Home Blog Page 6395

Tak Ada Ganti Rugi Lahan Pembangunan Bendungan Lau Simeme

Kawasan bendungan Daerah Irigasi Serdang terletak di pertemuan Sungai Belumai dan Batu Gingging di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Sebanyak 300 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak pembangunan Bendungan Lau Simeme di Kecamatan Sibiru-biru, dipastikan tidak mendapat ganti rugi.

Hal itu terungkap pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan Komisi A dan Komisi B di DPRD Deliserdang, Senin (30/4).

RDP tersebut membahas keluhan warga lima desa yang terkena dampak Pembangunan Bendungan Lau Simeme yang dan dihadiri Satker Pembangunan Bendungan Lau Simeme, BPN Deliserdang, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Camat Biru-biru, Lima Kepala Desa, Kabag Perekonomian Pemkab Deliserdang, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Dirten Sumber Daya Air.

Benhur Silitonga sebagai pemimpin rapat, didampinggi anggota Komisi A, Edison Marpaung dan Ketua Komisi  B Kuzu Taringan menyebutkan bahwa  ada sekitar ratusan jiwa warga yang bermukim di Desa Mardinding Julu, Penen, Sarilaba Jahe, Rumah Gerah dan Kuala Dekah tak mendapat ganti rugi terkait Pembangunan Bendungan Lau Simeme yang dibangun diatas 426 hektare.

“Dalam rapat terungkap bahwa warga yang lahan pertaniannya terkena dampak pembangunan bendungan Lau Simeme tak mendapat ganti rugi. Hal itu kita ketahui langsung dari Satker Pembangunan Bendungan Lau Simeme,”terangnya.

Bahkan, Benhur Silitonga sempat memberikan kesempatan kepada Kepala Satker Bendungan Lau Simeme, Marwansyah untuk menerangkan kepada warga lima desa bahwa lahan mereka tidak diganti rugi.

“Alasanya bahwa lahan yang akan dipakai untuk Bendungan Lau Simeme adalah hutan produksi. Kalau selama ini warga di sana memanfaatkan hutan produksi untuk bercocok tanam. Kalaupun ada nanti ganti rugi itupun sebatas tanaman, atau bangunan rumah. Lahan tidak diganti rugi,”bilang Marwansyah.

Deklarasi “Nusantara Untuk Jokowi” (N4J) Himpun 1000-an Massa

Ketua DPP N4J DR RE Nainggolan memimpin rapat finalisasi Deklarasi N4J yang akan digelar di Deli Room, Hotel Danau Toba, Senin (7/5).
Ketua DPP N4J DR RE Nainggolan memimpin rapat finalisasi Deklarasi N4J yang akan digelar di Deli Room, Hotel Danau Toba, Senin (7/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekitar 1000-an massa akan menghadiri deklarasi “Nusantara untuk Jokowi” (N4J) yang digelar di Deli Room, Hotel Danau Toba, Senin (7/5) siang. Deklarasi akan dihadiri perwakilan Satuan Kerja Perangkat Darrah (SKPD) Provsu dan Kabupaten/Kota, partai politik pendukung, lembaga agama dan kemasyarakatan, mahasiswa, para lansia dan veteran, serta masyarakat berbagai lapisan yang mendukung Jokowi dua periode.

Dalam rapat finalisasi yang dipimpin Ketua Umum sekaligus Dewan Pendiri DR RE Nainggolan dan Ketua Panitia Junhaidel Samosir, Selasa (1/5), disampaikan, deklarasi adalah penyuaraan atas berdirinya sebuah paguyuban yang solid menyukseskan Joko Widodo (Jokowi) untuk terpilih kembali sebagai presiden periode 2019-2024. Soliditas ini sangat diperlukan melihat banyaknya tantangan sosial dan politik yang akan dihadapi Jokowi menjelang Pilpres tahun depan. “Deklarasi ini adalah awal, sekaligus gong bagi N4J untuk bekerja keras memenangkan kembali Pak Jokowi. Jadi acaranya tidal sekadar seremonial, melainkan langkah awal untuk membakar spirit dan militansi para pendukung Jokowi yang tergabung dalam paguyuban N4J,” papar RE.
Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan, pembacaan deklarasi, dan pengukuhan pengurus DPP N4J oleh Dewan Penasehat. Selain itu ada pula pembacaan doa dari tokoh-tokoh lintas agama. “Ini menunjukkan bahwa N4J adalah milik lintas agama, suku dan ras ” tukas RE.
Ketua Panitia Junhaidel Samosir mengatakan para pendukung Jokowi yang tergabung salam berbagai paguyuban juga turut diundang dan akan memberikan kata sambutan dalam deklarasi tersebut. Junhaidel memastikan paguyuban N4J bukan paguyuban yang eksklusif, tapi sebaliknya paguyuban terbuka yang bersama relawan lain bekerja dalam misi yang sama yakni memenangkan kembali Jokowi di Pilpres 2019.

Kejatisu Susun Jadwal Eksekusi Mati Andi Lala

SUTAN SIREGAR/SIREGAR SIDANG_Terdakwa kasus pembunuhan Andi lala (kanan), Roni (tengah) dan Andi Syahputra (kiri) menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (12/1) Terdakwa andi lala di vonis mati sedangkan andi syahputra dan roni di vonis masing-masing 20 tahun kurungan penjara.
SUTAN SIREGAR/SIREGAR
Terdakwa kasus pembunuhan Andi Lala (kanan), Roni (tengah) dan Andi Syahputra (kiri) menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (12/1) lalu. Terdakwa Andi Lala divonis mati. 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengadilan Tinggi Sumut menguatkan vonis Pengadilan Negeri (PN) Medan kepada Andi Matalata alias Andi Lala, terkait kasus pembunuhan sekeluarga di Mabar.

Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas, Sumanggar Siagian menginformasikan hal tersebut. Kata Sumanggar, pihaknya telah menerima hasil putusan PT Sumut dan lanjut pihaknya juga akan segera menentukan waktu eksekusi sang penjagal tersebut.

“PT memperkuat vonis PN Medan kepada pelaku pembunuhan satu keluarga di Mabar, Andi Lala. Sudah, langsung hari itu juga kita terima hasil putusan PT kemarin,” terang Sumanggar, Selasa (1/5/2018).

Sumanggar membeberkan hakim PT berpendapat sama dengan majelis hakim PN Medan. Andi Lala terbukti melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Rianto beserta keluarga korban hingga tewas.

“Lebih kurang pendapatnya sama tidak ada yang berubah. Untuk jadwal eksekusi pihak kami melakuakan koordinasi lagi, menimbang Andi Lala masih bisa melakukan upaya hukum lainnya,” imbuhnya.

Beberapa waktu lalu Andi Lala dijatuhi hukuman mati di PN Medan oleh Hakim Dominggu Silaban. Sementara Roni Anggoro dan Roni Syahputra dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

“Secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 340 KUH Pidana juncto pasal 55 ayat 1, melakukan penganiayaan terhadap Riyanto, Sri Ariani, Naya, Gilang, dan Sumarni, hingga menyebabkan meninggal dunia. Menjatuhi hukuman mati terhadap Andi Matalata alias Andi Lala,” kata hakim PN Medan. (cr-7/ras)

Bolu Meranti Medan Beralih ke Energi Baik Gas Bumi PGN

Rombongan kunker Komisi VII DPR ke pabrik roti bolu Meranti di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) kembali mewujudkan komitmennya untuk memperluas pemanfaatan gas bumi kepada seluruh lapisan masyarakat. Kali ini, PGN akan memulai penyaluran gas bumi perdana (gas-in) ke CV Cipta Rasa Nusantara atau yang lebih dikenal sebagai Bolu Meranti, Medan, Sumatera Utara.

“Kami terus mengupayakan agar manfaat positif penggunaan gas bumi dapat dirasakan oleh seluruh lapisan industri, dalam hal ini pabrik Bolu Meranti yang akan mulai menggunakan gas bumi PGN per 1 Mei 2018,” kata Direktur Komersial Danny Praditya di Medan, Senin (30/04/2018).

Yang istimewa dari penyaluran gas perdana PGN ke industri kali ini adalah berbarengan dengan agenda Kunjungan Kerja Anggota Komisi VII DPR RI ke Medan. “Dalam Kunker kali ini, kami berkesempatan untuk meninjau langsung aktivitas persiapan penyaluran gas perdana ke pabrik roti Bolu Meranti,” kata Tamsil Linrung, Wakil Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VII DPR di lokasi yang sama.

Tamsil mengatakan, dalam kesempatan ini rombongan kunker Komisi VII DPR yang berjumlah sekitar 16 orang ini sekaligus ingin mengetahui manfaat penggunaan gas bumi bagi masyarakat. “Kami ingin mendengar langsung dari masyarakat baik pengguna maupun calon pengguna apa manfaat yang mereka dapat setelah menggunakan gas bumi,” kata Tamsil.

Bolu Meranti merupakan industri komersial yang memproduksi makanan dan minuman oleh-oleh khas Kota Medan. Selama ini, proses produksi di pabrik ini memakai bahan bakar berupa LPG Tabung ukuran 50 kilogram (kg) yang digunakan untuk memasak bolu dengan peralatan utama berupa oven ukuran besar sebanyak 6 unit.

Kapolda: May Day di Sumut Tenang dan Cerah

Wagubsu Dr. Hj. Nurhajizah Marpaung, SH, MH, anggota DPD RI sekaligus Ketua APINDO Sumut Parlindungan Purba, Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs Paulus Waterpaw, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Pusat Rexon Silaban, Ketua DPD SPSI Sumut CP. Nainggolan foto bersama di halaman Kantor LPP Kampus Medan, Selasa (1/5).
Wagubsu Dr. Hj. Nurhajizah Marpaung, SH, MH, anggota DPD RI sekaligus Ketua APINDO Sumut Parlindungan Purba, Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs Paulus Waterpaw, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Pusat Rexon Silaban, Ketua DPD SPSI Sumut CP. Nainggolan foto bersama di halaman Kantor LPP Kampus Medan, Selasa (1/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan bahwa peringatan Hari Buruh dengan tema May Day is Fun Day bukan untuk membelokkan sejarah, tetapi memperingati kemenangan kaum buruh. Pihaknya pun berterimakasih karena perayaan tersebut bisa berjalan aman terkendali tanpa gangguan.

“Melalui kepemimpinan Gubernur (HT Erry Nuradi) dan Wagub, suasana di Sumut cukup tenang dan cerah. Kita boleh bersyukur dan memaknai hari ini dengan membangun komunikasi, sehingga situasinya bisa begini. Yang terpenting adalah bagaimana memberikan kebahagiaan kepada semua,” sebutnya.

Mewakili para buruh/pekerja yang hadir, Ketua K-SPSI Sumut CP Nainggolan menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Sumut dan Kepolisian atas dukungan yang diberikan untuk terlaksananya kegiatan meriah tersebut. Sehingga peringatan Hari Buruh, dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi dan menyampaikan pendapat/aspirasi.

“Senjata buruh adalah mogok dan menyampaikan pendapat (demo), sebagaimana diatur Undang-undang. Tetapi lebih elegan kita bangun komunikasi bersama dalam lembaga tripartit (serikat buruh, pengusaha dan pemerintah). Karena itu tuntutan kami tetap, agar PP 78 dicabut atau paling tidak direvisi,” sebutnya.

Mewakili pengusaha, Ketua Apindo Sumut Parlindungan Purba menilai bahwa perayaan di Sumut adalah yang terbaik di Indonesia. Apalagi Gubernur dan Wakil Gubernur memberikan perhatian yang cukup besar untuk buruh. Sehingga pihaknya berharap tahun depan akan ada pesta yang lebih meriah lagi dalam merayakan Hari Buruh Internasional.

“Soal tuntutan buruh, secara normatif adalah kesejahteraan. Memang masih ada masalah yang harus diselesaikan, tetapi dengan begini, akan mendorong peningkatan investasi yang baik,” katanya.

Hal senada disampaikan Rekson Silaban dari Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (pusat). Menurutnya acara tersebut terbilang paling sukses. Sebab selain berbagai perlombaan dan hiburan rakyat, pihak Kepolisian di jajaran Polda Sumut menyediakan makanan dan minuman secara gratis.

“Di negara lain, perayaan buruh buruh dilakukan dengan sukacita. Jadi bagaimana demo buruh jangan sampai menimbulkan momok seram bagi masyarakat dan anak-anak kita. Mari peringati May Day dengan gembira. Kita tunjukkan ke publik, buruh bisa bersatu,” singkatnya.

Seorang buruh dari Serikat Pekerja Rumahan, Yuliani juga berterimakasih atas bantuan Pemprov Sumut melalui Disnaker yang memberikan bantuan berupa keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan. Sebab selama ini, hal itu tidak pernah ada karena mereka bekerja sebagai asisten rumah tangga.

“Terimakasih kepada Pemerintah Provinsi, sebab kalau tidak ada bantuan itu, maka tidak ada yang memperhatikan BPJS Keternagakerjaan untuk buruh seperti kami ini,” katanya.

Perayaan meriah yang digelar pertama kalinya ini untuk tingkat Provinsi Sumatera Utara ini, Kapolda Sumut juga menyumbang hadiah utama lucky draw berupa 10 unit sepeda motor, 30 unit sepeda gunung dan puluhan hadiah lainnya. (rel)

Pesangon Bekerja 5 Tahun Hanya Cukup Beli Kopi

Foto: Federico Parra / AFP Wilmer Rojas (25) menunjukkan kreasi tas yang terbuat dari uang kertas bolivar yang dijualnya. Nilai mata uang yang sangat rendah membuatnya berkreasi untuk membuat uang kertas lebih berharga.
Foto: Federico Parra / AFP
Wilmer Rojas (25) menunjukkan kreasi tas yang terbuat dari uang kertas bolivar yang dijualnya. Nilai mata uang yang sangat rendah membuatnya berkreasi untuk membuat uang kertas lebih berharga.

CARACAS, SUMUTPOS.CO – Ketika Yolanda Abreu mengambil cek berisi pesangonnya selama lima tahun bekerja sebagai kardiolog, dia tertawa tatkala melongok nominalnya.

Diberitakan AFP Selasa (1/5/2018), dia mengunggah foto cek berisi nominal 156.584,29 bolivar di media sosial Twitter. Jumlah tersebut setara dengan 0,2 dolar Amerika Serikat (AS) di pasar gelap, atau sekitar Rp 2.788. Abreu bercerita, awalnya dia dipanggil untuk diberikan cek pesangon selama lima tahun di bekerja sebagai kardiolog tingkat 2 di Rumah Sakit Universitas Caracas.

“Mungkin secangkir kopi,” kata Abreu ketika ditanyakan apa yang bisa dibelinya dengan uang pesangon tersebut.

Foto Abreu mendapat suka 11.000 kali, dan mendapat komentar dari 1,400 netien yang rata-rata mengalami hal yang sama dengannya. “Teman, dia merampok Anda,” kata seorang netizen kepada Abreu yang mengaku tidak menyangka fotonya bakal menjadi viral.

“Saya mengunggah kisah saya karena isi ceknya sangat menggelikan. Saya tidak menyangka banyak yang merasa kerja keras mereka juga tidak dihargai,” beber Abreu.

Dia melanjutkan, jika saja dia mendapat cek tersebut pada Januari 2017, dia mungkin masih mendapat 45 dolar AS, atau Rp 627.502.

Merujuk kepada data Organisasi Moneter Dunia (IMF) 2018 ini, ada jutaan rakyat Venezuela yang nominal gajinya tidak berguna karena hiperinflasi. Hiperinflasi itu menyebabkan kenaikan harga hingga 13.000 persen.

Pada malam Hari Buruh Internasional (1/5/2018), Presiden Venezuela Nicolas Maduro memutuskan untuk menaikkan gaji bulanan minimal. Pejabat di Bank Sentral Venezuela berkata, Maduro menaikkan 95,4 persen menjadi 2.555.500 bolivar. Nominal itu setara dengan 37 dolar AS, atau sekitar Rp 515.790.

Namun, kebanyakan rakyat Venezuela terpaksa menukarkan bolivar ke pasar gelap, dan hanya memperoleh 3.20 dolar AS, atau Rp 44.624. Nominal itu hanya cukup untuk membeli sekitar dua kilogram ayam. Ini menjadi pengaturan ke-22 yang dilakukan Maduro.

“Di masa revolusi, salah satu kebijakan Komandante Hugo Chavez adalah merawat kelas pekerja, yang kini saya sempurnakan,” kata Maduro. Dengan perekonomian yang semakin memburuk, rezim Maduro menuduh AS dan kalangan oposisi melakukan “perang ekonomi” untuk menjatuhkannya. Asdrubal Olveros, analis dari lembaga konsultasi Ecoanalitica, kenaikan gaji itu merupakan “kondisi putus asa”. “Sia-sia saja menaikkan gaji tapi tidak dibarengi oleh membenahi ekonomi Veenzuela defisit fiskalnya menyentuh 20 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB),” tutur Olveros.

Inilah 3 Hal Berbeda di USBN SD 2018

Ujian akhir berbasis komputer bagi siswa SD.
Ujian akhir berbasis komputer bagi siswa SD.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional ( USBN) untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) akan dimulai serentak 3-5 Mei 2018. Mata pelajaran yang menjadi materi USBN meliputi: Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia.

Ada beberapa perbedaan pada pelaksanaan USBN SD 2018 dibanding tahun sebelumnya:

  1. Komposisi soal Tahun ini USBN akan mengubah format dengan menyertakan 10 persen soal uraian selain soal pilihan ganda yang biasa digunakan. Selain USBN, ada pula Ujian Sekolah (US) yang akan diikuti siswa. Lima mata pelajaran yang diujikan dalam US yaitu: Pendidikan Agama, PPKN, IPS, Seni Budaya, serta Penjaskes (Pendidikan Jasmani Kesehatan). Kemendikbud mendorong guru-guru di sekolah untuk membuat soal US juga dengan kombinasi antara pilihan ganda dan esai seperti USBN. Secara teknis, dalam ujian berbasis komputer peserta dapat mengerjakan soal-soal berbentuk pilihan ganda menggunakan komputer, baik untuk USBN maupun US. Adapun untuk soal esai akan dikerjakan siswa pada kertas esai secara manual.
  2. Pembuatan soal Pola pembuatan soal ujian juga turut mengalami perubahan. Tahun lalu, 25 persen soal disiapkan oleh pusat dan 75 persen soal dibuat oleh guru serta dikoordinasikan oleh dinas pendidikan provinsi. Tahun ini 20 persen hingga 25 persen soal disiapkan oleh pusat, sedangkan 75 persen hingga 80 persen disiapkan oleh guru yang tergabung dalam kelompok kerja guru (KKG). Untuk ujian sekolah, seratus persen soal disiapkan sekolah berdasarkan kisi-kisi nasional yang disiapkan oleh pusat.
  3. Bahan pertimbangan seleksi SMP USBN tingkat SD memang tidak dijadikan sebagai standar kelulusan. Namun untuk tahun ini, hasil ujian tetap akan digunakan sebagai salah satu pertimbangan penerimaan peserta didik baru selain ketentuan zonasi berdasarkan jarak. Selain digunakan sebagai bahan pertimbangan masuk ke jenjang selanjutnya, hasil USBN juga digunakan Kemendikbud untuk pemetaan kualitias mutu pendidikan sekolah dalam rangka peningkatan kualitas. (Yohanes/kps)

Dimas-Nadine Sembunyikan Tanggal Pernikahan

pasangan Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata diam-diam sudah mempersiapkan pernikahan.
Pasangan Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata diam-diam sudah mempersiapkan pernikahan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Selama ini, pasangan Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata diam-diam sudah mempersiapkan pernikahan. Sayangnya, Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata masih tetap menyembunyikan tanggal pernikahannya.

“Gue belum boleh jawab (kapan tanggalnya),” kata manajer Dimas Anggara, Boy saat dihubungi awak media.

Meski begitu, sang manajer membenarkan bahwa Dimas akan menikahi kakak Marcel Chandrawinata itu. “Ya benar sama Nadine (menikahnya),” ujarnya singkat.

Saat dicecar lagi terkait kapan Dimas dan Nadine akan menikah, Boy memastikan akan mengabarkan segera. “Nanti pasti diinfoin sih. Pokoknya nanti diinfoin deh,” jelas Boy.

Seperti diketahui, Dimas Anggara telah menjalani prosesi adat siraman di kediaman ibunya pada 29 April lalu.

Acara tersebut hanya dihadiri keluarga dan kerabat dekat pemain film London Love Story itu. (mg7/jpnn)

Nenek Boru Tarigan Tewas Tergilas Truk di Ngumban Surbakti

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seorang nenek berusia 71 tahun asal Medan tewas terlindas truk tanki bernomor polisi BK 9879 CS, di Jalan Ngumban Surbakti, Kecamatan Medan Selayang, Sumut, Senin (30/4).

Informasi diperoleh Selasa (1/5), nenek tersebut bernama Adat boru Tarigan, warga Jalan Setia Budi Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang.

Dia tewas dengan kondisi tubuh remuk digilas truk ketika menyeberang jalan.

Sebelum insiden maut itu terjadi, semula truk dalam perjalanan dari arah Simpang Pemda ke Jalan Ngumban Surbakti.

Saat bersamaan, dari arah Jalan Setiabudi korban menyeberang menuju arah Simpang Pemda.

Sopir yang kaget dengan kemunculan sang nenek akhirnya tak sempat menginjak rem, sehingga bagian kanan truck pun menghantam tubuh korban. Selanjutnya, korban terpental ke bawah truk hingga tergilas.

“Nenek itu lagi menyeberang ke sana. Mungkin sopir (truk) tak melihatnya, makanya terlindas,” ujar salah seorang warga di lokasi mengaku bernama Ucok.

Sang sopir begitu mengetahui kejadian itu langsung kabur menyelamatkan diri. Sementara warga dan pengguna jalan yang berada di lokasi langsung mengerumuni kendaraan tersebut.

“Lari sopirnya bang, enggak ada yang tahu ke mana. Kalau nenek itu tidak ada yang berani mengangkatnya dan menunggu polisi. Pas polisi datang baru dibawa ke rumah sakit,” sebut Ucok.

Kanit Lantas Polsek Medan Sunggal, Iptu Syahri Ramadhan yang dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa laka lantas tersebut. Kata dia, pihaknya sedang melacak keberadaan sang sopir.

“Benar, saat ini jasad korban sudah kita bawa ke Rumah Sakit Bina Kasih. Untuk pengemudi sedang kita lidik (diselidiki),” ujarnya.

Dia membeberkan, saat melakukan penggeledahan di dalam truk tangki tersebut didapati satu lembar STNK dan SIM B-II Umum yang diduga milik sopir.

“Di dalam truk kita temukan STNK dan SIM atas nama Wira Hadi. Dugaan sementara kita, SIM tersebut milik pengemudi truk,” pungkasnya. (fir)

Remuk Hati Memergoki Istri Bercinta di Dapur

SUMUTPOS.CO – Tak ada lagi kata maaf Tongat buat Butet. Kelakuannya sudah lewat batas dan tak bisa diberi ampun. Saat suaminya banting tulang mencari nafkah di luar rumah, wanita berusia 40 tahun itu malah berbuat serong. Butet membawa berondong di rumahnya.

Kenyataan itu terungkap setelah terpergok bercumbu di dapur.

Hati Tongat,45, hancur bagai butiran debu. Cintanya yang tulus kepada Butet dibalas dengan pengkhianatan. Merasa kurang puas dengan suami, Butet memilih mencari kepuasan pada berondong.

“Aku tanami padi, yang tumbuh suket teki,” gumannya saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas I, Surabaya.

Tongat menjelaskan, awalnya ia tidak mengendus bau perselingkuhan Butet. Dia baru tahu saat pulang ke rumah yang jadwalnya tiap Minggu.

Tongat dapat laporan dari tetangga yang curiga melihat ada pria yang rajin main ke rumahnya di saat Tongat tak ada.

“Aku dilapori tetangga, dia kok lihat anak umur 20-an bolak balik masuk rumah,” ujarnya.

Dapat laporan begitu. Tongat pun nekat untuk memata-matai istrinya. Dia yang biasanya pulang Minggu memilih untuk pulang lebih awal. Tentu saja tanpa memberitahu Butet sebelumnya.

Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat istrinya bermesraan dengan simpanannya di dapur. “Aduh, lha kok gitu kelakuane tak tinggal,” imbuhnya.