Home Blog Page 6415

Beda Pahlawan dan Jagoan di Udara

Dahlan Iskan

SUMUTPOS.CO – Saya dapat tempat duduk di dekat jendela. Saat terbang dari Hongkong menuju Dallas, Texas. Jumat lalu.

Ingatan saya langsung pada wanita itu. Yang kesedot ke luar jendela. Saat kaca jendela pesawatnya lepas. Di ketinggian 30.000 kaki. Yang terbang dari New York ke Dallas. Selasa lalu.

Saya pandangi jendela di sebelah saya. Saya ukur besarnya jendela itu. Dengan mata saya. Ternyata cukup besar. Kalau saja saya yang tersedot saat itu. Pastilah seluruh badan saya sudah lepas dan terbang. Melayang. Ke udara yang nyaris tanpa oxygen. Di ketinggian 30.000 kaki.

Mungkin wanita yang kesedot itu badannya besar. Wanita Amerika. Dari Texas pula. Sehingga mula-mula hanya kepalanya yang tersedot ke luar jendela. Ketahan bahunya.

Mungkin bahunya tidak cukup lebar. Sehingga lolos pula ke luar jendela. Sampai pinggang. Separo badannya berkibar-kibar di luar pesawat. Sampai batas pinggang. Terpontang-panting tertekan angin. Di kecepatan pesawat sekitar 650 km/jam. Separo lagi masih tetap di dalam pesawat. Dari pinggang sampai kaki.

Mungkin pinggulnya cukup besar. Tidak bisa lolos dari ukuran jendela.

Saat itu tabung oxygen serentak bergelayutan. Di atas masing-masing penumpang. Yang berjumlah 144 orang.

Penumpang masih kaget. Akibat bunyi ledakan keras. Dari arah mesin. Lalu pada mengenakan tabung oxygen itu. Untuk tetap bisa bernafas.

Sebagian penumpang sempat ambil gambar. Menggunakan hand phone. Tersiarlah foto penumpang yang mengenakan tabung oxygen. Yang ternyata, saya lihat di foto, banyak yang salah. Biar pun mereka orang Amerika.

Tabung itu hanya ditutupkan pada mulut. Tidak sampai ke hidung. Seperti yang biasa diperagakan oleh pramugari.

Saya penasaran memperkirakan waktu. Berapa menit separo badan wanita itu berada di luar pesawat.

Sampai ada seorang penumpang bertopi cowboy-Texas menarik kakinya. Sehingga wanita tersebut tidak terlempar ke luar.

Adakah wanita itu tertahan karena pinggulnya besar. Atau karena ditahan oleh si Cowboy. Atau karena ketinggian pesawat sudah turun drastis. Sehingga tekanan sedotannya tidak sekuat pada ketinggian 30.000 kaki.

Pilot pesawat tersebut wanita. Umur 56 tahun. Mantan pilot pesawat tempur. Angkatan udara. Digelari bersyaraf baja. Bisa mengendalikan pesawat dengan tenang.

Dengan hanya satu mesin. Berhasil melakukan pendaratan darurat. Di bandara internasional Philadelphia. Baru 20 menit dari New York. Dari semestinya 4 jam ke Dallas.

Saat pesawat mendarat badan wanita itu sudah berhasil ditarik sepenuhnya. Sudah utuh berada di dalam pesawat.

Penumpang yang kebetulan perawat menanganinya. Meninggal: seorang eksekutif bank. Ibu dua anak. Pahlawan. Dia pahlawan. Berkat badannya. Yang menutup jendela yang lepas kacanya.

Saya pandangi jendela di sebelah saya. Cukup besar. Ups….. Tunggu dulu. Ini kan pesawat berbadan lebar. Airbus A330. Satu deret bisa 9 kursi.

Sedangkan pesawat jurusan New York – Dallas itu kan Boeing 737-700. Yang satu deret 6 kursi.

Tentu jendelanya lebih kecil. Atau sama?

Saya ingat-ingat saat sering naik pesawat di negeri sendiri. Yang umumnya sejenis dengan yang meledak mesinnya itu.

Tapi saya gagal membandingkan jarak jauh. Apakah jendelanya lebih kecil dari pesawat ini. Ya sudahlah.

Penasaran saya berikutnya adalah: benda apa yang menghantam jendela itu. Hingga lepas. Belum pernah ada kejadian ini: jendela lepas.

Saya benar-benar menunggu hasil penyelidikannya. Benarkah benda itu sebuah bilah turbin yang lepas? Kalau iya memang luar biasa. Bilah itu tajam sekali. Baja pilihan. Solidnya bukan main.

Anak Ketiga William Geser Harry

SUMUTPOS.CO – Kate Middleton kembali melahirkan anak laki-laki dengan selamat pada pukul 11.01 waktu setempat di Lindo Wing RS St Mary, Senin (23/4). Sang bayi terlahir dengan berat badan 3,6 kilogram.

Anak ketiga Kate dan Pangeran William ini. posisinya dalam takhta kerajaan Inggris sudah ditentukan. Ia akan menempati posisi kelima dalam takhta kerajaan Inggris. Hal itu sekaligus menggeser posisi Pangeran Harry menjadi posisi keenam.

Duke of York, Pangeran Andrew, akan bergeser ke posisi ketujuh, sementara Putri Beatrice dan Eugenie berada di posisi kedelapan dan kesembilan. (dtc/saz)

Kate Middleton Lahirkan Anak Laki-laki Lagi

LONDON, ENGLAND - JANUARY 23: Catherine, Duchess of Cambridge visits Roe Green Junior School on January 23, 2018 in London, England to launch a programme that supports children's mental health at school. (Photo by Karwai Tang/WireImage)

SUMUTPOS.CO – Kate Middleton dibawa ke rumah sakit untuk melahirkan sekira pukul 08.26 waktu Inggris, Senin (23/4). Akhirnya, pihak istana pun angkat bicara.

Melalui akun Twitter resmi Istana Kensington, pihak kerajaan mengumumkan jenis kelamin anak ketiga Kate dan Pangeran William. Keduanya kembali dikaruniai anak laki-laki.

“Yang Mulai Duchess Cambridge melahirkan anak laki-laki dengan selamat pada pukul 11.01 waktu setempat. Sang bayi terlahir dengan berat badan 3,6 kilogram. Duke Cambridge hadir saat persalinan. Yang Mulia dan sang putra lahir dengan selamat,” kicaunya.

Tak hanya itu, pihak keluarga kerajaan pun sudah mendengar kabar bahagia tersebut. Ratu Elizabeth hingga Pangeran Harry sangat gembira mendengar kelahiran anak ketiga Kate dan William.

“Sang Ratu, Duke Edinburgh, Pangeran Wales, Duchess Cornwall, Pangeran Harry, dan keluarga kedua belah pihak sudah dikabarkan dan senang dengan berita ini,” pungkasnya.

Namun sayang, masih belum ada detail soal nama anak ketiga William dan Kate yang diungkap.

Sebelumnya, saat Kate Middleton dibawa ke Rumah Sakit St Mary, untuk melahirkan sekira pukul 08.26 pada Senin (23/4), waktu setempat, Pangeran William disebut, yang mengantarkan langsung sang istri ke rumah sakit.

Namun saat persalinan, William tak diperbolehkan mendampingi sang istri. Dikutip dari Express, tradisi kerajaan melarang pria berada di dalam ruang persalinan, sehingga William tak akan diperbolehkan masuk, hingga anak ketiganya lahir.

Tak hanya itu, bahkan William tak akan menjadi anggota keluarga pertama yang tahu, jika anak ketiganya sudah lahir. Menurut tradisi, kabar tersebut harus pertama kali disampaikan kepada Ratu Elizabeth.

Bahkan bidan atau dokter yang bertanggung jawab dalam persalinan Kate sudah disumpah untuk tak membeberkan detail kepada siapa pun. Bahkan, kepada ayah kandungnya sendiri, William.

Sebelumnya, pihak Istana Kensington mengumumkan perihal persalinan Kate lewat akun Twitter resminya. “Yang Mulia Duchess Cambridge baru saja dilarikan ke rumah sakit St Mary, Paddington, London, pagi ini setelah merasakan kontraksi tahap awal,” kicaunya.

“Duchess diantar menggunakan mobil dari Istana Kensington ke Lindo Wing di Rumah Sakit St Mary, bersama dengan Duke Cambride,” pungkasnya. (dtc/saz)

Guardians of The Tomb: Menguak Misteri Kuno Budaya Tiongkok

SUMUTPOS.CO – Film ini mengisahkan di masa modern, ketika sebuah perusahaan farmasi sedang mengalami masalah keuangan. Agar tidak bangkrut, Mason (Kelsey Grammer) harus berinovasi dengan produk-produknya. Mason kemudian mengirim tim ke sebuah gurun gersang untuk mencari tanaman yang dapat dijadikan sebagai obat.

Di lain kisah, Jia (Bingbing Li) merupakan seorang ahli satwa yang harus berhadapan dengan sikap keras kepala adiknya Luke (Chun Wu). Sampai pada akhirnya, Jia mendapatkan kabar, adiknya hilang dalam sebuah ekspedisi di tempat terpencil.

Jia yang tidak ingin kehilangan adiknya, mencari tahu tentang keberadaannya dengan bertemu Mason. Tiba di sebuah gurun, Mason dan Jia ditemani Jack (Kellan Lutz) serta Lisa (Yasmin Kassim), untuk tujuan yang berbeda-beda.

Namun, semuanya harus terjebak dalam sebuah misteri kuno kebudayaan Tiongkok di masa lalu. Berkali-kali Jia dan teman-teman barunya harus berhadapan dengan hewan buas yang beracun. Selain itu, Jia pun juga harus berhadapan dengan misteri istana bawah tanah dari sebuah kerajaan. Lantas, berhasilkah Jia menemukan adiknya? (bbs/saz)

Nikita Mirzani Double Date dengan Miyabi

SUMUTPOS.CO – Nikita Mirzani dan Dipo Latief baru saja pulang liburan dari Jepang. Saat akan terbang kembali ke Indonesia, pasangan itu transit di Manila, Filipina, dan menyempatkan bertemu dengan Maria Ozawa, atau dikenal dengan Miyabi.

“Iya, pas lagi transit di Manila ketemu Maria, kebetulan memang temenan, ada Dipo juga, sekalian dikenalin gitu,” ungkap Nikita, membuka cerita saat ditemui di Crystal Aesthetic Clinic, Jalan Kendal, Menteng, Jakarta Selatan, Senin (23/4).

Bukan Nikita namanya jika tidak ceplas-ceplos. Ia pun mengeluarkan kata-kata lucu ketika membeberkan alasannya memperkenalkan Dipo ke mantan bintang ‘panas’ itu. “Ia bawa pacarnya juga kemarin, Niki bawa Dipo. Memang janjian. Niki sama Maria sudah teman lama, profesi saja berbeda,” celetuknya sambil tertawa.

“Jalan-jalan saja, kan transitnya lumayan lama. Jadi jalan-jalan sekalian dikenalin pacarnya juga yang chef,” imbuh Nikita.

Nikita mengatakan, Maria memang sudah lama menetap di Filipina. Tidak lagi menjadi bintang porno, Maria kini sudah mempunyai bisnis sendiri. “Ia kan memang sudah menetap di Filipina selama 3 tahun. Sudah hijrah, profesinya sudah berbeda, sudah bikin pemain sirkus yang bisa dibolak-balik. Sekarang ia owner di satu club and lounge-nya sendiri,” pungkasnya. (dtc/saz)

Prilly Latuconsina Ogah Ikut Geng Artis

Prilly Latuconsina
Prilly Latuconsina

SUMUTPOS.CO – Disibukkan dengan pekerjaannya di dunia keartisan, Prilly Latuconsina mengaku tak memiliki geng. Ia sadar, masa mudanya lebih banyak dihabiskan di lokasi syuting.

“Aku sadar tidak ada waktu bermain sama teman-teman, tapi aku lakukan semua ini demi masa depan aku nanti,” tutur Prilly, saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Daripada aku party-party enggak jelas, lebih baik aku sibuk cari uang dan menata kehidupan aku dari sekarang,” imbuh Prilly.

Menurut pemain film Danur ini, ia tak tertarik membuat geng dengan teman-teman artis lain, kalau hanya untuk sekadar cari kesenangan. “Kalau squad yang menghabiskan uang buat apa ya? Menghamburkan waktu yang enggak-enggak, ngapain gitu? Kan aku juga punya kesibukan lain di luar kerja, aku harus kuliah, ngerjain tugas,” beber Prilly.

“Jadi menurut aku, carilah perkumpulan yang memberikan inside yang postif. Kalau aku punya squad, ya harus yang menghasilkan,” pungkas Prilly. (mg7/jpnn/saz)

Menteri Kehutanan Janji Perhatikan Laporan Masyarakat Adat

Ketua Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) Judin Ambarita (kanan) bersama Ketua Umum Panitia Pengembalian Tanah Adat Warisan Ompu Mamontang Laut Ambarita Edy Harianto Ambarita ST didampingi tetua adat Sihaporas Hotben Ambarita dan Esna Sidauruk (istrinya), menyematkan ulos kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, di ruang VIP Bandara KualaNamu, Deliserdang, Sumut, Minggu (22/4/2018).
Ketua Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) Judin Ambarita (kanan) bersama Ketua Umum Panitia Pengembalian Tanah Adat Warisan Ompu Mamontang Laut Ambarita Edy Harianto Ambarita ST didampingi tetua adat Sihaporas Hotben Ambarita dan Esna Sidauruk (istrinya), menyematkan ulos kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, di ruang VIP Bandara KualaNamu, Deliserdang, Sumut, Minggu (22/4/2018).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar bertemu dengan masyarakat adat Nagori/Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumut, di ruang VIP Bandara Kualanamu Minggu, (22/4/2018).

Sebelum kembali ke Jakarta usai menghadiri kegiatan acara Hari Bumi (Earthday) di Kota Medan, Siti bersedia mendengarkan pengaduan masyarakat adat yang mengatasnamakan kelompok Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras).

Pertemuan Siti dengan belasan orang perwakilan masyarakat adat Lamtoras inipun berlangsung akrab dan kekeluargaan.

Ketua Lamtoras Judin Ambarita bersama Ketua Umum Panitia Pengembalian Tanah Adat Warisan Ompu Mamontang Laut Ambarita Edy Harianto Ambarita menyampaikan, warga berharap kepada pemerintah. “Tanah yang sudah kami tempati turun-temurun selama 8-11 generasi, yakni jadi permukiman dan perladangan agar ditetapkan atau dikukuhkan pemerintah sebagai tanah adat. Kemudian, hutan kurang lebih 1.500 hektare yang semula dipinjam penjajah Belanda sekitar tahun 1913, bisa dikembalikan untuk kami jadikan hutan adat,” ujar Judin Ambarita.

Disebutkannya, lahan itu dulunya adalah milik leluhur mereka yang sempat dicaplok oleh kolonial Belanda dari generasi kelima keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita, yakni dari Ompu Lemok Ambarita, Ompu Haddur Ambarita dan Ompu Jalihi Ambarita.

Mereka menceritakan bagaimana sejarah tanah leluhurnya yang dicaplok Belanda itu. “Belanda meminta warga menanam tusam (pinus) untuk masa 30 tahun. Tapi belum sempat panen, Belanda kalah perang dan kembali ke negerinya. Tapi tanah ompung kami, kemudian dinasionalisasi pemerintah,” kata  Edy Harianto Ambarita.

“Karena kita tahu Pak Presiden Jokowi itu prorakyat, makanya kami sampaikan hal ini kepada ibu menteri. Terimakasih sekali ibu sudah bersedia menerima kita dan meluangkan waktunya. Kami meminta lahan dikembalikan menjadi tanah adat bukan mau kami jual bu, gak ada sama sekali niat kami seperti itu. Kami hanya minta supaya itu bisa dijadikan tanah adat saja bu,” ujar Mangitua Ambarita, tetua adat Sihaporas.

Saat mendengarkan cerita itu, Siti Nurbaya pun tampak begitu serius. Ia pun bersedia mendengarkan satu per satu cerita masyarakat. Bahkan dengan begitu terbukanya, Siti pun mempersilakan masyarakat untuk bercerita menambah informasi yang ia terima.

Menteri yang juga politisi Partai nasdem inipun  menerima masukan dari akvitis pendamping masyarakat Saurlin Siagian mewakili Hutan Rakyat Institute (HaRI), dan Perhimpunan Bantuan Hukum & Advokasi Rakyat Sumatera Utara (BAKUMSU), serta Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak Roganda Simanjuntak.

Masyarakat adat Sihaporas kemudian menyampaikan segala dokumen pendukung yang mereka punyai selama ini. Termasuk status warga, merupakan penduduk asli, bukan pendatang baru.

25 Pohon Ganja ’Dipanen’ Dari Kebun Sawit

Fot: Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos GANJA: Kapolsek Simpang Empat Polres Asahan, AKP Supriyadi Yantoto SH didampingi Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat, Iptu Rusdi Damanik SH bersama warga mengamankan 25 batang pohon ganja dari kebun sawit.
Fot: Tomi Sanjaya Lubis/Sumut Pos
GANJA: Kapolsek Simpang Empat Polres Asahan, AKP Supriyadi Yantoto SH didampingi Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat, Iptu Rusdi Damanik SH bersama warga mengamankan 25 batang pohon ganja dari kebun sawit.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO -Sebanyak 25 pohon ganja tak bertuan ditemukan tumbuh subur di perkebunan sawit milik warga di Dusun IV, Desa Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam, Asahan, Senin (23/4).

Orang yang pertamakali menemukan pohon ganja  tersebut adalah Yono (48), warga Desa Rahuning Gunung Melayu, Kecamatan Bandar Pulau Asahan.

Temuan itu berawal saat Yono hendak memanen sawit dikebun milik H Rusli Panjaitan (58) warga  Aek Loba Pekan Lingkungan I, Kecamatan Aek Kuasan.

Saat memanen sawit, Yono melihat ada tanaman yang berada di dalam Polybag. Ketika diperiksa, ternyata tanaman tersebut merupakan pohon ganja setinggi 40 centimeter. “Saat memanen sawit, saya curiga ada pohon mirip daun ganja dalam plastik polybag yang ditutup dengan jaring tali nilon,”ungkap Yono.

Atas temuannya itu, Yono pun melaporkan temuannya kepada pemilik kebun Rusli Panjaitan. Selanjutnya, Rusli Panjaitan pun melaporkan temuan Yono kepada Kepala Dusun IV, Kepala Desa Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam dan Bhabinkamtibmas Desa Pulau Maria.

Oleh Bhabinkamtibmas Aiptu Ishak, langsung meneruskan temuan tersebut ke Polsek Simpang Empat.

Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat, Polres Asahan, Iptu Rusdi Damanik SH mengatakan telah mengaman 25 batang pohon ganja dengan tinggi lebih kurang 40 centimeter tersebut. ”Saat ini kita masih mencari saksi-saksi terkait penemuan daun ganja ini,”pungkasnya. (omi/han)

 

 

Guru Honorer Tewas Ditabrak KA

Foto: SOPIAN/SUMUT POS DIRAWAT: Tim medis Rumah Sakit Bhayangkara saat merawat Ayu Surya Lestari, sebelum meninggal dunia.
Foto: SOPIAN/SUMUT POS
DIRAWAT: Tim medis Rumah Sakit Bhayangkara saat merawat Ayu Surya Lestari, sebelum meninggal dunia.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO -Maut akhirnya menjemput Ayu Surya Lestari (23), meski sempat ditangani medis di Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi, pasca ditabrak kereta api yang melintas di Desa Gaya Baru, Kecamatan Tebingtinggi, Sergai.

Menurut keterangan Kanit Lakalantas Polres Tebingtinggi Aiptu Supriyadi, kecelakaan itu bermula Minggu (22/4) sore, saat Ayu yang mengendarai sepeda motor Honda Revo BK 4062 NAN, melintas di perlintasan kereta api tanpa plang di Desa Gaya Baru, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Sergai. Karena kurang hati-hati, korban ditabrak kereta api barang yang melaju dari Siantar menuju Tebingtinggi. “Korban terpental sejauh sepuluh meter dari sepeda motornya. Bagian kepala membentur benda keras hingga mengakibatkan pendaraan hebat,”ungkap Supriadi.

Oleh warga sekitar dan polisi yang tiba di lokasi, korban yang berstatus guru honorer tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan tim medis.  Selanjutnya, petugas pun menyerahkan korban pada keluarganya untuk disemayamkan di Desa Gaya Baru, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdangbedagai. (ian/han)

 

 

Korban Erupsi Sinabung Dapat Pengobatan Gratis

FOTO: SOLIDEO/SUMUT POS PENGOBATAN: Warga Desa Naman Teran, yang terdampak erupsi gunung Sinabung menunggu antrian menjalani pengobatan gratis yang digelar Brimob Poldasu. Minggu (22/4) siang.
FOTO: SOLIDEO/SUMUT POS
PENGOBATAN: Warga Desa Naman Teran, yang terdampak erupsi gunung Sinabung menunggu antrian menjalani pengobatan gratis yang digelar Brimob Poldasu. Minggu (22/4) siang.

KARO, SUMUTPOS.CO -Satuan Brimob Polda Sumut menggelar bakti sosial berupa pengobatan gratis di Desa Naman Teran yang terdampak erupsi gunung Sinabung, Minggu (22/4) siang.

Pengobatan penyakit THT, kulit dan paru ini dilakukan bekerjasama dengan Dr’s Koffie Foundation Medan.

Dansat Brimobdasu, Kombes Pol Djadjuli didampingi Alice Wijaya dari Dr’s Koffie Foundation Medan  mengatakan, bakti sosial ini merupakan kegiatan untuk merapatkan kekerabatan.

Tujuannya, untuk mewujudkan rasa cinta kasih, rasa saling menolong ,rasa saling peduli kepada masyarakat luas yang mengalami terdampak erupsi gunung Sinabung selama 8 tahun. “Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Naman Teran,”ungkapnya.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH yang turut hadir mengapresiasi kegiatan tersebut. “Sungguh luar biasa responsip masyarakat Desa Naman Teran. Mereka sangat antusias dan berbondong-bondong untuk mendapatkan pengobatan gratis  tersebut. Karena pentingnya kesehatan untuk dicek secara berkala , sehingga dengan adanya giat tersebut oleh masyarakat  betul-betul dimanfaatkan untuk memeriksakan kesehatannya,” kata Terkelin sembari mengajak warga meluangkan waktu untuk menghadiri pengobatan gratis tersebut.

Seperti diketahui, erupsi gunung Sinabung membuat kesehatan warga menurun.  Pasalnya, hampir setiap hari warga harus menghirup abu vulkanik yang disemburkan oleh gunung api tertinggi di Sumut itu. (deo/han)