ISTIMEWA FOR SUMUT POS SERAHKAN: Dadang Darmawan saat menyerahkan syarat dukungan DPD RI ke KPU Sumut, Kamis (26/4).
SUMUTPOS.CO – Bakal calon (balon) perseorangan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dadang Darmawan Pasaribu, memberi garansi, keikutsertaannya menyerahkan syarat dukungan ke Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara (KPU Sumut) pada Kamis (26/4) lalu, bukan untuk melanjutkan tradisi selama ini, yang dominasi tua renta sebagai senator.
“Saya menggaransi pada masyarakat Sumut, andaikan saya diberi amanah nantinya, saya bukan melanjutkan tradisi tua renta ada di DPD RI, yang identik tak bisa berbuat apa-apa. Itu jadi jaminan saya,” tutur Dadang di Kantor KPU Sumut, Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, belum lama ini.
Tak hanya itu, kondisi yang membanding-bandingkan peserta yang mendaftar saat ini adalah seperti semut di antara gajah-gajah di DPD RI, hal tersebut diakui dan sangat dipahaminya sebagai seorang aktivis. “Kami menyadari itu, tapi perlu kami pahami sebagai aktivis, kalau kalah itu sebuah keabadian bagi kami. Hari ini kalau kami menang adalah bonus dari Tuhan Semesta Alam. Jadi, kami tak perlu menangisi hal itu, apalagi tahu kondisi politik kita saat ini. Karena yang kami tunggu adalah dukungan teman-teman semua. Tuhan dan teman itu modal sosial kami, termasuk teman jurnalis,” jelasnya.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno merombak jajaran direksi Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog).
Keputusan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-115/MBU/04/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perum Bulog.
Dalam salinan keputusan tersebut, Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso diangkat menjadi Direktur Utama Bulog.
Pria yang karib disapa Buwas itu menggantikan Djarot Kusumayakti yang diangkat menjadi Direktur Keuangan menggantikan Pardiman.
Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro mengatakan, perombakan direksi di Perum Bulog merupakan salah satu bentuk penyegaran manajemen perusahaan.
“Pemerintah terus mendorong agar Perum Bulog sebagai perusahaan yang mengemban tugas dari pemerintah dapat menjalankan perannya untuk menjaga Harga Dasar Pembelian gabah petani, stabilisasi harga khususnya harga pokok, penyaluran program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra), pengelolaan stok pangan serta bahan pangan lainnya di luar beras,” katanya.
Wahyu juga menegaskan, pemerintah terus mendorong kestabilan harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya menjelang lebaran 2018. (chi/jpnn)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejak bercerai dari Mike Lewis pada 2012 silam, Tamara Bleszynski masih betah hidup sendirian. Tamara Bleszynski tampak bahagia menjadi orang tua tunggal bagi kedua anaknya, Teuku Rasya dan Kenzou Leon Blezynski Lewis.
Meski terlihat bahagia, ternyata ada saja pihak-pihak yang sering menyindir soal kesendirian Tamara Bleszynski.
Pemain film Air Terjun Pengantin ini pun menjawab kekhawatiran orang-orang mengenai statusnya sebagai seorang single parent.
“Dan.. bagi yg bertanya atau mungkin menyindir dgn kasar atau halus tentang kesendirianku, karena aku seorang perempuan/wanita,” tulis Tamara sebagai keterangan pada foto yang diunggahnya di Instagram.
Tamara memastikan dirinya tetap bersyukur dan menjadi perempuan mandiri, meski hidup tanpa suami.
“Aku baik2 saja, dgn pasangan ataupun tidak dgn pasangan. Aku tetap bersyukur, dan tetap mandiri #lovealways #lovetoall,” sambungnya.
Tamara Bleszynski bersama kedua putranya.
Alhasil, unggahan itu pun langsung mendapat beragam komentar dari warganet.
Mereka meminta agar wanita 43 tahun tersebut tidak terlalu memikirkan soal perkataan orang lain, dan harus fokus terhadap kehidupannya bersama dua anaknya.
“Gak usah dipikirin mbak, gak penting mikirin apa kata orang. Banyak hal positif yg harus dilakukan daripada mikirin itu. Semangat mbak,” tulis akun its_yusti. (mg7/jpnn)
Foto: Corcomm Martabe
Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan area perkantoran Kecamatan Batangtoru oleh Direktur Operasional PT Agincourt Resources Ed Cooney dan Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M. Pasaribu.
Foto: Corcomm Martabe Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan area perkantoran Kecamatan Batangtoru oleh Direktur Operasional PT Agincourt Resources Ed Cooney dan Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M. Pasaribu.
BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe mendukung pembangunan sarana dan prasarana area perkantoran Camat Kecamatan Batangtoru seluas 600 m2 yang terdiri dari kantor dan rumah dinas Camat, beserta fasilitas pendukung lainnya. Pembangunan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kecamatan Batangtoru.
Dukungan pembangunan tersebut dilakukan melalui penandatangan nota kesepahaman dan peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M. Pasaribu dan Direktur Operasional PT Agincourt Resources, Ed Cooney.
“Tambang Emas Martabe berharap dukungan perbaikan dan pembangunan kantor Kecamatan Batangtoru ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sebagaimana dicanangkan oleh pemerintah daerah yaitu Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). Selain itu, kami juga menyadari bahwa kawasan perkantoran Kecamatan Batangtoru juga sebaiknya memiliki ruang public, di mana masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti olahraga, perayaan keagamaan, hingga sarana bermain. Untuk itu kami juga akan mendukung perbaikan beberapa fasilitas lain seperti perpustakaan, kantin, lapangan olahraga, dan penataan pelataran parkir dan gedung perkantoran,” jelas Ed Cooney.
Foto: Corcomm Martabe Peletakan batu pertama pembangunan area perkantoran Kecamatan Batangtoru.
Senior Manager Community PT Agincourt Resources, Pramana Triwahjudi, merinci saat ini bangunan kantor Kecamatan Batangtoru seluas 232 m2 serta rumah dinas Camat seluas 120 m2 memerlukan perbaikan, agar pelayanan publik menjadi lebih nyaman. Kantor Kecamatan Batangtoru yang baru nantinya akan menjadi bangunan dua lantai, disertai penambahan beberapa fasilitas seperti ruang rapat, ruang laktasi, arsip dan fasilitas pendukung lainnya.
Tak hanya itu, Tambang Emas Martabe juga mendukung pembangunan kantor Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dan garasi untuk mobil pemadam kebakaran.
Rumah dinas Camat seluas 125 m2 akan dibangun dengan desain baru yang selaras dengan kantor kecamatan. Fasilitas perpustakaan dan kantin juga akan dibangun dengan konsep khusus guna menambah kenyamanan anak-anak dan masyarakat luas yang datang berkunjung.
“Kami menginginkan kantor ini nantinya bisa menjadi landmark Batangtoru, karena desain kantor baru ini telah mempertimbangkan kearifan lokal masyarakat,” ucap Pramana.
Bupati Tapsel Syahrul M. Pasaribu mengemukakan, pembangunan dan perbaikan ini nantinya akan membuat kantor Kecamatan Batangtoru menjadi yang terbesar dan termewah dari seluruh 15 kantor kecamatan yang ada di Tapsel.
“Kami berterima kasih kepada manajemen Tambang Emas Martabe atas dukungan dan bantuan dalam pembangunan ini. Sebagai salah satu investor yang ada di Tapsel, Tambang Emas Martabe telah memenuhi kewajibannya yakni memberikan dampak positif dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat Batangtoru. Kami akan mendukung terus berbagai bentuk investasi yang ada di Tapsel asalkan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku,” pungkas Syahrul. (rel/mea)
SUMUTPOS.CO – Saat ini saya tinggal di desa. Desanya Amerika. Di pelosok sekali. Kalau Anda buka peta Amerika tunjuklah titik tengahnya. Di situlah saya. Di Hays. Masuk negara bagian Kansas.
Saya pernah tinggal di pedesaan pelosok Tiongkok. Waktu bangun pagi bingung: cari tempat buang air.
Itu 20 tahun lalu. Kamar tidurnya enak. Berkasur bagus. Tapi tidak punya toilet. Gak disangka sekarang modernnya bukan main.
Saya juga pernah tinggal di pedesaan Jepang. Di desa luar kota Nemuro. Di pulau Hokkaido. Di ujung paling utara pulau. Menghadap ke pulau-pulau Kuril. Yang disengketakan dengan Rusia. Desanya modern. Dari rumah ke ke rumah (waktu itu) dihubungkan dengan interkom. Hanya ada beberapa puluh rumah di situ.
Kedatangan saya bikin heboh kecil. Diberitahukan ke semua rumah lewat interkom.
Tidur saya di tatami. Yang dihampari kasur. Serba bersih. Serba rapi.
Rasanya badan sayalah yang akan membuatnya kotor. Saya tidak diberi mimpi apa-apa. Suara ombak mendayu-dayu dari laut. Sepanjang malam yang sepi. Damai di bumi.
Kini saya di pedesaan Amerika. Rumah-rumahnya tanpa pagar. Semua punya mobil. Bahkan banyak yang dua. Salah satunya pick-up. Yang di desa ini disebut truck.
Di Tiongkok, di Jepang dan di Amerika sama. Pelosoknya sulit berkembang. Banyak desa (di sini disebut kota kecil) yang penduduknya berkurang. Terutama anak mudanya. Pindah ke kota besar.
Tentu tidak ada pembantu di rumah ini. Cuci piring sendiri. Cuci pakaian sendiri. Merapikan tempat tidur sendiri. Saya tidak mau bikin sampah: karena harus membersihkannya sendiri.
Saat menyiapkan makan sesedikit mungkin pakai peralatan dapur: agar tidak banyak mencucinya.
Saya menemukan cara ini: makan siang tanpa perlu mencuci apa pun. Makan burrito. Masakan Mexico. Bikin sendiri. Sudah biasa. Untuk urusan burrito saya sudah pada tingkat, ehm, ahli.
Para siswa yang mengikuti SNMPTN, beberapa waktu lalu. Total ada 110.946 siswa SMA yang lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan telah diumumkan. Namun bagi yang belum lolos, masih ada jalur lain, yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Para siswa yang mengikuti SNMPTN, beberapa waktu lalu. Bagi yang belum lolos SNMPTN, masih ada jalur lain, yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), yang ditutup malam ini pukul 22.00 WIB.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Malam ini pendaftaran Seleksi Masuk Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri (SBMPTN) 2018 ditutup. Itu sebabnya siswa yang ingin ikut SBMPTN diminta secepatnya mendaftar.
“Yang belum mendaftar secepatnya mendaftar karenan akan ditutup malam ini pukul 22.00 WIB,” kata Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, Jumat (27/4).
SBMPTN merupakan seleksi berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) atau Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau kombinasi hasil ujian tulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa, dilakukan secara bersama di bawah koordinasi panitia pusat.
Mengenai skema baru perubahan nilai masuk SBMPTN, Menteri Nasir menjelaskan tidak akan merugikan calon peserta.
Penilaian pada skema baru ini, peserta jawab benar maka diberi nilai satu tapi kalau tidak jawab nilainya nol.
Namun, penilaiannya tidak hanya sampai jawaban peserta melainkan nanti data jawaban peserta yang masuk akan diolah lagi untuk dianalisis.
“Calon peserta akan mendapat nilai sesuai tingkat kesulitan tinggi, sedang, dan rendahnya soal. Jadi, sistem penilaian yang memberikan nilai skor empat pada jawaban benar, minus untuk salah dan nol jika tidak dijawab tahun ini sudah mulai ditinggalkan karena ini tidak menguntungkan siswa,” beber mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini.
Foto drone, lokasi sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis(26/4).
Bastin/Komunitas Aceh Flight Forum/Rakyat Aceh
Foto drone, lokasi sumur minyak di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis(26/4). Bastin/Komunitas Aceh Flight Forum/Rakyat Aceh
SUMUTPOS.CO – Api sudah tak lagi menyala di sumur minyak ilegal Pasir Putih, Kecamatan Ranto Puereulak, Aceh Timur sejak Kamis (26/4) dini hari sekira pukul 02.10 WIB. Namun duka masih menyelimuti warga sekitar. Diantaranya, Ainul Mardhiah yang harus kehilangan ibu dan dua orang anaknya.
Tiga anggota keluarga Ainul Mardhiah, tercatat dalam daftar 21 nama korban meninggal dunia, yakni ibunya Siti Habshah, dan kedua anaknya Afrizal dan Siti Rahaya. “Sebelumnya tidak ada pertanda apa- apa. Anak saya dua, satu laki dan satu perempuan,” ungkap Ainul, sambil mengusap air matanya yang menetes deras.
Menurutnya, lokasi sumur minyak itu memang tak jauh dari rumah kedua anaknya. Sebelum insiden, anak-anaknya memang tengah berada di lokasi melihat tumpahan minyak berhamburan. “Mereka terlalu cepat pergi meninggalkan saya. Tak sanggup saya ceritakan. Saya harus iklas atas musibah ini,” ucapnya dengan sesegukan menahan tangis.
Sementara, pihak gampong setempat sejak kemarin malam, mengelar doa dan tahlilan secara umum yang dilaksanakan di masjid. “Untuk tiga hari ini masyarakat menggelar doa bersama secara umum di masjid, sementara sisanya hingga tujuh harian itu diserahkan untuk kami masing-masing keluarga,” ucap Ainul.
Ia hanya mampu menadah doa agar ketiga orang yang disayangi itu ditempatkan di tempat yang layak disisi-Nya. “Hanya doa yang bisa dikirim. Saya harus iklas atas kepergian mereka semoga Allah memberi kebaikan,” harap Ainul.
Hingga saat ini, rumah Ainul ramai dilayat sanak saudara, bahkan anggota DPRA Iskandar Al Farlky ikut melayat ke rumah duka. Kedatangan politikus asal Peureulak ini disambut baik keluarga almarhum.
“Semoga di balik kejadian ini menjadi hikmah bagi kita semua, begitu juga keluarga korban harus tabah dan sabar,” kata Iskandar.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SIDANG_Bupati nonaktif Batu Bara, Sumut, OK Arya Zulkarnain (kiri) menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (2/4). Dirinya dituntut dengan hukuman 8 tahun penjara karena menerima suap yang totalnya mencapai Rp 8 miliar.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS OK Arya Zulkarnain menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Medan, beberapa waktu lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kota Medan akhirnya memvonis Bupati Batubara Nonaktif OK Arya Zulkarnaen. Ok Divonis dengan hukuman penjara 5,5 tahun. Selain itu, OK juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp200 juta dengan subsider tiga bulan kurungan. Hukuman itu diterimanya, menyusul kasus penerimaan gratifikasi dari rekanan dalam pengerjaan sejumlah proyek di Kabupaten Batubara sebesar Rp 8,035 miliar.
Majelis Hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo juga membebankan OK Arya untuk membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp5,935 miliar. “Apabila terdakwa tidak membayar UP selama waktu sebulan setelah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa disita. Apabila tidak cukup diganti dengan pidana 2 tahun,” kata majelis hakim, Kamis (26/4).
Selain OK Arya, pengadilan juga menjatuhkan hukuman pidana selama 4 tahun dan 10 bulan kurungan terhadap terdakwa lain, yakni mantan Kadis PUPR Kabupaten Batubara Helman Herdady. Dia juga dikenakan denda Rp200 juta dan subsider tiga bulan kurungan.
OK Arya bersama penuntut umum menyatakan pikir-pikir dengan putusan itu. Sementara Helman Herdady menyatakan menerima putusan itu.
Usai sidang, OK Arya langsung berpelukan erat dengan istrinya Siti Khadijah yang hadir di persidangan itu. Selain itu, OK Arya juga tampak bersalaman dengan beberapa kerabatnya. Begitu juga dengan Ayen dan Helman Herdady, usai sidang kedua terdakwa yang turut menjalani sidang vonis bersama OK Arya tersebut juga tampak mengalami kerabat masing-masing yang hadir di persidangan.
Dalam perkara ini, OK Arya terbukti menerima Rp8,055 miliar dari lima kontraktor, yakni Maringan Situmorang, Mangapul Butar Butar alias Apul alias Abun, Parlindungan Hutagalung alias Parlin dan Syaiful Azhar. Uang suap itu awalnya dikumpulkan Maringan lalu diserahkan melalui Sujendi Tarsono alias Ayen dan Helman Herdady. Dalam proses itu, Helman juga menerima uang sebesar Rp 80 juta dari Syaiful Azhar.
Pemberian uang itu berlangsung antara Maret 2016 hingga September 2017 di sejumlah lokasi, di antaranya di Jalan Sungai Deli Gang Sawo No. 52 Kota Medan; showroom Ada Jadi Mobil, Jalan Gatot Soebroto, Medan; Tre Mon Caf Lippo Mall, Jalan Diponegoro, Medan; Jalan Air Bersih Ujung Blok 70 No 5 Medan.
Penyuapan itu dilakukan agar OK Arya Zulkarnain dan Helman Herdady, baik secara langsung maupun tidak langsung, melakukan intervensi guna memenangkan Maringan Situmorang, Mangapul Butar Butar alias Apul alias Abun, Parlindungan Hutagalung alias Parlin dan Syaiful Azhar dalam proses pengadaan barang/jasa pada Dinas PUPR Kabupaten Batu Bara tahun 2016-2017.
Dalam perkara penyuapan ini, dua pengusaha, Syaiful Azhar dan Maringan Situmorang, telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman masing-masing 2 tahun penjara. Mereka juga didenda Rp 100 juta. (pra/jpc)
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Pasangan cagub-wagub Sumut Edy Rahmayadi (kedua kiri)-Musa Rajekshah (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) saling bertumpu tangan ketika menghadiri Pembekalan Antikorupsi dan Deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepala Daerah se-Sumut, di Medan, Sumatra Utara, Selasa (24/4). Pembekalan yang dihadiri Mendagri Tjahjo Kumolo, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, KPU, Bawaslu, pasangan cagub-wagub Sumut, pasangan calon bupati dan wali kota beserta wakilnya se-Sumut tersebut untuk memberikan informasi mengenai pencegahan antikorupsi di lingkungan pemerintahan.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Pasangan cagub-wagub Sumut Edy Rahmayadi (kedua kiri)-Musa Rajekshah (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (kedua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) saling bertumpu tangan ketika menghadiri Pembekalan Antikorupsi dan Deklarasi LHKPN Pasangan Calon Kepala Daerah se-Sumut, di Medan, Sumatra Utara, Selasa (24/4).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jika pencoblosan Pilgubsu 2018 digelar hari ini, siapa yang bakal unggul? Lingkaran Survei Indonesia (LSI) punya jawabannya. Menurut hasil riset yang mereka lakukan untuk Pilgub Sumut 2018, pasangan Eramas yang didukung mayoritas partai pemilik kursi di DPRD Sumut lebih unggul dari pasangan Djarot Saiful Hidayat–Sihar Sitorus yang cuma didukung PDIP dan PPP.
Peneliti LSI Network Ade Mulyana mengatakan ada tiga alasan , pasangan Eramas bisa mengungguli pasangan Djoss. Pertama katanya, pada segmen pemilih bersuku Jawa, pasangan Eramas unggul telak 58,4 persen. Sedangkan Djoss hanya memperoleh dukungan sebesar 18,1 persen. “Selain itu, pasangan Eramas juga unggul telak di basis pemilih beragama Islam yaitu sebesar 59,2 persen. Sedangkan pasangan Djoss hanya mendapat dukungan sebesar 16,8 persen,” ucapnya.
Lalu yang kedua, katanya, Eramas unggul di lebih banyak Dapil dibanding Djoss. “Eramas unggul di 8 Dapil, yaitu Dapil 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan 12. Sedangkan Djoss hanya di empat dapil, yaitu dapil 8, 9, 10 dan 11,” terang Ade Mulyana.
Dalam paparannya, hasil survei yang mereka lakukan pada 11-15 April 2018 tersebut menunjukkan tingkat penerimaan masyarakat untuk pasangan Eramas mencapai 43,1 persen. Sedangkan pasangan Djoss hanya 33,4 persen. Sedangkan 23, 4 persen menyatakan masih merahasiakan jawabannya. “Artinya, kalau seandainya pencoblosan Pilgubsu 2018 digelar hari ini maka pasangan Eramas akan unggul,” katanya.
Ade menjelaskan, beberapa faktor yang membuat pasangan Eramas unggul atas Djoss yakni karena faktor segmen pemilih. Pasangan Eramas mendapat dukungan telak pada segmen pemilih yang didasarkan pada faktor agama. Pemilih beragama Islam yang memilih Eramas mencapai 59,2 persen sedangkan yang memilih Djoss hanya16,8 persen. Meski kondisi sebaliknya terjadi pada pemilih yang beragama Kristen protestan yang memilih Eramas hanya 26,7 persen dan 72,3 persen memilih Djoss.
Menyikapi hasil survei tersebut, Calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengaku tidak mau terlena dan berpuas diri dengan hasil survei yang sejauh ini lebih mengunggulkan pasangan Eramas dari Djoss. Dia menegaskan, perjuangan belumlah selesai.
“Apapun itu, kami tidak berhenti di situ (melihat hasil survei, Red), dan tidak terus merasa puas. Kita akan terus berjuang sampai 27 Juni, dan tetap memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa kami ingin membawa perubahan bagi Sumatera Utara,” kata pria yang akrab disapa Ijeck.
Dia mengatakan, sampai kini dirinya bersama Edy Rahmayadi tetap berjalan sebagaimana mestinya dengan mengikuti regulasi dan tahapan pemilu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut. “Apa-apa yang dibolehkan KPU kami tetap on the track. Begitupun apa-apa yang tidak dibolehkan, kami tidak kerjakan,” katanya.
Bahkan di sisa waktu sebelum hari ’H’ pencoblosan pada 27 Juni mendatang, Ijeck kembali mengatakan Eramas terus bergerak menyosialisasikan program dan visi misi kepada masyarakat. Terlebih upaya tersebut dalam rangka meningkatkan elektabilitas Eramas. “Kemudian selalu mendengar apa yang diinginkan dan diharapkan masyarakat, supaya menjadi catatan pembangunan Sumut ke depan. Juga yang terpenting selalu menyampaikan visi misi Eramas supaya masyarakat makin yakin dengan kami,” pungkasnya.
Evan Dimas Darmono (Indonesia) saat melawan Syria di stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (14/15). Indonesia kalah 3-0. Farid Fandi/Jawa Pos
Evan Dimas Darmono dan kawan-kawn wajib menang kala menjamu Bahrain diajang Anniversary Cup 2018, di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (27/4) malam nanti.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Bahrain akan menjadi ujian pertama bagi tim nasional Indonesia U-23 pada ajang Anniversary Cup 2018, di Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (27/4) malam nanti. Ini menjadi kesempatan bagi Luis Milla untuk menguji pasukannya menuju Asian Games menghadapi lawan dengan level di atasnya.
Gaya main dari Bahrain yang memiliki fisik lebih unggul ketimbang Indonesia sudah dipelajari tim pelatih Garuda. Pergerakan cepat dari mereka pun jadi pusat perhatian Hansamu Yama dan kolega. “Kami sudah melihat beberapa video bahwa mereka selalu press (menekan). Makanya kami harus latih pemain supaya bisa keluar dari situasi tersebut untuk cepat melakukan transisi,” ucap Bima Sakti, asisten pelatih.
Namun Indonesia punya memori buruk atas Bahrain. Timnas pernah dibantai 0-10 oleh Bahrain pada Kualifikasi Piala Dunia 2014 di Stadion Nasional Bahrain, 2012 lalu. Meskipun Indonesia juga pernah menumbangkan Bahrain dengan skor 2-1. Hal itu jadi alarm tersendiri untuk Milla, meski kedua tim sudah jauh berbeda saat ini.
Indonesia punya bekal untuk menghadapi Bahrain, yakni pengalaman mereka dari partai persahabatan melawan Suriah, November tahun lalu. Bahrain dan Suriah dianggap tidak jauh berbeda soal fisik. “Secara fisik dan kecepatan kami pikir, mereka kurang lebih sama seperti tim Suriah kemarin, tapi saya pikir kami bisa beradaptasi dengan hal tersebut,” tukas mantan kapten timnas Indonesia itu.