Home Blog Page 6420

1 PSMS v Perseru 0: Kado Manis Ulang Tahun

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS SELEBRASI_Pemain Psms Medan melakukan selebrasi usai Sadney Urikhob berhasil mencetak gol ke gawang Perseru dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Teladan Medan, Jumat (20/4) Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PSMS Medan, dan satu-satu nya gol Psms di cetak oleh Sadney Urikhob.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SELEBRASI_Pemain PSMS Medan melakukan selebrasi usai Sadney Urikhob berhasil mencetak gol ke gawang Perseru dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Teladan Medan, Jumat (20/4) Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PSMS Medan, dan satu-satu nya gol PSMS dicetak oleh Sadney Urikhob.

SUMUTPOS.CO – PSMS akhirnya kembali ke jalur kemenangan. Ayam Kinantan menumbangkan Perseru Serui dengan skor 1-0 di Stadion Teladan, Medan, Jumat (20/4) malam. Satu-satunya gol kemenangan diciptakan Sadney Urikhob menit ke-26.

Kemenangan ini menjadi kado manis bagi PSMS yang berulang tahun ke-68 tepat hari ini, Sabtu (21/4). Tidak ada perayaan dari manajemen pada malam itu. Namun ada aksi suporter yang melakukan mosaik di tribun menggambarkan ulang tahun PSMS. “Kemenangan ini cukup berarti, apalagi besok (hari ini), PSMS akan berulang tahun. Semoga PSMS lebih baik dan selalu berada di Liga 1,” kata Djadjang Nurdjaman.

Pada laga itu Djanur, sapaan akrabnya, kembali mendampingi tim pasca mengikuti kursus lisensi AFC Pro yang berakhir pada hari yang sama. Djanur terlihat tiba beberapa menit setelah PSMS kick off.

“Saya minta izin keluar jam 10 pagi karena seharusnya kursus selesai pada siang hari. Tapi syukurnya saya bisa sampai tepat waktu dan memimoin anak-anak di laga ini. Kemenangan ini patut kami syukuri,” tambah Djanur.

Pada laga ini PSMS tampil tanpa striker utamanya, Wilfried Yessoh karena sakit. Posisinya diisi Sadney Urikhob yang ternyata mampu dengan baik menggantikan peran Yessoh. Setelah berkali-kali menebar ancaman, PSMS akhirnya membuka skor menit ke-26.

Proses gol striker asal Namibia itu tercipta dengan cukup apik. Membelakangi gawang, Sadney melepaskan tendangan keras kaki kanan yang tak mampu dihalau kiper Perseru, Samuel Charlheins.

Penjual Tiket Palsu Dibekuk

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS SELEBRASI_Pemain Psms Medan melakukan selebrasi usai Sadney Urikhob berhasil mencetak gol ke gawang Perseru dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Teladan Medan, Jumat (20/4) Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PSMS Medan, dan satu-satu nya gol Psms di cetak oleh Sadney Urikhob.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SELEBRASI_Pemain Psms Medan melakukan selebrasi usai Sadney Urikhob berhasil mencetak gol ke gawang Perseru dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Teladan Medan, Jumat (20/4) Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PSMS Medan, dan satu-satu nya gol Psms di cetak oleh Sadney Urikhob.

SUMUTPOS.CO – KEMENANGAN PSMS Medan atas Perseru kemarin, diwarnai dengan beredarnya tiket palsu. Cukup banyak supporter PSMS Medan yang menjadi korban penjual tiket palsu tersebut. Beruntung, Unit Reskrim Polsek Medan Kota bertindak cepat. Tersangka penjual tiket palsu itupun langsung diciduk.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani mengatakan, pengungkapan itu berdasarkan adanya informasi penonton yang membeli tiket lewat calo. “Awalnya kami menerima laporan sejumlah korban yang mengaku tidak dapat masuk stadion untuk menonton pertandingan, meski sudah membeli tiket dari calo. Atas informasi itu, jajaran Unit Reskrim dipimpin Kanit Iptu Hardiman langsung melakukan penyelidikan,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (20/4) malam.

Dari hasil penyelidikan, pihaknya berhasil mengamankan tersangka Pramudianda (29), warga Jalan Tapian Nauli, Medan Kota. Disebutkan, pelaku menggandakan tiket palsu hingga 40 lembar di fotokopi sekitar Jalan DR GM Panggabean. Selanjutnya, pelaku menjual tiket palsu itu seharga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu kepada penonton di sekitar Stadion Teladan.

“Pelaku menggandakan tiket tribun terbuka asli yang dibeli seharga Rp35 ribu sebanyak 40 eksemplar. Lalu pelaku menjual tiket palsu itu kepada calon penonton yang berniat menonton pertandingan itu,” jelas mantan Kapolsek Medan Barat ini.

Dijelaskan, menurut pengakuan tersangka, dirinya telah berhasil menjual 20 tiket palsu, sebelum akhirnya diamankan petugas saat menjajakan tiket palsu itu di pintu masuk belakang. Dari pelaku, petugas menyita uang tunai Rp320 ribu hasil penjualan tiket palsu tersebut.

“Tersangka mengaku menggandakan tiket palsu itu belajar dari temannya yang saat ini sudah ke luar kota. Menurut tersangka, baru pertama kali ini beraksi tapi hal itu masih kami dalami dengan pengembangan penyidikan. Sejauh ini, kami telah menerima laporan tiga korban atas nama Firmansyah, Vira Sabina dan M Ivanka Syahputra,” urainya.

Selain menangkap tersangka, petugas turut mengamankan dua saksi pekerja fotokopi yang menggandakan tiket palsu itu. Sedangkan barang bukti yang berhasil disita antara lain Rp320 ribu hasil penjualan tiket palsu, 20 sisa tiket palsu, 1 unit monitor dan CPU komputer, serta 1 unit mesin printer yang digunakan untuk memalsukan tiket. “Dalam kasus itu tersangka dijerat Pasal 263 KUHPidana tentang pemalsuan surat. Terhadap tersangka, diancam hukuman maksimal 6 Tahun penjara,” tegasnya. (mag-1)

Gakkumdu Wajib Tuntaskan Kasus JR

Ketua KIPP Wilayah Sumatera Utara, Ferdiansyah Putra.
Ketua KIPP Wilayah Sumatera Utara, Ferdiansyah Putra.

MEDAN, SUMUTPOS.CO — Mengendapnya kasus pidana pemilu terkait dugaan penggunaan dokumen palsu dengan tersangka JR Saragih terus mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Kali ini, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Sumatera Utara menyoroti kinerja Sentra Pelayanan Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dalam penegakan hukum di Pilgub Sumut 2018 ini.

Hal itu, terkait keseriusan sentra pelayanan hukum yang terdiri dari Bawaslu, Kejaksaan, dan Kepolisian, setelah menetapkan JR Saragih sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen pencalonan yang diduga melanggar Pasal 184 Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016. “Kita meminta agar Gakkumdu benar-benar serius menjalankan proses hukum terkait kasus JR Saragih. Sebab ini merupakan bagian dari komitmen menjaga Pilkada serentak 2018 ini benar-benar sehat dan berkualitas,” ucap Ketua KIPP Wilayah Sumatera Utara, Ferdiansyah Putra kepada wartawan, Jumat (20/4)
Dia menilai, walaupun JR Saragih tidak lagi menjadi kontestan pada Pilgubsu, semestinya setelah ditetapkan sebagai tersangka, maka proses hukumnya harus tetap di kawal dengan serius. “Memang Pak JR Saragih sudah tidak menjadi kontesatan dalam pilgubsu setelah kembali mendapat status TMS dari KPU, tapi kasusnya kan harus tetap jalan. Sehinga tidak menimbulkan spekulasi, jika penetapan tersangka JR adalah politis,” tegas Ferdi.

Menurutnya, berjalannya proses penegakan hukum pada Sentra Pelayanan Hukum Terpadu, merupakan rangkaian proses Pilgub Sumut 2018. “Kita berharap, tidak hanya dalam kasus JR Saragih ini, tapi dalam semua proses penegakan hukum harus ditangani dengan serius. Jangan ada kesan tebang pilih dalam proses penegakan hukum yang dilakukan Bawaslu dan Gakkumdu,” tutupnya.

Sementara, Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian selaku pengarah Sentra Gakkumdu mulai bungkam saat ditanyai soal penuntasan proses hukum terhadap Bupati Simalungun dua periode ini. Padahal, Andi Rian lah yang menyampaikan penetapan status tersangka terhadap JR Saragih kepada wartawan di Kantor Bawaslu Sumut, Jalan Adam Malik Medan pada 15 Maret 2018 lalu.

Nyanyian Gatot Malah Kurang Nyaring

Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos Evy Susanti
Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos
Evy Susanti

MEDAN, SUMUTPOS.CO -DPRD Sumut merespon dingin curahan hati (curhat) Evy Susanti, istri muda mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho, soal tuduhan suaminya ‘bernyanyi’ untuk menyeret 38 anggota legislatif sebagai tersangka baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beberapa anggota dewan malah menilai, penetapan 38 anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 itu murni hasil penyelidikan KPK. Sehingga Evy dinilai tidak perlu mewakili suaminya ‘curhat’ kepada wartawan.

Wakil Ketua DPRD Sumut Ruben Tarigan berpandangan, penetapan 38 tersangka baru yang melibatkan legislatif periode 2009-2014 dan 2014-2019, murni karena pengembangan kasus yang dilakukan komisi antirasuah. “Saya pikir ini masalah pengembangan KPK atas kasus-kasus yang bergulir sebelumnya. Saya kira tidak sampai ada kesan tarik menarik orang lain di situ,” katanya kepada Sumut Pos, Jumat (20/4).

Menurutnya, kalaupun posisi Gatot sebagai justice collaborator (JC) KPK, tidak serta merta juga mantan politisi PKS tersebut dengan gampang menyebut nama orang perorang penerima suap darinya. “Kalaupun ada perasaan dari dia (Gatot) atau keluarganya seperti itu, artinya dia merasa menarik orang lain. Dan itu wajar saja ada. Tapikan tak semudah itu juga. Saya melihat semua itu murni. Artinya dari pengembangan kasus yang KPK lakukan,” katanya.

Fadli Zon: UISU Harus Lahirkan Pemimpin seperti Ijeck

Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon foto bersama pihak rektorat UISU dan Ketum IKA UISU Musa Rajekshah usai memberikan kuliah umum, Jumat (20/4).
Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon foto bersama pihak rektorat UISU dan Ketum IKA UISU Musa Rajekshah usai memberikan kuliah umum, Jumat (20/4).

SUMUTPOS.CO – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon didaulat menjadi pembicara dalam kuliah umum di Gedung Auditorium Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (20/4).  Dalam  kuliah umum bertajuk “Peran Pemuda dan Mahasiswa dalam Membangun Indonesia Melalui Pendidikan” itu, Fadli banyak bercerita tentang sejarah pemuda menjadi tonggak perubahan Bangsa Indonesia.

Menurut Fadli, sejak 1928 melalui ikrar Sumpah Pemuda, kaum muda Indonesia mampu menyatukan banyak perbedaan, ideologi dan kesukuan. “Di situ pulalah muncul tonggak Bhineka Tunggal Ika dan kita refleksikan bersama sampai sekarang,” katanya di hadapan ratusan mahasiswa UISU.

Di setiap era dan masa bangsa ini, lanjut Fadli, peran pemuda tak dapat dikesampingkan. Justru menjadi tonggak persatuan dan perubahan sosial Bangsa Indonesia dengan segala dinamika didalamnya. “Meskipun kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia mayoritas Islam, namun dalam bingkai kebhinekaan kita mampu menjaga toleransi dan kebersamaan. Menurut saya, umat Islam Indonesia justru paling toleran se dunia,” katanya.

Bahkan setelah 1978, kata politisi Gerindra, Mendikbud di era Presiden Soeharto mengeluarkan kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK). Alhasil kesatuan aksi dan pergerakan mahasiswa saat itu mengalami kevakuman. “Namun meski alami kevakuman sepanjang sampai 1980-an, lahir kelompok-kelompok studi dan tumbuh berkembangnya lembaga swadaya masyarakat (LSM). Juga terjadi perubahan pendekatan saat itu, dari aksi ke pendekatan sosial,” terangnya.

Tito: Sumut Harus Tetap Aman

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos PENGARAHAN: Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian menyampaikan pandangan dan pengarahannya kepada ribuan prajurit TNI Polri di Hotel Santika, Medan, Kamis (19/4). Dalam arahannya Panglima TNI dan Kapolri memerintahkan agar seluruh prajurit menjaga netralitas dalam tahun politik dan menangkal segala bentuk potensi ancaman ketertiban seperti pemberitaan hoaks, kampanye hitam dan SARA.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
PENGARAHAN: Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian menyampaikan pandangan dan pengarahannya kepada ribuan prajurit TNI Polri di Hotel Santika, Medan, Kamis (19/4). Dalam arahannya Panglima TNI dan Kapolri memerintahkan agar seluruh prajurit menjaga netralitas dalam tahun politik dan menangkal segala bentuk potensi ancaman ketertiban seperti pemberitaan hoaks, kampanye hitam dan SARA.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  Menghadapi pesta demokrasi yang sudah di depan mata, Panglima TNI dan Kapolri mengingatkan, ada beberapa ancaman yang dianggap dapat mengganggu kemananan. Kemungkinan terbesar ancaman tersebut, berupa ancaman dunia maya (cyber threats) dan kesenjangan yang bisa dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk melakukan black campaign (kampanye hitam) dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Hal ini diungkapkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian di hadapan 3.500 prajurit TNI-Polri se-Sumatera Utara di Kota Medan, Kamis (19/4) malam. “Tahun 2018 akan dilaksanakan pesta demokrasi, Pilkada serentak di 172 wilayah se-Indonesia. Kemudian di 2019, kita ada Pilpres dan juga Pileg,” ujar Marsekal Hadi Tjahjanto.

Untuk itu, Hadi menegaskan kepada prajurit TNI-Polri supaya dapat menjaga netralitasnya dalam penyelenggaraan pesta demokrasi. Apalagi saat ini diketahui ada pihak tertentu yang menggunakan teknologi dengan menggerakkan massa. “Ancaman cyber ini harus diantisipasi. Ancaman cyber dengan menyebarkan berita hoax sangat mudah dilakukan. Namun begitu, jejak digitalisasi tidak bisa dihapus sehingga jika melakukan black campaign akan ketahuan,” tegasnya.

Karenanya, Marsekal Hadi menjelaskan, sudah menjadi tugas TNI-Polri untuk menjamin kelancaran dalam tahapan pilkada, pileg dan pilpres dengan memegang teguh netralitasnya. Karena politik bagi TNI-Polri adalah politik negara, yakni hanya ada satu komando, tidak ada komando dari pihak lain. “Sehingga netralitas benar-benar harus dijaga. Sebagai prajurit tentu sudah menentukan pilihan dengan mengabdi pada pemerintah, tidak ada perintah lain kecuali perintah komando atas. Saya ingatkan bahwa jati diri TNI Polri harus tetap dipegang,” pungkasnya.

Apabila nantinya ada prajurit yang melanggar netralitas, katanya, maka akan dikenakan sanksi. Karena tidak akan ada toleransi bagi pelanggaran netralitas. “Kita ingin menghargai pesta demokrasi. Biarkan rakyat berpesta, kita tak usah ikut. Jika berhasil dengan baik kita bangga. Pedoman netralitas menjadi bagian sumpah prajurit. Tahapan pesta demokrasi harus sukses. Apabila TNI Polri tidak netral, rakyat mau percaya pada siapa lagi,” tukasnya.

Happy Salma Hamil Anak Ke-2

SUMUTPOS.CO – Happy Salma dan suami saat ini sedang diliputi kebahagian. Keduanya kini sedang menanti anak kedua, Happy Salma sedang mengandung anak keduanya.

Kembali mengandung di usianya yang ke-38 tahun tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Happy Salma. Namun, ia tak mau membuat runyam keadaan dengan meminta hal aneh pada suaminya.

“Kalau perempuan hamil enggak ngidam sih lebih seram juga ya. Lebih bagus ngidam. Ya lancar semua. Kalau ngidam ya diikuti saja,” ujar Happy Salma saat ditemui di Grand Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (18/4).

Bagi Happy Salma, mengidam merupakan hal wajar bagi perempuan yang tengah hamil. Namun, untuk perempuan 38 tahun seperti dirinya, mengidam hal unik dianggap harus ditahan.

“Enggak sih, biasa saja, karena mungkin hamilnya sudah ibu-ibu setengah baya ya jadi realistis ngidamnya,” tambah Happy Salma sambil tertawa.

Meskipun begitu, Happy Salma tak memungkiri bahwa hormonnya sebagai perempuan hamil memang sedang memuncak. Karena itu, ia menyindir sang suami agar terus sabar menghadapi tingkahnya.

“Tapi secara fisik ya sama seperti perempuan-perempuan hamil pada umumnya. Perempuan yang sudah mengalami pasti mengerti ya. Jadi untuk para laki-laki ya sabar-sabar ya,” Hapy Salma menandaskan.

Namun sayang, ketika ditanya lebih lanjut soal kehamilannya, Happy Salma belum bersedia menjawab. Alasannya sederhana, ia masih menganut paham yang melarang ibu mengumbar kehamilan sebelum usia kandungan tujuh bulan.

“Berapa bulan ya… yang pasti setengah perjalanan dan semoga lancar semuanya. Katanya pamali, enggak boleh bicara banyak,” kata Happy Salma.

Reaksi senada ditunjukkan Happy Salma ketika dirinya ditanya soal jenis kelamin sang bayi. ‘”Ada (jenis kelamin bayi), tapi mungkin saya sharing sama suami saya ya. Yang penting doanya saja. Terima kasih,” tutup Happy Salma.

Happy Salma dan Tjokorda Bagus Dwi Santana Kertayasa menikah pada 3 Oktober 2010. Keduanya dikaruniai anak pertama, Tjokorda Sri Kinandari Kerthyasa, tiga tahun silam. (kpl/ram)

 

 

Mbah Mijan Ingin Peluk Gigi Erat

SUMUTPOS.CO – Mbah Mijan tiba-tiba saja ingin memeluk Nagita Slavina. Hal itu secara terang-terangan dia sampaikan lewat akun Instagram miliknya.

Tak hanya itu, Mbah Mijan juga mengunggah foto istri Raffi Ahmad itu dalam Instagram.

Loh kok bisa?

Paranormal kondang ini mengaku mengidolakan wanita yang karib disapa Gigi itu. Karena itu, Mbah Mijan ingin memeluk Nagita jika bertemu.

“Kalau ada kesempatan bertemu, Mbah pengin banget meluk bocah ini yang kenceng banget, ngefans berat soalnya,” tulis Mbah Mijan.

Postingan Mbah Mijan ini lantas dikomentari beragam oleh netizen.

Namun, banyak yang menilai keterangan yang ditulis paranormal kondang itu penuh dengan pesan tersirat dari ramalannya.

Mengingat Mbah Mijan kerap meramal hubungan cinta segitiga antara Nagita Slavina, Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting.

“Ini tu kode Mbah bilang pengen meluk itu kode, artinya dia tahu sesuatu cuma dibikin caption seperti itu,” ujar rahmah_anindya.

“Wahh..ngerti aku.,,cz si raffi ny uda nyia2in perempuan yg hati nya luar biasa ya mbah,” sambung rama.ryana.

“Caption mbah mijan mengandung arti. Mudah-mudahan filling aq yg ga enak ga trjadi ya mbah.seandainya mbah bs bntu tlong bntu nagita ya mbah,” papar gustyaningsih26. (chi/pojoksatu/jpnn/ram)

 

Vanesha Prescilla dan Adipati Dolken Sah Pacaran

SUMUTPOS.CO – Kedekatan antara Vanesha Prescilla dan Adipati Dolken mulai marak diperbincangkan sejak proses syuting #TEMANTAPIMENIKAH. Secara kebetulan keduanya adalah pemeran utama di film tersebut. Meski tak pernah menjelaskan secara gamblang status hubungannya di depan awak media, tak sedikit yang menilai kedekatan mereka hanya sebatas settingan.

Beberapa fans DILAN 1990 secara terang-terangan juga tak setuju apabila Vanesha terlalu dekat dengan Adipati. Pasalnya, Vanesha dan Iqbaal Ramadhan dinilai memiliki chemistry yang lebih kuat. Namun, meski mendapat tekanan dan cibiran dari beberapa pihak, Vanesha dan Adipati justru semakin menunjukkan kemesraannya di depan publik.

Hal tersebut diketahui dari akun Instagram masing-masing. Baru-baru ini Adipati mengunggah foto dirinya yang tengah berada di tengah kebun bunga matahari. Ia membubuhkan caption “Sedang menangkap Pokemon” di foto tersebut.

Lalu tak lama setelahnya, ia mengunggah satu foto yang cukup mesra bersama Vanesha Prescilla. Dengan manja, Vanesha bersandar di bahu Adipati. Keduanya tampak serasi dan hangat sekali.

Adipati pun menuliskan caption yang manis di foto tersebut. “Ini pokemonnya. Kegigihan adalah kunci utama untuk menangkap pokemon ini. Dia memiliki semua sifat yang positif. Muda dan bertalenta. Semua itu lah yang membuat pokemon ini ‘langka’,” tulisnya.

Vanesha dan Adipati sejatinya sudah kenal sebelum mereka terlibat produksi#TEMANTAPIMENIKAH. Ketika akhirnya bekerja bareng, chemistry mereka semakin terpancar terlebih Rako Prijanto selaku sutradara sempat menerapkan treatment berbeda saat sesi bedah karakter.

“Saya memang ingin membangun chemistry keduanya begitu dekat. Sampai saya bisa melihat dari sinar mata Adipati yang cemburu saat Vanesha dekat dengan lawan main lain. Begitu juga sebaliknya,” pungkas Rako. (kpl/ram)

 

Shireen Sungkar Stop Punya Anak

SUMUTPOS.CO – Aktris Shireen Sungkar mengakui bahwa kehamilan anak ketiga cukup berat. Bahkan, dirinya mengaku sulit beraktiftifas selama mengandung anak ketiga.

“Aku kan buang ludah terus, aku keluar saliva selama tujuh bulan. jadi enggak bisa kerja,” tutur Shireen Sungkar saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (19/4).

“Kalau kerja nanti ngeces (mengeluarkan air liur). Enggak bisa ngapa-ngapain,” lanjut Shireen.

Selain itu, tambah Shireen, dia sempat muntah darah gara-gara asam lambungnya naik hingga membuat suami, Teuku Wisnu khawatir.

“Pas lima bulan beberapa kali muntah darah, karena asam lambung kan. PR banget kehamilan yang ini sih, Wisnu pasti kasian juga kalau aku hamil lagi,” ujarnya.

Meski begitu, adik Zaskia Sungkar ini tidak pernah sampai menjalani transfusi darah selama proses persalinan berlangsung.

“Kalau lebih rendah ya udah resikonya, harus terima kalau sewaktu-waktu transfusi. Jadi selalu dibilang nanti sediain kantong darah ya,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Shireen Sungkar melahirkan anak ketiga pada 17 April lalu.

Putrinya itu diberi nama Cut Shafiyyah Mecca Al-Fatih.

Melalui akun Instagram pribadinya, Teuku Wisnu mengungkap makna nama putrinya itu.

“Cut Shafiyyah Mecca Al-Fatih”. Yang artinya; Cut: karena saya Teuku berarti otomatis nama untuk anak perempuan saya depannya Cut, kalau laki-laki Teuku. Shaffiyah: Salah satu istri dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, seorang Ummul Mukminin yang cerdas,” tulis Teuku Wisnu, Rabu (18/4).

“Mecca: Kota Mekah, kota yang banyak sekali keutamaannya dan kota yang diberkahi Allah Ta’ala Al-Fatih: semua anak kami belakangnya memakai ini,” lanjut Wisnu.

Tak lupa, Wisnu juga mengucapkan terima kasih atas doa kelahiran putrinya itu. (mg7/jpnn/ram)