Home Blog Page 6433

Dinda Kanya Dewi Betah di Bali karena Pria

SUMUTPOS.CO – Setelah lama tinggal di Jakarta, aktris Dinda Kanya Dewi tiba-tiba memutuskan untuk menetap di Bali sejak tahun 2017. Bukan tanpa alasan, ternyata dia menemukan jodohnya di Bali.

Awalnya, Dinda pergi ke sana hanya untuk liburan. Namun, lama-lama Dinda merasa nyaman. Bertemu teman lamanya pun salah satu faktor kenyamanannya.

“Mungkin salah satunya (faktor tinggal di Bali) karena pindah ke sana tiba-tiba ketemu pasangan, ya sudah,” Ujar Dinda saat ditemui di XXI Blok M, Jakarta Selatan, Senin (16/4) malam.

Perempuan 30 tahun itu awalnya berniat ingin merasakan pengalaman baru tinggal sendiri, justru semakin kerasan di Bali. Niat liburan satu sampai dua bulan pun berubah jadi menetap berkepanjangan.

“Karena di sana juga ada keluarga, orang tua awalnya nggak nyangka aku akan selama itu di Bali. Awal kan liburan aja yang sebulan-dua bulan. Mau diving, mau ini, mau itu, akhirnya lama stay di sana ngontrak rumah,” lanjutnya.

Diakui Dinda, orang tuanya pun telah mengetahui hubungannya dengan kekasih yang berprofesi sebagai tattoo artist itu.

“Orang tua udah kenal. Dia (pacar) teman lama banget dari Jakarta, ketemunya di Bali tapi karena dia kerja di sana,” jelasnya.

Hingga akhirnya, meski masih bolak-balik Jakarta-Bali karena urusan pekerjaan, Dinda Kanya Dewi memutuskan untuk tinggal di sana dalam waktu yang cukup lama.

“Karena gue kalau liburan ke Bali, kayaknya kalau mau ke mana-mana dekat. Ke gunung dekat, pantai dekat, nggak terlalu banyak polusi. Ke Jakarta kalau emang lagi ada project aja,” pungkasnya. (ce1/yln/JPC/ram)

 

Marshanda Merasa Dipisahkan dengan Anak

SUMUTPOS.CO – Sejak bercerai dari Ben Kasyafani tiga tahun lalu, Marshanda tinggal terpisah dari putrinya, Sienna. Kala itu Pengadilan Agama memutuskan hak asuh anak jatuh ke tangan Ben dan Marshanda boleh mengunjunginya kapan saja.

Namun ternyata Marshanda tidak bisa dengan mudah bertemu dengan Sienna karena berbagai hal. Dan yang terbaru, ia mengungkap bahwa ia sangat rindu kepada Sienna, namun tak bisa menemuinya karena penyakit yang ia derita.

Marshanda merasa kehilangan Sienna dan ia tidak bisa menyalahkan penyakit mental yang ia derita. Kini ia hanya berdoa agar ada keajaiban agar ia bisa bersama dengan Sienna, putri semata wayang yang amat ia sayangi.

Dalam curhatan panjangnya, Marshanda menyebut bahwa kini ia sudah kehilangan segalanya. Ia kehilangan Sienna dan juga kehilangan harapan untuk bisa dekat dengan putrinya.

Ia menulis hal ini tidak hanya untuk dirinya sendiri yang terpisah dari putrinya. Namun juga untuk orang lain yang mengalami penyakit mental sama seperti dirinya dan berharap semua orang bisa mendapatkan dukungan kala menghadapi hal seperti ini.

Marshanda diketahui menderita penyakit bipolar disorder yang membuatnya mengalami emosi naik turun. Sudah bertahun-tahun Marshanda melakukan terapi untuk kesembuhannya. Semoga semua harapannya bisa kembali dan ia bisa bertemu dengan Sienna.

Curhatan Marshanda lantaran tidak bisa mengasuh sepenuhnya Sienna Kasyafani menjadi sorotan warganet.

Rupanya, tak hanya netizen, mantan suaminya Ben Kasyafani juga turut memberikan tanggapan. Seperti diketahui Sienna saat ini berada dalam asuhan Ben.

Melalui akun Instagram-nya, Ben mengaku berempati dengan apa yang dirasakan Marshanda.

Selain itu, Ben juga berterima kasih karena dengan tulisan tersebut dirinya menjadi mengerti akan perjuangan batin Marshanda selama ini.

Siti Badriah Mulai Pilih-Pilih Job

SUMUTPOS.CO – Tak terasa, sebentar lagi kita akan kembali memasuki bulan puasa. Ini adalah momen yang sangat ditunggu bagi umat muslim, dimana pada momen ini, segala ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya.

Momen tersebut tentunya juga akan dimanfaatkan oleh pedangdut Siti Badriah. Momen puasa sendiri biasanya menjadi momen bagi para artis untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.

Hal tersebut dikarenakan job-job para artis biasanya melejit pada bulan puasa. Entah itu untuk tampil on-air dalam acara sahur, ataupun tampil off-air dalam beberapa acara yang biasanya digelar untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Namun walaupun akan mendapatkan banyak job, Siti tetap tidak mengambil semuanya. Dirinya mengaku memilih-milih job yang ditawarkan kepadanya, walaupun jumlahnya tak dikurangi.

“Puasa pasti pilih-pilih, tapi ngga mengurangi. Kenapa milih-milih biar ngga ganggu ibadah kaya tahun kemaren,” ujarnya saat ditemui di bilangan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018).

Diakui jika bayaknya event pada tahun kemarin sempat membuatnya kewalahan dalam mengatur ibadahnya. Diharapkan dengan pengaturan yang diaplikasikannya tahun ini, dirinya bisa lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa. (kpl/ram)

 

Nagita dan Ayu akan Digabung

SUMUTPOS.CO – Setelah beberapa waktu mereda, belakangan rumor nikah siri Raffi Ahmad dengan Ayu Ting Ting kembali merebak. Tidak hanya publik yang mempertanyakan soal kebenaran kabar ini, namun juga sahabat-sahabat Raffi Ahmad yang kemudian bertanya langsung ketika ia menjadi bintang tamu di acara Pagi Pagi Pasti Happy yang tayang baru-baru ini.

Dalam kesempatan itu, Uya Kuya yang menjadi salah satu host bertanya kepada Raffi soal hubungannya dengan Ayu Ting Ting. Raffi pun memberikan jawaban santai, tak terlihat terkejut atau panik mendengar pertanyaan dari Uya.

“Ya hubungan biasa-biasa aja,” ungkap Raffi.

Ketika ditanya lebih lanjut soal rumor pernikahan siri mereka yang ramai diberitakan publik, Raffi tertawa. Namun ia memberikan sebuah pernyataan mengejutkan soal rumor nikah siri ini.

“Lo sebenernya udah ada pernikahan atau belum sama inisial A?” tanya Billy Syahputra.

“Ayu Ting Ting,” tegas Uya.

“Doain aja,” jawab Raffi sambil tertawa.

Mendengar jawaban dari Raffi Ahmad, para host yang ada di samping ayah satu anak ini jadi penasaran. Uya Kuya pun menegaskan, apakah doa yang diminta oleh Raffi adalah agar ia dan Ayu bisa menikah resmi atau seperti apa.

“Ua doain aja yang bagus-bagus. Ya kalo pernikahan mah nggak ada,” tukasnya

Menurut Raffi, rumor yang sedang ramai dibicarakan oleh publik ini tidak seperti yang dibayangkan. Karena Raffi sudah punya rencana untuk Nagita dan Ayu Ting digabungkan dalam satu film. Namun ia masih belum menyebut judul proyek barunya itu.

Namun Raffi mengungkap sebuah hal yang menarik dari isu pernikahan siri yang sedang menimpanya. Dalam video yang juga tayang di Youtube tersebut, Raffi Ahmad menyinggung soal izin dari Nagita Slavina jika ia ingin menikah lagi.

“Aku udah bilang sama Gigi juga, ntar kalo aku punya istri 4 boleh nggak?” ujar Raffi.

“Boleh, terserah kamu, gitu. Boleh, asal mampu,” lanjut Raffi menirukan jawaban Gigi.

Menurut Raffi Ahmad, Gigi memberikan izin kepadanya untuk menikah lagi selama ia mampu. Nikita Mirzani yang ada di samping Raffi pun turut menjawab dan menyatakan bahwa berpoligami boleh asal mampu dan adil.

Ketika ditanya oleh Uya Kuya, apakah Nagita tidak akan cemburu jika ia menikah lagi, Raffi menyatakan bahwa istrinya itu mungkin hanya akan sedikit kesal. Namun secara garis besar, Nagita mengizinkan meski ia menikah lagi nantinya.

Uya pun kembali mendesak Raffi, apakah ada syarat khusus dari Nagita soal calon istri keduanya nanti. Apakah boleh, asal bukan sosok tertentu, Raffi pun memberikan jawabannya.

“Bebas aja (nggak ada syarat asal bukan siapa),” tegasnya. (kpl/ram)

 

 

Jokowi Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia

Predisen Jokowi saat berkunjung ke Masjid Niujie Beijing.
Predisen Jokowi saat berkunjung ke Masjid Niujie Beijing.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO –  Presiden Joko Widodo yang akrab dipanggil Jokowi masuk daftar tokoh muslim paling berpengaruh di dunia. Jokowi berada di urutan ke-16 The Muslim 500.

Pengamat komunikasi politik Silvanus Alvin meyakini, dengan predikat tersebut, Jokowi akan semakin mudah menyasar kalangan mayoritas menjelang pelaksanaan Pilpres 2019.

“Perlu diketahui, penyelenggara The Muslim 500′ itu adalah The Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berada di Amman, Jordania. Jadi ia mulai bisa menyasar kalangan mayoritas,” ujar Silvanus kepada JPNN, Selasa (17/4).

Lulusan master dari University of Leicester ini juga meyakini kalangan tertentu akan kesulitan menyerang Jokowi kembali dengan isu agama. Mayoritas umat muslim tentu lebih mempercayai penghargaan yang diberikan daripada sekadar isu tanpa fakta.

“Saya kira dengan penghargaan itu, rival Jokowi yaitu Prabowo Subianto juga kembali tertinggal,” kata Silvanus.

Pengajar di Universitas Bunda Mulia ini menilai, rekaman video Prabowo Subianto diarak dengan bertelanjang dada di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (11//4) kemarin, sebenarnya cukup baik. Menunjukkan mantan Danjen Kopassus itu sangat dekat dengan kader muda dan pemilih pemula.

“Bisa jadi itu upaya Prabowo menggaet pemilih pemula. Jokowi kan sebelumnya lebih dulu mendekati pemilih pemula dengan aktif mengikuti tren anak muda. Tapi yang jelas dengan penghargaan yang diperoleh (Jokowi, red) menunjukkan Prabowo kembali tertinggal langkah dari Jokowi,” pungkas Silvanus. (gir/jpnn)

Tak Lolos SNMPTN, Siswa Masih Bisa Coba SBMPTN

Para siswa yang mengikuti SNMPTN, beberapa waktu lalu. Total ada 110.946 siswa SMA yang lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan telah diumumkan. Namun bagi yang belum lolos, masih ada jalur lain, yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).
Para siswa yang mengikuti SNMPTN, beberapa waktu lalu. Total ada 110.946 siswa SMA yang lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan telah diumumkan. Namun bagi yang belum lolos, masih ada jalur lain, yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Total ada 110.946 siswa SMA yang lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan telah diumumkan. Namun bagi kamu yang belum lolos, jangan berkecil hati, masih ada jalur lain, yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Pendaftaran SBMPTN akan ditutup pada 27 April 2018. Sedangkan jadwal ujiannya pada 8 Mei 2018, bersamaan dengan jadwal registrasi ulang para siswa yang lolos SNMPTN.

“Kepada para siswa yang belum diterima melalui SNMPTN 2018 masih mendapat kesempatan mengikuti SBMPTN 2018, yang pendaftarannya akan ditutup pada 27 April 2018,” kata Ketua Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru PTN Prof Dr Ravik Karsidi di gedung Kemenristek Dikti, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/4/2018).

Selain itu, Ravik mengatakan siswa yang mengikuti SNMPTN melalui Bidik Misi dan belum lolos dapat mengikuti SBMPTN. Menurut Ravik, mereka tidak akan dikenai biaya pendaftaran.

“Yang telah mendaftar Bidik Misi tetapi tidak lulus SNMPTN 2018, apabila mengikuti SBMPTN 2018, maka yang bersangkutan dibebaskan dari biaya pendaftaran,” ujar Ravik.

Ravik mengatakan para peserta yang lolos SNMPTN diharapkan tidak mengikuti SBMPTN. Jadwal SBMPTN itu ditentukan bersamaan dengan jadwal registrasi ulang, yaitu 8 Mei. “Untuk diketahui, tanggal 8 itu bersamaan dengan ujian tertulis SBMPTN. Jadi yang sudah dinyatakan lulus SNMPTN diharapkan tidak lagi ikut SBMPTN,” kata Ravik.

Selain itu, para peserta yang lolos SNMPTN diminta cermat mengecek pengumuman dari PTN yang menerimanya. Dia mengatakan syarat dan ketentuan registrasi ulang akan diumumkan PTN masing-masing.

Sebelumnya, Kemenristek Dikti mengumumkan sebanyak 110.946 peserta SNMPTN dinyatakan lulus seleksi.  (dtc/aud/dhn)

Tiga Truk Saling Salip, Jembatan Ambrol

Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Widang, Tuban dengan Kecamatan Babat, Lamongan Jawa Timur putus pada Selasa (17/4) siang. Akibat insiden itu, empat orang luka dan satu orang meninggal.
Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Widang, Tuban dengan Kecamatan Babat, Lamongan Jawa Timur putus pada Selasa (17/4) siang. Akibat insiden itu, empat orang luka dan satu orang meninggal.

TUBAN, SUMUTPOS.CO – Jembatan yang menghubungkan Kecamatan Widang, Tuban dengan Kecamatan Babat, Lamongan putus pada Selasa (17/4) siang. Akibat dari insiden itu, empat orang luka dan satu meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, petugas masih melakukan evakuasi atas kejadian itu. “Ketika itu jembatan ambrol sehingga mengakibatkan tiga truk dan satu sepeda motor masuk ke dalam air,” kata Frans kepada JPNN, Selasa.

Adapun yang meninggal dunia adalah Muklisin yang mengemudikan truk bernomor polisi W 9351 US. Lalu korban luka yakni Saiful Arif, Ubaidillah Masum, Muhammad Rizal dan satu lagi yang belum diketahui identitas.

Barung menambahkan, dalam penanganan kejadian itu Polda Jatim sudah memerintahkan Polres Tuban dan Polres Lamongan berkoordinasi. “Sekarang dilakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mengetahui bagaimana jembatan kembar itu bisa putus salah satunya,” imbuh dia.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub turun langsung ke lokasi jembatan penghubung Babat Lamongan dan Widang Tuban yang ambrol. Kesimpulan sementara, selain usia jembatan dan tonase, faktor terpenting dalam ambrolnya jembatan adalah 3 truk saling salip. Mengapa bisa membuat jembatan ambrol?

Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub Budi Setiyadi mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Tuban Fathul Huda dan Bupati Lamongan Fadeli, juga Kapolres Tuban AKBP Sutrisno dan Kapolres Lamongan AKBP Feby D. P Hutagalung, serta pihak Kementerian Pekerjaan Umum. Mereka sepakat pemicu ambrolnya jembatan karena perilaku sopir truk.

“Jadi truk satu disalip truk. Truk di depannya baru saja menyalip. Bawaan truk cukup berat, jadi bertumpu di bentangan tiga, titiknya (ambrol) itu kan di bentangan tiga. Tumpuannya terlampau berat, sehingga jatuh,” urai Budi di lokasi kejadian, Selasa (17/4/2018).

Budi menambahkan, masing-masing truk membawa muatan 30 ton. Jika ditambah berat truk yang 3 ton, maka beban jembatan sangat berat.

Tiga truk yang tercebur ke Bengawan Solo saat jembatan ambrol saat ini belum bisa dievakuasi. Crane sempat didatangkan, tapi ternyata kapasitasnya kurang kuat. Selain truk, ada satu sepeda motor yang masih tercebur.

Dalam keterangan terpisah, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadie Moerwanto menyebutkan kapasitas beban jembatan adalah 45 ton dengan rasio toleransi keamanan 1,5 kali. Itu artinya jembatan tersebut maksimum menampung beban hingga 70 ton. Nah, saat kejadian, beban jauh di atas batas toleransi. (mg1/jpnn/dtc)

Inilah Beragam Keluhan Peserta UNBK SMA 2018

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 1 Batang.
Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA – Ilustrasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) menyampaikan keprihatinan atas munculnya keluhan sulitnya soal matematika UNBK (ujian nasional berbasis computer) SMA tahun 2018 yang viral di media sosial.

KPAI juga menyesalkan cepatnya reaksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang langsung menyatakan, soal matematika UNBK SMA memang dibuat sulit, karena termasuk jenis soal HOTS (Higher Order Thinking Skills).

“Padahal, sulit (hard) atau mudahnya sebuah soal tidak bisa langsung ditentukan dari teks atau pun konteks soal. Secara metodologis tingkat kesukaran soal ditentukan dengan statistik. Dari populasi atau sampel diperiksa berapakah siswa yang menjawab benar, salah atau malah tidak menjawab,” urai Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Selasa (17/4).

Menurut Retno, jika banyak siswa menjawab dengan benar berarti soal itu mudah. Bila yang terjadi sebaliknya berarti soal itu Sulit. Sementara hasil UNBK matematika SMA belum diketahui hasilnya saat itu.

Meski KPAI tidak membuka posko pengaduan, tapi pengaduan para peserta UNBK yang diterima bidang pendidikan cukup banyak. Pengaduan berasal dari Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Depok, Kota Bekasi, Cikarang, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Pengadu ada yang berasal dari SMA Negeri maupun SMA swasta.

“Kami menerima banyak keluhan dan pengaduan dari para peserta UNBK SMA tahun 2018, terutama untuk soal mata uji matematika. Luapan emosi anak-anak ditumpahkan melalui aplikasi WhatsApp, Line, DM Twiter, inbox Facebook dan telepon langsung,” terang Retno.

Hal-hal yang dikeluhkan di antaranya adalah soal UNBK Matematika yang sangat sulit, tidak cukup waktu mengerjakannya karena langkahnya yang banyak dan rumit, soal tidak sesuai dengan kisi-kisi, dan siswa menyatakan hanya menyakini jawaban benar sekitar 5 sampai 10 dari 40 soal yang diuji.

Siswa juga mengaku tidak pernah membayangkan soal matematika UNBK sesulit itu. Padahal selama ini mereka sudah belajar keras untuk berlatih menyelesaikan soal-soal matematika dari berbagai sumber.

Ketika digali lebih jauh, para siswa pengadu mengaku tidak pernah mendapatkan soal jenis itu dalam proses pembelajaran dan penilaian selama 3 tahun di SMA. Beberapa siswa yang menelepon langsung ada yang menangis karena khawatir mendapat nilai buruk.

Ada juga yang menyatakan berkurang semangatnya mengikuti ujian hari ketiga dan keempat akibat frustasi mengerjakan soal matematika di hari kedua ujian.

“Kami mengapresiasi keberanian anak-anak generasi milineal ini untuk mengungkapkan perasaannya, pikirannya dan penilaiannya terhadap sulitnya soal-soal matematika UNBK SMA secara terbuka di ruang publik dan media sosial. Apa yang mereka ungkapkan adalah bentuk hak partisipasi anak dalam mengkritisi kebijakan pendidikan yang mereka nilai tak adil,” pungkasnya. (esy/jpnn)

Kapal Diberondong Peluru Satpolair

Foto: AGUSMAN/SUMUT POS MELAPOR: Sejumlah nelayan didampingi kuasa hukumnya menunjukkan bukti-bukti Kapal mereka yang diberondong peluru Satpolair usai melapor ke Bid Propam Poldasu, Selasa (17/4).
Foto: AGUSMAN/SUMUT POS
MELAPOR: Sejumlah nelayan didampingi kuasa hukumnya menunjukkan bukti-bukti kapal mereka yang diberondong peluru Satpolair usai melapor ke Bid Propam Poldasu, Selasa (17/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Sejumlah nelayan asal Kabupaten Batubara melaporkan petugas Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Serdangbedagai ke Bidang Propam Polda Sumut, atas tuduhan penembakan membabi buta terhadap kapal mereka saat berlayar di kawasan pantai Sergai pada Rabu (4/4) dinihari lalu.

Kedatangan sejumlah nelayan tersebut didampingi kuasa hukumnya dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Marhaenis Medan.

Dalam laporannya, para nelayan ini juga membawa bukti-bukti foto kapal motor yang bolong dihantam peluru tajam, serta proyektil yang ditemukan di tempat kejadian perkara.

Salah seorang nelayan, Yakub mengungkapkan bahwa teman mereka bernama Sulaiman (42) warga Lingkungan II, Kelurahan Pangkalan Dodek Baru, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Sergai bersama kapalnya.

“Satu teman kami ditangkap karena menggunakan jaring cantrang. Tapi yang membuat kami heran, kenapa saat itu kami juga malah diberondong tembakan petugas Satpolair Sergai,”kesal Yakub kepada wartawan di Mapoldasu, Selasa (17/4).

Diakui Yakub, penggunaan alat tangkap ikan jenis cantrang saat ini sudah dilarang oleh pemerintah. Pun begitu, para nelayan menyesalkan sikap arogan petugas Satpolair Sergai yang memberondong 6 sampan motor yang diawaki 18 nelayan.

“Sesuai ujaran pemerintah, nelayan tradisional tidak boleh ditangkap, melainkan hanya dibina,”ujar Yakub.

Menurut para nelayan, penembakan ala koboy petugas Satpolair Sergai tersebut nyaris mengenai seorang nelayan bernama Adi. Dimana saat penembakan, mereka hanya bisa berlindung di balik dinding sampan motor.

Untuk itu, lanjut para nelayan korban pemberondongan petugas Polair Sergai itu, di antaranya, Zulkifli, Amirin, Mukminin, Hermanto, Aris dan Ayub meminta Kapolda Sumut menindak tegas anggota Satpolair Sergai yang bertindak ala koboy.

“Jelas peristiwa ini membuat kami takut mencari ikan. Padahal, penghasilan kami hanya dari mencari ikan. Karena itu, kami minta Bapak Kapoldasu menindak anggotanya yang telah bertindak koboy terhadap nelayan,” tegas Yakub yang dialami rekan-rekannya.

Namun, ketika laporan hendak dibuat para nelayan, mereka sempat mendapat teguran dari oknum Bidang Propam Polda Sumut. Pasalnya, para nelayan dianggap tidak menghargai karena memberikan keterangan kepada wartawan di depan gedung Bid Propam tanpa meminta izin terlebih dahulu.

“Seharusnya kalian (nelayan) menghargailah, ini kan kantor. Memberikan keterangan di depan situ nggak ada izin. Wartawan mana itu? Apa wartawan yang kalian bawa atau wartawan sini (Poldasu),” hardik salah seorang petugas Propam berpakaian sipil kepada nelayan.

Terpisah, Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi mengatakan jika Propam Polda Sumut akan menerima laporan dari para nelayan itu.

“Laporannya akan diterima. Selanjutnya akan diselidiki kebenaran peristiwanya,” tandasnya. (mag-1/han)

 

 

 

Sartoyo Tewas saat Babat Rumput

Foto: TEDDY AKBARI/SUMUT POS OLAH TKP: Petugas Polres Binjai melakukan olah TKP di lokasi temuan jasad Sartoyo yang tewas terkena serpihan pisau pecah.
Foto: TEDDY AKBARI/SUMUT POS
OLAH TKP: Petugas Polres Binjai melakukan olah TKP di lokasi temuan jasad Sartoyo yang tewas terkena serpihan pisau pecah.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sartoyo (42), warga Jalan Danau Tondano, Gang Pribadi, Lingkungan VII, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur, tewas saat membabat rumput, Selasa (17/4).

Polisi menduga, Sartoyo tewas usai lehernya terkena serpihan pisau yang pecah akibat menghantam batu saat memangkas rumput di halaman belakang kediaman Poniyah (52).

Tewasnya Sartoyo diketahui saat Poniyah memanggilnya untuk rehat minum. Meski berulangkali dipanggil, korban sama sekali tak menyahut. Lantas Poniyah pun menemui korban di belakang rumahnya. Saat itulah, korban diketahui sudah tergeletak di bawah pohon coklat tempatnya memangkas rumput.

Melihat itu, Poniyah memanggil Abdullah Sani (39) warga sekitar guna memastikan keadaan korban. Setelah dipastikan tewas, temuan itupun diteruskan ke polisi.

“Korban sudah meninggal dengan posisi mayat miring kanan. Terdapat banyak darah juga di samping leher korban. Mesin babat rumput juga masih digendong korban, tapi dalam kondisi sudah mati,”terang Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Lengkap Tarigan.

Dari hasil olah TKP, lanjut Lengkap, terdapat banyak benda keras di halaman belakang rumah Poniyah. Diduga korban lalai sebelum memangkas rumput.

“Keluarga korban memohon kepada kepolisian untuk tidak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan untuk tidak otopsi, berhubung korban meninggal dunia akibat kelalaian sendiri,”terang Lengkap. (ted/han)