Home Blog Page 6432

Calhaj Wajib Daftar BPJS Kesehatan

Triadi Wibowo/Sumut pos_ Sejumlah jamaah calon haji asal Medan tiba di Embarkasi Asrama Haji Jalan Ah. Nasution Medan, Kamis (27/7). Sekitar 393 jemaah calon haji asal Medan tergabung dalam kloter pertama telah masuk asrama untuk menjalani karantina sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci pada Jumat (28/7)
Triadi Wibowo/Sumut pos_
Sejumlah jamaah calon haji asal Medan tiba di Embarkasi Asrama Haji Jalan Ah. Nasution Medan, tahun lalu.

SUMUTPOS.CO – Bagi Calon Jamaah Haji (Calhaj) wajib mendaftarkan diri menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Ini tertuang di Surat Edaran Dirjen Haji.

Dalam surat itu menyebutkan, sebelum masuk Asrama Haji, Calhaj harus menjadi peserta BPJS Kesehatan. Kalau tidak, ketika sakit di Asrama Haji  dan harus dirujuk, maka Calhaj membayar sendiri biaya perobatan. “Kemenag Tingkat II sudah mengimbau dan membuat MoU dengan BPJS Kesehatan. Kalau di Arab Saudi, tanggungjawab KKHI. Di sana tidak ada BPJS. Kalau di sana dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi dan di sana tidak bayar,” ujar Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji Bidang PHU Kanwil Kemenag Sumut, Eri Nofa pada Sumut Pos, Senin (16/4) siang.

Sedangkan Calhaj yang nomor porsinya keluar, sudah dapat melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 2018. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama, pelunasan BPIH Tahun 2018 tahap pertama, dibuka mulai Senin (16/4) hingga Jumat (4/5).

Dijelaskan Eri, pelunasan tahap pertama itu diperuntukkan untuk 8.292 Calon Haji (Calhaj) yang porsinya keluar. Kemudian, Calhaj yang porsi keluar dan berusia 18 tahun/17 Juli 2018 atau sudah menikah serta Calhaj yang belum pernah berhaji. Bagi yang tidak melunasi di tahap pertama, tidak dapat melunasi di tahap kedua karena pelunasan tahap kedua akan diperuntukkan bagi Calhaj cadangan, yakni yang sudah pernah haji, penggabungan suami-isteri, orangtua-anak dan Calhaj usia lanjut yang sudah diajukan dan memenuhi syarat.

“Kalau tidak melunasi tahap pertama, tidak bisa lagi melunasi di tahap kedua. Maka akan menjadi daftar tunggu untuk berangkat di Tahun 2019. Namun kalau karena kesalahan sistem, bisa melunasi di tahap kedua, dengan syarat ada surat dari pihak Bank,” ungkap Eri.

Untuk Calhaj yang sudah melunasi BPIH, lanjut Eri, hingga Senin (16/5) pukul 15.15 WIB, sudah 802 Calhaj melakukan pelunasan. Dari jumlah itu, paling banyak Calhaj asal Kota Medan berjumlah 424 dan Kabupaten Asahan 66. “Untuk paspor sudah kita minta dipercepat. Sejauh ini sekitar 85% yang sudah selesai. Untuk visa, sekitar 2 minggu lagi kita kirim ke Jakarta, setelah kita bentuk Kloternya, ” sambung Eri.

Disinggung soal Calhaj wafat sebelum berangkat, kata Eri, penimpaan nomor porsi Calhaj wafat harus di atas tanggal 12 Maret 2018. Calhaj wafat digantikan oleh orang yang ditunjuk berdasarkan Surat Penunjukkan suami atau isteri dan anak atau menantu yang diketahui Lurah atau Kepala Desa. Selanjutnya syarat untuk pergantian itu yakni Surat Kematian dari Disdukcapil atau Kelurahan dan menandatangani surat pernyataan menerima pergantian.

“Kemuduian diusulkan ke Kemenang Kabupaten/Kota. Selanjutnya diusulkan ke Kanwil Kemenag Sumut dan akan kita teruskan dengan mengusulkannya ke Kemenag Pusat. Setelah itu, penerima pengganti itu harus datang ke Jakarta untuk entri SPPA, pengambilan foto dan sidik jari. Kalau cepat mengurus bisa berangkat tahun ini, ” pungkas Eri. (ain/ila)

 

Pengelolaan Pasar Peringgan Distanvaskan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEMO_Puluhan pedagang pasar marelan lama menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Jalan Kapten maulana lubis Medan, Senin (16/4) Mereka menolak mahal nya harga lapak kios pasar marelan yang baru selesai di revitalisasi oleh PD Pasar.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO_Puluhan pedagang Pasar Peringgan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Jalan Kapten maulana lubis Medan, Senin (16/4).

SUMUTPOS.CO – Upaya pedagang Pasar Peringgan yang terus mendesak Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk mengalihkan pengelolaan pasar tersebut dari pihak swasta (PT Panbers) kepada PD Pasar membuahkan hasil. Disepakati, pengelolaan pasar tersebut distanvaskan. Keputusan stanvas itu berlaku sampai seminggu ke depan.

Kuasa Hukum Pedagang Pasar Peringgan, Hans Silalahi mengatakan, dari pertemuan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Syaiful Bahri Senin (16/4) kemarin pada saat melakukan unjuk rasa di kantor Wali Kota, disepakati pengelolaan pasar tersebut distanvaskan. Keputusan stanvas itu berlaku sampai seminggu ke depan.” Tapi, keputusan ini bersifat sementara dan hanya berlaku seminggu saja,” kata Hans yang dihubungi, Selasa (17/4).

Hans menuturkan dari kesepakatan ini juga apabila PT Panbers tetap berusaha menguasai untuk mengelola pasar tradisional yang terletak di Jalan DI Panjaitan, maka akan ditempuh jalur hukum. “Sesuai kesepakatan begitu, kalau mereka (PT Panbers) tetap masuk juga maka dipidanakan,” tuturnya.

Diutarakan Hans, meski demikian pada dasarnya pedagang tetap menginginkan pasar itu dikelola kembali oleh pemerintah dalam hal ini PD Pasar. Artinya, menolak dikelola pihak swasta.

“Kami awalnya tidak mau distanvaskan, apalagi hanya seminggu saja. Namun, kita ikuti dulu ‘permainan’ Pemko Medan seperti apa maunya. Tapi, satu hal yang perlu diketahui bahwa sudah menjadi harga mati bagi pedagang menolak dikelola swasta,” cetusnya.

Dia menyebutkan, Pemko Medan harus segera mencabut Surat Keputusan (SK) pengelolaan pasar tersebut kepada PT Panbers. Dengan kata lain, membatalkan kontrak kerja. Sebab, SK itu dinilai cacat hukum.”Belum lagi habis kontrak PD Pasar dengan pedagang, tiba-tiba sudah muncul kontrak dengan PT Panbers. Hal ini jelas cacat hukum kontrak tersebut dan harus dibatalkan,” sebutnya.

Menurutnya, desakan atau tuntutan yang disampaikan pedagang tak lain untuk mendukung pemerintah. Karena pasar tersebut notabenenya milik pemerintah dan harus dikelola pemerintah juga.”Tetap kami tolak kalau swasta yang mengelola, karena tidak ada Perda (Peraturan Daerah) yang mengatur pasar tradisional dikelola pihak swasta. Kami ingin Pasar Peringgan dikelola PD Pasar Medan,” ujarnya.

Hans menambahkan, selain menuntut dikelola PD Pasar, pedagang juga meminta Pemko Medan membersihkan Pasar Peringgan dari pedagang kaki lima (PKL). Lantaran, keberadaan PKL tersebut sangat mengganggu pedagang yang berjualan di dalam pasar dan menimbulkan kerugian.

Sementara, salah seorang pedagang, Ervina Boru Barus mengatakan, dikelolanya pasar itu oleh PT Panbers sama sekali tidak diketahui oleh para pedagang. Ditambah lagi, etika dan pendekatan terhadap pedagang tidak bagus.

1.000 Ton Beras Dikirim ke Suriah

KONVOI: Konvoi truk kontainer pengangkut 1.000 ton beras untuk pengungsi suriah.(Ist)
KONVOI: Konvoi truk kontainer pengangkut 1.000 ton beras untuk pengungsi suriah.(Ist)

SUMUTPOS.CO – Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan memberangkatkan 1.000 ton beras untuk dikirim kepada pengunsi di Suriah melalui Kapal Kemanusiaan yang berangkat dari Pelabuhan Belawan, Kota Medan, Sabtu (21/4) mendatang.

Seribu ton beras itu, merupakan bantuan dan sumbangan dari warga Aceh dan diangkut puluhan truk kontainer, yang dilepas Masjid Baiturrahman Banda Aceh, Minggu (15/4) lalu.

“Insya Allah tepat di tanggal 21 April mendatang, beras terbaik dari Indonesia dikirimkan untuk Suriah melalui Turki. Konflik Suriah masih menjadi masalah kemanusiaan terbesar hingga hari ini. 12,5 juta mengungsi, lebih dari 5 juta jiwa diantaranya berada di Turki. Kita akan mendampingi Turki turut menyelesaikan problem kemanusiaan pengungsi Suriah,” ungkap Presiden ACT Ahyudin kepada wartawan di Medan, Selasa (17/4) siang.

Ahyudin mengucapkan terima kasih atas bantuan sumbangan diberikan oleh Warga Aceh kepada pengungsi Suriah. Ia berharap semoga dengan bantuan ini Allah SWT akan menjauhkan rakyat Aceh dari musibah dan marabahaya.”Membantu bangsa lain, kebaikan itu akan kembali untuk bangsa Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Marcom ATC Sumut, Ilham M mengatakan pelepasan keberangkatan kapal manusia akan dihadiri 3 menteri, Gubernur Sumut, HT Erry Nuradi, Wali Kota Medan, HT Dzulmi Eldin dan Kedutaan Besar Turki di Indonesia dan para Direksi Pelindo I Belawan.”Menteri Luar Negeri,Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan dan pejabat lainnya. Ini merupakan bantuan yang akan diserahkan dan sampaikan kepada orang berhak di Suriah,” tutur Ilham.

Ilham mengatakan konvoi 40 kontainer totol angkutan sebanyak 1.000 ton tengah melakukan perjalanan dari Aceh menuju pelabuhan Belawan Medan? untuk dilakukan bongkar muat dan dimasukan kedalam kapal kemanusiaan ACT.”Hari ini (kemarin,red) akan juga tiba konvoi puluhan kontainer akan tiba di Pelabuhan Belawan ini,” ujarnya.(gus/ila)

 

 

 

Polres Belawan Tangkap 31 Premanisme

Foto: Fachril/Sumut Pos Sebanyak 31 pria pengangguran yang kerap meresahkan masyarakat diamankan di Mapolres Pelabuhan Belawan.
Foto: Fachril/Sumut Pos
Sebanyak 31 pria pengangguran yang kerap meresahkan masyarakat diamankan di Mapolres Pelabuhan Belawan.

BELAWAN, SUMUTPOS.CO -Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan SH MH memimpin razia premanisme yang berlangsung di Mabar, Tanjungmulia dan Kampung Salam Belawan, Senin (16/4) malam.

Hasil razia terhadap pelaku yang kerap melakukan pengutipan liar (pungli), Polres Pelabuhan Belawan bersama Polsek sejajarannya mengamankan 31 diduga premanisme.

Operasi premanisme yang dipimpin langsung orang nomor satu di Polres Pelabuhan Belawan ini melibatkan personel Polsek Medan Labuhan dan Polsek Belawan. Mereka saling menyebar untuk menangkap preman.

Alhasil, sebanyak 31 pria pengangguran yang kerap meresahkan masyarakat berhasil diamankan. Para premanisme itu langsung diboyong ke Mapolres Pelabuhan Belawan.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Ikhwan mengatakan, operasi yang mereka lakukan itu untuk memberantas aksi premanisme yang telah meresahkan masyarakat.

“Mereka yang kita amankan, akan kita lakukan tes urine, ada sebanyak 15 orang positif menggunakan narkoba. Bagi mereka yang positif akan kita tindaklanjuti,” tegas Ikhwan.

Kata perwira pangkat dua melati ini, selain mengamankan preman, mereka juga mengamankan barang bukti 5 potong besi, 15 kg pakan ternak, 1 sepeda motor, dan uang sebesar Rp 164 ribu.

“Pemberantasan premanisme ini akan terus kita lakukan secara rutin, kita juga mengharapkan dukungan dari masyarakat agar melaporkan tindakan pungli yang terjadi di jalanan. Harapannya, agar wilayah kita aman dan bebas dari premanisme,” pungkasnya. (fac/azw)

Kompol Fahrizal Dibantarkan ke RS Jiwa

Kompol Fahrizal dikawal petugas.
Kompol Fahrizal dikawal petugas.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditreskrimum Polda Sumut) belum juga menggali motif Kompol Fahrizal menembak adik iparnya, Jumingan. Dengan demikian, Polda Sumut untuk sementara membantarkannya ke rumah sakit jiwa (RSJ).

“Sampai saat ini belum bisa digali karena kondisi kejiwaan Fahrizal yang masih labil,” ujar Dir Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian, Selasa (17/4).

Dia menjelaskan, untuk mendapatkan observasi kejiwaan yang lebih intens dari para ahli, mantan Kasat Reskrim Polresta Medan itu, sudah dibantarkan ke RS Jiwa Medan sejak kemarin untuk mendapatkan perawatan kejiwaan yang lebih intensif.

“Yah untuk mempermudah penanganan, Fahrizal sudah kita bantarkan sejak kemarin ke RSJ,” katanya seraya menambahkan kasus pidana Kompol Fahrizal tetap dilanjutkan.

Sebelumnya, Andi Rian mengatakan, untuk memeriksa kejiwaan Fahrizal pihaknya melibatkan tim psikiater dan ahli-ahli dari internal maupun eksternal Polri, untuk mengobservasi kondisi kejiwaan Fahrizal dalam jangka waktu tertentu.

Dijelaskan, sesuai petunjuk dari tim forensik kejiwaan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) dengan dilakukan pemeriksaan kejiwaan selama 14 hari. Setelah itu, barulah mereka bisa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.

“Kompol Fahrizal merasa kalau dirinya seolah-olah masih dalam pekerjaan. Malah dia mengatakan kepada penyidik, udah dulu ya. Saya capek kali ini. Mau pulang dulu,” kata Andi Rian meniru omongan pelaku saat diperiksa penyidik, kepada wartawan.

Ditambahkan, untuk membantu penyidikan yang sedang berjalan, penyidik juga sudah melibatkan Labfor Cabang Medan untuk meneliti senjata dan proyektilnya serta jejak tembakan pada pakaian korban. Di samping itu, juga melibatkan kedokteran forensik untuk meneliti kondisi bekas-bekas tembakan pada jasad korban.

Sampai saat ini, penyidik sudah memeriksa 18 orang saksi. Yang mana sebagian besar saksi hanya sebatas mendengar suara letusan yang berasal dari rumah orangtua Fahrizal di Jalan Tirtosar Gang Keluarga, Kelurahan Bantan Kecamatan Medan Tembung, dan dari pihak keluarga sebanyak 6 orang. (mag-1/azw)

Pengeroyok Bripka Erik Diminta Menyerah

Masyarakat membopong Bripka Eric Tambunan yang nyebur ke sungai usai dikeroyok sejumlah pemuda di kawasan Kampung Kubur, Sabtu (14/4).
Masyarakat membopong Bripka Eric Tambunan yang nyebur ke sungai usai dikeroyok sejumlah pemuda di kawasan Kampung Kubur, Sabtu (14/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan saat ini masih mengejar enam pelaku terduga penganiayaan Bripka Erik Tambunan, yang terjadi di Kampung Sejahtera (dulunya Kampung Kubur). Polisi sudah mengantongi identitas keenam pelaku, termasuk otak pelakunya.

“Kita kejar para pelaku pengeroyokan anggota polri sampai ke mana pun,” kata Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah, Selasa (17/4).

Mantan Kapolsek Medan Kota ini menyatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas keenam pelaku pengeroyokan dan juga otak pelakunya.

“Bripka Erik ke sana, karena sedang melakukan pengintaian di lokasi kampung sejahtera yang diduga sebagai tempat transaksi narkoba,” ujar Martuasah.

Dikatakan Martuasah, pihaknya sudah mengumpulkan bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi dari masyarakat setempat.

Petugas minta kepada pelaku pengeroyokan untuk menyerahkan diri. “Tindakan tegas akan diberikan bila para pelaku berusaha melawan,” ujarnya.

Pascapengeroyokan anggota polisi pada Sabtu lalu di Kampung Kubur, Jalan Zainul Arifin Medan, kata Martuasah, petugas telah membentuk tim gabungan.

Pengeroyokan ini, mengakibatkan Bripka ET memgalami luka di bagian kepala setelah di pukul dengan stik bisbol dan botol minuman.

Anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut itu sempat menyelamatkan diri dengan mencemplungkan ke Sungai Deli. Para pelaku yang diduga berjumlah 6 orang, langsung melarikan diri dan pihak kepolisian yang tergabung dalam tim sedang mencari para tersangka. (mag-1/azw)

Fredyan Sudah Pulih

Pesepakbola PSMS Medan, Ferdian (tengah) memberikan umpan saat laga uji coba melawan Gumarang FC, di Lapangan Klambir V, Deliserdang, Rabu (10/1). PSMS Medan bermain imbang melawan Gumarang FC dengan skor 1-1.
Pesepakbola PSMS Medan, Ferdian Wahyu Sugiyantoro siap diturunkan pada laga kontra Perseru Serui, Jumat (20/4).

SUMUTPOS.CO – PSMS mendapat kabar gembira jelang laga lanjutan Liga 1 kontra Perseru Serui di Stadion Teladan Medan, Jumat (20/4) mendatang. Full back kanan, Fredyan Wahyu Sugiyantoro yang akrab disapa Ucil sudah pulih dan siap diturunkan pada laga itu.

Ucil terlihat sudah ikut berlatih penuh pada latihan Selasa (17/4) kemarin. Latihan tersebut tanpa dipimpin Asisten pelatih PSMS, Muhammad Yusuf Prasetyo yang saat ini masih berada di Yogyakarta.

“Ucil sudah bisa main. Kalau Antoni masih proses penguatan otot. Sudah tes indurance dan speed cuma belum maksimal. Dia minta izin hingga Jumat untuk tetap penyembuhan di Jakarta. Karena kalaupun kita paksa pulang belum tentu bisa dimainkan,” jelas Dokter tim PSMS, dr Indra Feriadi.

Sebelumnya Fredyan sudah absen di tiga laga PSMS. Untuk mengisi posisi full back kanan beberapa nama bergantian. Selain Amarzukih, Jajang Sukmara yang biasanya turun di full back kiri dipindah ke kanan. Hadirnya Ucil diharapkan bisa mengisi kekosongan di sektor itu.

Namun untuk Antoni Putro Nugroho, belum mendapat lampu hijau untuk turun. Toni yang belum terlihat bergabung dalam latihan masih dalam recovery.

Sayangnya pada latihan kemarin, Wilfried Yessoh tidak terlihat. Striker Pantaigading yang belakangan dikritik karena belum mencetak gol menderita flu. “Yessoh terkena virus influenza. Jadi butuh satu atau dua hari istirahat. Kemarin sudah kita kasih obat dan sekarang sedang istirahat. Sebenarnya, ketika bermainpun kemarin dia tidak fit. Setiap pemain sebelum pertandingan kan kita tanyakan kesiapannya, kesanggupannya. Sebelum tanding dia bilang sanggup dan akan memberikan yang terbaik, namun hasilnya berbeda,” ungkapnya.

Indra menyebutkan Yessoh terserang flu disebabkan faktor adaptasi, cuaca juga kelelahan. Meski begitu, Yessoh, lanjutnya bakal bisa diturunkan lawan Perseru.

Sedangkan untuk Rohim, dr Indra menambahkan progresnya cukup bagus. “Alhamdulillah progresnya pesat. Sudah mulai nampak ada perbaikan. Tapi, ya fix belum bisa dimainkan. Pemain lainnya, in sya Allah aman,” bebernya.

Sementara itu Pelatih fisik PSMS, Suwanda yang memimpin latihan kemarin mengatakan latihan difokuskan untuk penguatan stamina. Apalagi PSMS hanya punya waktu recovery kurang dari lima hari.

“Kita main Jumat, mau tidak mau harus mempersiapkannya. Soal hasil kemarin (kalah 1-4 lawan PSIS), kita semua sudah sepakat pemain dan pelatih untuk melupakannya. Kita akan lebih fight lagi untuk hari Jumat,” tegasnya. (don)

Arema FC Siap Terima Sanksi Berat

Sejumlah Aremania masuk ke lapangan Stadion Kanjuruhan saat bersua Persib. Arema terancam sanksi berat.
Sejumlah Aremania masuk ke lapangan Stadion Kanjuruhan saat bersua Persib. Arema terancam sanksi berat.

SUMUTPOS.CO – Arema FC mengakui akan ikhlas andai mendapatkan sanksi berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Mereka akan legawa dan menjadikan hukuman tersebut sebagai bahan evaluasi diri.

Singo Edan -julukan Arema- memang nyaris dipastikan akan disanksi berat. Hal itu menyusul kericuhan suporter yang sampai merangsek ke dalam stadion.

Bukan hanya itu, Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, juga terkena lemparan sesuatu yang membuat kepalanya berdarah. Terlebih, laga harus berhenti sebelum waktu tambahan berakhir.

“Kami tahu sanksi ada di depan mata, kami siap dengan apa pun sanksi yang diberikan nanti,” ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji dikutip Wearemania.

Arema sendiri, menurut Sudarmaji, akan ikhlas menerima sanksi itu. Mereka ingin mengambil hikmah dari kejadian tersebut.

“Semoga sanksi akibat kejadian ini dapat menjadi momentum bagi kami semua untuk menjadi lebih baik, karena ke depannya tantangan bagi kami akan lebih berat,” tandasnya.

Selain itu dalam tiket untuk menonton laga tersebut tidak dibekali dengan asuransi. Hal ini dibenarkan oleh General Manager Arema FC, Ruddy Widodo. “Seharusnya sih memang ada asuransi, untuk antisipasi kejadian seperti ini,” ujarnya saat menjenguk salah satu korban di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Selasa (17/4).

Dia mengatakan, asuransi tersebut sebenarnya sudah lama direncanakan. Namun, memang masih belum berjalan. “Kalau (asuransi) untuk pemain wajib, kalau suporter (dulu) hanya himbauan. Nanti akan jadi bahan kajian,” lanjut Ruddy.

Ruddy menambahkan, adanya asuransi memang penting. Apalagi ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti insiden Minggu malam. Oleh karena itu, pihaknya akan kembali mengkaji terkait asuransi tersebut. “Harus waspadai itu. Tidak minta (kerusuhan) terjadi lagi, tapi untuk jaga-jaga,” terangnya. (ies/jpc/don)

Persija Waspadai Bruno

Bruno Silva yang mencetak hattrick ke gawang PSMS akan diwaspadai Persija.
Bruno Silva yang mencetak hattrick ke gawang PSMS akan diwaspadai Persija.

SUMUTPOS.CO – Persija Jakarta membawa misi incar poin penuh saat bertandang ke markas PSIS Semarang, Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (20/4). Mereka akan mengerahkan skuad terbaiknya di Jogjakarta.

Macan Kemayoran -julukan Persija- saat ini memang tengah dalam kepercayaan diri tinggi. Hal tersebut setelah mereka sukses meraih dua kemenangan beruntun di AFC Cup 2018 dan Liga 1.

Bahkan, dalam dua laga mereka mencatatkan enam gol. Jelas tren positif ini ingin dilanjutkan Persija yang belum mencatatkan satu kemenangan-pun dalam laga tandang Liga 1 musim ini.

“Ini baru mulai kompetisi, pemain harus lebih kerja keras supaya bisa terus dapat poin. Liga 1 harus dapat poin di luar dan menang di kandang agar kami bisa tetap di papan atas sesuai keinginan manajemen,” bilang Pelatih Stefano Cugurra Teco kepada wartawan.

Teco sendiri kemungkinan akan melakukan rotasi pemain. Hal itu karena Persija akan menghadapi jadwal yang padat mulai sepekan ke depan.

“Setelah lawan PSIS, kami tiga hari kemudian main di Singapura (melawan Tampines Rovers), tiga hari berikutnya kami jamu Persib Bandung. Untuk itu kami harus lihat kondisi fisik pemain yang bagus buat tim,” tandas Teco.

Bruno Silva yang baru saja mencatatkan hat-trick jelas akan jadi pantauan utama Persija. Penyerang asal Brasil itu memang menjadi bintang saat PSIS mencukur 4-1 PSMS Medan pekan lalu. Selain Hat-trick, dia juga catatkan assist dalam pertandingan tersebut.

Sudah jelas, Macan Kemayoran akan bersiap untuk mematikan striker berkepala plontos itu. “Bruno punya finishing kualitas bagus, dia bergerak bagus di dalam pertandingan, kita harus punya konsentrasi buat marking yang benar,” ungkap Teco kepada wartawan.

Juru taktik asal Brasil itu juga mewanti-wanti bek Persija agar tak teledor. Apalagi, Bruno baru saja mencetak gol dari tendangan bebas. “Betul, kami harus hati-hati karena tim lawan punya pemain spesialis bola mati. Kami jangan sampai buat pelanggaran,” tandas dia. (ies/jpc/don)

PSS Sanggup Tebus Gonzales

Cristian Gonzales dikabarkan akan hengkang ke PSS Sleman.
Cristian Gonzales dikabarkan akan hengkang ke PSS Sleman.

SUMUTPOS.CO – PSS Sleman terang-terangan sangat berminat mendatangkan Cristian Gonzales untuk Liga 2 2018. Bahkan, mereka sanggup membayar nilai kontrak dari eks bomber Timnas Indonesia itu.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Super Elja -julukan PSS- menginginkan jasa Gonzales. Sebab, striker veteran itu juga sudah cabut dari Madura United meski belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait.

Meski berminat dengan Gonzales, PSS sendiri ogah terburu-buru. Mereka ingin semua masalah terkait si striker bersih dan selesai baru akan diperkenalkan.

“Belum (resmi). Gini, dia kami undang dalam launching tim untuk menjadi tamu kehormatan, kalau rencana (mendatangkannya) ada, tapi belum (resmi),” ungkap Manajer PSS, Sismantoro, saat dihubungi wartawan.

Gonzales sendiri kabarnya punya nilai kontrak minimal Rp800 juta semusim. Nilai itu cukup besar untuk tim-tim Liga 2. “Tapi tak ada istilahnya yang tak sanggup untuk PSSI untuk sekarang ini. Seluruh tim pasti tertarik dengan dia,” tandas Sismantoro. (ies/jpc/don)