Home Blog Page 6425

Binjai Marathon 2018 Siap Digelar

Marathon – Ilustrasi

BINJAI SUMUTPOS.CO – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintah Kota Binjai, bekerjasama dengan PT Bank Sumut, siap menggelar lomba lari maraton yang bertajuk “Binjai Marathon 2018” pada Minggu, 6 Mei 2018. Total hadiah yang diperebutkan sebesar Rp67,2 juta.

Menurut Ketua Panitia, Sujono, kegiatan olahraga akbar ini digelar dalam memeriahkan hari jadi Kota Binjai ke 146 tahun. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) hingga Pengurus Kota Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengkot PASI) Kota Binjai, kata dia, mendukung kegiatan tersebut.

Pendaftaran dibuka mulai dari Kamis (3/5) mendatang. Peserta yang mendaftar tidak dipungut biaya alias gratis.

“Pesetta lomba terbagi dalam dua kategori. Kategori umum dengan jarak tempuh 10 kilometer dan peserta pelajar yang jarak tempuhnya 5 kilometer,” jelas dia dari sambungan telepon selular, Kamis (19/4).

Peserta mulai berlari dari Lapangan Merdeka Kota Binjai yang berakhir juga di tanah lapang tersebut dengan melintasi sejumlah rute jalan yang menjadi arena lomba. Disoal kendala yang dihadapi, kata dia, ada. Namun hal tersebut dapat segera dirampungkan.

Menurut dia, pihaknya masih melengkapi sejumlah persiapan akhir. Salah satunya berkordinasi dengan pemerintah dan pengurus olahraga dari daerah lain.

Tujuannya, agar dapat mengikutsertakan para atletnya di ajang tersebut. Dia memprediksi, kegiatan ini bakal diikuti ratusan atlet pelari asal Kota Rambutan hingga sejumlah daerah lainnya di Sumut. “Tepat puncak hari jadi Kota Binjai pada 17 Mei 2018 nanti, hadiah diserahkan kepada pemenang,” tandasnya. (ted/don)

Tujuh Daerah Ikuti Porwil Wilayah IV PABSSI di Tebingtinggi

BERSAMA: Ketua Koni Tebingtinggi Muhammad Daniel Sultan didampingi Pengurus Koni Sumut, Hermansyur dan Kadispora Tebingtinggi Jumpa Ukur Sembiring bersama atlit PABBSI Kota Tebingtinggi.
BERSAMA: Ketua Koni Tebingtinggi Muhammad Daniel Sultan didampingi Pengurus Koni Sumut, Hermansyur dan Kadispora Tebingtinggi Jumpa Ukur Sembiring bersama atlit PABBSI Kota Tebingtinggi.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Walikota Tebingtinggi yang diwakili Kadispora Drs Jumpa Ukur Sembiring membuka secara resmi Pekan Olahraga Wilayah IV (Porwil) Persatuan Angkat Besi Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) di Gor Asber Jalan Gunung Lauser Tebingtinggi, Kamis (19/4).

Dalam arahannya Kadispora menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PABBSI Sumut yang telah mempercayakan kota Tebingtinggi sebagai tuan rumah pekan olahraga ini. Dan perlu diketahui bahwa kota Tebingtinggi pernah melahirkan atlet angkat besi yang telah membawa nama baik kota Tebingtinggi bahkan nama bangsa.

“Atas prestasinya itu, Pemerintah Kota Tebingtinggi telah memberikan pemghargaan kepadanya dengan mengabadikan namanya menjadi Gedung Olahraga Asber Nasution di Jalan Gunung Lauser BP 7,”kata Jumpa Ukur.

Kadispora Jumpa Ukur Sembiring juga menyatakan sarana dan prasarana serta fasilitas yang ada milik Pemko Tebingtinggi saat ini kami akui belum memadai. “Semoga ke depannya kami dapat memenuhinya sesuai standar yang dipersyaratkan,” tambahnya.

Disamping itu, dia juga mengharapkan Porwil kali ini, harus lebih baik dari Porwil-Porwil sebelumnya, dengan demikian apa yang telah dilaksanakan selama ini berupa pembinaan akan nampak hasilnya. Dia berharap ada peningkatan agar tidak sia-sia. “Selanjutnya saya ucapkan selamat bertanding dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumut yang diwakili Wakil Ketua Bidang Pelatihan, Hermansyur dan Wakil Ketua Bidang Organisasi, Drs Suchyor Munir berharap pada saatnya nanti kota Tebingtinggi bisa menjadi venue PON 2020, karena saat ini Sumut berjuang menjadi tuan rumah PON 2024. “Karena itu kami berharap kepada Pemko Tebingtinggi untuk membantu peralatan maupun gedung,”katanya.

Tim Sepakbola Porwil Deliserdang Lolos

Foto: Batara/Sumut Pos Tim sepakbola Porwil Kabupaten Deliserdang berfoto bersama di Stadion Baharoeddin Siregar. Tim Deliserdang lolos ke Porprovsu.
Foto: Batara/Sumut Pos
Tim sepakbola Porwil Kabupaten Deliserdang berfoto bersama di Stadion Baharoeddin Siregar. Tim Deliserdang lolos ke Porprovsu.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Tim sepakbola Porwil Kabupaten Deliserdang harus puas bermain imbang dengan skor 1-1 menghadapi tim Porwil Kota Binjai pada lanjutan wilayah 3 yang digelar di Stadion Baharoeddin Siregar, Kamis (19/4). Hasil tersebut, membuat tim sepakbola Porwil Kabupaten Deliserdang di posisi runner up mendampingi Tim Porwil Kota Binjai.

Tim Porwil Kota Binjai memiliki nilai tertinggi dengan koleksi gol 14 dan kemasukan hanya sekali gol. Sementara tim sepakbola Porwil Kabupaten Deliserdang mengkoleksi 12 gol dengan kemasukan tiga gol.Dengan hasil demikian kedua tim dipastikan lolos ke Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2018 yang bakal digelar November mendatang.

Menurut Pelatih Kepala Tim Sepakbola Porwil Deliserdang, Legirin hasil pertandingan babak penyisihan tersebut menjadi evaluasi pihaknya.”Ada beberapa lini memang kita akui yang harus dilakukan pembenahan. Dan ini menjadi pekerjaan rumah tim pelatih,”terang Legirin usai laga.

Ditambahkanya, kurang berkembangnya permainan tim asuhannya ketika menghadapi Tim Sepakbola Porwil Kota Binjai dikarenakan kurang disipilin.”Ada pemain tidak disipilin. Ini menjadi perhatian kita, tentu akan dilakukan evaluasi. Setelah itu dilakukan pembenahan,” jelasnya.

Disebutkan Legirin, timnya mengejar target juara pada cabang sepakbola pada Porprovsu yang digelar November mendatang. Masih disebutkanya, bahwa even Porwil dan Porprovsu adalah sebagai ajang untuk mencari bibit atlet olahraga dari berbagai cabang.

“Porwil ini untuk mencari bibit pemain bola berbakat. Tentunya setelah Proprovsu ada lagi lanjutanya adalah Pra PON. Setelah Pra PON akan terlihat atlet-atlet berpotensi untuk bertarung ke PON,”jelasnya. (btr/don)

Penyimpanan Ban Bekas Diduga Sengaja Dibakar

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS KEBAKARAN_Petugas Pemadam Kebakaran dibantu warga mencoba memadamkan api yang membakar tempat penyimpanan (tanah kosong) ban bekas yang berada di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kamis (19/4). Tumpukan ban bekas tersebut diduga sengaja dibakar dan kerugian materi masih di selidiki pihak yang berwajib.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
KEBAKARAN_Petugas Pemadam Kebakaran dibantu warga mencoba memadamkan api yang membakar tempat penyimpanan (tanah kosong) ban bekas yang berada di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kamis (19/4). Tumpukan ban bekas tersebut diduga sengaja dibakar dan kerugian materi masih di selidiki pihak yang berwajib.

SUMUTPOS.CO – Gudang kosong tempat penyimpanan ban bekas di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun ludes terbakar, Kamis (19/4).

Amatan wartawan, untuk memadamkan api, sekitar 6 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) diturunkan. Sedangkan api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.45 WIB.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, api bermula dari adanya seseorang yang membakar sampah di dalam tempat penyimpanan ban bekas tersebut. Selanjutnya api pun marak dan membakar seluruh tumpukan ban bekas yang ada disitu.

“Dengarnya gitu katanya ada yang bakar. Tapi nggak tau apa yang dibakar, entah sampah atau bukan,” ungkap Apo (40) warga yang tinggal disebelah lokasi kebakaran.

Apo menjelaskan, saat kejadian ia sedang berada di dalam rumah bersama keluarganya. Namun dari luar ia mendengar warga yang teriak kebakaran, sehingga ia bergegas keluar untuk menyelamatkan diri.”Saat itu saya lagi di dalam rumah. Lalu ada yang teriak, makanya saya dan keluarga langsung keluar,” jelasnya.

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
KEBAKARAN_Petugas Pemadam Kebakaran dibantu warga mencoba memadamkan api yang membakar tempat penyimpanan (tanah kosong) ban bekas yang berada di Jalan Brigjend Katamso, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Kamis (19/4). Tumpukan ban bekas tersebut diduga sengaja dibakar dan kerugian materi masih di selidiki pihak yang berwajib.

Sementara itu, Lurah Sei Mati, Irvan Jamal yang ditemui di lokasi kebakaran mengatakan jika sebelum peristiwa kebakaran itu memang diketahui ada warga yang telah membakar sampah. Namun ia mengaku tidak mengetahui siapa persis warga yang melakukannya.”Informasi yang kita dapat di lapangan, kebakaran ini akibat bakar sampah yang dilakukan warga,” tuturnya.

Begitupun, Irvan menyebutkan, tidak mengetahui siapa dari pemilik tumpukan ban bekas yang disimpan di lahan kosong bekas rumah yang terbakar tersebut. Sebab, kata dia, sang pemilik, bukan merupakan warga setempat.”Kita nggak tahu. Soalnya, pemiliknya adalah orang luar, bukan warga kita,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani yang dikonfirmasi mengaku jika pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab kebakaran. Selain itu Revi juga mengatakan, bahwa pihaknya tengah memeriksa sejumlah saksi.

“Penyebab kebakaran itu masih diselidiki labfor. Apakah betul karena bakar sampah atau bukan,” ujarnya. (mag-1/ila)

 

 

 

 

PKL Pasar Peringgan Blokir Jalan hingga Bakar Keranjang

Pedagang kaki lima (PKL) Pasar Peringgan memblokir jalan hingga membakar keranjang serta ban bekas saat penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP, Kamis (19/4).
Pedagang kaki lima (PKL) Pasar Peringgan memblokir jalan hingga membakar keranjang serta ban bekas saat penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP, Kamis (19/4).

SUMUTPOS.CO – Penertiban yang dilakukan petugas Satpol PP terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar lapak di seputaran Pasar Peringgan nyaris ricuh, Kamis (19/4). Pasalnya, para pedagang menolak ditertibkan dan melakukan perlawanan dengan memblokir jalan hingga membakar keranjang serta ban bekas.

Aksi pedagang membuat petugas Satpol PP tidak dapat memasuki kawasan Pasar Peringgan. Mencegah jatuhnya korban, petugas Satpol PP tidak memaksa untuk masuk. Pemblokiran yang dilakukan pedagang juga menyebabkan arus lalu lintas terputus.

Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rakhmat A Harahap mengatakan, sebelum melakukan penertiban, petugas Satpol PP dibantu Dinas Perhubungan serta jajaran Kecamatan Medan Baru berjumlah 300 personel lebih dahulu menggelar apel di Lapangan Gajah Mada.

Usai apel, tim gabungan selanjutnya bergerak menuju kawasan Pasar Peringgan yang berjarak sekitar 500 meter. Namun langkah tim gabungan langsung terhenti. Sebab, para pedagang langsung melakukan penghadangan dengan memblokir jalan disertai pembangkaran keranjang-keranjang serta ban bekas.

Suasana semakin memanas, sebab para pedagang tidak mengizinkan tim gabungan masuk melakukan penertiban. Lantas, diinstruksikan kepada seluruh tim gabungan untuk bertahan dan berupaya melakukan negoisasi dengan para pedagang.

Namun pedagang tidak menerima, pemblokiran dilakukan sampai pagi hari. Akibatnya arus lalu lintas pun terputus, tak satu pun kenderaan  yang berani melintasi blokir yang dilakukan para pedagang. Walaupun sempat gagal namun dialog kembali dilakukan.

e-Banking Rawan Kejahatan

FOTO BERSAMA: Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Humaniora Medan Redyantosidi, SH, MH berhasil mempertahankan disertasinya doktor (S-3) dengan Promotor Prof. Dr. H. Gunarto, S.H, SE,Akt.,M.Hum dan Co-Promotor sekaligus anggota Dewan Penguji Dr. Hj. Anis Masdurohatun, S.H., M.Hum, para dosen penguji adalah Prof. Dr. Mahmutarom, SH, MH, Prof. Dr. Eman Suparman, SH, MH, Dr. Hj. Sri Endah Wahyuningsih SH, M.Hum dan Dr. H. Darwinsyah, SH, MS pada Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang berfoto bersama.
FOTO BERSAMA: Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Humaniora Medan Redyantosidi, SH, MH berhasil mempertahankan disertasinya doktor (S-3) dengan Promotor Prof. Dr. H. Gunarto, S.H, SE,Akt.,M.Hum dan Co-Promotor sekaligus anggota Dewan Penguji Dr. Hj. Anis Masdurohatun, S.H., M.Hum, para dosen penguji adalah Prof. Dr. Mahmutarom, SH, MH, Prof. Dr. Eman Suparman, SH, MH, Dr. Hj. Sri Endah Wahyuningsih SH, M.Hum dan Dr. H. Darwinsyah, SH, MS pada Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang berfoto bersama.

SUMUTPOS.CO – Keberadaan bank dengan sistem teknologinya saat ini memudahkan masyarakat dalam melaksanakan transaksi perbankan di manapun dan kapanpun seiring dengan perkembangan zaman. Namun, sayangnya, seiring pertumbuhan sistem transaksi tunai dan non tunai itu, ada ancaman kejahatan yang membayangi, yakni kejahatan siber atau Cyber Crime.

“Kejahatan inilah yang membayangi teknologi pembayaran e-banking seperti Authomated Teller Machine (ATM), Electronic Data Capture (EDC), Internet Banking, Mobile Banking, e-Commerce, Phone Banking, dan Video Banking,” ujar Redyantsidi, doctor lulusan Universitas Islam Sultan Agung (Unnisula) Semarang saat sidang promosi terbuka, kemarin.

Kepada para dosen penguji Prof Dr Mahmutarom, SH, MH, Prof Dr Eman Suparman, SH, MH, Dr Hj Sri Endah Wahyuningsih SH, MHum dan Dr H Darwinsyah Minin, SH, MS memaparkan keberadaan bank dan teknologi sistem pembayarannya bagi masyarakat saat ini merupakan trend kebutuhan.

Ada bukti peningkatan pengguna maupun volume transaksi e-banking sesuai data 13 bank besar di Indonesia yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan, transaksi melalui e-Banking setiap tahun mengalami pertumbuhan yang cukup besar pada tahun 2014 meningkat masing-masing menjadi 5,69 miliar transaksi dengan nilai nominal Rp6.447 triliun.

Kecanggihan e-Banking pun menjadi faktor pengaruh dan pembaharu sehingga hukum harus mengikuti perkembangan sebagaimana adagium het recht hink achter de feeiten aan, katanya.

Untuk mengatasi dampak negatif perkembangan teknologi e-banking saat ini dan masa depan tidak cukup hanya menerapkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 9/15/PBI/2007 tanggal 30 November 2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan harus direkonstruksi demi keadilan untuk memenuhi kebutuhan hukum pengguna e-Banking saat ini,“Teori yang dipergunakan untuk menganalisis sebagai grand teori keadilan, teori progresif sebagai middle teori, teori hukum criminal policy sebagai  applied teori,” terangnya.

Pagar dan Tiang Lampu Jembatan Dimaling

Foto: Fachril/Sumut Pos Pagar dan tiang lampu di jembatan yang dicuri.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Pagar dan tiang lampu di jembatan yang dicuri.

SUMUTPOS.CO – Pagar dan tiang lampu penerangan jembatan Sei Deli di kawasan Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan yang terbuat dari besi, raib digondol maling.

Hilangnya pagar itu sudah lama, namun belum mendapat perhatian dari pejabat terkait sehingga membahayakan pengguna jembatan terutama pada malam hari gelap.

Saat ini kondisi jembatan yang menghubungkan Kecamatan Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan itu rusak karena besi pagar jembatan hilang dicuri dan di bawah jembatan banyak sampah yang tersangkut.

Seorang warga setempat Zainudin (43) mengatakan sejak dibangun 30 tahun lalu, pagar jembatan tersebut sudah beberpa kali dibenahi pemerintah. “Namun belakangan ini pagar jembatan itu hilang karena dicuri oleh beberapa anak muda yang kami duga pengguna narkoba,” katanya, Kamis (19/2).

Zainuddin berharap pemerintah segera memerbaiki pagar dan tiang lampu penerangan jembatan itu karena membahayakan pengguna.

Terpisah Lurah Pekan Labuhan, Medan Labuhan Khairun Nasir membenarkan kalau pagar dan tiang lampu penerangan jembatan Sungai Deli itu hilang dicuri maling.”Kami pernah menangkap dua tiang lampu yang baru dicuri.  Namun pelakunya kabur saat itu, ” kata Lurah.

Kondisi jembatan tersebut telah dilaporkan ke petugas Dinas Pertamanan untuk segera diperbaiki. Namun saat ditanya kapan perbaiknan dilaksanakan, Nasir mengaku tidak dapat memastikannya.”Kami sudah mengusulkan perbaikan dan tiang lampu yang akan dipasang yang biasa saja agar lebih aman, ” ujar Nasir.  (fac/ila)

Pelaku Penggelapan Mobil Diciduk

Januar saat diamankan di Polsek Medan Area.
Januar saat diamankan di Polsek Medan Area.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Petugas Polsek Medan Area meringkus Januar Austin Simanjuntak (40), atas kasus penggelapan mobil Suzuki Ertiga B 789 UYL.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area Kompol J Girsang Iptu P Hutagaol mengatakan, Januar Austin diciduk di Jalan Sunggal pada Senin (16/4). Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti satu unit mobil pikup BK 8810 BP, yang dibeli pelaku dari uang hasil penggelapan mobil milik korbannya.

Aksi penggelapan yang dilakoni pelaku, lanjut Hutagaol, berawal saat Januar meminjam  mobil Suzuki Ertigas kepada Marcos Simatupang (58), warga Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Denai.

Saat itu pelaku beralasan, untuk membantu menguruskan Bea Balik Nama (BBN) mobil korban. Merasa yakin, Marcos menyerahkan Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kenderaan (STNK) miliknya kepada pelaku.

“Setelah mobil korban dibawa pelaku. Pelaku tak kunjung mengembalikan mobil korban. Korban yang merasa curiga mencoba mencari pelaku, namun pelaku sudah berpindah tempat tinggal. Berdasarkan hal itulah korban membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan Area,” ujar Hutagaol

Berdasarkan laporan korban, personel unit Reskrim melakukan penyelidikan terhadap pelaku. “Ketika diinterogasi, mobil korban sudah digadaikannya ke salah satu leasing di Kota Medan, seharga Rp 80 juta. Uang hasil gadaiannya itu dibuat pelaku untuk membeli satu unit mobil pick up BK 8810 BP, yang turut disita saat mengamankan pelaku. Pelaku nekat menggadaikan mobil korban hanya untuk memperoleh uang,” tandas mantan Kanit Sabhara Polsek Percut Sei Tuan ini. (fad/smg/han).

 

 

 

Kompol Fahrizal Sering Mengamuk

Kompol Fahrizal
Kompol Fahrizal saat diamankan di Poldasu atas kasus penembakan adik iparnya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Hingga kemarin (19/4), kediaman orangtua Wakapolres Lombok Tengah Kompol Fahrizal di Jalan Tirtosari Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, tak berpenghuni. Pasca penembakan adik iparnya, Jumingan, rumah milik ibu Kompol Fahrizal sepi tak beraktivitas.

Menurut keterangan tetangganya, Wak Kartini, ibu Kompol Fahrizal belum kembali menghuni rumahnya. “Masih kosong rumahnya, pemiliknya belum pulang-pulang sampai sekarang,” ujar S yang minta namanya di inisialkan, saat ditemui Sumut Pos.

Pasca kejadian itu, kata S, Wak Kartini masih diungsikan kerabatkannya. “Masih diungsikan keluarganya, mungkin masih trauma dengan kejadian itu,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Kepala Lingkungan (Kepling) 7, Kelurahan Bantan, Samsul. Dia mengatakan, rumah milik Wak Kartini itu hingga kini belum juga ditempati. Dia pun tak menahu, kapan Wak Kartini pulang.

“Masih kosong rumahnya. Saya pun nggak tau kapan pemiliknya pulang,” katanya saat itu yang ingin beranjak gotongroyong.

“Apalagi yang mau kalian korek-korek, sudah ditangani polisinya,” ucapnya.

Ketika Sumut Pos menyampaikan bahwa Kompol Fahrizal telah dibantarkan ke rumah sakit jiwa (RSJ) oleh polisi, Samsul pun terkejut. Sebab yang selama ini dia tahu, mantan Kasat Reskrim Polresta Medan itu, menjalani penahanan di Polda Sumut.

Sedikit keterangan terkait Kompol Fahrizal pun terkuak dari Samsul. Dikatakannya, salah seorang keluarga Kompol Fahrizal pernah bercerita mengenai keluhan penyakit yang diderita Fahrizal.

Disebutkannya, bahwa Kompol Fahrizal sering mengamuk tanpa sebab. Hal itu katanya, membuat pihak keluarga berusaha mengobati Kompol Fahrizal, namun tak sembuh-sembuh.

“Kata keluarganya memang si Fahrizal itu dulu sering ngamuk-ngamuk. Tiba-tiba kumat mengamuknya. Keluarganya pun sudah membawanya berobat ke sana-kemari,” urainya.

Samsul tak  mengetahui pasti, kapan Kompol Fahrizal mulai sering emosi. Hanya saja katanya, Fahrizal memang dikenal baik oleh kerabatnya.

“Nggak tau saya kapan mulai begitu. Entah waktu tugas dimana, saya nggak tau pastinya kenanya dia itu,” katanya.

“Pernah Fahrizal waktu tugas di Aceh, hampir mati di tembak GAM. Tapi, untung diselamatkan Nazir masjid, sewaktu dia selesai shalat di masjid,” ceritanya.

Samsul pun menampik adanya kabar jika motif penembakan Fahrizal terjadap adik iparnya terkait harta warisan. Sebab,

“Bukan karena warisan. Orang keluarganya semua polisi kok. Hartanya (Kompol Fahrizal) pasti lebih banyak dari warisan. Sedangkan rumah mamaknya saja hanya rumah biasa ajanya. Apa yang mau diwariskan?”pungkas kepling yang sekaligus guru salah satu SMA negeri di Medan ini. (mag-1/han)

 

 

Maling HP Bonyok di Pajak USU

Petugas Polsek Medan Baru menginterogasi Jonson Sihombing atas kasus pencurian HP.
Petugas Polsek Medan Baru menginterogasi Jonson Sihombing atas kasus pencurian HP.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Jonson Sihombing (25), nyaris tewas dihajar massa karena tertangkap tangan mencuri HP pedagang di Pajak USU (Pajus) Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Baru, Kamis (19/4) siang.

Menurut keterangan Ira (23), penjaga took kain yang menjadi korban, pelaku masuk ke dalam toko ditinggal keluar.

Kesempatan itupun dimanfaatkan Jonson mengambil HP yang sedang dicarger.

“Toko kami tadi lagi sepi, saya pergi keluar. Tiba-tiba dia masuk ke dalam toko dan langaung mengambil hp ku yang dicarger di dalam,” Ucap Ira.

Namun saat pelaku keluar dari toko, lanjut Ira, dirinya pun berteriak maling hingga jadi bulan-bulanan massa.

Beruntung, pelaku selamat setelah diamankan warga yang menghubungi petugas Polsek Medan Baru.”Tidak ada saya ambil pak,” ucap Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengamen itu.

Petugas SPKT Polsek Medan Baru,  saat dikonfirmasi mengatakan masih menyelidiki dan membuat laporan korban.

“Korban masih membuat laporan. pelaku sudah kita amankan dan masih dalam pemeriksaan,” ucap petuga SPKT polsek Medan Baru. (oki/smg/han)