Home Blog Page 6396

Kartu Prabayar Hangus per 1 Mei Hari Ini

Kebijakan registrasi subcriber identification module (SIM card) yang terintegrasi dengan nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK) akan mempercepat kepolisian dalam mengetahui identitas pelaku kejahatan.
Kebijakan registrasi subcriber identification module (SIM card) yang terintegrasi dengan nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK) akan mempercepat kepolisian dalam mengetahui identitas pelaku kejahatan.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Masa perpanjangan registrasi kartu prabayar sudah berakhir Senin (30/4) pukul 23.59 Wib. Pemilik kartu prabayar yang belum meregistrasikan nomornya, hari ini nomornya tidak akan bisa dipakai lagi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan tidak ada kesempatan lagi untuk registrasi ulang.

Menteri Kominfo Rudiantara menegaskan, siapapun yang belum melakukan registrasi hingga Senin kemarin pukul 23.59 WIB, WITA, WIT, maka nomornya akan hangus.

“Misalnya hari ini (kemarin,Red) saya punya kartu, aktif, tapi nggak registrasi, selesai sudah,” katanya di Jakarta, Senin (30/4).

Rudi menegaskan tidak ada Peraturan Menteri Kominfo (Permenkominfo) yang berubah, demikian pula tidak ada perubahan jadwal mengenai batas akhir registrasi. Ia menganggap selama ini pemerintah sudah cukup bersabar.

Sejak tahun 2005 saat layanan kartu prabayar diperkenalkan, baik pemerintah maupun operator sudah berkali-kali melakukan sosialisasi agar masyarakat mendaftarkan nomornya berdasarkan nomor KTP. Sudah 12 tahun lebih kata Rudi. Sosialiasi kewajiban registrasi juga sudah dimulai sejak akhir 2017 lalu.

Sebelumnya, Kominfo mengeluarkan keterangan bahwa semua layanan telekomunikasi (Telepon, SMS, dan Paket Data Internet) akan diblokir bagi pelanggan yang tidak melakukan registrasi pada 30 April. Namun upaya registrasi melalui SMS ke 444 masih bisa dilakukan. Keterangan ini dianulir oleh Rudi. “Nggak bisa, hari ni terakhir, apa gunanya batas akhir hari ini kalau tetap diulur begitu,” katanya.

Bahkan, tidak ada keringanan untuk para pelanggan yang mengalami masalah dan gagal registrasi karena persoalan NIK dan KTP.

Polisi Tetapkan 5 Tersangka Kebakaran Sumur Minyak di Aceh

MELEDAK: Semburan api sumur minyak warga yang meledak di Desa Pasi Puteh, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Idris Bendung/Rakyat Aceh
MELEDAK: Semburan api sumur minyak warga yang meledak di Desa Pasi Puteh, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Idris Bendung/Rakyat Aceh

ACEH TIMUR, SUMUTPOS.CO – Polres Aceh Timur menetapkan lima tersangka dalam kasus kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Pasir Putih, Kecamatan Rantau Peureulak, Aceh, Rabu (25/4).

“Ini adalah upaya kepolisian untuk penegakan hukum bagi masyarakat yang terlibat ilegal pengeboran minyak,” kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, Minggu (29/4).

Dia berharap dengan penetapan tersangka tersebut, tidak ada lagi korban jiwa yang lebih banyak di kemudian hari.

“Maka Polres Aceh Timur sementara menetapkan lima tersangka dan 60 orang lain masih dalam penyelidikan,” tegasnya.

Para tersangka di antaranya B (51), ia merupakan geuchik Pasir Putih. Kata Kapolres, tersangka berperan memberi izin pada setiap penambang dengan imbalan Rp5 ribu/drum. Alasannya, diperuntukkan untuk dana gampong.

“Di sini sudah jelas tidak ada penambang menggunakan izin geuchik. Karena itu, bersangkutan terkena pasal 52 junto, 53 ayat 1 uu no 22 ayat 1 tentang migas,” tegas Kapolres.

Sementara tersangka lain, sambung Wahyu, inisial F (34) ketua pemuda gampong setempat.

Dia berperan membantu geuchik mendata dan mengumpulkan pembayaran dana dari para penambang, dalam kasus ini tersangka tersandung pasal yang sama pasal 52 junto, 53 ayat 1 uu no 22 ayat 1 tentang migas.

Selain itu, tersangka lain yakni Z (35), berperan sebagai penyandang dana dalam kegiatan pengeboran ilegal.

Tersangka berikutnya, J (45) berperang sebagai penyedia lahan. Dia menawarkan penambang ilegal untuk melakukan pengeboran dengan janji keuntungan penambangan dibagi pada pemilik lahan.

Sementara tersangka terakhir, sambung Kapolres, berinisial A (35). Dia berperan sebagai pekerja, tapi dirinya ikut meninggal dunia dalam insiden.

“Barang bukti mulai dari alat pengeboran dan puluhan alat yang digunakan lainnya, kini telah kami amankan di Mapolres Aceh Timur,” sebutnya.

Dia juga menyebutkan tidak tertutup kemungkinan akan bertambah tersangka dalam kasus ini. “Kita tunggu saja hasil penyeilidikannya,” ungkap Kapolres.

Polisi juga telah mengamankan 4.000 liter minyak mentah yang kini dikelola pertamina.

Kapolres mengimbau warga di seputaran Rantau Peureulak, agar tidak melakukan pengeboran secara ilegal. Pasalnya, sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa.

“Pemkab Aceh Timur akan melaksanakan koordinasi untuk kelanjutan pengeboran berikutnya. Semoga ke depan tidak ada lagi korban yang berjatuhan seperti yang sudah ada,” kata Kapolres. (mag-75/mai)

Satu Orang Punya Lima Sumur Minyak

Foto drone, lokasi sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis(26/4). Bastin/Komunitas Aceh Flight Forum/Rakyat Aceh
Foto drone, lokasi sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis(26/4).
Bastin/Komunitas Aceh Flight Forum/Rakyat Aceh

SUMUTPOS.CO – Wajar jika Pemkab Langkat khawatir jika tragedi meledaknya sumur minyak ilegal di Aceh Timur, terjadi di Langkat. Pasalnya, cukup banyak sumur minyak ilegal yang menjadi mata pencaharian masyarakat di sana. Sumur-sumur minyak ilegal ini tersebar di beberapa desa dan beberapa kecamatan. Hampir setiap rumah tangga di sana menggantungkan hidupnya dari sumur minyak ini. Bahkan ada warga yang memiliki lima sumur.

Meski nyawa menjadi taruhannya, namun masyarakat di sana seolah tidak memperdulikan risiko tersebut. Seperti pada 2012 dan 2013 lalu, belasan orang menjadi korban ledakan sumur minyak ilegal tersebut.

“Hampir setiap warga di sini mata pencariannya dari minyak mentah ini,” kata Yetno (54), warga Kecamatan Tanjungpura, Langkat, Minggu (29/4).

Sepanjang sepengetahuannya, di Kecamatan Tanjungpura, ada beberapa masyarakat desa yang mendulang hasil bumi ini. Diantaranya warga Desa Serapu Api, Pematang Tengah, Teluk Bakung, Pematang Serei, Pantai Cermin, Lalang, dan Pekubuan serta Paya Kerupu. “Kalau di kecamatan ini (Tanjungpura, Red), masyarakatnya banyak yang pekerjaannya menyuling minyak,” jelas pria yang awalnya enggan berkomentar soal sumur minyak ilegal ini kepada Sumut Pos.

Bahkan diakuinya, satu orang sedikitnya memiliki lima sampai sepuluh lubang (sumur) yang mereka bor sendiri untuk mengambil isi perut bumi ini. Dengan kedalaman yang dinilai relatif, mulai dari 6 hingga 10 batang pipa galpanis untuk mencapai minyak. “Saya nggak tahu berapa pastinya jumlah sumur minyak di sini. Soalnya, asal mau saja kita ngebornya, setiap lokasi pasti terdapat sumber minyak. Makanya, warga di sini berlomba-lomba melakukan pengolahan dengan membuat dapur seadanya. Paling sedikit, ada lima sumur setiap orang mengebor di sini,” akunya.

4 Persela v PSMS 1: Pertahanan Terburuk Kedua

Pemain PSMS berebut bola dengan pemain Persela Lamongan, Minggu (29/4). PSMS kembali kalah dengan skor telak 1-4.
Pemain PSMS berebut bola dengan pemain Persela Lamongan, Minggu (29/4). PSMS kembali kalah dengan skor telak 1-4.

LAMONGAN, SUMUTPOS.CO – PSMS Medan  kembali pulang tanpa poin. Kali ini Persela Lamongan yang menorehkan luka bagi tim besutan Djadjang Nurdjaman. Seperti saat tumbang dari PSIS, kali ini Muhammad Roby dkk juga tumbang dengan skor yang sama 1-4 di Stadion Surajaya Lamongan, Minggu (29/4).

Hasil ini membuat PSMS menjadi tim dengan pertahanan terburuk kedua di Liga 1 di bawah Arema dengan kebobolan 12 gol dari enam laga. Delapan gol bahkan terjadi hanya dalam waktu dua laga.

“Selamat kepada Persela yang memenangkan pertandingan. Sebaliknya kami kecewa. Kalah telak 1-4 menjadi pencapaian yang sangat buruk. Permainan kami jauh dari harapan, di bawah performa terbaik. Tapi kami kebobolan cepat dan itu sangat mempengaruhi,” kata Djanur pada konfrensi pers usai laga.

“Secara ball possesion oke bisa mengimbangi. Tapi kami membuat keteledoran sana sini. Ini kesalahan kami. Konsentrasi menjadi masalah. Seperti halnya saat tumbang dari PSIS. Begitu juga lapangan tengah, passing ke depan sangat tidak akurat. Kerap patah. Itu membuat lawan mampu memanfaatkan serangan balik,” kata pelatih berusia 60 tahun ini.

Djanur juga kembali terhalang rekor buruknya secara pribadi di Surajaya. Saat membesut Persib pun, Djanur jarang menang di stadion ini. “Recovery tidak jadi alasan. Semangat tuan rumah dan tuah stadion juga. Saya memang jarang dapat poin di sini,” bebernya.

Tiga laga tandang tanpa kekalahan tentunya bukan hasil yang baik. Djanur berharap bisa memperbaikinya di laga-laga away berikutnya. “Ini persoalan besar. Masih menunggu partai-partai away dengan lawan yang lebih berat lagi. Ini harus kami perbaiki. Mungkin pemain kami masih muda-muda. Belum cukup pengalaman. Berbeda main di away dan kandang. Itu terlihat di dua laga away terakhir. Untuk warga Medan saya sampaikan mohon maaf. Kepada suporter. Ketiga kali away kami kalah,” kata Djanur.

Pada laga itu PSMS tampil dengan skema yang mirip dengan saat bersua Perseru. Sadney Urikhob dipercaya sebagai ujung tombak. Sementara Yessoh dicadangkan. Hasilnya Persela unggul cepat pada menit ketiga melalui Fahmi Al Ayyubi. Fahmi melakukan aksi individual di rusuk kiri pertahanan PSMS. Setelah melewati hadangan Jajang Sukmara, Fahmi melepaskan tendangan mendatar dari sudut sempit. Persela unggul 1-0.

Persela memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit kedelapan. Kali ini giliran bek tengah Wallace yang mencatatkan namanya di papan skor. Wallace dengan tenang memaksimalkan assist Loris Arnaud untuk mengoyak gawang PSMS.

Semua Suku Siap Menangkan Djarot-Sihar

Pasangan calon Gubsu-Wagubsu nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus beserta para istrinya berfoto di hadapan ribuan orang yang memadati kampanye akbar DJOSSdi lapangan PSBD Kisaran, Kabupaten Asahan, Minggu (29/4) .
Pasangan calon Gubsu-Wagubsu nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus beserta para istrinya berfoto di hadapan ribuan orang yang memadati kampanye akbar DJOSSdi lapangan PSBD Kisaran, Kabupaten Asahan, Minggu (29/4) .

KISARAN, SUMUTPOS.CO – Belasan ribu massa yang datang dari berbagai daerah di Sumatera Utara, memadati kampanye akbar pasangan calon Gubsu-Wagubsu nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss), Minggu (29/4) di lapangan PSBD Kisaran, Kabupaten Asahan.

Hadir juru kampanye nasional yakni Trimedya Panjaitan, Junimart Girsang, Ruhut Sitompul, Ahmad Ghazali Syam dan Muzakir Ridho dari PPP, Ketua DPD PDIP Sumut Japorman Saragih dan lainnya. Juga hadir sejumlah ulama, ustadz, Group Band D’Masiv, juara I Indonesian Idol 2018, Maria Simorangkir dan seluruh pengurus PDIP dan PPP lainnya.

Dalam kampanye tersebut, semua suku di Asahan menyatakan siap memenangkan pasangan Djoss, agar perubahan di Sumut dapat terwujud. Trimedya Panjaitan kepada kerumuman massa menanyakan kesiapan warga Asahan memenangkan Djoss. “Jawa, Batak, Melayu dan suku-suku lain, apakah siap memenangkan Djoss?” seru Trimedya.

”Siapppp…!” jawab massa riuh.

Calon Gubernur Sumatra Utara Nomor Urut 2, Djarot Saiful Hidayat, di hadapan warga  mengatakan akan membuat bangga warga Sumatera Utara. Djarot dan Sihar akan hadir untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. “Tentu saja kita akan menjadi pelayan dan pembantu kalian. Apakah saya boleh jadi pelayan kalian?” teriak Djarot kepada warga yang memadati Lapangan PSBD Kisaran.

Djarot melanjutkan, meskipun banyak berita hoax yang menerpa dirinya belakangan ini, ia menegaskan dirinya telah berkomitmen untuk mengabdi di Sumut hingga lima tahun mendatang. “Terima kasih telah didoakan menang. Saya juga berterima kasih pada Pak Jokowi didoakan menang. Tapi doa yang mengatakan saya akan diangkat menjadi menteri dua tahun setelah terpilih menjadi Gubsu, harus saya bantah. Saya tegaskan, saya akan mengabdi untuk Sumut hingga lima tahun mendatang,” bilang mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Djarot berjanji akan membuat Sumatera Utara berubah. Di mana, Sumut yang dikenal dengan “Semua Urusan Mesti Uang Tunai” akan diubah dengan “Semua Urusan Mudah dan Transparan”. “Artinya tidak ingin ada lagi di Sumutara Utara korupsi. Djarot dan Sihar memang berdua. Tapi pendukungnya banyak. Dan saya yakin warga Asahan, Tanjungbalai, Simalungun dan lainnya akan mampu membuat perubahan dengan memenangkan pasangan Djoss,” ucapnya.

Diingatkannya, agar masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu istilah calon yang diimpor dari provinsi lain untuk memimpin Sumut. Kata dia, tidak ada istilah impor. Krena dia adalah warga negara Indonesia asli, suku Jawa yang berhak mengabdi di seluruh wilayah NKRI.

“Di sini ada orang Jawa-kan? Ada orang Minang, ada orang Aceh. Mereka hijrah dari asal mereka ke Asahan dan ke daerah lainnya. Mereka adalah warga negara Indonesia yang berhak memilih dan dipilih. Kerinduan kami masyarakat Sumut agar tidak ada lagi korupsi, itulah yang akan kami wujudkan,” tegasnya.

Ijeck: Masyarakat Sumut Harus Kaya

Cawagubsu Musa Rajekshah membeli lobe yang didagangkan masyarakat di pelataran Masjid Taqwa, Medan Polonia, Minggu (29/4).
Cawagubsu Musa Rajekshah membeli lobe yang didagangkan masyarakat di pelataran Masjid Taqwa, Medan Polonia, Minggu (29/4).

SUMUTPOS.CO – Kekayaan alam yang dimiliki Sumatera Utara harus diikuti dengan kekayaan sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, ke depan geliat ekonomi kerakyatan mulai tingkat mikro, kecil dan menengah harus mendapat perhatian serius pemerintah.

Hal itu disampaikan Calon Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah usai bersilaturahmi dengan jamaah dan komunitas abang becak di Masjid Taqwa Polonia, Medan, Minggu (29/4).

“Situasi kita hari ini seperti keamanan dan maraknya narkoba disebabkan ekonomi masyarakat. Karena itu saya mengajak agar masyarakat Sumut harus kaya, baik secara ekonomi dan keilmuan,” kata Musa Rajekshah.

Menurutnya, pangkal persoalan himpitan ekonomi disebabkan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Oleh bandar narkoba, kata pria yang populer disapa Ijeck, coba menawarkan bisnis haram tersebut kepada masyarakat. Alhasil, ketika masyarakat ketagihan menjalankan bisnis haram itu, semua sendi-sendi sosial dan agama menjadi berantakan.

“Nah, ketika sudah ketagihan yang mulanya ditawari gratis, akhirnya diwajibkan beli, rutin mengonsumsi dan kecanduan. Disini sebenarnya akar masalah yang harus kita selesaikan bersama,” katanya.

Atas kondisi ini, pria berlatarbelakang pengusaha itu berpandangan dibutuhkan peran pemerintah untuk menghadirkan banyak lapangan pekerjaan kepada masyarakat. Terlebih mengingat besarnya potensi SDA Provinsi Sumut. “Dengan demikian waktu akan terisi positif dan perekonomian masyarakat kita semakin membaik. Serta hal-hal yang tidak baik itu akhirnya bisa ditinggalkan,” kata Ijeck.

Lebih lanjut dikatakan, sebenarnya potensi SDM dan kreatifitas masyarakat Sumut sangat luar biasa. Namun pemerintah terkesan belum sungguh-sungguh memberi atensi terkhusus bagi masyarakat yang ingin menggeluti dunia usaha. Hal tersebut merujuk pada hasil kerajinan komunitas abang becak Masjid Taqwa Polonia, yang mampu menciptakan banyak karya tangan bernilai ekonomis.

Tolak Kepres Tenaga Kerja Asing

Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Ratusan buruh melakukan aksi longmarch di di sekitar Jalan Balai Kota Medan, Senin (1/5) lalu, memperingati hari buruh sedunia atau May Day.
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Ratusan buruh melakukan aksi longmarch di di sekitar Jalan Balai Kota Medan, memperingati hari buruh sedunia atau May Day, tahun lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Besok, 1 Mei 2018 seluruh buruh di Indonesia termasuk Sumatera Utara, menggelar aksi untuk memperingati hari buruh Internasional (May Day). Salah satu poin tuntutan mereka, menolak Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 20 tahun 2018 tentang tenaga kerja asing.

Sekretaris Serikat Buruh Sejahtera Indonesia Regional Sumatera, Arsula Gultom mengatakan, perayaan hari buruh di Sumatera Utara khususnya Kota Medan akan dirayakan dengan acara seremonial. Namun menurutnya, meski perjuangan buruh agar 1 Mei menjadi hari libur nasional dikabulkan pemerintah, namun nasib buruh belum sepenuhnya tercapai bebas dari penjajahan. “Walaupun segenap buruh merayakan kemerdekaan dengan berbagai acara, kita tetap menyuarakan aspirasi penindasan yang menjadi dilema bagi kalangan buruh,” ungkap Arsula.

Dikatakan pria yang sudah 23 tahun bergelut di dunia pergerakan buruh ini, mereka dengan tegas menolak penetapan upah yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 serta Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 20 tahun 2018 tentang tenaga kerja asing. “Dua tuntutan ini tetap kita tolak, walaupun kita merayakan kemerdekaan buruh secara besar-besaran di seluruh Indonesia, kita minta pemerintah khususnya di Sumatera Utara untuk menolak dua kebijakan ini,” tegas Arsula.

Dijelaskan pria berusia 46 tahun ini, dalam momentum perayaan May Day, mereka mendesak kepada Pemerintah Sumatera Utara untuk lebih arif dan bijaksana menyikapi Peraturan Presiden Nomor 20 tahun 2018 tentang tenaga kerja asing itu. “Dalam undang-undang tenaga kerja Nomor 13 tahun 2003 dijelaskan, tenaga kerja asing boleh dipekerjakan sesuai dengan keahlian, ternyata warga asing yang bekerja di Indonesia tidak sesuai, mereka bebas kerja sama dengan buruh di Indonesia, ini akan membunuh mata pencaharian buruh di Indonesia khususnya Sumater Utara,” sebut Arsula.

Ditegaskannya lagi, seluruh buruh akan terus menuntut kemerdekaan agar buruh terlepas dari kezaliman para penguasa dan pengusaha. “Kita lihat sekarang, banyak hak normatif yang belum maksimal diperoleh buruh, ourtsorcing masih berlaku dan penindasan terhadap buruh ada di mana-mana. Oleh karena itu, dengan perayaan May Day terus kita orasikan terhadap permasalahan buruh,” beber Arsula.

Amanda Manopo Bongkar Cinta Setting-an

SUMUTPOS.CO – Langkah berani ditempuh Amanda Manopo, saat mengakui ia dan Angga Aldi Yunanda menjalani hubungan setting-an. Hal tersebut dilakukan Amanda, karena ia merasa salah hidup dalam kebohongan.

“Manda ngaku setting-an karena capek hidup bohong kepada masyarakat dengan gosip-gosip pacaran segala macam, dan diharuskan seperti itu untuk naikkan rating sinetron,” ungkap Amanda, saat ditemui di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (27/4) malam.

Dara berusia 18 tahun ini, mau di-setting karena saat itu ia masih sangat muda dan terlalu cuek. Begitu menyadari, apa yang dilakukan bisa menjadi boomerang bagi diri sendiri, tak ada cara lain selain membuat pengakuan. “Posisinya saat itu Manda masih kecil, belum terlalu berpikir panjang. Masih mikirin, ya udah lah gitu doang. Tapi seiring berjalannya waktu, buat apa sih? Enggak dapat apa-apa. Malah hanya dicap yang aneh-aneh. Dari situ mikir, ngapain ya gini terus? Aku pingin hidup bebas seperti apa yang Manda mau, dan menurut Manda baik. Jadi ya udah ngaku aja,” ucapnya blak-blakan.

Pengakuan itu memang mengejutkan banyak pihak. Namun Manda telah berhasil melewatinya, dan semua baik-baik saja dari segi karir maupun percintaan.

Seperti diketahui, Amanda kini tengah menjalin hubungan asmara dengan aktor Chris Laurent. Pertemanan dengan Angga pun masih berjalan, seolah tak pernah terjadi apa-apa. “Tapi di balik itu semua, aku sama Angga baik-baik aja kok. Ya kayak gimana teman lah,” pungkasnya. (kplc/saz)

Empat Balon DPD RI Dicoret

Komisioner KPU Sumut Divisi Hukum, Iskandar Zulkarnain.
Komisioner KPU Sumut Divisi Hukum, Iskandar Zulkarnain.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari 27 bakal calon (balon) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia perwakilan Sumatera Utara, empat nama dicoret KPU Sumut, yakni Tarida H Sinambela, Ikrimah Hamidy, Razman Arief Nasution, dan Hakirin Jefri Tua Marbun. Pencoretan itu dilakukan KPU Sumut karena berkas syarat dukungan tidak sesuai antara hardcopy dengan softcopy yang diserahkan.

Komisioner KPU Sumut Divisi Hukum, Iskandar Zulkarnain mengatakan, adapun syarat dukungan yang mereka terima itu berupa salinan KTP elektronik atau surat keterangan (suket) dari Disdukcapil yang diserahkan balon DPD pada 22-26 April 2018. Akan tetapi setelah KPU memeriksa dokumen dari para balon DPD, terdapat empat berkas yang akhirnya ditolak.

“Data syarat dukungan yang dimasukkan para balon ke dalam Sistem Informasi Perseorangan Peserta Pemilu (SIPPP) atau bentuk softcopy itu, telah memenuhi ambang batas minimal syarat dukungan yakni lebih dari 4.000 dukungan dan minimal tersebar di 17 kabupaten/kota di Sumut. Akan tetapi, setelah kami periksa dan hitung, hardcopy-nya ternyata tidak sampai syarat minimal 4.000 dukungan. Sehingga data itu tidak sesuai antara hardcopy dengan softcopy,” terang Iskandar kepada wartawan, Minggu (29/4).

Sesuai dengan PKPU 14/2018, lanjut Iskandar, jika data tidak sesuai antara softcopy dan hardcopy maka berkas hardcopy dikembalikan kepada balon untuk diperbaiki dan kembali diserahkan kepada KPU Sumut sebelum penyerahan syarat dukungan ditutup pada 26 April hingga pukul 24.00 WIB. Namun karena empat balon DPD itu menyerahkan syarat dukungan tersebut pada menit akhir, penghitungan hardcopy-nya baru selesai pagi hari pada 27 April. “Mereka tidak bisa lagi untuk memperbaikinya, karena penyerahan syarat dukungan sudah kita tutup pada pukul 24.00 tanggal 26 April 2018 lalu. Kekurangan data di hardcopy mereka itu bervariasi sampai ratusan. Ada yang 300-an bahkan 800-an dukungan,” sebutnya.

Maia Estianty Nikah Tahun Ini?

SUMUTPOS.CO – Maia Estianty selama ini memang kurang terbuka soal hubungan asmaranya. Walau begitu, banyak rumor yang menyebutkan, sosok yang biasa dipanggil Bunda Maia ini, segera mengakhiri masa kesendiriannya tahun ini. Saat ditanyakan kepada Al Ghazali, putra pertama Maia ini, tak mau banyak komentar.

No comment dulu sih. Ya doanya aku sih semoga cepat ya,” kata Al Ghazali, Jumat (27/4) lalu.

Al pastinya sudah tahu tentang sosok pria yang kini sedang dekat dengan sang bunda. Saat ditanya apakah Al setuju dengan pria yang sedang dekat dengan Maia, pacar dari Alyssa Daguise ini, langsung bilang iya. “Setelah aku lihat kepribadiannya, personality-nya, aku juga melihat bunda lebih bahagia sekarang. Enggak kayak dulu. Dulu kan pas jaman chaos, sekarang aku lihat bunda bahagia otomatis Al, El, Dul juga ikut bahagia,” ungkapnya.

Bintang film LDR ini, lalu menunjukkan kepribadian dari calon suami Maia yang membuatnya merasa nyaman. Al juga menjelaskan, apa alasan yang membuatnya bisa dekat dengan sang calon ayah yang kini masih dipanggilnya sebagai om itu. “Ia kan businessman. Kunci kesuksesan businessman itu adalah men-service orang. Dan Om Irwan itu orangnya sangat men-service, jadi ya kita merasa di-service, bikin kita nyaman. Kalau dekat sih karena kita sama-sama orang Jawa, jadi enak kalau ngobrol, nge-guyon tuh nyambung. Sama-sama Surabaya, guyon-nya nyambung, lucu, seru,” cerita Al.

Terakhir, Al pun punya doa lagi untuk sang bunda, tulus dari hatinya. “Doa buat bunda, semoga bisnisnya makin sukses, makin sehat, bahagia selalu yang paling penting. Makin sayang sama anak-anak, cepat nikah,” pungkasnya. (kplc/saz)