Home Blog Page 665

Dinas PKPCKTR Medan Terbitkan SP3 Bangunan Tanpa PBG di Jalan Karya Kasih

Bangunan tanpa PBG di Jalan Karya Kasih, Medan Johor.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebuah bangunan dengan konstruksi baja berdiri tegak di Jalan Karya Kasih, Kelurahan Pangkalan Mashur, Kecamatan Medan Johor.

Amatan Sumut Pos, Kamis (20/6/2024), tidak ditemukan adanya plank Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pada lokasi pembangunan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sumut Pos di lapangan, bangunan tersebut memang tidak memiliki izin mendirikan bangunan atau yang kini disebut PBG. Namun sayangnya, hingga saat ini aktivitas pembangunan di lokasi tersebut terus berlangsung.

Dikonfirmasi Sumut Pos terkait hal itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan, Alexander Sinulingga, membenarkan bahwa bangunan yang berdiri dia areal tanah kosong tersebut memang tidak memiliki izin.

“Iya benar (bangunan tersebut tidak memiliki PBG) dan sudah masuk dalam pantauan kita,” ucap Alexander Sinulingga kepada Sumut Pos, Kamis (20/6/2024).

Dijelaskan Alexander, pihaknya pun telah memberikan teguran kepada pemilik bangunan tersebut. Teguran tersebut diberikan lewat Surat Peringatan Pertama (SP1) dan Surat Peringatan Kedua (SP2).

“Sudah kita tindaklanjuti, bangunan tersebut sudah kita beri SP2,” ujarnya.

Alexander menuturkan, pihaknya telah memberikan SP2 tersebut kepada pemilik bangunan beberapa waktu yang lalu. Untuk itu, Dinas PKPCKTR Kota Medan telah menerbitkan SP3 terhadap bangunan tersebut.

“Hari ini juga ditandatangani SP3 nya. Kemudian akan segera kita serahkan SP3 tersebut kepada pemilik bangunan,” tutupnya.

Terpisah, KasatPol PP Kota Medan, Rakhmat Adisyah Putra Harahap, mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui akan adanya bangunan tanpa PBG tersebut. Rakhmat pun mengaku masih menunggu SP3 yang dimaksud dari Dinas PKPCKTR Kota Medan.

“Sampai saat ini kita belum terima SP3 dari Dinas Perkim (PKPCKTR). Jadi kita tunggu saja, karena memang begitu prosedurnya” kata Rakhmat kepada Sumut Pos, Kamis (20/6/2024).

Dijelaskan Rakhmat, begitu nanti pihaknya menerima SP3 tersebut, maka SatPol PP Kota Medan akan menjadwalkan penindakan terhadap bangunan yang dimaksud.

“Nanti kalau sudah kita terima SP3 nya, maka akan langsung kita jadwalkan pembongkarannya. Ada cukup banyak bangunan yang mau dibongkar, tentu harus kita jadwalkan dulu. Setelah dijadwalkan, maka akan langsung kita lakukan penindakan sesuai jadwal yang telah ditentukan,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Medan Johor, Andry Febriansyah, tidak menjawab konfirmasi Sumut Pos terkait bangunan tanpa PBG yang berdiri tidak jauh dari bangunan Masjid Nurul Ikhwan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Andry tidak juga menjawab perihal bangunan tanpa PBG yang berdiri tegak di wilayahnya tersebut.
(map/han)

Terima Tahap II, Pasutri Dugaan Kasus Pencemaran Nama Baik Institusi Kejaksaan Bakal Disidangkan

Kedua pasutri tersangka dugaan pencemaran institusi kejaksaan, saat dilimpahkan ke Kejari Medan, Kamis (20/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap II), kasus dugaan pencemaran nama baik institusi Kejari Medan yang sempat viral di media sosial (medsos).

Tersangka merupakan pasangan suami istri (pasutri) berinisial WD dan KY, yang dalam waktu dekat perkaranya bakal dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan, untuk disidangkan.

“Benar. JPU telah menerima pelimpahan tahap II kasus dugaan pencemaran nama baik institusi yang sempat viral di Kejari Medan,” ucap Kasi Intel Kejari Medan, Dapot Dariarma Siagian, Kamis (20/6).

Dapot menjelaskan setelah melakukan Tahap II, para tersangka ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan, selama 20 hari kedepan untuk mempermudah proses pemberkasan.

“Kedua tersangka juga dijerat dengan Pasal 45 Ayat (4) Jo Pasal 27a UU RI No 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 65 KUHPidana,” ungkapnya, sembari menegaskan akan segera melimpahkan berkas tersebut ke pengadilan.

Dari kasus ini, Kajari Medan Muttaqin Harahap mengatakan bahwa Kejari Medan sangat terbuka atas masukan, saran dan kritikan dari guna perbaikan kinerja dalam melayani masyarakat,tentunya dengan bahasa yang santun, sopan, dan konstruktif.

“Bahwa penuntut umum dalam melaksanakan tugasnya sudah sesuai SOP penanganan perkara, namun hal ini juga sedang dalam proses pemeriksaan oleh pimpinan dari Kejatisu dan kami siap apapun yang akan di putuskan dan saya tidak akan melindungi jika ditemukan kesalahan atau kelalaian anak buah saya dalam proses penanganan perkara tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, terkait dengan kata dan ujaran kebencian dan bahasa yang tidak pantas dalam vidio viral tersebut, tidak bisa di benarkan karena sudah melecehkan dan menghina institusi kejaksaan.

“Silahkan kritik anak buah saya, silahkan koreksi pelayanan hukum kami, tapi jangan coba hina dan lecehkan institusi ini karena terlalu mahal untuk diperlakukan serendah itu,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, beredar satu video seorang wanita KY bersama suaminya WD mengomel di Kejari Medan. Bahkan KY menghina institusi Kejaksaan, di ruang Pelayanan Satu Pintu Satu Pintu (PTSP) Kejari Medan, pada 5 Februari 2024.

“Kenapa takut. Penipu kalian di sini. Kantor Kejaksaan penipu. Sekolah di mana kalian, sekolah di hutan. Ini yang kerja di Kejaksaan ini, sekolahnya semua di hutan,” ujar KY
sembari membentak Jaksa Kejari Medan.

Diketahui, video itu diunggah di akun Instagram dan Channel YouTube Team Tipikor, pada 8 Februari 2024, dengan narasi “Oknum Kejaksaan Di Omelin Mak2” dan “Kena Batunya Kejaksaan Di Mak1 Mak1 oleh Warga”.

Terkait hal itu, Kejari Medan pun melakukan kajian terhadap kata-kata dalam video viral tersebut, karena terkesan menyebarkan ujaran kebencian dan bernuansa negatif terhadap institusi Kejaksaan. (man)

BSI Terima Kunjungan Kehormatan Vice Grand Syekh Al-Azhar, Sertifikasi Halal jadi Pembahasan

KUNJUNGAN: Dari KIRI-KANAN: Komisaris Independen BSI Komaruddin Hidayat, Wakil Komisaris Utama BSI Adiwarman Azwar Karim menerima kunjungan Vice Grand Syaikh Universitas Al-Azhar Kairo HE. Prof. Dr. Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny dan Director General of the Council of Senior Scholars Affairs of Al-Azhar Prof. Mahmud Sedki.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO — PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) menerima kunjungan kehormatan dari HE. Prof. Dr. Mohammed Abdel Rahman Al-Duweiny, Vice Grand Syaikh Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.

Kunjungan ini disambut hangat oleh jajaran pengurus BSI, dan menjadi momen berharga bagi perbankan syariah di Indonesia.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di BSI Tower Jakarta, Rabu (19/6), Prof. Dr. Al-Duweiny, menyampaikan salam dan penghormatan dari Yang Mulia Imam Besar Al-Azhar. Beliau mengapresiasi inisiatif BSI dalam menyelenggarakan pertemuan ini di tengah kondisi global yang penuh tantangan.

“Saya sangat senang berada di Indonesia hari ini. Negara muda dan dinamis ini telah mengumpulkan pemikiran-pemikiran cemerlang untuk membahas isu penting yang membawa manusia pada keluasan syariah,” ujar Vice Grand Syekh Al-Azhar.

Prof. Dr. Al-Duweiny dalam pemaparannya, menekankan pentingnya sertifikasi halal yang tidak hanya menjadi indikasi tentang halal dan haram, tetapi juga mencakup standar syariah dan teknis yang ketat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa produk-produk dalam industri halal memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, baik dari segi bahan, kebersihan, praktik manufaktur, hingga dokumentasi yang tepat.

“Hal yang harus dipahami adalah bahwa sertifikasi halal tidak boleh hanya menjadi indikasi agama tentang halal dan haram, tetapi harus menjadi sertifikasi untuk setiap produk yang masuk dalam industri halal dengan memenuhi standar syariah dan teknis yang ditetapkan oleh otoritas terkait,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Prof. Dr. Al-Duweiny juga menjelaskan tentang maqashid syariah. Halal dan haram adalah terkait maqashid syariah. Dan, halal bukan sekedar halal tetapi juga yang bermanfaat.

Konsep industri halal, menurut Prof. Dr. Al-Duweiny, berakar kuat dalam syariah Islam dan bukanlah hal baru. Syariah Islam selalu mendorong umatnya untuk berpegang pada yang halal dan menjauhi yang syubhat.

“Syariah mengajarkan pentingnya mencari yang halal. Seperti firman Allah, ‘Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik’. Juga kepada orang-orang beriman, ‘Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu’. Dengan cakupan ini, Islam ingin industri halal menjadi industri global,” tutur Prof. Dr. Al-Duweiny.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan, Vice Grand Syaikh Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, membuka khasanah yang lebih luas untuk memperkuat komitmen BSI dalam mendukung dan mempromosikan industri halal di Indonesia dan di panggung global.

Dari hasil pertemuan dan diskusi dengan pihak Al-Azhar Kairo, BSI bertekad untuk terus menyediakan produk dan layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

“Kehadiran Prof. Dr. Al-Duweiny di BSI menjadi momen yang tak terlupakan, menegaskan komitmen BSI dalam mendukung perkembangan industri halal dan menjalankan prinsip-prinsip syariah dalam setiap langkahnya,” tutup Hery.

Hari ini (20/6) Vice Grand Syaikh Universitas Al-Azhar Kairo juga akan mengisi acara di seminar BSI International Expo 2024.(rel/han)

PTPN IV Regional II Tanam Perdana Kelapa Sawit 107 Ha di Kebun Plasma KUD Tani Makmur Langkat

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – PTPN IV Regional II menggelar kegiatan tanam perdana kelapa sawit seluas 107 hektare di Kebun Plasma KUD Tani Makmur, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (19/6/2024).

Realisasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) ini mendapat apresiasi langsung dari Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara Dwi Sutoro.

Menurutnya, pengembangan kebun plasma merupakan wujud komitmen PTPN IV Regional II selaku tulang punggung subholding PalmCo dalam memajukan kalangan petani rakyat. Ia pun berharap Program PSR akan terus berlanjut di daerah-daerah lainnya.

“Kami sangat mengapresiasi PTPN IV Palmco yang terus menunjukkan komitmennya mendukung kemajuan para petani plasma. Seperti kita ketahui, Program PSR termasuk dalam Proyek Strategis Nasional PTPN yang dicanangkan Presiden,” ujar Dwi Sutoro.

Selaku induk perusahaan PTPN IV PalmCo, lanjut Dwi Sutoro, Holding Perkebunan Nusantara akan terus memberi perhatian penuh untuk Program PSR. Hal ini bertujuan meningkatkan perekonomian sekaligus ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap program PSR ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan sehingga kerja sama kemitraan antara PTPN IV dan petani plasma dapat terus terjalin serta memberikan manfaat bagi stakeholder PTPN Grup,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Direktur Utama PTPN IV Palmco Jatmiko Santosa mengucapkan terima kasih kepada Holding Perkebunan Nusantara yang selalu mendukung penuh subholding dalam merealisasikan Program PSR.

Melalui program ini, terdapat empat manfaat besar yang akan diperoleh oleh para petani rakyat.

Yaitu, kemitraan pola single management, penyediaan bibit unggul bersertifikat, kemitraan swadaya dan pemberdayaan Koperasi Unit Desa (KUD).

Sejauh ini, PTPN IV PalmCo telah mendistribusikan lebih dari 1,6 juta bibit unggul kepada petani. Jumlah tersebut akan bertambah 850 ribu bibit lagi pada tahun 2024.

“Keberhasilan PSR melalui pola kemitraan bersama PTPN bukan sekadar mimpi. Oleh karena itu, KUD Tani Makmur ini juga harus menjadi contoh bahwa single management bisa membawa kesejahteraan bagi petani. Hal ini tentu membutuhkan kerja sama dari semua pihak, baik KUD maupun Gubernur,” ujar Jatmiko didampingi Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Irwan Perangin-angin.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perlindungan Perkebunan Kementerian Pertanian RI Hendratmojo Bagus Hudoro menyampaikan selamat kepada KUD Tani Makmur selaku mitra binaan PTPN IV Regional II yang telah mendapatkan dana Program PSR sehingga kegiatan tanam perdana dapat dilaksanakan pada hari ini.

“Tanam perdana ini merupakan momen yang berharga. Karena dari sinilah nasib bapak dan ibu untuk 25 tahun ke depan ditentukan,” ujarnya.

Region Head PTPN IV Regional II Darma Lessan berpesan kepada para petani kelapa sawit mitra binaan agar memelihara tanaman dengan baik dan sesuai standar kultur teknis yang berlaku. Dengan begitu, para petani dapat menikmati hasil panen yang maksimal selama 25 tahun ke depan.

“Sudah banyak contoh keberhasilan petani dan KUD binaan PTPN IV. Untuk itu mari kita pelihara koordinasi sehingga program PSR ini benar-benar mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan petani, khususnya KUD Tani Makmur Kabupaten Langkat,” ujar Darma.

Menurut Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional II Muhammad Ridho Nasution, pelaksanaan tanam perdana dilakukan setelah KUD Tani Makmur tuntas menyelesaikan rangkaian proses verifikasi sehingga berhasil mendapatkan dana PSR untuk areal seluas 107 hektare.

Di areal Kebun Plasma tersebut juga akan dikembangkan konsep tumpang sari sawit padi gogo. Konsep ini diharap menciptakan tambahan pendapatan bagi para petani sembari menunggu tanaman sawit berbuah.

“Semoga ikhtiar kita pada hari ini bisa membantu meningkatkan kemandirian pangan Indonesia menuju terwujudnya swasembada padi,” ujar Ridho.

Sementara itu, Pj Gubernur Sumatera Utara Hassanudin juga turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PTPN IV Regional II yang telah menjalin kerja sama kemitraan dengan Koperasi Unit Desa atau KUD di Kabupaten Langkat. Langkah ini diharap meningkatkan pembangunan di sektor pertanian kelapa sawit yang selama ini memegang peranan penting dalam perekonomian Sumatera Utara.

“Ini adalah cermin dari komitmen kita dalam membangun kolaborasi dan kerja sama dalam mewujudkan kemakmuran bersama. Sekali lagi selamat atas terselenggaranya kegiatan tanam perdana ini. Semoga PTPN IV Regional II maupun KUD Tani Makmur terus sukses di masa mendatang,” ujarnya melalui video conference.(ila)

Inalum dan Rumah BUMN Samosir Hadirkan Produk Kreatif Bahan Baku Eceng Gondok

PT Inalum dan Rumah BUMN Samosir bersama pelaku usaha UMKM berbahan baku eceng gondok. (Istimewa)

SAMOSIR, SUMUTPOS CO – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kolaborasi dengan Rumah BUMN Samosir menghadirkan produk kreatif Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbahan baku eceng gondok. Program ini berhasil memberdayakan kelompok masyarakat dari segmen Ibu Rumah Tangga (IRT) sehingga bisa meningkatkan ekonomi keluarganya.

Corporate Secretary Inalum Mahyaruddin Ende menyebut, produk UMKM bahan baku eceng gondok ini merupakan sarana kreatifitas masyarakat sekitar yang berhasil dimonetize sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih besar. Ia berharap bisa terus menjadi rekan kolaborasi dari para pelaku UMKM sehingga bisa naik kelas dan mampu lebih kompetitif di pasar modern.

“Produk kreatif dari Eceng Gondok ini harus bisa lebih inovatif dan kompetitif di pasar modern saat ini. Kami dari Inalum berkomitmen untuk menjadi rekan pemerintah dalam menciptakan UMKM naik kelas dengan program-program kreatif. Kami juga berharap bahwa kelompok masyarakat yang terlibat dalam program UMKM eceng gondok ini bisa mendapatkan manfaat yang lebih berkelanjutan,” ujar Mahyaruddin.

Usaha ini berdiri di akhir tahun 2023, beralamat di desa Sitanggang Bau Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. Usaha ini diberi nama Koperasi Bank Eceng Gondok. Penggunaan nama Koperasi Bank Eceng Gondok sendiri terinspirasi dari Bank Sampah dan rencananya UMKM ini kedepan akan membuat kelompok seperti Bank Sampah dan akan memberikan edukasi kepada kelompok tersebut.

Eceng gondok merupakan tumbuhan ari yang dimana banyak terdapat di perairan tawar seperti di kawasan Danau Toba. Tumbuhan ini biasanya terlihat mengapung di atas air dan menutupi sinar matahari yang akan masuk ke dalam parairan. Proses pertumbuhan eceng gondok ini sangat cepat sehingga merusak kebersihan di sekitar kawasan Danau Toba.

Pelaku UMKM bernama Sumondang Tabita Nainggolan dan Murni Asima Sitanggang yang merupakan UMKM binaan Rumah BUMN Inalum Samosir membuat sebuah ide dari tanaman ini yang dimana sebelumnya eceng gondok dari Danau Toba ini sudah pernah ditawarkan oleh petani kopi untuk mendapatkan pupuk dari eceng gondok, namun tidak terlaksana karena kurangnya alat dan minimnya edukasi pembuatan pupuk. Maka dari itu UMKM tersebut mengalihkannya menjadi ekonomi kreatif dan muncullah produk sendal hotel eceng gondok, mengingat tingkat hunian hotel meningkat sejak awal tahun 2023.

Seiring berjalannya waktu muncullah turunan dari produk ini yaitu cover book eceng gondok. Dengan visi yang kuat yaitu memperdayakan ibu rumah tangga yang tidak bekerja namun mampu membantu perekonomian keluarga.

Proses pembuatan sendal eceng gondok ini sedikit rumit dibanding pembuatan sendal pada umumnya. Prosesnya dimulai dari memilih batang eceng gondok yang masih bagus, selanjutnya melakukan pengeringan dengan durasi 7-8 hari dimana prosesnya sampai benar–benar kering yang ditandai dengan warna coklat matang, kemudian menghaluskan dengan menggunakan mesin penghalus dan menganyam secara manual membentuk tikar. Setelah proses selesai masuklah ke tahap membentuk pola dan terakhir ke tahap finishing yaitu menjahit pola menggunakan mesin jahit.

Pemasaran yang dilakukan untuk memasarkan produk ini melalui platform media sosial yaitu instagram dan marketplace yaitu Tiktok shop. Selain pemasaran melalui online UMKM ini juga sering mengikuti pameran yang dilakukan di sekitaran kabupaten Samosir. Harga sendal eceng gondok ini mulai dari harga Rp6.000/pcs sampai dengan harga Rp10.000/pcs sedangkan cover book dengan harga Rp35.000/pcs. (rel/tri)

Tak Hargai Keberhasilan Ijeck Bawa Partai Golkar Menangi Pemilu di Sumut, Kader Ungkap Kekecewaan

Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP.ISTIMEWA.

KADER Partai Golkar Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP mengutarakan kekecewaan karena partainya tak mengusung kader sendiri untuk Pemilihan Gubernur Sumut pada Pilkada serentak 27 November 2024.

Penegasan ini disampaikan Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP yang pernah menjadi Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Golkar Sumut kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (20/6).

Ungkapan ini disampaikan menanggapi keputusan DPP Partai Golkar yang memberikan dukungan sebagai bakal calon Gubsu pada Muhammad Bobby Afif Nasution pada 19 Juni lalu.

Sebelumnya, selain Muhammad Bobby Afif Nasution, Ketua DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto juga sempat memberikan rekomendasi bersama dengan Ketua Partai Golkar Sumut Dr H Musa Rajekshah MHum untuk menjadi bakal calon Gubsu.

”Ini bentuk ‘pelecehan’ kepada Dr H Musa Rajekshah MHum. Sewenang-wenang dan sama sekali tak menghargai kerja keras dan keberhasilan Musa Rajekshah membawa Partai Golkar menjadi pemenang di Sumut,” tegas mantan rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah tersebut.

Kekecewaan bertambah karena hasil survei terhadap para bakal calon Gubsu oleh Partai Golkar tak pernah diberitahukan kepada kader. ”Semua tak tahu sama sekali bagaimana sih sebenarnya hasil survei yang dilakukan? Apalagi dipublikasikan,” sebut mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan dan Sumut.

”Tentu keputusan tidak mencalonkan Musa Rajekshah sangat mengecewakan dan menyakitkan hati para kader Partai Golkar yang ada di ‘akar rumput’,” ungkap Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP.

Untuk itu, Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP menolak keputusan DPP Partai Golkar tersebut. Ia pun sedang mempertimbangkan keluar dari keanggotaan Partai Golkar. ”Kalau kader yang lain, Saya tidak tahu akan menolak atau akan jadi kader yang penakut,” katanya.

Politisi yang sarat pengalaman yang pernah menjadi calon wakil bupati Deliserdang ini menyebutkan keheranan. Sebab partai sebesar Golkar justru tidak mencalonkan sendiri kadernya sebagai calon Gubsu. Menurut dia, terjadi perlakuan semena-sema yang mungkin diatasnamakan untuk kepentingan yang lebih besar.

Diakhir perbicangan, Assoc Prof Dr KRT H Hardi Mulyono Surbakti MAP mendesak ketua umum DPP Partai Golkar apabila tidak bisa membatalkan pencalonan Muhammad Bobby Afif Nasution maka harus memperjuangkan posisi jabatan yang lebih tinggi kepada mantan Wagubsu Dr H Musa Rajekshah MHum.

Hal ini, kata Hardi Mulyono yang merupakan politisi dan akademisi, mengingat pengorbanan dan kerja keras dari anggota DPR RI terpilih Dr H Musa Rajekshah MHum yang sukses memenangkan Partai Golkar di Sumut pada Pemilu 2024 lalu. (dmp)

PT Jui Shin Indonesia tak Lakukan Penambangan

Dua unit ekscavator dari tambang pasir kuarsa Kabupaten Batubara yang diamankan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dr Juliandi SH, MH legal PT Bina Usaha Mineral Indonesia (BUMI) didampingi Asep Suherman SH, SPd legal PT Jui Shin Indonesia menegaskan jika tambang di Desa Gambus Laut, Kabupaten Batubara legal.

“Jika dibilang tambang pasir kuarsa di Desa Gambus Laut ilegal itu tidak benar. Kami memiliki alas hak dan legalitas. Karena kami mengantongi izin dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sumut serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumut sesuai dokumen RKAB,” terang Juliandi, Rabu (19/6).

Juliandi juga menuturkan, PT BUMI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan sejak tahun 2019 di Desa Gambus Laut yang mengelola seluas +22,95 ha. Tiba-tiba bulan Desember 2023, Sunani mengklaim memiliki tanah seluas 4,2 Ha melalui pengacaranya.

“Namun, selama 4 tahun beroperasi di Desa Gambus Laut tidak ada yang komplain. Di bulan Januari 2024 Sunani bersama pengacaranya membuat laporan ke Polda Sumut dengan tuduhan Pencurian dan Pengrusakan. Di Februari 2024, anak Sunani dan pengacaranya datang mengklaim tanah mereka ada di sana. Kita pun menanggapinya jika ada tanah yang terlanjur digali oleh operator, kita siap mengganti kerugiannya dan tanah tetap milik Sunani,” ujar Juliandi.

Sunani berdalih tanahnya tersebut untuk investasi di Kuala Tanjung, Dalam beberapa kali pertemuan tersebut tidak ada kesepakatan. Karena Sunani tidak bersedia menunjukkan Surat yang menjadi dasar kepemilikannya maupun Objek tanahnya.

“PT. BUMI tak mau ribut-ribut dan sudah ada kata sepakat, Dimana pihaknya pun siap membayar tanah milik Sunani seluas 1,7 ha, tetapi tunjukkan dulu surat dan tanahnya dimana, kalau tumpang tindih tidak kita beli. Namun, pihak Sunani ngotot minta bayar cash dan baru tunjukkan surat tanahnya,” ucap Juliandi.

Merasa ada yang ganjil, Juliandi memerintahkan timnya untuk melacak alas hak tanah tersebut. Ternyata kecurigaan Juliandi benar. Banyak keganjilan di alas hak tanah tersebut. Salah satunya alas hak tanah atas nama SA.

Juliandi melakukan upaya untuk bertemu dengan SA, dalam pertemuan tersebut, SA meminta waktu 2 hari, Karena takut anggapan orang-orang di desa tersebut, apalagi Kades Z adalah rivalnya dulu waktu bertanding dalam pemilihan kades. Selang dua hari kemudian, SA tidak bisa dihubungi.

PT. Jui Shin Indonesia melalui Legalnya Asep Suherman, SH, SP.d melaporkan S, SA, B, TS dan Z lantaran diduga menempatkan keterangan tidak benar pada data otentik.

Sedangkan untuk tambang tanah kaolin di Desa Bandar Pulau Pekan di Kabupaten Asahan, Asep bilang, pihaknya membeli dari pertambangan yang dilakukan oleh Perusahaan yang memiliki Legalitas Perizinan.

“Sah-sah saja kami membeli pasir kuarsa dan tanah kaolin di sana. Apa yang salah. PT Jui Shin Indonesia tak ada melakukan penambangan,” beber Asep.

Asep juga sangat menyayangkan Ditreskrimum Polda Sumut. Karena, dua ekscavator milik PT Jui Shin yang dipinjampakaikan kepada PT. BUMI diamankan sejak 19 April 2024.

“Apa dasar Ditreskrimum Polda Sumut mengamankan ekscavator milik kami? Seyogyanya penyidik melakukan penyitaan dilakukan setelah kepemilikan objek lahan yang menjadi sengketa terang benderang,” beber Asep.

Proses pengukuran terhadap objek lahan belum dilakukan, Asep bilang, penyidik memanggil PT. BUMI, PT. Jui Shin Indonesia, Kades Gambus Laut dan Sunani untuk hadir pada tanggal 13 Juni 2024 yang lalu untuk melakukan pengukuran terhadap objek lahan oleh Pihak Terkait sebagaimana Surat No. B/3704/VI/Res.1.10/2024/ Ditreskrimum tertanggal 06 Juni 2024. (rel/tri)

Bank Muamalat Beri Edukasi Perencanaan Keuangan Syariah untuk Generasi Z

JELASKAN: Karyawan PT Bank Muamalat saat menjelaskan kepada nasabah terkait program keuangan syariah.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO– PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memberikan edukasi mengenai perencanaan keuangan syariah kepada generasi Z di Jawa Tengah dan Yogyakarta dalam seminar bertajuk Investment Literacy Goes to Campus. Seminar edukatif ini diadakan di dua lokasi yaitu di Universitas Islam Negeri Wali Songo Semarang pada Rabu, 12 Juni 2024 dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta pada Jumat, 14 Juni 2024.

SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan mengatakan, lokasi Jawa Tengah dan Yogyakarta dipilih karena merupakan wilayah dengan dana kelolaan reksa dana dan sukuk terbesar di Bank Muamalat. Bahkan, sudah ada universitas yang telah menjadi investor reksa dana di Bank Muamalat dan memanfaatkan dana tersebut sebagai dana abadi.

“Melalui seminar ini kami berharap dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya literasi keuangan syariah sejak dini kepada mahasiswa yang merupakan generasi Z. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan para mahasiswa dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak dan sedini mungkin. Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi kami dalam mengincar market gen Z sebagai nasabah berkelanjutan Bank Muamalat,” ujarnya.

Dedy menjelaskan, Bank Muamalat fokus pada edukasi mengenai penggunaan instrumen keuangan syariah yang terjangkau bagi mahasiswa dengan memperkenalkan dua produk unggulan, yaitu Sukuk dan Reksa Dana. Kedua produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah bagi para mahasiswa.

Sebagai pionir bank syariah di Indonesia, Bank Muamalat berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan layanan terbaik bagi para nasabah, khususnya generasi muda. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi muda yang melek keuangan dan siap menghadapi tantangan finansial di masa depan.

Sebagai informasi, per 31 Maret 2024 dana kelolaan produk wealth management di Bank Muamalat tumbuh sekitar 40% dari total dana kelolaan pada akhir 2023. Saat ini mayoritas dana investasi nasabah ditempatkan di instrumen deposito, disusul sukuk negara dan reksa dana. (rel/ram)

STIKes Mitra Husada Medan Santuni Anak Yatim

DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS SANTUNAN: Dr Imran Saputra Surbakti MM dan Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes bersama anak-anak penerima santunan.

BERTEPATAN dengan perayaan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, keluarga besar Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan memberikan santunan pada anak yatim.

Sebelumnya juga dilaksanakan Salat Idul Adha dan penyembelihan dua ekor sapi. Rangkaian kegiatan perayaan Idul Adha juga diisi perlombaan baca puisi dan volksong religi.

Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes berharap kurban dan perayaan Idul Adha dapat meningkatkan keimanan sehingga lulusan STIKes Mitra Husada Medan dapat membawa bangsa Indonesia yang lebih baik.

Ia berharap mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi yang dipimpinnya memiliki knowledge, attitude dan keterampilan serta spiritual yang baik. Spiritual ini, lanjut Dr Siti Nurmawan Sinaga MKes, mengatur keseimbangan hidup manusia. Mereka yang memiliki spiritual yang baik, akan menjadi contoh ditengah-tengah masyarakat.

Untuk itu, ketua STIKes Mitra Husada Medan mengajak 2.500 mahasiswi untuk meningkatkan spiritual yang lebih baik. Ia pun meminta para mahasiswi berupaya mewujudkan nilai-nilai Profesional, Acuntabel, Collaborative, Empathy dan Reliability (Pacer) yang diajarkan di kampus.

Ketua Pengurus Yayasan STIKes Mitra Husada Medan Dr Imran Saputra Surbakti MM juga mengajak sivitas akademika untuk meningkatkan ketaatan dalam beribadah.

Ia pun mengingatkan bahwa capaian pembelajaran lulusan termasuk nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian pada lingkungan sekitar kita merupakan hal yang sangat penting.

”Mari kita tunjukkan toleransi, nasionalisme dan tanggung jawab pada sesama kita. Dari keanekaragaman ini kita memiliki kepedulian terhadap keluarga dan masyarakat,” katanya.

Dr Imran Saputra Surbakti MM bersyukur karena momen Hari Raya Idul Adha dapat dilaksanakan secara bersama-sama dengan gembira sebagai suatu keluarga besar.

Tema perayaan Idul Adha adalah: ‘Dengan Berkurban, Mari Kita Tingkatkan Kepedulian kepada Sesama dalam Menerapkan Budaya PACER di STIKes Mitra Husada Medan. (dmp)