Home Blog Page 666

Andreas Tembok Kokoh PSMS Medan

DIABADIKAN: Andreas Koko Bersama skuad PSMS Medan di jamannya. IST

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Andreas Libero kokoh PSMS berdarah Tionghoa ini lahir di Medan pada 17 Juni 1965. Andreas alias Lee Kok Keong adalah putra bungsu dari 3 bersaudara pasangan Lee Fuk Yun dan Han Sui Ing.

Andreas mengenal sepakbola dengan bermain bola di lapangan hoki yang tidak jauh dari tempat tinggalnya di Kampung Madras Medan.

Dalam bermain sepak bola Andreas terkenal berani,cekatan,tak kenal kompromi dan tak kenal lelah. Meskipun warga keturunan Tionghoa, tapi dalam bermain kengototannya tidak kalah dengan anak – anak lain. Bakatnya ini kemudian mulai dilirik ketika Andreas sering datang berlatih di Kebun Bunga yang merupakan markas PSMS Medan.

Andreas sendiri termasuk terlambat memulai karir sebagai pesepakbola karena dia baru memulainya pada usia 16 tahun ketika bergabung dengan klub anggota PSMS Medan yaitu Kejora yang diasuh oleh mantan kiper PSMS yang juga berdarah Tionghoa, yaitu Atjong yang dengan jeli melihat bakat terpendam pada diri Andreas.

Bakatnya kian terasah ketika sukses bermain gemilang memperkuat Kejora di kompetisi PSMS. Kemampuannya makin matang ketika direkrut oleh klub anggota PSMS yang lain yaitu klub Dharma Putra. Dan di sini, Andreas mampu berdaptasi dengan rekan – rekan setimnya yang pada umumnya adalah warga keturunan Tamil.

Kemampuannya ini kemudian membuat dirinya dipanggil memperkuat PSMS Medan. Di awali Piala Caltex 1986.
Andreas juga dipanggil PSMS Medan ke Piala Wali Kota Padang pada tahun 1987. Di turnamen ini, Andreas turut berperan membawa PSMS Menjadi Juara setelah di Final menaklukkan Pelita Jaya 1-0 lewat gol yang dicetak Guntur Adiputra.Kemudian Andreas juga turut memperkuat PSMS di Turnamen Perpisahan Azwar Anas 1987 di Padang. Dan kembali Andreas berperan besar membawa PSMS menjadi Juara setelah di Final menaklukkan Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI 1987 yaitu PSIS Semarang 2-0 lewat gol yang dicetak Sugito dan Bambang Usmanto.

Andreas juga turut menjadi bagian PSMS yang tampil di Piala Caltex 1988.Kehadirannya cukup sukses membuat lini pertahanan PSMS kian solid dan akhirnya sukses menjadi Juara.

Disinilah Andreas mendapat julukan “Soh Chin Ann Indonesia” karena permainannya yang lugas dan kokoh seperti libero kenamaan Malaysia tersebut yang pernah menjadi libero terbaik Asia Tenggara era 70-an.Kesuksesan ini kembali diulang Andreas ketika membawa PSMS Medan menjadi Juara Piala Caltex 1990.

Sinar Andreas baru benar – benar terang benderang, ketika memperkuat PSMS Medan di Divisi Utama Perserikatan PSSI 1991/1992 yang dilatih oleh Wibisono,Ismail Ruslan dan Atjong.

Duetnya di lini belakang bersama Ramli Lubis membuat pertahanan PSMS solid dan kokoh hingga akhirnya PSMS lolos dengan sukses ke babak 6 Besar Divisi Utama Perserikatan PSSI dengan status Juara Grup Wilayah Barat.Kecemerlangan PSMS ini terus berlanjut hingga akhirnya PSMS lolos ke Semifinal sebagai Juara Grup dan melawan Persebaya Surabaya.

Duel kedua tim ini berlangsung sengit dan keras. Ibnu Graham dkk berulang kali membombardir gawang PSMS namun selalu mentok ketika berhadapan dengan duet palang pintu PSMS Andreas dan Ramli Lubis. Namun Persebaya sukses membobol gawang PSMS lewat gol Hartono pada menit ke-42 yang kemudian dibalas PSMS lewat gol penalti dari Suharto AD.Di babak kedua Persebaya kembali melancarkan serangan yang berujung lahirnya gol pada menit ke-65 lewat kaki Ibnu Grahan.

Ketinggalan gol membuat PSMS makin bersemangat untuk membalas bahkan Andreas ikut maju hingga ke depan dan akhirnya berbuah gol lewat kaki Sumardi pada menit ke-83 yang bertahan hingga pertandingan berakhir.

Pertandingan dilanjutkan pada babak perpanjangan waktu dan disinilah PSMS menunjukkan kelasnya dengan kokohnya pertahanan dan serangan yang gencar hingga akhirnya PSMS menambah 2 gol lewat kaki Suharto AD pada menit ke – 102 dan 112 dan akhirnya PSMS lolos ke Final setelah unggul 4-2 atas Persebaya.

Sayang di Final melawan PSM walau diunggulkan PSMS malah tampil antiklimaks. Walau Andreas dan Ramli Lubis bermain di lapangan yang becek akibat hujan namun tetap solid menjaga lini belakang. Tetapi pada menit ke – 11 Jeffri Dien Anwar sukses membelah lini pertahanan PSMS dengan mencetak gol.

PSMS Medan yang coba membalas selalu gagal termasuk penalti Suharto AD yang gagal dan tendangan Azwardin Lubis yang sukses mengecoh kiper PSM namun gagal jadi gol karena bola sepakannya tertahan lumpur di gawang PSM.

PSMS baru membalas pada menit ke-67.Akhirnya pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Dan di perpanjangan waktu ini gol Mustari Ato pada menit ke-91 sukses membawa PSM menjadi Juara.

Kegagalan ini cukup memukul bathin para pemain PSMS termasuk Andreas.

Bahkan dalam wawancara dengan media Andreas mengaku merasa bersalah kepada warga Medan karena gagal membawa PSMS menjadi Juara Divisi Utama Perserikatan PSSI 1991/1992 tersebut.Pada 1993 Andreas juga turut membawa PSMS Medan menjadi Juara Surya Cup di Surabaya.PSMS menjadi Juara setelah menaklukkan Persija di Final.

Pada Divisi Utama Perserikatan PSSI 1993/1994 Andreas kembakli menjadi pilihan utama di lini belakang berduet bersama Iwan Karokaro dalam skuad PSMS yang waktu itu diasuh oleh Tumsila dan sukses membawa PSMS lolos ke – 8 Besar. Sayang langkah PSMS Medan terhenti di putaran 8 Besar Divisi Utama Perserikatan PSSI ini karena kalah 1-2 dari Persebaya dalam laga penentuan kelolosan ke Semifinal.

Setelah itu Andreas tetap memperkuat PSMS pada awal Liga Indonesia I musim 1994/1995. Namun dirinya mundur dan hanya fokus bermain di kompetisi antar klub PSMS.Pada musim ketiga Liga Indonesia 1996/1997 Andreas kemabli dipanggil untuk memperkuat PSMS karena kondisi PSMS yang krisis pemain di bek tengah karena Budiono mengalami cedera sehingga PSMS harus bertumpu pada pemain – pemain muda yang minim pengalaman.Kehadiran Andreas juga diharapkan untuk membimbing stopper – stopper muda waktu itu seperti : Surimanto,Seswanto,Slamet Riadi dll.Dan di tengah kondisi PSMS yang “sempoyongan” tersebut akhirnya PSMS selamat dari jurang degradasi setelah di partaui akhir berhasil menahan Persib 0-0 di Stadion Siliwangi Bandung.

Seusai Liga Indonesia 1996/1997 Andreas memutuskan mundur sebagai pesepakbola.Seusai mundur Andreas sempat menekuni usaha toko olahraga.Kini Andreas sudah meninggalkan dunia olahraga maupun bisnis dan lebih banyak aktif dalam kegiatan kerohanian.(indra efendi rangkuti/han)

KPU Dairi Tuntaskan Perhitungan Suara 15 Kecamatan

Ketua KPU Kabupaten Dairi, Freddy Sinaga.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah menuntaskan penghitungan surat suara hasil pemilihan umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024 lalu.

Ketua KPU Kabupaten Dairi, Freddy Sinaga dikonfirmasi, Minggu (25/2) menjelaskan, sebanyak 15 PPK telah selesai melakukan rapat pleno penghitugan surat suara untuk Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Dairi.

Dengan selesainya rapat pleno kecamatan, selanjutnya akan melaksanakan rapat pleno tingkat kabupaten. “Pleno penghitujgan surat suara tingkat kabupaten akan berlangsung besok, Selasa (27/2),” terang Freddy.

Sesuai rencana, Freddy berharap rapat pleno kabupaten selesai dengan tempo 3 harim dengan target 5 kecamatan per hari. Freddy kembali menjelaskan, sesuai tahapan Undang Undang nomor 7, rapat pleno penghitungan surat suara tuntas dalam jangka 20 hari setelah pemilu.

Artinya, masih ada waktu sampai dengan 5 maret Dairi. “Untuk teknis penghitungan sama dengan rapat pleno kecamatan yakni penghitungan dimulai daei surat suara Presiden, DPR-RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten per kecamatan,” tandasnya.

Ditanya soal kendala dihadapi, Freddy menyebut, sampai saat ini semua berjalan lancar. Karena perhitungan/ rekapitulasi dimulai dari pleno. Jadi dengan transparansi plano, maka perhitungan bisa berjalan cepat.

Menurutnya, Pemilu Tahun 2024 ini berbeda dengan Pemilu tahun 2019. Di mana rekapitulasi melalui C1 hologram mirip dengan salinan.

“Jadi, Pemilu 14 Februari 2024 kemarin para Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) merasa adanya keterbatasan dalam bekerja sehingga bertugas sampai pagi hari, agar dapat melakukan perbaikan jika kurang pas,” katanya.

Sementara untuk tempat pleno kabupaten, kata Freddy, masih menunggu Selasa (27/2). Sekarang ini KPU Dairi masih menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). (rud/azw)

Penghitungan Suara Binjai Kota Dikebut, Rekapitulasi Menggunakan Dua Panel

HITUNG SUARA: Rekapitulasi penghitungan suara di Kantor Kecamatan Binjai Kota

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Binjai Kota dibuka dua panel. Ini dilakukan PPK Binjai guna mengebut proses penghitungan suara.Kendati begitu, hal tersebut tidak meninggalkan ketelitian dan kejelian.

“Sebelumnya rekapitulasi di Kecamatan Binjai Kota dengan menggunakan satu panel. Karena itu, kami memutuskan untuk meningkatkan jumlah panel menjadi dua. Tujuannya demi mempercepat perhitungan,” ujar Ketua PPK Binjai Kota, Ridwan Lubis, saat dikonfirmasi, akhir pekan lalu.

Ridwan mengaku, langkah ini diambil sebagai upaya untuk memenuhi target waktu yang telah ditetapkan. “Untuk target sendiri, kita diberikan waktu paling lama 15 hari setelah pemungutan suara. Dengan pengalaman sebelumnya, kami yakin dapat menyelesaikan proses ini tepat waktu,” tambahnya.

Untuk memastikan transparansi dalam proses perhitungan, kata dia, PPK Binjai Kota juga menyediakan layar proyektor. Tujuannya, agar para saksi, panwas dan pihak berkepentingan lainnya, dapat menyaksikan proses perhitungan secara langsung.

Dapil I Binjai Kota terbagi menjadi tujuh Kelurahan, yakni Kartini, Setia, Binjai, Satria, Pekan Binjai, Berngam dan Tangsi, dengan total 97 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dalam teknis rekapitulasi saat ini, PPK Binjai Kota mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 5 Tahun 2024 dan Surat Keputusan KPU Nomor 219 Tahun 2024 tentang petunjuk pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dalam Pemilu.

“Proses rekapitulasi saat ini dilakukan dengan membacakan C-hasil yang dikumpulkan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada pemilihan kemarin dan dibandingkan dengan C- salinan yang dibawa oleh saksi Partai, paslon dan panwas,” jelas Ridwan.

Sementara, Ketua Panwascam Binjai Kota, Muhammad Irsan menegaskan bahwa keakuratan, kevalidan, dan kebenaran data harus menjadi perhatian penting semuanya. “Rekap tingkat kecamatan ini sangat penting, sehingga perlu ketelitian dan kecermatan. Kami ingin pastikan bahwa data banding dari hasil pengawasan, penyelenggara teknis dan saksi parpol itu tepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Irsan juga mengingatkan, setiap permasalahan atau keberatan saksi wajib dituangkan dalam catatan kejadian khusus. “Kita berharap semua selesai di kecamatan dan tidak ada lagi perbedaan angka antara Sirekap dengan tampilan C-hasil,” pungkasnya. (ted/azw)

Pengumuman Seleksi PPIH Arab Saudi 1445 H Diundur

BERTUGAS: Petugas haji Indonesia saat bertugas melayani jamaah haji di tanah suci.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan menunda pengumuman hasil seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445 H/2024 M tingkat pusat. Keputusan ini diambil atas berbagai pertimbangan.

“Hasil seleksi ini sedianya akan diumumkan pada hari ini, Senin 26 Februari 2024. Namun masih ada sejumlah persiapan sehingga ditunda pengumumannya,” kata Juru Bicara Kementerian Agama Anna Hasbie, Senin (26/2).

“Ini khusus untuk PPIH Arab Saudi atau petugas non kloter yang tidak mendampingi langsung jemaah haji,”tambahnya.

Seleksi PPIH Arab Saudi tingkat pusat diawali dengan proses pendaftaran dan seleksi berkas dari 11 – 19 Januari 2024. Pendaftaran dilakukan secara online melalui Pusaka Superapps Kementerian Agama.

Peserta yang dinyatakan lolos verifikasi berkas, mengikuti seleksi Computer Assested Test (CAT) dan wawancara. Tahap ini berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada 25 Januari 2024.

“Pengumuman hasil seleksi ini akan diinformasikan kemudian,” jelas Anna.

Untuk petugas kloter, kata Anna, saat ini sudah mulai mengikuti bimbingan teknis (bimtek). Program ini diselenggarakan oleh masing-masing Embarkasi Haji.

“Bimtek petugas kloter sudah mulai jalan di masing-masing embarkasi haji dari 19 Februari – 4 Maret 2024. Mereka disiapkan untuk menjadi petugas profesional sehingga bisa memberikan layanan terbaik kepada jemaah. Tahun ini, Kemenag masih mengusung semangat Haji Ramah Lansia,” sambungnya.

Selain Bimtek Petugas Kloter, saat ini Ditjen PHU terus melakukan beragam persiapan penyelenggaraan ibadah haji. Di dalam negeri, pelunasan tahap I sudah ditutup pada 23 Februari 2024. Total ada 200.601 jemaah reguler yang melunasi biaya haji.

“Masih terdapat sisa kuota, sehingga dibuka pelunasan tahap II pada 13 – 26 Maret 2024,” ucap Anna Hasbie.

Di luar negeri, Tim Ditjen PHU juga bekerja keras dalam penyiapan layanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi, baik layanan konsumsi, transportasi, maupun akomodasi.

“Saat ini juga sedang digelar seleksi mahasiswa/mukimin di timur tengah/Arab Saudi,” tandasnya.(jpc/han)

KPK Ungkap Kasus Korupsi Pengadaan Rumdin DPR dan Taspen Masuk Naik Penyidikan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – KPK memastikan perkara dugaan korupsi pengadaan rumah dinas DPR RI dan TASPEN naik ke tahap penyidikan. Sudah ada tersangka dalam perkara itu. KPK saat ini sedang mendalami siapa saja yang berperan ambil untung dalam proyek rundin wakil rakyat tersebut.

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri memaparkan pihaknya sudah sepakat untuk menaikkan status perkara itu dari penyelidikan menjadi penyidikan. Pimpinan KPK berserta Deputi Penindakan dan Eksekusi telah melangsungkan gelar perkara. Untuk memastikan kasus tersebut dilanjutkan. “Namun untuk perkara detailnya belum bisa kami sampaikan,” katanya.

Ali menyebut, seperti umumnya kasus yang ditangani KPK, jika sudah naik ke penyidikan dipastikan ada tersangkanya. Namun, hingga kemarin, Ali belum memberikan bocoroan mengenai siapa yang terlibat dalam perkara pengadaan rumdin itu. Kondisi ini, juga berlaku pada perkara TASPEN. Yang dipastikan sudah ada tersangka. Namun, Ali belum membongkar sosok tersangka di dua kasus ini.

Untuk kasus dugaan korupsi rumdin DPR, KPK sebenarnya sudah menelisik kasus ini pada awal Januari lalu. Sempat, KPK memanggil Sekretaris Jendral (Sekjen) DPR Indra Iskandar pada 31 Mei 2023. Saat itu, Indra tak memberikan komentar usai dirinya keluar dari gedung Merah Putih.

Sementara untuk kasus korupsi di TASPEN, Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi Asep Guntur Rahayu pada awal September 2023 menyebut, kasus itu berkutat pada dugaan korupsi di perusahaan plat merah tersebut dalam rentang 2018-2022.

Mantan istri Dirut PT Taspen Stephanus Kosasih, Rina Lauwy pada 1 September 2023 juga sempat diperiksa KPK terkait permintaan keterangan dalam kasus itu.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mendesak agar KPK segera mengumumkan siapa saja tersangka dalam dua kasus itu. Ketika sudah masuk ke tahap penyidikan, publik harus mengetahui tersangka. “Ini juga sesuai dengan pasal 5 UU KPK di mana kerja lembaga antirasuah itu harus transparan dan akuntabel,” terangnya kepada Jawa Pos kemarin.

Pengumuman tersangka usai yang bersangkutan ditahan  adalah tradisi belaka. Yang dilakukan selama Firli Bahuri menjabat sebagai Ketua KPK. Tradisi itu, menurutnya tak layak diteruskan. Toh, yang terpenting dalam pengungkapan kasus adalah transparansi. Dan publik harus mengetahui kerja cepat KPK. (elo/jpg/ila)

Masih Setia dengan Indra Kenz

SUMUTPOS.CO – Meskipun Indra Kenz masih menjalani hukuman di balik jeruji besi, dalam kasus investasi bodong. Tak membuat Vanessa Khong, kekasih Indra Kenz ini pindah ke lain hati. Pun begitu, selebgram cantik ini mengaku merasa kesepian kesepian karena tak ada sosok kekasih.

“Pasti merasa kesepian banget, pasti sih, kok aku sendiri tapi lama-lama aku adaptasi gimana ya kan. Namanya lagi ngadapin masalah jadi harus kuat,” ungkap Vanessa Khong, Minggu (25/2).

Sementara itu, Vanessa dan keluarga rutin menjenguk Indra. Di sel, Indra rupanya banyak melakukan kegiatan-kegiatan positif.

“Dia sih sehat, baik-baik saja di sana, sekarang aktif ikut kegiatan sosial di sana. Misalnya ada apa kayak gereja atau apa dia aktif di situ tiap hari. Jenguk biasanya aku sama keluarga juga seminggu sekali ada, dan waktunya terbatas, kita benar-benar ngobrol, ada quality time bersama,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Vanessa juga membantah telah putus dengan Indra seusai kekasihnya masuk penjara. Berita miring itu disebutnya sangat tak benar.

“Nggak, netizen tuh kadang suka melebih-lebihkan ya, terus menyebarkan berita hoax, saya juga bingung. Bahkan aku nggak pernah bilang aku putus,” ungkapnya.

Bahkan dengan bangga Vanessa masih mengatakan Indra adalah tunangannya.

“Bahkan di IG sempatin video bareng dia. Jadi menunjukkan orang-orang bahwa aku tuh masih sama dia. Aku tuh tunangannya,” katanya sambil menunjukkan cincin tunangannya.

Disinggung kapan menikah dengan Indra, Vanessa mengaku nanti akan tahu waktunya. Saat ini ia masih merahasiakan pernikahannya.

“Ya pokoknya ditunggu saja kalau aku sudah, pasti pada tahulah. Nggak mau terlalu banyak spill di socmed,” pungkasnya. (bbs/han)

Lolos SIPSS Polri, Dua Disabilitas Jadi Dokter dan Operator IT

FOTO BERSAMA: . Dua disabilitas lolos rekrutmen Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), foto bersama. 

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Polri membuktikan upaya kesetaraan terhadap disabilitas. Dua disabilitas bakal segera bergabung dengan Korps Bhayangkara setelah lolOs rekrutmen Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS). Satu orang akan menjadi dokter kepolisian dan satu lainnya menjadi operator Informasi Teknologi (IT).

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa dua dari tiga disabilitas lolos hingga tahap akhir tes rekrutmen SIPSS. Keduanya berlatarbelakang sarjana kedokteran dan sarjana pendidikan teknologi informasi. “Dari tiga orang, dalam tahap akhir lolos dua,” paparnya dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Keduanya mendapatkan nilai yang baik dalam tes tahap akhir tersebut. Karena itu untuk sarjana kedokteran akan menjadi dokter kepolisian dan sarjana pendidikan teknologi informasi menjadi operator IT. “Pekerjaannya lebih ke staf dan operator,” paparnya.

Selanjutnya, calon siswa yang dinyatakan lolos seleksi, termasuk difabel, akan memulai pendidikan pada 5 Maret 2024. “Dalam tahap ini, siswa difabel dan reguler diperlakukan setara,” jelas mantan Kadivhumas Polri tersebut.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo membuat kebijakan inklusif dengan membuka rekrutmen SIPSS untuk kalangan difabel. Proses seleksi masuk dan kegiatan pendidikan para difabel dengan siswa reguler dilakukan bersamaan.

Polri juga akan membuka kesempatan bagi kalangan difabel untuk mengikut seleksi pendidikan pembentukan Bintara mulai tahun ini. SSDM Polri menggencarkan sosialisasi pengumuman pembukaan rekrutmen Bintara ke kelompok-kelompok disabilitas. (idr/jpg/ila)

Kasus Kejahatan Pornografi Sesama Jenis Jaringan Internasional, 8 Remaja di Bawah Umur Jadi Korban

BONGKAR: Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) membongkar praktik kejahatan pornografi anak jaringan internasional yang menelan korban hingga mencapai delapan remaja pria di bawah umur.

SUMUTPOS.CO – Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil membongkar praktik kejahatan pornografi anak jaringan internasional. Dalam aksi tersebut menelan korban sebanyak delapan remaja pria di bawah umur.

Wakapolresta Bandara Soetta AKBP Ronald FC Sipayung menyampaikan, pada kasus tersebut pihaknya berhasil mengamankan lima orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini status perkaranya dinyatakan telah P21 oleh Kejaksaan.

“Masing-masing tersangka berinisial HS, MA, AH, KR dan NZ. Jumlah korban 8 anak di bawah umur, barang bukti yang diamankan berupa lima unit Handphone,” katanya, kemarin (25/2).

Ronald menjelaskan, dalam kasus tersebut tersangka HS dan MA berperan mencari, memfasilitasi, mencabuli anak korban serta membuat, menjual, mengirim, menawarkan foto, video kepada orang lain.

Kemudian, untuk tersangka AH berperan membeli video serta melakukan pencabulan, sedangkan pelaku KR dan HS membeli video, mencabuli anak korban serta memberikan fasilitas.

Ronald mengungkapkan, awal kasus itu terungkap bermula pada Senin, 21 Agustus 2023. Pihaknya bersama FBI melalui International Task Force of Violent Crimes Against Children yang dipimpin oleh Kapolresta Kombes Pol Roberto Pasaribu, menyelidiki dugaan penyebaran konten porno yang melibatkan anak di bawah umur sebagai pemerannya atau Child Sexual Abuse Material (CSAM) untuk selanjutnya diperjualbelikan di grup-grup percakapan media sosiap lintas negara.

Dari hasil penyelidikan, pihaknya berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku (HS) yang diduga memproduksi, mendistribusikan CSAM dan menerima keuntungan dari hasil penjualan di grup-grup percakapan media sosial lintas negara.

Setelah diidentifikasi, petugas meringkus HS di Kedaung, Tangerang dan menyita beberapa alat penyimpanan file yang di dalamnya berisi konten-konten video porno yang bersumber dari hasil pengunduhan di sebuah grup telegram dan juga bersumber dari hasil produksi yang direkam oleh pelaku inisial HS tersebut.

“Dalam melakukan aksinya, HS berhasil menyakinkan korban yang semuanya masih di bawah umur untuk melakukan adegan asusila beradu peran dengan orang dewasa sambil direkam oleh kamera dengan iming-iming sejumlah uang serta bonus kredit yang bisa dimanfaatkan untuk bermain game online,” terangnya.

Dia mengatakan, selain memproduksi dan menjual video berisi adegan porno, HS juga menawarkan kepada pelaku lainnya untuk beradegan intim bersama para korban yang masih berstatus anak-anak dengan menetapkan sejumlah tarif.

Dari hasil pendalaman, pihaknya berhasil mengidentifikasi pelaku kedua dengan inisial MA, pelaku ketiga AH, pelaku keempat KR dan yang terakhir NZ.

“Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal berlapis yakni Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) serta UU Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Kompol Reza Fahlevi menambahkan, tersangka utama HS menjual video porno anak sesama jenis tersebut dengan harga 50-200 USD kepada klien luar negeri dan Rp100-300 ribu di Indonesia.

“Total keuntungan mencapai Rp100 juta. Para korban ini masih berstatus anak di bawah umur dengan rentang usia 12-16 tahun. Kondisinya saat ini telah mendapatkan perhatian dari Dinas Sosial Jakarta Barat dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang,” lanjutnya.

Dengan adanya kasus tersebut, Reza pun mengimbau kepada para orangtua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak. Khususnya dalam aktivitas media sosial.

“Disamping itu, penanaman nilai-nilai agama sejak dini menjadi satu hal penting yang perlu disadari oleh setiap orang tua, sehingga anak-anak memiliki daya tangkal untuk menolak dan menghindar dari setiap perbuatan yang dinilai menyalahi ajaran nilai-nilai agama,” pungkasnya.

Sementara Kompolnas mengapresiasi Polresta Bandara Soekarno-Hatta dalam mengungkap sindikat internasional pornografi anak. Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, kerjasama Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta dengan Violent Crime International Task Force FBI menjadi teladan baik dalam peningkatan kerjasama Polri dengan polisi negara lain. “Bisa memetakan jaringan internasional pornografi anak. Kompolnas memberikan apresiasi ,” terangnya.

Dengan kasus ini diharapkan mampu membongkar sindikat-sindikat lain yang menjadikan anak-anak sebagai obyek pornografi online. “Ini bentuk perlindungan negara terhadap anak-anak,” paparnya.

Dia juga mengatakan bahwa kerjasama internasional tersebut mampu untuk meningkatkan profesionalitas Polri. Khususnya dalam melindungi seluruh rakyat Indonesia. “Dari ancaman kejahatan pornografi anak,” tegasnya.

Kementerian Kominfo angkat suara terkait pengusutan kasus produksi dan peredaran kontek video porno anak. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo Usman Kansong merespon permintaan kepolisian yang melakukan pengusutan konten video porno anak tersebut.

Seperti diketahui, jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta meminta Kementerian Kominfo untuk melakukan take down terhadap video-video asusila tersebut. ’’Kominfo masih menunggu surat permintaan take down dari Polri,’’ katanya tadi malam.

Pejabat yang sebelumnya berprofesi sebagai jurnalis itu mengatakan untuk pengusutan hukum, mereka serahkan ke jajaran kepolisian. Termasuk hukuman yang diberikan kepada pembuat maupun penyebar konten video porno anak tersebut.

Lebih lanjut Usman mengatakan Kementerian Kominfo sejatinya bisa melakukan take down langsung. Melalui mesin automatic identification system (AIS) atau tim patroli cyber yang menemukannya.

Namun dia mengingatkan bahwa pada kasus ini, sudah masuk dalam proses penyidikan kepolisian. Sehingga sebaiknya Kementerian Kominfo menunggu surat permintaan take down secara resmi dari kepolisian.

Lalu kepada masyarakat, dia juga menyampaikan sejumlah himbauan. Diantaranya jika menemukan kontek porno, khususnya yang melibatkan anak-anak sebagai pemerannya. Usman menuturkan masyarakat bisa melaparkan temuan video tersebut lewat aduankonten.id yang dibuat oleh Kementerian Kominfo.

Di dalam website tersebut, ada rekapitulasi aduan yang masuk. Diantaranya untuk kategori pornografi, di Januari ada 823 laporan. Kemudian di Februari ini untuk sementara ada 448 pengaduan atau laporan. Kemudian laporan kelompok perjudian ada 181.217 pengaduan sepanjang Januari. Kemudian untuk bulan ini tercatat masih 138.817 pengaduan. Sedangkan untuk kelompok pornografi anak sepanjang 2024 ini belum ada laporan. (idr/mim/wan/jpg/ila)

Film ‘Exhuma’ Segera Tayang di Indonesia

JAKARTA, SMUTPOS.CO – ,Exhuma,’ sebuah film bergenre thriller misteri supranatural, berhasil menembus angka satu juta penonton pada hari Sabtu (24/2) di Korea Selatan. Rencananya, film ini akan tayang di Indonesia pada Rabu (28/2) mendatang.

Ini membuat ‘Exhuma’ menjadi film tercepat yang dirilis tahun 2024, dan berhasil mencapai angka tersebut, demikian ungkap distributor lokal film tersebut (Showbox).

Film thriller yang juga dikenal sebagai nama ‘Pamyo’ dalam bahasa Korea ini, telah mencetak rekor di hari ketiga perilisannya, demikian ungkap Showbox.

Sutradara Jang Jae Hyun mengatakan bahwa ia ingin menggali masa lalu Korea Selatan yang traumatis melalui tindakan penggalian simbolis dalam film misteri horor terbarunya, ‘Exhuma.’
Dibintangi oleh aktor veteran seperti Choi Min Sik, Kim Go Eun, Yoo Hae Jin dan Lee Do Hyun, ‘Exhuma’ mengisahkan tentang serangkaian peristiwa misterius yang terjadi ketika sekelompok pengusir setan, seorang pengusir hantu, dan seorang ahli feng-shui bertugas merelokasi makam sebuah keluarga kaya.
Film ini secara garis besar dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama membahas peristiwa yang terjadi saat kelompok tersebut memindahkan makam.

Bagian kedua menceritakan peristiwa yang terjadi saat kelompok tersebut menemukan rahasia lain yang tersembunyi di bawah makam.
Sutradara Jang, yang telah menyutradarai sejumlah film okultisme Korea yang terkenal seperti ‘The Priest’ dan ‘Svaha: The Sixth Finger,’ mengatakan bahwa ia melihat tindakan penggalian yang dilakukan oleh para karakter sebagai sebuah metafora.

“Saat menghadiri proses penggalian kubur secara pribadi, saya banyak merenungkan apakah ada sesuatu yang lebih dari sebuah proses penggalian kubur dan kremasi peti mati,” ujar Jang, dalam konferensi pers yang diadakan di Gangnam-gu, Seoul dikutip dari Yonhap.

“Suatu hari, saya merasa seolah-olah kami sedang menggali sesuatu yang salah dari masa lalu, (saat menghadiri proses penggalian),” katanya.

“Jika kita melihat kembali ke masa lalu dari tanah yang kita tinggali, ada banyak kejadian traumatis yang terjadi.”

“Saya ingin menggali kejadian-kejadian tersebut. Saya juga ingin mengubah konsep tersebut menjadi sebuah film yang menghibur,” kata Jang.

Choi Min Sik, yang berperan sebagai pemeran utama dalam film ‘Exhuma’ dengan peran Sang Deok, seorang spesialis feng shui yang ditugaskan untuk menemukan tempat terbaik untuk merelokasi makam.

Choi mengatakan bahwa ia termotivasi untuk ikut serta dalam film okultisme pertamanya, karena ia menghargai nilai-nilai yang dipegang oleh perannya sebagai Sang Deok, dan juga pesan yang ingin disampaikan oleh Jang kepada para penonton.

Selain itu, Choi juga menambahkan bahwa ia mengapresiasi upaya Jang yang berulang kali melontarkan pertanyaan kepada para hadirin tentang konsep perdukunan dan agama.

“Saya pikir konsep-konsep seperti perdukunan tiba-tiba menjadi sangat diremehkan di masyarakat kita, dimulai dari satu titik. Saya juga banyak berpikir tentang agama, yang menjembatani ruang antara manusia dan Tuhan.”

“Jang terus-menerus mempertanyakan konsep-konsep seperti itu, dan saya menjadi penasaran mengapa Jang terus-menerus mempertanyakan konsep-konsep seperti itu, (yang membuat saya berpartisipasi dalam film ini),” kata Choi.

Film ‘Exhuma’ sendiri rencananya akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada hari Rabu, 28 Februari 2024.(jpc/han)