29 C
Medan
Thursday, January 1, 2026
Home Blog Page 645

Hidayatullah Ajak Masyarakat Jaga Kebhinekaan

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayatullah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebhinekaan. Ajakan ini disampaikannya saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, Kamis (25/1/2024).

“Kebhinekaan adalah anugerah dari Allah SWT yang diberikan untuk Bangsa Indonesia maka sudah sepatutnya kita menjaga dan merawat pemberiaan Allah SWT tersebut,” kata Hidayatullah.

Menurutnya, keberagaman budaya, bahasa, agama, suku, bahkan kuliner, sejatinya menguatkan kita bukan malah sebaliknya. “Bukankah Tuhan menciptakan kita berbeda-beda agar saling mengenal dan saling menghormati,” kata tokoh ekonomi Syariah Sumatera Utara ini.

Hidayatullah juga berpesan kepada peserta untuk selalu menjaga Kamtibmas di lingkungan masing masing. “Sekarangkan masa kampanye, banyak di luar sana tangan-tangan jahil yang ingin mengadu domba kita. Mari terus bergandengan tangan, menjaga persatuan yang sudah baik selama ini,” pintanya.

Hidayatullah juga mengajak peserta yang hadir untuk selalu mendoakan para pemimpin negara ini dengan doa yang baik. “Karena sejatinya, kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita juga,” ujarnya.

Sebelumnya pada pemaparannya tentang 4 Pilar, Hidayatullah menjelaskan beberapa point krusial yang terkandung di dalamnya seperti Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi dan ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara pungkasnya.

Peserta sosialisasi 4 Pilar MPR RI kali ini berasal dari tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Tebingtinggi. Para peserta merasa beruntung bisa mengikuti acara tersebut. “Saya jadi bisa bersilaturahmi dengan anggota dewan dari pusat, kan beda rasanya jika hanya melihatnya dari tv atau sosmed,” kata seorang peserta. (adz)

54 PTPS Sirapit Dilantik

LANTIK: Pelantikan PTPS untuk Pemilu 2024 di Dusun II Desa Tanjung Keriahan Kecamatan, Sirapit Kabupaten, Langkat, Senin (22/1).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kapolsek Kuala menghadiri pelantikan 54 petugas PTPS Pemilu 2024 di Dusun II, Desa Tanjung Keriahan, Kecamatan Sirapit, Kabupaten Langkat (Lokasi Tempat Wisata Juma Sabah Sirapit), Senin (22/1).

Kapolres Langkat AKBP Faisal Rahmat HS SIK SH MH melalui Kapolsek Kuala AKP R Panjaitan SE saat dikonfirmasi mengatakan, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Serapit telah melantik dan mengambil sumpah Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), yang akan bertugas di TPS setiap desa/kelurahan yang ada di Kecamatan Serapit.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh panitia, pembacaan doa, pelantikan PTPS, Bimtek Pembekalan PTPS, pemberian SK Pelantikan PTPS.

Perekrutan PTPS ini sudah sesuai dengan petunjuk teknis yang diberikan Ketua Panwaslu Kecamatan Sirapit Hendri Antoni Purba. Kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah janji ini diikuti oleh sebanyak 54 orang untuk 54 TPS yang ada di Kecamatan Serapit,

Dalam sambutannya, Kapolsek Kuala menyampaikan agar seluruh Pengawas TPS tetap semangat dan profesional dalam melakukan pengawasan nantinya saat di hari pencoblosan, sembari mengucapkan selamat atas dilantiknya 54 orang pengawas TPS.

Terpisah, Kasi Humas Polres Langkat AKP Rajendra Kusuma, menambahkan kegiatan PTPS ini dalam rangka menghadapi Pemilihan Umum tahun 2024 yang aman, kondusif dan damai yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang.

Disebutkannya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Panwaslu se-kecamatan wilayah Kabupaten Langkat yang dihadiri Forkopimcam dan unsur terkait. (mag-6/wsp/azw)

Menerka Suara Gen Z dan Milenial di Pemilu 2024, Ada yang Optimis, Banyak yang Skeptis

SIMULASI: Warga mengikuti simulasi pemungutan suara Pemilu 2024 di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Rabu (17/1).MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS.

SUMUTPOS.CO – Menurut data rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2024, pemilih dari Generasi Z (17-30 tahun) dan milenial (31-40 tahun) mendominasi pada Pemilu 2024, yakni sebanyak 56,45 % dari total keseluruhan pemilih. Dominasi pemilih muda tersebut akan mengubah perspektif masyarakat terhadap harapan dan ekspektasi kepada calon pemimpin Indonesia 5 tahun kedepan.

TERKAIT dengan Pemilu, Populix baru-baru ini meluncurkan studi bertemakan “Expectations of Young Voters in the 2024 Indonesian Presidential Election”. Studi ini mempelajari lebih mendalam tentang perspektif pemilih muda khususnya terkait isu-isu sosial dan lingkungan, reformasi pendidikan, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan berkelanjutan.

Vivi Zabkie, Head of Social Research Populix menjelaskan, menyambut Pemilu 2024, aspirasi antara Generasi Z dan milenial, dengan jumlah mereka yang besar, suara kategori tersebut juga berpengaruh. Oleh karena itu mengenali betul aspirasi mereka juga menjadi bagian penting. Melalui surveinya, Populix menyebut, meski sama-sama muda, kedua generasi tersebut punya banyak perbedaan.

“Generasi Z, sebagai pemilih pertama, membawa harapan tinggi terhadap pemimpin yang netral dan pro-rakyat, sementara milenial, yang lebih pragmatis, menilai pemimpin berdasarkan kemampuan ekonomi dan jaminan kesejahteraan. Sebagai pemegang suara yang kritis, keduanya mengharapkan pemimpin dengan integritas, visi jelas, dan kemampuan memecahkan masalah,” ungkap Vivi melalui jumpa pers daring.

Generasi Z, yang didominasi pemilih pertama disebut membawa harapan tinggi terhadap calon pemimpin negara. Mereka cenderung enggan untuk terikat dengan organisasi atau komunitas politik tertentu.

Pemimpin ideal menurut pandangan mereka adalah sosok yang netral, pro-rakyat, dan mampu menjadi perintis terobosan baru. Aspirasi mereka tidak hanya sebatas keuntungan pribadi, tetapi lebih terfokus pada pemimpin yang dapat membawa perubahan positif, terutama yang berdampak langsung kepada anak muda.

Sementara, generasi milenial cenderung lebih pragmatis dan skeptis. Mereka melakukan pemeriksaan yang lebih teliti terhadap rekam jejak para kandidat dan menganalisis dampak pemilu sebelumnya terhadap tanah air.

Pemimpin ideal menurut pandangan milenial adalah sosok yang mampu memajukan kondisi perekonomian, memberikan jaminan atas kehidupan profesional, dan kesejahteraan keuangan mereka.

Selain itu, terdapat tiga persona pemilih pada Pemilu 2024 diantaranya, pemilih independen, yang lebih memilih presiden yang tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun. Selain itu, terdapat pemilih yang mengutamakan kesamaan identitas.

Mereka cenderung memilih presiden yang memiliki kesamaan identitas dengan mereka, seperti kesamaan etnis, daerah asal, atau agama. Biasanya, mereka juga cenderung memilih kandidat laki-laki. Terakhir, yaitu pemilih yang berpegang pada integritas kandidat dengan mengevaluasi masing-masing kandidat presiden berdasarkan kapabilitas dan pengalaman mereka sendiri.

Kelompok ini mengharapkan presiden yang jujur, anti korupsi, memiliki visi yang jelas, memiliki kompetensi yang telah terbukti, rendah hati, mampu menjawab tantangan yang dihadapi Indonesia, memiliki rekam jejak yang kuat, bertekad kuat, berprinsip, dan independen dari partai politik.

Platform media sosial juga disebut menjadi sumber informasi utama bagi sebagian besar masyarakat. Dalam ranah online ini, terjadi diskusi dinamis dan pertukaran wawasan politik. Selain itu, keluarga, lingkungan sosial, kegiatan kampanye, dan komunitas juga turut memainkan peran penting dalam membentuk pandangan pemilih terhadap kandidat.

Namun, skeptisisme tetap muncul di kalangan kedua generasi dikarenakan narasi pemberitaan di media massa, observasi langsung, dan diskusi lokal termasuk dengan keluarga, kolega, dan teman.

Kesenjangan antara realita dan janji kampanye, kampanye yang dianggap tidak sehat, serta kurangnya transparansi informasi menjadi faktor utama yang memicu skeptisisme ini.

Dampaknya, muncul partisipasi selektif dalam pemilu dan pertimbangan untuk golput. Selain perbedaan generasional, faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan pemilih antara lain status sosial-ekonomi, suku dan budaya, tingkat pendidikan, dan usia. (jpc)

Setiap faktor ini memiliki dampak unik dalam membentuk preferensi politik dan perilaku pemilih. Dalam menyongsong pemilu yang akan datang, pemahaman mendalam terhadap perbedaan aspirasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pemilih menjadi kunci strategis bagi para kandidat dan tim kampanye mereka.

Menurut data Populix, kualitas kepemimpinan (82 %), visi dan kebijakan yang jelas (76 %), kecerdasan (76 %), kemampuan memecahkan masalah (72 %), dan integritas (69 %) menjadi karakteristik utama yang dinilai oleh pemilih. Kualitas kepemimpinan, kecerdasan, serta visi dan kebijakan yang jelas sangat diutamakan oleh kalangan menengah dalam memilih seorang presiden.

Di sisi lain, masyarakat Chinese-Indo dan non-Muslim mencari presiden yang dapat diandalkan, tanpa memandang agama atau ras. Ekspektasi masyarakat Indonesia terhadap berbagai isu Tanah Air juga tercermin melalui data survei yang mengungkap permasalahan terbesar di Indonesia dari sudut pandang responden.

Pemberantasan korupsi mendominasi dengan 33 %, diikuti oleh peningkatan kualitas hidup (21 %), menciptakan lapangan kerja (19 %), dan meningkatkan standar pendidikan (12 %). Dalam pemilu presiden, 24 % responden menganggap ekonomi dan pembangunan sebagai isu utama, diikuti oleh korupsi (19 %) dan pendidikan (11 %).

Ketika membahas kesempatan kerja dan peluang ekonomi bagi generasi muda, 83 % responden berharap pemerintah dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Sebanyak 72 % memandang pentingnya transparansi dan akuntabilitas pemerintah, dengan harapan agar pemerintah dapat bersih dari korupsi. (jpc)

Harapan Komisi I DPRD Medan, Kejari Harus Netral dan Awasi Pemilu

istimewa KUNJUNGAN: Ketua Komisi I, Robi Barus dan rombongan saat melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Medan, Selasa (23/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi I DPRD Medan meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan untuk bersikap netral pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang sudah di depan mata.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi I, Robi Barus didampingi para anggota komisi seperti Rudiyanto Simangunsong, Jaya Saputra, Abdul Rahman Nasution, Abdul Latif Lubis, Parlindungan Sipahutar, dan Abdullah Roni usai melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri Medan, Selasa (23/1).

“Pada pertemuan tadi kita meminta Kejari Medan agar mengawasi jalannya pesta demokrasi ini dengan sebaik-baiknya. Alhamdulillah, Pak Kajari menyatakan kesediannya,” ucap Robi Barus.

Pada kesempatan itu, sambung Robi, pihaknya juga sempat membahas peristiwa rekaman suara yang viral karena mendukung salah satu paslon Presiden dan Wakil Presiden.

“Pada kunjungan tadi kita juga mempertanyakan peristiwa yang terjadi di Batubara, dan beliau mengaku kalau itu adalah hoax,” ujar politisi PDIP tersebut.

Di samping semua itu, terang Robi, kunjungan yang dilakukan juga untuk menjalin silaturahim antara DPRD Medan sebagai lembaga legislatif kepada Kejari Medan Medan sebagai lembaga yudikatif. Apalagi, Kejari Medan merupakan counterpart dadi Komisi I DPRD Medan.

“Lalu kunjungan tadi juga kuta lakukan sebagai perkenalan, karena beliau (Kajari Medan) ini kan merupakan orang baru di Kota Medan,” ungkapnya.

Selain meminta Kejari Medan untuk turut menjaga netralitas, lanjut Robi, Komisi I DPRD Medan juga meminta Kejari Medan untuk turut menjaga kondusifitas Kota Medan, khususnya menjelang Pemilu 2024 yang sudah di depan mata.

“Karena situasi saat ini kan rentan dengan gesekan-gesekan. Ini harus kita minimalisir, sebab persatuan adalah yang utama dan harus kuta jaga dan rawat bersama,” lanjutnya.

Terakhir, Komisi I juga sempat menyinggung masalah maraknya narkoba di Kota Medan. Apalagi, Sumut telah dinobatkan sebagai provinsi dengan angka peredaran narkoba tertinggi di Indonesia.

“Kita juga membahas terkait maraknya kasus narkoba di Kota Medan. Alhamdulillah, Pak Kajari Medan bilang bahwa kasus narkoba sudah menjadi atensi bersama Forkopimda Kota Medan, termasuk pihaknya di Kejari Medan,” pungkasnya. (map/azw)

Pendaftaran Sekolah Kedinasan Dibuka Maret

KIRAB: Para taruna saat melakukan Kirab pembukaan Latihan Integritas Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XLIII, beberawa waktu lalu. KemenPANRB tengahmerancang seleksi penerimaan mahasiswa/praja/taruna sekolah kedinasan tahun 2024.Sy. Ridwan/ Padang Ekspres.

SUMUTPOS.CO – Selain menyiapkan pelaksanaan seleksi calon aparatur sipil negara (CASN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) juga tengah kejar setoran merancang seleksi penerimaan mahasiswa/praja/taruna sekolah kedinasan tahun 2024. Sejumlah rapat dengan kementerian/lembaga terkait terus digelar.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Abdullah Azwar Anas mengungkapkan, pendaftaran sekolah kedinasan rencananya akan dibuka pada Maret 2024. Namun, waktu tersebut dapat berubah sesuai kesiapan dan dinamika yang terjadi.

Kendati demikian, Anas meminta, calon pelamar mulai mempersiapkan dokumen persyaratan yang diperlukan untuk pendaftaran. Calon pelamar juga dihimbau mendaftar di sekolah kedinasan yang sesuai dengan minatnya. “Pemerintah telah mendesain skema kebutuhan ini dan berharap kedepan kita bisa melahirkan calon-calon ASN yang berdedikasi, kompeten, dan inovatif dalam menyelesaikan permasalahan rakyat,” tutur Anas, kemarin (25/1).

Sejauh ini, ada delapan instansi yang akan membuka pendaftaran sekolah kedinasan di 2024. Adapun kedelapan instansi tersebut meliputi Kementerian Hukum dan HAM (KemenkumHAM); Kementerian Keuangan (Kemenkeu); Kementerian Perhubungan (Kemenhub); Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri); Badan Intelijen Negara (BIN); Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN); Badan Pusat Statistik (BPS); dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sebagai gambaran, sekolah kedinasan yang berada di bawah naungan KemenkumHAM salah satunya adalah Politeknik Imigrasi (Poltekim). Sesuai namanya, politeknik ini fokus di bidang keimigrasian. Poltekim menawarkan empat program studi, yakni D4 Manajemen Teknologi Keimigrasian, D4 Administrasi Keimigrasian, D4 Hukum Keimigrasian, dan D3 Keimigrasian.

Kemudian, ada Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) merupakan perguruan tinggi kedinasan di bawah naungan Kemenkeu. Sekolah ini terdiri dari beberapa program studi, diantaranya D4 Akuntansi Sektor Publik, D4 Manajemen Keuangan Negara, D4 Manajemen Aset Publik, program D3 Akuntansi, Kebendaharaan Negara, D3 Kepabeanan dan Cukai, D3 Manajemen Aset, PBB/Penilai, dan D3 Pajak.

Plt Deputi Bidang SDM Aparatur KemenPANRB Aba Subagja menambahkan, pelaksanaan seleksi sekolah kedinasan pada 2024 berpedoman pada Peraturan Menteri PANRB No. 20/2021 tentang Seleksi Penerimaan Mahasiswa/Praja/Taruna Sekolah Kedinasan pada Kementerian/Lembaga. Di mana, ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Mulai dari pendaftaran, seleksi kompetensi dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT), hingga seleksi lanjutan yang pelaksanaannya diatur oleh masing-masing sekolah kedinasan.

“Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD, red) rencananya digelar pada April hingga Mei 2024,” ungkapnya.

Pendaftaran nantinya dapat dilakukan melalui situs Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara (SSCASN-BKN), yakni sscasn.bkn.go.id.

Aba mengatakan, seluruh tahapan seleksi sekolah kedinasan kini sudah terintegrasi dan terkomputerisasi. Hal ini dilakukan guna mempersempit dan menutup celah kecurangan, termasuk praktik calo.

“Kami selalu ingatkan untuk teman-teman di seluruh Indonesia agar tidak percaya dengan pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dalam seleksi sekolah kedinasan, apalagi sampai meminta sejumlah uang,” pungkasnya. (mia/jpg/ila)

Kasus Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenkumham, KPK Panggil Idrus Marham jadi Saksi

SIDANG: Idrus Marham saat menjalani sidang beberapa waktu lalu. KPK menjadwalkan pemeriksaan Idrus Marham, terkait kasus dugaan suap di lingkungan Kemenkumham.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap politikus Partai Golkar Idrus Marham, terkait kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Idrus yang merupakan mantan Menteri Sosial (Mensos) ini akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan, selaku penyuap mantan Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej dkk.

“Hari ini bertempat di Gedung Merah Putih KPK, tim penyidik menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi, Idrus Marham,” kata kepala bagian pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (25/1). Selain Idrus, KPK juga memanggil dua saksi lainnya untuk menjalani pemeriksaan pada hari ini. Mereka yakni, Zainal Abidinsyah Siregar (wiraswasta) dan Andi Nisa (Staf Legal PT CLM).

Meski demikian, belum diketahui materi apa yang akan didalami tim penyidik KPK terhadap ketiga saksi tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, tim penyidik KPK ingin mendalami beberapa pertemuan yang melibatkan Idrus, Eddy Hiariej, Helmut Hermawan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan pengusaha tambang Haji Isam pada 2022 silam. Pertemuan itu diduga membahas pengurusan PT CLM. Adapun, Zainal Abidinsyah Siregar yang dipanggil KPK sebagai saksi pada Kamis (25/1), merupakan pihak yang bersengketa dengan Helmut Hermawan.

Dalam kasus ini, KPK total menetapkan empat tersangka dalam kasus ini. Mereka di antaranya eks Wamenkumham Eddy Hiariej, dua asisten pribadinya (aspri) Yosi Andika Mulyadi dan Yogi Arie Rukmana, serta Direktur Utama PT. CLM Helmut Hermawan.

Eddy Hiariej diduga menerima suap dan gratifikasi senilai Rp8 miliar, dari Dirut PT CLM Helmut Hermawan. Penerimaan suap itu berkaitan pengurusan status hukum PT CLM dan status hukum Helmut Hermawan di Bareskrim Polri. KPK saat ini baru menahan Helmut Hermawan. Namun, tiga tersangka lainnya dalam kasus ini belum menjalani penahanan oleh KPK.

Helmut Hermawan sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (jpg/ila)

Virus Polio Tipe 2 Sudah Berkeliaran

Al Amin/Rakyat Aceh IMUNISASI POLIO: Petugas kesehatan memberikan tetesan vaksin polio (Oral Poliomyelitis Vaccine) kepada pelajar di Sekolah Dasar Negeri, beberapa waktu lalu. Kementerian Kesehatan juga melakukan surveilan di daerah sekitar dan ditemukan sembilan anak sehat yang terdapat virus polio.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Adanya temuan kasus polio di Madura dan Klaten, Jawa Tengah, membuat pemerintah menyatakan outbreak polio. Dampaknya dilakukan imunisasi tambahan dengan Sub Pekan Imunisasi Nasional Polio (Sub PIN Polio).

Kementerian Kesehatan juga melakukan surveilan di daerah sekitar dan ditemukan sembilan anak sehat yang terdapat virus polio.

Kemarin (25/1) Dirjen Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rondonuwu mengatakan setelah diketahui ada anak yang lumpuh layu dan positif polio, maka Kemenkes melakukan investigasi. Sasarannya adalah anak sehat yang berada di sekitar pasien. “Kami periksa laboratorium. Dari sampel 30 anak, sembilan positif virus (polio),” katanya. Meskipun sembilan orang itu tidak bergejala.

Hal ini menurut Maxi menandakan bahwa virus polio sudah bersirkulasi. Jenis virus polionya sama, yakni tipe 2. Namun karena tidak mempunyai gejala polio, maka tidak dikatakan kasus polio.  Pada 15 Januari lalu dimulai Sub PIN Polio pertama. Waktunya sepekan. Vaksin polio yang digunakan adalah novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2).

Sasarannya 8,4 juta anak usia 0 sampai 7 tahun. Pada akhir Sub PIN polio pertama, hanya 97 persen dari sasasran yang dapat vaksin ini. Kemudian Kemenkes memberikan waktu sepekan lagi untuk setiap dinas kesehatan menyisir siapa saja yang belum dapat vaksin ini.

Sub PIN Polio ini merupakan rekomendasi dair Komite Imunisasi Nasiona. Diselenggarakan dua putaran. Setelah Sub PIN pertama, Sub PIN kedua dilakukan pada 19 Februrari nanti. “Di Sleman tidak ada kasus polio, tapi karena perbatasan dengan daerah yang ditemukan polio maka Sub PIN diperluas,” ucapnya.

Adanya polio ini merupakan salah satu dampak dari imunisasi rutin yang kendor. Maxi memaparkan pada 2020-2-21 atau saat pandemi Covid-19, cakupan vaksin polio melalui oral (OPV) rendah. “Yang vaksin suntik atau IPV ini setiap tahun juga rendah,” katanya.

Dia minta agar vaksinasi rutin harus diberikan kepada anak sesuai dengan tahapan usianya. Pemerintah merencanakan menghapus OPV. Kementerian Kesehatan bersama dengan Technical Advisory Group of Immunization (ITAGI). Selain itu mereka juga tengah mengkaji pemberian polio dengan IPV dapat diberikan sekali. “20 negara sudah menggunakan,” katanya. Targetnya tahun ini. Sebab yang menjadi tantangan adalah ketersediaan vaksin.

Sebelumnya Head of Health Save the Children Indonesia dr. Firda Yani Dewi menyatakan perlu ada kerjasama dengan stakeholder lain untuk menyukseskan vaksinasi. Sebab kesehatan bukan hanya tanggungjawab sektor kesehatan saja. “Tingkat pastisipasi masyarakat ini bukan hanya orang tua saja tapi juga stakeholder lain,” ungkapnya.

Selain itu Firda juga mengingatkan bahwa selain vaksinasi, yang perlu digaungkan lagi untuk menanggulangi adanya polio adalah cuci tangan. Sebab penularan virus polio ini melalui oral atau mulut. Salah satu potensinya yakni melalui makanan dan minuman. “Sehingga cuci tangan pakai sabun sebelum makan atau dari toilet ini perlu disosialisaikan,” katanya.

Selain itu juga sosialisasi larangan buang air besar sembarangan. Sebab tinja dari anak polio bisa menularkan virus tersebut. “Sehingga perlu ada sanitasi yang baik di setiap rumah,” ungkapnya. (lyn/jpg/ila)