Home Blog Page 6414

Mujianto Cari Perlindungan Ombudsman

JABAT TANGAN: Mujianto berjabat tangan dengan Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw pada salah satu acara, beberapa waktu lalu.
JABAT TANGAN: Mujianto berjabat tangan dengan Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw pada salah satu acara, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Setelah ditetapkan sebagai tersangka penipuan, agaknya Mujianto alias Anam (63) mencari perlindungan. Pengusaha properti itu dikabarkan telah melaporkan penetapan tersangka oleh Polda Sumut pada dirinya ke Ombudsman.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumut, Abyadi Siregar mengatakan, laporan tersebut dilayangkan Mujianto ke Ombudsman RI pusat.

“Mujianto melapor ke Ombudsman RI pusat kemudian dilimpahkan ke perwakilan Sumut. Berkasnya minggu lalu sudah sampai di Ombudsman Sumut,” ungkapnya, Senin (23/4).

Namun, Abyadi mengatakan, saat ini laporannya tersebut masih dalam proses pengkajian di internal Ombudsman Sumut.

“Mujianto melaporkan status ketersangkaannya di Polda Sumut. Dia melapor ke Ombudsman karena Polda Sumut menetapkannya sebagai tersangka,” jelasnya.

Menanggapi laporan Mujianto ke Ombudsman, Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian mengaku tidak mempermasalahkan laporan itu. Sebab katanya, setiap orang memang berhak melapor.

“Silahkan saja Mujianto membuat laporan ke Ombudsman. Itukan hak setiap orang untuk melapor. Tapi janganlah melarikan diri,” sebutnya.

Sebab, untuk mempertanggungjawabkan laporan atau pengaduan yang dibuat, seharusnya Mujianto jangan melarikan diri.

Dijelaskan Andi Rian, Mujianto ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan sebagaimana dalam Pasal 378 KUHPidana dengan korban Armen Lubis (60).

“Karena tentu laporan atau pengaduan itu akan diklarifikasi kepada yang bersangkutan,” tandasnya.

Diketahui, Mujianto jadi tersangka setelah dilaporkan Armen Lubis (60) dalam kasus dugaan penipuan. Pengaduan Armen diterima dengan nomor STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017. Kerugian korban sebesar Rp3,5 milliar.

Kasus penipuan itu berawal dari ajakan kerjasama melalui staf Mujianto, Rosihan Anwar. Rosihan mengajak Armen untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 hektare (Ha) atau setara 28.905 M3 di Kampung Salam Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan, sekitar Juli 2014 lalu.

Namun, setelah proyek penimbunan selesai, Mujianto tidak menepati janjinya untuk membayar hasil pengerjaan kepada Armen Lubis. Merasa ditipu, korban membuat pengaduan ke Polda Sumut.

Selain Mujianto, penyidik Subdit II/Hardatahbang Ditreskrimum Poldasu juga menangkap Rosihan Anwar. Keduanya sempat ditahan beberapa hari di rumah tahanan Mapoldasu, namun kemudian ditangguhkan.(mag-1/ala)

 

 

 

Cinta Tak Direstui, Pegawai Optik Gantung Diri

Foto: Solideo/Sumut Pos Jenazah korban saat diotopsi di rumah sakit terdekat, Senin (23/4).
Foto: Solideo/Sumut Pos
Jenazah korban saat diotopsi di rumah sakit terdekat, Senin (23/4).

BERASTAGI, SUMUTPOS.CO  – Efrilianita (22) nekad gantung diri. Kuat dugaan, kisah cinta gadis asal Desa Kuala, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang tidak direstui orang tua.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Jamin Ginting, Dusun VI Desa Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Senin (23/4) sekira pukul 10.00 WIB. Tepatnya di Optik Brian milik Masa br Tarigan (65).

Jenazah korban ditemukan di kosen pintu belakang Optik Brian, tempatnya bekerja. Korban tergantung menggunakan kain panjang (untuk gendong bayi).

Info yang dihimpun dari kepolisian, aksi bunuh diri ini dilakukan korban saat jam kerja. Bermula saat Emil Ginting manggil-manggil korban karena saat itu ada pasien yang ingin memasang kacamata.

Karena tak ada jawaban, Emil pun mencari teman sekerjanya itu ke dapur. Saat itulah, Emil terkejut melihat korban telah tergantung di kosen pintu.

Kejadian itu lantas dilaporkan Emil ke perangkat Desa Sempa Jaya yang selanjutnya diteruskan ke Polsek Berastagi. Tak lama berselang, polisi turun ke lokasi dan mengevakuasi jenazah korban ke RSU Kabanjahe untuk divisum.

Dr Johanes Sitepu yang melakukan pemeriksaan mengaku tak menemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Karena itu, dia menduga kuat korban murni tewas karena bunuh diri.

Pihak orangtua korban yang tiba di rumah sakit juga menolak jenazah diotopsi setelah membuat surat pernyataan.

“Hasil penyelidikan sementara motif kasus ini diduga akibat hubungan korban dengan pacarnya tidak direstui oleh orangtua sang pacar,” kata Kanit Reskrim Polsek Berastagi, Iptu J Munthe. (deo/ala)

Lagi, Dua Pembunuh Sandimin Dibekuk

Hendro dan Kelvin sessat setelah diamankan di Pekanbaru, riau, Minggu (22/4).
Hendro dan Kelvin sessat setelah diamankan di Pekanbaru, riau, Minggu (22/4).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO -Setelah berhasil mengamankan Hendro alias Entong (40), Polres Langkat kembali menangkap dua pelaku pembunuh Sandimin (50). Keduanya masing-masing, Hendro alias Kabaret (27) dan Kelvin alias Gondo (25).

Keduanya warga Dusun V Jati Mulyo, Desa Tebing Tanjung Selamat, Padang Tualang, Langkat. Dua bertetangga ini ditangkap saat melarikan diri di Pekanbaru, Minggu (22/4) sekira pukul 13.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Firdaus membenarkan penangkapan yang dilakukan anggotanya dibantu petugas dari Polsek Padang Tualang.

“Keduanya diamankan saat sedang tidur di kediaman kakak Hendro di Perumahan Palas Indah Menara, Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau,” katanya, Senin (23/4).

Penangkapan terhadap keduanya berawal dari informasi yang didapat bahwa pelaku sedang berada di Pekanbaru. Kemudian tim pun berangkat ke Pekanbaru dan berhasil menangkap keduanya tanpa perlawanan. Selanjutnya dibawa ke Polsek Padang Tualang untuk menjalani proses hukum.

Diberitakan sebelumnya, jenazah Sandimin ditemukan tewas di perkebunan sawit Afdeling V PTPN II Batang Serangan, Senin (16/4) sekitar pukul 10.00 WIB. Kali pertama, korban ditemukan oleh Miswanti dan Ade Irma Gultom warga Desa Tebing Tanjung, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat.

Dari lokasi, petugas menemukan satu buah along-along, topi hitam, tas warna coklat, jaket warna hitam, jam tangan warna hitam, dompet warna coklat dan uang tunai Rp632 ribu. Namun, sepeda motor dan handphone milik korban yang tinggal di Dusun III Teladan, Desa Tebing Tanjung Selamat, Kecamatan Padang Tualang itu hilang.(bam/ala)

 

 

 

 

 

Anak Pedagang Kelapa Juara II Junior Grand Prix 2018

JUARA: M Satria (kiri) bersama pasangannya, M Heikel Zaki menyabet Juara II pada Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Grand Prix 2018, di USM Semarang Fyapower, baru-baru ini. (ist)
JUARA: M Satria (kiri) bersama pasangannya, M Heikel Zaki menyabet Juara II pada Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Grand Prix 2018, di USM Semarang Fyapower, baru-baru ini. (ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Anak Medan menorehkan prestasi membanggakan di bidang bulu tangkis nasional. Adalah Muhammad Satria, remaja 15 tahun yang berhasil menjadi runner up pada dua bidang pertandingan Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Grand Prix 2018.

Kejuaraan yang melibatkan 19 negara tersebut diadakan mulai 16 April sampai 21 April 2018 di USM Semarang Fyapower. Lebih membanggakan lagi, Satria merupakan anak pedagang kelapa yang saban hari berjualan di Pasar Petisah Medan, Suwarno dan Yatimah . Ia sungguh-sungguh ingin mewujudkan mimpi menjadi atlet nasional sejak kecil.

Gelar tersebut ia raih bersama pasangannya, Muhammad Haikel Zaki. Mereka merupakan pasangan ganda. Sebelum melaju sampai ke final, Satria-Haikel berhasil mengalahkan lawan-lawannya pada kategori campuran dan ganda putra.

Atas prestasi besar anaknya itu, Suwarno mengaku bangga dan mengucap syukur kepada Allah SWT. Ia menceritakan, sejak kecil anak ketiganya itu sudah menyukai olahraga Bulu Tangkis. Bahkan saat masih sekolah di Medan, M Satria kata dia sempat berlatih di Sekolah Bulu Tangkis Jalan Merak Jingga.

“Kemudian melanjutkan lagi ke Sekolah Bulu Tangkis di Jalan Malibo. Tekad Satria untuk menjadi atlet Bulu Tangkis dibuktikannya dengan banyak meraih juara di setiap pertandingan yang diikuti. Terakhir anak saya itu berhasil meraih juara pertama pada kejuaraan U2SM dan dia wajib dikirim ke Jakarta. Namun, kita tidak tahu birokrasi di Kota Medan ini sehingga nama anak saya tersebut tidak masuk,” katanya pria yang akrab disapa Bang Warno, saat ditemui Sumut Pos di Pasar Petisah, Senin (23/4).

Satria juga pernah ikut audisi di Sekolah Bulu Tangkis Mutiara Bandung, namun belum beruntung masuk. Atas saran dari beberapa teman, akhirnya Satria disekolahkan keluarga di Pusdiklat Jaya Raya Bintaro, Jakarta. Selama 2,5 tahun, Bang Warno membiayai anaknya belajar dan berlatih di sana. Apalagi di tempat tersebut sudah banyak menelurkan atlet-atlet berprestasi dunia.

“Karena banyak prestasi yang sudah diraih anak saya, akhirnya Pemerintah DKI Jakarta menggratiskan uang sekolah dan pelatihan lainnya,” ungkap ayah empat anak itu.

Ia berharap, ke depan Satria dapat masuk Pelatihan Nasional (Pelatnas) karena sejak kecil sudah menjadi cita-cita anaknya. Apalagi kata Suwarno, di tempatnya sekarang ini menjadi pabrik melahirkan atlet-atlet badminton berprestasi Indonesia.

“Saya berdoa agar Satria bisa mengikuti jejak Susi Susanti, Rudi Hartono dan atlet Indonesia hebat lainnya. Semoga dia selalu membanggakan keluarga, masyarakat Medan dan juga Indonesia di masa mendatang,” pungkasnya. (prn)

 

1 Bhayangkara v Persela 1: Seperti Bukan di Kandang

Aksi striker Bhayangkara, Herman Dzumato dihalau bek Persela.
Aksi striker Bhayangkara, Herman Dzumato dihalau bek Persela.

SIDOARJO, SUMUTPOS.CO  – Bhayangkara FC memperpanjang catatan gagal menang di kandang. Kali ini, mereka ditahan imbang Persela Lamongan dengan skor 1-1 (1-0) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Senin (23/4) sore.

Bhayangkara FC yang berambisi meraih tiga poin perdananya atas tim tamu, memang langsung tampil menyerang. Dengan skuat lebih mentereng dibanding Persela, tim tuan rumah memang menguasai permainan.

Peluang pertama untuk Bhayangkara FC lahir dari kaki Nikola Komazec, pada menit ke-14. Tapi, sepakannya mampu ditepis oleh kiper Persela M Ridwan.

Selanjutnya, kesempatan datang dari Herman Dzumafo Epandi menit ke-23, tapi sundulannya masih menyamping tipis.

Gol akhirnya datang setelah sepakan jarak jauh yang datang seperti roket dari kaki Paulo Sergio pada menit ke-27 menembus gawang Ridwan. Skor 1-0 bertahan sampai peluit babak pertama ditiup oleh wasit.

Pada babak kedua, Bhayangkara tetap tampil dominan. Namun, Persela telah mengubah gaya bermain dan banyak memaksimalkan kemampuan Diego Assis.

Kerja keras Persela menyamakan kedudukan akhirnya tiba setelah pada menit ke-64, sebuah kemelut terjadi. Sepakan Louis Arnaud yang mampu ditepis kiper Bhyangkara Awan Setho memantul ke Diego yang berdiri bebas. Tanpa kontrol, dia langsung melesakkan bola ke gawang. Skor pun imbang 1-1. Sampai peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tak berubah dan kedua tim harus puas berbagi satu poin.

Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso, cukup puas dengan hasil tersebut. Menurut juru taktik asal Kepanjen, Kabupaten Malang, ini, hasil tersebut sesuai dengan target yang sudah ditetapkan timnya.

“Bagi kami, hasil seri sudah cukup bagus. Satu poin kami dapat di laga away,” kata Aji seusia laga.

Aji mengatakan keberhasilan timnya menahan tim tuan rumah karena perubahan taktik yang dilakukannya di babak kedua. Jika di babak pertama anak asuhannya bermain menunggu, sebaliknya timnya di babak kedua lebih menekan,” katanya.

Dia pun memuji penampilan Diego Assis yang kembali mencetak gol di pertandingan tersebut. “Diego Assis bisa menjadi kartu truf Persela,” katanya. Andai Assis bermain lebih efektif, manurut dia, pemain andalannya itu bisa mencetak lebih banyak gol.

Sementara itu pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, kecewa dengan hasil seri yang didapatkan timnya di kandang. “Cukup mengecewakan. Di babak pertama kami tampil bagus. Sementara di babak kedua kami bermain lambat,” katanya.(dkk/jpnn/don)

Latihan Perdana Skuad Anniversary Cup

Evan Dimas Darmono dan Febri Haryadi mengikuti latihan perdana Timnas U-23.
Evan Dimas Darmono dan Febri Haryadi mengikuti latihan perdana Timnas U-23.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Timnas Indonesia proyeksi Asian Games 2018 mulai bersiap-siap untuk menghadapi Anniversary Cup 2018. Mereka menjalani latihan perdana di Lapangan A, Senayan, Jakarta, Senin (23/4).

Dari 24 pemain yang dipanggil pelatih Luis Milla Aspas, hanya 15 yang hadir. Sembilan pemain lainnya harus absen karena berbagai alasan.

Dalam sesi latihan yang tak lengkap ini, dua pemain tampak berlatih terpisah. Mereka adalah Gavin Kwan Adsit serta Hanif Sjahbandi. Mereka tampak hanya menjalani latihan ringan dengan lari-lari kecil.

Dari pantauan JPNN (grup Sumut Pos), sembilan nama yang tak datang adalah Awan Setho, Andritany Ardhiyasa, Ricky Fajrin, Putu Gede, Rezaldi Hehanusa, Hargianto, Saddil Ramdani, Ilija Spasojevic, Irfan Jaya.

Awan misalnya, dia masih bermain membela Bhayangkara FC menjamu Persela Lamongan dalam lanjutan Liga 1 2018. Begitu juga dua pemain The Guardian lainnya, yakni Hargianto dan Putu Gede yang menjadi pilar penting Bhayangkara.

Andritany tengah berada di Singapura bersama Rezaldi Hehanussa, kedua pemain tersebut diberi izin membela Persija Jakarta untuk melawan Tampines Rovers pada Piala AFC. Pun dengan Ilija Spasojevic dan Ricky Fajrin dari Bali United.

Sementara nama lainnya yang belum nampak dalam latihan perdana Garuda Muda adalah pemain sayap Persela, Saddil Ramdani. Pemain berusia 19 tahun itu memang izin karena mengikuti Ujian Nasional.

Menariknya dua pemain Selangor FA, Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn sudah bergabung. Sebelumnya keduanya berat dilepas klub asal Malaysia itu karena kompetisi sedang berjalan.

Saat ini, pemain masih menjalani latihan passing berkelompok dengan hanya boleh melakukan dua kali sentuhan. Kemudian dilanjutkan latihan agility. (dkk/jpnn/don)

Pemain Yang Hadir Pada Hari Pertama TC Timnas U-23
Kiper: Satria Tama.

Belakang: Hansamu Yama Pranata, Andy Setyo, Bagas Adi, Gavin Kwan Adsit, Firza Andika.

Tengah: Evan Dimas, Zulfiandi, Hanif Sjahbandi, Septian David Maulana, Egy Maulana Vikri, Osvaldo Haay, Febri Hariyadi.

Depan: Ilham Udin Armaiyn, Lerby Eliandry.

Sriwijaya Protes Kinerja Wasit

Pesepak bola Persebaya Surabaya Osvaldo Haay (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Sriwijaya FC Konate Makan (kiri) dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/4). Persebaya Surabaya bermain imbang dengan Sriwijaya FC dengan skor 1-1. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/kye/18
Pesepak bola Persebaya Surabaya Osvaldo Haay (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Sriwijaya FC Konate Makan (kiri) dalam laga lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (22/4). Persebaya Surabaya bermain imbang dengan Sriwijaya FC dengan skor 1-1. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/kye/18

SUMUTPOS.CO – Sriwijaya FC sukses menahan imbang tuan rumah Persebaya Surabaya dalam laga lanjuta Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (22/4).

Bigmacth tersebut berakhir dengan skor 1-1. Meski berakhir imbang, namun Sriwijaya FC melayangkan surat protes laporan kinerja wasit yang memimpin laga Persebaya vs Sriwijaya FC itu.

Manajemen Laskar Wong Kito menilai kepemimpinan wasit Rihendra Purba banyak merugikan tim asal Sumatera Selatan ini.

“Saya rasa tidak fair bicara di sini (Wasit red). Lebih baik kita nonton rekaman pertandingan ini. Kita profesional. Kalau kita protes, kita protes dengan resmi dan itu sudah kami lakukan setelah pertandingan ini,” jelas RD sapaan karib Rahmad Darmawan.

Hal senada juga dilontarkan Yu Hyun Koo. Gelandang asal Korea Selatan itu menyesalkan kepemimpinan wasit yang tidak fair. “Sriwijaya FC kerja keras dan para pemain bermain sungguh-sungguh. Saya agak kecewa sedikit karena ada kepemimpinan wasit di lapangan,” kata mantan pemain Semen Padang ini.

RD mengaku kaget dengan apa yang dia lihat dalam laga Persebaya kontra Sriwijaya. “Mungkin selama dua tahun ini saya nyaman-nyaman saja. Memang saya tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya. Makanya kaget juga. Wajar saja. Saya mohon maaf,” tutup Rahmad Darmawan.

Terpisah Agung Fahrurozi ketua Ultras Palembang juga kecewa dengan kepemimpinan wasit. “Seharusnya kita pulang bawa tiga poin. Kami sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit tadi yang berat sebelah. Tapi kita tetap bersyukur bisa bawa pulang satu poin dari Surabaya,” timpal Agung.

Pemuda yang gemar memakai topi ini berharap Laskar Wong Kito bangkit dan menang lawan PSM Makassar pada laga berikut 28 April nanti.“Kami sangat berharap dan optimis tiga poin lawan PSM. Tentunya dengan kepercayaan diri yang tinggi lagi dari para pemain,” tukas dia.

Di antara keputusan wasit yang dinilai kontroversial itu adalah ketika memberi tendangan penalti pada Persebaya. (bbs/don)

Tampine Rovers v Persija: Misi Pastikan Tiket

Jaimerson da Silva dkk akan menghadapi laga penentu AFC Cup kontra Trampine.
Jaimerson da Silva dkk akan menghadapi laga penentu AFC Cup kontra Trampine.

SUMUTPOS.CO – Persija Jakarta akan coba memastikan tiket lolos dari penyisihan AFC Cup 2018. Macan Kemayoran menargetkan menang atas Tampine Rovers, di Stadion Jalan Besar, Selasa (24/4).

Pertandingan kontra Tampines memang menjadi pertaruhan nasib Persija di AFC Cup 2018. Kemenangan menjadi harga mati demi mewujudkan ambisi melaju dari fase grup.

Akan tetapi, ada satu hal yang mungkin menghambat permainan mereka, yakni rumput sintetis di Stadion Jalan Besar. Hanya saja, Macan Kemayoran – julukan Persija, enggan faktor itu menjadi salah satu alasan untuk takut terhadap Tampines.

“Main di lapangan sintetis? Tak masalah. Saya pernah main di lapangan seperti itu beberapa tahun lalu. Beda memang saat main di lapangan biasa, tapi saya punya pengalaman main di lapangan sintetis,” sebut striker andalan Persija, Marko Simic.

Persija menjadi satu-satunya harapan wakil Indonesia untuk lolos dari fase grup. Macan Kemayoran memang memiliki poin yang sama dengan Song Lam Nghe An (SLNA) yakni 10 angka. Tapi, Ismed Sofyan cs unggul head to head. Sementara SLNA akan menghadapi Johor Darul Takzim (JDT) pada laga pamungkas. “Saya berpikir positif dalam laga nanti. Besok saya akan tampilkan yang terbaik untuk meraih kemenangan,” tandas Simic.

Simic sendiri jelas akan menjadi tulang punggung Persija di AFC Cup 2018. Apalagi penyerang asal Kroasia itu sekarang memimpin daftar top skorer sementara dengan torehan tujuh gol. Ketajamannya akan sangat dinantikan.

Pelatih Tampines Rovers, Juergen Raab, ogah main mata saat timnya menjamu Persija Jakarta di Stadion Jalan Besar, Singapura, Selasa (24/4). Meski sudah dipastikan juru kunci, mereka tak mau kehilangan muka di markas sendiri.

Tampines memang tampil loyo di AFC Cup 2018. Mereka dipastikan bakal jadi juru kunci Grup H karena cuma meraih sekali imbang dan empat kekalahan dalam lima laga.

Akan tetapi, pasukan Juergen Raab itu tak bisa diremehkan. Dalam dua laga kandang di AFC Cup 2018, mereka secara mengejutkan pernah menahan imbang tim sekelas JDT tanpa gol. Kala jumpa SLNA, mereka juga sukses menyulitkan dan cuma kalah 1-2.

Pada laga terakhir di kandang pada S-League, pasukan Juergen Raab juga berhasil meraih kemenangan besar 4-0 atas Hougang United. Hal itulah yang wajib diwaspadai Persija agar misi lolos ke babak selanjutnya tak disandung Tampines.

“Kami sekarang ada di posisi paling bawah. Tapi besok pertandingan yang penting. Kami tak mau kehilangan poin dan tak beruntung kala hadapi JDT dan Song Lam. Kami akan fight dalam laga nanti,” ungkap Raab sebelum laga.

Bahkan, Tampines bakal memberikan kejutan buat Persija. Mereka akan coba menyulitkan permainan Ismed Sofyan cs di markas sendiri. “Persija tim berbahaya. Tapi kami akan beri kejutan dalam laga nanti supaya bisa menutup AFC Cup 2018 dengan bahagia,” tandasnya. (ies/jpc/don)

Antoni Kembali Berlatih

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Antoni Putro Nugroho (kanan) kembali berlatih di Stadion Kebun Bunga karena cederanya berangsur pulih.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Antoni Putro Nugroho (kanan) kembali berlatih di Stadion Kebun Bunga karena cederanya berangsur pulih.

SUMUTPOS.CO – PSMS mendapat kabar gembira jelang persiapan menghadapi Persela Lamongan yang akan dijajal di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (29/4). Penyerang sayap PSMS, Antoni Putro Nugroho sudah terlihat berlatih bersama tim.

Ini menjadi angin segar bagi PSMS. Antoni merupakan pemain yang bisa meningkatkan daya dobrak tim. Dia sudah absen di empat laga terakhir.

“Antoni sudah bergabung dan kelihatannya sudah jauh membaik. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi,” kata Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman.

Mantan pemain Bhayangkara FC itu terlihat sudah melahap menu-menu latihan yang diterapkan pelatih. Sebelumnya pemain yang juga berprofesi sebagai polisi itu tidak terlihat di Medan karena mengalami penyembuhan di Jakarta.

“Tadi saya tanya sudah tidak ada masalah dengan gerakan-gerakan seperti itu. Karena buat kami tim pelatih, tenaga Antoni sangat dibutuhkan,” katanya.

Namun Djanur belum mau buru-buru menentukan Toni bisa main atau tidak saat bersua Persela. Dia masih akan melihatnya dalam beberapa kali latihan. “Masih ada empat kali latihan lagi. Masih kita lihat lagi,” katanya.

Soal kekuatan Persela, Djanur tak mau anggap remeh. Dia melihat Laskar Joko Tingkir, julukan Persela, mampu menunjukkan performa yang gemilang saat menahan imbang Bhayangkara FC 1-1.

“Persela saya lihat 20 menit luar biasa main mereka. Apalagi main di kandangnya jangan sempat anggap enteng mereka,” tambahnya.

Pada latihan kemarin, striker asal Pantaigading, Wilfried Yessoh yang dalam sepekan terakhir absen latihan dan tak tampil pada laga kontra Perseru karena sakit sudah terlihat kembali berlatih. “Yessoh flunya sudah. Dia ikut latihan penuh hari ini,” kata pelatih berusia 60 tahun itu.

PSMS akan bertolak Jumat (27/4) mendatang ke Lamongan. Rencananya Djanur akan membawa 18 pemain untuk laga keenam PSMS itu. (don)

Ade Triyunita Batubara Suka Dandan dan Fashion

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Kita semua pasti memiliki hobi atau pun kegemaran dalam diri kita semua. Tapi pernahkan kita berfikir bahwa hobi kita bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Namun, begitulah yang dialami Ade Triyunita Batubara. Berawal dari hobi, bisa membuat dia menjadi model yang diperhitungkan di kota Medan.

“Dari dulu memang suka bergaya dan suka berdadan juga, makanya kerjanya lebih asik. Saya juga suka fashion,” kata Ade, beberapa waktu lalu.

Perempuan kelahiran 14 Juni 1995, menjelaskan sudah sejak tahun 2009 dia mulai menekuni dunia modeling dan sampai sekarang.

“Awal mulanya ikut model catwalk di Lapangan Merdeka, ada acara event sepeda motor,” jelasnya.

Untuk bisa tampil tampil lebih baik, Ade juga Ade juga mengikuti sekolah model. Dia juga tak menyangkal bahwa dunia modeling sangat dekat dengan pornografi dan pornoaksi.

“Banyak yang nawari untuk pemotretan syur dan iming-iming dibayar mahal. Aku selalu menolak tawaran itu semua, semua tergantung kepada kita lagi,” ungkapnya.

Sang ibu menjadi orang yang selalu mengingatkan Ade untuk tidak melakukan hal-hal yang aneh dan masih dalam batas kewajaran.

“Mama selalu ingatin Ade kalo jadi model tidak harus tampil seksi dan terbuka, yang terpenting adalah brain dan attitude,” pungkasnya.

Ade berharap pada masa yang akan datang, dunia model semakin berkembang dan maju. Apalagi di kota Medan, masih belum diperhatikan dan wadah untuk model menurutnya masih kurang.

Hingga kini Ade sudah membintangi 3 film produksi yaitu, film mengenai pahlawan nasional Tengku Amir Hamzah, Film berjudul Aku Sayang Kamu, dan film Saatnya Melesat. (bbs/ala)