Home Blog Page 6348

Tim Thomas-Uber Berangkat ke Bangkok

Tim Thomas dan Uber Indonesia diharapkan bisa membawa pulang piala untuk kado ultah PBSI ke-67.
Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia bertolak ke Bangkok, Thailand pada Rabu (16/5).

SUMUTPOS.CO – Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia bertolak ke Bangkok, Thailand pada Rabu (16/5) untuk melakoni Piala Thomas dan Uber 2018 pada 20-27 Mei. Chief de Mission tim Piala Thomas dan Uber Indonesia Achmad Budiharto menyatakan timnya sudah siap menggebrak di Negeri Gajah Putih.

“Kondisi tim saat ini semua baik dan siap untuk bertanding di Bangkok. Besok langsung ada jadwal latihan, kami beruntung bisa dapat empat lapangan, jadi bisa langsung beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang ada di Bangkok,” ujar Budiharto.

Budiharto menuturkan, tim akan mulai latihan di arena utama pada tanggal 17 dan 18 Mei. “Kami sudah buat jadwalnya, jadi saya kira persiapan kami sampai tanggal 20 nanti sudah aman,” kata Budiharto.

Untuk diketahui, Piala Thomas dan Uber 2018 akan berlangsung di Impact Arena Bangkok, Thailand. Tim Thomas Indonesia berada di grup B bersama Korea, Thailand dan Kanada, sedangkan tim Uber Indonesia di grup D dengan Tiongkok, Malaysia dan Perancis.

Sementara itu pebulu tangkis putra Indonesia Jonatan Christie yakin tahun ini bisa jadi momen mereka membawa pulang Piala Thomas tahun ini. Salah satu alasannya karena Denmark pincang. Untuk diketahui, Denmark memang menjadi salah satu negara yang kerap menjegal Indonesia di turnamen bulu tangkis apapun.

Kemenangan 3-2 atas Merah Putih di partai final Piala Thomas dan Uber 2016 lalu adalah salah satu kekalahan paling menyakitkan bagi Indonesia.

Namun, keadaan sekarang sedikit berbeda dengan dua tahun lalu. Ganda putra terbaik mereka, Mathias Boe/Carsten Mogensen tidak akan turun dalam formasi lengkap karena Mogensen terpaksa mundur untuk menjalani perawatan aneurisma otak. Absennya Mogensen pun sudah jadi keuntungan tersendiri bagi sektor ganda Indonesia jika nanti kedua tim bersua.

Sementara di sektor tunggal, Viktor Axelsen juga baru saja sembuh dari cedera retak engkel. Pemain tunggal andalan lainnya, Jan O Jorgensen juga baru saja turun lagi ke lapangan dalam dua bulan terakhir setelah sebelumnya dihajar cedera di tahun 2017.

“Dua tahun lalu waktu kita kalah lawan Denmark, Jan O Jorgesen sedang bagus-bagusnya. Dengan kondisinya yang sekarang, saya rasa dia tidak diturunkan sebagai tunggal kedua. Mungkin tunggal ketiga,” kata Jojo, Rabu (16/5).

Dengan pemetaan kekuatan Denmark tersebut, Jojo optimistis mereka bisa membalas kekalahan dua tahun lalu. “Nanti kalau kita masuk final, pastinya mau bawa pulang kembali Piala Thomas ke Indonesia. Kami yakin bisa menang melawan Denmark kalau nanti ketemu lagi di final,” kata Jojo yakin. (kar/isa/jpc/don)

Gerry Salim Yakin di Le Mans

LE MANS, SUMUTPOS.CO – Pembalap Astra Honda Racing Team Gerry Salim akan menjalani laga seri ketiga Moto3 CEV Junior World Championship di Sirkuit Le Mans, Prancis, akhir pekan ini (19-20/5).

Di sirkuit yang juga digunakan untuk ajang MotoGP, Le Mans memiliki panjang 4,2 km dan didominasi oleh tikungan yang membuat karateristik sirkuit ini stop and go.

Kondisi tersebut tentu menguji keahlian pembalap termasuk mewaspadai perubahan yang kerap terjadi di Sirkuit Le Mans, menjadi tantangan tersendiri bagi Gerry. Apalagi pembalap asal Surabaya ini belum berpengalaman di Le Mans.

“Meskipun saya belum memiliki pengalaman di sirkuit Le Mans, tapi saya telah mendapatkan pengalaman di seri Valencia. Saya pun coba mempelajari sirkuit Le Mans berdasarkan pengalaman dari pembalap-pembalap lain di sirkuit ini tahun lalu. Semoga dalam seri Le Mans saya bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Gerry.

CEV International Championship akan digelar sebanyak 8 seri untuk Moto3 Junior World Championship yang diikuti Gerry Salim dan 7 seri untuk Moto2 European Championship yang diikuti Dimas Ekky Pratama.

Seri pertama dan kedua telah digelar di Estoril (25/3), Valencia (29/4), dilanjutkan Le Mans (20/5) khusus kelas Moto3, Barcelona (10/6), Aragon (29/7), Jerez (30/9), Albacete (14/10) dan Valencia (25/11). (jpnn/don)

Pemko Dinilai Langgar Perda

Foto: M Idris/Sumut Pos PKL Pasar Peringgan menggelar dagangannya. Saat ini kondisi gedung Pasar Peringgan memprihatinkan.
Foto: M Idris/Sumut Pos
PKL Pasar Peringgan menggelar dagangannya. Saat ini kondisi gedung Pasar Peringgan memprihatinkan.

SUMUTPOS.CO – Kisruh pengelolaan Pasar Peringgan hingga kini belum menuai kesepakatan. Apalagi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin tetap komitmen kalau Pasar Peringgan dikelola swasta, PT Parbens. Namun hal itu dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2014.

Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi C Boydo HK Panjaitan.

“Pemko Medan harus membatalkan kerja sama dengan PT Parbens karena sudah melanggar aturan dan Perda,” tegas Boydo.

Dijelaskan Boydo, dalam perda tersebut pengelolaan pasar tradisional harus dikelola oleh BUMD. “PD Pasar ini merupakan bagian dari BUMD, jadi PD Pasar yang harus mengelola pasar tersebut. Kalau memang ternyata dikelola pihak ketiga atau swasta, ngapain dibuat perda itu,” terang Boydo.

Menurut Boydo, sebelumnya persoalan yang sama pernah terjadi semasa dirinya menjabat Ketua Komisi C. Ketika itu, Pasar Peringgan dikelola oleh pihak ketika juga yaitu  PT Triwira Roka Jaya.”Selaku mantan Ketua Komisi C, saya merasa terhina dengan permasalahan Pasar Peringgan ini karena saya ikut memperjuangkan dan merekomendasikan pasar ini ditarik dari pihak ketiga. Namun kini seenaknya saja Pemko Medan menyerahkannya kembali ke pihak ketiga yakni PT Parbens,” cetusnya

Menurut Boydo, Pasar Peringgan merupakan aset yang sudah dipisahkan dari Pemko Medan ke PD Pasar. Jadi, Pemko Medan tidak bisa semena-mena lagi mengambilalih pengelolaannya. “Karena sudah menjadi aset PD Pasar, Pemko Medan tidak bisa seenaknya saja mengalihkan pengelolaannya ke pihak ketiga. Hal ini jelas sudah melanggar aturan dan perda,” ucapnya.

Komisi C DPRD Medan Kritisi Pasar Murah

Ketua Komisi C Hendra DS dan Wakil Mulia Asri Rambe saat meninjau pasar murah di Kantor Lurah Sudirejo I, Medan Kota.
Ketua Komisi C Hendra DS dan Wakil Mulia Asri Rambe saat meninjau pasar murah di Kantor Lurah Sudirejo I, Medan Kota.

SUMUTPOS.CO –  Kegiatan pasar murah di 151 titik di 21 kecamatan, secara resmi sudah dibuka Wali Kota Medan Drs Dzulmi Eldin. Namun sayangnya, tidak adanya batasan masyarakat membeli produk di pasar murah tersebut. Hal ini menuai kritikan para anggota dewan Medan.

Kritikan itu diungkapkan Ketua Komisi C DPRD Medan Hendra DS dan Wakil Ketua Mulia Asri Rambe (Bayek) di Medan, kemarin. Diungkapkan, keduanya telah mengunjungi beberapa tempat pelaksanaan pasar murah, Selasa (15/6) kemarin.

Salah satu tempat pelaksanaan pasar murah yang dikunjungi Komisi C DPRD Medan adalah di Kantor Lurah Sudirejo I Kecamatan Medan Kota. Hendra DS dan Bayek, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut, karena positif untuk membantu masyarakat dalam menyambut Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah.

Menurut Hendra, dari harga yang ditawarkan di pasar murah, memang sangat membantu masyarakat. Karena rata-rata di bawah harga pasar antara Rp2.000-Rp3.000 per produk ataupun per kg. Dengan pengurangan harga tersebut, diyakini masyarakat akan sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Terutama, pada Bulan Ramadan.

Namun begitu, kata Hendra, ada beberapa hal yang menjadi kritikan pihaknya dalam pelaksanaan pasar murah tersebut. Yakni, tidak adanya batasan jumlah produk yang dibeli masyarakat. Juga adanya target yang dibebankan kepada pihak kelurahan, sebagai pelaksana pasar murah.

Ditambahkan Wakil Ketua Komisi C Bayek, terlihat di lapangan, masyarakat dibebaskan saja membeli produk seberapa pun jumlahnya. Efek negatifnya dikhawatirkan akan terjadi penumpukan barang oleh warga tertentu. Selain itu juga produk-produk yang dijual tidak terdistribusinya kepada masyarakat.

Kata Bayek, Komisi C DPRD Medan melihat ini sebagai kelemahan yang harus segera dievaluasi. Karena bisa saja kondisi itu dimanfaatkan sebagian warga untuk menumpuk barang. Atau juga dimanfaatkan oleh pedagang eceran, yang akan menjualnya lagi di luar pasar murah.

“Harusnya tidak seperti itu. Pelaksana pasar murah harusnya mendata masyarakat yang datang. Dalam sehari, warga hanya boleh belanja satu kali dengan volume yang terbatas. Dengan begitu tujuan pasar murah untuk membantu masyarakat, tercapai,” tegasnya. (ris/ila)

 

Wali Kota Sudah Surati Gubsu Terkait Pengalihan Aset TBSU

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS TAMAN BUDAYA_Seorang warga melintas di halaman gedung Taman Budaya Jalan Perintis kemerdekaan Medan, Jumat (22/9)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
TAMAN BUDAYA_Seorang warga melintas di halaman gedung Taman Budaya Jalan Perintis kemerdekaan Medan, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) rencananya akan dipindahkan dan dijadikan balai budaya, sekaligus kantor Dinas Kebudayaan supaya mudah dikelolanya. Saat ini Pemko Medan tengah menyurati Gubernur perihal pengalihan lahan untuk menjadi aset Pemko Medan.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin  mengatakan, lahan di TBSU saat ini sedang dalam proses pengalihan untuk menjadi aset Pemko Medan. “Belum masih mau dan belum keluar surat resminya dari gubernur. Tapi, kita sudah minta kepada mereka,” ujarnya singkat.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan Medan Suherman mengaku sangat mendukung rencana wali kota tersebut. Kata dia, secara kebetulan kantor Dinas Kebudayaan saat ini tidak memadai. Kantor Dinas Kebudayaan berada di rumah toko (Ruko) Jalan Raden Saleh, dan kondisinya sempat dikritik oleh Komisi C DPRD Medan.

“Waktu di DPRD (Medan), kantor kita juga dibahas. Memang tidak layak, kalau terealisasi kantor akan dipindahkan ke Taman Budaya,” kata Suherman.

Sedangkan kalangan dewan menyambut baik rencana pembangunan sarana gedung TBSU oleh pemerintah provinsi (Pemprov). Namun diharapkan, prosesnya berkelanjutan, tidak sekadar membangun fisik, tetapi sampai pengelolaan dan pembinaan.

Anggota DPRD Sumut dari fraksi Partai Nasdem, HM Nezar Djoeli mengatakan, para seniman dan budayawan yang ada perlu wadah untuk menciptakan suasana yang baik, positif dalam mengembangkan kesenian dan kebudayaan di Sumut. “Karena ini kan semacam tempat khusus untuk kegiatan kreatif masyarakat. Sehingga, langkah tepat jika pemerintah memperhatikan pembangunan sarana TBSU ini,” kata Nezar, Rabu (16/5).

Akses Jalan Danau Siombak Memprihatinkan

Foto: Fachril/Sumut Pos Seorang bocah berjalan di kawasan menuju Danau Siombak yang terendam banjir.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Seorang bocah berjalan di kawasan menuju Danau Siombak yang terendam banjir.

SUMUTPOS.CO – Lokasi wisata Danau Siombak yang berada di Jalan Pasar Nippon, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, sudah sangat memprihatinkan.  Pasalnya, objek wisata yang memiliki keindahan danau buatan dipadu dengan hiburan dan beragam kuliner memiliki akses jalan genangan air atau banjir.

Sehingga, lokasi yang sangat terjangkau dari pusat Kota Medan kini minum dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar kota. “Danau ini indah sebenarnya, cuma akses jalannya terkadang banjir dan banyak sampah,” kata salah satu pengunjung, Rahma yang ditemui di lokasi.

Selain jangkauan jarak yang mudah ditempuh, objek wisata Danau Siombak memberikan pelayanan wisata dengan harga yang terjangkau. “Kalau makanan dan biaya untuk pondok semuanya terjangkau, cuma kurang terawat, sehingga masyarakat malas pergi kemari (Danau Siombak),” kata wanita berusia 42 tahun ini.

Dikatakan ibu rumah tangga ini, Danau Siombak tidak begitu ramai, karena kurangnya fasilitas permainan serta hiburan yang tidak begitu meriah dibandingkan beberapa tahun lalu.”Dulu, danau ini ramai, sekarang sepi pengunjung. Kemungkinan kurangnya perhatian pemerintah untuk mengembangkan objek wisata Danau Siombak,” beber Rahma.

Sementara itu, Erlianto selaku pihak pengelola Danau Siombak membenarkan kondisi danau buatan itu sudah minim diminati masyarakat. Penyebabnya, karena kurangnya perhatian dari pemerintah. “Lihatlah, selain banjir, banyak sampah serta minimnya sarana hiburan dan permainan. Sehingga, masyarakat malas ke lokasi danau ini,” papar Erlianto.

Dampak dari minimnya pengunjung, kata Erlianto, penghasilan mereka pun turun drastis. Sehingga, mereka hanya bisa memanfaatkan pengunjung yang sifatnya acara khusus. “Kalau untuk pengunjung yang datang khusus untuk menikmati danau tidak bisa terharap, kami hanya bisa menunggu pengunjung khusus buat acara seperti arisan, ulang tahun dan acara khusus lainnya,” beber Erlianto.

Kondisi akses jalan yang kerap banjir bila terjadi air pasang dan hujan, sangat mempengaruhi pengunjung untuk datang ke Danau Siombak. Harapannya, pemerintah untuk segera memberikan perhatian serius dengan kondisi Danau Siombak.

“Ini merupakan objek wisata yang sangat praktis dan mampu dijangkau masyarakat, kalau ini tidak segera diperhatikan, maka danau ini akan hilang begitu saja. Kami berharap masalah banjir dan sampah segera diambil tindakan dari pemerintah,” harap Erlianto.

Pantauan Sumut Pos, suasana di wisata Danau Siombak dengan fasilitas kolam pancing, danau buatan, musik kibot dan hidangan kuliner menjadi kenikmatan favorit bagi para pengunjung.

Hanya saja, fasilitas di danau seluas 40 hektare dengan kedalaman air 12 meter tidak lagi difasilitasi bebek dayung dan sampan serta kondisi danau yang tercemar sampah dapat menjadi perhatian serius dari pemerintah. (fac/ila)

 

Fadli Zon Sarankan Mega Jadi Capres 2019

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno.
Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon menyarakan, PDIP agar memajukan kembali ketua umumnya Megawati Soekarnoputri menjadi calon presiden (Capres) di Pilpres 2019. Karena kadernya yang selama ini tidak bekerja memuaskan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, internal partainya tidak akan mengganti capresnya Joko Widodo (Jokowi). Karena hal itu sudah menjadi keputusan rakernas.

“Jadi jangan berandai-andai lagi menciptakan polisi politik,” ujar Hendrawan saat dihubungi, Rabu (16/5).

Hendrawan dan internal partainya juga malas menanggapi usulan yang dilakukan oleh Fadli Zon itu. Karena itu hanya bagian dari strategi di Pilpres 2019 mendatang.

“Itu strategi lempar dadu mengadu lawan. Jangan diladenin, buang-buang energi percuma,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR ini menambahkan, ‎partainya tidak akan terpancing oleh strategi yang dilakukan oleh Fadli Zon. Karena keputusan sudah bulat menjadikan Jokowi sebagai capres. “Jadi jangan menari dengan gendang yang ditabuh lawan,” pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, lewat akun Twitternya berkicau PDIP perlu memikirkan Megawati Soekarnoputri menjadi capres lagi. Fadli Zon tidak menyebut salah satu tokoh, dia hanya menyebut kader yang selama ini ternyata tidak bisa memimpin.

“Ada baiknya Bu Mega jadi Capres 2019. Petugas partainya kurang mampu mempimpin. Ekonomi berantakan, keamanan kacau. Sekadar saran saja,” kata Fadli Zon lewat akun Twitter miliknya @fadlizon. (gwn/jpc/ala)

 

Hinca: Sumut Butuh Edy-Ijeck

Cagubsu Edy Rahnayadi dan Cawagubsu Musa Rajekshah menerima dukungan dari Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Selasa (15/5).
Cagubsu Edy Rahnayadi dan Cawagubsu Musa Rajekshah menerima dukungan dari Sekjen DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Selasa (15/5).

SUMUTPOS.CO – Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan, Sumatera Utara membutuhkan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas) untuk membawa perubahan besar bagi wilayah ini dan kesejahteraan masyarakatnya. Menurutnya, Sumut merupakan provinsi besar dan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hinca mengatakan, meski Demokrat bukan partai politik pertama yang mengusung dan mendukung Eramas tapi menjadi yang terakhir dan akan menuntaskan perjuangan Edy-Ijeck memimpin Sumut lima tahun mendatang. “Jangan kita rusak Sumut yang besar ini. Jangan kita sakiti bangsa dan republik yang indah ini. Untuk itu saya memerintahkan seluruh kader Demokrat se Sumut memenangkan Eramas pada 27 Juni mendatang,” ujarnya saat mendeklarasikan dukungan Partai Demokrat kepada Eramas di Hotel Tiara Medan, Selasa (15/5) malam.

Dukungan Partai Demokrat, tegas anggota Komisi III ini, untuk melengkapi kesempurnaan kerja-kerja politik sebagaimana dukungan yang diberikan partai-partai pendukung lainnya dalam memenangkan paslon nomor urut satu itu. “Dukungan Partai Demokrat juga menjadi energi baru bagi Bang Edy dan Bung Ijeck menuntaskan pertarungan di Pilgub Sumut. Saya menegaskan tidak ada keraguan atas dukungan ini,” katanya.

“Ini instruksi partai untuk memenangkan pasangan Eramas pada Pilgub Sumut sebagaimana yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” imbuh Hinca.

Sementara itu, Edy Rahmayadi didampingi Musa Rajekshah (Ijeck) yang hadir pada deklarasi itu sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan Partai Demokrat.

“Ya benar, pasangan Eramas mendapat energi baru dalam memenangkan Pilgub Sumut. Semoga cita-cita kami ingin mewujudkan Sumut bermartabat dan maju dapat terealisasi,” kata Edy.

Kesempatan itu turut dilakukan aksi mendoakan korban teror bom Surabaya yang terjadi belakangan ini. Acara sebelumnya diawali menyanyikan bersama Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta.

“Saudara-saudaraku dari Papua sampai Aceh. Terutama warga Sumut dan terkhusus yang hadir di dalam ruangan ini. Mari kita berdoa untuk sahabat-sahabat dan saudara-saudara kita yang jadi korban bom teroris di Surabaya kemarin. Mari kita doakan mereka mendapat tempat sebaik-baiknya di sisi Tuhan. Hening cipta dimulai,” kata Hinca mengawali sambutan.

Deklarasi Partai Demokrat dihadiri seluruh kader partai se Sumut. Turut hadir pengurus Partai Demokrat Aceh, Kepulauan Riau dan Yogyakarta. Deklarasi juga ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Partai Demokrat tentang dukungan kepada pasangan Eramas. (prn)

 

Pertamina Jual BBM Ketengan

Angkutan BBM mobile milik PT Pertamnina menggunakan sepeda motor.
Angkutan BBM mobile milik PT Pertamnina menggunakan sepeda motor.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Pertamina (Persero) berencana menyediakan 200 motor yang bertugas membawa produk Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada pemudik. Produk itu nantinya akan dijual dalam bentuk kemasan (ketengan) khusus dengan kapasitas 5 – 10 liter per kemasan.

Direktur Supply Chain, Logistik dan Infrastruktur, Gandhi Sriwidodo mengatakan, untuk produk kemasan yang dijual hanya jenis Pertamax Series saja.

“Kami menyediakan 200 motor satgas yang akan membawa produk bahan bakar dalam kemasan itu yang akan beroperasi di sepanjang jalur jalur tol, yang kemungkinan akan stuck,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/5).

Sementara itu SVP Feul Marketing Pertamina, Jumali mengatakan, harga kemasan BBM yang dijual pada tahun ini tidak mengalami perubahan. Itu artinya, harga yang berlaku per liter sama dengan harga di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Sebagai contoh, harga Pertamax saat ini sebesar Rp 8.900 per liter, maka untuk harga jual BBM kemasan Pertamax dijual sebesar Rp 89 ribu untuk kemasan 10 liter dan Rp 44.500 untuk kemasan 5 liter.

“Harganya sama dengan tahun lalu kok, nggak ada perubahan,” jelas dia.

Dia menambahkan, tahun lalu serapan konsumsi BBM kemasan ini mencapai 10 ribu liter selama mudik. Diharapkan, tahun ini serapannya bisa tercapai lebih tinggi.

“Tahun lalu lumayan, semoga tahun ini bisa lebih besar,” tutupnya.(hap/jpc/ala)

 

Teledor, Pemegang Admin Twitter Jokowi Dicopot

Cuitan yang dianggap sebagai keteledoran oleh istana.
Cuitan yang dianggap sebagai keteledoran oleh istana.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sekretariat Presiden telah mencopot salah satu admin pemegang akun @jokowi di Twitter. Penyebabnya adalah cuitan salah satu admin di akun milik Presiden Jokowi itu yang menghebohkan warganet.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan, tindakan itu terpaksa diambil setelah yang bersangkutan melakukan keteledoran dalam mengelola admin @jokowi di Twitter, Rabu (16/5) pukul 15.24. Ada cuitan berbunyi Wuooohh mantab! Jadi teringat deg2annya di momen Senbatsu Uza pekan lalu. 

Pihak Sekretariat Presiden pun langsung bertindak. Pemegang admin pun langsung dicopot.

“Hal ini telah ditelusuri dan ditemukan permasalahan di salah satu admin pengelola. Yang bersangkutan kini sudah dibebastugaskan,” ucap Bey.

Cuitan itu memang telah dihapus. Namun, beberapa netizen sudah sempat melakukan screenshot pada cuitan itu.

Bey menambahkan, langkah-langkah pengamanan dan penanganan tambahan secara internal telah dilakukan. Tujuannya mencegah hal yang sama kembali terulang.(fat/jpnn/ala)