28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 66

Telkomsel Lanjutkan Kebijakan Penyesuaian Biaya Berlangganan dan Pastikan Stabilitas Jaringan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejak awal terjadinya banjir bandang yang melanda sebagian wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Telkomsel terus hadir mendampingi masyarakat melalui percepatan pemulihan jaringan, dukungan sosial di lapangan, serta kebijakan khusus bagi pelanggan yang terdampak.

Pemulihan Jaringan 100% Normal

Seluruh layanan jaringan seluler Telkomsel di wilayah terdampak kini telah kembali beroperasi 100% normal. Saat ini Telkomsel memfokuskan upaya pada pemantauan intensif, penguatan infrastruktur jaringan, dan stabilisasi kualitas layanan agar kebutuhan komunikasi masyarakat tetap terjaga dengan baik selama masa pemulihan pascabencana.

Kebijakan Penyesuaian Biaya Berlangganan Diperpanjang

Untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana, Telkomsel melanjutkan kebijakan penyesuaian biaya berlangganan, yang mencakup mekanisme prorata hingga pembebasan tagihan, bagi pelanggan IndiHome dan Telkomsel Halo pada periode tagihan Januari 2026 (pemakaian Desember 2025).

Pelanggan IndiHome dapat melakukan pengecekan mandiri melalui:
👉 http://tsel.id/penyesuaiantagihanindihome

Pelanggan Telkomsel Halo dapat melakukan pengecekan melalui:
👉 https://tsel.id/bayarhalo

Untuk memperoleh informasi lebih lengkap, pelanggan dapat mengakses kanal resmi berikut:

– Website resmi Telkomsel
– Aplikasi MyTelkomsel
– Layanan Call Center 188
– GraPARI terdekat

Komitmen Kolaborasi Berkelanjutan

Telkomsel menegaskan kembali komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat dan daerah, aparat penanggulangan bencana, serta mitra strategis lainnya, guna memastikan layanan komunikasi tetap stabil dan masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan normal.(rel)

M Nuh Sebut Peran Guru Sangat Strategis dalam Edukasi Lingkungan

MEDAN, SumutPos.co- Banyak kalangan merasa prihatin dengan kondisi bangsa kita saat ini.
Banjir bandang dan longsor yang baru saja menimpa Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, adalah salah satu sorotan terkait kurang pedulinya anak bangsa kepada masalah lingkungan.

Beberapa titik di Aceh dan Sumatera Utara, sungai tertutup kayu akibat perambahan hutan yang ugal-ugalan, air mengalir di jalan raya, begitu juga kerusakan di bidang lain.

“Lalu muncul pertanyaan, dari mana kita mulai memperbaiki bangsa ini? Jawabannya adalah pendidikan. Di sinilah peran guru sangat strategis,” kata Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh MSP ketika menghadiri Workshop Pengembangan Potensi Guru dengan tema “Assesement Strength Typology (ST30)”, yang  diinisiasi Yayasan Cendikia Daya Guna di Rumah Makan Wong Solo, Jalan Gajah Mada Medan, Minggu (18/1/2026).

“Mudah-mudahan kegiatan yang diperuntukkan bagi para guru yang mulia ini, menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam upaya kita memperbaiki bangsa yang kita cintai ini,” harap Dewan Pertimbangan MUI Sumatera Utara ini.

Sedangkan Penasehat Yayasan Cendikia Daya Guna Ustazah Dahriantini MA menjelaskan, tujuan dari digelarnya workshop ini adalah agar para guru lebih memahami kemampuan internalnya dalam melaksanakan proses belajar-mengajar. Sehingga mengajar bukan saja sebuah tugas mulia dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Tapi mengajar menjadi sesuatu yang menyenangkan dan mengasyikkan bagi guru. Karena guru yang mengenali sisi keunggulan dirinya, berupa potensi, bakat, dan kekuatan dirinya, dalam menjalankan peran sebagi guru. Diharapkan guru yang memiliki ‘self awareness’ akan lebih baik dalam berinteraksi dengan murid-muridnya,” jelas ustazah jebolan Pesantren Bangil Jawa Timur ini.

Adapun Workshop diikuti 29 orang guru dari berbagai sekolah di sekitar Kota Medan. Hadir sebagai narasumber dalam workshop ini diantaranya Rina Afrida, S.Psi. dan ibu Nur Hikmah Sari, S. PD. “Kegiatan ini rencananya akan terus dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan serupa yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan potensi para guru dalam melaksanakan tugas tugas mereka,” ucap Ustazah Dahriantini.

Sekedar diketahui Yayasan Cendikia Daya Guna adalah sebuah yayasan yang concern memperhatikan perkembangan pendidikan di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. (adz)

Buktikan Ketangguhan dan Hemat BBM dari Mandalika ke Medan: Ekspedisi 7.000 Km Toyota Veloz Hybrid EV Tuntas Dilalui

TIBA: Tim ekspedisi perjalanan mengendarai Toyota Veloz Hybrid EV dari Mandalika saat tiba di Kota Medan.
TIBA: Tim ekspedisi perjalanan mengendarai Toyota Veloz Hybrid EV dari Mandalika saat tiba di Kota Medan.

MEDAN- Setelah menempuh jarak lebih dari 7.000 kilometer (km) dengan waktu tempuh lebih dari 45 hari, ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 akhirnya tiba di Medan, Sabtu (17/1/2026). Hal ini sekaligus mengakhiri perjalanan panjang Toyota Veloz Hybrid EV menjelajahi Indonesia, dimulai dari Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (2/12/2025) lalu.

Perjalanan panjang lintas pulau ini menjadi pembuktian nyata kemampuan kendaraan hybrid Toyota di Indonesia. Ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 melintasi berbagai karakter jalan mulai dari Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa hingga Pulau Sumatra dengan akhir perjalanan di Kota Medan.

Kedatangan tim Ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa 2025 tersebut disambut hangat oleh jajaran Auto2000 Medan, Deltamas, Perintis, dan Sutan Indo selaku dealer mobil Toyota di Sumatra Utara.

Regional Business Head Auto 2000 Wilayah Sumatera, Biyouzmal, yang didampingi Area Business Head Auto 2000 Wilayah Sumbagut, Lim Steven, dalam keterangannya mengatakan, kedatangan tim ekspedisi tersebut menjadi bukti keandalan teknologi hybrid dari Toyota. “Hal ini merupakan wujud komitmen dari Toyota untuk menghadirkan mobil berteknologi canggih sebagai wujud dari memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.

Lim Steven berharap kehadiran ekspedisi ini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat Sumatra Utara terhadap mobil keluaran Toyota, khususnya yang menggunakan teknologi hybrid EV.

Adapun rute perjalanan yang melewati berbagai daerah ini dirancang untuk menguji langsung ketahanan, efisiensi, dan kenyamanan Toyota Veloz Hybrid EV di kondisi jalan Indonesia yang beragam, mulai dari jalur perkotaan, pegunungan, hingga lintasan antarpulau.

Philardi Ogi selaku Head of Public Relation (Kepala Hubungan Masyarakat) PT Toyota-Astra Motor (TAM), mengatakan bahwa Ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa ini menjadi bukti bahwa teknologi hybrid Toyota bukan sekadar konsep, tetapi sudah matang dan siap digunakan dalam perjalanan jarak jauh.

“Veloz Hybrid EV ini kami uji tidak hanya melalui test drive singkat, tetapi lewat perjalanan panjang dari Lombok sampai Sumatera. Total jarak lebih dari 7.000 kilometer selama lebih dari 45 hari menjadi bukti bahwa konsep hemat, efisien, dan tangguh benar-benar terasa dalam penggunaan nyata,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Philardi, Toyota Veloz Hybrid EV dirancang bukan hanya untuk mobilitas harian keluarga, tetapi juga mengusung teknologi masa depan yang mampu menjawab kebutuhan efisiensi energi tanpa mengorbankan performa dan kenyamanan.

Philardi mengatakan, Toyota Veloz Hybrid EV yang baru diluncurkan pada November 2025 tersebut telah mendapatkan pemesanan mendekati angka 4.000 unit hingga akhir tahun 2025 lalu. Dirinya optimis jika pemesanan hingga awal Februari 2026 nanti bisa melampaui angka 4.000 unit.

“Mobil Toyota Veloz Hybrid EV ini akan mulai kita serahkan kepada customer mulai awal Maret 2026,” jelasnya.

Dari sisi teknologi, Toyota Hybrid System menjadi jantung utama kendaraan ini. Bagus, perwakilan Auto2000, menjelaskan bahwa sistem hybrid tersebut memungkinkan perpaduan optimal antara mesin bensin dan motor listrik.

“Dengan Toyota Hybrid System, konsumsi bahan bakar Veloz Hybrid EV bisa mencapai 1 liter untuk 18 hingga 19 kilometer bahkan lebih. Angka ini sangat impresif untuk kendaraan keluarga yang digunakan dalam perjalanan lintas pulau,” jelasnya.

Efisiensi tersebut terasa signifikan selama perjalanan panjang, terutama saat melintasi jalur padat perkotaan hingga perjalanan antarkota, di mana sistem hybrid secara otomatis mengatur kerja mesin dan motor listrik agar tetap hemat bahan bakar.

YouTuber dan konten kreator otomotif Indonesia, Ridwan Hanif yang turut ambil bagian dalam ekspedisi ini menilai, Ekspedisi Veloz Hybrid EV Lintas Nusa merupakan langkah strategis dalam mengedukasi masyarakat mengenai kendaraan hybrid.

Ia menilai, uji coba langsung di lapangan dengan jarak tempuh ekstrem menjadi pendekatan yang efektif untuk membangun kepercayaan publik terhadap teknologi ramah lingkungan, khususnya teknologi hybrid.

Hal senada juga dikatakan pengamat, jurnalis, dan influencer otomotif ternama di Indonesia, Fitra Eri. Dia mengatakan bahwa kolaborasi tahun ini menjadi pencapaian tersendiri.

“Epic Journey memang rutin kami gelar, namun tahun ini terasa lebih membanggakan karena dilakukan bersama Veloz Hybrid EV Lintas Nusa. Ini menunjukkan bahwa kendaraan hybrid sudah siap diajak menjelajah Indonesia,” ungkapnya.

Melalui program Veloz Hybrid EV Lintas Nusa, Toyota menegaskan komitmennya menghadirkan solusi mobilitas berkelanjutan. Perjalanan panjang ini sekaligus menjadi pesan bahwa kendaraan hybrid bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga tangguh, efisien, dan relevan untuk kondisi jalan Indonesia. (ila)

PKS Medan Amplas Gelar Prarakercab, Kusminto: PKS Hadir untuk Melayani Rakyat

MEDAN, SumutPos.co- DPC PKS Medan Amplas menggelar pra-rapat kerja cabang (Prarakercab) di Savana Bunda, Jalan Kerang, Medan Amplas, Minggu (18/1/2026)..Kegiatan ini dihadiri Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kota Medan Ustadz Wahyudi SS, Ketua DPC PKS Medan Amplas Ustadz Kusminto SP dan pengurus DPC lainnya.

Dalam sambutannya, Ustadz Wahyudi mengatakan, keberhasilan sebuah program kerja yang dibuat adalah hasil dari pemahaman terhadap visi misi PKS itu sendiri. Di mana salah satu visi dari PKS, yakni menjadi pelopor terwujudnya cita-cita nasional Bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam pembukaan Undang Undang Dasar (UUD) tahun 1945.

Yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi. “Jadi, PKS harus bisa menjadi pelopor terdepan dalam mewujudkan ini semua,” kata Wahyudi.

Dia juga menekankan, program yang telah dirumuskan oleh bidang masing-masing, wajib berorientasi pada K2 P2 yakni Kader Kaderisasi dan Pelayanan Publik. “Atau sederhananya, program yang kita lakukan, harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandas Wahyudi.

Sedangkan Ketua DPC PKS Medan Amplas Kusminto SP, mengajak para pengurus untuk merumuskan program kerja dengan hati yang tulus. Ia juga berharap, program yang dibuat harus terukur, agar bisa dijalankan dengan sebaik baiknya.

Ia juga berharap, para pengurus bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan lembaga-lembaga lain yang ada, seperti BKM, Karang Taruna, komunitas anak muda, komunitas olahraga, dan sebagainya. “Hal ini perlu, agar PKS semakin inklusif dan semakin dikenal oleh masyarakat,” ujarnya.

Pada pra Rakercab ini, ada 9 bidang yang memaparkan program-program unggulan yang akan menjadi acuan kerja selama satu tahun ke depan. Adapun bidang-bidang tersebut yakni Bidang Kaderisasi dan Anggota Partai (BPKAP), Bidang Kepanduan dan Kepemimpinan Partai (BKKP), Bidang Pemenangan Pemilu dan Pilkada (BP3), Bidang Koperasi, UMKM, dan Kreatif (BUMKRAF), Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA), Bidang Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa (BPPM), Bidang komunikasi Digital (Komdigi), Bidang Seni Budaya dan Olahraga (SENBUDO) dan Bidang Pembinaan Ummat dan Kerukunan Beragama (BPUKB). (adz)

Meski Menunggak Iuran BPJS, Warga Medan Tetap Bisa Berobat

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bagi warga Kota Medan, tunggakan iuran BPJS Kesehatan bukan lagi menjadi penghalang untuk mengakses layanan kesehatan. Dengan program Universal Health Coverage (UHC), warga Medan tidak perlu lagi takut untuk berobat meski menunggak iuran BPJS Kesehatan.

Hal ini terungkap dalam Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) I Tahun 2026 mengenai Perda Nomor 04 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan yang digelar Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan Dodi Robert Simangunsong di Jalan Pulau Harapan, Medan Kota, Sabtu (17/1/2026).

Dalam sosialisasi itu, Nieke Friska Nainggolan, warga Jalan Pulau Harapan, Medan Kota, menanyakan terkait pemutihan tunggakan iuran BPJS Kesehatan bagi warga yang kurang mampu. “Masyarakat menunggak iuran karena dia tidak mampu membayar. Jadi maksud kami sebagai masyarakat, kalau bisa iuran yang tertunggak itu tidak dibayar lagi alias gratis,” katanya.

Menyikapi ini, dr Nina Arista mewakili Dinas Kesehatan Kota Medan menjelaskan, hingga saat ini belum ada kebijakan resmi dari pemerintah terkait pemutihan tunggakan iuran BPJS Kesehatan ini. Karenanya, peserta BPJS Kesehatan yang menunggak iuran tetap harus membayar tunggakan tersebut.

Namun begitu, sebut dr Nina, masyarakat Kota Medan tetap bisa berobat meski menunggak iuran BPJS Kesehatan. “Dengan UHC bapak ibu masih tetap dilayani di Puskesmas maupun di rumah sakit. Jadi hak bapak ibu sebagai warga Medan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tetap dilayani. Jadi tidak ada masalah. Tapi jangan lupa, iuran yang menunggak tetap harus dibayar, bisa dengan mencicil, karena tercatat sebagai utang bapak ibu di BPJS Kesehatan,” bebernya.

Sementara Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan Dodi Robert Simangunsong menjelaskan, skema pemutihan tunggakan iuran BPJS Kesehatan saat ini masih digodok oleh Pemerintah Pusat dan DPR RI

Menurut Dodi, persoalan tunggakan iuran BPJS Kesehatan memang sudah lama menjadi simpul masalah. Karena itu, dia berharap kebijakan yang diambil nantinya menjadi solusi yang tidak sekadar tambal sulam. Salah satunya melalui kebijakan pemutihan bagi peserta yang benar-benar memenuhi syarat. “Ada kriteria-kriteria tertentu yang memungkinkan masyarakat mendapatkan kebijakan tersebut,” ujarnya.

Kriteria itu, kata Dodi, tidak bersifat tunggal. Pemerintah mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi peserta secara menyeluruh. Salah satu indikator yang digunakan adalah kelompok kesejahteraan atau quintile, yang menggambarkan posisi ekonomi keluarga.

Di luar itu, kondisi keluarga peserta juga menjadi variabel penting, termasuk status kepesertaan, kondisi anggota keluarga, hingga faktor-faktor lain yang relevan secara administratif maupun sosial.

Tak berhenti di soal pemutihan, Dodi juga menaruh perhatian serius pada kualitas layanan BPJS Kesehatan. Koordinasi dengan BPJS terus dilakukan, terutama untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap optimal di lapangan. “Peningkatan kualitas layanan itu penting, termasuk memperkuat peran promotif dan preventif agar biaya BPJS bisa ditekan,” tegasnya.

Sosialisasi itu dihadiri Plt Camat Medan Kota Endang Wastiani, Kasipem Kelurahan Sitirejo I Medan Kota Utami Indrayani, dan ratusan masyarakat dari Medan Kota, Medan Amplas, Medan Denai, dan Medan Area. (adz)

Gelar Isra Mikraj di Batu Sumbang, AQL Laznas Peduli Serahkan 7 Ekor Sapi untuk Meugang Puasa ke Bupati Aceh Timur

ACEH TIMUR, SumutPos.co– Peringati Isra Mikraj di Aceh Timur, AQL Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Peduli menyerahkan tujuh ekor sapi kepada Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky. Penyerahan tujuh ekor sapi ini guna persiapan acara peringatan pelaksanaan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan meugang puasa bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Tujuh ekor sapi yang baru diserahkan secara simbolis, terdiri dari lima ekor untuk menyambut hari meugang puasa dan dua ekor untuk peringatan Isra Mikraj di desa pedalaman Aceh Timur. “Program bantuan tujuh ekor sapi ini didistribusikan melalui bupati sebanyak lima ekor, dan dua ekor lagi akan dipotong untuk acara Isra Mikraj oleh warga Gampong (Desa) Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur,” kata Ketua Pembina AQL Laznas Peduli Ustadz Bachtiar Nasir atau yang akrab disapa UBN usai serah terima bantuan tujuh ekor sapi jantan, Jumat 16 Januari 2026.

“Malam ini diselenggarakan peringatan Isra Mikraj di Batu Sumbang. AQL Laznas Peduli bekerja sama dengan warga setempat memasak nasi dan daging sapi untuk makan bersama seluruh warga Gampong Batu Sumbang,” imbuh UBN.

UBN menjelaskan, tim AQL Laznas Peduli juga sudah merealisasikan anggaran untuk pembangunan empat unit meunasah darurat pascabanjir di Aceh Timur, hingga kini masih menunggu lokasi yang disiapkan untuk dibangun. Kemudian, AQL Laznas Peduli sudah menyumbang Musaf (Al Quran) sebanyak 2.800 eksemplar.

“Kami mengajak warga Aceh Timur untuk menulis dan menebalkan Al Quran sampai khatam. Al Quran ini bukan Al Quran biasa, satu jus satu buku dan ini adalah Al Quran khusus yang sangat istimewa dari fungsi untuk menghafalkan dan harga. Kami meyakini, penulisan wahyu Allah SWT tersebut juga berfungsi sebagai program healing dan terbuka keberkahan dari langit. AQL Laznas Peduli akan menyiapkan 500 eksemplar Al Quran khusus tulis tebal dengan anggaran Rp250 juta untuk ditulis tebal. Banyak yang terbukti sembuh dari penyakit penyakit batin,” ucap UBN.

Lebih lanjut, UBN juga menyampaikan rencana akan melaksanakan pengadaan boat kayu serta mobil ambulance. Selain itu, mobil untuk transportasi siswa di sekolah-sekolah yang terisolir seperti wilayah Pantai Bidari dan Simpang Jernih.

“Untuk boat sudah siap anggarannya sebanyak lima unit. Kami sudah bertemu dengan ahli pembuat boat dan proses pembuatannya memakan waktu selama satu bulan di Desa Batu Sumbang,” tuturnya.

Mengenai sekolah darurat yang disampaikan Bupati Aceh Timur memerlukan seragam, sepatu dan alat tulis, UBN menyatakan, saat ini AQL Laznas Peduli sedang mempersiapkan program school kits (paket perlengkapan sekolah), dan AQL Laznas Peduli segera membuka posko di wilayah Peureulak agar konsentrasi bantuan lebih efektif. “Pak bupati akan menugaskan timnya untuk membantu realisasi pembukaan posko tersebut,” katanya.

Saat disinggung mengapa, AQL Laznas Peduli memilih Aceh Timur, UBN menceritakan, tim AQL Laznas Peduli datang ke Gampong Batu Sumbang perbatasan Aceh Tamiang-Aceh Timur. Saat melihat kondisinya, ternyata desa tersebut jaraknya lebih jauh dari Kota Medan, maka di sana kurang mendapatkan perhatian atau bantuan dari pemerintah maupun relawan.

Meskipun, Aceh Tamiang kondisi kerusakannya sangat berat, tapi Aceh Timur ini juga tidak kalah beratnya. Sebagaiman diketahui Bersama, bantuan sosial sudah sangat banyak mengalir ke Aceh Tamiang, dan AQL Laznas Peduli melihat distribusi bantuan ke Aceh Timur masih sangat kurang.

“Atas dasar itulah, AQL Laznas Peduli menentukan salah satu fokusnya adalah Aceh Timur. Selain itu penerimanya sangat mendesak dan lebih membutuhkan, kami juga senang dengan pemerintah daerahnya sangat antusias,” tegasnya UBN.

Lebih lanjut, UBN memproyeksikan timnya akan membantu masyarakat Aceh Timur sampai Idulfitri bahkan Idul Qurban 2026 atau sekitar enam bulan ke depan. “Jika memang Allah SWT kehendaki, ada yang harus kami kerjakan di sini, para donator, para muhsinin (orang-orang baik), mari sama-sama sesegera mungkin dari kondisi darurat ke pemulihan bencana ini, saham paling bagus buat kita, yang ingin beramal saleh. Bersama AQL Laznas Peduli di program tepat guna, semoga sampai ke tangan para mustahik yang tepat, sehingga jangankan donasi yang bersifat kemanusiaan, zakat anda pun sebetulnya layak untuk kita tempatkan di sini termasuk zakat pada bulan Ramadhan,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al Farlaky akan mendorong Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), relawan dan lembaga bantuan untuk menyalurkan bantuan sebanyak-banyaknya untuk kebutuhan masyarakat. Bupati berharap, setiap lembaga yang masuk untuk bekoordinasi dengan pemda, harus diberikan kemudahan proses distribusi, termasuk juga keamanan di lapangan.

“Kami mencatat lokasi-lokasi mana yang sudah dapat bantuan dan lokasi mana yang belum. Silahkan berkoordinasi kepada pemerintah daerah melalui posko induk di kabupaten, yang mau serahkan langsung silakan, tapi seminimalnya sudah melaporkan untuk dicatat di daerah ini ada tim yang masuk. Misalnya ada bantuan yang sama kita arahkan lagi di situ,” jelas Bupati Aceh Timur yang juga mantan jurnalis tersebut. (adz)

RDPU BAP DPD RI dengan Kemenhut: Penrad Siagian Tegaskan Desa Bukan Masuk Kawasan Hutan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– Anggota Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI Pdt Penrad Siagian, menyoroti berbagai persoalan pertanahan yang terjadi di Tanah Air. Ia menilai, persoalan kawasan hutan menjadi salah satu sumber masalah terbesar di republik ini.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) BAP DPD RI dengan Kementerian Kehutanan dalam rangka tindak lanjut pengaduan masyarakat di Ruang Rapat Utama Kementerian Kehutanan, Kamis (15/1).

RDPU yang dipimpin Ketua BAP DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno itu dihadir perwakilan Kementerian Kehutanan, di antaranya Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Ade Tri Ajikusumah, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho, dan Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Catur Endah Prasetiani.

Dalam forum itu, Penrad menyoroti masih banyaknya desa yang secara administratif ditetapkan berada di dalam kawasan hutan. Padahal menurutnya, menjelang satu abad Republik Indonesia, seharusnya negara mampu menyelesaikan persoalan tersebut melalui koordinasi lintas kementerian.

Penrad menegaskan, konflik pertanahan di kawasan hutan sangat tinggi dan kerap menempatkan masyarakat sebagai korban. “Kemudian yang mau saya katakan, nggak pernah desa masuk kawasan hutan. Hutan yang masuk kawasan desa. Wong desa lebih dulu ada ketimbang republik ini kok. Kemudian secara administratif kita sebutkan desa itu menjadi kawasan hutan. Jadi jangan pernah sebutkan desa masuk kawasan hutan! Yang betul itu, hutan masuk kawasan desa,” seru Penrad.

Ia juga menyinggung persoalan di Sumatra Utara, khususnya di Mandoge, Kabupaten Asahan. Penrad menyebut, data yang disampaikan Kementerian Kehutanan tidak lengkap karena tidak mencantumkan fakta bahwa masyarakat setempat telah memperoleh Surat Keputusan Menteri Kehutanan tahun 2023 sebagai subjek hukum pengelolaan kawasan hutan seluas sekitar 1.600 hektare.

“Mengurus masyarakat inikan perlu serius juga kita. Masa data yang sangat penting begitu tidak disebutkan seolah-olah masyarakat sedang meminta-minta ke kita. Nggak!” tuturnya.
Penrad menilai, masyarakat di Mandoge bukan sedang mengajukan permohonan, melainkan menuntut hak yang telah diberikan negara melalui SK tersebut. Namun hingga kini, eksekusi atas keputusan itu belum juga direalisasikan, meski sudah berulang kali disampaikan hingga ke tingkat menteri.

“Tindak lanjutin dong, masa mereka sudah bertahun-tahun menuntut agar SK itu dieksekusi tapi nggak keluar-keluar juga. Ini ada catatannya, sudah berkali-kali bahkan sudah sampai ke menteri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Senator asal Sumut ini juga mengkritik tindakan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang memasang palang di lokasi tersebut. Menurut Penrad, tindakan itu menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian hukum di tengah masyarakat, padahal status subjek hukum telah ditegaskan.

Penrad meminta agar Satgas PKH segera mencabut palang di kawasan tersebut dan seluruh pihak terkait berkoordinasi secara serius. Ia menilai ketidaksinkronan kebijakan justru membuka ruang konflik baru dan memunculkan kelompok-kelompok baru di tengah masyarakat.

“Satgas PKH juga harus terkoordinasi. Masa masyarakat mau diusir padahal lahan itu sudah sebagai subjek hukum atas negara ini, terus datang PKH mempalang itu dengan plang-nya. Siapa yang dipercayai masyarakat kalau begitu,” ucapnya.

“Perintahkan PKH mencabut palangnya sekarang karena itu subjek hukum dan tinggal menunggu realisasi eksekusi agar masyarakat punya kepastian hukum atas legalitas resmi yang dikeluarkan oleh negara ini melalui Kementerian,” sambungnya. (adz)

Bapenda Kota Medan Buka Layanan Pengambilan Mandiri SPPT PBB 2026 untuk Keperluan Mendesak

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan M. Agha Novrian menginformasikan kepada seluruh masyarakat Kota Medan bahwa Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun Pajak 2026 saat ini dalam proses pendistribusian.

Namun, menyikapi adanya kebutuhan administratif warga yang bersifat mendesak, Bapenda Kota Medan memberikan kemudahan bagi wajib pajak yang memerlukan dokumen tersebut lebih awal. Warga kini dapat melakukan pengambilan mandiri SPPT PBB 2026 langsung di Kantor Bapenda Kota Medan.

Layanan ini disediakan khusus bagi warga yang membutuhkan SPPT PBB sebagai syarat kelengkapan dokumen, seperti:
Proses transaksi jual beli properti, pengurusan perbankan atau agunan, kelengkapan administrasi pertanahan (Sertifikat) dan perizinan, keperluan mendesak lainnya yang memerlukan bukti pajak terbaru.

Agha menegaskan bahwa proses distribusi SPPT PBB melalui pihak Kelurahan dan Kepling tetap berjalan sesuai jadwal ke lingkungan masing-masing. Layanan di kantor Bapenda ini merupakan opsi tambahan guna mempercepat pelayanan bagi masyarakat yang tidak bisa menunggu jadwal distribusi reguler.

Bapenda Kota Medan juga menghimbau masyarakat untuk melakukan pembayaran PBB tepat waktu guna mendukung pembangunan Kota Medan yang lebih baik. Pembayaran dapat dilakukan melalui berbagai kanal seperti bank Sumut, BCA, Mandiri, BRI, BNI BSI, dan aplikasi pembayaran digital seperti Tokopedia, Shopee, DANA, OVO hingga supermarket seperti Indomaret ataupun Alfamart. Informasi selanjutnya masyarakat dapat menghubungi Call Centre PBB dinomor 0823-1192-0459 dijam kerja.(*)

KH Bachtiar Nasir Semangati Alumni Timur Tengah untuk Terus Berdakwah di Aceh

ACEH TAMIANG, SumutPos.co – Para alumni Timur Tengah di Aceh mendapatkan kunjungan langsung dari Ketua Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), KH Bachtiar Nasir. Dalam kunjungannya, Bachtiar Nasir yang akrab disapa UBN, menyerahkan bantuan kepada para alumni Timur Tengah yang menjadi korban banjir.

Ustad Marwan Ismail mengaku gembira mendapat kunjungan dari KH Bachtiar Nasir. “Saya alumni dari Libya tahun 1998, dan kami sangat berbahagia hari ini dikunjungi langsung Ketua JATTI dari Jakarta. Kami sangat senang sekali,” kata Ustad Marwan Ismail kepada wartawan, Kamis (15/1/2026).

Ustad Marwan mengaku berasal dari Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), namun menetap di Kampung Tanah Terban, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, karena memperistrikan orang Aceh Tamiang.

Pertemuan antara Alumni Timur Tengah di Aceh dengan Ketua JATTI, KH Bachtiar Nasir adalah pertemuan silaturahmi biasa saja, dari 25 orang alumni yang di Aceh, ada sebanyak 21 orang yang dapat hadir. “Dari 21 orang ini, semuanya adalah korban banjir,” katanya.

Marwan menambahkan, saat ini kondisi bangunan rumah, dan jalanan sangat rusak. Sehingga, suasana ini membuat kami kesulitan dalam berdakwah kepada masyarakat. “Semoga apa yang hilang milik kami, segera digantikan oleh Allah SWT, dan kami bisa lebih bergerak lagi dalam menjalankan dakwah ini,” katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta lainnya, Ahmad Nabawi, Alumni Mesir, yang kembali ke Aceh tahun 2010 mengatakan bahwa saat ini masih tergoncang secara mental, karena rumahnya masih berlumpur, jalannya juga belum beres, masih banyak lumpur. “Mau pergi ke luar dari kota, sementara di dalam kota juga lebih stres lagi melihat banyak bencana yang ada,” ceritanya.

Dia juga menyampaikan, keengganan menyampaikan kepada UBN tentang kondisinya saat ini, bahwa secara kondisi kami sangat tidak baik-baik saja, namun kami sangat tidak sampai hati untuk menyampaikan membutuhkan bantuan. “Inilah dilema bagi kami hari ini, kami butuh bantuan, tapi kami sangat tidak sampai hati menyampaikan jika kami butuh bantuan,” sebutnya.

Sebelumnya, KH Bachtiar Nasir yang biasa disapa UBN merupakan Pembinan Laznas AQL Peduli. Pada sejumlah kunjungan ke Aceh, UBN sudah mengucurkan bantuan melalui Posko Laznas AQL Peduli.

Khusus kepada pertemuan, UBN menyampaikan bantuan kepada Alumni Timur Tengah. Pada penyaluran bantuannya ada beragam, mulai berang-barang yang dibutuhkan para korban, ada juga diberikan bantuan berupa uang cash. “UBN telah memberi bantuan, kami menguvapkan Alhamdulillah atas bantuannya, semoga apa yang disalurkan dapat memberikan semangat bagi kami oara korban banjir,” kata Marwan.

Usai berkunjung ke Aceh Tamiang, UBN akan mengunjungi IDI, Aceh Timur. Dalam kunjungannya, UBN juga sekaligus mengecek Posko Laznas AQL Peduli di Aceh Tamiang dan Aceh Timur serta IDI. (rel/adz)

Rangkul Alumni Timur Tengah Guna Sukseskan Pemulihan Pascabencana Berbasis Masjid

ACEH TAMIANG, SumutPos.co– Perkuat silaturahim untuk penanganan pascabencana di Aceh adalah salah satu upaya guna mempercepat pemulihan. Sebagaimana dilakukan Pembina Laznas AQL Peduli Ustad Bachtiar Nasir menjalin pertemuan dengan para Alumni Timur Tengah di Aceh Tamiang, Langkat, dan Langsa.

“Sekarang saya bersilaturahmi dengan para alumni Timur Tengah yang ada di Aceh Tamiang, Langkat dan Langsa. Saya berpikir, dengan adanya jalinan silaturahmi ini, akan menambah energi menjadi lebih besar,” kata KH Bachtiar Nasir yang juga Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia, Kamis (15/1/2026).

KH Bachtiar Nasir yang biasa disapa UBN menyampaikan, kunjungannya ke Aceh Tamiang sekaligus untuk memantau sejumlah posko bantuan kemanusian Laznas AQL Peduli yang memiliki Program Pemulihan Pascabencana Berbasis Masjid. Maka, sangat penting baginya untuk terus bersama dengan para Alumni Timur yang ada di Aceh Tamiang, Langsa, Aceh Timur, IDI, dan Aceh Utara agar dapat bergerak bersama-sama demi pemulihan pascabencana di Aceh.

“Alhamdulillah, kami bersilaturahmi dengan Ustad Marwan, saya sebelumnya belum pernah bertemu. Semoga pertemuan ini memperkuat silaturahmi kita, dan sama-sama membangun sinergitas demi pemulihan pascabencana Aceh,” katanya.

Lebih lanjut, UBN menyampaikan, pada pertemuan silaturahmi para alumni Timur Tengah di Aceh Tamiang ini, secara pribadi dapat dirasakan seperti pertemuan di dalam rumah sendiri. Sebab, pertemuan ini membuat suasana semakin dekat dan semangat untuk menggairahkan dakwah akan bertambah energinya menjadi lebih besar lagi.

“Saya merasa mendapatkan energi besar dalam silaturahmi ini, sebab saya bertemu dengan Alumni Timur Tengah yang ada di Aceh Tamiang dan para penggiat dakwah lainnya. Saya merasa diringankan dalam menggairahkan dakwah di sini, kedepannya saya piker sudah perlu lagi mendatangkan bantuan-bantuan yang lebih banyak lagi untuk mendukung dakwah di Aceh,” ujarnya.

Ke depan, UBN mengingatkan, khusus di Aceh, paling penting adalah bagaimana memperkuat spiritual dan kekuatan moral serta mental ke masyarakatnya. Sehingga dalam pencapaian kehidupan kemasyarakatan bisa memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih baik lagi.

“Maka dengan ini kami mengajak para Alumni Timur Tengah di Aceh untuk sama-sama bergerak melaksanakan pemulihan pascabencana berbasis masjid, dengan begitu kekuatan spiritual, moral dan mental masyarakatnya akan menghadirkan kebaikan kepada kehidupan sosial dan ekonomi di masa depan,” pungkasnya. (adz)