Home Blog Page 6419

Tewas Kehabisan Oksigen Saat Bersihkan Tangki Minyak

Foto: Teddy Akbari/Sumut Pos Salah sorang korban yang selamat.
Foto: Teddy Akbari/Sumut Pos
Salah sorang korban yang selamat.

BINJAI, SUMUTPOS.CO -Kombat (35), asal Kisaran, Kabupaten Asahan, tewas kehabisan oksigen saat membersihkan tangki minyak di Tangki Penampungan  Stasiun Pengisihan Bahan Bakar Umum, di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Rambung, Binjai Selatan, Minggu (22/4).

Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Binjai Selatan, Ipda Junaidi, sebelum tewas kehabisan oksigen, korban hendak menolong dua temannya di dalam jalur pipa SPBU, yakni Ian (40) dan Ahmad Toyeb (38). Kedunya meminta saat membersihkan tangki minyak.

Mendengar itu, tenaga kontrak dari perusahaan yang bergandengan dengan PT Pertamina ini, malah kecebur ke dalam tangki kosong.

Saat berusaha dievakuasi dengan menggunakan tangga, nyawa korban keburu melayang. “Ya ini namanya kecelakaan kerja. Rencana tindak lanjut kami akan panggil pimpinan pekerja untuk diperiksa, besok (hari ini),” sambung bekas Kanit Reskrim Polsek Binjai Timur ini.

Sementara, kejadian itu mengundang perhatian warga. Tak ayal, petugas BPBD Kota Binjai juga terun ke TKP dengan mengerahkan 2 unit Zeep Fire dan Kabin Hitam, sekaligus 5 personel regu Damkar serta 20 regu Penanggulangan Bencana guna membantu evakuasi.

“Korban berhasil dievakuasi pada pukul 11.30 WIB. Kemudian, korban langsung dilarikan ke RSUD Djoelham Binjai,” tukas Kepala BPBD Kota Binjai, Ahmad Yani.

Pertamina Lakukan Penyelidikan

Insiden kecelakaan kerja berujung maut yang terjadi di SPBU mitra Pertamina no 14.207.151 Kota Binjai,  pihak Pertamina akan melakukan penyelidikan.

Hal itu disampaikan Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Rudi Ariffianto.

“Pertamina  menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan Pertamina sangat menyayangkan kejadian tersebut serta berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi ke depannya,” ungkap Rudi kepada wartawan di Medan, kemarin petang.

Rudi mengingatkan dan menginstruksikan, agar pengelola SPBU mematuhi standard operational and procedure dalam menjalankan operasionalnya, termasuk berkoordinasi dengan Pertamina sebelum melaksanakan aktivitas seperti tank cleaning tersebut.

“Pertamina juga tidak henti-hentinya terus mengingatkan pengelola SPBU dan mitra kerja untuk benar-benar memperhatikan aspek-aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) dalam menjalankan operasionalnya,” ucap Rudi.

Masih kata Rudi, untuk penyebab kecelakaan kerja tersebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan internal begitu dengan kepolisian,”

“Dalam melaksanakan kegiatan operasional, Pertamina selalu mengedepankan aspek HSSE sehingga segala bentuk unsafe action sangat tidak ditolerir,” kata Rudi.

Dia menambahkan, dalam setiap pekerjaan yang memiliki resiko tinggi harus dilaksanakan sesuai dengan tahapan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan oleh Pertamina, serta diawasi oleh koordinator pekerjaan / safety man sebagai penanggungjawab.(ted/gus/han)

 

Penjualan Pertamax Sumbagut Naik 32,4 Persen

FOTO; PT PERTAMINA FOR SUMUT POS HARI KARTINI: Pertamina bagi-bagi merchandise kepada konsumen wanita di sejumlah SPBU pada Hari Kartini, Sabtu (21/4).
FOTO; PT PERTAMINA FOR SUMUT POS
HARI KARTINI: Pertamina bagi-bagi merchandise kepada konsumen wanita di sejumlah SPBU pada Hari Kartini, Sabtu (21/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Untuk saat ini, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) berkualitas baik, terus meningkat digunakan masyarakat. Hal ini menunjukkan, masyarakat sudah memahami BBM yang baik untuk kendaraan bermotornya.

Hal itu diungkapkan Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Rudi Ariffianto, Minggu (22/4).

Rudi mengatakan, untuk penggunaan dan penjualan pertamax di area Sumatera bagian utara (Sumbagut) mengalami peningkatan tajam, yakni mencapai 32,4 persen. Menurutnya, penjualan pertamax rata-rata harian tumbuh menjadi 967,52 kiloliter pada Maret 2018, yang meningkat dari 731,02 kiloliter rata-rata harian pada Maret tahun lalu.

“Hal ini menunjukan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan bahan bakar yang lebih berkualitas, sesuai dengan perkembangan teknologi mesin kendaraan,” tutur Rudi.

Namun begitu, Rudi menjelaskan, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat selaku konsumen, untuk menggunakan jenis BBM lebih baik dan ramah lingkungan, seperti pertalite, pertamax, dan lainnya. “Secara paralel, kami akan melakukan promo-promo dan edukasi kepada masyarakat luas, terkait penggunaan BBM berkualitas. Memperluas marketing Pertamina, dan mengeduksi para konsumen,” jelasnya.

Sementara Pertamina, sebagai satu perusahaan di Indonesia, yang banyak diperkuat oleh Kartini moderen, ikut merayakan peringatan Hari Kartini pada 21 April 2018. Dengan momen ini, Pertamina memberikan pelayanan khusus kepada konsumen wanita.

Rudi mengungkapkan, pelayanan khusus untuk kaum wanita ini, dilakukan di 5 unit SPBU PT Pertamina MOR I di wilayah Sumbagut.

Rudi mengungkapkan, pelayanan ini sebagai wujud apresiasi Pertamina kepada konsumen wanita, yang selalu setia menggunakan produk-produk andalan dan terbaik dari Pertamina. “Pelayanan khusus yang kami berikan, berupa pemberian merchandise kepada pelanggan perempuan yang melakukan pembelian pertamax,” bebernya.

Adapun 5 SPBU yang memberikan pelayanan khusus bagi wanita di Hari Kartini, yakni SPBU 14.211.166 Jalan Adam Malik No 5/7 Medan, SPBU 14.231.482 Jalan Hasyim Banta Muda Kuta Alam Banda Aceh, SPBU 11.251.502 Jalan S Parman Kelurahan Ulak Karang Utara Padang, SPBU 14.282.668 Jalan Imam Munandar No 282 Pekanbaru, dan SPBU 14.294.735 di Kelurahan Kampung Pelita Kecamatan Lubukbaja Kota Batam.

Rudi menjelaskan, merchandise menarik siap dibagikan kepada perempuan yang melakukan pembelian pertamax, dengan nominal minimal Rp20 ribu untuk sepeda motor, dan Rp250 ribu untuk mobil, selama persediaan masih ada. “Sudah bukan hal yang asing lagi bagi kami melihat perempuan yang mandiri mengendarai kendaraan dalam beraktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja maupun dalam mengurus rumah tangga,” pungkasnya. (gus/saz)

 

 

Sihar Ajak Warga Lestarikan GKT

Foto: Iqbal/Sumut Pos Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus melakukan pendakian ke Pusuk Buhit, di Kabupaten Samosir, Sabtu (21/4).
Foto: Iqbal/Sumut Pos
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus melakukan pendakian ke Pusuk Buhit, di Kabupaten Samosir, Sabtu (21/4).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus mengajak warga untuk melestarikan Geopark Kaldera Toba (GKT). Itu disampaikannya saat mendaki Pusuk Buhit dan mengunjungi sejumlah titik geopoint di kawasan sekitar.

Sihar yang melakukan pendakian ke Pusuk Buhit, Sabtu (21/4) mengatakan bahwa GKT merupakan kawasan yang unik karena memiliki beragam keistimewaan. Berisi aneka jenis unsur geologi yang punya makna dan fungsi sebagai warisan alam. Di kawasan ini dapat diimplementasikan berbagai strategi pengembangan wilayah secara berkelanjutan, namun harus dijaga dan ditata dengan baik.

“Pusuk Buhit inikan satu contoh geopoint. Di mana di tempat ini ribuan tahun lalu ada peradaban yang menjadi cerita rakyat, kemudian melegenda dan sekarang menjadi mitos. Jadi sebagai putra asli Batak, wajar mencoba napak tilas cerita ribuan tahun itu. Serta melihat Danau Toba dari sudut yang berbeda. Karena itu harus kita jaga dan lestarikan,” katanya.

Dia juga mengatakan, jika Danau Toba masuk menjadi taman bumi lewat program Geopark Unesco maka akan berkontribusi terhadap pengembangan daerah. Selain itu geopark juga memiliki tujuan untuk mengembangkan kawasan dengan metode ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan lewat dunia pariwisata geologi. Di sisi lain pengembangan geopark tidak merugikan masyarakat, bahkan sebaliknya akan menguntungkan. Karena metode geopark memperbolehkan masyarakat untuk tetap tinggal di dalam kawasan untuk menghubungkan kembali nilai-nilai warisan bumi kepada masyarakat itu sendiri.

Jadi menurut Sihar, mengajak masyarakat untuk menjaga dan melestarikan GKT harus digalakkan. Termasuk Pusuk Buhit, bisa ditata dengan baik, membenahi jalan dan aksesibilitas yang aman dan memenuhi ketentuan wisata. “Sehingga orang bisa berwisata dengan nyaman. Serta menikmati panorama indah. Termasuk jika ilalang berganti menjadi bunga yang indah dan tanaman asli daerah dikembalikan ke habitatnya,” katanya. (bal/azw)

DPT Pilgubsu 9.052.529 Jiwa

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Mulia Banurea.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, Mulia Banurea.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara akhirnya menetapkan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pilgubsu 2018 sebanyak 9.052.529 jiwa. Penetapan jumlah ini dilakukan melalui Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT Tingkat Provinsi yang digelar KPU Sumut di Hotel Adi Mulia Jalan P Diponegoro Medan, Sabtu (21/4).

Berdasarkan data yang diperoleh, tercatat jumlah pemilih Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 yang paling banyak berada di Kota Medan dengan jumlah 1.520.301 jiwa dan Kabupaten Deliserdang 1.165.765 jiwa.

Daerah yang paling sedikit pemilihnya adalah Kabupaten Pakpak Bharat dengan 31.824 jiwa dan Kabupaten Nias Barat dengan 56.718 jiwa.

“Dari jumlah yang telah kita tetapkan bersama itu jika dikelompokkan berdasarkan jenis kelaminnya, ada sebanyak 4.485.964 pemilih laki-laki dan 4.566.565 pemilih perempuan,” kata Ketua KPU Sumut Mulia Banurea.

Para pemilih ini tersebar di 33 kabupaten/kota, 444 kecamatan, 6110 kelurahan/desa dan tersebar di 27.478 tempat pemungutan suara (TPS) di seluruh Sumut. Jumlah pemilih yang masuk DPT ini berkurang 150.438 dari daftar pemilih sementara (DPS) Pilgubsu yang ditetapkan sebelumnya pada 17 Maret.

Proses rekapitulasi telah berlangsung sejak pagi dan baru berakhir jelang petang. Proses diawali dengan pembacaan rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota. Masing-masing KPU kabupaten/kota membacakan hasil rekapitulasi mereka. Ketua Bawaslu Sumut Syafrida Rasahan, didampingi Anggota Herdi Munte memberikan sejumlah catatan dalam proses ini.

Setidaknya, empat kabupaten/kota terjadi perubahan atau penambahan jumlah pemilihnya. Daerah itu antara lain Kota Medan, Gunungsitoli, Nias Selatan, dan Labuhanbatu. Untuk Nias Selatan dan Labuhanbatu, berdasarkan kesepakatan antara KPU, tim pasangan calon dan Bawaslu, akan dilakukan verifikasi faktual terhadap potensi pemilih ganda.

Seperti di Nisel, ada 576 pemilih yang terindikasi ganda sementara di Labuhanbatu ada 379 pemilih yang juga terindikasi ganda sehingga akan diverifikasi faktual paling lambat 28 April mendatang. Sedangkan untuk Kota Medan jumlah pemilihnya bertambah

dari 1.519.662 menjadi 1.520.301 jiwa. Hal ini dikarenakan adanya jumlah pemilih yang baru terdata dari warga binaan yang berada di rutan maupun  lapas.

Dari pleno itu jumlah pemilih di daerah lain juga turut disampaikan KPU Sumut seperti Kabupaten Tapanuli Tengah 197.367 jiwa, Tapanuli Utara 197.479 jiwa, Tapanuli Selatan 198.305 jiwa, Nias 87.798 jiwa, Langkat 695.933 jiwa, dan Karo 263.976 jiwa. Kemudian, Kabupaten Simalungun 607.181 jiwa, Asahan 488.642 jiwa, Labuhan Batu 270.164 jiwa, Dairi 174.907 jiwa, Toba Samosir 118.031 jiwa, Mandailing Natal 274.164 jiwa, Nias Selatan 180.347 jiwa, dan Humbang Hasundutan 124.149 jiwa.

Sementara Kabupaten Samosir 89.830 jiwa, Serdangbedagai 428.841 jiwa, Batubara 280.684 jiwa, Padanglawas Utara 143.590 jiwa, Padang Lawas 156.027 jiwa, Labuhanbatu Selatan 177.587 jiwa, Labuhanbatu Utara 215.672 jiwa, dan Nias Utara 86.473 jiwa, Setelah itu, Kota Pematangsiantar 162.476 jiwa, Sibolga 60.981 jiwa, Tanjungbalai 102.860 jiwa, Binjai 170.547 jiwa, Tebingtinggi 101.736 jiwa, Padangsidempuan 137.195 jiwa, dan Gunungsitoli 84.559 jiwa. Rekapitulasi penetapan DPT turut disaksikan perwakilan kedua paslon Pilgubsu. (prn/azw)

 

Nusantara Untuk Jokowi Lahir dari Spontanitas

Ketua DPP N4J, Dr RE Nainggolan, MM foto bersama pengurus Paguyuban Nusantara Untuk Jokowi (N4J) di Sekretariat Jalan Nibung II, Medan, Minggu (22/4) lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Paguyuban Nusantara Untuk Jokowi (N4J) lahir dari spontanitas orang-orang yang bersimpati dan menginginkan Joko Widodo kembali memimpin bangsa untuk periode kedua.

“Tentu tidak ada pemimpin yang sempurna, tetapi kami melihat beliau masih merupakan pilihan terbaik, untuk melanjutkan pekerjaan-pekerjaan besar yang telah dimulainya. Karena itu, kita mendirikan paguyuban ini, sebagai wadah bagi siapa pun yang memiliki pikiran yang sama,” ujar Ketua DPP N4J, Dr RE Nainggolan, MM di Sekretariat Jalan Nibung II, Medan, Minggu (22/4) lalu.

Dikatakannya, kebuatan tekad untuk mendukung Jokowi itu muncul setelah menyaksikan dengan mata kepala sendiri, kegigihan, kesungguhan, dan kerja keras beliau, dalam mengemban tugas yang diamanahkan rakyat kepadanya, sejak menjadi Wali Kota Solo, kemudian Gubernur DKI Jakarta, dan akhirnya Presiden ke-7 Republik Indonesia.

“Dengan terang benderang bisa kami nyatakan, keinginan membentuk paguyuban ini benar-benar muncul secara spontan, bukan atas pesanan atau permintaan siapa pun, semata-mata karena tergeraknya hati nurani kami, yang bisa melihat dengan mata dan pikiran jernih, kinerja dan kesungguhan beliau,” katanya, sembari menyebutkan dna operasional dikumpulkan secara urunan di antara sesama pengurus dan anggota.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa, antusiasme teman-teman sangat tinggi. Ada misalnya sahabat kita yang berkenan menyumbangkan bangunan miliknya sebagai sekretariat kita. Ada sumbangan pakaian, makanan, dan sebagainya,” katanya.

RE menjelaskan, sejauh ini N4J telah terbentuk di 16 kabupaten dan kota di Sumut, serta di empat provinsi, masing-masing DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Maluku Utara, dan Papua. “Kita dengan tangan terbuka menerima siapa pun sejauh punya kepedulian yang sama terhadap bangsa, tanpa memandang latar belakang apa pun,” kata RE.

Sebelumnya, Ketua Dewan Penasihat, Drs H Muhyan Tambuse menejalaskan, pada tahap awal, perkumpulan ini bertujuan menghimpun orang-orang yang menginginkan Bapak Ir H Joko Selain itu, pada lingkup yang lebih luas, paguyuban ini juga bertujuan memberi sumbangsih dan peran aktif dalam mencari bibit kepemimpinan, terutama di kalangan generasi muda, serta mendorong agar rekrutmen politik berlangsung dengan baik, untuk memastikan hanya orang yang punya integritas, kualitas, dan kemampuan yang maju ke panggung politik, baik eksekutif maupun legislatif, di pusat dan daerah.

“Kita ingin ke depan, semakin banyak muncul sosok-sosok hebat, terutama dari generasi muda untuk memimpin bangsa ini di masa-masa mendatang,” kata Muhyan yang juga pernah menjadi Sekdaprovsu itu.

Ijeck: Pemeriksaan Bersifat Prosedural  

Calon Wagubsu, Musa Rajekshah alias Ijeck memenuhi panggilan KPK sebagai saksi di Mako Brimob Medan, Sabtu (21/4).
Calon Wagubsu, Musa Rajekshah alias Ijeck memenuhi panggilan KPK sebagai saksi di Mako Brimob Medan, Sabtu (21/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 200 lebih saksi dalam lanjutan penyidikan kasus dugaan suap mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho pada anggota DPRD Sumut 2009–2014. Pemeriksaan dilakukan di Mako Brimob Medan, Jalan Wahid Hasyim Medan, Sabtu (21/4).

Menurut informasi, ada 18 orang yang dijadikan saksi kali itu. Salah satu saksi yang dipanggil adalah Cawagub Sumut Musa Rajekshah. Menurut pria yang akrab disapa Ijeck itu, pemeriksaan tersebut merupakan yang ketiga kalinya. Ia juga menegaskan, kehadirannya ke sana hanya memenuhi prosedural.
“Kami diperiksa sebagai saksi. Pertanyaan yang diajukan relatif sama dengan pemeriksaan untuk tersangka sebelumnya. Tidak ada perbedaan. Jadi tadi itu cuma prosedural saja,” ucapnya kepada wartawan.
“Pemeriksaan ini sama dengan yang dulu. Ditanya ulang oleh penyidik. Kami tadi ditanya penyidik sekitar 30 menit, setelah itu diminta kembali beraktivitas,” tambahnya.
Menurut Ijeck, pemeriksaan tersebut tidak mengganggu aktivitasnya menyapa dan bersilaturahim dengan masyarakat Sumut. KPK pun kata dia, sangat memahami posisinya sebagai calon di Pilgubsu 2018.
“Dipahami pemeriksaan saksi ini momentumnya di masa pilkada. Bisa jadi ada yang memanfaatkan situasi. Tapi saya kira, masyarakat Sumut sangat memahami proses hukum yang dilakukan KPK. Sebagai orang yang bermartabat, warga Sumut termasuk saya, harus kooperatif dalam membantu penegakan hukum,” katanya.
Diketahui, KPK dalam perkara ini juga sudah memeriksa 94 orang saksi selama sepekan di Medan. Total ada 200 orang lebih yang sudah diperiksa menjadi saksi dalam kasus ini.
Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, dalam pemeriksaan kemarin ada juga nama Gubsu Tengku Erry Nuradi, staf Pemprovsu, dan pihak swasta. Pemeriksaan ini untuk mengklarifikasi ulang keterangan saksi atas tersangka baru 38 anggota DPRD periode 2009-2014 yang ditetapkan menjadi tersangka. (prn)

Staf DPRD: Pansus Dimulai Tahun 2016

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BERJALAN_Mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 Samsul Hila berjalan keluar usai diperiksa KPK di Makobrimob Polda Sumut, Medan, Selasa (17/4). KPK kembali memeriksa sebanyak 22 orang mantan dan anggota DPRD sebagai saksi untuk 38 anggota DPRD Sumut yang menjadi tersangka dalam kasus penerimaan suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BERJALAN_Mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 Samsul Hilal berjalan keluar usai diperiksa KPK di Makobrimob Polda Sumut, Medan, Selasa (17/4). KPK kembali memeriksa sebanyak 22 orang mantan dan anggota DPRD sebagai saksi untuk 38 anggota DPRD Sumut yang menjadi tersangka dalam kasus penerimaan suap dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KPK tampaknya tidak berhenti pada kasus suap interpelasi, pengesahan APBD dan LKPj yang melibatkan mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

Penyidik antirasuah kini mulai menyelidiki kasus Panitia Khusus Pendapatan Asli Daerah (Pansus PAD) DPRD Sumut.
“Tadi saya ditanya soal Pansus PAD,” kata Rospita Pandiangan, Staf Humas DPRD Sumut, usai menjalani pemeriksaan di Mako Brimob, Sabtu (21/4).
Saat menghadiri panggilan penyidik sebagai saksi, Rospita mengaku membawa beberapa berkas. “Tadi bawa struktur di Pansus PAD, siapa-siapa yang ada didalamnya, tahun berapa dimulai pansus, saya bilang pansus itu tahun 2016,” pungkasnya.
Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan saat diperiksa penyidik KPK sempat mengungkapkan hal demikian.
Akan tetapi, politisi PDI Perjuangan itu  tidak tahu apakah ada Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru terkait masalah dimaksud.
“Kita dipanggil sebagai saksi atas kasus yang berkaitan dengan tersangka 38 orang. Akan tetapi karena Muslim Simbolon sebagai Wakil Ketua Pansus PAD dan menjadi tersangka, mungkin penyidik ingin mendalami sejauh mana peran pimpinan dan anggota pansus sehingga diduga ada praktek korupsi,” kata pria yang juga ikut di struktur Pansus PAD itu.
Jauh sebelum kasus ini dijadikan bahan pemeriksaan KPK, Sutrisno menyebut sejumlah anggota Pansus PAD telah mengumpulkan kembali uang yang dibagikan oleh Magdalena Pasaribu sebagai staf Pansus PAD kala itu.
“Selama rapat pansus, kunjungan kerja pansus, sesungguhnya tidak pernah ada pembicaraan atau pembahasan terkait uang atau bentuk lain yang harus atau akan diberikan eksekutif kepada pansus. Akan tetapi ada oknum dari pansus yang diduga melakukan komunikasi kepada eksekutif sehingga muncul pemberian hadiah dan janji,” jelasnya. “Jadi dalam konteks pansus PAD, KPK diminta untuk mengejar aktor intelektual yang menjadikan kegiatan pansus sebagai wadah untuk memaksa pihak lain memberi hadiah dan janji,” pungkasnya.
Informasi yang berhasil diperoleh, kasus ini bermula ketika Pansus PAD rapat kerja di Parapat bersama Hasban Ritonga ketika menjabat Sekdaprovsu dan Rajali ketika menjabat Kadispenda Sumut. Setelah pertemuan itu berlangsung, diduga ada bagi-bagi uang dari pejabat Dispenda Sumut kepada struktur Pansus PAD. (prn)

Kapal Boat Tenggelam, Wakapolres Labuhanbatu Hilang

Wakapolres Labuhanbatu, Kompol Andi Chandra yang hilang setelah kapal boat yang ditumpanginya tenggelam usai menabrak tunggul kayu, Sabtu (21/4).
Wakapolres Labuhanbatu, Kompol Andi Chandra yang hilang setelah kapal boat yang ditumpanginya tenggelam usai menabrak tunggul kayu, Sabtu (21/4).

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO –Kapal boat kayu yang ditumpangi Wakil Kepala Kepolisian Resor Labuhanbatu, Kompol Andi Candra dikabarkan tenggelam setelah menabrak tangkul di perairan Desa Sei Lumut Labuhan Bilik, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (21/5/2018) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Ya benar kapal yang ditumpangi Waka Polres tengelam sore tadi. Waka, tergelincir dan jatuh, detail boat belum diketahui,” kata Kasubag Humas Polres Labuhanbatu, AKP Victor Sibarani, saat dihubungi, hari ini.

Informasi sementara menyebutkan, rombongan Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang, menghadiri pesta pernikahan anak kedua Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap di Kelurahan Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir.

Pencarian boat tenggelam di perairam Desa Sei Lumut Labuhan Bilik, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (21/5/2018).

Usai menghadiri pesta, rombongan kembali dari Berombang menuju Sarang Elang. Namun perjalanan baru berjalan kurang lebih 10 menit, speedboad Polair yang mereka tumpangi menabrak tunggul kayu dan mengalami kebocoran sehingga kapal tenggelam.

Adapun seluruh ABK dan penumpang berjumlah 7 personel Polri, termasuk di dalamnya Kapolres Labuhan Batu dan Wakapolres Labuhan batu. Setelah kapal tenggelam, 6 personel berhasil diselamatkan termasuk Kapolres. Namun Wakapolres Kompol Andi Candra sampai saat ini masih dalam pencarian tim SAR dan anggota Posal Berombang,

Kabid Humas Poldasu Kombes Rina Sari Ginting ketika dikonfirmasi mengaku belum mendapat informasi pasti kejadian naas itu. Sebab, kata dia, belum berhasil menghubungi Kapolres Labuhanbatu.

“Beliau belum dapat saya hubungi,” kata Rina. Sehingga menurut dia, belum bisa didapat kepastian informasi lengkap.

Informasi dari lokasi, pelabuhan Tanjung Sarang Elang telah dipenuhi aparat. Warga sekitar juga mulai semakin memadati  pelabuhan. Bahkan, kabar duka ini juga menjadi topik di sejumlah grup whatsapp. (Mea/bbs)

Erry dan Ijeck Diperiksa KPK

Foto: Andika/Sumut Pos Ketua DPW Nasdem Sumut, Tengku Erry Nuradi (tengah) di dampingi Sekretaris DPW, Iskandar (kiri) saat mendampingi Edy-Ijeck mendaftar ke KPU Provinsi Sumut, Senin (8/1/2017).
Gubsu Tengku Erry Nuradi (tengah). Erry diperiksa KPK atas pengembangan lanjutan dugaan kasus suap Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho periode 2013-2018, Sabtu (21/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi secara maraton atas pengembangan lanjutan dugaan kasus suap Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho periode 2013-2018, Sabtu (21/4).

Dua nama saksi paling mencolok yang diperiksa di Mako Brimob Jl. Wahid Hasyim Medan, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Calon Wakil Gubernur Sumut nomor urut satu, Musa Rajekshah alias Ijeck.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, membenarkan ihwal pemeriksaan saksi-saksi tersebut. Menurutnya hari ini tim penyidik meneruskan proses pemeriksaan terhadap dua saksi sejak pagi, yakni Tengku Erry Nuradi sebagai Gubernur Sumut dan juga Ijeck.

Selain memeriksa Ijeck dan Tengku Erry, Febri juga mengatakan, penyidik akan memeriksa sekitar 18 saksi lain dari unsur Pemprov Sumut, staf DPRD dan pihak swasta. “Sampai saat ini, sekitar 94 saksi telah diperiksa sejak penyidik berada di Medan dari Senin (16/4).  Secara total sekitar 152 saksi telah diagendakan pemeriksaannya,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Dijelaskan, pemeriksaan saksi-saksi perkara dugaan kasus suap yang melibatkan mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho terkait persetujuan APBD Sumut 2012-2014, pengesahan APBD Sumut 2014-2015 dan penolakan hak interpelasi oleh DPRD Sumut.

 

Calon Wagubsu, Musa Rajekshah saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Selain Tengku Erry dan Ijeck, pemeriksaan saksi-saksi itu melibatkan nama seperti H Anif (ayah Ijeck/swasta), Drg H Anwar (swasta), M Mahfullah (Pemko Binjai), Permohonan Lubis (staf Gubernur Sumut), Jhon Sabiden (Pemkab Simalungun), Hendrik April Yanto (swasta), C Silalahi (PNS), Setia Budi Tarigan (Wiraswasta), Rospita Pandiangan (Sekretariat DPRD Sumut), Jimmy P (pensiunan PNS), Maswir (Sekretariat DPRD Sumut), Erwin H Harahap (PNS Kota Padangsidempuan), dan Abdi Maulana (swasta). Dari pantauan, Ijeck diperiksa sekitar 2,5 jam oleh penyidik antirasuah sebelum akhirnya keluar dari gedung utama Mako Brimob Poldasu pukul 13.15 WIB.

Sebelumnya, Ijeck tiba sekitar pukul 10.37 WIB. Saat itu kawasan Mako Brimob dalam kondisi diguyur hujan deras. Mobil Alphard dengan nomor polisi BK 9 TD yang hendak menjemput Ijeck langsung menuju lobi aula utama. Tidak ada yang disampaikan Ijeck usai diperiksa penyidik KPK. Ia pun langsung pergi meninggalkan Mako Brimob. Sedangkan dari informasi yang diperoleh Sumut Pos, Gubsu Erry Nuradi sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik di aula Mako Brimob.

Seperti diketahui, KPK mulai melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi atas 38 tersangka baru kasus suap mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, sejak Senin kemarin. Ke-38 tersangka adalah anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019. Sebelumnya ada sejumlah nama yang lebih dahulu diperiksa antara lain; M Nuh (PKS), Raudin Purba (PKS), Hidayatullah (PKS), Layari Sinukaban (Demokrat), M Nasir (PKS), Irwansyah Damanik, (PAN) Syamsul Hilal (PDIP) ,Robert Nainggolan (Demokrat) Siti Aminah (PKS) Isma Fadli Pulungan (Golkar), Ahmad Ikhyar Hasibuan (Demokrat) Mega Lia Agustina (Demokrat) Amsal Nasution (PKS).

Selanjutnya, Ristiawati (Demokrat), Sutrisno Pangaribuan (PDIP), Melizar Latief (Demokrat), Novita Sari (Golkar), Evi Diana Sitorus (Golkar), Rahmat Hasibuan (Demokrat), Aduhot Simamora (HANURA), Tagor Simangunsong (PDIP), Hamami Sulbahsan (Hanura), Hasban Ritonga (mantan Sekdaprovsu), Sulaiman Hasibuan (Kabiro Hukum), Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Amran Uteh. Kepala Dinas Pariwisata Hidayati dan Staf Ahli Gubernur Elisa Marbun. (prn)

Eramas Rp13,8 M, Djoss Rp10,5 M

Ketua Pokja Pencalonan KPU Sumut, Benget Manahan Silitonga.
Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga.

SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut sudah menerima Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) dari kedua pasangan calon di Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu) 2018, Jumat (20/4) sore. Paling banyak menerima sumbangan adalah paslon nomor urut 1, Edy Rahmayadi dan Musa Rajeksah (Eramas) senilai Rp13,8 miliar. Sedangkan paslon nomor urut 2 Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) menerima Rp10.5 miliar.

Sesuai tahapan pelaporan dana kampanye, pada Jumat (20/4) kemarin, kedua paslon kembali wajib melaporkan dana tersebut tepat pada waktunya. Dan ternyata, kedua pasangan calon mematuhi ketentuan itu dengan menyampaikan laporan penerima sumbangan dana kampanye mereka ke KPU Sumut tepat waktu.

“Ini baru laporan penerima sumbangan dana kampanye pada periode ini, selanjutnya akan ada Laporan Penerimaan Dana Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) dimana laporannya akan diterima 24 Juni 2018 atau satu hari setelah berakhirnya masa kampanye,” kata Komisioner KPU Sumut Benget Silitonga.

Dana kampanye paslon selama tahapan Pilgubsu, kata dia dikirimkan melalui Rekening Khususnya Dana Kampanye (RKDK). Jika kedua paslon tidak taat azas dan aturan, maka dapat didiskualifikasi sebagai peserta Pilgubsu.

Lebih lanjut, Benget menjelaskan LPSDK akan diumumkan ke publik melalui website KPU Sumut, di Sekretariat KPU Sumut serta di Portal KPU RI. Selanjutnya LPPDK akan diaudit oleh akuntan publik yang resmi ditunjuk KPU Sumut. “Apabila ditemukan kelebihan sumbangan akan dikembalikan ke negara. Sumbangan perseorangan maksimal Rp75 juta, sumbangan dari organisasi badan atau usaha maksimal Rp750 juta,” ungkapnya.

KPU belum dapat merinci berapa pembiayaan kampanye kedua paslon berdasar LPPDK tersebut. “Untuk informasi lengkapnya akan kita umumkan melalui website KPU,” pungkasnya.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Eramas, Irham Buana Nasution mengaku, pihaknya telah menyerahkan LPPDK kepada KPU kemarin. Namun dirinya tidak mengetahui persis detil perincian biaya kampanye Eramas selama dua bulan ini. “Kami memahami bahwa laporan dana kampanye harus rutin disampaikan ke KPU dan juga Bawaslu. Sebab ada konsekuensi yang diterima paslon jika dana kampanye tidak dilaporkan yakni bisa didiskualifikasi,” katanya.

Irham menegaskan, pihaknya tetap komit dan taat aturan soal pemakaian dana kampanye sampai menjelang tahapan akhir Pilgubsu. “Setelah ini akan ada laporan terakhir lagi ke KPU untuk akumulasi penggunaan dana kampanye. Itu akan diaudit oleh akuntan independen. Namun saya tidak mengetahui berapa persis jumlahnya,” pungkasnya.

Ketua Bidang Kampanye Djoss, Djumiran Abdi juga mengatakan, pihaknya sudah melaporkan penggunaan dana kampanye ke pihak penyelenggara pemilu. Akan tetapi soal besaran dan jumlahnya, ia menolak memberi jawaban. “Biarlah itu KPU yang sampaikan ke publik. Tidak etis kalau dari kami informasinya. Yang pasti sudah kami laporkan,” sebutnya.

Pihaknya menegaskan tetap patuh akan tahapan dan aturan main di Pilgubsu. Terlebih mengenai penggunaan dana kampanye, sebab ada konsekuensi yang bakal dikenakan kepada paslon jika tak taat aturan.