecuali Minggu, asal ada komunikasi. Semuanya juga sampai detik ini sih berjalan seperti itu,” pungkasnya. (yln/jpc/jpnn/saz)

Syahrini Wajib Sediakan Kolak Pisang

SUMUTPOS.CO – Artis sensasional Syahrini, tidak sabar lagi menantikan Bulan Suci Ramadan. Ia berniat puasa dan Salat Tarawihnya tidak bolong.

“Mudah-mudahan puasa dan Tarawih tahun ini tidak bolong. Kecuali kalau lagi haid,” ujar Incess, sapaan akrabnya.

Ada kebiasaan di Ramadan yang sangat dinantikan Incess, yakni menunggu saat berbuka puasa. Rupanya, perut Syahrini termasuk rewel, alias tidak bisa sembarangan mengonsumsi makanan. “Aku itu enggak bisa makan makanan sembarangan kalau pas berbuka puasa. Kalau ngeyel, pasti besoknya enggak bisa puasa lagi,” tuturnya.

Hanya satu menu wajib yang harus dikonsumsi Syahrini saat berbuka, kolak pisang. Itupun harus buatan ibunya. “Pokoknya kalau buka puasa itu harus makan yang pertama kolak pisang buatan mama. Makanya kalau ada kegiatan di luar saat puasa, aku pasti bawa bekal kolak pisang di rantang,” bebernya.

Bagi Syahrini, kolak pisang buatan ibunya sangat berbeda dengan yang lain. Selain bersih dan higienis, kolak pisangnya legit, karena bahannya berkualitas baik. (esy/jpnn/saz)

Inul Bakal Bagi-bagi THR

SUMUTPOS.CO – Inul Daratista sudah ditagih untuk bagi-bagi THR, meski baru akan memasuki Ramadan.

Menanggapi permintaan ini, Inul merespon keinginan netizen lewat akun Instagram miliknya.

Pemilik goyang ngebor ini, mengumumkan, akan bagi-bagi THR 2 pekan sebelum Lebaran. “Aku akan bagi 2 minggu sebelum Lebaran ya, ditunggu, hehehe. Lumayan buat sangu Lebaran beli kue,” tulis Inul dalam keterangan yang ia unggah.

Namun, untuk saat ini, ibu satu anak ini meminta netizen bersabar terlebih dulu. “Sik yo rek. Sabaaar, hehehe. Sekarang golek duit sik, mumpung ada rezeki lewat, tar aku bagi dgn kalian, wokkkeeeh?” katanya.

Tak ayal, pengumuman dari Inul ini disambut gembira oleh penggemar juga follower Instagramnya. (chi/jpnn/saz)

Bupati Pengatur Negara

Dahlan Iskan
Dahlan Iskan

SUMUTPOS.CO – Di tengah duka Surabaya, teman saya meninggal pula: Ki Dalang Enthus Susmono.

Agak telat saya tahu. Dari kiriman video teman dari Indonesia. Yang menyebutkan itulah moment saat-saat terakhir sebelum Enthus meninggal.

Begitu tersengal-sengal. Terbata-bata. Memesankan kerukunan. Lalu terkulai.

Dalam Islam momen itu disebut nazak. Saya balas. Dengan nada membela Enthus: Kok tidak ada yang berinisiatif membawa ke dokter ya? Kok hanya dirangkul? Kok hanya didengarkan? Hanya diamini ya? Bahkan divideo? Seperti dibiarkan menuju ajal?

Sikap seperti itu biasanya hanya terjadi kalau yang nazak adalah orang yang sudah sangat tua. Sudah lama sakit-sakitan. Sudah tidak ada harapan. Sudah ada kesimpulan bahwa meninggal akan lebih baik. Biar saja meninggal dengan tenang.

Tapi Enthus kan baru 51 tahun. Masih segar. Bahkan menjabat bupati Tegal. Kok dibiarkan begitu? Ternyata yang di video itu bukan Enthus.

Alhamdulillah. Saya dapat kepastian dari teman saya di Radar Tegal.

Katanya: yang di video itu pejabat sementara bupati Tegal: Sinoeng Rahmadi. Yang lagi kesurupan. Setelah nyadran menjelang bulan puasa. Di makam Ki Gede Sebayu. Pendiri Tegal. Kebetulan hari itu HUT Tegal.

Tapi Enthus memang juga meninggal. Hari itu. Siang itu Enthus ke satu madrasah di kecamatan Jatinegara. Perbatasan Tegal-Pemalang. Menghadiri acara penutupan masa sekolah tahun ini.

Dengan membawa beberapa wayang golek. Pentas kecil-kecilan: wayang santri.

Setelah makan siang Enthus jalan lagi. Akan menghadiri pengajian. Di tengah jalan Enthus merasa sulit nafas. Lalu dimampirkan ke Puskesmas Jatinegara. Diperiksa. Tekanan darahnya tinggi. Gula darahnya: 400.

Enthus koma. Dilarikan ke rumah sakit Tegal. Di tengah jalan meninggal dunia: Senin, pukul 7 malam.

Terlalu muda untuk meninggal. Terlalu banyak yang masih harus diperbuat. Baik di kesenian maupun di pemerintahan.

Enthus memang menjabat bupati Tegal. Dia harus cuti karena mencalonkan diri lagi. Untuk sementara diganti pejabat yang kesurupan itu.

Posisi pencalonannya sangat kuat. Berpasangan dengan wakilnya yang sekarang: Umi Azizah. Hampir pasti akan terpilih lagi.

Enthus memang dekat dengan masyarakat. Kepopulerannya sebagai dalang terkemuka sangat membantunya terpilih. Tapi juga ada unsur nasib baiknya: pesaingnya, bupati yang lama yang juga mencalonkan diri, tiba-tiba meninggal dunia. Persis seperti Enthus sekarang.

Selama masa kampanye ini Enthus seperti kipas angin: muter terus. Pagi, siang, sore, malam.

Tengah malam pun masih menerima tamu. Ia baru tidur menjelang subuh.

Indra Panggil 28 Nama

Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri (kiri) memberi instruksi saat memimpin latihan di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (16/5). Tim Nasional U-19 melakukan pemusatan latihan dan menggelar pertandingan uji coba di Bali hingga 20 Mei jelang mengikuti Turnamen Toulon di Perancis. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc/17.
Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri (kiri) memberi instruksi saat memimpin latihan di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (16/5). Tim Nasional U-19 melakukan pemusatan latihan dan menggelar pertandingan uji coba di Bali hingga 20 Mei jelang mengikuti Turnamen Toulon di Perancis. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc/17.

SUMUTPOS.CO – Pelatih Tim Nasional U-19 Indonesia Indra Sjafri melalui PSSI telah mengumumkan 28 nama pemain yang dipanggil untuk menjalani pemusatan latihan (TC) pada 19 – 27 Mei mendatang.

Seperti biasanya Indra, TC kali ini dilaksanakan di Hotel dan Lapangan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Tempat itu adalah lokasi favorit Indra selama menangani skuat Garuda Nusantara.

“Kali ini kami tidak melakoni program pemusatan latihan jangka panjang karena sebagian besar pemain sudah memiliki klub yang sedang berkompetisi,”kata Indra Sajfri dalam situs resmi PSSI, Rabu (16/5) sore.

Selain pemain yang pernah dia panggil, nantinya menurut pelatih berkumis itu akan ada beberapa nama baru
“Kami ingin mengumpulkan dulu pemain. Ada beberapa nama baru memang, mereka ini ada juga yang berasal dari Papua, dua orang,” katanya.

Dalam pemusatan latihan perdananya paska kembali ditunjuk menjadi pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra tak menjalankan program khusus.

Dia hanya ingin melihat kondisi dan perkembangan pemain setelah menjalani beberapa kompetisi, setelah dirinya tak lagi melatih.

Dengan demikian, pelatihan dibuat bertahap demi bertahap karena dia percaya, pemain akan terjaga kondisi dan sentuhan bolanya selama berada di klub.

Beberapa muka baru pada pemusatan latihan kali ini adalah M Iqbal B (Ragunan), Al Risqy Dwi (Bogor FC), dan M Firli (Bogor FC). (dkk/jpnn/don)

Pemain yang Dipanggil TC
Kiper
1. M Aqil Savik, Persib Bandung
2. Gianluca Pagliuca Rossy, Persija Jakarta
3. Rakasurya Handika, Bali United
4. M Riyandi, Barito Putera

Belakang
5. Nurhidayat, Bhayangkara FC
6. Julyano Pratama, Ragunan
7. Kadek Raditya, Persiba Balikpapan
8. Dedi Tri Maulana, Persis Solo
9. Firza Andika, PSMS Medan
10. Irsan Lestaluhu, Madura United
11. M Iqbal B, Ragunan
12. Al Risqy Dwi Pradana, Bogor FC
13. M Firli, Bogor FC

Tengah
14. M Luthfi Kamal, Mitra Kukar
15. Syahrian Abimanyu, Sriwijaya FC
16. Witan Sulaeman, Ragunan
17. Resky Fandi, Martapura FC
18. Muhammad Iqbal, Persika Karawang
19. Asnawi Mangkualam, PSM Makassar
20. Todd Rivaldo, Persipura Jayapura
21. M Rafi Syarahil, Barito Putera

Depan
22. Saddil Ramdani, Persela Lamongan
23. Feby Eka Putra, Bali United
24. Gunansar Mandowen, Persipura
25. Egy Maulana Vikri, Lechia Gdansk
26. Hanis Saghara, Bali United
27. Aji Kusuma, Persika Karawang
28. M Rafli Mursalim, Mitra Kukar

Wagubsu Rindu PSMS Seperti 30 Tahun Lalu

Wagubsu, Nurhazizah saat menjamu skuad PSMS.
Wagubsu, Nurhazizah saat menjamu skuad PSMS.

SUMUTPOS.CO – WAKIL Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH mengajak kepada para pemain PSMS untuk kembali bangkit seperti tiga puluh tahun yang lalu. Pada masa itu PSMS sangat disegani karena menjadi juara.

“Tahun 1979-1985 PSMS terkenal dimana-mana. Saya rindu itu kembali seperti lagu Anak Medan, Jadi Banteng di Perantauan,” ujar Wagubsu Nurhajizah Marpaung, pada acara Jamuan Makan Malam dengan Pengurus dan Pemain PSMS, di Rumah Makan Jimbaran Medan, Selasa malam (15/5).

Kepada para pengurus dan pelatih PSMS, serta juga pemerintah daerah, Nurhajizah berharap untuk terus mendukung seluruh pemain di PSMS. “Terus beri mereka semangat, karena kalau bukan kita, siapa lagi,” sebut Nurhajizah, yang didampingi Kadispora Provsu Baharuddin Siagian.

Disampaikannya, dari data yang didapat pada bulan Juli 2017, Provinsi Sumatera Utara berada pada peringkat kedua dalam hal pengedaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Anak-anak perempuan usia produktif umur 17-25 tahun ada di penjara. Jumlah tersebut akan terus bertambah jika mereka tidak memiliki kesibukan. Terutama untuk para generasi muda yang sangat rentan terjerumus ke lingkaran tersebut.

“Karena itu, olah raga salah satunya sebagai sarana untuk mengurangi anak-anak muda generasi penerus agar tidak terjerumus kepada narkoba,” katanya.

Selain itu, juga diperlukan kegiatan-kegiatan positif lainnya. Seperti yang telah dilakukan di penjara perempuan. Mengajak warga binaan memiliki beternak ikan lele. “Hasilnya minimal bisa untuk dimakan serta membuat kerajinan tangan dan kegiatan-kegiatan lainnya,” ujarnya.

Kepada para pemain PSMS, Nurhajizah berpesan agar terus bersemangat dan bisa kembali membawa kejayaan PSMS di belantika sepak bola nasional. “Selain untuk kesehatan, jadilah pemenang. Bawa kembali kejayaan PSMS,” katanya.

Pada kesempatan itu, Nurhajizah juga mengajak PSMS untuk datang ke Danau Toba. “Kapan mau ke Danau Toba, mobil, tempat dan makan akan saya sediakan,” sebutnya.

Sekretaris Umum PSMS Medan Julius Raja pada kesempatan itu mengapresiasi Wagubsu Nurhajizah Marpaung, karena perhatiannya terhadap PSMS. “Setahu kami, sesibuk apapun Ibu Wagubsu. Setiap ada pertandingan PSMS, selalu menyempatkan diri untuk hadir,” ujarnya.

Julius juga menyampaikan, jamuan makan malam seperti ini merupakan kerinduan bagi seluruh pemain PSMS, karena bisa melepas lelah dan bertatap muka dengan orang tua mereka (Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Utara). “Dan ini merupakan semangat bagi para pemain,” katanya. (prn/don)

Suhandi Diragukan

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Suhandi menjadi top skor tim PSMS dengan torehan empat gol.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Suhandi sedang cedera dan diragukan tampil hadapi Sriwijaya FC.

SUMUTPOS.CO – Persiapan PSMS menghadapi Sriwijaya FC memasuki persiapan akhir. Hanya saja PSMS terancam tak diperkuat Suhandi karena kondisinya belum 100 persen.

“Kami persiapan terakhir, Suha belum jelas apakah bisa main atau tidak. Jadi saya mungkin bakal buat perubahan,” kata Djanur.

Suhandi memang terlihat berlatih kemarin. Namun tidak dalam kondisi fit. Sebelumnya Suhandi mengalami masalah di ototnya. Jika benar tanpa Suha tentu akan sangat merugikan PSMS. Pasalnya Suhandi merupakan top skor sementara PSMS.

“Saya hafal betul materi mereka. 11 pemain perlu diwaspadai. Ada Adam Alis, Zulfiandi, Makan Konate. Walaupun mereka di atas rata-rata kami harus bermain bermain menyerang,” tambahnya.

Ketidak hadiran bek Sriwijaya, Mahamadou Ndiaye karena akumulasi kartu juga menurut Djanur tak akan mereduksi kekuatan Sriwijaya. Menurutnya ada para pelapis yang siap untuk menggantikan perannya. “Tidak pengaruh buat mereka tanpa dia. Yang lain saya pikir gak kalah kualitas. Ada Bio Paulin,” tambahnya.

Rencananya PSMS akan melakukan uji coba lapangan di Stadion Teladan pada Kamis (17/5) malam. Sesuai jam kick off pada pukul 21.00 WIB.

Di kubu lawan, Sriwijaya sudah tiba di Medan, Rabu (16/5). Pelatih Rahmad Darmawan mewaspadai ledakan pasukan Djadjang Nurdjaman (Djanur) tersebut.

Pasalnya, di beberapa pertandingan terakhir, PSMS Medan, meski berada di peringkat 15 klasemen tetap merupakan tim besar yang punya kelebihan saat bermain di kandang.

Apalagi mereka punya motivasi untuk menaikkan peringkat di klasemen. “Striker mereka sudah mulai menunjukkan sentuhan yang baik. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, tentu harus kita antisipasi,” kata Rahmad.

Ada nama Wilfried Yessoh, Frets Butuan, dan terbaru Suhandi yang menunjukkan konsistensi permainan.

Kecepatan dan kekompakan dari para pemain inilah yang menjadi spirit PSMS Medan yang patut diwaspadai oleh Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC.

Apalagi, di laga nanti, lini belakang Laskar Wong Kito akan kehilangan Mahamadou Ndiaye. Sehingga praktis, Rahmad harus putar otak mencari pemain pengganti sebagai penambal serangan lawan. “Kami punya beberapa pemain yang menjadi pilihan. Tapi akan ditentukan nanti jelang laga,”ujarnya.

Pelatih yang akrab disapa RD itu cukup paham dengan karakter PSMS ketika bermain di kandang. Sadney Urikhob dan kolega dijuluki sebagai pembunuh tim besar (giant killer).

Salah satu korbannya adalah Persija Jakarta, bukan tak mungkin Sriwijaya FC juga akan mengalami hal serupa, jika hilang fokus. (bbs/don)