Nawal Lubis, istri Cagub Sumut nomor urut 1 Edy Rahmayadi, bersilaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Karo di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Rabu (16/5).
Nawal Lubis, istri Cagub Sumut nomor urut 1 Edy Rahmayadi, bersilaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Karo di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Rabu (16/5).
SUMUTPOS.CO – Nawal Lubis, istri Cagub Sumut nomor urut 1 Edy Rahmayadi, bersilaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Karo di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Rabu (16/5). Kehadiran Nawal Lubis bre Tarigan di Jambur Djamin Ginting itu pun disambut hangat masyarakat di sana.
Didampingi Ketua Gerindra Kabupaten Karo, Cory Sebayang dan pengurus partai pengusung dan pendukung Eramas, Nawal Lubis Br Tarigan beserta rombongan disambut tarian selamat datang yang dipersembahkan Karang Taruna Desa Suka.
Di dalam Jambur telah menyambut ratusan masyarakat yang antusias sambil meneriakan yel yel Eramas Satu, Sumut Bermartabat. Sebagai wujud penghormatan kepada masyarakat yang hadir sebelum duduk Nawal Lubis bre Tarigan pun membagikan daun sirih kepada masyarakat yang hadir.
“Saya senang sekali bisa kembali datang dan berjumpa dengan keluarga-keluarga kami di sini. Desa Suka ini kampung suami saya, karena beliau di beri marga Ginting Suka. Artinya di sini juga kampung saya,” ujar Nawal Lubis.
Nawal berharap, dukungan masyarakat untuk kemenangan Eramas pada Pilgubsu 27 Juni 2018. Dia pun banyak menyapa kaum perempuan di sana. Menurutnya, kaum perempuan mampu menjadi garda terdepan bagi perubahan ke arah lebih baik.
“Perubahan itu bergantung bagaimana peranan kita perempuan dalam politik. Politik itu sering dianggap tidak baik karena selama ini kaum perempuan terkesan acuh dan bahkan dikesampingkan. Jangan pernah menganggap politik itu tidak bisa kita tata. Mari kaum perempuan, kita tata kembali perubahan demi Sumut Bermartabat,” tegas Nawal Lubis disambut yel-yel dari kaum perempuan.
Menurutnya, kaum perempuan harus bekerjasama dan bersatu untuk menjamin agar suara perempuan didengar dan prespektif mereka dibeberkan di meja tempat pengambilan keputusan.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Maraknya aksi terorisme menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya. Sebab kali ini kelompok radikal bukan lagi identik dengan pria, namun mereka kini rela mengorbankan istri dan anaknya untuk menjalankan misinya.
Mantan Kepala Perakitan Bom Jamaah Islamiyah (JI) Jawa Timur, Ali Fauzi Manzi mengungkapkan, masyarakat akan sangat sulit mendeteksi keberadaan kelompok radikal di sekitar tempat tinggalnya. Ini karena menurutnya, mereka menerapkan ilmu kamuflase untuk membaur dengan masyarakat.
“Tentu ini (mendeteksi kelompok radikal di lingkungan sekitar) susah karena mereka juga punya ilmu kamuflase,” ungkap Ali di Gedung Widya Graha LIPI Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (17/5).
Sejumlah narapidana kasus terorisme saat menyerahkan diri di Mako Brimob, Depok, Jabar.
Mantan teroris Bom Bali 1 itu menuturkan bahwa anggota kelompok radikal ini akan berperan seperti masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Hal ini yang menjadi kesulitan membedakan mereka dengan orang biasa.
“Dia (teroris) akan menyerupai masyarakat yang ada di sekitar itu. Kalau masyarakat itu banyak pegawai dia akan jadi pegawai, kalau masyarakat di situ banyak berdagang dia juga berdagang,” imbuh Ali.
Dalam kata lain lanjut Ali, orang-orang radikal ini tidak segan menyamar sebagai figur yang mereka anggap kafir atau bertentangan dengan faham mereka. Hal itu dilakukan untuk menjaga jati dirinya tidak terbongkar.
“Iya begitu (menyamar jadi apa pun) karena juga untuk menutupi jati diri,” pungkas Ali. (ce1/sat/JPC)
Polda Riau diserang terduga teroris pagi ini, Rabu (16/5/2018). Mereka melukai polisi dengan samurai. Empat terduga teroris ditembak mati.
Polda Riau diserang terduga teroris, Rabu (16/5/2018) pagi. Mereka melukai polisi dengan samurai. Empat terduga teroris ditembak mati.
PEKANBARU, SUMUTPOS.CO – Empat terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau, Rabu (16/5) pagi kemarin, mampus dilumpuhkan petugas. Satu di antara mereka, disebut sebagai pimpinan penyerangan, sekaligus pemimpin suatu kelompok suatu jaringan radikal.
Pria yang dimaksud adalah Mur Salim alias Pak Ngah (48) warga Kota Dumai. Sementara tiga lainnya adalah Adi Sugiyanto (26) warga Jalan Raya Dumai Sei Pakning, Suwardi (29) warga Kelurahan Gaung, Sungai Sembilan; serta Pogang (45), warga Kelurahan Bukit Timah.
Namun saat ditanyakan Pak Ngah pimpinan dari kelompok mana, Narto masih enggan untuk mengungkapkannya secara pasti. “Pimpinan kelompok mana masih pendalaman anggota, tapi ini terdeteksi dari kelompok pemanah,” katanya.
Sementara itu, pascapenyerangan yang terjadi di Mapolda Riau, tim gabungan langsung melakukan penggeledahan di beberapa lokasi di Kota Dumai, yang diduga sebagai kediaman dari para terduga teroris yang tewas.
Dalam penggeledahan itu, personel dibagi dalam tiga tim. Tim pertama, melakukan penggeledahan di rumah Mur Salim atau Pak Ngah.
“Tim kedua melakukan penggeledahan di rumah Suwardi yang tewas kemarin dan tim ketiga melakukan penggalian di jaringan Mur Salim atau Pak Ngah,” bebernya.
Hasilnya, delapan orang pun diamankan. Di antaranya yakni Harmidi (HAR) yang merupakan kakak Suwardi dan ibunya Nilam (NI). Lalu, Aan Santoso (AS), Dede Supriadi (DS), Syafrizal alias Ijal (SY/IJ).
Kemudian Sri Wahyuni (SW) yang merupakan ibu dari Adi Sufyan dan dua adiknya, Hardiyanto (HD) serta Yuyut Eko Prasetyo (YEP).
“Delapan orang hasil pengembangan dari penyerangan di Mapolda Riau saat ini sedang dalam pendalaman di Polres Dumai,” kata mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) tersebut.
Delapan terduga teroris yang berhasil diamankan ini beberapa di antaranya diketahui memiliki hubungan darah dengan Suwardi dan Adi Sufyan, dua pelaku penyerangan di markas Kepolisian itu. “Perkumpulan yang mereka lakukan terbiasa dengan panah dan ada beberapa yang satu keluarga,” terangnya.
Dari hasil penggeledahan diamankan beberapa barang bukti. Diantaranya senapan angin, buku-buku tentang jihad, buku yang berbahasa Arab, busur dan anak panah dan sasaran target panah yang terbuat dari kayu. (ica/jpc)
ACEH, SUMUTPOS.CO – RE (19) warga Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, terpaksa harus mendekam di balik sel tahanan Polres Aceh Singkil. Ia ditangkap oleh petugas Sat Reskrim pada Rabu (16/5), sekira pukul 09.00 Wib, karena menyetubuhi korban sebut saja Bunga (14) yang tak lain adalah pacarnya sendiri.
Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil Iptu Agus Riwayanto Diputra mengatakan, penangkapan terhadap tersangka RE dilakukan berdasarkan laporan orang tua korban kepada Polisi.
Berdasarkan laporan, kata dia, tersangka RE melakukan perbuatan tak terpuji itu pada hari Rabu (16/5) sekira pukul 06.30 Wib di Kecamatan Simpang Kanan.
Kata kasat, perbuatan tersangka terungkap saat korban menceritakan perbuatan bejat RE kepada orang tuanya. “Kemudian orang tua korban melaporkannya ke Polisi,” kata Kasat, Kamis (17/5).
Hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka, sambung Kasat, RA mengakui perbuatannya.
Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor jenis Honda Vario yang digunakan tersangka dan sejumlah pakaian korban.
“Kita akan melakukan pemeriksaan lanjutan dan melakukan gelar perkara untuk melengkapi Mindik dan kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan. Tersangka dan barang bukti saat ini diamankan di Mapolres,” tukasnya. (zal)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Mantan Kepala Instruktur Perakitan Bom Jamaah Islamiyah (JI) Jawa Timur, Ali Fauzi Manzi mengungkap bahwa pelaku bom bunuh diri di Surabaya, Dita Oepriarto, masih punya hubungan darah dengan Sukastopo, pria yang masuk dalam jaringan teroris pelaku Bom Bali I (2002).
“Teroris bukan produk instan. Menciptakan orang seperti itu tidak bim salabim. Pelaku BBD (bom bunuh diri) Surabaya gen teroris,” ungkap Ali dalam diskusi bertema Memutus Mata Rantai Terorisme di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta Selatan, Kamis (17/5).
Dalam paparannya, Ali memperlihatkan tiga foto pria. Foto pertama merupakan Dita, di sampingnya pria hampir paruh baya bernama Sukastopo, dan terakhir pria muda Amin Abdillah.
Mantan anak buah gembong teroris Dr. Azahari itu mengungkap bahwa Dita merupakan keponakan Sukastopo yang ditangkap pada 2002 karena keterlibatan dalam aksi bom Bali 1. Fakta itu diketahuinya karena Ali juga turut terlibat dalam aksi brutal tersebut.
“Ini Dita Oepriarto, belum ada polisi pun yang tahu ini. Dita ini sesungguhnya keponakan dari Pak Sukastopo. Pak Sukastopo ini siapa? Dia ditangkap pada tahun 2002 akhir karena masuk jaringan bom Bali 1. Berarti teroris melahirkan teroris,” terangnya.
Sementara itu, Amin Abdillah yang fotonya dipampang paling kanan oleh Ali merupakan Anak dari Sukastopo. Sehingga dari ketiga orang ini memilih darah yang sama.
“Yang ujung ini siapa? Ini Amin Abdillah anak Pak Kastopo, juga ditangkap pada tahun 2002 karena terlibat dengan Bom Bali 1. Ini jaringan lama jaringan baru nyambung gennya, nyambung genetiknya,” tegas Ali.
Adik dari Amrozi dan Ali Imron itu menerangkan, gen keluarga dalam kelompok teroris sudah ada sejak lama. Termasuk yang terjadi kepada keluarganya. Hal semacam ini juga terjadi pada keluarga terpidana mati Bom Bali, Imam Samudra.
“Apa ada selain ini? Ada, anaknya Imam Samudra, sudah betul-betul dijaga, lepas ke sana meninggal di Syria,” pungkas Ali. (ce1/sat/jpc)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Allesandro Del Piero tiba di Kota Medan, Kamis (17/5). Pesepakbola asal Italia itu diundang ke Medan untuk memberikan coaching clinic kepada sejumlah talenta muda Sumatera Utara. Kedatangannya ke Medan atas undangan presiden klub Pro Duta FC, Sihar Sitorus.
Sayang, kehadirannya di Kota Medan diawali dengan kejadian tidak mengenakkan. Legenda sepak bola Italia itu dikabarkan sempat kesal. Penyebabnya, bagasi Del Piero ketinggalan di Singapura.
Pihak panitia mengatakan itu adalah kesalahan pihak maskapai. Namun demikian, masalah bagasi yang tertinggal ini membuat sejumlah acara menjadi molor. Awak media juga sempat menunggu konferensi pers yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB.
“Dia mendadak bete sejak pagi tadi karena bagasi dia tertinggal di Singapura. Jadi tadi mengurus itu dulu, dan itu yang membuat dia jadi jutek,” kata seorang panitia yang mendatangkan Del Piero di Medan kepada wartawan, Kamis (17/5).
Selain soal bagasi, ada hal lain yang juga membuat Del Piero kesal. Privasinya merasa terganggu. Saat makan siang Del Piero merasa terganggu oleh sejumlah fans yang mengarahkan kamera kepadanya.
“Dia juga sempat marah tadi karena lagi makan terganggu sama fans. Menurutnya ada, privasi yang harus dijaga. Jadi di sini nanti mohon kita tertib ya,” sebut panitia yang membuka sesi jumpa pers tersebut.
Del Piero hadir atas undangan Sihar Sitorus. Dia meminta Del Piero memantau bakat-bakat pesepak bola di Medan.
Nantinya para pesepak bola muda itu akan diboyong ke Belgia untuk mendapat pelatihan. Dengan latihan di luar negeri, Sihar berharap para pemain muda yang terpilih nanti bisa memajukan sepak bola di Indonesia.
“Saya sangat berkeinginan mengirimkan pemain-pemain potensial kita berlatih di Belgia. Kedatangan Alessandro menjadi salah satu bagian penting untuk memantau mereka,” sebut Sihar. (pra/JPC)
Benjamin Yeh, Regional Director ASUS South East Asia
ASUS Indonesia memperkenalkan tiga smartphone terbarunya yakni ZenFone 5, 5Z dan ZenFone Live, , dalam acara bertajuk #BackTo5 & #BackToLive yang diselenggarakan di Hotel Four Season, Gatot Subroto Jakarta.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Awal bulan suci Ramadan ini, Asus meluncurkan tiga produk barunya sekaligus. Dua di antaranya merupakan produk papan atas. Yakni, Asus Zenfone 5 dan Zenfone 5Z.
Selain Zenfone 5 dan Zenfone 5Z, Asus juga meluncurkan seri murah meriah, yakni Zenfone Live L1.
Regional Director Asus Asia Tenggara Benjamin Yeh mengatakan, Zenfone 5 merupakan seri Zenfone paling pintar yang pernah dirilis Asus, setelah keberhasilan peluncuran smartphone fenomenal ZenFone Max Pro M1, dalam acara bertajuk #BackTo5 & #BackToLive yang di Jakarta. Di duo Zenfone 5, Asus sudah membenamkan kecerdasan buatan.
“Kami percaya bahwa inovasi terbaik wajib kami hadirkan untuk semua segmen pengguna. Oleh karena itu, hari ini kami mengumumkan 3 pilihan smartphone terbaik untuk pengguna,” ucap Benjamin Yeh, Regional Director ASUS South East Asia. “Dengan hadirnya model terbaru, dan juga portofolio smartphone kami sebelumnya, pengguna bisa memilih yang paling sesuai kebutuhan mereka,” ucap Benyamin.
ZenFone 5 dan 5Z, Benjamin menambahkan, menawarkan pengalaman AI yang lebih konkrit dan kualitas kamera yang lebih baik. Sementara itu ZenFone Live L1 menawarkan berbagai fitur yang pengguna cintai. Layar besar, baterai tahan lama, dan sistem penguncian hands free di dalam sebuah smartphone yang ringkas.
ZenFone 5 dihadirkan untuk para lifestyle shutterbug yang gemar mengabadikan dan berbagi momen sehari-hari dalam foto-foto yang berkualitas. Ia juga cocok bagi para technology enthusiast yang selalu memperhatikan perkembangan teknologi terbaru. Ini membuat ZenFone 5 yang mengemas kumpulan teknologi paling mutakhir saat ini dipercaya akan menjadi teman setia bagi para pengguna.
Smartphone dual-kamera dengan layar 6.2 inci berkinerja tinggi ini merupakan model ZenFone pertama yang memanfaatkan kekuatan kecerdasan tiruan atau artifical inteligence (AI). Model ini menampilkan layar all-screen dengan rasio screen-to-body 90% dan ukuran yang sangat compact yang sebanding dengan smartphone berlayar standar 5,5 inci.
Sementara itu bagi para entertainment seeker yang gemar menikmati konten multimedia melalui smartphone berlayar full view dan juga ingin mendengarkan musik tanpa takut kehabisan baterai membuat ZenFone Live L1 menjadi teman yang dapat diandalkan untuk berbagai aktivitas tersebut.
ZenFone Live L1 yang memiliki julukan The Real FullView for Everyone menghadirkan desain fullview yang kekinian dengan harga yang terjangkau di kelasnya. Layarnya memiliki rasio aspek 18:9 yang memuat resolusi sebesar 1440×720 piksel atau resolusi HD+ serta rasio antara layar dan bodi (screen to body ratio) yang sangat luas, yakni mencapai 82 persen.
Regional Asus Asia Tenggara, Benjamin Yeh saat mengumumkan harga jajaran smartphone terbarunya di Jakarta, Kamis (17/5).
ZenFone 5: Kamera AI yang Berpikir untuk Anda
ASUS ZenFone 5 dibuat dengan sekumpulan inovasi tinggi dari para engineer yang bekerja tidak hanya dengan skill yang tinggi, tetapi juga dengan passion luar biasa. Sebuah mahakarya sudah sepatutnya dibuat dengan bentuk yang paling indah dan memukau. ASUS menyuguhkan hal itu dalam desain ZenFone 5, yang diciptakan dengan sangat elegan menggunakan material berbahan kaca yang spesial yang dibuat dengan nano molding technology (NMT), melapisi body berbahan allumunium alloy aeorspace grade di bawahnya.
Layar smartphone ini memiliki resolusi Full HD+ yakni 2.246 x 1.080 piksel. Secara keseluruhan luas penampang layarnya adalah 6,2 inci yang dikemas dalam tubuh 5,5 inci. Dibandingkan dengan smartphone full full lainya ZenFone 5 ZE620KL mempunya aspek rasio 19:9 dengan screen to body ratio 90 persen. Artinya smartphone ini hampir tidak memiliki bezel sama sekali dan terlihat sangat indah dengan notch di atasnya.
Di dalam desain yang memukau tersebut, ASUS menghadirkan teknologi Artificial Intelegent pada kamera ZenFone 5. Dalam pengertian yang lebih sederhana, teknologi AI Camera pada ZenFone 5 akan meningkatkan kualitas fotografi menjadi lebih baik lagi. AI akan memanfaatkan kemampuan hardware dan software yang ada untuk melakukan improvisasi yang lebih maksimal dalam aspek fotografi.
Kameranya juga memiliki teknologi AI lain seperti Photo Learning dan Real Time Beautification. Fitur yang pertama, AI Photo Learning, akan mempelajari karakteristik dan keunikan hasil fotografi yang Anda buat, untuk kemudian menyesuaikan tone warna foto sesuai dengan karakteristik Anda ke depannya.
“Kualitas hasil foto kamera ZenFone 5 juga kini diakui oleh DxOMark, lembaga pemeringkat kualitas kamera, lensa dan hasil foto terkemuka di dunia,” sebut Benjamin. “Untuk ZenFone 5, smartphone ini meraih angka 90 DxO Mark Mobile dan 93 DxO Mark Photo. Hasil ini sangat baik dibandingkan smartphone-smartphone yang beredar di pasaran pada umumnya,” sebutnya.
Selain pada kameranya, ZenFone 5 juga memiki AI pada perfomance yang dinamakan dengan AI Boost. Fitur tersebut berfungsi untuk mengoptimasi performa CPU menjadi lebih baik. Melalui sebuah test yang dilakukan secara internal, score benchmark Antutu ASUS ZenFone 5 tanpa menggunakan AI Boost adalah 126.813. Sementara ketika AI Boost dinyalakan performa meningkat drastis menjadi 142.945. Adapun perfoma untuk ZenFone 5Z merupakan yang tertinggi yakni mencapai 267.587 dalam kondisi standar dan mencapai 271.360 saat menggunakan AI Boost.
ASUS ZenFone 5 juga telah dilengkapi dengan dengan teknologi quick charge dan AI Charging untuk membuat masa pakai baterainya (lifespan) bertahan lebih panjang. Dengan baterai sebesar 3.300 mAh, perangkat ini telah di-support adapter 18W untuk memaksimalkan proses pengisian baterainya.
Adapun ZenFone 5Z merupakan smartphone dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 845 pertama di Indonesia. “Hadirnya prosesor flagship di ZenFone 5Z akan membuat pengguna bisa menikmati smartphone kelas tertinggi, dengan harga yang relatif terjangkau di kelasnya,” sebut Benjamin.
Di Indonesia, ZenFone 5 akan dipasarkan di harga Rp3,999 juta di masa flash sale di JD.ID dan Lazada pada tanggal 30 Mei dan 6 Juni 2018. Setelah itu ia akan tersedia di harga normal Rp4,299 juta. Adapun untuk ASUS ZenFone 5Z akan tersedia di kisaran Juli mendatang, di Rp6,499 juta (versi 6GB/128GB), dan Rp 7,499 (versi 8GB/256GB).
Benjamin Yeh saat mengumumkan harga jajaran smartphone terbarunya di Jakarta, Kamis (17/5)..
ZenFone Live: The Real FullView for Everyone
Dengan ZenFone Live L1, ASUS fokus pada pengguna generasi muda yang banyak melakukan aktivitas terkait hiburan multimedia. Dengan layar lebar, yakni dimensi 5,5 inci namun dalam body smartphone ukuran 5 inci, ia sudah menggunakan layar FullView 18:9 resolusi HD+ 1440×720 serta diperkuat baterai berkapasitas 3.000mAh. Baterai berkapasitas besar tersebut sanggup memasok daya untuk memutar hingga 9 film, browsing web hingga 18 jam, atau memutar musik hingga 4 hari non stop sebelum kehabisan energi.
Meskipun terjangkau, smartphone yang satu ini sudah menggunakan sistem operasi Android 8.0 Oreo yang dilengkapi dengan antarmuka ZenUI 5 terbaru. Dengan Full View display dan stamina yang cukup serta pengalaman menikmati film di layar yang terasa lebih luas dan warna lebih cerah, ZenFone Live L1 sangat cocok untuk pengguna generasi muda yang sangat dinamis.
Tak hanya kamera depan yang telah ditingkatkan. ASUS ZenFone Live juga punya kamera belakang 13MP dengan aperture f/2.0 serta five-prism lens. Agar dapat mengambil foto lebih tajam, ia mendukung fitur Phase Detection Auto Focus dengan kecepatan hanya 0,3 detik. Sama seperti jajaran smartphone ASUS ZenFone lainnya, ZenFone Live juga menggunakan teknologi low-light yang tersedia pada ASUS PixelMaster Camera. Teknologi low-light tersebut mampu meningkatkan sensitivitas cahaya, mereduksi noise dan meningkatkan kontras warna hingga 400 persen.
Di Indonesia, ZenFone Live L1 diresmikan pada 17 Mei dalam ajang #Backto5 #BacktoLive. Ia akan hadir secara pre-order di JD.ID pada 21 Mei dan flash sale setiap hari kamis, dimulai pada 31 Mei 2018 serta 7, 14, 21, 28 Juni pukul 11 siang. Untuk harganya, pengguna yang melakukan pre-order ataupun mengikuti flash sale, bisa mendapatkan ZenFone Live L1 di harga Rp1,299 juta (versi 2GB/16GB).
Setelah masa flash sale, ia akan tersedia secara ekslusif pula di JD.ID untuk seluruh pengguna, di manapun ia berada di harga Rp1.399 juta. Adapun untuk ZenFone Live L1 versi 3GB/32GB akan tersedia secara bebas di harga Rp1.699 juta. (rel/mea)
PEKANBARU, SUMUTPOS.CO – Suasana duka menyelimuti keluarga Ipda Auzar, anggota Polda Riau korban penyerangan terduga teroris di Markas Kepolisian Daerah Polda Riau, Rabu (16/5/2018) sekira pukul 8.00 wib.
Pantauan Riau Pos (Jawa Pos Group) di rumah duka, ratusan pelayat datang memenuhi kediaman Ipda Auzar. Ipda Auzar gugur akibat ditabrak pelaku yang datang menyerang dengan menggunakan mobil.
Pantauan Riau Pos (Jawa Pos Group), rumah korban yang terletak di Jalan Bambu Kuning, Kel. Sail, Kec. Tenayan Raya padat dipenuhi para pelayat.
Dalam kunjungan itu, tampak dihadiri beberapa orang anggota dewan, Gubernur Riau Thamrin Hasyim dan pejabat lainnya. Di sekeliling rumah almarhum terlihat dijaga ketat oleh pihak kepolisian, dengan menggunakan senjata lengkap.
Akibat dari peristiwa itu, Gubernur Riau Thamrin Hasyim mengatakan bahwa untuk mengantisipasi peristiwa yang tidak diinginkan, tradisi petang megang tidak akan dilakukan.
“Ya, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan tidak dilakukan petang megang atau petang belimau,” tuturnya. Dia juga telah memerintahkan agar semua pihak tetap siaga terutama siskamling seluruh masyarakat.
Jenasah Ipda Auzar, diberangkatkan dan dimakamkan di TPU Mayangsari, Sail Pekabaru sore kemarin. Upacara melepas Ipda Auzar di Mapolda Riau dipimpin Wakapolda Brigjen Edi Permadi.
Sebelumnya, Wakapolda atas nama institus Polri dan negara menerima jenazah dari keluarga. Acara serah terima dilakukan di kediaman almarhum di Jalan Bambu Kuning kawasan Jalan Hangtuah.
“Atas nama negara, Polri dan rekan-rekan almarhum saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah, almarhum Iptu luar biasa anumerta Auzar. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,” ujar Wakapolda seperti dikutip dari Riau Pos. (jpnn/ras)
Barang bukti yang diamankan Densus 88 pasca penggerebekan terduga teroris di Kota Tanjungbalai.
Barang bukti yang diamankan Densus 88 pasca penggerebekan terduga teroris di Kota Tanjungbalai.
TANJUNGBALAI, SUMUTPOS.CO – Pasca penangkapan terhadap 8 orang terduga teroris di Tanjungbalai, Tim Densus 88 dibantu pihak Polres Tanjungbalai melakukan olah TKP lanjutan di kediaman Beni dan Syaiful, Rabu (16/5/2018).
Dari kediaman di Jalan Yos Sudarso, Link. IV, Kel. Beting Kuala Kapias, Kec. Teluk Nibung kota Tanjungbalai, tersebut petugas menemukan 29 buku diduga berisi ajaran jihad serta sepuluh buku catatan.
Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai didampingi Kasat Reskrim, AKP Burju Siahaan menjelaskan, selain puluhan buku jihad, petugas juga menyita 1 pipa paralon dirangkai kabel, sebotol cairan kimia warna kuning, dan gulungan timah diduga bahan bom rakitan.
Selian itu juga ditemukan 5 samurai, 3 tabung gas nitrogen, sangkur, pisau lipat, peluru gotri, dan gulungan timah, gunting, tas merek Acer, sim card, flash disk, CD, thermometer alkohol, botol mineral berisi cairan bening, slip transfer uang, uang tunai Rp550 ribu serta 3 pucuk pistol airsoft gun, termasuk satu yang digunakan pelaku untuk melawan petugas.
“Diperkirakan ada 20 barang bukti yang disita dan telah dibawa oleh Tim Densus,” kata Burju.
Ditambahkan, perempuan yang sempat diamankan di depan RSUD berinisial Nur (52) telah dikembalikan kepada keluarganya karena tidak terbukti terlibat jaringan teroris.
“Setelah lebih dari 24 jam diinterogasi di Mako Brimob, ibu tersebut tidak terlibat,” tandas Burju. (rik/ras)
SUMUTPOS.CO – Meski sudah menikah, Donwori (26) belum bisa menghilangkan kebiasaan lamanya saat masih bujang. Sudah berumah tangga dengan Karin (26), dia masih suka kopi darat (kopdar) atau bertemu dengan banyak perempuan lain.
Karin memutuskan untuk berpisah dengan Donwori setelah sekian lama mencoba bersabar menghadapi kelakuan suaminya. Perempuan ini akhirnya merelakan hubungan pernikahan yang baru dijalani selama satu tahun, tidak berlanjut lantaran sikap suami yang tetap saja liar meski telah diikat janji pernikahan.
“Masak status sudah suami orang, masih tetap saja nongkrong sana sini dengan perempuan lain,” ujarnya sebal.
Menurut Karin, suaminya ini adalah tipikal laki-laki ekstrovert yang mudah bergaul dengan siapa saja. Pembawaannya genit sekaligus perhatian membuatnya dekat dengan banyak teman perempuan. Sejak lajang, kerjaan Donwori adalah menyervis teman-temannya yang kesepian.
”Yang aku tahu dari dulu memang temen perempuannya banyak. Dia suka jadi tempat curhat banyak perempuan,” ungkap Karin.
Namun, rupanya sikap terbuka Donwori ini bukanlah yang diinginkan Karin. Sebagai seorang istri apalagi pengantin baru, ia mengharapkan suaminya hanya melihat dirinya tanpa menoleh ke perempuan-perempuan lain. Namun apalah daya, Donwori tetap saja meladeni ajakan main teman-teman perempuannya.
“Ya maunya dibedakan, kan sekarang sudah punya istri. Nggak bisalah seenaknya sendiri,” kata Karin geram.
Karin mengaku, kegeramannya ini sebenarnya sudah ia tahan sejak awal menikah. Ia yang merupakan tipikal perempuan melankolis dan setia tidak suka jika perhatian suaminya terbagi kepada perempuan lain. Namun hal itu juga berkali-kali ia redam sendiri karena tak mau terjadi pertengkaran antara keduanya. Ia hanya sesekali mengingatkan Donwori untuk mengerem tindakannya.
Namun apa mau dikata, benteng pertahanan Karin meledak ketika suaminya sempat tak pulang ke rumah lantaran menemani sahabat perempuannya yang galau ditinggal kekasihnya minggat.
Karin yang mendapati sang suami malah stand by pada perempuan lain langsung ngamuk dan memutuskan mundur dari hubungan yang baginya menyebalkan ini.
“Istri di rumah dianggurin, ngurusin jablay-jablay di luar sana. Makan hati kalau lama-lama tak teruskan, mending pisah saja,” tegas Karin. (*/hen/sb/is/jek/JPR)